Pertemuan 2 :
M. Engkos Kosim, S.T., M.T.
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik
Universitas Pelita Bangsa 2023
Pendahuluan
• Tata Letak pabrik (Plant Layout) atau tata letak fasilitas (Fasilities layout) di definisikan sebagai tata cara pengaturan fasilitas-fasilitas pabrik guna menunjang kelancaran proses produksi.
• Dalam tata letak pabrik ada 2 hal yang diatur letaknya yaitu:
1. Pengaturan mesin (Machine Layout)
2. Pengaturan departemen yang ada dari pabrik (Departemen layout)
1.Tujuan Perencanaan dan Pengaturan Tata Letak Pabrik
Secara garis beşar tujuan utama dari tata letak pabrik ialahmengatur area kerja dan segala fasilitas produksi yang paling ekonomis untuk operasi produksi, aman, dan nyamansehingga akan dapat digunakan untukmenaikkan moral kerja dan perfomansi kerja dari operator. Lebih spesifik lagi suatu tata letak yang baik akan memberikan beberapa keuntungan-keuntungan dalam system produksi, yaitu antara lain sebagai berikut:
1. Menaikkan output produksi Tata letak yang baik memberikan output yang lebih besar dengan ongkos yang sama atau lebih sedikit, manhoursyang lebih kecil dan mengurangi jam kerja mesin
2. Mengurangi waktu tunggu (delay) Pengaturan yang terorganisir dan terencana dapat mengurangi waktu tunggu yang berlebihan.
3. Mengurangi proses pemindahan bahan(material handling)Biaya pemindahan bahan bisa mencapai30%
sampai 90% dari total biaya produksi, maka yg bertanggung jawab thd perencanaan tata letak akan lebih menekankan desainnya pada usaha-usaha memindahkan aktivitas pemindahan bahan pada saat produksi berlangsung.
4. Menghemat penggunaan areal untuk produksi, gudang dan service Perencanaan tata letak yang optimal akan mengatasi segala pemborosan pemakaian ruangan.
5. Pendaya guna yang lebih besar dari pemakai mesin, tenaga kerja, dan/atau fasilitas produksi lainnyatata letak yang terencana baik kan membantu pendayagunaan elemen-elemen produski secra lebih efektif dan efisen.
6. MengurangiInventory in-processdikehendaki bahan baku untuk berpindah dari satu operasi ke operasi berikutnya, mengurangi bertumpuknya material in process
7. Proses manufacturing yang lebih singkat memperpendek jarak antara operasi satu dengan berikutnya
1.Tujuan Perencanaan dan Pengaturan Tata Letak Pabrik
8. Mengurangi resiko bagi kesehatan & Keselatan kerja operatorPerencanaan tata letak pabrik ditujukan untuk membuat suasana kerja yang nyaman dan aman bagi mereka yg bekerja di dalamnya.
9. Memperbaiki moral dan kepuasan kerja pda dasarnya orang ingin bekerja dengan lingkungan yang segala sesuatunya diatur secara tertib, rapi dan baik. Penerangan yang cukup, sirkulasi yg enak akan menciptakan suasana kerja yg menyenangkan sehingga moral dan kepuasan kerja akan dapat ditingkatkan.
10. Mempermudah aktivitas supervisicontoh: dengan meletakan kantor/ruangan di atas, maka seorang supervisor, akan mudah mengamati segala aktivitas yg sedang berlangsung
11. Mengurangi kemacetan & kesimpangsiuranmaterial yg mengganggu, gerakan pemindahan yg tidak perlu, serta banyaknya perpotongan (intersection) dari lintasan yang ada akan menyebabkan kesimpansiuran yg akhirnya membawa ke arah kemacetan.
12. Mengurangi factor yang bisa merugikan & mempengaruhi kualitas dari bahan baku ataupun produk jadi Tata letak yang direncanakan secara baik akan dapat mengurangi kerusakan yang bisa terjadi pada bahan baku ataupun produk jadi. Getaran, debu dapat secara mudah merusak kualitas material ataupun produk.
2. Prinsip-Prinsip Dasar didalam Perencanaan Tata Letak Pabrik
a. Prinsip Integrasi Secara Total
Prinsip ini menyatakan bahwa tata letak pabrik merupakan integrasi secara total dari seluruh elemen produksi yang ada (manusia, material, mesin dan pendukung lainnya) menjadi satu unit operasi yang besar.
b. Prinsip jarak pemindahan bahan yang paling minimal
Prinsip ini berkaitan dengan perpindahan atau pergerakan manusia
dan material. Tata letak harus diatur sedekat mungkin untuk
meminimalisasi perjalanan dan pergerakan. perlu diingat bahwa
jarak yang jauh dapat meningkatkan penggunaan waktu kerja yang
juga akan meningkatkan biaya oprasional
2. Prinsip-Prinsip Dasar didalam Perencanaan Tata Letak Pabrik
c. Prinsip Aliran dari suatu proses kerja
Layout atau tata letak yang baik adalah layout yang dapat memperlancar aliran perpindahan material hingga tahap penyelesaianya. Dengan prinsip ini diusahakan untuk menghindari adanya gerakan balik (back- tracking), gerakan memotong (cross-movement), kemacetan dan sedapat mungkin material bergerak terus tanpa ada interupsi.
d. Prinsip Pemanfaatan Ruangan
layout atau tata letak yang baik adalah memanfaatkan keseluruhan ruang
baik ruang horizontal maupun ruang verticalnya. Pemanpaatan optimal
bukan saja pada lantai ruangan saja, namun juga meliputi tinggi ruangan.
2. Prinsip-Prinsip Dasar didalam Perencanaan Tata Letak Pabrik
e. Prinsip Kepuasan & Keselamatan Kerja
Sebuah layout atau tata letak yang yang baik adalah layout yang mempeltimbangkan keselamatan, keamanan, kenyamanan dan kepuasan tenaga kerja sena keamanan fasilitas seperti menghindari terjadinya kebakaran dan kemalingan.
f. Prinsip Fleksibilitas
Sebuah layout atau tata letak yang bark adalah layout yang tidak memakan biaya besar dan waktu lama saat terjadi perubahan.
Kebutuhan masa depan seharusnya dijadikan salah satu
pertimbangan dalam melakukan perancangan layout atau tata letak
pasilitas pabrik.
3. Langkah-langkah Perencanaan Tata Letak Pabrik
Tata letak yang baik dari segala fasilitas produksi dalam suatu pabrik adalah dasar untuk membuat operasi kerja menjadi lebih efektif dan efisien.
Secara umum pengaturan daripada semua fasilitas produksi ini direncanakan sedemikian rupa sehingga akan diperoleh:
• Minimum transportasi dari proses pemindahan bahan
• Minimum gerakan balik yang tidak perlu
• Minimum pemakaian area tanah
• Pola aliran produksi yang terbaik
• Keseimbangan penggunaan area tanah yang dimiliki
• Keseimbangan di dalam lintasan perakitan ( assembly line balancing
• Kemungkinan dan fleksibilitas untuk menghadapi kemungkinan ekspansi dimasa
mendatang
3. Langkah-langkah Perencanaan Tata Letak Pabrik
Pada dasarnya proses pengaturan segala fasilitas produksi dalam pabrik ini akan dibedakan dalam dua tahapan, yaitu sebagai berikut :
Pengaturan tata letak mesin dan fasilitas produksi (machine layout), yitu pengaturan dari semua mesin-mesin dan fasilitas yang
diperlukan untuk proses produksi didalam tiap-tiap departemen dari pabrik yang ada.
Pengaturan tata letak departemen, yaitu pengaturan bagian atau
departemen serta hubungannya satu dengan lainnya di dalam
pabrik yang bersangkutan
Diagram Skematis Langkah-langkah Dasar Dalam Perencanaan Tata Letak Pabrik
4. Aspek Perancangan Bangunan Pabrik
• Fungsi utama dari bangunan pabrik adalah untuk memberikan perlindungan bagi manusia, mesin, produk, material dll
• Hal ini dapat memberikan pengaruh yang besar untuk perencanaan layout pabrik secara lebih efektif.
• Masalah-masalah umum di dalam tata letak pabrik yang erat kaitannya dengan pendirian bangunan pabrik:
1. Pemindahan bahan (material handling) 2. Penerangan tempat/area kerja
3. Kebutuhan akan gudang untuk menyimpan bahan atau produk 4. Pemanasan atau sirkuasi udara (air conditioning)
5. Macam dan bentuk dari desain produk
6. Peralatan yang digunakan untuk proses produksi
4. Aspek Perancangan Bangunan Pabrik
• Beberapa aspek yang cukup penting untuk dijadikan pertimbangan di dalam merencanakan bangunan Pabrik:
1. Desain bangunan dan konstruksinya
• Secara umum bangunan pabrik dibuat
sedemikian rupa sehingga mereka akan dapat memnfaatkan penerangan alam (natural light)
• Secara kasar mereka dibangun menurut bentuk- bentuk huruf I, L, E, T, U, H atau F tergantung pada macam aliran material yang digunakan
• Sejumlah variasi dalam konstruksi atap dapat dibuat dengan memberikan pertimbangan dalam hal ventilasi dan penerangannya seperti gambar berikut
4. Aspek Perancangan Bangunan Pabrik
2. Jarak bentangan dan kolom (Bay &column dimension)
• Umum diketahui bhawa dalam perencanaan luas area suatu departemen dan penetapan jalan lintasan, maka beberapa pertimbnagan mengenai jarak kolom ataupun lebar bentangan adalah satu hal yang penting terutama menyangga atap bangunan.
• Secara umum jarak kolomdan bentangan yang lebar akan lebih disukai karena hal ini akan menaikan efisiensi di dalam proses pemindahan material, engaturan mesin dan fasilitas produksi lainnya, serta akan memberikan fleksibilitas untuk perubahan- perubahan tata letak pabrik dimasa yang akan datang.
4. Aspek Perancangan Bangunan Pabrik
3. Lantai (floor)
• Ada 2 hal yang umum yang harus diperhatikan di dalam merencanakan pembuatan lantai pabrik yaitu:
1. Lantai atau pondasi harus cukup kuat untuk menunjang segala peralatan dan produk yang ada
2. Lantai harus cukup rata untuk keseluruhan bangunan pabrik
• Disamping itu ketahanan untuk menerima getaran, benturan, kemudahan untuk dibersihkan, kemamouan untuk menyerap suara bising, dan lain-lain harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya.
4. Aspek Perancangan Bangunan Pabrik
4. Dinding dan Jendela
• Untuk menentukan apakah perlu menerapkan banyak jendela atau tidak, maka orang harus mempertimbangkan factor produk yang akan dibuat dan kondisi dari iklim
dimana pabrik itu hendak didirikan.
• Kondisi-kondisi berikut akan cenderung untuk mengurangi pemakaian banyak jendela di dalam bangunan pabrik antara lain:
1. Apakah pekerjaan akan terganggu oleh debu, kotoran ataupun pencemaran dari luar.
2. Apabila pekerjaan akan dipengaruhi oleh perubahan temperature dan humidity 3. Iklim yang ada terasa sangat panas dan dingin sekali
4. Faktor kebisingan yang berasal dari luar dirasakan akan mengganggu pekerjaan 5. Penerangan Buatan (artificial light) biayanya tidak terlalu mahal
4. Aspek Perancangan Bangunan Pabrik
5. Atap dan Langit-langit (roof & ceiling)
• Atap bangunan dengan bentuk datar (flat roof) cenderung untuk dipergunakan saat ini.
• Tinggi langit-langit umumnya sekitar 3 sampai 5 meter (tanpa pemanas/pendingin) atau sekitar 6 meter apabila dikehendaki adanya ventilasi, pemakaian overhead crane, dll.
• Untuk pabrik yang memproduksi benda kerja besar, maka tinggu langit-langit bisa diambil stinggi maksimum benda kerja ditambah kelonggaran sebesar 100 persen.
4. Aspek Perancangan Bangunan Pabrik
6. Bangunan satu atau banyak
• Pada awalnya pabrik banyak sekali menggunakan bangunan yang bertingkat, karena adanya keterbatasan fasilitas transportasi terpaksa mendirikan bangunan semacam ini dikota-kota besar.
• Disamping itu dengan mahalnya harga tanah, keterbatasan area yang dimiliki, dll, bentuk bangunan pabrik bertingkat menjadi sangat popular
• Bangunan bertingkat satu umum digunakan apabila kondisi-kondisi sebagai berikut ini cukup terpenuhi yaitu:
Pemindahan bahan sangat sulit dilaksanakan karena sangat besar dan berat
Harga tanah yang cukup murah dan mudah didapatkan dalam area yang luas
Penerangan alam lebih diinginkan
Lantai/pondasi yang sanggup memikul bahan yang berat dikehendaki
Tanah masih cukup luas untuk memungkinkan perluasan
Perubahan terhadap tata letak pabrik seringkali diadakan
5. Pertimbangan-pertimbangan dalam Perancangan Pabrik
• Merencanakan pabrik dengan tetap menggunakan bangunan yang sudah ada (existing building) atau sama sekali mendirikan bangunan pabrik yang baru (new building) akan memberikan keuntungan dan kerugian untuk masing-masing alternative tersebut yaitu sebagi berikut:
BANGUNAN LAMA (EXISTING BUILDING)
KEUNTUNGAN KERUGIAN
Dapat secara tepat menentukan perubahan- perubahan yang perlu dilakukan sesuai dengan proses produksi atau desian baru
Kemungkinan menimbulkan pembiayaan yang tidak ekonomis karena adanya pembatasan ukuran dan bentuk bangunan
Pembiayaan riil dapat ditentukan dengan tepat Sulit untuk mengadakan perluasan pabrik di masa mendatang
5. Pertimbangan-pertimbangan dalam Perancangan Pabrik
BANGUNAN LAMA (NEW BUILDING)
KEUNTUNGAN KERUGIAN
Tata letak bisa disesuaikan dengan tepat sesuai dengan proses produksi dan produk-produk baru
Banyak digunakan cara yang hanya berdasarkan estimasi yang mana hal ini kan memberikan biaya yang tidak ekonomis
Pembiayaan ekonomis karena mempunyai life time yang lebih panjang
Mudah untuk mengadakan ekspansi di masa mendatang