Efektivitas Penggunaan Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Oepuah). Efektivitas Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Biboki Monleu Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Oepuah).
Analisis Keputusan Penggunaan dan Tingkat Kepuasan Petani terhadap Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Insana Utara Kabupaten
Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Fatumtasa)
PENDAHULUAN
Dua jenis pupuk kimia yang terdapat di Desa Fatumtasa menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh petani, dimana perlu diketahui pula kepuasan petani terhadap pupuk bersubsidi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keputusan petani terhadap pembelian dan penggunaan pupuk bersubsidi serta untuk mengetahui tingkat kepuasan petani terhadap pupuk bersubsidi di Desa Fatumtasa.
METODE
Jika Y = 1, petani menggunakan pupuk bersubsidi, jika Y = 0, maka petani tidak menggunakan pupuk bersubsidi, P = probabilitas (kesempatan atau kemungkinan yang akan terjadi) β = koefisien regresi logit (parameter perubahan). Customer Statistics Index (CSI) digunakan untuk mengukur kepuasan petani terhadap pupuk bersubsidi di desa Fatumtasa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Jumlah tanggungan keluarga merupakan faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan pendapatan untuk memenuhi kebutuhannya. Banyaknya pencari nafkah keluarga akan mendorong petani untuk melakukan banyak kegiatan dalam mencari dan meningkatkan pendapatan keluarganya Banyaknya anggota keluarga akan mempengaruhi keputusan untuk membeli dan menggunakan pupuk bersubsidi Petani yang memiliki banyak pencari nafkah harus dapat melakukan hak keputusan agar tidak mengalami resiko yang fatal.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Pupuk Bersubsidi Keputusan pembelian pupuk bersubsidi merupakan keputusan petani dalam membeli
Lestari (2016) menyatakan bahwa jumlah tanggungan anggota keluarga dalam suatu keluarga dapat mempengaruhi tingkat konsumsi yang harus dikeluarkan oleh keluarga yang bersangkutan, karena dikaitkan dengan kebutuhan yang terus meningkat. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli pupuk bersubsidi Keputusan membeli pupuk bersubsidi merupakan keputusan petani untuk membeli.
Uji Omnibus Test of Model Coefficients
Uji Hosmer and Lemeshow
Nagelkerke R Square
Faktor Pilihan terhadap Jenis Pupuk
9 tidak kurang dari 3.675 kali dibandingkan dengan jenis pupuk yang tidak sesuai dengan RDKK (Kelompok Rencana Kebutuhan Definitif). Berdasarkan hasil yang diperoleh di lapangan, semakin tinggi jenis pupuk yang dibeli petani di Desa Fatumtasa maka pupuk tersebut sudah sesuai dengan pengajuan RDKK.
Faktor Pengetahuan
Faktor Pendapatan
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputasan Penggunaan Pupuk Bersubsidi
Semakin besar luas lahan yang digarap petani, maka semakin tinggi pula pendapatan yang diperoleh petani jagung. Petani gandum yang memiliki akses informasi akan memiliki pengetahuan yang luas dalam penggunaan pupuk bersubsidi.
Uji Omnibus Test of Model Coefisien
10 Keputusan penggunaan pupuk bersubsidi oleh petani dalam penggunaan pupuk yang telah dibeli, dilihat dari luas permukaan tanah petani dalam penggunaan pupuk bersubsidi. Deskripsi pada α=1% (a) dan pada α=5% (b). 11 pengalaman, umur dan luas lahan) secara bersama-sama mempengaruhi penggunaan pupuk bersubsidi.
Uji Nagelkerke R Square
Faktor Persepsi
Anaalisis CSI terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Konsumen dalam Menggunakan Pupuk Bersubsidi
Selanjutnya pengetahuan dalam hal ini pengetahuan yang dimiliki petani di desa Fatumtasa terkait pembelian dan penggunaan pupuk bersubsidi. Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi cukup mudah, yaitu petani di desa Fatumtasa dapat membelinya dari kios-kios terdekat.
KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi rumah tangga guru sekolah dasar PNS di Kecamatan Kota Anyar Kabupaten Probolonggo. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Rumah Tangga Guru SD PNS Kecamatan Kota Anyar Kabupaten Probolinggo.
Efektivitas Penyuluhan dalam Upaya Konservasi Kayu Ular (Strychnos ligustrina) di Kampung Warikon, Kabupaten Manokwari, Papua Barat
Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura (2017) menyatakan bahwa Tanah Papua merupakan asal tanaman gabus. Sosialisasi yang dilakukan diharapkan dapat berperan penting yang berdampak pada tingkat pemahaman dan pemanfaatan tanaman gabus sebagai obat herbal yang menjadi kearifan lokal.
HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Pemahaman Kelompok Anak Muda
21 dengan uji-t sampel berpasangan menggunakan perangkat lunak statistik produk dan layanan solusi (SPSS) 26, selain itu, perencana dan studi literatur dilakukan oleh penulis dan dianalisis sesuai dengan realitas data yang diperoleh dari informan kunci dan masyarakat. yang masuk dalam kriteria yaitu peserta melalui evaluasi perdesaan partisipatif dengan observasi partisipan dan wawancara mendalam di lapangan untuk mendapatkan hasil analisis bahwa kegiatan penyuluhan dapat dikatakan berdampak atau tidak. Berdasarkan penelitian Damayanti et al. 2017) menunjukkan bahwa penggunaan metode pretest dan posttest dapat menjadi indikator keberhasilan kegiatan penyuluhan. Hal ini terlihat dari angka pengetahuan pada masing-masing kelompok responden yang mengalami peningkatan.
Tingkat Pemahaman Kelompok Orang Tua
Hal ini sejalan dengan Asianah (2016) yang menyatakan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden dalam hal ini remaja atau pelajar. Pernyataan ini juga didukung oleh Widiastuti et al. 2018), yang menyatakan bahwa kegiatan penyuluhan pertanian akan efektif dalam mengubah perilaku apabila waktunya tepat, materi sesuai dengan kebutuhan petani, metode yang digunakan sesuai dengan kebutuhan lapangan dan hubungan petani dengan penyuluh. . fasilitas seperti alat yang diperlukan, bahan dan biaya yang memadai.
Minat Pemanfaatan Kelompok Anak Muda
Minat Pemanfaatan Kelompok Orang Tua
Efektifitas Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Kelompok Anak Muda Efektifitas penyuluhan terhadap pengetahuan kelompok anak muda adalah
Efektifitas Penyuluhan Terhadap Minat Kelompok Anak Muda
Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang ditujukan untuk pengetahuan kelompok remaja berada pada kategori efektif. Efektifitas konseling mengetahui kelompok orang tua Efektivitas konseling mengetahui kelompok orang tua adalah.
Efektifitas Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Kelompok Orang Tua Efektifitas penyuluhan terhadap penggetahuan Kelompok Orang Tua adalah
Efektifitas Penyuluhan Terhadap Minat Kelompok Orang Tua
Penyuluhan Mempengaruhi Pemahaman dan Minat
Pudarnya Kearifan Lokal atau Budaya Tumbuhan Kayu Ular
Konon dengan hanya memanfaatkan batang, daun dan buah tanaman pohon ular, masyarakat Papua secara tidak langsung telah merawatnya dengan baik sehingga dapat mengakibatkan kerusakan hutan dan lingkungan. Dilansir dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura (2017) dimana negara asal Papua merupakan asal tanaman pohon ular tersebut.
Respon Kelompok Anak Muda dan Kelompok Orang Tua terhadap Penyuluhan
31 menghilangnya budaya penggunaan kayu gabus sebagai obat herbal dan berkurangnya jumlah tanaman gabus di Desa Warikon. Masyarakat harus menyadari kearifan lokal atau nilai-nilai budaya dalam pemanfaatan dan pelestarian kayu gabus.
UCAPAN TERIMA KASIH
Keputusan Petani dan Pengaruh Pupuk Bersubsidi terhadap Tanaman Jagung di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara
Studi Kasus Desa Matabesi)
Keputusan petani dan dampak pemberian pupuk bersubsidi pada tanaman jagung di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara. Dengan tujuan untuk mengetahui keputusan petani terkait pembelian pupuk bersubsidi bagi petani jagung di Desa Matabesi.
HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden
Y : 0, jika tidak menggunakan pupuk bersubsidi untuk jagung Y : 1, jika menggunakan pupuk bersubsidi untuk jagung Β : Variabel parameter Xi. Pembelian pupuk bersubsidi merupakan salah satu proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh petani sebelum menggunakan pupuk bersubsidi di Desa Matabesi Kecamatan Biboki Moenleu.
Pendapatan
Nilai R-squared Negelkerke sebesar 0,134, menunjukkan bahwa variabel bebas menjelaskan 13,4% variabel terikat dan sisanya 86,6% dijelaskan oleh variabel di luar model yang digunakan. Uji parsial (uji-t) adalah uji parsial pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen yang digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen berpengaruh signifikan atau tidak secara parsial terhadap variabel dependen.
Akses Informasi
Hal ini sesuai dengan Setiawati (2016) yang menyatakan bahwa petani yang memiliki akses informasi dari internet memiliki referensi yang lebih banyak dibandingkan dengan petani yang memiliki akses internet yang kurang. Menurut Ardelia & Anwarudin (2020), terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi akses petani melalui media elektronik yaitu jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan, pendukung akses teknologi informasi dan peran penyuluh.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Menggunakan Bersubsidi
41 independen menjelaskan 29,2% variabel dependen, dan sisanya 70,8% dijelaskan oleh variabel di luar model yang digunakan. Subtes (t) digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial atau individual.
Luas Lahan
Pengetahuan (4T)
Keputusan Petani dalam Menggunakan Pupuk Bersubsidi di Desa Matabesi Keputusan petani dalam menggunakan pupuk bersubsidi merupakan salah satu
Variabel yang berpengaruh signifikan adalah: pendapatan dan akses informasi sedangkan variabel yang tidak berpengaruh signifikan terhadap pembelian pupuk bersubsidi adalah: luas lahan dan pengetahuan. Keputusan petani untuk menggunakan pupuk bersubsidi di Desa Matabesi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: luas lahan, pendapatan, akses informasi dan pengalaman.
Preferensi Konsumsi Pinang Kering di Kecamatan Biboki Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dan preferensi konsumsi kacang kenari kering iris pada penduduk Kecamatan Bibok Selatan. Model regresi logistik yang digunakan untuk menganalisis keputusan konsumen irisan kenari kering berikut (Juanda, 2009).
HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden
47 Penelitian yang menganalisis keputusan konsumen untuk mengkonsumsi buah pinang kering iris menggunakan analisis regresi logistik dengan menggunakan software SPSS. 20. P = Variabel Peluang atau proporsi konsumsi buah pinang iris kering P0 = Peluang konsumen untuk mengkonsumsi buah pinang iris kering tanpa biji P = Peluang konsumen untuk mengkonsumsi buah pinang muda iris kering J.
Faktor yang Mepengaruhi Keputusan Masyarakat Kecamatan Biboki Selatan Mengkonsumsi Pinang Kering Iris
Artinya variabel jenis kelamin, umur, kebiasaan, rasa dan tekstur berpengaruh terhadap preferensi konsumsi pinang kering iris. Sehingga dapat dikatakan bahwa variabel X (jenis kelamin, umur, kebiasaan, rasa dan tekstur) dalam penelitian dapat menjelaskan variabel Y yaitu preferensi konsumsi buah pinang kering sebesar 34,1% dan merupakan variabel faktor lain sebesar 65,9%. yang tidak dijadikan variabel penelitian. .
Uji Parsial
Jenis Kelamin
Usia
Kebiasaan
Budaya masyarakat kecamatan Biboki Selatan mengenai konsumsi buah pinang iris kering sudah ada sejak nenek moyang mereka, dimana budaya ini menjadi makanan sehari-hari penduduk setempat. Pola makan harian Priwahyuni (2016) adalah pola makan seseorang yang berhubungan dengan kebiasaan makan sehari-hari.
Rasa
Sari (2019) dalam hasil penelitiannya menunjukkan nilai odds ratio sebesar 5,866 yang artinya ketika nilai budaya meningkat maka akan meningkatkan kemungkinan konsumen untuk menjadikan pasar horas sebagai pasar terpenting untuk berbelanja yang akan meningkat sebesar 5,866 kali lipat. .
Tekstur
52 mengurangi kemungkinan orang mengkonsumsi pinang muda potong kering sebesar 0,030 kali dibandingkan dengan orang yang lebih menyukai tekstur pinang kering yang sedikit lebih keras daripada jenis pinang kering.
Preferensi Konsumsi Pinang Kering Iris di Kecamatan Biboki Selatan
Selain jenis kelamin dan usia, kebiasaan juga menjadi dasar preferensi atau pilihan konsumsi buah pinang kering iris. Di Kecamatan Biboki Selatan masyarakat lebih banyak mengkonsumsi buah pinang kering potong muda dengan jumlah (82) dibandingkan dengan buah pinang batu potong kering dengan jumlah (68).
KESIMPULAN
54 Irisan kering umumnya dipengaruhi oleh rasa dan tekstur, dan semakin baik rasa dan teksturnya, semakin terbiasa seseorang makan pinang kering iris. Karena rasa pahit itulah yang menjadi ukuran tersendiri dan menjadi keunikan dari irisan pinang kering.
Efektivitas Penggunaan Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Oepuah)
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Partial Least Square (PLS) digunakan untuk menganalisis efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi pada empat indikator (jenis, waktu, cara, dosis) keberhasilan pupuk bersubsidi di Desa Oepuah untuk menentukan. 61 Metode analisis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala Likert digunakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi di Desa Oepuah.
HASIL DAN PEMBAHASAN Identitas Responden Kelompok Tani
Hal ini sejalan dengan pernyataan Soekartawi (2006) yang menyatakan bahwa pendidikan pada umumnya akan mempengaruhi pola pikir petani dalam hal menerima inovasi dan mengimplementasikan ide. Petani yang telah lama berkecimpung dalam kegiatan pertanian biasanya memiliki tingkat pengalaman dan keterampilan yang tinggi dalam menjalankan kegiatannya di bidang pertanian.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi Menggunakan PLS
Petani dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi umumnya lebih terbuka dalam menerima inovasi baru dan memahami bagaimana menerapkan teknologi baru dengan lebih cepat sehingga dapat berkembang dan menghasilkan produksi pertanian yang lebih baik. Hal ini didukung oleh pendapat Agatha & Wulandari (2018) yang mengatakan bahwa petani yang sudah lama berkecimpung dalam kegiatan pertanian akan lebih selektif dan tepat dalam memilih jenis inovasi yang digunakan, serta lebih berhati-hati dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan kinerja kegiatan pertaniannya, namun sebaliknya petani yang kurang berpengalaman biasanya akan lebih cepat mengambil keputusan karena biasanya menanggung risiko yang lebih besar.
Outer Model
Outer Loadings Nilai efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi di Desa Oepuah Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara. Nilai AVE efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi di Desa Oepuah Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara.
Inner Model
Berdasarkan hasil penelitian di Desa Oepuah, modal fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran penyuluh berpengaruh nyata pada α = 0,01 terhadap efektivitas penggunaan pupuk bersubsidi.
Analisis Efektivitas Penggunaan Pupuk Bersubsidi Desa Oepuah Kecamatan Biboki Moenleu
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi penggunaan pupuk bersubsidi yaitu variabel modal fisik terhadap efisiensi tidak signifikan. Efektifitas penggunaan pupuk bersubsidi di Desa Oepuah dari 4 indikator yang menjadi kriteria menunjukkan indikator tepat waktu, dan cara yang tepat dikatakan cukup efektif dan tepat jenis dikatakan tepat dosis . menjadi tidak efektif.
Kajian Kelayakan Ekonomi Usaha Pertanian Perkotaan di Kota Makassar
KWT Anggrek menjalankan usaha budidaya sayuran berupa cabe, pakcoy, sawi, selada dan beberapa tanaman lainnya. Adapun penelitian ini akan memberikan jawaban atas rumusan masalah yaitu bagaimana kelayakan ekonomi usaha pertanian perkotaan di Kota Makassar khususnya KWT Anggrek di Kota Makassar.
HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum KWT Anggrek
Aspek Produksi
Selain itu, anggota KWT Anggrek sebenarnya bertetangga dekat dan dekat dengan lokasi KWT Anggrek. KWT Anggrek menggunakan teknologi yang mendukung dan memberikan kemudahan dalam produksi tanaman pertanian dari KWT Anggrek.
Aspek Pemasaran
Selain itu, KWT Anggrek juga melakukan inovasi produk berupa jus dan sambal dari hasil pertaniannya. Namun hal tersebut tidak menjadi kendala bagi KWT Anggrek karena distribusinya yang aman.
Aspek Keuangan
Di sisi lain, KWT Anggrek tidak mendapatkan bantuan berupa pinjaman dari bank. Berdasarkan informasi dari analisis di atas, dapat diketahui bahwa jangka waktu pengembalian modal KWT Anggrek adalah 3 tahun, 5 bulan, dan 2 minggu untuk mengembalikan investasi.
Analisis Tingkat Pertumbuhan Pasar dan Pangsa Pasar Relatif Usahatani Buah Naga di Kecamatan Insana
Pemasaran buah naga di Kecamatan Insana dilakukan di beberapa tempat yaitu Pasar Kiupukan, Pasar Baru Kefa dan Pasar Atambua. Selain membudidayakan buah naga, petani di Kecamatan Insana juga membudidayakan tanaman perkebunan seperti jambu mete.
METODE PENELITIAN
Bintang adalah kondisi unit bisnis yang memiliki pangsa pasar tinggi di pasar berkembang. Cash Cows adalah kondisi unit bisnis yang memiliki pangsa pasar tinggi di pasar yang sudah matang.
Volume Penjualan Buah Naga dan Pesaing
109 tanggungan pada kelompok 1 – 3 dari 12 orang memiliki persentase 24%, kelompok 4-6 memiliki persentase 30 orang memiliki persentase 60%, kelompok 7-8 memiliki 8 orang dan memiliki persentase 16%. Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan volume penjualan buah naga adalah permintaan pasar yang besar terhadap produk ini dan harga buah naga yang tinggi dan stabil sehingga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Hasil Perhitungan Tingkat Pertumbuhan Pasar dan Pangsa Pasar
Penelitian (Nurhalimah, 2021) menunjukkan bahwa harga merupakan bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk. Penelitian (I Heryanto, 2015), menunjukkan bahwa harga merupakan faktor penentu keputusan pembelian dan harga harus mendapat perhatian yang baik agar keputusan pembelian terus meningkat.
Volume Penjualan Pesaing Jambu Mete
Hasil perhitungan tingkat pertumbuhan pasar di atas menunjukkan bahwa tingkat pertumbuhan pasar buah naga pada tahun 2019 sebesar 15,53% dan 11,93% pada tahun 2020. Artinya tingkat pertumbuhan pasar buah naga pada tahun 2019 dan 2020 berada pada pasar yang tinggi. pertumbuhan.
Analisis Posisi Matriks BCG pada Komoditas Buah Naga
Hal ini menunjukkan pertumbuhan pasar pada tahun 2020 tinggi dan pangsa pasarnya rendah sehingga berada pada kuadran/posisi I (tanda tanya). Hal ini perlu dilakukan karena usaha buah naga di Kecamatan Insana memiliki pertumbuhan pasar yang tinggi dan pangsa pasar yang rendah.
Strategi Pemasaran Buah Naga Berdasarkan Analisis Matriks BCG
Dengan memperluas pasar, usaha buah naga di Kecamatan Insana dapat lebih jauh memasuki pasar buah modern. Pada tahun 2019 tingkat pertumbuhan pasar buah naga sebesar 15,53%, dan pada tahun 2020 tingkat pertumbuhan pasar buah naga sebesar 11,93%.
Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Biboki Monleu Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Oepuah)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyaluran pupuk bersubsidi di desa Oepuah Induk dan mengetahui efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi di desa Oepuah. Disinilah digunakan analisis Partial Least Square (PLS) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi pupuk bersubsidi di desa Oepuah sedangkan skala Likert.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Faktor Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi Menggunakan PLS Covergen Validity
Berdasarkan Tabel 3 di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata variansi yang diekstraksi untuk efektivitas distribusi adalah 0,760, modal fisik 1,000, modal manusia 0,776, modal sosial 0,827, dan kinerja tambahan karyawan 0,794. Berdasarkan penjelasan tabel diatas dapat diketahui nilai reliabilitas Komponen yaitu Distribution Efficiency 0.950, Physical Capital 1.000, Human Capital 0.874, Social Capital 0.960, Kinerja Instruktur 0.951.
Analisis hasil efektivitas distribusi pupuk bersubsidi Path Coefficient
Nilai F-square human capital terhadap efisiensi distribusi sebesar 0,601 yang menunjukkan kuatnya pengaruh variabel laten oksogenik pada level struktural. Nilai F-square prestasi kerja terhadap modal fisik adalah 0,785 yang menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dari variabel laten oksigen pada level struktural.
Interpretasi Analisis Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi Modal Fisik- Efektifitas Distribusi Pupuk
Modal Sosial - Efektivitas Distribusi Pupuk
Petani yang tergabung dalam kelompok tani di Desa Oepuah kurang aktif dalam kegiatan kelompok taninya sehingga minimnya informasi tentang pendistribusian pupuk. 2006), yang menyatakan bahwa keaktifan dalam kelompok tani dapat dilihat dari variabel tingkat partisipasi dalam pertemuan kelompok, keterlibatan dalam diskusi yang dilakukan oleh kelompok tani. Setiap anggota kelompok tani di Desa Oepuah dituntut untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan kelompok sehingga segala rencana yang dibuat baik antar anggota maupun dengan penyuluh mengenai pemupukan dapat berjalan dan anggota kelompok tani dapat belajar lebih dalam tentang pendistribusian pupuk. .
Kinerja Penyuluh- Efektivitas Distribusi Pupuk
Peran penyuluh sebagai penyuluh di Desa Oepuah berperan dalam membimbing dan melatih petani dalam hal keterampilan teknis melalui teknologi baru dan apakah pupuk yang digunakan sudah tepat. Peran penyuluh sebagai penggerak di Desa Oepuah adalah sebagai penggerak kegiatan pertanian yang mereka lakukan dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kegiatan pertanian selama ini yang kurang tepat.
Kinerja Penyuluh - Modal Fisik
Hal ini juga akan berpengaruh pada peningkatan pendapatan usahatani Van Den Ban (1999), kepercayaan petani terhadap penyuluh merupakan syarat penting bagi penyuluh. Untuk mendapatkan kepercayaan, petani harus yakin bahwa penyuluh berusaha melayani keputusan petani dan ahli di bidangnya dan bersimpati.
Kinerja Penyuluh- Modal Manusia
Seorang petani yang baik dapat memposisikan dirinya sebagai motivator, fasilitator, inisiator, dinamisator dan edukator yang akan berdampak pada perubahan praktek bertani petani. Petani di Desa Oepuah lebih mengandalkan pengalaman dalam bercocok tanam, namun dengan adanya penyuluh pertanian akan membantu petani mendapatkan informasi baru tentang cara bercocok tanam secara modern dan mengadopsi teknologi baru untuk kegiatan pertanian mereka.
Kinerja Penyuluh- Modal Sosial
Dalam kegiatan kelompok tani di Desa Oepuah, penyuluh pertanian kurang aktif dalam bekerja, hal ini disebabkan anggota kelompok tani kurang bisa menghargai keberadaan penyuluh dan kurang aktif dalam segala kegiatan yang dilakukan penyuluh. 131 harus ada kekompakan dan kerjasama yang baik dari seluruh anggota kelompok tani di Desa Oepuah serta dalam hubungan antara penyuluh dan anggota kelompok tani yang saling percaya.
Kinerja Penyuluh - Modal Fisik – Efektifitas Distribusi Pupuk
Kinerja Penyuluh – Modal Manusia – Efektifitas Distribusi Pupuk
Kinerja Penyuluh – Modal Sosial - Efektifitas Distribusi Pupuk
Efektivitas Distribusi Pupuk Bersubsidi di Desa Oepuah Induk
Pada indikator tepat mutu di Desa Oepuah dengan persentase 72,11, dimana tingkat keefektifan indikator mutu tepat masuk dalam kategori efektif, dimana petani di Desa Oepuah yang tergabung dalam kelompok tani saat menerima pupuk bersubsidi, kualitas pupuk pupuk yang diterima bagus dan tidak expired. Hasil penelitian di Desa Oepuah menunjukkan tabel hasil efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi Modal fisik tidak berpengaruh nyata terhadap efektivitas penyaluran pupuk bersubsidi.
Keputusan Penggunaan Pupuk Bersubsidi Petani Jagung di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Humusu
Keputusan Penggunaan Pupuk Bersubsidi Bagi Petani Jagung Di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara (Studi Kasus Desa Humusu. 1 Jika Pupuk Bersubsidi Digunakan Pada Tanaman Jagung Probabilitas (Peluang atau Kemungkinan Terjadi) Β : Koefisien Regresi Logit (parameter variabel Xi) X1 : Pendidikan.
HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Demografi Petani Desa Humusu Sainiub
Hal ini dikarenakan petani di Desa Humusu Sainiub merupakan petani yang mampu memenuhi kebutuhan rumah tangganya melalui pekerjaannya. Berdasarkan Tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa petani di Desa Humusu Sainiup Kecamatan Insana Utara memiliki tanggungan 51 (72,86%) dari 2-4 keluarga, 19 (29,16%) dari 5-7 orang terakhir.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Membeli Pupuk Bersubsidi di Desa Humusu Sainiub
Akses informasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pupuk bersubsidi bagi petani jagung di Desa Humusu Sainiub dengan odds ratio 10061. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani jagung menggunakan pupuk bersubsidi di Desa Humusu Sainiub.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Jagung dalam Menggunakan Pupuk Bersubsidi di Desa Humusu Sainiub
Hasil Analisis Regresi Logistik Faktor Keputusan Petani Jagung Menggunakan Pupuk Bersubsidi di Desa Humusu Sainiub. Hasil analisis regresi logistik pada variabel pengalaman dikatakan berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani jagung menggunakan pupuk bersubsidi di Desa Humusu Sainiub.
Pengembangan Potensi dan Inovasi Pertanian Perkotaan di Kota Makassar
Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui seberapa besar peran penyuluh terkait pengembangan potensi dan inovasi pertanian perkotaan pada Kelompok Wanita Tani Anggrek ini. Pelatihan apa saja yang telah dilakukan untuk kelompok tani ini dan bagaimana hasil dari pelatihan budidaya Kelompok Wanita Tani Anggrek ini.
Pengembangan Potensi dan Inovasi Pertanian Perkotaan
Karena adanya kebutuhan masyarakat maka inovasi-inovasi harus dikembangkan agar pertanian dapat dilakukan baik pada lahan yang luas maupun sempit, oleh karena itu urban farming banyak berkembang sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hasil dan strategi yang berbeda diperoleh ketika menerapkan pertanian perkotaan di daerah perkotaan besar (Yulianti et al., n.d.).
Potensi Ekonomi Pertanian Perkotaan
Hal ini juga dapat diartikan bahwa urban farming dapat digunakan sebagai tindakan preventif untuk mengatasi kerawanan pangan khususnya di perkotaan (Sedana, 2020). Kegiatan urban farming ini tentunya akan terus menjadi kontributor yang signifikan bagi masyarakat dalam pengembangan potensi lahan, solusi ekonomi keluarga dan pembentukan rasa kekeluargaan di masyarakat.
Peran Penyuluh dalam Pengembangan Potensi Kelompok Tani Perkotaan Pada Kelompok Wanita Tani Anggrek ini anggotanya sangat terbuka dengan ide-
163 Perbedaan urban farming dan traditional farming terletak pada penggunaan lahan, pupuk, transportasi dan pengelolaan yang lebih sederhana. Pertanian perkotaan hadir untuk membantu menyelamatkan ekonomi rumah tangga atau bahkan bisa menjadi sumber pendapatan tersendiri.
Inovasi Pertanian Pekotaan
Peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Desa Tanah Abang Kecamatan Long Mesangat Kabupaten Kutai Timur. Peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Nagari Sungai Pua Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam (Disertasi Doktor, Universitas Andalas).
Tingkat Penerimaan Konsumen terhadap Ukuran Telur Ayam Ketarras yang dianggap sebagai Telur Ayam Kampng serta Uji Rasa dan Bau
Warna cangkang ayam arab putih, sedangkan warna cangkang ayam kampung putih kecoklatan (Kholis & Sitanggang, 2002). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ukuran telur ayam Ketarras lebih besar dibandingkan dengan telur ayam kampung dan ayam arab.
HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Respoden
173 Uji rasa telur dilakukan dengan cara mencicipi telur ayam Kampung rebus dan telur ayam Ketarras. Warna kulit telur ayam yaitu putih atau coklat merupakan indikator utama yang menjadi ciri khas telur ayam Kampung.
Daya Terima Ukuran Telur Ayam Ketarras
Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat cukup mengenal ciri-ciri telur ayam kampung, sehingga dapat mengenalinya melalui warna kerabang telur ayam kampung. Namun berdasarkan wawancara dengan responden, disebutkan bahwa jika benar ada kepastian bahwa telur tersebut adalah telur ayam kampung maka akan memilih telur yang berukuran besar.
Hasil Uji Rasa
Sebagian besar responden lebih menyukai telur free range ukuran besar karena mengkonsumsi lebih banyak potongan, 5 responden memilih telur free range ukuran kecil karena masih belum yakin dengan kualitas telur.
Hasil Uji Bau
Pengaruh suhu dan lama penyimpanan terhadap mutu telur ayam buras ditinjau dari jumlah total bakteri. Penampilan produksi telur ayam Ketarra dan Arab umur 28-40 minggu (Disertasi Doktor, Universitas Bengkulu).
Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) Kopi Robusta di Kabupaten Lampung Barat
Dayang Berliana 2 , Fitriani 3
Permasalahan rantai pasok kopi di Desa Karang Agung adalah minimnya pemasok kopi robusta dan minimnya informasi harga kopi yang diperoleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk melacak aktivitas dan kinerja rantai pasok serta menganalisis efisiensi kinerja rantai pasok kopi robusta di Kabupaten Lampung Barat.