• Tidak ada hasil yang ditemukan

QNA

N/A
N/A
Komsatunah

Academic year: 2025

Membagikan "QNA"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

2.3 KERANGKA TEORI

Gambar 12. Kerangka Teori.

Dimodifikasi dari (WHO, 2019 dan Pratomo, 2014) Keterangan :

yang diteliti tidak diteliti

(2)

American Thoracic Society (ATS) menyatakan bahwa luas proses yang tampak pada gambaran foto toraks dapat dibagi menjadi berikut :

1. Lesi minimal (minimal lesion)

Lesi minimal terjadi bila proses tuberkulosis paru hanya mengenai sebagaian kecil dari satu ataupun dua paru dengan luas yang tidak melebihi volume paru yang terletak di chondrosternal junction dari iga kedua dan prosesus spinosus dari vertebra torakalis IV atau vertebra torakalis V dan tidak ditemukan kavitas.

2. Lesi sedang (moderatly advanced lesion)

Lesi sedang terjadi apabila proses tuberkulosis paru lebih luas dibandingkan lesi minimal dan dapat menyebar dengan densitas sedang. Luas proses yang terjadi tidak boleh lebih luas dari satu paru, atau jumlah seluruh proses yang terjadi paling banyak seluas satu paru, atau apabila proses tuberkulosis yang terjadi mempunyai densitas lebih padat dan lebih tebal maka proses tersebut tidak boleh lebih dari sepertiga luasnya pada satu paru. Proses ini dapat/tidak dapat disertai dengan kavitas. Bila disertai dengan kavitas maka diameter semua kavitas tidak boleh lebih dari 4 cm

3. Lesi luas (far advanced)

Kelainan yang terjadi lebih luas daripada lesi sedang. Lesi ini dapat melibatkan sebagian besar dari satu paru atau bahkan kedua paru, dan jika terdapat kavitas maka ukurannya >4cm, disertai fibrosis dan kerusakan jaringan paru yang masif.

(3)

IMUNOPATOMEKANISME

Droplet yang mengandung Mtb ditangkap oleh makrofag alveolar  aktivasi beta difensin TNF alfa, IL 1 berta, IL 12, IFN-Y  memperkuat makrofag untuk fagositosis MTB, aktivasi neutrofil  rekrutmen mediator” pro inflamasi ke jaringan lokal  makrofag berdiferensiasi ke dalam sel epiteloid bergabung dengan giant cell  membentuk GRANULOMA  stabil  INFEKSI TB PRIMER  ILTB  Jika imunitas menurun  Reaktivasi / Reinfeksi  INFEKSI TB SEKUNDER atau POST PRIMER

(4)
(5)

Referensi

Dokumen terkait

Bila proses penyakit lebih luas dari lesi minimal dan dapat menyebar dengan densitas sedang, tetapi luas proses tidak boleh lebih luas dari satu paru, atau jumlah dari seluruh

Lesi-lesi yang bisa mengakibatkan terjadinya abses paru bakterial meliputi karsinoma bronkogenik dengan kavitas, bronkiektasis, empiema sekunder dari fistula bronkopleura,

Hubungan Tingkat Kepositivan Pemeriksaan Basil Tahan Asam BTA dengan Gambaran Luas Lesi Radiologi Toraks pada Penderita Tuberkulosis Paru yang Dirawat Di SMF Pulmonologi RSUDZA

pada penderita DM dengan TB Paru dengan luas lesi TB Paru secara

Proses penyakit lebih luas dari lesi minimal dan dapat menyebar dengan densitas sedang, tetapi luas proses tidak boleh luas dari satu paru atau jumlah dari proses yang paling

Bila proses penyakit lebih luas dari lesi minimal dan dapat menyebar dengan densitas sedang, tetapi luas proses tidak boleh lebih luas dari satu paru, atau jumlah dari seluruh

Bila proses penyakit lebih luas dari lesi minimal dan dapat menyebar dengan densitas sedang, tetapi luas proses tidak boleh lebih luas dari satu paru atau

Panduan Pengobatan Tuberkulosis Kategori Kasus Paduan obat yang diajurkan Keterangan I  TB paru BTA positif  BTA negatif, lesi luas 2 RHZE / 4 RH atau 2 RHZE / 6 HE