• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding - Publikasi Polbangtan Manokwari

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Prosiding - Publikasi Polbangtan Manokwari"

Copied!
723
0
0

Teks penuh

Efektivitas Penggunaan Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Oepuah). Efektivitas Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Biboki Monleu Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Oepuah).

Analisis Keputusan Penggunaan dan Tingkat Kepuasan Petani terhadap Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Insana Utara Kabupaten

Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Fatumtasa)

PENDAHULUAN

Dua jenis pupuk kimia yang terdapat di Desa Fatumtasa menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh petani, dimana perlu diketahui pula kepuasan petani terhadap pupuk bersubsidi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keputusan petani terhadap pembelian dan penggunaan pupuk bersubsidi serta untuk mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap pupuk bersubsidi di Desa Fatumtasa.

METODE

Jika Y = 1, petani menggunakan pupuk bersubsidi, jika Y = 0, maka petani tidak menggunakan pupuk bersubsidi, P = probabilitas (kesempatan atau kemungkinan yang akan terjadi) β = koefisien regresi logit (parameter perubahan). Customer Statistics Index (CSI) digunakan untuk mengukur kepuasan petani terhadap pupuk bersubsidi di desa Fatumtasa.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Jumlah tanggungan keluarga merupakan faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan pendapatan untuk memenuhi kebutuhannya. Banyaknya pencari nafkah keluarga akan mendorong petani untuk melakukan banyak kegiatan dalam mencari dan meningkatkan pendapatan keluarganya Banyaknya anggota keluarga akan mempengaruhi keputusan untuk membeli dan menggunakan pupuk bersubsidi Petani yang memiliki banyak pencari nafkah harus dapat melakukan hak keputusan agar tidak mengalami resiko yang fatal.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Pupuk Bersubsidi Keputusan pembelian pupuk bersubsidi merupakan keputusan petani dalam membeli

Lestari (2016) menyatakan bahwa jumlah tanggungan anggota keluarga dalam suatu keluarga dapat mempengaruhi tingkat konsumsi yang harus dikeluarkan oleh keluarga yang bersangkutan, karena dikaitkan dengan kebutuhan yang terus meningkat. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli pupuk bersubsidi Keputusan membeli pupuk bersubsidi merupakan keputusan petani untuk membeli.

Uji Omnibus Test of Model Coefficients

Uji Hosmer and Lemeshow

Nagelkerke R Square

Faktor Pilihan terhadap Jenis Pupuk

9 tidak kurang dari 3.675 kali dibandingkan dengan jenis pupuk yang tidak sesuai dengan RDKK (Kelompok Rencana Kebutuhan Definitif). Berdasarkan hasil yang diperoleh di lapangan, semakin tinggi jenis pupuk yang dibeli petani di Desa Fatumtasa maka pupuk tersebut sudah sesuai dengan pengajuan RDKK.

Faktor Pengetahuan

Faktor Pendapatan

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputasan Penggunaan Pupuk Bersubsidi

Semakin besar luas lahan yang digarap petani, maka semakin tinggi pula pendapatan yang diperoleh petani jagung. Petani gandum yang memiliki akses informasi akan memiliki pengetahuan yang luas dalam penggunaan pupuk bersubsidi.

Uji Omnibus Test of Model Coefisien

10 Keputusan penggunaan pupuk bersubsidi oleh petani dalam penggunaan pupuk yang telah dibeli, dilihat dari luas permukaan tanah petani dalam penggunaan pupuk bersubsidi. Deskripsi pada α=1% (a) dan pada α=5% (b). 11 pengalaman, umur dan luas lahan) secara bersama-sama mempengaruhi penggunaan pupuk bersubsidi.

Uji Nagelkerke R Square

Faktor Persepsi

Anaalisis CSI terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Konsumen dalam Menggunakan Pupuk Bersubsidi

Selanjutnya pengetahuan dalam hal ini pengetahuan yang dimiliki petani di desa Fatumtasa terkait pembelian dan penggunaan pupuk bersubsidi. Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi cukup mudah, yaitu petani di desa Fatumtasa dapat membelinya dari kios-kios terdekat.

KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi rumah tangga guru sekolah dasar PNS di Kecamatan Kota Anyar Kabupaten Probolonggo. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Rumah Tangga Guru SD PNS Kecamatan Kota Anyar Kabupaten Probolinggo.

Efektivitas Penyuluhan dalam Upaya Konservasi Kayu Ular (Strychnos ligustrina) di Kampung Warikon, Kabupaten Manokwari, Papua Barat

Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura (2017) menyatakan bahwa Tanah Papua merupakan asal tanaman gabus. Sosialisasi yang dilakukan diharapkan dapat berperan penting yang berdampak pada tingkat pemahaman dan pemanfaatan tanaman gabus sebagai obat herbal yang menjadi kearifan lokal.

HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Pemahaman Kelompok Anak Muda

21 dengan uji-t sampel berpasangan menggunakan perangkat lunak statistik produk dan layanan solusi (SPSS) 26, selain itu, perencana dan studi literatur dilakukan oleh penulis dan dianalisis sesuai dengan realitas data yang diperoleh dari informan kunci dan masyarakat. yang masuk dalam kriteria yaitu peserta melalui evaluasi perdesaan partisipatif dengan observasi partisipan dan wawancara mendalam di lapangan untuk mendapatkan hasil analisis bahwa kegiatan penyuluhan dapat dikatakan berdampak atau tidak. Berdasarkan penelitian Damayanti et al. 2017) menunjukkan bahwa penggunaan metode pretest dan posttest dapat menjadi indikator keberhasilan kegiatan penyuluhan. Hal ini terlihat dari angka pengetahuan pada masing-masing kelompok responden yang mengalami peningkatan.

Tingkat Pemahaman Kelompok Orang Tua

Hal ini sejalan dengan Asianah (2016) yang menyatakan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden dalam hal ini remaja atau pelajar. Pernyataan ini juga didukung oleh Widiastuti et al. 2018), yang menyatakan bahwa kegiatan penyuluhan pertanian akan efektif dalam mengubah perilaku apabila waktunya tepat, materi sesuai dengan kebutuhan petani, metode yang digunakan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan hubungan petani dengan penyuluh. . fasilitas seperti alat yang diperlukan, bahan dan biaya yang memadai.

Minat Pemanfaatan Kelompok Anak Muda

Minat Pemanfaatan Kelompok Orang Tua

Efektifitas Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Kelompok Anak Muda Efektifitas penyuluhan terhadap pengetahuan kelompok anak muda adalah

Efektifitas Penyuluhan Terhadap Minat Kelompok Anak Muda

Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang ditujukan untuk pengetahuan kelompok remaja berada pada kategori efektif. Efektifitas konseling mengetahui kelompok orang tua Efektivitas konseling mengetahui kelompok orang tua adalah.

Efektifitas Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Kelompok Orang Tua Efektifitas penyuluhan terhadap penggetahuan Kelompok Orang Tua adalah

Efektifitas Penyuluhan Terhadap Minat Kelompok Orang Tua

Penyuluhan Mempengaruhi Pemahaman dan Minat

Pudarnya Kearifan Lokal atau Budaya Tumbuhan Kayu Ular

Konon dengan hanya memanfaatkan batang, daun dan buah tanaman pohon ular, masyarakat Papua secara tidak langsung telah merawatnya dengan baik sehingga dapat mengakibatkan kerusakan hutan dan lingkungan. Dilansir dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura (2017) dimana negara asal Papua merupakan asal tanaman pohon ular tersebut.

Respon Kelompok Anak Muda dan Kelompok Orang Tua terhadap Penyuluhan

31 menghilangnya budaya penggunaan kayu gabus sebagai obat herbal dan berkurangnya jumlah tanaman gabus di Desa Warikon. Masyarakat harus menyadari kearifan lokal atau nilai-nilai budaya dalam pemanfaatan dan pelestarian kayu gabus.

UCAPAN TERIMA KASIH

Keputusan Petani dan Pengaruh Pupuk Bersubsidi terhadap Tanaman Jagung di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara

Studi Kasus Desa Matabesi)

Keputusan petani dan dampak pemberian pupuk bersubsidi pada tanaman jagung di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara. Dengan tujuan untuk mengetahui keputusan petani terkait pembelian pupuk bersubsidi bagi petani jagung di Desa Matabesi.

HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden

Y : 0, jika tidak menggunakan pupuk bersubsidi untuk jagung Y : 1, jika menggunakan pupuk bersubsidi untuk jagung Β : Variabel parameter Xi. Pembelian pupuk bersubsidi merupakan salah satu proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh petani sebelum menggunakan pupuk bersubsidi di Desa Matabesi Kecamatan Biboki Moenleu.

Tabel  2.  Analisis  Faktor  yang  Mempengaruhi  Keputusan  Petani  dalam  Membeli  Pupuk  Bersubsidi Petani Jagung Desa Matabesi
Tabel 2. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Membeli Pupuk Bersubsidi Petani Jagung Desa Matabesi

Pendapatan

Nilai R-squared Negelkerke sebesar 0,134, menunjukkan bahwa variabel bebas menjelaskan 13,4% variabel terikat dan sisanya 86,6% dijelaskan oleh variabel di luar model yang digunakan. Uji parsial (uji-t) adalah uji parsial pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh signifikan atau tidak secara parsial terhadap variabel dependen.

Akses Informasi

Hal ini sesuai dengan Setiawati (2016) yang menyatakan bahwa petani yang memiliki akses informasi dari internet memiliki referensi yang lebih banyak dibandingkan dengan petani yang memiliki akses internet yang kurang. Menurut Ardelia & Anwarudin (2020), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi akses petani melalui media elektronik yaitu jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan, pendukung akses teknologi informasi dan peran penyuluh.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Menggunakan Bersubsidi

41 independen menjelaskan 29,2% variabel dependen, dan sisanya 70,8% dijelaskan oleh variabel di luar model yang digunakan. Subtes (t) digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial atau individual.

Luas Lahan

Pengetahuan (4T)

Keputusan Petani dalam Menggunakan Pupuk Bersubsidi di Desa Matabesi Keputusan petani dalam menggunakan pupuk bersubsidi merupakan salah satu

Variabel yang berpengaruh signifikan adalah: pendapatan dan akses informasi sedangkan variabel yang tidak berpengaruh signifikan terhadap pembelian pupuk bersubsidi adalah: luas lahan dan pengetahuan. Keputusan petani untuk menggunakan pupuk bersubsidi di Desa Matabesi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: luas lahan, pendapatan, akses informasi dan pengalaman.

Preferensi Konsumsi Pinang Kering di Kecamatan Biboki Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dan preferensi konsumsi kacang kenari kering iris pada penduduk Kecamatan Bibok Selatan. Model regresi logistik yang digunakan untuk menganalisis keputusan konsumen irisan kenari kering berikut (Juanda, 2009).

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden

47 Penelitian yang menganalisis keputusan konsumen untuk mengkonsumsi buah pinang kering iris menggunakan analisis regresi logistik dengan menggunakan software SPSS. 20. P = Variabel Peluang atau proporsi konsumsi buah pinang iris kering P0 = Peluang konsumen untuk mengkonsumsi buah pinang iris kering tanpa biji P = Peluang konsumen untuk mengkonsumsi buah pinang muda iris kering J.

Faktor yang Mepengaruhi Keputusan Masyarakat Kecamatan Biboki Selatan Mengkonsumsi Pinang Kering Iris

Artinya variabel jenis kelamin, umur, kebiasaan, rasa dan tekstur berpengaruh terhadap preferensi konsumsi pinang kering iris. Sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X (jenis kelamin, umur, kebiasaan, rasa dan tekstur) dalam penelitian dapat menjelaskan variabel Y yaitu preferensi konsumsi buah pinang kering sebesar 34,1% dan merupakan variabel faktor lain sebesar 65,9%. yang tidak dijadikan variabel penelitian. .

Tabel  5  menunjukan  nilai  Chi-square  sebesar  3,238  dengan  nilai  signifikannya  sebesar  0,919>0,05  dan  nilai  Chi-square  hitungnya  3,238<  Chi-square  tabel  sebsesar  15,507
Tabel 5 menunjukan nilai Chi-square sebesar 3,238 dengan nilai signifikannya sebesar 0,919>0,05 dan nilai Chi-square hitungnya 3,238< Chi-square tabel sebsesar 15,507

Uji Parsial

Jenis Kelamin

Usia

Kebiasaan

Budaya masyarakat kecamatan Biboki Selatan mengenai konsumsi buah pinang iris kering sudah ada sejak nenek moyang mereka, dimana budaya ini menjadi makanan sehari-hari penduduk setempat. Pola makan harian Priwahyuni ​​(2016) adalah pola makan seseorang yang berhubungan dengan kebiasaan makan sehari-hari.

Rasa

Sari (2019) dalam hasil penelitiannya menunjukkan nilai odds ratio sebesar 5,866 yang artinya ketika nilai budaya meningkat maka akan meningkatkan kemungkinan konsumen untuk menjadikan pasar horas sebagai pasar terpenting untuk berbelanja yang akan meningkat sebesar 5,866 kali lipat. .

Tekstur

52 mengurangi kemungkinan orang mengkonsumsi pinang muda potong kering sebesar 0,030 kali dibandingkan dengan orang yang lebih menyukai tekstur pinang kering yang sedikit lebih keras daripada jenis pinang kering.

Preferensi Konsumsi Pinang Kering Iris di Kecamatan Biboki Selatan

Selain jenis kelamin dan usia, kebiasaan juga menjadi dasar preferensi atau pilihan konsumsi buah pinang kering iris. Di Kecamatan Biboki Selatan masyarakat lebih banyak mengkonsumsi buah pinang kering potong muda dengan jumlah (82) dibandingkan dengan buah pinang batu potong kering dengan jumlah (68).

KESIMPULAN

54 Irisan kering umumnya dipengaruhi oleh rasa dan tekstur, dan semakin baik rasa dan teksturnya, semakin terbiasa seseorang makan pinang kering iris. Karena rasa pahit itulah yang menjadi ukuran tersendiri dan menjadi keunikan dari irisan pinang kering.

Efektivitas Penggunaan Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Oepuah)

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Partial Least Square (PLS) digunakan untuk menganalisis efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi pada empat indikator (jenis, waktu, cara, dosis) keberhasilan pupuk bersubsidi di Desa Oepuah untuk menentukan. 61 Metode analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala Likert digunakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi di Desa Oepuah.

Tabel 1. RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) Pupuk Bersubsidi (Kg) Desa  Oepuah Tahun 2019 – 2021
Tabel 1. RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) Pupuk Bersubsidi (Kg) Desa Oepuah Tahun 2019 – 2021

HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden Kelompok Tani

Hal ini sejalan dengan pernyataan Soekartawi (2006) yang menyatakan bahwa pendidikan pada umumnya akan mempengaruhi pola pikir petani dalam hal menerima inovasi dan mengimplementasikan ide. Petani yang telah lama berkecimpung dalam kegiatan pertanian biasanya memiliki tingkat pengalaman dan keterampilan yang tinggi dalam menjalankan kegiatannya di bidang pertanian.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi Menggunakan PLS

Petani dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi umumnya lebih terbuka dalam menerima inovasi baru dan memahami bagaimana menerapkan teknologi baru dengan lebih cepat sehingga dapat berkembang dan menghasilkan produksi pertanian yang lebih baik. Hal ini didukung oleh pendapat Agatha & Wulandari (2018) yang mengatakan bahwa petani yang sudah lama berkecimpung dalam kegiatan pertanian akan lebih selektif dan tepat dalam memilih jenis inovasi yang digunakan, serta lebih berhati-hati dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan kinerja kegiatan pertaniannya, namun sebaliknya petani yang kurang berpengalaman biasanya akan lebih cepat mengambil keputusan karena biasanya menanggung risiko yang lebih besar.

Outer Model

Outer Loadings Nilai efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi di Desa Oepuah Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara. Nilai AVE efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi di Desa Oepuah Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara.

Tabel  4.  Nilai  Outer  Loadings  Efektivitas  Penggunaan  Pupuk  Bersubsidi  Desa  Oepuah,  Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara
Tabel 4. Nilai Outer Loadings Efektivitas Penggunaan Pupuk Bersubsidi Desa Oepuah, Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara

Inner Model

Berdasarkan hasil penelitian di Desa Oepuah, modal fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran penyuluh berpengaruh nyata pada α = 0,01 terhadap efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi.

Analisis Efektivitas Penggunaan Pupuk Bersubsidi Desa Oepuah Kecamatan Biboki Moenleu

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi penggunaan pupuk bersubsidi yaitu variabel modal fisik terhadap efisiensi tidak signifikan. Efektifitas penggunaan pupuk bersubsidi di Desa Oepuah dari 4 indikator yang menjadi kriteria menunjukkan indikator tepat waktu, dan cara yang tepat dikatakan cukup efektif dan tepat jenis dikatakan tepat dosis . menjadi tidak efektif.

Kajian Kelayakan Ekonomi Usaha Pertanian Perkotaan di Kota Makassar

KWT Anggrek menjalankan usaha budidaya sayuran berupa cabe, pakcoy, sawi, selada dan beberapa tanaman lainnya. Adapun penelitian ini akan memberikan jawaban atas rumusan masalah yaitu bagaimana kelayakan ekonomi usaha pertanian perkotaan di Kota Makassar khususnya KWT Anggrek di Kota Makassar.

Tabel 2.   Data Permintaan pasar dan konsumen di KWT Anggrek dari tahun 2019 sampai  2021
Tabel 2. Data Permintaan pasar dan konsumen di KWT Anggrek dari tahun 2019 sampai 2021

HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum KWT Anggrek

Aspek Produksi

Selain itu, anggota KWT Anggrek sebenarnya bertetangga dekat dan dekat dengan lokasi KWT Anggrek. KWT Anggrek menggunakan teknologi yang mendukung dan memberikan kemudahan dalam produksi tanaman pertanian dari KWT Anggrek.

Aspek Pemasaran

Selain itu, KWT Anggrek juga melakukan inovasi produk berupa jus dan sambal dari hasil pertaniannya. Namun hal tersebut tidak menjadi kendala bagi KWT Anggrek karena distribusinya yang aman.

Aspek Keuangan

Di sisi lain, KWT Anggrek tidak mendapatkan bantuan berupa pinjaman dari bank. Berdasarkan informasi dari analisis di atas, dapat diketahui bahwa jangka waktu pengembalian modal KWT Anggrek adalah 3 tahun, 5 bulan, dan 2 minggu untuk mengembalikan investasi.

Tabel 6. Biaya Penyusutan KWT Anggrek dari tahun 2019 sampai 2021
Tabel 6. Biaya Penyusutan KWT Anggrek dari tahun 2019 sampai 2021

Analisis Tingkat Pertumbuhan Pasar dan Pangsa Pasar Relatif Usahatani Buah Naga di Kecamatan Insana

Pemasaran buah naga di Kecamatan Insana dilakukan di beberapa tempat yaitu Pasar Kiupukan, Pasar Baru Kefa dan Pasar Atambua. Selain membudidayakan buah naga, petani di Kecamatan Insana juga membudidayakan tanaman perkebunan seperti jambu mete.

METODE PENELITIAN

Bintang adalah kondisi unit bisnis yang memiliki pangsa pasar tinggi di pasar berkembang. Cash Cows adalah kondisi unit bisnis yang memiliki pangsa pasar tinggi di pasar yang sudah matang.

Gambar 1. Kuadran BCG (Zaidah & Haq, 2020)
Gambar 1. Kuadran BCG (Zaidah & Haq, 2020)

Volume Penjualan Buah Naga dan Pesaing

109 tanggungan pada kelompok 1 – 3 dari 12 orang memiliki persentase 24%, kelompok 4-6 memiliki persentase 30 orang memiliki persentase 60%, kelompok 7-8 memiliki 8 orang dan memiliki persentase 16%. Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan volume penjualan buah naga adalah permintaan pasar yang besar terhadap produk ini dan harga buah naga yang tinggi dan stabil sehingga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

Hasil Perhitungan Tingkat Pertumbuhan Pasar dan Pangsa Pasar

Penelitian (Nurhalimah, 2021) menunjukkan bahwa harga merupakan bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk. Penelitian (I Heryanto, 2015), menunjukkan bahwa harga merupakan faktor penentu keputusan pembelian dan harga harus mendapat perhatian yang baik agar keputusan pembelian terus meningkat.

Volume Penjualan Pesaing Jambu Mete

Hasil perhitungan tingkat pertumbuhan pasar di atas menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan pasar buah naga pada tahun 2019 sebesar 15,53% dan 11,93% pada tahun 2020. Artinya tingkat pertumbuhan pasar buah naga pada tahun 2019 dan 2020 berada pada pasar yang tinggi. pertumbuhan.

Analisis Posisi Matriks BCG pada Komoditas Buah Naga

Hal ini menunjukkan pertumbuhan pasar pada tahun 2020 tinggi dan pangsa pasarnya rendah sehingga berada pada kuadran/posisi I (tanda tanya). Hal ini perlu dilakukan karena usaha buah naga di Kecamatan Insana memiliki pertumbuhan pasar yang tinggi dan pangsa pasar yang rendah.

Strategi Pemasaran Buah Naga Berdasarkan Analisis Matriks BCG

Dengan memperluas pasar, usaha buah naga di Kecamatan Insana dapat lebih jauh memasuki pasar buah modern. Pada tahun 2019 tingkat pertumbuhan pasar buah naga sebesar 15,53%, dan pada tahun 2020 tingkat pertumbuhan pasar buah naga sebesar 11,93%.

Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Biboki Monleu Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Oepuah)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyaluran pupuk bersubsidi di desa Oepuah Induk dan mengetahui efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi di desa Oepuah. Disinilah digunakan analisis Partial Least Square (PLS) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi pupuk bersubsidi di desa Oepuah sedangkan skala Likert.

Gambar 1. Diagram Jalur PL
Gambar 1. Diagram Jalur PL

HASIL DAN PEMBAHASAN

Faktor Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi Menggunakan PLS Covergen Validity

Berdasarkan Tabel 3 di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata variansi yang diekstraksi untuk efektivitas distribusi adalah 0,760, modal fisik 1,000, modal manusia 0,776, modal sosial 0,827, dan kinerja tambahan karyawan 0,794. Berdasarkan penjelasan tabel diatas dapat diketahui nilai reliabilitas Komponen yaitu Distribution Efficiency 0.950, Physical Capital 1.000, Human Capital 0.874, Social Capital 0.960, Kinerja Instruktur 0.951.

Analisis hasil efektivitas distribusi pupuk bersubsidi Path Coefficient

Nilai F-square human capital terhadap efisiensi distribusi sebesar 0,601 yang menunjukkan kuatnya pengaruh variabel laten oksogenik pada level struktural. Nilai F-square prestasi kerja terhadap modal fisik adalah 0,785 yang menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dari variabel laten oksigen pada level struktural.

Interpretasi Analisis Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi Modal Fisik- Efektifitas Distribusi Pupuk

Modal Sosial - Efektivitas Distribusi Pupuk

Petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Oepuah kurang aktif dalam kegiatan kelompok taninya sehingga minimnya informasi tentang pendistribusian pupuk. 2006), yang menyatakan bahwa keaktifan dalam kelompok tani dapat dilihat dari variabel tingkat partisipasi dalam pertemuan kelompok, keterlibatan dalam diskusi yang dilakukan oleh kelompok tani. Setiap anggota kelompok tani di Desa Oepuah dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan kelompok sehingga segala rencana yang dibuat baik antar anggota maupun dengan penyuluh mengenai pemupukan dapat berjalan dan anggota kelompok tani dapat belajar lebih dalam tentang pendistribusian pupuk. .

Kinerja Penyuluh- Efektivitas Distribusi Pupuk

Peran penyuluh sebagai penyuluh di Desa Oepuah berperan dalam membimbing dan melatih petani dalam hal keterampilan teknis melalui teknologi baru dan apakah pupuk yang digunakan sudah tepat. Peran penyuluh sebagai penggerak di Desa Oepuah adalah sebagai penggerak kegiatan pertanian yang mereka lakukan dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kegiatan pertanian selama ini yang kurang tepat.

Kinerja Penyuluh - Modal Fisik

Hal ini juga akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan usahatani Van Den Ban (1999), kepercayaan petani terhadap penyuluh merupakan syarat penting bagi penyuluh. Untuk mendapatkan kepercayaan, petani harus yakin bahwa penyuluh berusaha melayani keputusan petani dan ahli di bidangnya dan bersimpati.

Kinerja Penyuluh- Modal Manusia

Seorang petani yang baik dapat memposisikan dirinya sebagai motivator, fasilitator, inisiator, dinamisator dan edukator yang akan berdampak pada perubahan praktek bertani petani. Petani di Desa Oepuah lebih mengandalkan pengalaman dalam bercocok tanam, namun dengan adanya penyuluh pertanian akan membantu petani mendapatkan informasi baru tentang cara bercocok tanam secara modern dan mengadopsi teknologi baru untuk kegiatan pertanian mereka.

Kinerja Penyuluh- Modal Sosial

Dalam kegiatan kelompok tani di Desa Oepuah, penyuluh pertanian kurang aktif dalam bekerja, hal ini disebabkan anggota kelompok tani kurang bisa menghargai keberadaan penyuluh dan kurang aktif dalam segala kegiatan yang dilakukan penyuluh. 131 harus ada kekompakan dan kerjasama yang baik dari seluruh anggota kelompok tani di Desa Oepuah serta dalam hubungan antara penyuluh dan anggota kelompok tani yang saling percaya.

Kinerja Penyuluh - Modal Fisik – Efektifitas Distribusi Pupuk

Kinerja Penyuluh – Modal Manusia – Efektifitas Distribusi Pupuk

Kinerja Penyuluh – Modal Sosial - Efektifitas Distribusi Pupuk

Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi di Desa Oepuah Induk

Pada indikator tepat mutu di Desa Oepuah dengan persentase 72,11, dimana tingkat keefektifan indikator mutu tepat masuk dalam kategori efektif, dimana petani di Desa Oepuah yang tergabung dalam kelompok tani saat menerima pupuk bersubsidi, kualitas pupuk pupuk yang diterima bagus dan tidak expired. Hasil penelitian di Desa Oepuah menunjukkan tabel hasil efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi Modal fisik tidak berpengaruh nyata terhadap efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi.

Keputusan Penggunaan Pupuk Bersubsidi Petani Jagung di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Humusu

Keputusan Penggunaan Pupuk Bersubsidi Bagi Petani Jagung Di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Humusu. 1 Jika Pupuk Bersubsidi Digunakan Pada Tanaman Jagung Probabilitas (Peluang atau Kemungkinan Terjadi) Β : Koefisien Regresi Logit (parameter variabel Xi) X1 : Pendidikan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Demografi Petani Desa Humusu Sainiub

Hal ini dikarenakan petani di Desa Humusu Sainiub merupakan petani yang mampu memenuhi kebutuhan rumah tangganya melalui pekerjaannya. Berdasarkan Tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa petani di Desa Humusu Sainiup Kecamatan Insana Utara memiliki tanggungan 51 (72,86%) dari 2-4 keluarga, 19 (29,16%) dari 5-7 orang terakhir.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Membeli Pupuk Bersubsidi di Desa Humusu Sainiub

Akses informasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pupuk bersubsidi bagi petani jagung di Desa Humusu Sainiub dengan odds ratio 10061. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani jagung menggunakan pupuk bersubsidi di Desa Humusu Sainiub.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Jagung dalam Menggunakan Pupuk Bersubsidi di Desa Humusu Sainiub

Hasil Analisis Regresi Logistik Faktor Keputusan Petani Jagung Menggunakan Pupuk Bersubsidi di Desa Humusu Sainiub. Hasil analisis regresi logistik pada variabel pengalaman dikatakan berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani jagung menggunakan pupuk bersubsidi di Desa Humusu Sainiub.

Tabel 3.  Hasil  Analisis  Regresi  Logistic  Faktor  Keputusan  Petani  Jagung  dalam  Menggunakan Pupuk Bersubsidi di Desa Humusu Sainiub
Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Logistic Faktor Keputusan Petani Jagung dalam Menggunakan Pupuk Bersubsidi di Desa Humusu Sainiub

Pengembangan Potensi dan Inovasi Pertanian Perkotaan di Kota Makassar

Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui seberapa besar peran penyuluh terkait pengembangan potensi dan inovasi pertanian perkotaan pada Kelompok Wanita Tani Anggrek ini. Pelatihan apa saja yang telah dilakukan untuk kelompok tani ini dan bagaimana hasil dari pelatihan budidaya Kelompok Wanita Tani Anggrek ini.

Tabel 1. Informan Penelitian
Tabel 1. Informan Penelitian

Pengembangan Potensi dan Inovasi Pertanian Perkotaan

Karena adanya kebutuhan masyarakat maka inovasi-inovasi harus dikembangkan agar pertanian dapat dilakukan baik pada lahan yang luas maupun sempit, oleh karena itu urban farming banyak berkembang sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hasil dan strategi yang berbeda diperoleh ketika menerapkan pertanian perkotaan di daerah perkotaan besar (Yulianti et al., n.d.).

Potensi Ekonomi Pertanian Perkotaan

Hal ini juga dapat diartikan bahwa urban farming dapat digunakan sebagai tindakan preventif untuk mengatasi kerawanan pangan khususnya di perkotaan (Sedana, 2020). Kegiatan urban farming ini tentunya akan terus menjadi kontributor yang signifikan bagi masyarakat dalam pengembangan potensi lahan, solusi ekonomi keluarga dan pembentukan rasa kekeluargaan di masyarakat.

Peran Penyuluh dalam Pengembangan Potensi Kelompok Tani Perkotaan Pada Kelompok Wanita Tani Anggrek ini anggotanya sangat terbuka dengan ide-

163 Perbedaan urban farming dan traditional farming terletak pada penggunaan lahan, pupuk, transportasi dan pengelolaan yang lebih sederhana. Pertanian perkotaan hadir untuk membantu menyelamatkan ekonomi rumah tangga atau bahkan bisa menjadi sumber pendapatan tersendiri.

Inovasi Pertanian Pekotaan

Peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Desa Tanah Abang Kecamatan Long Mesangat Kabupaten Kutai Timur. Peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Nagari Sungai Pua Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam (Disertasi Doktor, Universitas Andalas).

Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau

Warna cangkang ayam arab putih, sedangkan warna cangkang ayam kampung putih kecoklatan (Kholis & Sitanggang, 2002). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ukuran telur ayam Ketarras lebih besar dibandingkan dengan telur ayam kampung dan ayam arab.

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Respoden

173 Uji rasa telur dilakukan dengan cara mencicipi telur ayam Kampung rebus dan telur ayam Ketarras. Warna kulit telur ayam yaitu putih atau coklat merupakan indikator utama yang menjadi ciri khas telur ayam Kampung.

Tabel 2. Karakteristik responden
Tabel 2. Karakteristik responden

Daya Terima Ukuran Telur Ayam Ketarras

Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat cukup mengenal ciri-ciri telur ayam kampung, sehingga dapat mengenalinya melalui warna kerabang telur ayam kampung. Namun berdasarkan wawancara dengan responden, disebutkan bahwa jika benar ada kepastian bahwa telur tersebut adalah telur ayam kampung maka akan memilih telur yang berukuran besar.

Hasil Uji Rasa

Sebagian besar responden lebih menyukai telur free range ukuran besar karena mengkonsumsi lebih banyak potongan, 5 responden memilih telur free range ukuran kecil karena masih belum yakin dengan kualitas telur.

Hasil Uji Bau

Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap mutu telur ayam buras ditinjau dari jumlah total bakteri. Penampilan produksi telur ayam Ketarra dan Arab umur 28-40 minggu (Disertasi Doktor, Universitas Bengkulu).

Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) Kopi Robusta di Kabupaten Lampung Barat

Dayang Berliana 2 , Fitriani 3

Permasalahan rantai pasok kopi di Desa Karang Agung adalah minimnya pemasok kopi robusta dan minimnya informasi harga kopi yang diperoleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk melacak aktivitas dan kinerja rantai pasok serta menganalisis efisiensi kinerja rantai pasok kopi robusta di Kabupaten Lampung Barat.

Tabel 2. Luas lahan petani di Desa Karang Agung Kecamatan Way Tenong No  Luas lahan (Ha)  Jumlah Petani (Orang)  Persentase (%)
Tabel 2. Luas lahan petani di Desa Karang Agung Kecamatan Way Tenong No Luas lahan (Ha) Jumlah Petani (Orang) Persentase (%)

Gambar

Tabel 2. Karakteristik Responden
Tabel 3. Hasil Faktor Keputusan Pembelian Pupuk Bersubsidi
Tabel 4. Hasil Faktor Keputusan Pembelian Pupuk Bersubsidi
Tabel 5. Hasil Perhitungan CSI (Costumer Satisfaction index)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan pendapatan yang diterima petani pengguna pupuk organik lebih tinggi dibanding dengan pengguna pupuk non organik serta memiliki perbedaan nyata secara

Koefisien pengaruh pendidikan terhadap keputusan petani adalah positif artinya, semakin tinggi pendidikan maka, semakin tinggi pula petani yang melakukan sistem panen

Artinya semakin tinggi sikap petani padi didesa Leuwibatu Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor terhadap penggunaan pupuk organik, norma subjektif dan persepsi

Akan tetapi, pengusulan berjenjang ini malah mengakibatkan adanya ketidaksesuaian antara usulan alokasi pupuk bersubsidi, sehingga kelangkaan pasokan pupuk subsidi

Koefisien pengaruh pendidikan terhadap keputusan petani adalah positif artinya, semakin tinggi pendidikan maka, semakin tinggi pula petani yang melakukan sistem panen

Akan tetapi Petani di Desa Fatumtasa hanya membeli dua jenis pupuk yaitu pupuk urea dan pupuk NPK, karena selera petani dalam membeli pupuk sesuai dengan pengalaman dalam menggunakan

Adapun tingkat adopsi teknologi PTT oleh petani di Kabupaten Manokwari meliputi : penggunaan varietas unggul baru, sistem tanam jajar legowo akan tetapi walaupun tanpa tanaman sisipan,

"RESPONS PETANI PADI TERHADAP PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK PETROGANIK BERSUBSIDI DI DESA SEPATAN KECAMATAN GONDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG", Jurnal AGRIBIS, 2021 Publication