Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2017-2022 dapat terselesaikan. Tujuan penyusunan RPJM Kabupaten Aceh Tamiang adalah untuk memandu perencanaan dan pelaksanaan pembangunan masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang lima tahun ke depan dan menilai kondisi wilayah, isu pembangunan, isu strategis, program strategis, kerangka pendanaan, kinerja indikator dan gambaran umum pengelolaan keuangan daerah, dimana RPJMD harus menjadi pedoman bagi Perangkat Daerah dalam penyusunan Renstra Perangkat Daerah dan kemudian diterjemahkan ke dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja (Renja) masing-masing Perangkat Daerah .
DAFTAR TABEL
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Dasar Hukum Penyusunan
- Hubungan Antar Dokumen
- Keterkaitan RPJM Kabupaten Aceh Tamiang dengan RPJMN dan RPJMA
- Keterkaitan RPJM Kabupaten Aceh Tamiang dengan RPJP Kabupaten Aceh Tamiang
- Keterkaitan RPJM Kabupaten Aceh Tamiang dengan RPJM Daerah Lainnya
- Telaah Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
- Maksud dan Tujuan
- Sistematika Penulisan
Qanun Kabupaten Aceh Tamiang Nomor 14 Tahun 2013 Tentang Rencana Fisik Daerah (RTRW) Kabupaten Aceh Tamiang Lembaran Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013 Nomor 14; RPJM Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2017-2022 akan menjadi pedoman penyusunan Rencana Strategis Perangkat Daerah (Rensta-PD) dalam waktu 5 tahun.
Permasalahan dan Isu Strategis Daerah
Bab ini menjelaskan dan menyajikan rangkuman kondisi daerah beberapa tahun terakhir yang meliputi aspek geografis dan demografis, aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan publik dan aspek daya saing daerah Bab III Uraian keuangan daerah. Bab ini menyajikan ringkasan data dan analisis keuangan daerah yang terdiri dari Kinerja Keuangan masa lalu, Kebijakan Pengelolaan Keuangan masa lalu dan Kerangka Pendanaan 5 (lima) tahun.
Strategi, Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Daerah
Menjadi pedoman dalam penyusunan RKPD Kabupaten Aceh Tamiang yang selanjutnya menjadi dasar penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBK); Bab ini menjelaskan latar belakang penyusunan, dasar hukum penyusunan, hubungan antar dokumen, tata penulisan serta maksud dan tujuan.
Kerangka Pendanaan Pembangunan dan Program Perangkat Daerah
Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Penutup
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
Aspek Geografi dan Demografi .1 Karakteristik Lokasi dan Wilayah
- Potensi Pengembangan Wilayah
- Wilayah Rawan Bencana
- Demografi
Kabupaten Aceh Tamiang terdiri dari daerah yang sebagian besar berbukit, bergelombang dan datar. Tabel di atas menunjukkan bahwa kepadatan penduduk antar kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang juga tidak merata.
Aspek Kesejahteraan Masyarakat
- Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi .2 Pertumbuhan PDRB
- Laju Inflasi
- PDRB Perkapita
- Indeks Gini
- Indeks Pembangunan Manusia
Hingga tahun 2016, nilai PDRB Aceh Tamiang baik atas dasar harga berlaku (ADHB) maupun atas dasar harga tetap (ADHK) 2010 terus meningkat. Namun capaian AHH di Kabupaten Aceh Tamiang masih lebih rendah dibandingkan dengan tingkat Provinsi Aceh.
Harapan Lama Sekolah
Rata-rata Lama Sekolah
Fokus Kesejahteraan Sosial .1 Angka Melek Huruf
Ukuran tingkat pendidikan yang sangat mendasar adalah kemampuan membaca dan menulis penduduk usia 15 tahun ke atas. Dalam kurun waktu tahun, perkembangan Angka Melek Huruf dan Angka Buta Huruf disajikan pada tabel berikut.
Pengeluaran Per Kapita Disesuaikan
Angka Harapan Lama Sekolah (AHLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RRLS)
Pencapaian ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata lama pendidikan di Indonesia (7,95 tahun), namun lebih rendah dari provinsi Aceh (8,86 tahun). Dibandingkan kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh, rata-rata lama pendidikan di Kabupaten Tamiang Aceh menempati urutan ke-8 terbawah.
Angka Harapan Hidup
Tahun sekolah yang diharapkan dan rata-rata tahun sekolah ditunjukkan pada tabel berikut.
Persentase Balita Gizi Buruk
Prevalensi Balita Gizi Kurang
Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurangi kejadian balita gizi buruk, antara lain: pemberian MP-ASI dan makanan tambahan pada balita, penguatan Posyandu di desa dan sosialisasi gizi seimbang.
Cakupan Desa Siaga Aktif
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Dilihat dari rasio jenis kelamin, angkatan kerja laki-laki sebanyak 77.813 orang atau 63,65 persen atau dua kali lebih tinggi dari persentase angkatan kerja perempuan yang hanya 44.442 orang atau 36,35 persen dari penduduk perempuan usia kerja. Dibandingkan tahun sebelumnya, terjadi peningkatan persentase angkatan kerja perempuan, dari 43.090 orang pada tahun 2015 menjadi 44.442 orang pada tahun 2016.
Tingkat Pengangguran Terbuka
Pengangguran di Kabupaten Aceh Tamiang relatif lebih tinggi dibandingkan pengangguran di Provinsi Aceh maupun secara nasional. Peningkatan pengangguran yang drastis di Kabupaten Aceh Tamiang terjadi pada tahun 2015, yaitu dari 9,75% menjadi 14,03%, meskipun di tingkat provinsi dan nasional juga mengalami peningkatan, namun tidak sebesar peningkatan di kabupaten.
Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I
Indeks Kepuasan Masyarakat
Dari tabel di atas terlihat bahwa rata-rata indeks kepuasan masyarakat untuk unit layanan dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2016 adalah baik. Sampel unit layanan terbaik adalah unit layanan Badan Pengelola Keuangan Daerah Kabupaten Aceh Tamiang.
Pencapaian Skor Pola Pangan Harapan (PPH)
Produksi Sektor Perkebunan
Fokus Seni Budaya dan Olah Raga
Begitu juga dengan klub olahraga yang mengalami penurunan, dari 170 klub olahraga di tahun 2015 menjadi 94 klub di tahun 2016. seni budaya dan olahraga untuk masyarakat.
Aspek Pelayanan Umum
- Fokus Layanan Urusan Wajib Dasar .2 Pendidikan
Selain itu, APK pada jenjang pendidikan SMP/MT masih di bawah 100 persen, hal ini harus menjadi perhatian untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyekolahkan anaknya. Pada tingkat SMA/sederajat, APM sebesar 86,98 persen, artinya hanya 86,98 persen penduduk usia 13-15 yang bersekolah SMA/sederajat dan sisanya masih SD atau sudah SMA.
Angka Partisipasi Sekolah
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat 65,06 persen penduduk usia 16-18 tahun yang duduk di bangku SMA, sedangkan sisanya masih duduk di bangku SMP atau sudah mengenyam pendidikan tinggi. Angka Partisipasi Sekolah (SRT) pendidikan menengah di Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun 2016 sebesar 71,50%, turun sebesar 4,99% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 76,49%.
Angka Putus Sekolah (APtS)
Dengan demikian dapat dilihat bahwa capaian APS usia 7-12 tahun dan APS usia 13-15 tahun melebihi target. Dengan demikian, pelaksanaan program wajib belajar sembilan tahun di Kabupaten Aceh Tamiang dapat dikatakan berhasil.
Angka Kelulusan
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa terjadi peningkatan angka putus sekolah pada jenjang SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, persentase angka putus sekolah yang ideal adalah 0%.
Angka Melanjutkan (AM)
Berdasarkan tabel di atas, diketahui adanya peningkatan angka Pengembangan Pendidikan Berkelanjutan di tingkat SMP/MTs dan penurunan angka Pengembangan Pendidikan Berkelanjutan di tingkat SMA/SMK/MA adalah % idealnya. Tarif untuk melanjutkan pendidikan adalah 100%.
Ketersediaan Bangunan Sekolah Dalam Kondisi Baik
- Rasio Guru/Murid Jenjang Pendidikan Dasar
Rasio guru dengan siswa menggambarkan tingkat ketersediaan tenaga pengajar yang dibutuhkan pada suatu jenjang pendidikan tertentu, per 1.000 siswa. Rasio guru dengan murid menggambarkan tingkat ketersediaan tenaga pengajar yang dibutuhkan pada suatu jenjang pendidikan tertentu.
Guru Dengan Kualifikasi S1/D-IV
- Kesehatan
Pada tabel tersebut juga terlihat bahwa jumlah kematian bayi pada tahun 2016 mengalami penurunan selama kurun waktu 5 (lima) tahun (2012 s/d 2016). Dibandingkan dengan target kematian ibu melahirkan secara nasional KH tahun 2019, kematian ibu di Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2016 sudah mencapai target nasional.
Rasio Posyandu per Satuan Balita
Untuk Ibu Hamil Risiko Tinggi (RISTI), kunjungan rumah rutin dilakukan oleh tenaga kesehatan, baik tenaga kesehatan dinas kesehatan kabupaten, puskesmas maupun bidan desa. Selama kunjungan rumah, ibu hamil mendapatkan pemeriksaan Ante Natal Care (ANC) yang berkualitas untuk mengurangi risiko kematian ibu dan bayi baik selama kehamilan maupun persalinan.
Rasio Puskesmas, Poliklinik dan Puskesmas Pembantu (Pustu), Polindes/ Poskesdes Rasio fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah sesuai standar kebutuhan adalah
Kelurahan Tenggulun perlu mendapat perhatian karena letak kecamatan yang jauh dari pusat kota kecamatan sedangkan jumlah anak yang harus dirawat cukup banyak. Rasio kecukupan fasilitas kesehatan dasar dengan puskesmas, pustu, poskesdes jika dilihat dari Permenkes no.75 Tahun 2014 tentang Puskesmas sudah mencukupi, namun jika dilihat dari jumlah penduduk dan akses masih kurang untuk kecamatan Karang Baru dan kecamatan Manyak berbayar. .
Rasio Rumah Sakit per Satuan Penduduk
Rasio Dokter Per Satuan Penduduk
Rasio Tenaga Bidan
- Cakupan Komplikasi Kebidanan yang Ditangani
Rasio tenaga kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai standar, meskipun berfluktuasi dari tahun ke tahun. 81/Menkes/SK/I/2004 tentang pedoman penyiapan sumber daya manusia untuk perencanaan kesehatan di tingkat provinsi, kabupaten/kota dan rumah sakit. Jumlah tenaga kesehatan masih belum mencukupi jika disesuaikan dengan jumlah penduduk di Kabupaten Aceh Tamiang.
Cakupan Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan yang Memiliki Kompetensi Kebidanan
Perkembangan cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan periode tahun ditunjukkan pada tabel berikut.
Cakupan Desa Universal Child Immunization (UCI)
Cakupan Balita Gizi Buruk yang Mendapat Perawatan
Cakupan Penemuan dan Penanganan Penderita Penyakit DBD
Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K-1
Cakupan kunjungan ibu hamil untuk memeriksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan, yang dilakukan minimal empat kali selama masa kehamilan atau lebih dikenal dengan K-4. Kunjungan ibu hamil K4 harus sesuai standar, pelayanan yang diberikan sekurang-kurangnya meliputi: (1) Timbang dan ukur tinggi badan, (2) Ukur tekanan darah, (3) Skrining status imunisasi tetanus dan pemberian Tetanus Toxoid, (4) Mengukur tinggi fundus uteri, (5 ) Pemberian tablet besi 90 tablet selama kehamilan, (6) pengumpulan suara (memberikan komunikasi interpersonal dan konseling), (7) Pemeriksaan laboratorium sederhana (Hb, Protein Urin) dan/atau berdasarkan indikasi (HbsAg , Spilis, HIV, Malaria, TBC).
Cakupan Pelayanan Nifas
Pada ibu hamil dan menyusui, vitamin A berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu selama hamil dan menyusui. Perhitungan jumlah ibu dengan komplikasi kebidanan di suatu wilayah kerja dalam kurun waktu yang sama dihitung berdasarkan angka perkiraan 20% dari jumlah ibu hamil di suatu wilayah dalam kurun waktu yang sama.
Cakupan Neonatus dengan Komplikasi yang Ditangani
Komplikasi kebidanan adalah nyeri pada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas yang dapat mengancam nyawa ibu dan/atau bayinya. Cakupan komplikasi kebidanan adalah jumlah kasus komplikasi ibu hamil, bersalin dan nifas yang mendapatkan pelayanan sesuai standar di pelayanan dasar serta PONED dan fasilitas rujukan di RSUD Aceh Tamiang.
Cakupan Pelayanan Anak Balita
Cakupan Penjaringan Kesehatan Siswa SD dan Setingkat
- Cakupan Pelayanan Gawat Darurat Level 1
Cakupan pelayanan gawat darurat tingkat 1 yang akan diberikan oleh fasilitas kesehatan di rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Cakupan pelayanan gawat darurat tingkat 1 di Kabupaten Aceh Tamiang adalah 6 fasilitas kesehatan yang terdiri dari 2 fasilitas rumah sakit dan 4 fasilitas puskesmas rawat inap.
Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit menular
- Cakupan Desa/Kelurahan terkena KLB ditangani < 24 Jam
Angka kesakitan malaria juga menurun dari tahun 2012 hingga 2016. Sejak tahun 2014, Kabupaten Aceh Tamiang bergelar Eliminasi Malaria hingga tahun 2016 dimana Annual Paracyte Incidence (API) <1. Pada tahun 2015 sampai dengan tahun 2016 angka kesakitan pneumonia pada balita menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dimana angka kesakitan terendah terjadi pada pddk).
Cakupan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
Attack Rate adalah metrik yang digunakan untuk menghitung kejadian kasus baru selama wabah wabah untuk populasi yang berisiko. Di Kabupaten Aceh Tamiang, terdapat 4 desa yang terkena wabah pada tahun 2014 dan seluruhnya dapat ditangani dalam waktu kurang dari 24 jam (100%), seperti terlihat pada tabel berikut.
Jumlah Kunjungan Rawat Jalan, Rawat Inap di Sarana Pelayanan Kesehatan
- Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang A. Jalan dan Jembatan
Dengan demikian jaringan jalan di Kabupaten Aceh Tamiang dalam kondisi baik masih jauh di bawah SPM (60%). Panjang jalan menurut tipe permukaan dan status di Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2016 disajikan pada tabel berikut.
Drainase
Kabupaten Aceh Tamiang merencanakan jalan penghubung dengan kabupaten sekitarnya dengan total panjang 114.540 M, sedangkan rute/ruas jalan meliputi Paya Ketenggar (Kecamatan Manyak Payed) – Bukit Tiga (Aceh Timur) – Meurandeh (Kota Langsa) dengan panjang 25.390 m, jalur Semadam ( SMK Muda) – Kaloy (Tamiang Hulu) – perbatasan Aceh Tamiang (Lesten/. Gayo Lues) panjang 55.610 m, jalur jalan Jalan Elak Medang Ara (Kabupaten Karang Baru) – Sekerak – Bukit Rata (muda ) SMK) panjang 18.540 m, serta simpang jalur SMPN 2 SDN (perbatasan Langsa) - Salah Haji (perbatasan Sumatera Utara) sepanjang 15.000 m. Dari ruas jalan tersebut, panjang jalan yang sudah diaspal adalah 28.680 m, 80.860 m jalan makadam, dan 5.000 m jalan belum diaspal/terbuka (belum dilakukan pembebasan lahan).
Rasio Ruang Terbuka Hijau per Satuan Luas Wilayah ber HPL/HGB (luas ruang terbuka hijau / luas wilayah ber HPL/HGB)
Ketaatan Terhadap RTRW
Rasio Jaringan Irigasi
Efisiensi dan Efektifitas Pengelolaan Jaringan Irigasi
- Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman A. Rumah Tangga dengan Sanitasi
Selain itu pada Tabel 2.9, untuk efisiensi dan efektivitas pengelolaan jaringan irigasi tahun 2016 relatif tidak ada perubahan yang signifikan dari tahun sebelumnya (2015) di seluruh kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang. Tabel 2.86 menunjukkan bahwa dari tahun 2012 hingga 2016 persentase rumah tangga yang memiliki jamban di Kabupaten Aceh Tamiang meningkat secara signifikan.
Rasio Rumah Layak Huni
Sedangkan menurut Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2017 disebutkan bahwa air minum yang bermutu (memadai) adalah air minum yang dilindungi, antara lain air ledeng (kran), kran umum, hidran umum, terminal air, penampungan air hujan (PAH) atau mata air. air dan sumur terlindung, sumur bor atau pompa yang jaraknya paling sedikit 10 meter dari tempat pembuangan limbah, penyimpanan limbah, dan pembuangan limbah. Angka tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan seluruh pemangku kepentingan yang ada perlu bekerja keras untuk mencapai 100%.
Persentase Permukiman Layak Huni
Bangunan Berdasarkan Sumber Penerangan Tabel 2.85
Rumah Tangga Pengguna Listrik
Listrik Bagi Rumah Dhu’afa
Rumah Tinggal Bersanitasi/ber-PHBS
Untuk itu diperlukan komitmen bersama lintas sektor untuk melaksanakan pembinaan rumah tangga agar setiap rumah tangga menjalankan program PHBS.
Persentase Rumah Tangga Pelanggan Air PDAM
- Rumah Tangga Pengguna Air Bersih
Rumah tangga dengan sumber air minum, aspek yang didaftar adalah sumber air minum dari sistem perpipaan (air ledeng), sumur, sungai dan pembelian (pengisian air atau membeli air bersih dari jerigen). Tabel 2.19 menunjukkan persentase rumah tangga yang menggunakan air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang sekitar 34% pada tahun 2012, namun menurun pada tahun 2013 dan 2014 karena penurunan jumlah rumah tangga yang membeli air bersih akibat turunnya harga komoditas kelapa sawit dan kelapa sawit. perkebunan karet, sehingga menurunkan pendapatan masyarakat.
Rasio Tempat Ibadah per Satuan Penduduk
- Sosial
- Fokus Layanan Urusan Wajib Non Dasar .2 Tenaga Kerja
Rasio jumlah polisi pamong praja menggambarkan kemampuan pemerintah daerah dalam menjaga dan memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat, menegakkan peraturan daerah dan keputusan panglima daerah. Pertambahan penduduk di Kabupaten Aceh Tamiang mengalami peningkatan setiap tahunnya, sedangkan jumlah satuan polisi sipil pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 tidak mengalami peningkatan.
Angka Sengketa Antara Pengusaha-Pekerja Pertahun
Penyelesaian Perselisihan Buruh dan Pengusaha Terhadap Kebijakan Pemerintah Daerah
Penduduk Usia Kerja
- Penduduk Usia Kerja Menurut Tingkat Pendidikan
Pada tahun 2012, penduduk usia kerja menurut jenis kelamin perempuan mengalami penurunan hingga tahun 2016. Penduduk usia kerja menurut tingkat pendidikan di Kabupaten Aceh Tamiang didominasi oleh tingkat sekolah dasar.
Jumlah Tenaga Kerja yang Mendapatkan Pelatihan
Jenjang pendidikan yang telah menyerap pendidikan jenjang kedua adalah pendidikan menengah umum yang mencapai 38.415 orang pada tahun 2013, menurun menjadi 37.717 orang pada tahun 2014 dan mengalami peningkatan pada tahun 2015 sebanyak 52.393 orang.
Keselamatan dan Perlindungan terhadap Pekerja
- Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak A. Rasio KDRT
Salah satu indikator pelaksanaan pembangunan isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak adalah rasio kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap jumlah keluarga. Menurut BPS, jumlah kasus KDRT di Kabupaten Aceh Tamiang pada tahun 2013 sebanyak 66 kasus, menurun signifikan pada tahun 2017 yaitu sebanyak 17 kasus.
Rasio APM Perempuan/Laki-laki
- Ketersediaan Pangan
- Pertanahan
- Lingkungan Hidup
Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kabupaten Aceh Tamiang yang juga termasuk sektor ketahanan pangan belum mengeluarkan regulasi terkait kebijakan ketahanan pangan baik berupa Perda, Perkada maupun peraturan lainnya. Sertifikasi pemilik tanah penduduk Kabupaten Aceh Tamiang periode tersebut dinilai dari jumlah sertifikat yang terdaftar terhadap jumlah penduduk meningkat dari 0,60% menjadi 2,17.
Persentase Penanganan Sampah
Pelayanan kebersihan di Kabupaten Aceh Tamiang hanya mencakup 11 (sebelas) kecamatan dari 12 (dua belas) kecamatan. Besarnya timbulan sampah di Kabupaten Aceh Tamiang dengan menggunakan faktor pengali berdasarkan acuan timbulan sampah kota di Indonesia adalah SNI S yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (SNI).
Rasio Tempat Pembuangan Sampah Terhadap Jumlah Penduduk
- Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil A. Rasio Penduduk Ber-KTP
Pada tahun 2015, pengalihan kewenangan dari Kementerian kepada kabupaten/kota untuk menerbitkan e-KTP ini dimulai. Hal ini menjadi kendala dalam penerbitan e-KTP, sehingga share penduduk yang memiliki KTP hanya mencapai 86,89% pada tahun 2016.
Rasio Bayi Berakta Kelahiran
Pada tahun 2014 jumlah penduduk pemilik KTP mengalami penurunan, hal ini dapat disebabkan oleh berbagai kendala, seperti kerusakan alat e-KTP di berbagai kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, sehingga kurang optimalnya pendaftaran e-KTP dan penerbitannya. . Selain itu, bisa juga disebabkan oleh e-KTP dengan data yang tidak valid (kesalahan data).
Rasio Pasangan Ber-Akta Nikah
Tingginya rasio pada tahun 2012 ini kemungkinan disebabkan masih banyaknya penduduk yang belum memperbarui data status perkawinannya. Pada tahun 2016, proporsi pasangan yang memiliki akta nikah mencapai 47,44%, hal ini menunjukkan bahwa penduduk yang melaporkan perubahan status (lajang menjadi menikah) lebih tertib dengan melampirkan akta nikahnya.
Cakupan Penerbitan KTP
Parameter pertama yang digunakan dalam rasio ini adalah jumlah pasangan suami istri yang memiliki akta nikah yang diambil dari data kepemilikan akta nikah penduduk pada tahun berjalan. Rasio pasangan yang memiliki akta nikah dalam lima tahun terakhir ditunjukkan pada tabel berikut.
Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran
Cakupan Penerbitan Akta Kelahiran
Rasio Kepala Keluarga Ber-KK
- Pemberdayaan Masyarakat dan Desa A. Penilaian Perkembangan Kampung
Evaluasi pembangunan kota bertujuan untuk melihat tahapan dan menentukan keberhasilan pembangunan kota pada periode Januari sampai Desember. Perkembangan desa dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2016 di Kabupaten Aceh Tamiang seperti terlihat pada tabel berikut.
Indek Desa Membangun
Dari tabel diatas Indeks Pembangunan Desa Kabupaten Aceh Tamiang menunjukkan 25 desa sangat tertinggal, 122 desa tertinggal, 57 desa berkembang, 8 desa maju dan belum ada desa yang mandiri. Pendekatan pemerataan pembangunan yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang selama tahun 2018 adalah pembangunan ekonomi daerah.
Kantor Datok
- Perhubungan
- Koperasi, Usaha kecil, dan Menengah
- Penanaman Modal
- Kepemudaan dan Olah Raga
- Kebudayaan
Hal ini sejalan dengan perubahan jumlah angkutan darat di Kabupaten Aceh Tamiang dalam rentang waktu yang sama. Perkembangan realisasi penanaman modal di Kabupaten Aceh Tamiang untuk penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya
- Fokus Layanan Urusan Pilihan .2 Pariwisata
- Pertanian A. Produktivitas Padi
Jumlah kunjungan wisatawan ke sarana wisata di Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2016 dihitung berdasarkan jumlah pengunjung yang berkunjung ke Pemandian Alam Gunung Pandan di Desa Selamat Kecamatan Tenggulun dan Pemandian Kuala Paret di Desa Kaloy Kecamatan Tamiang Hulu. Selama ini diperkirakan lama kunjungan wisatawan ke tempat wisata sekitar 5 jam per hari.
Cakupan Bina Kelompok Tani
Sedangkan produktivitas padi tahun 2015 sebesar 5,8 ton/ha dan meningkat menjadi 6,2 ton/ha pada tahun 2016. Sedangkan pada tahun 2016, jumlah tenaga penyuluh pertanian (PPL) sebanyak 82 orang, dengan status PNS sebanyak 28.54 orang dengan status kontrak daerah dan pusat (THL-TBPP).
Produksi Pertanian dan Peternakan
- Kehutanan dan Perkebunan
Untuk produksi padi tahun 2012 sampai dengan tahun 2016 relatif stabil dan untuk jagung dan kedelai produksinya tergantung variabel luas tanam dan luas panen karena dipengaruhi bantuan benih dari kegiatan APBN, sedangkan produktivitas palawija (padi, jagung dan kedelai ) ) stabil antara tahun 2012-2016. Perkembangan populasi ternak juga tidak lepas dari kerja keras petugas lapangan yaitu paramedis ternak yang selalu memotivasi masyarakat untuk mengembangkan ternaknya baik ternak besar.
Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis
- Perikanan A. Produksi Perikanan
Berbagai upaya telah dilakukan untuk memulihkan dan mengatasi kerusakan hutan dan lahan, yaitu dengan melakukan restorasi hutan dan lahan kritis. Sedangkan luas tambak di Kabupaten Aceh Tamiang adalah 3.602,50 Ha dengan jenis ikan yang dibudidayakan antara lain ikan, udang dan kepiting.
Jumlah Konsumsi Ikan
- Penunjang Urusan
- Adminstrasi Pemerintahan
Tingkat Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Dokumen yang dievaluasi adalah Laporan Akuntabilitas Kinerja Lembaga Negara (LAKIP), Rencana Strategis (Renstra), dokumen Rencana Kinerja Tahunan (APP), Dokumen Penilaian Kinerja (PAD) dan dokumen terkait lainnya. Agar penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja di pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang lebih efektif, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
Indeks Hasil EKPPD atas LPPD
- Nilai Evaluasi Kinerja Kecamatan (EKK)
- Pelaksanaan Syariat Islam
- Jumlah Petugas Keagamaan Kampung
- Jumlah Kampung dan Relawan Tangguh Bencana
- Jumlah Sarana dan Prasarana Penanggulangan Bencana
- Kejadian dan Jumlah Korban Bencana
- Cakupan Pelayanan Bencana Kebakaran Kabupaten
- Pelayanan Publik Pemerintahan Kecamatan
- Pendidikan Dayah/ Pesantren
- Taman Pendidikan Alqur’an (TPQ) dan Diniyah Tikmiliyah Awwaliyah (DTA)
- Zakat, Infaq dan Shadaqah
- Pengawasan
Jumlah korban tanah longsor baru terjadi pada tahun 2015 dengan 7 orang dalam 1 kejadian. Korban bencana puting beliung pada tahun 2013 berjumlah 94 orang dari 1 kecamatan, sedangkan pada tahun 2015 jumlah korban menurun menjadi 30 korban dari 5 kecamatan.
Hasil Pembinaan dan Pengawasan Inspektorat
Rekomendasi yang Ditindaklanjuti
- Perencanaan Pembangunan
Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP)
Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)
Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah
Dokumen Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD)
- Kepegawaian serta pendidikan dan pelatihan
- Tingkat Maturitas Penyelenggaraan SPIP
- Aspek Daya Saing Daerah
- Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
- Fokus Iklim Berinvestasi .1 Angka Kriminalitas
- Fokus Sumber Daya Manusia
Pada tahun 2016 rata-rata pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai Rp 670.246,-, meningkat 11% jika. Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa dampak pertumbuhan di Provinsi Aceh (Nij) berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Aceh Tamiang.
GAMBARAN KEUANGAN DAERAH
Kinerja Keuangan Masa Lalu
- Kinerja Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Sebagaimana diketahui, sumber pendapatan daerah terdiri atas
- Neraca Keuangan Daerah
- Aset
- Kewajiban
- Ekuitas Dana
- Rasio Likuiditas
- Rasio Solvabilitas
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa nilai quick ratio kondisi keuangan pemerintah kabupaten Aceh Tamiang juga mengalami penurunan dari tahun 2013 ke tahun 2017. Namun rasio solvabilitasnya masih di atas satu (1), sehingga pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang masih mampu membayar utang jangka panjangnya.
Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu (2013-2017)
- Pendapatan
- Pendapatan Asli Daerah
- Dana Perimbangan
- Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah
- Kondisi Penggunaan Anggaran
- Proporsi Belanja Daerah Kabupaten Aceh Tamiang
Kebijakan Pengelolaan Keuangan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang selama tahun 2013-2017 menunjukkan rata-rata proporsi penggunaan anggaran tidak langsung terhadap total rata-rata anggaran belanja selama 5 tahun terakhir sebesar 55,78% dan belanja langsung sebesar 44,22%. Sumber pembiayaan dapat berasal dari kelebihan perhitungan anggaran tahun lalu, hasil penjualan kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan pinjaman daerah, penerimaan debitur daerah.
Kerangka Pendanaan
- Proyeksi Pendapatan dan Belanja