• Tidak ada hasil yang ditemukan

KLASIFIKASI EMOSI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL HEARTBREAK FORMULA KARYA MPUR CHAN: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA

N/A
N/A
mayza fariza

Academic year: 2023

Membagikan "KLASIFIKASI EMOSI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL HEARTBREAK FORMULA KARYA MPUR CHAN: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

KLASIFIKASI EMOSI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL HEARTBREAK FORMULA KARYA MPUR CHAN: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA

Mayza Fariza Nzulafri 210701073

Novel Heartbreak Formula karya Mpur Chan merupakan novel terjemahan yang menceritakan tentang Summer Mayberry. Summer adalah anak yang suka menonton teater dikarenakan ayahnya seorang penulis naskah. Namun, suatu saat ayahnya yang sangat ia cintai pergi meninggalkan anak dan istrinya. Ibu Summer semenjak saat itu mulai menyibukkan diri untuk bekerja dan jarang memberikan perhatiannya pada Summer. Pada saat-saat murung tersebut, Harry, sahabat kecil Summer selalu berada di sampingnya sehingga Summer tidak merasa kesepian. Akan tetapi, pada saat mereka beranjak remaja, Harry mulai menjauhinya hingga bersikap seperti orang asing. Ternyata, Harry telah memiliki pacar. Di tambah lagi, teman-teman klub football Harry mengolok-olok keluarga Summer dan Harry memilih untuk tidak membela Summer. Summer merasa kehilangan satu-satunya sisa tempat bersandar.

Summer merasa sendirian dan karena kesedihannya terasa begitu mandalam, Summer mencoba bunuh diri. Percobaan bunuh diri Summer gagal. Summer kemudian dikenalkan pada projek penelitian formula yang dapat membuat manusia lupa akan kenangan buruk yang bernama Formula Olvidelo. Setelah menerima persetujuan, Summer menjalani projek tersebut bersama 11 peserta lainnya yang diberi nama 12 bulan. Dalam perjalanannya Summer akhirnya berhasil menemukan dirinya sendiri dan sembuh tanpa harus mengikuti projek sampai akhir dan menggunakan Formula Olvidelo. Summer belajar cara memaafkan dan mencintai kembali.

Novel ini menarik untuk dikaji dalam bidang psikologi sastra dikarenakan mengandung banyak unsur-unsur dan fenomena psikologi di dalamnya. Tidak hanya yang terjadi pada tokoh utama, melainkan setiap tokoh memiliki kondisi psikologi dan latar cerita yang berbeda-beda.

Namun, laporan ini memfokuskan klasifikasi emosi yang terdapat pada tokoh utama saja.

Klasifikasi emosi ialah emosi-emosi kegembiraan, kemarahan, ketakutan, dan kesedihan yang kerap kali dianggap sebagai emosi yang paling mendasar (primary emotions).

Situasi yang membangkitkan perasaan-perasaan tersebut sangat terkait dengan tindakan yang ditimbulkannya dan mengakibatkan meningkat ketegangan (Minderop, 2011). Emosi merupakan kecenderungan yang membuat seseorang menjadi frustasi, tetapi emosi juga bisa membantu seseorang tetap termotivasi untuk bertahan hidup, meskipun terkadang kadar emosi

(2)

yang muncul menjadi tidak terkontrol. Menurut Krech (dalam Septiana, dkk, 2020) terdapat tujuh klasifikasi emosi manusia, yaitu: 1) konsep rasa bersalah, 2) rasa bersalah yang dipendam, 3) menghukum diri sendiri, 4) rasa malu, 5) kesedihan, 6) kebencian, dan 7) cinta.

Berikut tujuh klasifikasi yang terdapat pada tokoh utama novel Heartbreak Formula karya Mpur Chan:

1. Konsep Rasa Bersalah

Rasa bersalah biasanya muncul ketika tokoh melakukan suatu kesalahan yang merugikan orang lain. Misalnya perbuatan yang dapat menyinggung, menyindir, atau hal-hal yang mebuat orang lain merasa tidak nyaman. Pada novel Heartbreak Formula karya Mpur Chan, rasa bersalah yang dialami oleh Summer Mayberry terdapat dalam bagian saat Summer menepis tangan May yang kemudian membuat jus stroberi tumpah hingga mengenai buku sketsa June. June yang melihat itu langsung beranjak pergi tanpa mengatakan apapun.

Rasa bersalah hinggap di hatiku ketika melihat kepergian June. Ingin sekali aku memanggilnya untuk meminta maaf. Bagaimanapun, ini adalah salahku yang menepis tangan May. (Chan, 2017: 147)

Dalam kutipan di atas, Summer menyadari kesalahannya. Oleh karena itu, Summer merasakan perasaan bersalah kepada June.

2. Rasa Bersalah yang dipendam

Tidak semua hal dapat diungkapkan dengan mudah, terlebih lagi perasaan bersalah yang berkemungkinan membuat seseorang mengucapkan kata maaf. Krech (dalam Minderop, 2011) menjelaskan bahwa dalam kasus rasa bersalah, seseorang cenderung merasa bersalah dengan cara memendam dalam dirinya sendiri, memang ia biasanya bersikap baik, tetapi ia seseorang yang buruk. Mengucapkan kata maaf terkadang dianggap sebagai tindakan dalam menurunkan harga diri dan ego pada diri seseorang.

Pada novel Heartbreak Formula karya Mpur Chan, rasa bersalah yang dipendam oleh Summer Mayberry terdapat dalam bagian saat mereka melanjutkan kegiatan besok harinya setelah kejadian menumpahkan susu stoberi ke buku June. Jika dilihat kembali, Summer yang tidak langsung mengatakan maaf setelah mengetahui bahwa dia bersalah sudah masuk ke dalam bagian ‘rasa bersalah yang dipendam’, hanya saja kutipan berikut memperjelas perilaku memendamnya dengan cara mengelak dari kesalahan.

Dalam perjalananku menuju area tersebut, di koridor kudapati sosok June yang membelakangiku. Tiba-tiba saja, aku jadi ragu untuk menyusulnya. Aku teringat kejadian saat makan malam. Pikiranku berkata bahwa seharusnya aku

(3)

tak usah meminta maaf atas kejadian itu, karena itu bukan seluruhnya kesalahanku. (Chan, 2017: 154)

Meskipun begitu, itu hanyalah pemikiran sesaat karena setelahnya Summer segera mencoba meminta maaf.

3. Menghukum Diri Sendiri

Menghukum diri sendiri merupakan proses ketika seseorang menyadari dan mengakui kesalahannya. Biasanya dikarenakan perasaan bersalah yang tidak dapat terbendung sehingga seseorang akan menghukum diri sendiri untuk meringankan perasaan bersalahnya. Dalam hal ini, pada novel Heartbreak Formula karya Mpur Chan, Summer Mayberry tidak memilikinya. Summer dapat dikatakan merupakan korban dari kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya. Bagian yang menceritakan tentang perasaan menghukum diri sendiri berisi tentang apa yang dilakukan oleh ayah Summer. Ayah Summer gagal menjadi seorang penulis teater terkenal, hal itu membuatnya dianggap sebagai orang yang tidak layak diterima oleh lingkungannya.

Karena kegagalan tersebut, ayah Summer merasa bersalah pada keluarganya dan memilih untuk meninggalkan istri dan anaknya.

4. Rasa Malu

Rasa malu juga merupakan perasaan yang muncul setelah seseorang menyadari dan mengakui kesalahannya. Rasa malu biasanya memberikan sensasi kepada seseorang untuk tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, bahkan membuat seseorang ingin melupakan kesalahan yang dilakukan. Perasaan ini akan membuat seseorang tidak ingin bertemu dengan orang lain, terutama orang yang memiliki hubungan dengan kesalahan yang telah dilakukan. Untuk rasa malu pun, pada novel Heartbreak Formula karya Mpur Chan, Summer Mayberry tidak mengalaminya.

Summer yang tidak begitu banyak mendapatkan perhatian dan kehangatan menjadi sosok yang tidak begitu pandai berekspresi dan tidak begitu perasa. Dibandingkan rasa malu, Summer lebih sering merasa khawatir, takut, sedih, dan marah.

5. Kesedihan

Kesedihan merupakan perasaan yang dapat muncul dari penyesalan, kesepian, kesendirian, dan hal-hal lainnya yang dapat membuat seseorang maupun orang lain mengeluarkan air mata kesedihan. Pada novel Heartbreak Formula karya Mpur Chan,

(4)

kesedihan yang dialami oleh Summer Mayberry terdapat dalam bagian saat Summer bersama dengan teman kecilnya, Harry dan orang-orang yang berada dalam satu club dengan Harry terang-terangan mengolok keadaan keluarga Summer. Namun, bukannya membela Summer, Harry mengatakan bahwa mereka hanya bercanda.

“Beranda?” Kutatap Harry nanar. Aku tak percaya Harry akan mengatakan hal itu. Maksudnya, situasi keluargaku pantas jadi candaan? (Chan, 2017: 25) Dalam kutipan di atas, kesedihan yang dialami Summer disebabkan oleh 2 hal.

Pertama, dikarenakan rasa tidak nyaman yang disebabkan oleh teman satu club Harry, Beefer, menyinggung ayah Summer yang meninggalkan ibunya dengan wanita lain dan menyamakannya dengan keadaan Summer yang ditinggal oleh Harry, sahabatnya sekaligus orang yang disukainya, karena sudah memiliki kekasih. Kedua, dikarenakan Harry sebagai sosok yang mengetahui kisah keluarga Summer lebih dari siapapun menganggap bahwa ucapan Beefer hanya candaan semata.

Kesedihan juga terdapat pada saat Summer merasa ingin mengakhiri hidupnya.

Ketika Summer menelfon ibunya yang jarang bertemu untuk bercerita, ibu Summer bersikap tidak peduli dan membuat Summer benar-benar merasa sendiri dan kesepian.

Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut.

Aku terpaku. Tanpa kusadari, aku terisak. Bendungan air mataku jebol begitu saja sampai aku tak tahu mana yang air mata dan mana yang air hujan.

Semuanya campur aduk. Sama seperti perasaanku. (Chan, 2017: 30-31)

Kesedihan lainnya terdapat pada saat para peserta sedang berkaca di pintu bangsal. Summer menatap pantulan dirinya yang terlihat sangat kurus. Hal ini dapat dilihat pada kutipan berikut.

Tubuhku lebih kurus dari beberapa bulan lalu. Ketika kuraba, aku bisa merasakan tulang-tulang rusukku. Dari seluruh bagian wajahku, mata biruku- lah yang paling menonjol. Hanya dengan melihat mataku, semua kenangan buruk itu muncul kembali. (Chan, 2017:88)

Summer merasa sedih karena mata birunya didapatkan dari sang ayah.

6. Kebencian

Kebencian merupakan perasaan yang timbul dari rasa marah, kecewa, iri hati, dendam, dan hal-hal yang berbau pertengkaran atau ketidaksukaan yang timbul kepada orang lain. Pada novel Heartbreak Formula karya Mpur Chan, kebencian yang dialami oleh Summer Mayberry terdapat dalam bagian Summer dan peserta lainnya diminta untuk memasuki ruangan yang dinamakan labirin cermin. Labirin cermin memiliki

(5)

fungsi mengembalikan ingatan yang ingin dilupakan oleh para peserta. Saat itu Summer diingatkan pada hari yang dibencinya. Hal tersebut dapat dilihat dari kutipan berikut.

Kata-kata yang diucapkan Harry sore itu menggema di kepalaku. Ini membuatku semakin membencinya! Aku benci orang-orang yang menghianatiku! (Chan, 2017: 83)

7. Cinta

Cinta merupakan perasaan yang bertolak-belakang dengan kebencian. Rasa cinta muncul karena rasa suka dan kasih sayang seseorang terhadap orang lain atau sesuatu yang biasanya berperan penting dalam hidupnya. Rasa cinta dapat mencakup perasaan ingin mengasihi, melindungi, dan perasaan yang bersifat hangat lainnya. Pada novel Heartbreak Formula karya Mpur Chan, rasa cinta yang dialami oleh Summer Mayberry terdapat dalam bagian akhir, pada saat Summer kembali bertemu June setelah 2 tahun. June telah menjadi pelukis sesuai impiannya dan membuka pameran. June juga telah menggunakan Formula Olvidelo, sehingga dia melupakan segalanya tentang Summer. Perasaan cinta yang dimiliki Summer digambarkan dengan bagaimana dia merasa ingin diperhatikan oleh June dan rasa rindunya terhadap sosok June. Hal ini dapat dilihat dari kutipan berikut.

Semakin dekat, jantungku berdetak semakin cepat seiring dengan meluapnya rasa rinduku terhadap sosoknya. (Chan, 2017: 280)

Kutipan diatas menjelaskan perasaan gugup dan semangat untuk meluapkan rasa rindu yang digambarkan dengan jantung yang berdetak semakin cepat.

Aku ingin dia melihatku. Aku tak pernah merasa seperti ini seumur hidupku.

Aku tak ingin orang lain melihatku. Namun sekarang, aku menginginkan perhatian itu hanya dari lelaki yang ada di hadapanku ini. (Chan, 2017: 281)

Referensi

Dokumen terkait

batin yang dialami oleh tokoh Ganis dalam novel Mantan Ledek. Tayub karya

4.1 Perilaku Kuntara yang Merupakan Respon dari Stimulus Tokoh-tokoh Lain Dalam Novel Saksi Mata Karya Suparto Brata

Berikut kutipan yang menggambarkan rasa bersalah yang dipendam oleh tokoh utama Tara dalam novel 12 Menit karya Oka Aurora... Namun, sejak kecelakaan merenggut

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perwatakan dan konflik psikis yang dialami tokoh utama dalam novel Garuda Putih karya Suparto Brata ditinjau dengan teori

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) bentuk konflik psikologis yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Lutte karya Gitlicious yaitu berupa kecemasan, kebimbangan,

Emosi negatif menurut Anggraini (2019: 36) mengatakan bahwa emosi negatif adalah keadaan yang tidak menyenangkan yang bisa mempengaruhi sikap dan prilaku manusia untuk

Data temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat seluruh jenis kepribadian pada teori struktur kepribadian sastra yang dicetuskan oleh Sigmund Freund di dalam novel Pancarona karya

Berdasarkan tinjauan di atas, penelitian dengan judul “analisis emosi tokoh Laylā dalam novel Al-arwa<hu al- mutamarridah pada tema Maḍja’u Al-‘Urūsi karya