• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSEDUR PERHITUNGAN DAN HASIL PROSEDUR PERHITUNGAN DAN HASIL PERHITUNGAN

N/A
N/A
Yusran Satriawan

Academic year: 2024

Membagikan "PROSEDUR PERHITUNGAN DAN HASIL PROSEDUR PERHITUNGAN DAN HASIL PERHITUNGAN "

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

  

LAMPIRAN 1 LAMPIRAN 1 PROSEDUR PERHITUNGAN DAN HASIL

PROSEDUR PERHITUNGAN DAN HASIL PERHITUNGANPERHITUNGAN M MII X DEX DE SISI GGN    1.

1.  Menentukan kuat tekan beton yang direncanakan (fcMenentukan kuat tekan beton yang direncanakan (fc’’ 20 Mpa) pada umur 7, 14, 20 Mpa) pada umur 7, 14, 21 dan 28 hari.

21 dan 28 hari.

2.

2.  Menghitung deviasi standar (s) seperti tabel berikut:Menghitung deviasi standar (s) seperti tabel berikut:

Tabel 1

Tabel 1 Faktor Pengali Faktor Pengali

Tabel 2

Tabel 2Standar DeviasiStandar Deviasi   Volume

Volume Pekerjaan Pekerjaan Baik Baik Sekali Sekali Baik Baik CukupCukup Kecil (<1000 m

Kecil (<1000 m33)) 4,5<sd≤5,54,5<sd≤5,5   5,5<sd≤6,55,5<sd≤6,5   6,5<sd≤8,56,5<sd≤8,5   Kecil (1000 m

Kecil (1000 m33 - 3000 m - 3000 m33)) 3,5<sd≤4,53,5<sd≤4,5   4,5<sd≤5,54,5<sd≤5,5   5,5<sd≤7,55,5<sd≤7,5   Kecil (>3000 m

Kecil (>3000 m33)) 2,5<sd≤3,52,5<sd≤3,5   3,5<sd≤4,53,5<sd≤4,5   4,5<sd≤6,54,5<sd≤6,5  

3.

3.  Menghitung nilai tambah (m) = 1,64 x sMenghitung nilai tambah (m) = 1,64 x s jika data deviasi standar tidak ada maka jika data deviasi standar tidak ada maka diambil nilai m = 7.6 Mpa.

diambil nilai m = 7.6 Mpa.

4.

4.  Menghitung kuat tekan rata-Menghitung kuat tekan rata-rata yang ditargetkan (f’rata yang ditargetkan (f’cr cr ) = f’) = f’cc+ m.+ m.

5.

5.  Menetapkan jenis semen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu semenMenetapkan jenis semen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu semen  portland 

 portland  pozolan tipe I. pozolan tipe I.

6.

6.  Menentukan jenis agregat (agregat halus dan agregat kasar) yang digunakanMenentukan jenis agregat (agregat halus dan agregat kasar) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pasir cor

dalam penelitian ini yaitu pasir cor lolos ayakan 4,75 mm Kabupaten Lumajanglolos ayakan 4,75 mm Kabupaten Lumajang dan kerikil 10-20mm Kabupaten Pasuruan.

dan kerikil 10-20mm Kabupaten Pasuruan.

7.

7.  Menentukan FAS (faktor air semen) untuk benda uji silinder menggunakanMenentukan FAS (faktor air semen) untuk benda uji silinder menggunakan grafik 1 dibawah ini:

grafik 1 dibawah ini:

Jumlah Jumlah pengujian pengujian

Faktor pengali Faktor pengali deviasi standar deviasi standar Kurang

Kurang dari dari 15 15 --

15 1,16

15 1,16

20 1,08

20 1,08

25 1,03

25 1,03

30

30 atau atau lebih lebih 1,001,00

(2)

Grafik 1

Grafik 1 Hubungan antara Kuat Tekan Beton dan FAS (Benda Uji Silinder Ø15 cm, Hubungan antara Kuat Tekan Beton dan FAS (Benda Uji Silinder Ø15 cm, tinggi 30 cm)

tinggi 30 cm)

  

(3)

a.

a.  Menentukan nilai kuat tekan pada umur 28 hari beMenentukan nilai kuat tekan pada umur 28 hari berdasarkan jenis semen, agregatrdasarkan jenis semen, agregat kasar dan rencana pengujian kuat tekan menggunakan tabel 3 dibawah ini untuk kasar dan rencana pengujian kuat tekan menggunakan tabel 3 dibawah ini untuk FAS 0,5 sesuai dengan jenis semen dan agregat kasar

FAS 0,5 sesuai dengan jenis semen dan agregat kasar yang digunakanyang digunakan Tabel 3

Tabel 3 Perkiraan Kekuatan Tekan (Mpa) Dengan FAS Dan Agregat Kasar Yang Biasa Perkiraan Kekuatan Tekan (Mpa) Dengan FAS Dan Agregat Kasar Yang Biasa Dipakai Di Indonesia

Dipakai Di Indonesia

Sumber: Tabel 2 SNI

Sumber: Tabel 2 SNI 03-2383-200003-2383-2000  b.

 b.  Menarik garis tegak lurus pada FAS 0,5 sampai memotong kurva kuat tekanMenarik garis tegak lurus pada FAS 0,5 sampai memotong kurva kuat tekan yang ditentukan.

yang ditentukan.

c.

c.  Menarik garis lengkung melalui titik perpotongan di langkah (b) secaraMenarik garis lengkung melalui titik perpotongan di langkah (b) secara  proporsional.

 proporsional.

d.

d.  Menarik garis mendatar dari kuat tekan yang didapat dari grafik 1 sampaiMenarik garis mendatar dari kuat tekan yang didapat dari grafik 1 sampai memotong garis tegak lurus untuk FAS 0,5 untuk

memotong garis tegak lurus untuk FAS 0,5 untuk menggambarkan kurva baru.menggambarkan kurva baru.

e.

e.  Dari kurva baru tersebut, menarik garik mendatar untuk menargetkan kuat tekanDari kurva baru tersebut, menarik garik mendatar untuk menargetkan kuat tekan yang direncanakan sampai memotong kurva baru tersebut lalu menarik kebawah yang direncanakan sampai memotong kurva baru tersebut lalu menarik kebawah hingga mendapatkan nilai FAS untuk campuran beton dan didapatkan untuk hingga mendapatkan nilai FAS untuk campuran beton dan didapatkan untuk silinder FAS 0,6..

silinder FAS 0,6..

Jenis Jenis semen semen

Jenis Jenis agregat agregat kasar kasar

Kekuatan tekan Kekuatan tekan Pada

Pada umur umur BentukBentuk benda benda

uji uji 3

3 7 7 28 28 9191 Semen

Semen  portland  portland

tipe I atau tipe I atau Semen Semen tahan tahan sulfat tipe sulfat tipe II, IV II, IV

Batu tak Batu tak dipecahkan dipecahkan

17 23 33 40 Silinder

17 23 33 40 Silinder

Batu

Batu pecah pecah 19 19 27 27 37 37 4545 Batu tak

Batu tak dipecahkan dipecahkan

20

20 28 28 40 40 48 48 KubusKubus Batu

Batu pecah pecah 23 23 32 32 45 45 5454 Semen

Semen  portland  portland tipe III tipe III

Batu tak Batu tak dipecahkan dipecahkan

21 28 38 44 Silinder

21 28 38 44 Silinder

Batu

Batu pecah pecah 25 25 33 33 44 44 4848 Batu tak

Batu tak dipecahkan

dipecahkan 25 25 31 31 46 46 53 53 KubusKubus Batu

Batu pecah pecah 30 30 40 40 53 53 6060

(4)

8.

8.  Menetapkan FAS maksimum menurut tabel 4 berikut ini:Menetapkan FAS maksimum menurut tabel 4 berikut ini:

Tabel 4

Tabel 4 Persyaratan Jumlah Semen Minimum Dan FAS Untuk Berbagai Macam Persyaratan Jumlah Semen Minimum Dan FAS Untuk Berbagai Macam Pembetonan Dalam Lingkungan Khusus

Pembetonan Dalam Lingkungan Khusus

Lokasi

Lokasi Jumlah Jumlah Semen Semen MinimumMinimum per M

per M33 Beton (Kg) Beton (Kg)

Nilai FAS Nilai FAS Maksimum Maksimum Beton di dalam ruangan bangunan:

Beton di dalam ruangan bangunan:

a.

a.   Keadaan keliling non-korosifKeadaan keliling non-korosif b.

b.   Keadaan keliling korosif disebabkanKeadaan keliling korosif disebabkan oleh kondensasi atau uap korosif oleh kondensasi atau uap korosif Beton diluar ruangan bangunan:

Beton diluar ruangan bangunan:

a.

a.   Tidak terlindung dari hujan dan terikTidak terlindung dari hujan dan terik matahari langsung

matahari langsung  b.

 b.  Terlindung dari hujan dan terikTerlindung dari hujan dan terik matahari langsung

matahari langsung

Beton masuk ke dalam tanah:

Beton masuk ke dalam tanah:

a.

a.   Mengalami keadaan basah dan keringMengalami keadaan basah dan kering  berganti-ganti

 berganti-ganti  b.

 b.   Mendapat pengaruh sulfat dan alkaliMendapat pengaruh sulfat dan alkali dari tanah

dari tanah

Beton kontinu berhubungan:

Beton kontinu berhubungan:

a.

a.   Air tawarAir tawar  b.

 b.   Air lautAir laut

275 275 325 325

325 325

275 275

325 325

0,60 0,60 0,52 0,52

0,60 0,60

0,60 0,60

0,55 0,55

Sumber: Tabel 4 SNI

Sumber: Tabel 4 SNI 03-2384-200003-2384-2000

Dari tabel 4 didapatkan nilai FAS baru, lalu kita bandingkan nilai FAS yang Dari tabel 4 didapatkan nilai FAS baru, lalu kita bandingkan nilai FAS yang didapat dari langkah (8) dan memilih nilai FAS yang paling rendah.

didapat dari langkah (8) dan memilih nilai FAS yang paling rendah.

9.

9.   Menetapkan nilaiMenetapkan nilai slump slump jika t jika tidak ada idak ada data, maka data, maka bisa bisa menggunakan data menggunakan data daridari tabel 6 berikut:

tabel 6 berikut:

Tabel 5

Tabel 5 Penentuan Nilai Penentuan Nilai SlumpSlump Jenis

Jenis Konstruksi Konstruksi Nilai Nilai Slump Slump (cm)(cm)

Maksimum Minimum

Maksimum Minimum

Dinding,

Dinding, pelat pelat fondasi, fondasi, dan dan telapak telapak bertulang bertulang 12,5 12,5 55 Fondasi telapak tidak bertulang, dan struktur di

Fondasi telapak tidak bertulang, dan struktur di bawah tanah

bawah tanah

9 2,5

9 2,5

Pelat,

Pelat, balok, balok, kolom, kolom, dan dan dinding dinding 7,5 7,5 55 Perkerasan

Perkerasan jalan jalan 7,5 7,5 55

Pembetonan

Pembetonan massal massal 7,5 7,5 2,52,5

Berdasarkan tabel diatas didapatkan slump untuk balok yaitu 5-10cm dan Berdasarkan tabel diatas didapatkan slump untuk balok yaitu 5-10cm dan untuk penelitian ini menggunakan nilasi

untuk penelitian ini menggunakan nilasi slump slump 3 3 –  –  6 cm 6 cm

(5)

10.

10.   Menetapkan besaran butiran normal agregat maksimum, menggunakan kerikilMenetapkan besaran butiran normal agregat maksimum, menggunakan kerikil dari Kabupaten Pasuruan ukuran 10

dari Kabupaten Pasuruan ukuran 10 –  – 20 mm.20 mm.

11.

11.   Menentukan nilai kadar air bebas dari tabel 6 dibawah ini:Menentukan nilai kadar air bebas dari tabel 6 dibawah ini:

Tabel 6

Tabel 6 Perkiraan Kadar Air Bebas (Kg/M Perkiraan Kadar Air Bebas (Kg/M33) Yang Dibutuhkan Untuk ) Yang Dibutuhkan Untuk Beberapa TingkaBeberapa Tingkatt Kemudahan Pengerjaan Adukan Beton

Kemudahan Pengerjaan Adukan Beton

Sumber: Tabel 3 SNI

Sumber: Tabel 3 SNI 03-2384-200003-2384-2000

Berdasarkan perencanaan ukuran butiran agregat maksimum yaitu 30mm, Berdasarkan perencanaan ukuran butiran agregat maksimum yaitu 30mm, sedangkan di tabel tidak

sedangkan di tabel tidak ada ukuran 30mm maka digunakan perbandingan untukada ukuran 30mm maka digunakan perbandingan untuk menentukan kadar air bebas dengan cara berikut:

menentukan kadar air bebas dengan cara berikut:

a.

a.  SlumpSlump 30-60cm 30-60cm  b.

 b.  Kadar air bebas butiran 20mm, batu tak pecah yaitu 180 kg/m3Kadar air bebas butiran 20mm, batu tak pecah yaitu 180 kg/m3 c.

c.  Kadar air bebas butiran 200mm, batu pecah yaitu 210 kg/m3Kadar air bebas butiran 200mm, batu pecah yaitu 210 kg/m3

3

3  1  18800 ++

3

3  210  210 = 190 kg/m= 190 kg/m33  

Maka didapatkan kadar air bebas untuk silinder dan kubus adalah 190kg/m Maka didapatkan kadar air bebas untuk silinder dan kubus adalah 190kg/m33..

12.

12.   Menghitung kadar semen yang besarnya dihitung dengan kadar air Menghitung kadar semen yang besarnya dihitung dengan kadar air bebas dibagibebas dibagi dengan nilai FAS terendah. langkah (12): langkah (9) dan didapatkan kadar dengan nilai FAS terendah. langkah (12): langkah (9) dan didapatkan kadar semen untuk silinder adalah 317 kg. Jumlah semen maksimum diabaikan jika semen untuk silinder adalah 317 kg. Jumlah semen maksimum diabaikan jika tidak ditetapkan di awal perencanaan campuran.

tidak ditetapkan di awal perencanaan campuran.

13.

13.   Menentukan jumlah semen minimum berdasarkan tabel 3 dan didapat untukMenentukan jumlah semen minimum berdasarkan tabel 3 dan didapat untuk  beton

 beton tidak tidak terlindung terlindung dari dari hujan hujan dan dan terik terik matahari matahari langsung. langsung. LaluLalu dibandingkan nilai dari tabel 3 dengan jumlah semen di langkah (13) dan diambil dibandingkan nilai dari tabel 3 dengan jumlah semen di langkah (13) dan diambil  jumlah semen minimum. Jumlah semen minimu

 jumlah semen minimum. Jumlah semen minimum untuk silinder adalah 317 m untuk silinder adalah 317 kg.kg.

Slump

Slump (mm) (mm) 0-10 0-10 10-30 10-30 30-60 30-60 60-18060-180 Ukuran besar butiran agregat

Ukuran besar butiran agregat maksimum

maksimum

Jenis

Jenis agregat agregat ---- ---- ---- ---- ---- ---- -------- 10

10 Batu Batu taktak

dipecahkan dipecahkan Batu pecah Batu pecah

150 150 180 180

180 180 205 205

205 205 230 230

225 225 250 250 20

20 Batu Batu taktak

dipecahkan dipecahkan Batu pecah Batu pecah

135 135 170 170

160 160 190 190

180 180 210 210

195 195 225 225 40

40 Batu Batu taktak

dipecahkan dipecahkan Batu pecah Batu pecah

115 115 155 155

140 140 175 175

160 160 190 190

175 175 205 205

(6)

14.

14.   Menentukan FAS yang disesuaikan jika jumlah semen berubah karenaMenentukan FAS yang disesuaikan jika jumlah semen berubah karena  jumlahnya lebih kecil dari jumlah semen minimum atau lebih besar dari jumlah  jumlahnya lebih kecil dari jumlah semen minimum atau lebih besar dari jumlah semen maksimum, maka FAS harus dihitung kembali. Jika jumlah semen yang semen maksimum, maka FAS harus dihitung kembali. Jika jumlah semen yang dihitung dari langkah (13) berbeda diantara maksimum dan minimum atau dihitung dari langkah (13) berbeda diantara maksimum dan minimum atau lebihlebih  besar

 besar dari dari minimum minimum namun namun tidak tidak lebih lebih dari dari jumlah jumlah maksimum, maksimum, maka maka dalamdalam  penelitian ini bebas memilih jumlah semen yang akan dig

 penelitian ini bebas memilih jumlah semen yang akan digunakan.unakan.

15.

15.   Menentukan susunan butir agregat halus, kalau agregat halus sudah dikenal danMenentukan susunan butir agregat halus, kalau agregat halus sudah dikenal dan sudah dilakukan analisa ayak menurut standar yang berlaku, maka kurva dari sudah dilakukan analisa ayak menurut standar yang berlaku, maka kurva dari  pasir in

 pasir ini dapi dapat dibat dibandingkan andingkan dengan dengan kurva ykurva yang ang tertera dalam tertera dalam grafik grafik 3-6 3-6 dibawahdibawah ini atau gabungan pasir tersebut dalam tabel 8.

ini atau gabungan pasir tersebut dalam tabel 8.

Grafik 2

Grafik 2 Batas Gradasi Pasir Kasar Nomor 1 Batas Gradasi Pasir Kasar Nomor 1

Grafik 3

Grafik 3 Batas Gradasi Pasir Sedang Nomor 2 Batas Gradasi Pasir Sedang Nomor 2

(7)

Grafik 4

Grafik 4 Batas Gradasi Pasir Agak Halus Nomor 3 Batas Gradasi Pasir Agak Halus Nomor 3

Grafik 5

Grafik 5 Batas Gradasi Pasir Dalam Nomor 4 Batas Gradasi Pasir Dalam Nomor 4

Tabel 7

Tabel 7 Data Sifat Fisik Agregat Data Sifat Fisik Agregat

Sifat

Sifat agregat agregat Pasir Pasir (halus (halus taktak di pecah) IV di pecah) IV

Pasir (kasar tak Pasir (kasar tak

di pecah) V di pecah) V

Kerikil (batu Kerikil (batu pecah) VII pecah) VII Berat jenis (kering

Berat jenis (kering  permukaan)

 permukaan)

2,50

2,50 2,44 2,44 2,662,66

Penyerapan

Penyerapan air air % % 3,10 3,10 4,20 4,20 1,631,63 Kadar

Kadar air air % % 6,50 6,50 8,80 8,80 1,061,06

(8)

Dari hasil pengujian gradasi butiran agregat halus masuk di zona nomor 2 Dari hasil pengujian gradasi butiran agregat halus masuk di zona nomor 2  pasir gradasi sedang

 pasir gradasi sedang 16.

16.   Menentukan susunan butir agregat kasar atau gabungan menurut grafik 6.Menentukan susunan butir agregat kasar atau gabungan menurut grafik 6.

Grafik 6

Grafik 6 Batas Gradasi Kerikil  Batas Gradasi Kerikil Atau Koral Ukuran Maksimum 20mmAtau Koral Ukuran Maksimum 20mm

17.

17.   Menentukan prosentase pasir menggunakan grafik 7 dibawah ini karena agregatMenentukan prosentase pasir menggunakan grafik 7 dibawah ini karena agregat halus maksimum 4,75 mm terhadap campuran berdasarkan nilai

halus maksimum 4,75 mm terhadap campuran berdasarkan nilai slump slump(langkah(langkah 10), FAS (langkah 9) dan daerah susunan butir (langkah 17) dan didapatkan 10), FAS (langkah 9) dan daerah susunan butir (langkah 17) dan didapatkan  prosentase agregat halus sebesar 38%.

 prosentase agregat halus sebesar 38%.

(9)

Grafik 7

Grafik 7 Persen Pasir Terhadap Kadar Total  Persen Pasir Terhadap Kadar Total Agregat Yang Dianjurkan Untuk UkuranAgregat Yang Dianjurkan Untuk Ukuran Butir Maksimum 20 mm

Butir Maksimum 20 mm 18.

18.   Menghitung berat jenis relatif agregat halus dan kasar berdasarkan prosentaseMenghitung berat jenis relatif agregat halus dan kasar berdasarkan prosentase tiap agregat halus dikalikan dengan rata-rata berat jenis tiap agregat dan tiap agregat halus dikalikan dengan rata-rata berat jenis tiap agregat dan didapatkan berat jenis relatifnya adalah 2,7.

didapatkan berat jenis relatifnya adalah 2,7.

19.

19.   Menentukan berat isi beton menurut grafik 9 dibawah ini:Menentukan berat isi beton menurut grafik 9 dibawah ini:

Grafik 9

Grafik 9 Perkiraan Berat Isi Beton Basah Yang Telah Selesai Dipadatkan Perkiraan Berat Isi Beton Basah Yang Telah Selesai Dipadatkan Berdasarkan grafik diatas, didapatkan nilai berat is

Berdasarkan grafik diatas, didapatkan nilai berat isi beton adalah 2435 kg/mi beton adalah 2435 kg/m33..

(10)

20.

20.   Menghitung kadar agregat gabungan dengan cara (langkah 22)Menghitung kadar agregat gabungan dengan cara (langkah 22) –  –  (langkah 13) (langkah 13) –  –    (langkah 12) dan didapatkan nilainya untuk silinder

(langkah 12) dan didapatkan nilainya untuk silinder 1928 kg/m1928 kg/m33   21.

21.   Menghitung kadar agregat halus yang besarnya adalah prosentase agregat halusMenghitung kadar agregat halus yang besarnya adalah prosentase agregat halus dikalikan dengan nilai kadar agregat gabungan dan didapatkan nilainya untuk dikalikan dengan nilai kadar agregat gabungan dan didapatkan nilainya untuk silinder 732,77 kg/m

silinder 732,77 kg/m33   22.

22.   Menghitung kadar agregat kasar yang besarnya adalah kadar agregat gabunganMenghitung kadar agregat kasar yang besarnya adalah kadar agregat gabungan dikurangi dengan kadar agregat halus dan didapatkan nilainya untuk silinder dikurangi dengan kadar agregat halus dan didapatkan nilainya untuk silinder 1195,77 kg/m

1195,77 kg/m33   23.

23.   Menghitung faktor koreksiMenghitung faktor koreksi Koreksi air 

Koreksi air ==  −− [[(( −− )):: 101000]] −− [[(( −− )):100:100]]  

Koreksi Agregat halus

Koreksi Agregat halus ==  ++ [[(( −− )):: 101000]]  

Koreksi Agregat Kasar

Koreksi Agregat Kasar ==  ++ [[(( −− )):: 101000]]  

Keterangan:

Keterangan:

B

B = = kadar kadar air air bebas bebas sesuai sesuai perencanaan perencanaan mix mix designdesign C

C = = kadar kadar agregat agregat halushalus D

D = = kadar kadar agregat agregat kasarkasar Ca

Ca = = nilai nilai absorpsi absorpsi agregat agregat halus halus (%)(%) Da

Da = = nilai nilai absorpsi absorpsi agregat agregat kasar kasar (%)(%) Ck

Ck = nilai = nilai kandungan kandungan air dalam air dalam agregat halus agregat halus (%)(%) Dk

Dk = nilai = nilai kandungan kandungan air dalam agregat air dalam agregat kasar (%)kasar (%)

Hasil perhitungan mix design benda uji silinder adalah sebagai berikut:

Hasil perhitungan mix design benda uji silinder adalah sebagai berikut:

(11)

Tabel 8

Tabel 8 Perhitungan Perhitungan Mix Design Mix Design  

K

KuuaattTTeekkaann DDiitteettaappkkaann == 2200 MMppaa S

SttaannddaarrDDeevviiaassii == 44..663355 ((224 4 BBeennddaaUUjjii)) N

Niillaai i TTaammbbaahh 11..664 4 x x 44..5 5 x x 11..0088 == 77..6600 MMPPaa K

KeekkuuaattaannRRaattaa22 2200++77..66 == 2277..6600 MMPPaa JJeenniis s SSeemmeenn DDiitteettaappkkaann = T= Tiippe e 11

JJeenniis s AAGG. . KKaassaarr DDiitteettaappkkaann == BBaattu u PPeeccaahh JJeenniissAAGG..HHaalliiss == AAllaammii F

FAASS DDaarriiggrraaffiikk == 00..66

F

FAASSMMaakkss == 00..66

S

Slluummpp DDiitteettaappkkaann == 3300--6600mmmm U

Ukkuurraan n AAGG. . MMaakkss DDiikkeettaahhuuii == 2200 K

KaaddaarrAAiirrBBeebbaass == 119900

JJuummllaahhSSeemmeenn == 331177 yang dipakaiyang dipakai S

SeemmeennMMaakkss ==

S

SeemmeennMMiinn DDiitteettaappkkaann == 227755 F

Faas s DDiisseessuuaaiikkaann FFAAS S TTeerreennddaahh == 00..66

P

Peerrsseen n AAG G HHaalluuss DDaarri i ggrraaffiikk == 3388%% B

BJJRReellaattiiff == 22..7700

B

Beerraat t IIssi i BBeettoonn DDaarri i ggrraaffiikk == 22443355 K

KaaddaarrAAGGGGaabbuunnggaann == 11992288 K

KaaddaarrAAGGHHaalluuss == 773322..7777 K

KaaddaarrAAGGKKaassaarr == 11119955..5577 Proporsi Campuran / m3

Proporsi Campuran / m3 S

Seemmeenn == 331177 kkgg

A

AiirrSSeelluurruuhhnnyyaa == 119900 kkgg

A

AGGKKaassaarr == 11119955..5577 kkgg//mm33

Kebutuhan Koreksi Kebutuhan Koreksi P

Paassiir r == 773322..9955 kkgg

A

AGGKKaassaarr == 11119955..4444 KKgg

K

KeebbuuttuuhhaannAAiirr == 118899..9944 KKgg Susunan Besar Butir AG.

Susunan Besar Butir AG.

Halus

Halus DDiitteettaappkkaann == DDaaeerraah h GGrraaddaassi i SSuussuun n BBuuttiir r 22 Susunan AG. Kasar atau

Susunan AG. Kasar atau Gabungan

Gabungan DDiikkeettaahhuuii == DDaaeerraah h MMaakks s 220 0 mmmm ((22

11880)+0)+ ((11

210)210) ((1010

0

0))

8

8  2  2 ++ 10100−0− 88 2200 2

2 −− ((11 ++ 2020)) 1

128 28   88

1

12828 −− 22

22 − 2211 − 0− 0 22

100 100 1

111 − 00 − − 11 1111

100 100 1

10 −0 − 2211 − 0  − 0  

2

2

100 100

00 − − 11 1111

100 100

(12)

Tabel 9

Tabel 9 Perhitungan Proporsi Campuran Per Benda uji dalam jumlah kg Perhitungan Proporsi Campuran Per Benda uji dalam jumlah kg

Jenis

Jenis Material Material 30 30 12 12 6 6 11 Variasi 0%

Variasi 0%

Pasir

Pasir 116.62 116.62 46.65 46.65 23.32 23.32 3.893.89 Kerikil

Kerikil 190.20 190.20 76.08 76.08 38.04 38.04 6.346.34 Air

Air 30.22 30.22 12.09 12.09 6.04 6.04 1.011.01 Semen

Semen 50.38 50.38 20.15 20.15 10.08 10.08 1.681.68 Kebutuhan

Kebutuhan Beton Beton Var.5% Var.5% 30 30 12 12 6 6 11 Variasi 5%

Variasi 5%

Pasir

Pasir 110.79 110.79 44.31 44.31 22.16 22.16 3.693.69 Kerikil

Kerikil 190.20 190.20 76.08 76.08 38.04 38.04 6.346.34 Air

Air 30.22 30.22 12.09 12.09 6.04 6.04 1.011.01 Semen

Semen 50.38 50.38 20.15 20.15 10.08 10.08 1.681.68 Strapping

Strapping Band Band 5.83 5.83 2.33 2.33 1.17 1.17 0.190.19 Kebutuhan

Kebutuhan Beton Beton Var.8% Var.8% 30 30 12 12 6 6 11

Variasi 8%

Variasi 8%

Pasir

Pasir 107.29 107.29 42.92 42.92 21.46 21.46 3.583.58 Kerikil

Kerikil 190.20 190.20 76.08 76.08 38.04 38.04 6.346.34 Air

Air 30.22 30.22 12.09 12.09 6.04 6.04 1.011.01 Semen

Semen 50.38 50.38 20.15 20.15 10.08 10.08 1.681.68 Strapping

Strapping Band Band 9.33 9.33 3.73 3.73 1.87 1.87 0.310.31

Referensi

Dokumen terkait

Kualitas minyak yang diperoleh dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh kadar Asam Lemak Bebas (ALB) sebesar 9,2502%,kadar air sebesar 6,8175%dan nilai DOBI yang

Kualitas minyak yang diperoleh dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh kadar Asam Lemak Bebas (ALB) sebesar 9,2502%,kadar air sebesar 6,8175%dan nilai DOBI yang

• Menentukan jumlah sampel yang diluar batas kendali pada setiap faktor mutu sesuai dengan nilai rata-rata dan range dari syarat mutu CPO yaitu kadar asam lemak bebas, kadar air

Pada penelitian ini dihasilkan Nilai COD yang kecil yaitu 2 mg/L (dibawah standar SNI; 25 mg/L) disebabkan oleh kadar mineral dan logam bebas dalam air jeram

Sebelum Degumming Setelah Degumming Kadar Asam Lemak Bebas (%) 6,82 1,24 Kadar Air (%) 0,08 0,06 Berdasarkan hasil karakteristik pada Tabel 1, dapat dilihat bahwa

- Kadar air dihitung dengan perhitungan berikut: Kadar Air % = ^""'"""^^ ;cl00% Keterangan: mi = bobot sampel gr m2 = bobot sampel setelah pemanasan gr Bilangan Asam dan Kadar Asam

Peta Kontrol X Kadar Kotoran Dengan langkah perhitungan yang sama seperti kadar asam lemak bebas dan kadar air, maka untuk menentukan nilai indeks kapabilitas proses Cp kadar kotoran

Penetapan Kadar Air Hasil yang diperoleh pada penetapan kadar air simplisia dapat dilihat pada Tabel V.4 dan selengkapnya pada Lampiran 3 Tabel V.4Hasil penetapan kadar air Sampel %