Laporan keuangan memberikan informasi posisi keuangan, kinerja, perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang berguna bagi sejumlah besar pengguna untuk mengambil keputusan. Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), dan akuntabilitas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Penerapan standar akuntansi keuangan untuk hal-hal yang material: “Pernyataan ini tidak perlu diterapkan pada unsur-unsur yang tidak berwujud.”
IFRS akan berubah secara dinamis mengikuti perkembangan lingkungan bisnis dan kebutuhan informasi pengguna, sehingga PSAK akan berubah secara dinamis mengikuti IFRS. PSAK yang merubah lembaga lama namun sangat jauh berbeda, misalnya PSAK 72 Pendapatan Kontrak Pelanggan menggantikan PSAK 23 Pendapatan Sewa dan PSAK 73 Sewa menggantikan PSAK 30 Sewa. Merupakan kumpulan amandemen yang ruang lingkupnya sempit (narrow-scope) yang hanya bersifat memperjelas sehingga tidak ada usulan prinsip-prinsip baru atau perubahan signifikan terhadap prinsip-prinsip yang sudah ada.
PSAK efektif 2020
DE PSAK 2018
DE PSAK 2019
Aset biologis diukur pada pengakuan awal dan pada setiap akhir periode pelaporan sebesar nilai wajar dikurangi biaya penjualan, kecuali untuk kasus yang dijelaskan dalam paragraf 30 dimana nilai wajar tidak dapat diukur secara andal. Produk pertanian yang dipanen dari aset biologis atau tanaman produktif entitas diukur pada nilai wajar dikurangi biaya penjualan.
Ringkasan Perubahan
- Instrumen Keuangan
- Pendapatan dari Kontrak Pelanggan
- 5 Step Mengakuan Pendapatan
- Sewa
Pajakan selama lebih daripada satu tahun diiktiraf sebagai aset hak guna dan liabiliti pajakan, kecuali aset tetap jangka pendek dan bernilai rendah.
DE ISAK 35
DE PSAK 74 KONTRAK ASURANSI
Pendekatan Umum: Kelompok kontrak asuransi diukur berdasarkan nilai agregat arus kas pemenuhan dan margin layanan kontrak. Pendapatan dan beban asuransi atas jasa asuransi yang disajikan pada laba rugi tidak termasuk komponen investasi.
Dampak Perubahan Standar
Implikasi Standar Akuntansi
Implikasi Standar Akuntansi - Perpajakan
SAK ETAP
ISI SAK ETAP
SAK EMKM
ISI PENGATURAN
AGRIKULTUR PSAK 69
Latar BelakangLatar Belakang
Tujuan dan ruang Lingkup
Beberapa tanaman, misalnya tanaman teh, tanaman anggur, kelapa sawit, dan pohon karet, memenuhi definisi tanaman produktif (carrier plant) dan termasuk dalam ruang lingkup PSAK 16: Aset Tetap. Namun demikian, produk yang ditanam pada tanaman produktif (tanaman pembawa), misalnya daun teh, anggur, tandan buah segar dari kelapa sawit, dan lateks karet, termasuk dalam ruang lingkup PSAK 69: Pertanian.
Definisi
Transformasi biologis (transformasi biologis) terdiri dari proses pertumbuhan, degenerasi, produksi dan reproduksi yang menyebabkan perubahan kualitatif atau kuantitatif pada sumber daya hayati.
Tanaman Produktif
Aktivitas Agrikulutur
Hasil Transformasi biologis
Pengakuan
Entitas mengakui aset biologis atau produk agrikultur, jika dan hanya jika
Pengukuran
Keuntungan dan Kerugian
Ketidakmampuan Mengukur Nilai Wajar Andal – Par 30
Pengungkapan
Pengungkapan Rekonsiliasi (50)
Definisi Hibah – PSAK 61
Hibah Pemerintah
Pengungkapan – Hibah Pemerintah
Tanggal Efektif dan Ketentuan Transisi
Pengertian Aset Tetap
Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk
Diharapkan digunakan selama lebih dari satu periode
Revisi 2015
Tanaman produktif (bearer plants) adalah tanaman hidup yang
Pabrik produksi dicatat dengan cara yang sama seperti aset tetap, dibangun sendiri, sebelum berada di lokasi dan kondisi yang diperlukan untuk digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Pada tanggal 31 Desember 20X1, perusahaan mempunyai aset biologis berupa buah yang belum dikupas yang melekat pada tanaman produksi senilai 50.000.000. Meskipun penjualan tersebut diakui besar karena pembalikan ayat jurnal dilakukan pada tanggal 1 Januari 20X2, pendapatan yang diperoleh pada tahun 20X2 adalah
LK ASTRA AGRO LESTARI
Instrumen Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran
Klasifikasi Instrumen Keuangan – PSAK 50
Aset Keuangan
Liabilitas keuangan
Ekuitas
Instrumen Keuangan – PSAK 50
Perkembangan Standar Instrumen Keuangan
Instrumen Keuangan 50,55,60
Klasifikasi Instrumen Keuangan – PSAK 55
Instrumen Keuangan Pengungkapan
Entitas harus mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan menilai signifikansi instrumen keuangan terhadap posisi dan kinerja keuangan. Meskipun PSAK 71 akan menggantikan PSAK 55, namun PSAK 71 tidak menggantikan seluruh ketentuan dan persyaratan dalam PSAK 55. Hingga IASB menyelesaikan proyek lindung nilai makro, PSAK 71 memperbolehkan perusahaan untuk memilih menggunakan model akuntansi lindung nilai sesuai dengan PSAK 71 atau PSAK 55. mandiri.utuh.
Pengakuan Awal
Pembelian atau Penjualan Reguler Aset Keuangan
Penghentian Pengakuan Aset Keuangan
Penghentian Pengakuan Liabilitas Keuangan
Klasifikasi – Instrumen Keuangan
Aset keuangan
Klasifikasi Intrumen Keuangan
Instrumen Keuangan – Klasifikasi
Kriteria SPPI
Klasifikasi: Aset Keuangan
Klasifikasi: Liabilitas Keuangan
Klasifikasi Piutang Dagang
Opsi untuk Ditetapkan pada FVTPL
PENGUKURAN
Pengukuran Awal
PENGUKURAN –Pengukuran Selanjutnya
Pengukuran selanjutnya liabilitas keuangan
Pengukuran biaya perolehan diamortisasi Metode Bunga Efektif
Pengukuran biaya perolehan diamortisasi Modifikasi arus kas kontraktual
Penghapusan
Pengukuran Instrumen Keuangan
Informasi yang
Penurunan nilai – model baru
Penurunan Nilai
Kerugian Kredit Ekspektasian
Pendekatan umum
Kerugian kredit ekspektasian 12
Kerugian kredit ekspektasian
Elemen utama dari model penurunan nilai
Pendekatan pengukuran ganda – menerapkan definisi gagal bayar
Penilaian kenaikan risiko kredit signifikan
Pengecualian risiko kredit rendah
Piutang Dagang dan Piutang Sewa
Pendekatan Umum dan Disederhanakan atas Piutang Dagang
Probabilitas tertimbang
Nilai kini
Kekurangan kas
Mengukur Penurunan Nilai – ECL
PT Mawar memperkirakan skenario yang paling mungkin terjadi adalah seluruh jumlah akan dibayarkan tepat waktu. PT Mawar memperkirakan terdapat: 2% kemungkinan debitur tidak membayar sama sekali; dan kemungkinan 98% bahwa jumlah penuh akan dibayar pada saat jatuh tempo. Karena piutang jangka pendek tidak memiliki tingkat bunga kontraktual, hal ini berarti tingkat bunga efektif (EIR) adalah nol dan.
Merapi beroperasi hanya di satu lokasi geografis dan memiliki portofolio piutang usaha sebesar Rp 70 juta pada tanggal 31 Desember 20X1. LGD (Loss Giving Default) – perkiraan jumlah kerugian jika pinjaman gagal bayar – adalah 25% dan akan bertambah selama 12 bulan jika pinjaman gagal bayar. Penyisihan kerugian atas kerugian kredit ekspektasian 12 bulan adalah 250.000, yang dihitung dengan mengalikan jumlah arus kas terutang dalam kontrak.
Kelanjutan kasus no. 2 Pada tanggal 31 Desember 20X2 PT A menyimpulkan bahwa adalah tepat untuk mengakui kerugian kredit ekspektasian seumur hidup. Jika suatu saat pinjaman gagal bayar selama jangka waktu pinjaman, nilai kini dari sisa kekurangan kas adalah Rp pada tanggal 31 Desember 20X2.
Akuntansi Lindung Nilai
Akuntansi untuk Hubungan Lindung Nilai Kualifikasian 1
Akuntansi untuk Hubungan Lindung Nilai Kualifikasian 2
Tanggal Efektif
AKUNTANSI PENDAPATAN DARI KONTRAK
PELANGGAN -PSAK 72
Pengaturan Pendapatan
Tahapan Pengakuan Pendapatan
Tujuan
Menetapkan prinsip tentang sifat, jumlah, waktu, dan
Pencapaian tujuan
Mengidentifikan Kontrak – Par 9
Tidak memenuhi kontrak – Menerima Imbalan
Kombinasi Kontrak
Modifikasi Kontrak
Mengidentifikasi Kewajiban Pelaksanaan
Penyelesaian Kewajiban Pelaksanaan
Kewajiban Pelaksanaan yang Diselesaikan Sepanjang Waktu (Performance Obligation Over Time)
Kewajiban Pelaksanaan yang Diselesaikan Pada Waktu Tertentu (Performance Obligation At a Point In Time)
Pengukuran kemajuan terhadap penyelesaian kewajiban – sepanjang waktu
Mengalokasikan Harga Transaksi terhadap Kewajiban Pelaksanaan
Perubahan Harga Transaksi
Biaya Kontrak
Biaya inkremental atas Perolehan Kontrak
Biaya Pemenuhan Kontrak
Amortisasi dan Penurunan Nilai
Biaya inkremental atas Perolehan Kontrak
Penyajian
Tujuan dari persyaratan pengungkapan adalah agar entitas mengungkapkan informasi yang cukup untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan memahami sifat, jumlah, waktu dan ketidakpastian pendapatan dan arus kas yang timbul dari kontrak dengan pelanggan.
Pedoman Penerapan
- Identifikasi Kontrak Pelanggan
- Identifikasi Kewajiban Pelaksanaan
- Mengidentifikasi Kewajiban Pelaksanaan
- Menentukan harga transaksi
Dengan metode modifikasi prospektif, harga baru yaitu 983.333 akan dijadikan nilai jual per unit pada periode setelah modifikasi kontrak. Penjualan komputer dan garansi 3 bulan merupakan kewajiban penegakan hukum karena saling bergantung dan berkaitan satu sama lain.
Voucher Belanja
Perusahaan memberikan diskon sebesar NOK 220 dan pendapatan dari voucher ketika pelanggan menggunakan voucher sebelum masa berlakunya berakhir. PT Melati menyetujui kontrak penyediaan layanan handset dan telepon serta SMS selama dua tahun. Pelanggan dapat memilih untuk membeli layanan setiap bulannya, harga layanan sesuai dengan harga jual yang berdiri sendiri.
PT Melati menyatakan janji penyediaan layanan handset dan jaringan merupakan kewajiban pelaksanaan tersendiri. Opsi untuk membeli tambahan menit panggilan dan SMS tidak memberikan hak signifikan yang tidak akan diterima pelanggan tanpa mengadakan kontrak, perusahaan menyimpulkan bahwa hal tersebut bukan merupakan kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Perusahaan tidak mengalokasikan harga transaksi untuk tambahan menit dan opsi SMS pada saat Perusahaan menyediakan layanan tersebut.
Pemberian kepada Pelanggan tidak material
SEWA
PSAK yang digantikan
STRUKTUR STANDAR
RUANG LINGKUP SEWA
Ruang Lingkup
PENGECUALIAN PENGAKUAN
Kelas aset pendasar ialah kumpulan aset pendasar yang mempunyai sifat dan kegunaan yang serupa dalam operasi entiti.
Pengecualian – pedoman aplikasi
IDENTIFIKASI SEWA
Indentifikasi Sewa
MENGIDENTIFIKASI SEWA
Identifikasi Kontrak Sewa
Memisahkan komponen sewa
Masa Sewa
Entitas mendefinisikan masa sewa sebagai masa sewa yang tidak dapat dibatalkan, dan juga:. a) jangka waktu yang tercakup dalam opsi untuk memperpanjang sewa jika penyewa cukup yakin untuk melaksanakan opsi tersebut; Dan. b) jangka waktu yang tercakup dalam opsi untuk mengakhiri sewa jika penyewa cukup yakin untuk tidak melaksanakan opsi tersebut.
Perubahan Masa Sewa
Penilaian kembali Masa Sewa
Akuntansi Penyewa
Pengukuran Awal Aset Hak Guna
Penyewa
Biaya Perolehan Aset Hak Guna
Pengukuran Awal Liabilitas Sewa
Pembayaran sewa
Setelah tanggal permulaan, penyewa mengukur aset hak guna menggunakan model biaya, kecuali entitas menerapkan model pengukuran yang berbeda seperti yang dijelaskan dalam paragraf 34 dan 35.
Pengukuran Selanjutnya Aset Hak Guna
Model Biaya
Jika penyewa menerapkan model nilai wajar sesuai PSAK 13: untuk aset properti investasinya, maka penyewa juga menerapkan model nilai wajar untuk aset hak pakai yang memenuhi definisi properti investasi dalam PSAK 13: Properti investasi. Jika aset hak pakai termasuk dalam kelompok aset tetap dimana penyewa menggunakan model revaluasi sesuai dengan PSAK 16: Aset tetap, maka.
Model Pengukuran lainnya
Pengukuran selanjutnya liabilitas sewa
Penilaian kembali liabilitas sewa
Penyewa menentukan tingkat diskonto yang direvisi sebagai tingkat bunga implisit dalam sewa untuk sisa masa sewa, jika tingkat diskonto yang direvisi tersebut dapat ditentukan; atau tingkat bunga pinjaman tambahan yang dimiliki penyewa sejak tanggal revaluasi, jika tingkat bunga tidak dapat ditentukan secara implisit dalam sewa. Penyewa menggunakan tingkat diskonto yang tidak berubah, kecuali perubahan pembayaran sewa disebabkan oleh perubahan suku bunga mengambang.
Modifikasi Sewa
Penyewa mengakui dalam laba rugi setiap keuntungan atau kerugian sehubungan dengan penghentian sebagian atau seluruh sewa.
Penyajian – Posisi Keuangan
Penyajian – Laba Rugi dan Laporan Arus Kas
Pengungkapan – par 53
Jumlah yang diungkapkan termasuk biaya yang dimasukkan penyewa ke dalam jumlah tercatat aset lain-lain selama periode pelaporan. Dalam hal ini, penyewa tidak berkewajiban untuk menyediakan pengungkapan dalam paragraf 53(a), (f), (h) atau (j) untuk aset hak pakai. Penyewa mengungkapkan analisis distribusi liabilitas sewa dengan menerapkan PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan paragraf 39 dan PP11 secara terpisah dari analisis distribusi liabilitas keuangan lainnya.
Selain itu, penyewa mengungkapkan informasi kualitatif dan kuantitatif tambahan mengenai aktivitas penyewaannya. Informasi tambahan ini mungkin mencakup, namun tidak terbatas pada, informasi yang mungkin. Penyewa yang mencatat sewa jangka pendek atau sewa aset kecil dengan menggunakan Pasal 06 harus mengungkapkan fakta ini.
AKUNTANSI PESEWA
KLASIFIKASI
Pesewa
Indikator
Sewa Pembiayaan
Investasi neto sewa