• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prototype Sterilisasi Virus Barang Belanjaan Online Berbasis Arduino

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Prototype Sterilisasi Virus Barang Belanjaan Online Berbasis Arduino"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Prototype Sterilisasi Virus Barang Belanjaan Online Berbasis Arduino

Maulana Ashari1, Mohammad Taufan Asri Zaen1,*, Juliyantika Ayudita Putri 2, Khairul Imtihan1, Wire Bagye5

1Program StudiSistem Informasi, STMIK Lombok, Lombok Tengah, Indonesia

2Program Studi Teknik Informatika, STMIK Lombok, Lombok Tengah, Indonesia Email: 1 [email protected], 2 [email protected], 3 [email protected],

4 [email protected], 5 [email protected] Email Penulis Korespondensi: [email protected]

Abstrak−Pada penelitian ini dilakukan upaya pemutusan rantai penyebaran covid -19 dengan teknik utama pemanasan untuk mengeringkan cairan pada permukaan barang belanjaan. Dibangun sebuah box pemanas dengan ukuran panjang lebar dan tinggi 65cm menggunakan bahan utama fiber glass dengan ketebalan 3mm. Dengan menggunakan Arduino Uno sebagai alat untuk mengontrol, sensor suhu MLX untuk mengukur suhu yang ada pada box dan sensor Proximitiy digunakan sebagai sensor untuk mendeteksi barang. Metode yang digunakan untuk merancang alat adalah metode Research and Development (R&D).

Hasil uji coba mengunakan suhu awal 47º dan suhu yang diinginkan 56ºC membutuhkan waktu 07 menit 21 detik suhu yang ditampilkan LCD sudah mencapai 56ºC,Ketika suhu permukaan barang diukur menggunakan thermogun mendapatkan hasil 43.1ºC. Uji coba Lengkap menggunkan suhu awal 29ºC dan suhu yang diinginkan 56ºC membutuhkan waktu 2 menit 18 detik, suhu yang ditampilkan pada LCD sudah mencapai 56ºC Ketika suhu permukaan barang diukur menggunakan thermogun mendapatkan hasil 55.5ºC dari hasil uji coba terakhir menunjukan suhu yang dihasilkan mendekati suhu 56ºC.

Kata Kunci: Virus Corona; Droplet; Arduino Uno; Box Pemanas.

Abstract−In this study, efforts were made to break the chain of spread of COVID-19 with the main technique of heating to dry the liquid on the surface of the groceries. Built a heating box with a length of width and height of 65cm using the main material of fiber glass with a thickness of 3mm. By using Arduino Uno as a control tool, the MLX temperature sensor is used to measure the temperature in the box and the Proximity sensor is used as a sensor to detect goods. The method used to design the tool is the Research and Development (R&D) method. The test results using an initial temperature of 47º and the desired temperature of 56ºC takes 07 minutes 21 seconds the temperature displayed by the LCD has reached 56ºC, when the surface temperature of the goods is measured using a thermogun, the results are 43.1ºC. Complete trial using an initial temperature of 29ºC and the desired temperature of 56ºC takes 2 minutes 18 seconds, the temperature displayed on the LCD has reached 56ºC. When the surface temperature of the goods is measured using a thermogun, the results are 55.5ºC. The results of the last test show that the temperature is close to 56ºC.

Keywords: Corona Virus; Droplets; Arduino Uno; Heating Box.

1. PENDAHULUAN

Corona Virus (CoV) adalah keluarga besar virus yang yang dapat menginfeksi burung dan mamalia, termasuk manusia. Menurut World Health Organization (WHO) virus ini menyebabkan penyakit mulai dari flu ringan hingga infeksi pernapasan yang lebih parah Sepertisevere Acute Respiratory Syndrome Corona Virus (SARS- CoV). SARS-CoV adalah virus yang pertama kali diidentifikasi pada tahun 2003. SARS-CoV dianggap sebagai virus yang dibawa dari hewan yang diduga kelelawar dan menyebar ke hewan lain (luwak) serta manusia. Infeksi pertama pada manusia terjadi di Provinsi Guangdong, Cina Selatan pada tahun 2002. Pada akhir Desember 2019, jenis baru yang disebut SARS-CoV-2 mulai beredar, yang kemudian menyebabkan penyakit dan dikenal sebagai Corona Virus Disease (COVID-19). Virus corona yang pertama kali muncul dan menyebar ke manusia berasal dari kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019[1]

Berdasarkan data yang dapat dipantau dari Satgas Covid-19 NTB bahwa perkembangan penyebaran virus Covid-19 Nusa Tenggara Barat (NTB) pertanggal 23 Oktober 2020 tercatat 3.831 pasien yang positif terkena virus Covid-19, 494 pasien dalam perawatan, 3120 pasien sembuh dan 217 pasien meninggal dunia[2]. Data tersebut setiap harinya terus mengalami peningkatan, segala upaya telah dilakukan Pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Berdasarkan beberapa hasil penelitian virus Covid-19 dapat dapat hidup hingga 3 jam di udara, 4 jam pada tembaga, 24 jam pada karton dan 2 hingga 3 hari pada plastik dan stainless steel.Corona Virus bersifat sensitif terhadap panas dengan suhu 56oC (celcius) selama 30 menit[3].

Dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 melalaui barang belanjaan yang dibeli secara online, dilakukan survei awal yang bertujuan mengetahui pola pengiriman dan penerimaan barang serta mengukur kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan virus Covid-19. Survei dilakukan melalui media sosial dengan mengirimkan formulir pertanyaan dan mendapatkan tanggapan sebanyak 78 orang yang mengisi formulir pertanyaan, dari 78 orang yang menanggapi survei tersebut, 43,8% yang menyemprot dengan disinfektan, 56,2%

yang tidak menyemprot, 15,2% yang menjemur dan 84,8% yang tidak menjemur belanjaan yang baru diterima.

Dari hasil survei yang tersebut masih banyak yang kurang sadar akan pentingnya pencegahan virus Covid-19 dengan cara menjemur atau menaruh barang yang baru diterima pada tempat yang memiliki suhu panas kurang lebih 56ºC dalam jangka waktu 30 menit, yang bertujuan untuk mengeringkan barang yang sudah terkena percikan cairan yang tidak sengaja terpercik oleh kurir melalui hidung atau mulut (droplet).

(2)

Perkembangan penyebaran virus yang signifikan, yang menyebabkan kehawatiran masyarakat, maka diperlukan sebuah alat yang mampu mensterilkan virus dari barang belanjaan yang dibeli secara online, menggunakan alat sterilisasi dengan sistem dryer yang ditempatkan di dalam sebuah box yang dikontrol dengan arduino uno, yang dapat memberikan suhu panas 56º celcius dan mengeringkan cairan yang tidak sengaja dipercikan pada barang belanjaan yang baru diterima.

2. METODOLOGI PENELITIAN

2.1 Tahapan Penelitian

Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan untuk menghasilkan produk dan menguji keefektifan produk adalah Research and Development (R&D) melalui beberapa tahapan sebagai berikut :

Gambar 1. Tahapan Penelitian

Dilakukan audiensi dan Focus Group Discussion (FGD) dengan beberapa jasa kurir dan masyarakat di seputaran kota Praya kabupaten Lombok Tengah tentang pola pengiriman dan penerimaan barang belanjaan secara online dan kesadaran akan pentingnya pencegahan virus. Mengumpulkan data dengan metode observasi, wawancara, menyebar kuesioner dan studi literatur dari media elektronik maupun cetak yang berkaitan dengan penyebaran virus, sterilisasi virus, sistem dryer yang dapat dikontrol menggunakan arduino uno.

2.2 Membuat Rancangan Skema Elektronika

Melakukan desain rangkaian elektronika dengan komponen utama hair dryer, sensor suhu, sensor ultrasonic, buzzer, LCD 16x2 12c dan arduino uno yang ditunjukkan seperti gambar 2 di bawah ini.

Gambar 2. Skema Rangkaian Elektronika

(3)

Berikut penjelasan dari gambar 2 skema rangkaian.

a. LCD 16x2 I2C

LCD 16x2 I2C berfungsi untuk menampilkan kondisi suhu, waktu dan untuk memudahkan ketika melakukan konfigurasi.

b. Buzzer

Buzzer berfungsi untuk memberi notifikasi bunyi ketika melakukan konfigurasi, melebihi suhu yang sudah ditentukan, proses pemanasan selesai.

c. Tombol start

Pin (D12) Arduino berfungsi sebagai input sinyal LOW/HIGH dari tombol start dan diubah pada program menjadi pemicu untuk memulai proses pemanasan.

d. Tombol stop

Pin (D11) Arduino berfungsi sebagai input sinyal LOW/HIGH dari tombol stop dan diubah pada program menjadi pemicu untuk menghentikan proses pemanasan.

e. Tombol menu

Pin (D10) Arduino berfungsi sebagai input sinyal LOW/HIGH dari tombol menu dan diubah pada program menjadi pemicu untuk menampilkan dan menyimpan konfigurasi suhu atau waktu.

f. Tombol (-)

Pin (D9) Arduino berfungsi sebagai input sinyal LOW/HIGH dari tombol (-) dan diubah pada program menjadi pemicu untuk navigasi dan mengurangi suhu atau waktu.

g. Tombol (+)

Pin (D8) Arduino berfungsi sebagai input sinyal LOW/HIGH dari tombol (+) dan diubah pada program menjadi pemicu untuk navigasi dan menambah suhu atau waktu.

h. Sensor ultrasonic

Pin (D5) Arduino yang berfungsi sebagai penerima sinyal jarak yang dikirimkan sensor ke Arduino.

i. Relay stand rotary

Pin (D3) Arduino mengirimkan sinyal LOW/HIGH ke pin trigger Relay sebagai pemicu untuk menghidupkan stand rotary.

j. Relay hair dryer

Pin (D2) Arduino mengirimkan sinyal LOW/HIGH ke pin trigger Relay sebagai pemicu untuk menghidupkan hair dryer.

k. Sensor suhu

Pin (A0) arduino sebagai input sinyal dari sensor sedangkan resistor dihubungkan ke GND Arduino, kaki ke 1 sensor dan pin (A0) arduino.

l. Stand rotary

Stand rotary berfungsi sebagai alat pemutar barang.

m. Hair dryer

Kaki 1 hair dryer terhubung ke output Relay dan kaki ke 2 dihubungkan ke listrik PLN.

o. Power supply 12 Volt

Input kaki ke 1 Power supply terhubung ke switch ON/OFF dan kaki ke 2 terhubung ke listrik PLN, sedangkan output Power supply ke input power Arduino dan stand rotary.

p. Switch ON/OFF

Kaki ke 1 switch terhubung ke listrik PLN dan kaki ke 2 terhubung ke Power supply 12 Volt dan hair dryer 2.3 Membuat Rancangan Box Pemanas

Gamabar 3. Box Sistem Dryer dan Tampak Bagian Bawah

(4)

Gamabar 4. Box Sistem Dryer dan Tampak Bagian Kanan dan Kiri

Tampilan alat sterilisasi dengan sistem dryer yang ditempatkan didalam sebuah box yang dikontrol dengan arduino uno, yang dapat memberikan suhu panas 56º celcius dan mengeringkan cairan. Berikut bagian-bagian pada gambar 3 dan 4 di atas.

1) Power supply 12 Volt 2) Arduino uno

3) Relay sambungan Hair dryer 4) Relay sambungan stand rotary 5) Tombol start

6) Tombol stop 7) Tombol menu 8) Tombol (+) 9) Tombol (-)

10) LCD 16x2 I2C 11) Switch ON/OFF 12) Hair dryer 1 13) Hair dryer 2 14) Stand rotry 15) Sensor ultrasonic 16) Buzzer

17) Sensor suhu

2.4 Alur Kerja Alat

Gambar 5. Flowchart Alur Kerja Alat

1. Atur suhu dan waktu dengan cara menekan tombol menu untuk memilih menu suhu dan menu waktu, kemudian tekan tombol (-) untuk mengurangi atau tekan tombol (+) untuk menambah suhu.

(5)

2. Setelah mengatur suhu dan waktu sesuai dengan yang dibutuhkan, kemudian tekan tombol start untuk memulai proses deteksi barang dan proses pemanasan.

3. Proses deteksi barang yang bertujuan sebagai syarat untuk memulai keseluruhan proses pemanasan.

4. Jika barang tidak terdeteksi maka langkah diulangi dari deteksi barang, tetapi jika barang terdeteksi maka kontroler Arduino akan mendeteksi suhu.

5. Deteksi suhu untuk mendapatkan informasi suhu didalam box pemanas

6. Kontroler Arduino mendeteksi suhu dan menampilkan suhu, kemudian stand rotary dihidupkan, dan komponen pemanas dihidupkan.

7. Jika suhu telah tercapai dan atau tombol start ditekan maka proses pemanasan dihentikan, jika tidak maka diulang dari deteksi suhu.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Uji Coba Produk

Pada tahap uji coba produk peneliti melakukan uji coba terhadap cara kerja alat, yang diuji coba pad acara kerja alat adalah :

3.1.1 Suhu

Pada uji coba suhu peneliti melakukan penaikan suhu 10ºC pada setiap kali pengujian dengan tujuan utnuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menaikan suhu pada permukaan barang.

Tabel 1. Uji Coba Suhu Suhu awal –

Suhu capai (C)

Waktu (menit/second)

Suhu di Permukaan Barang (C)

29º - 37º 01 : 29 31.5º

37º - 47º 03 : 31 40.2º

47º - 56º 07 : 21 43.1º

3.1.2 Performance Alat

Tabel 2. Uji Coba Performance Alat Volume dan Berat

Barang Suhu Awal Suhu Permukaan Barang

Sensor

Suhu Box Waktu

1.470m31Kg 29º 55.5º 56º 02:18.17

2.100m32Kg 29º 55.3º 56º 01:29.07

4.875m33Kg 22º 52.3º 56º 00:55.01

3.300m34Kg 25º 55.3º 56º 02:19.38

7.200m35Kg 25º 55.5º 56º 02:23.43

Berdasarkan uji coba yang dilakukan, peneliti mendaptkan hasil yaitu, uji coba pertama dengan menggunakan volume 1.470m3 dan berat barang 1Kg dan suhu awal yang 29ºC dan suhu yang diinginkan adalah 56ºC dimana suhu tersebut ditampilkan pada LCD, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang diinginkan tersebut adalah 02:18.17, suhu pada permukaan barang mencapai 55.5º yang diukur menggunakan thermogun.

1. Uji coba kedua menggunakan volume 2.100m3 dan berat barang 2Kg dan suhu awal 29ºC suhu yang diinginkan 56ºC dimana suhu tersebut ditampilkan pada LCD, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang diinginkan tersebut adalah 01:29.07, sementara suhu pada permukaan barang mencapai 55.3ºC yang diukur menggunakan thermogun.

2. Uji coba ketiga menggunakan volume 4.875m3 dan berat barang 3Kg dan suhu awal 22ºC suhu yang diinginkan 56ºC dimana suhu tersebut ditampilkan pada LCD, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang diinginkan tersebut adalah 00:55.01, sementara suhu pada permukaan barang mencapai 52.3ºC yang diukur menggunakan thermogun.

3. Uji coba keempat menggunakan volume 3.300m3 dan berat barang 4Kg dan suhu awal 25ºC suhu yang diinginkan 56ºC dimana suhu tersebut ditampilkan pada LCD, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang diinginkan tersebut adalah 02:19.83, sementara suhu pada permukaan barang mencapai 55.3ºC yang diukur menggunakan thermogun.

4. Uji coba kelima menggunakan volume 7.200m3 dan berat barang 5Kg dan suhu awal 25ºC suhu yang diinginkan 56ºC dimana suhu tersebut ditampilkan pada LCD, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu yang diinginkan tersebut adalah 02:23.43, sementara suhu pada permukaan barang mencapai 55.5ºC yang diukur menggunakan thermogun.

(6)

3.2 Revisi Produk

Revisi produk dilakukan sebagai tahapa untuk memperbaiki hasil dari uji coba pemakaian, adapun yang harus revisi sebagai berikut :

3.2.1 Suhu

Dari hasil percobaan yang dapat dilihat pada table uji coba suhu, didapatkan perbedaan suhu yang konstan pada suhu box dan suhu permukaan barang yaitu kurang lebih 10℃. Sehingga untuk mengatasi perbedaan antara suhu box dan suhu permukaan barang, maka peneliti merubah kode program yang sebelumnya sensor suhu membaca suhu yang real pada box, kemudian dirubah dengan suhu real dikurangi suhu perbedaan konstan yang di dapat dari percobaan yang telah dilakukan yaitu kurang lebih 10℃.

3.2.2 Performance Alat

Berdasarkan uji coba Performance alat didaptkan hasil box pemanas tidak bekerja dengan maksimal disebabkan oleh, dinding box pemanas terbuat dari akrilik sehingga peningkatan kenaikan suhu pemanas yang diberikan oleh box pemanas tidak maksimal, sehingga untuk mendapatkan peningkatan kenaikan suhu panas dapat ditambahkan aluminium foil pada setiap dinding box pemanas.

Sensor suhu DS18B20 tidak dapat mengukur suhu dengan akurat disebabkan jarak antara sensor dan barang tidak bersentuhan, utnuk mendapatkan suhu yang akurat peneliti merubah sensor suhu DS18B20 dengan sensor suhu MLX90614. Sensor ultrasonic yang tidak bekerja dengan maksimal disebabkan karena suhu yang tinggi, untuk mengatasi hal tersebut peneliti mengganti sensor ultrasonic menggunakan sensor proximitiy

3.3 Instalasi dan Alur Produksi

Gambar 6. Instalasi dan Alur Produksi

(7)

Keterangan proses instalasi Box dan rangkaian elektronika pada gambar 5 di atas:

1. Pemotongan Akrilik

2. Pengukuran dan pemotongan Kerangka 3. Membuat Lubang baut

4. Pemasangan kerangka ke Akrilik 5. Pemasangan pintu Box

6. Pemasangan Komponen Elektronika 7. Tampilan Alat

8. Pemasangan aluminium Foil 9. Pemasangan sensor suhu MLX

Gambar 7. Hasil Akhir Produk

Gambar 7 merupakan hasil akhir (tampilan akhir) dari alat yang dirancang, sebelah kiri dengan kondisi pintu box tertutup, dan sebelah kanan pintu box terbuka. Tombol yang tersedia untuk mengatur suhu dan durasi waktu. Masukkan barang yang akan disterilisasi, kemudian atur suhu dan waktu sesuai dengan yang dibutuhkan.

Tombol start untuk memulai proses deteksi barang dan proses pemanasan. Alat mendeteksi dan menampilkan suhu, kemudian stand rotary dihidupkan, dan komponen pemanas dihidupkan. Jika suhu tercapai maka proses pemanasan dihentikan.

4. KESIMPULAN

Hasil penelitian yang dilakukan dari alat sterilisasi virus barang belanjaan, yaitu: pada uji coba tahap 1 yang dilakukan menggunakan 2 buah hair dryer kenaikan suhu pada box masih membutuhkan waktu yang cukup lama, untuk menghasilkan suhu 47ºC-56ºC membutuhkan waktu 07:21 dengan suhu pada permukaan barang mencapai 43.1ºC. Uji coba tahap 2 dilakukan dengan penambahan hair dryer menjadi 3 buah, dengan perubahan posisi sensor, kenaikan suhu dari 28ºC-56ºC menjadi lebih cepat dari percobaan sebelumnya, yaitu 05:56, dengan suhu permukaan barang 48.2ºC. Uji coba tahap 3 dilakukan penambahan aluminium foil, kenaikan suhu pada box menjadi lebih cepat dari pada tahap kedua, dari suhu 27ºC-56ºC membutuhkan waktu 01:41 dan suhu pada permukaan barang 43.7º. Uji coba tahap 4 yang dilakukan dengan menambahkan sensor suhu menggunakan sensor suhu MLX, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu 56ºC dengan suhu awal 29ºC adalah 02:18 dan suhu pada permukaan barang 55.5ºC.

UCAPAN TERIMAKASIH

Terima kasih kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta LLDIKTI wilayah VIII atas bantuan dana hibah penelitian dosen pemula, sehingga penelitian ini dapat terselesaikan pada waktu yang tepat.

REFERENCES

[1] D. R. Hidayatullah, A. Darmawan, and S. Kallidumban, “Finding the Strategy After Corona Crisis: The New Normal and Resilient Economy Growth in Indonesia,” Int. J. Econ. Business, Entrep., vol. 3, no. 1, pp. 64–79, 2020, doi:

10.23960/ijebe.v3i1.71.

[2] “data covid ntb - Penelusuran Google.”

https://www.google.com/search?q=data+covid+ntb&rlz=1C1CHBD_idID831ID831&oq=data+covid+ntb&aqs=chrom

(8)

e..69i57j0l2j0i22i30l5.9941j0j7&sourceid=chrome&ie=UTF-8 (accessed Nov. 20, 2020).

[3] J. P. Abraham, B. D. Plourde, and L. Cheng, “Using heat to kill SARS-CoV-2,” Rev. Med. Virol., vol. 30, no. 5, pp. 8–

10, 2020, doi: 10.1002/rmv.2115.

[4] Borg, W. R. and M. D. Gall. 1989. Educational Research: An Introduction. Fifth Edition. New York and London:

Longman

[5] “BILIK STERILISASI / DESINFECTANT” DI LINGKUNGAN FASILKOM UNIVERSITAS SRIWIJAYA, Bilik Sterisasi, vol. 1. Palembang: Rossi Passarella, 2020.

[6] J. Bakkelund et al., “PERANCANGAN KIPAS ANGIN PENGATUR SUHU DAN KELEMBAPAN RUANGAN DENGAN METODE FUZZY SUGENO BERBASIS ARDUINO,” J. Mater. Process. Technol., vol. 1, no. 1, pp. 1–8, 2018, doi: 10.1109/robot.1994.350900.

[7] Y. Köksal and S. Penez, “Rancang Bangun Alat Pengering Rambut Otomatis Menggunakan Deret Sensor Berbasis Mikrokontroler Atmega 8535 Laporan,” Metrologia, vol. 53, no. 5, pp. 1–116, 2015, doi: 10.1590/s1809- 98232013000400007.

[8] K. Fatmawati, E. Sabna, and Y. Irawan, “Rancang Bangun Tempat Sampah Pintar Menggunakan Sensor Jarak Berbasis Mikrokontroler Arduino,” Riau J. Comput. Sci., vol. 6, no. 2, pp. 124–134, 2020.

[9] B. Supriyo, S. B. Kuntardjo, and Sihono, “Alat Peraga Kendali Pemanas Udara Berbasis Arduino Uno Sebagai Penunjang Praktikum Laboratorium Kendali,” J. Sains dan Teknol., vol. 1, no. 1, pp. 1–14, 2017, [Online]. Available:

https://ojs.uph.edu/index.php/FaSTJST/article/view/730.

[10] D. Purnamasari, “Perancangan Kotak Pendingin dan Penghangat Minuman Menggunakan Modul Termoelektrik Peltier TEC1-12706 Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno,” p. 46, 2017.

[11] F. I. Putra and A. B. Pulungan, “Alat Pengering Biji Pinang Berbasis Arduino,” vol. 6, no. 1, pp. 89–97, 2020.

[12] D. . Michael and D. Gustina, “Rancang Bangun Prototype Monitoring Kapasitas Air Pada Kolam Ikan Secara Otomatis Dengan Menggunakan Mikrokontroller Arduino,” IKRA-ITH Inform., vol. 3, no. 2, pp. 59–66, 2019.

[13] F. Imas, “Meningkatkan Keterampilan Literasi Informasi Siswa Melalui Penguasaan Konsep Materi Virus Pada Pembelajaran Biologi. BERORIENTASI WIKIPEDIA,” 2019.

[14] K. Imtihan, W. Bagye, M. Taufan, and A. Zaen, “Image Capture Device Based on Internet of Thing ( IoT ) Technology,” IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 1088, no. 012065, pp. 1–6, 2021, doi: 10.1088/1757- 899X/1088/1/012065.

[15] W. Bagye, K. Imtihan, M. Ashari, and S. Fadli, “The Potential of Hand Tractor Controller To Reduce The Risk of Hand- Arm Vibration Syndrome ( HAVS ),” IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 1088, no. 012077, pp. 1–6, 2021, doi:

10.1088/1757-899X/1088/1/012077.

[16] W. Bagye and Y. Yuliana, “Implementasi Greenfoot 3.0.4 Untuk Membangun Aplikasi Pengucapan Bahasa Inggris Pada Arrobbany Course,” J. Inform. dan Rekayasa Elektron., vol. 1, no. 1, p. 25, 2018, doi: 10.36595/jire.v1i1.28.

[17] M. Aditya, “SISTEM INFORMASI KEAMANAN KANDANG KAMBING BERBASIS INTERNET OF THINGS,”

2020. Accessed: Oct. 29, 2020. [Online]. Available: http://eprints.umg.ac.id/3733/.

[18] ANDRIYANTO, “RANCANG BANGUN SISTEM KEAMANAN KANDANG SAPI OTOMATIS MENGGUNAKAN ARDUINO UNO,SENSOR MAGNETIK SWITCH DAN SENSOR ULTRASONIK BERBASIS SMS GATEWAY,”

2019.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan software ini kita dapat mengontrol suhu pemanas, suhu pendingin, angka Reynold, dan Jumlah data sebagai masukan awal yang diinginkan.. Bahasa yang digunakan untuk dapat

[r]