• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSES PENGELASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "PROSES PENGELASAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PROSES PENGELASAN

(2)

Apa itu Pengelasan?

Pengelasan (welding) adalah salah salah

satu teknik penyambungan logam dengan

cara mencairkan sebagian logam induk dan

logam pengisi dengan atau tanpa tekanan

dan dengan atau tanpa logam penambah

dan menghasilkan sambungan yang

kontinyu.

(3)

Las oxy-acetylene (las asetilin) adalah proses

pengelasan secara manual,dimana permukaan yang akan disambung mengalami pemanasan sampai mencair oleh nyala (flame) gas asetilin (yaitu pembakaran C2H2 dengan O2), dengan atau tanpa logam pengisi,

dimana proses penyambungan tanpa penekanan.

Las Listrik adalah sebuah proses pengelasan yang

sumber panasnya diperoleh dari energi listrik. Dari Energi Listrik kemudian diterima oleh mesin las dan dirubah

menjadi energi panas saat kutub elektroda dan benda kerja bertemu sehingga terjadi pertukaran ion yang menyebabkan terjadinya busur listrik.

Macam Proses Pengelasan

(4)

Las Asetilin

(1). Brander Listrik (2). Regulator

(3). Gas Asetelyne (4). Gas Oksigen

(5). Katup pengaman (6). Kaca Mata Las (7). Tang Penjepit (8). Sarung Tangan (9). Sumber Api (10). Palu Besi

(11). Pembersih Brander (12). Kunci Tabung

(13). Sikat Baja

(5)

Las Asetilin

Langkah-langkah pengerjaan

1. Menyiapkan semua peralatan yang akan dipergunakan.

2. Memeriksa brander harus dalam keadaan tertutup.

3. Membuka tabung gas oksigen dan asetilen dengan cara mengendorkan baut penutupnya dengan kunci pembuka.

4. Memeriksa isi tabung gas dengan melihat manometer penunjuk tekanan yang terpasang pada regulator.

5. Mengatur tekanan kerja dengan memutar handel pada regulatornya (putaran ke kanan untuk memperbesar tekanan gas).

6. Membuka sedikit gas asetilen pada brander dan menyalakannya dengan api.

7. Membuka dan sekaligus mengatur besar kecilnya gas oksigen pada brander sampai diperoleh nyala netral.

8. Mulai melakukan pengelasan dengan mengarahkan nyala api brander pada logam induknya.

9. Bila logam induk sudah mulai mencair, kemudian mengarahkan logam pengisi pada bagian logam induk yang mencair dan mengayunkan brander sampai terbentuk rigi-rigi las yang diinginkan.

10. Mengulangi nomor h sampai nomor i sampai didapat rigi-rigi las yang baik.

11. Latihan menyambung bermacam-macam bentuk benda kerja.

(6)

Las Listrik

Perlengkapan Utama – Mesin Las

– Arus Listrik : AC/DC

– Tang elektroda / Electrode Holder / Penjepit elektroda – Kabel Las (kabel massa / kabel elektrode / kabel tenaga)

Perlengkapan Keselamatan Kerja Pengelasan

– Topeng las, membuat perlindungan mata dari sinar las – Masker las / blower hisap, untuk melindungi hidung serta pernapasan karena asap api

– Apron / pelindung dada, membuat perlindungan badan dari percikan api

– Sarung tangan welding – Sepatu pelindung

Perlengkapan Bantu – Tang

– Sikat baja – Palu kerak – Meja las

– Mesin Gerinda

(7)

Las Listrik

Langkah-langkah pengerjaan

1. Membersihkan bahan yang akan dilas.

2. Tempatkan bahan yang akan dilas pada tempat yang sudah disiapkan.

3. Tempatkan masa mesin las pada salah satu sisi bahan yang akan dilas.

4. Tambahkan elektroda pada panel penjepit elektroda di mesin las.

5. Pasang kemiringan elektroda sesuaikan dengan urutan bahan. Umumnya sudah ada tempat khusus kemiringan elektroda pada tang penjepit elektroda.

6. Sesudah bahan siap untuk di las, perlahan-lahan dekatkan ujung elektroda pada bahan yang akan dilas.

7. Jarak di antara ujung elektroda dengan bahan yang akan dilas sangatlah memengaruhi kualitas pengelasan.

8. Jarak yang baik ialah seperdelapan dari tebal elektroda.

9. Dengan memakai masker pelindung atau kacamata las, anda bisa memperhatikan sisi elektroda yang telah mencair yang menyatukan di antara dua bahan yang dilas itu.

10. Perlahan-lahan gerakkan elektroda ke sepanjang ruang yang dilas.

11. Hasil yang baik waktu proses pengelasan bisa dilihat kala permukaan yang dilas berupa seperti gelombang rapat serta teratur menutup sempurna sisi yang dilas.

12. Sesudah selesai, bersihkan kerak yang menutupi sisi yang dilas dengan memakai palu.

13. Pada beberapa kasus, bahan yang telah dilas harus di gerinda bila pengelasan tidak sempurna. Tetapi bila tidak fatal, kita cukup mengelas sisi yang belum terlas dengan sempurna itu.

(8)

Contoh hasil pengerjaan

Las Listrik

(9)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Pengelasan adalah proses penyambungan dua buah logam sampai titik rekristalisasi logam, dengan atau tanpa menggunakan bahan tambah dan menggunakan energi panas sebagai pencair

Proses pengelasan SMAW (Shield Metal Arc Welding) yang juga disebut Las Busur Listrik adalah proses pengelasan yang menggunakan panas untuk mencairkan material dasar atau logam induk

Salah satu proses penyambungan logam dengan logam yang lain adalah proses pengelasan, dimana proses pengelasan sangat berhubungan erat dengan energy termal

logam tersebut, baik dengan atau tanpa tekanan serta ditambah atau tanpa logam pengisi yang dimaksud dengan arus pengelasan di sini adalah aliran pembawa muatan listrik

Pengelasan adalah penyambungan dua logam atau logam paduan dengan cara memberikan panas baik diatas atau dibawah titik cair logam tersebut, baik dengan atau tanpa tekanan serta

Proses pengelasan SMAW (Shield Metal Arc Welding) yang juga disebut Las Busur Listrik adalah proses pengelasan yang menggunakan panas untuk mencairkan material dasar atau logam

Pengelasan adalah proses penyambungan logam dimana logam menjadi satu akibat panas dengan atau tanpa pengaruh tekanan, sehingga terjado ikatan metalurgis antara logam-logam

BAB I PENDAHULUAN| 1.1 Latar0Belakang Pengelasan merupakan suatu proses penyambungan benda logam dua atau lebih dengan menggunakan panas atau dengan menggunakan tekanan atau