Rapor Pendidikan
2024Indonesia
Kenali kondisi layanan pendidikan Indonesia saat ini untuk bergotong royong meningkatkan
kualitasnya bersama. Kita #SemuaPunyaPeran!
Berdasarkan data pendidikan tahun 2023
Daftar Isi
A. Kenali Rapor Pendidikan
B. Pahami Hasil Capaian
C. Lampiran
Apa itu Rapor Pendidikan? 2
Dari mana sumber data Rapor Pendidikan? 3
Apa saja indikator penilaiannya? 4
Ringkasan Hasil 6
Detail Hasil per Indikator 7
Tautan ke referensi bacaan tambahan 23
1
Apa itu Rapor Pendidikan?
Rapor Pendidikan merupakan hasil evaluasi sistem pendidikan yang mencakup hasil
belajar murid, proses pembelajaran, pemerataan kualitas layanan, kualitas pengelolaan sekolah, serta kualitas sumber daya manusia yang terlibat di sekolah.
Sejak tahun 2022, Rapor Pendidikan telah digunakan sekolah dan pemerintah daerah sebagai pedoman dalam merencanakan strategi peningkatan kualitas layanan. Kini Anda sebagai masyarakat juga bisa mengakses informasi Rapor Pendidikan untuk turut
bergotong royong dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
Mengapa masyarakat perlu tahu Rapor Pendidikan?
Sumber informasi kualitas layanan pendidikan yang tidak hanya berorientasi
pada hasil, tetapi juga pada proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah.
Bahan bertukar ide dan pendapat tentang apa yang bisa kita lakukan untuk
meningkatkan kualitas pendidikan sesuai peran di masyarakat.
Dasar untuk mendorong kolaborasi dengan sekolah, organisasi, dan
pemerintah dalam pembuatan analisis atau perencanaan tindak lanjut.
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 2
Dari mana sumber data Rapor Pendidikan?
Data Rapor Pendidikan berasal dari hasil Asesmen Nasional (AN), Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar), Data Pokok Pendidikan (Dapodik), sistem pendataan pendidikan yang dikelola Kementerian Agama (EMIS), Badan Pusat Statistik (BPS), aplikasi untuk guru dan tenaga kependidikan (seperti PMM, ARKAS, dan SIMPKB), Badan Akreditasi Nasional (BAN) serta Tracer Study (khusus data jenjang SMK).
Siapa yang mengikuti Asesmen Nasional?
Sebagai salah satu sumber data utama, Asesmen Nasional (AN) terdiri dari tiga alat ukur penilaian: Asesmen Kompetensi Minimum, Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Asesmen Nasional (AN) diikuti oleh perwakilan murid, pendidik, dan kepala sekolah umum, Kemenag, dan program pendidikan kesetaraan, baik umum maupun swasta, dari PAUD hingga jenjang pendidikan menengah atas dari seluruh Indonesia.
443.463
Sekolah
427.185
Kepala Sekolah
3.802.319
Pendidik
6.745.193
Murid
(tidak termasuk PAUD)Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 3
Apa saja indikator penilaiannya?
Ada empat belas indikator prioritas yang dapat memberi gambaran kualitas layanan pendidikan secara menyeluruh sesuai dengan jenjangnya masing-masing.
*Anda bisa klik di tiap nama indikator untuk melihat penjelasan dan hasil capaian lebih mendalam.
Kemampuan Literasi Murid
Tingkat kemampuan murid dalam memahami dan menggunakan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
7
Kemampuan Numerasi Murid
Tingkat kemampuan murid dalam menggunakan prinsip matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
8
Karakter Murid
Tertanamnya nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila (beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, bergotong royong,
kreatif, bernalar kritis, mandiri, dan berkebinekaan global) pada diri murid.
9
Kualitas Pembelajaran
Kualitas pengelolaan dan penyelenggaraan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik murid.
10
Persentase PAUD terakreditasi minimal B
Proporsi PAUD dengan akreditasi A atau B di suatu daerah.
11
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 4
Proses Belajar yang Sesuai Bagi Anak Usia Dini
Upaya dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman, menghargai dan memotivasi usaha anak, serta menerapkan metode belajar yang menyenangkan serta efektif dalam membangun kemampuan fondasi.Pembelajaran yang Membangun Kemampuan Fondasi
Pembelajaran yang menumbuhkan nilai agama dan budi,pengenalan diri, pengelolaan emosi serta berinteraksi sehat, fisik motorik untuk kemandirian dan perilaku hidup bersih dan sehat, serta kemampuan kognitif yang menjadi bekal untuk berkegiatan sehari-hari.
13
Iklim Keamanan Sekolah
Kondisi lingkungan tempat belajar yang memberikan keamanan (secara fisik dan psikologis), serta keselamatan bagi anak, guru, dan tenaga kependidikan.
14
Iklim Kebinekaan Sekolah
Kondisi lingkungan sekolah yang menunjukkan adanya toleransi beragama, berbudaya, dan komitmen berkebangsaan.
15
Iklim Inklusivitas Sekolah
Kondisi lingkungan sekolah yang terbuka terhadap perbedaan dan mampu memfasilitasi murid dengan disabilitas serta cerdas istimewa dan berbakat istimewa (CIBI).
Iklim Inklusivitas & Kebinekaan PAUD
Iklim lingkungan belajar yang inklusif memastikan agar keragaman latar belakang dan kebutuhan belajar anak terakomodasi oleh satuan PAUD.
17
Penyerapan Lulusan SMK
Tingkat penyerapan lulusan SMK (proporsi lulusan SMK yang melanjutkan ke pendidikan tinggi, bekerja, dan/atau wirausaha dalam satu tahun setelah lulus).
18
Kemitraan dan Keselarasan SMK dengan Dunia Kerja
Tingkat keselarasan pelaksanaan pembelajaran di SMK dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.19
Angka Partisipasi Sekolah
Tingkat partisipasi anak usia sekolah dalam pendidikan.
20
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 5
Ringkasan Hasil Capaian
Kewenangan Kab./Kot Kewenangan ProvinsiPAUD SD
Umum SD
Agama SD
Setara SMP
Umum SMP
Agama SMP
Setara SMA
Setara SMA
Umum SMA
Agama SMK
Umum SDLB SMPLB SMALB
5-6 7-15 16-18 7-18 Kesetaraan 4-18 Disabilitas
Kemampuan Literasi Murid Kemampuan Numerasi Murid Karakter Murid
Kualitas Pembelajaran
Persentase PAUD terakreditasi minimal B
Proses Belajar yang Sesuai Bagi Anak Usia Dini
Pembelajaran yang Membangun Kemampuan Fondasi Iklim Keamanan Sekolah
Iklim Kebinekaan Sekolah Iklim Inklusivitas Sekolah
Iklim Inklusivitas & Kebinekaan PAUD Penyerapan Lulusan SMK
Kemitraan dan Keselarasan SMK dengan Dunia Kerja
Angka Partisipasi Sekolah
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 Keterangan Baik Sedang Kurang Tidak tersedia Indikator tidak berlaku 6
Kemampuan Literasi Murid
Kemampuan literasi penting bagi murid di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai dasar pengetahuan, mengembangkan
keterampilan berpikir kritis dan analitis, serta bekal daya saing di era globalisasi dan teknologi.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Lebih dari 70,00% murid mencapai kompetensi minimum literasi.
Kategori Sedang: 40,00% - 70,00% murid mencapai kompetensi minimum literasi.
Kategori Kurang: Kurang dari 40,00% murid mencapai kompetensi minimum literasi.
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Membiasakan kegiatan membaca secara bersama-sama diselingi dengan diskusi dua arah tentang bacaan untuk melatih keterampilan berpikir kritis dan meningkatkan interaksi antara guru/orang tua dan anak.
(sumber data: Asesmen Nasional 2023)
SD Umum Baik
Tahun ini 70,62%, naik 7,99 dari 2023 (62,63%)
SMP Umum Sedang
Tahun ini 68,27%, naik 6,55 dari 2023 (61,72%)
SMA Umum Baik
Tahun ini 70,3%, naik 13,38 dari 2023 (56,92%)
SD Kemenag Sedang
Tahun ini 56,93%, naik 2,62 dari 2023 (54,31%)
SMP Kemenag Sedang
Tahun ini 58,36%, naik 3,91 dari 2023 (54,45%)
SMA Kemenag Sedang
Tahun ini 60,22%, naik 11,38 dari 2023 (48,84%)
SD Kesetaraan Sedang
Tahun ini 60,46%, naik 4,61 dari 2023 (55,85%)
SMP Kesetaraan Sedang
Tahun ini 44,61%, naik 4,36 dari 2023 (40,25%)
SMA Kesetaraan Kurang
Tahun ini 38,5%, naik 14,05 dari 2023 (24,45%)
SMK Umum Sedang
Tahun ini 63,48%, naik 15,85 dari 2023 (47,63%)
SDLB Baik
Tahun ini 71,15%, turun 0,13 dari 2023 (71,28%)
SMPLB Sedang
Tahun ini 59,12%, naik 4,55 dari 2023 (54,57%)
SMALB Sedang
Tahun ini 49,42%, naik 11,12 dari 2023 (38,3%)
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 7
Kemampuan Numerasi Murid
Kemampuan numerasi penting bagi murid di lingkungan sekolah dan masyarakat sebagai dasar pengetahuan, mengembangkan
keterampilan berpikir logis dan analitis, serta bekal daya saing di era globalisasi dan teknologi.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Lebih dari 70,00% murid mencapai kompetensi minimum numerasi.
Kategori Sedang: 40,00% - 70,00% murid mencapai kompetensi minimum numerasi.
Kategori Kurang: Kurang dari 40,00% murid mencapai kompetensi minimum numerasi.
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Mengajak anak menggunakan berbagai prinsip matematika untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Hasil Capaian Rapor Pendidikan 2024
(sumber data: Asesmen Nasional 2023)
SD Umum Sedang
Tahun ini 62,62%, naik 14,65 dari 2023 (47,97%)
SMP Umum Sedang
Tahun ini 65%,
naik 21,97 dari 2023 (43,03%)
SMA Umum Sedang
Tahun ini 66,3%, naik 18,68 dari 2023 (47,62%)
SD Kemenag Sedang
Tahun ini 46,47%, naik 8,36 dari 2023 (38,11%)
SMP Kemenag Sedang
Tahun ini 52,49%, naik 16,66 dari 2023 (35,83%)
SMA Kemenag Sedang
Tahun ini 56,28%, naik 16,86 dari 2023 (39,42%)
SD Kesetaraan Sedang
Tahun ini 52,2%, naik 10,65 dari 2023 (41,55%)
SMP Kesetaraan Sedang
Tahun ini 42,86%, naik 13,93 dari 2023 (28,93%)
SMA Kesetaraan Sedang
Tahun ini 43,31%, naik 19,39 dari 2023 (23,92%)
SMK Umum Sedang
Tahun ini 59,82%, naik 20,36 dari 2023 (39,46%)
SDLB Baik
Tahun ini 70,93%, naik 3,66 dari 2023 (67,27%)
SMPLB Sedang
Tahun ini 61,33%, naik 13,27 dari 2023 (48,06%)
SMALB Sedang
Tahun ini 57,42%, naik 16,58 dari 2023 (40,84%)
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 8
Karakter Murid
Nilai karakter penting dimiliki diri untuk
membentuk kedekatan kepada Tuhan YME, membangun integritas dan moralitas pribadi sehingga dapat menciptakan hubungan yang harmonis, serta menghasilkan generasi yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif dalam masyarakat.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Sebagian besar murid sudah terbiasa dan secara konsisten menerapkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Kategori Sedang: Sebagian besar murid menyadari pentingnya nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Kategori Kurang: Hanya sebagian kecil murid yang menyadari pentingnya nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Mengajarkan dan membiasakan anak untuk berperilaku sesuai nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat.
(sumber data: Asesmen Nasional 2023)
SD Umum Baik
Tahun ini 58,16, naik 4,62 dari 2023 (53,54)
SMP Umum Baik
Tahun ini 54,28, naik 0,37 dari 2023 (53,91)
SMA Umum Baik
Tahun ini 56,34, naik 0,4 dari 2023 (55,94)
SD Kemenag Baik
Tahun ini 52,67, naik 1,99 dari 2023 (50,68)
SMP Kemenag Sedang
Tahun ini 50,65, turun 1,01 dari 2023 (51,66)
SMA Kemenag Baik
Tahun ini 52,81, turun 0,64 dari 2023 (53,45)
SD Kesetaraan Baik
Tahun ini 54,95, naik 2,55 dari 2023 (52,4)
SMP Kesetaraan Sedang
Tahun ini 51,33, turun 1,06 dari 2023 (52,39)
SMA Kesetaraan Baik
Tahun ini 51,41, turun 1,33 dari 2023 (52,74)
SMK Umum Baik
Tahun ini 53,86, turun 0,11 dari 2023 (53,97)
SDLB Baik
Tahun ini 59,88, naik 2,49 dari 2023 (57,39)
SMPLB Baik
Tahun ini 57,19, naik 0,07 dari 2023 (57,12)
SMALB Baik
Tahun ini 57,24, naik 0,4 dari 2023 (56,84)
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 9
Kualitas Pembelajaran
Pembelajaran yang bersifat interaktif dapat
memberikan pengalaman belajar yang lebih baik untuk mendorong murid mengembangkan
karakter dan kompetensi yang diperlukan.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Suasana kelas sudah kondusif, dukungan psikologis serta pembentukan pemahaman dari guru sudah optimal.
Kategori Sedang: Suasana kelas mulai kondusif, dukungan psikologis serta pembentukan pemahaman dari guru meningkat.
Kategori Kurang: Suasana kelas kurang kondusif, belum banyak
dukungan psikologis serta kurangnya pembentukan pemahaman dari guru.
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Mendorong kegiatan pembelajaran yang menerapkan pola komunikasi dua arah antara guru dengan murid.
Hasil Capaian Rapor Pendidikan 2024
(sumber data: Asesmen Nasional 2023)
SD Umum Sedang
Tahun ini 64,36, turun 1,68 dari 2023 (66,04)
SMP Umum Sedang
Tahun ini 62,94, naik 1,36 dari 2023 (61,58)
SMA Umum Sedang
Tahun ini 63,81, naik 1,1 dari 2023 (62,71)
SD Kemenag Sedang
Tahun ini 56,74, turun 4,38 dari 2023 (61,12)
SMP Kemenag Sedang
Tahun ini 58,6, naik 0,1 dari 2023 (58,5)
SMA Kemenag Sedang
Tahun ini 59,65, turun 0,03 dari 2023 (59,68)
SD Kesetaraan Sedang
Tahun ini 60,47, turun 2,77 dari 2023 (63,24)
SMP Kesetaraan Sedang
Tahun ini 59,81, naik 0,17 dari 2023 (59,64)
SMA Kesetaraan Sedang
Tahun ini 60, naik 0,12 dari 2023 (59,88)
SMK Umum Sedang
Tahun ini 61,37, naik 0,94 dari 2023 (60,43)
SDLB Baik
Tahun ini 68,47, turun 2,45 dari 2023 (70,92)
SMPLB Baik
Tahun ini 66,36, naik 0,41 dari 2023 (65,95)
SMALB Baik
Tahun ini 66,55, naik 1,42 dari 2023 (65,13)
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 10
Persentase PAUD terakreditasi minimal B
Akreditasi minimal B dapat menunjukan bahwa satuan PAUD mampu menyediakan layanan pembelajaran yang baik, menjalin kemitraan dengan orang tua, mendukung pemenuhan kebutuhan esensial anak, serta mengelola lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan partisipatif.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Sangat banyaknya jumlah satuan PAUD yang sudah diakreditasi dan mendapatkan akreditasi baik (minimal B).
Kategori Sedang: Masih perlunya peningkatan jumlah satuan PAUD yang sudah diakreditasi dan mendapatkan akreditasi baik (minimal B).
Kategori Kurang: Sedikitnya jumlah satuan PAUD yang sudah diakreditasi dan mendapatkan akreditasi baik (minimal B).
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Memberikan pendampingan kepada satuan PAUD untuk meningkatkan kualitas layanan agar lebih siap saat diakreditasi.
(sumber data: Badan Akreditasi Nasional 2023)
PAUD
SedangTahun ini 62,12,
turun 7,34 dari 2023 (69,46)
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 11
Proses Belajar yang Sesuai Bagi Anak Usia Dini
Kualitas layanan PAUD sangat ditentukan dari pengalaman berkegiatan yang dirasakan oleh anak. Proses belajar yang demikian akan
membangun pemaknaan positif dan kesadaran akan manfaat dari proses belajar.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Pendidik di satuan PAUD sudah mampu memfasilitasi proses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak usia dini.
Kategori Sedang: Proses pembelajaran sudah mulai dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik dari anak usia dini, namun
kompetensi pendidik masih perlu ditingkatkan.
Kategori Kurang: Proses pembelajaran belum dirancang dengan
mempertimbangkan kebutuhan spesifik dari anak usia dini. Kompetensi pendidik harus ditingkatkan.
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Memberi dukungan kepada satuan PAUD untuk meningkatkan kualitas layanannya agar lebih siap saat diakreditasi, serta mendorong
pemerintah daerah dalam mendampingi satuan PAUD dalam prosesnya.
Hasil Capaian Rapor Pendidikan 2024
(sumber data: Survei Lingkungan Belajar 2023)
PAUD
Sedang Tahun ini 63,49,perbandingan nilai tidak ada
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 12
Pembelajaran yang Membangun Kemampuan Fondasi
PAUD yang berkualitas mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal agar memiliki kemampuan fondasi secara utuh yang meilputi nilai-nilai, pengetahuan dan keterampilan yang tidak hanya berfokus pada baca tulis hitung saja.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Proses pembelajaran di satuan PAUD sudah efektif dalam membangun kemampuan fondasi anak secara utuh.
Kategori Sedang: Proses pembelajaran di satuan PAUD sudah berupaya membangun kemampuan fondasi anak secara utuh, dan kompetensi pendidik perlu ditingkatkan.
Kategori Kurang: Proses pembelajaran di satuan PAUD belum
membangun kemampuan fondasi anak secara utuh, dan kompetensi pendidik perlu ditingkatkan.
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Memberikan pemahaman bahwa kemampuan fondasi yang perlu dimiliki anak bukan hanya calistung, tetapi juga kemampuan lain seperti budi pekerti baik, kematangan emosi, kemandirian, dan lainnya.
(sumber data: Survei Lingkungan Belajar 2023)
PAUD
Sedang Tahun ini 72,77,perbandingan nilai tidak ada
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 13
Iklim Keamanan Sekolah
Agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan optimal, diperlukan suasana yang membuat anak, guru, dan semua tenaga kependidkan merasa aman dan nyaman baik secara fisik maupun psikologis.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Sekolah sudah mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, guru, dan tenaga pendidikan.
Kategori Sedang: Sekolah mulai mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, guru, dan tenaga pendidikan.
Kategori Kurang: Sekolah belum cukup mampu menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak, guru, dan tenaga pendidikan.
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Menguatkan upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seperti kegiatan anti perundungan, kekerasan seksual, hukuman fisik, atau penyalahgunaan zat berbahaya bagi pendidik dan orang tua/wali.
Hasil Capaian Rapor Pendidikan 2024
(sumber data: Survei Lingkungan Belajar dan Asesmen Nasional 2023)
SD Umum Baik
Tahun ini 72,65, naik 3,62 dari 2023 (69,03)
SMP Umum Baik
Tahun ini 68,97, naik 2,32 dari 2023 (66,65)
SMA Umum Baik
Tahun ini 71,83, naik 2,74 dari 2023 (69,09)
SD Kemenag Baik
Tahun ini 64,06, naik 1,44 dari 2023 (62,62)
SMP Kemenag Baik
Tahun ini 62,52, naik 0,43 dari 2023 (62,09)
SMA Kemenag Baik
Tahun ini 66,19, naik 1,16 dari 2023 (65,03)
SD Kesetaraan Baik
Tahun ini 67,58, naik 1,72 dari 2023 (65,86)
SMP Kesetaraan Sedang
Tahun ini 63,68, naik 0,39 dari 2023 (63,29)
SMA Kesetaraan Baik
Tahun ini 64,29, naik 0,91 dari 2023 (63,38)
SMK Umum Baik
Tahun ini 68,94, naik 2,11 dari 2023 (66,83)
SDLB Baik
Tahun ini 74,77, turun 1,35 dari 2023 (76,12)
SMPLB Baik
Tahun ini 71,53, turun 0,93 dari 2023 (72,46)
SMALB Baik
Tahun ini 70,77, turun 0,02 dari 2023 (70,79)
PAUD Sedang
Tahun ini 68,6,
perbandingan nilai tidak ada
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 14
Iklim Kebinekaan Sekolah
Lingkungan sekolah yang toleran dapat mendorong murid mengembangkan potensi terbaiknya tanpa perlu khawatir mengalami diskriminasi karena adanya perbedaan agama, suku, ras, dan budaya.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Sekolah sudah mampu menghadirkan suasana belajar yang menjunjung tinggi toleransi keberagaman.
Kategori Sedang: Sekolah mulai mampu menghadirkan suasana belajar yang menjunjung tinggi toleransi keberagaman.
Kategori Kurang: Sekolah kurang mampu menghadirkan suasana belajar yang menjunjung tinggi toleransi keberagaman.
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Memberikan lebih banyak kesempatan untuk anak saling berinteraksi secara positif dengan masyarakat dari beragam latar belakang.
(sumber data: Asesmen Nasional 2023)
SD Umum Baik
Tahun ini 72,74, naik 4,35 dari 2023 (68,39)
SMP Umum Baik
Tahun ini 72,53, naik 6,29 dari 2023 (66,24)
SMA Umum Baik
Tahun ini 73,85, naik 6,17 dari 2023 (67,68)
SD Kemenag Sedang
Tahun ini 64,19, naik 1,28 dari 2023 (62,91)
SMP Kemenag Sedang
Tahun ini 64,28, naik 3,39 dari 2023 (60,89)
SMA Kemenag Sedang
Tahun ini 63,39, naik 1,48 dari 2023 (61,91)
SD Kesetaraan Sedang
Tahun ini 60,05, turun 3,55 dari 2023 (63,6)
SMP Kesetaraan Sedang
Tahun ini 60,15, naik 0,91 dari 2023 (59,24)
SMA Kesetaraan Sedang
Tahun ini 60,87, naik 1,57 dari 2023 (59,3)
SMK Umum Baik
Tahun ini 70,75, naik 5,52 dari 2023 (65,23)
SDLB Baik
Tahun ini 66,35, turun 3,83 dari 2023 (70,18)
SMPLB Sedang
Tahun ini 66,38, turun 0,51 dari 2023 (66,89)
SMALB Baik
Tahun ini 66,57, naik 0,16 dari 2023 (66,41)
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 15
Iklim Inklusivitas Sekolah
Untuk memastikan setiap murid memiliki
kesempatan untuk mengembangkan potensinya sesuai kemampuan masing-masing, lingkungan sekolah perlu merangkul perbedaan dan
menyediakan fasilitas yang mengakomodir beragam disabilitas, kecerdasan, dan bakat.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Sekolah sudah mampu memfasilitasi kebutuhan murid dengan disabilitas dan cerdas istimewa berbakat istimewa (CIBI).
Kategori Sedang: Sekolah mulai mampu memfasilitasi kebutuhan murid dengan disabilitas dan cerdas istimewa berbakat istimewa (CIBI).
Kategori Kurang: Sekolah belum cukup mampu memfasilitasi kebutuhan murid dengan disabilitas dan cerdas istimewa berbakat istimewa (CIBI).
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Meningkatkan pemahaman masyarakat, orang tua, serta dunia kerja dan industri terkait kebutuhan dan kemampuan anak disabilitas serta cerdas istimewa dan berbakat istimewa (CIBI).
Hasil Capaian Rapor Pendidikan 2024
(sumber data: Asesmen Nasional 2023)
SD Umum Baik
Tahun ini 55,45, turun 0,37 dari 2023 (55,82)
SMP Umum Baik
Tahun ini 56,37, naik 0,96 dari 2023 (55,41)
SMA Umum Baik
Tahun ini 58,9, naik 2,63 dari 2023 (56,27)
SD Kemenag Sedang
Tahun ini 49,37, turun 3,22 dari 2023 (52,59)
SMP Kemenag Sedang
Tahun ini 51,65, turun 1,73 dari 2023 (53,38)
SMA Kemenag Sedang
Tahun ini 53,89, turun 0,45 dari 2023 (54,34)
SD Kesetaraan Sedang
Tahun ini 52,2, turun 0,94 dari 2023 (53,14)
SMP Kesetaraan Sedang
Tahun ini 53,23, turun 0,37 dari 2023 (53,6)
SMA Kesetaraan Sedang
Tahun ini 53,46, turun 0,17 dari 2023 (53,63)
SMK Umum Baik
Tahun ini 56,19, naik 1,29 dari 2023 (54,9)
SDLB Baik
Tahun ini 60,17, naik 0,23 dari 2023 (59,94)
SMPLB Baik
Tahun ini 65,05, naik 2,47 dari 2023 (62,58)
SMALB Baik
Tahun ini 64,54, naik 2,61 dari 2023 (61,93)
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 16
Iklim Inklusivitas & Kebinekaan PAUD
Lingkungan sekolah yang mengakomodir
kebutuhan serta keberagaman anak memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk
dikembangkan potensinya tanpa diskriminasi.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Satuan PAUD sudah mampu mengakomodasi dan memfasilitasi ragam latar belakang serta kebutuhan belajar anak.
Kategori Sedang: Satuan PAUD mulai mampu mengakomodasi dan memfasilitasi ragam latar belakang serta kebutuhan belajar anak.
Kategori Kurang: Satuan PAUD belum cukup mampu mengakomodasi dan memfasilitasi ragam latar belakang serta kebutuhan belajar anak.
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Membangun sikap toleransi dan interaksi positif seluruh pihak (anak, orang tua, pendidik, dan warga sekitar) terhadap keragaman latar belakang dan kebutuhan khusus di lingkungan PAUD.
(sumber data: Survei Lingkungan Belajar 2023)
PAUD
Sedang Tahun ini 70,75,perbandingan nilai tidak ada
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 17
Penyerapan Lulusan SMK
Tingkat penyerapan lulusan SMK menunjukkan keberhasilan sekolah dalam mempersiapkan
murid berkarya baik di dunia kerja, berwirausaha, maupun melanjutkan pendidikan.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Tingginya penyerapan lulusan SMK dalam bekerja, melanjutkan studi, dan/atau berwirausaha.
Kategori Sedang: Cukup tingginya penyerapan lulusan SMK dalam bekerja, melanjutkan studi, dan/atau berwirausaha.
Kategori Kurang: Rendahnya penyerapan lulusan SMK dalam bekerja, melanjutkan studi, dan/atau berwirausaha.
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Mengembangkan potensi kemampuan dan keahlian murid yang selaras dengan peluang berkarya di dunia kerja dan berwirausaha.
Hasil Capaian Rapor Pendidikan 2024
(sumber data: Tracer Study 2023)
SMK Umum
BaikTahun ini 85,61, turun 1,46 dari 2023 (87,07)
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 18
Kemitraan dan Keselarasan SMK dengan Dunia Kerja
Peningkatan keselarasan dan kolaborasi dengan dunia kerja penting untuk memastikan
kompetensi lulusan SMK sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: SMK sudah mampu menyelaraskan kualitas pembelajaran, tata kelola, dan kompetensi SDM dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.
Kategori Sedang: SMK mulai mampu menyelaraskan kualitas
pembelajaran, tata kelola, dan kompetensi SDM dengan standar dan kebutuhan dunia kerja.
Kategori Kurang: SMK belum cukup mampu menyelaraskan kualitas pembelajaran, tata kelola, dan kompetensi SDM dengan standar dan kebutuhan dunia kerja
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Meningkatkan keterlibatan mitra dunia kerja dalam merancang dan mengelola pembelajaran SMK.
(sumber data: Tracer Study 2023)
SMK Umum
Sedang Tahun ini 62,07,perbandingan nilai tidak ada
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 19
Angka Partisipasi Sekolah
Setiap anak sejak usia minimal 5-18 tahun tidak terkecuali penyandang disabilitas perlu
mendapatkan akses ke pendidikan yang
berkualitas sebagai bekal untuk meningkatkan peluang memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Bagaimana cara menentukan kategori hasil capaian?
Kategori Baik: Sangat tingginya proporsi anak bersekolah dibandingkan seluruh anak dengan usia sama di suatu wilayah.
Kategori Sedang: Cukup tingginya proporsi anak bersekolah dibandingkan seluruh anak dengan usia sama di suatu wilayah.
Kategori Kurang: Rendahnya proporsi anak bersekolah dibandingkan seluruh anak dengan usia sama di suatu wilayah.
Daftar Isi Daftar Indikator
Sebagai masyarakat, kita bisa ikut meningkatkan hasil ini dengan...
Meningkatkan kesadaran atas pentingnya pendidikan anak sejak usia minimal 5 tahun dan mempermudah akses untuk memperoleh
pendidikan kepada semua anak termasuk anak dengan disabilitas.
Hasil Capaian Rapor Pendidikan 2024
(sumber data: Badan Pusat Statistik 2023)
Usia 5-6
Rendah Tahun ini 75,17, naik 13,11 dari 2023 (62,06)
Usia 7-15
Tinggi
Tahun ini 98,18, naik 0,1 dari 2023 (98,08)
Usia 16-18
RendahTahun ini 73,42, naik 0,28 dari 2023 (73,14)
Usia 4-18 Disabilitas
RendahTahun ini 56,38,
naik 30,35 dari 2023 (26,03)
Usia 7-18 Kesetaraan
RendahTahun ini 20,74, naik 9,65 dari 2023 (11,09)
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 20
Setelah kini kita mengetahui kualitas layanan pendidikan Indonesia,
Apa langkah selanjutnya yang bisa kita lakukan?
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 21
Mulai dari membagikan informasi Rapor Pendidikan ke orang terdekat kita
Lalu kita diskusikan berbagai pendapat dan ide yang bisa kita lakukan sebagai anggota masyarakat
Dan akhirnya kita berkolaborasi dengan sekolah, organisasi, dan pemerintah untuk melakukan pembenahan.
Bersama kita bisa
tingkatkan kualitas layanan pendidikan karena kita
#SemuaPunyaPeran!
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 22
Lampiran
Penjelasan istilah serta tautan untuk referensi bacaan terkait.
AN
Asesmen Nasional adalah salah satu bentuk evaluasi sistem pendidikan oleh Kementerian pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
(Referensi: Permendikbud 17 tahun 2021 tentang AN) https://pusmendik.kemdikbud.go.id/an/
Sulingjar
Survei lingkungan belajar merupakan pengukuran aspek-aspek lingkungan satuan pendidikan yang berdampak pada proses dan hasil belajar peserta didik.
(Referensi: Permendikbud 17 tahun 2021)
https://paudpedia.kemdikbud.go.id/program-prioritas/survei-lingkungan- belajar
EMIS
Education Management Information System (EMIS) adalah sistem pengelolaan data yang dikelola oleh Kementerian Agama untuk mendukung kebutuhan perencanaan dan pengambilan kebijakan di bidang Pendidikan Keagamaan.
(Referensi: Keputusan Menteri Agama RI 83 Tahun 2022) https://emis.kemenag.go.id/
Dapodik
Data Pokok Pendidikan (Dapodik) adalah sistem yang dikelola oleh Kemendikbudristek untuk mengumpulkan data sekolah, siswa, guru, dan aspek penting lainnya terkait pendidikan. Data ini diperbarui terus-menerus secara kontinu. (Referensi: Permendikbud 79 tahun 2015 tentang Data Pokok Pendidikan, yang telah diperbarui di Permendikbud 31 tahun 2022 tentang Satu Data Dikbudristek)
https://dapo.kemdikbud.go.id/laman/tentang
ARKAS
Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) adalah aplikasi yang membantu sekolah dalam mengelola perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pelaporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara transparan dan akuntabel. (Referensi: Peraturan Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi 13 Tahun 2022)
https://jdih.kemdikbud.go.id/detail_peraturan?main=3175
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 23
PMM
Platform Merdeka Mengajar adalah platform digital yang berfungsi untuk Pengembangan Kompetensi yang berorientasi pada kebutuhan kegiatan belajar mengajar antara guru dan murid. (Referensi: Keputusan Sekretaris Jenderal Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 10/M/2022 Tentang Peta Jalan Pengelolaan Platform Digital di Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2022-2024.)
https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/hc/en-
us/articles/6090880411673-Apa-Itu-Platform-Merdeka-Mengajar
SIMPKB
Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIMPKB) merupakan salah satu aplikasi Kemendikbud untuk melakukan manajemen pengembangan keprofesian dan berkelanjutan pada Guru dan Tenaga Kependidikan.
https://bantuan.simpkb.id/
Tracer Study
Tracer Study adalah survei untuk mengetahui kegiatan lulusan SMK dalam satu tahun setelah lulus. Survei ini bertujuan untuk melihat bagaimana lulusan tersebut bekerja, berwirausaha, dan/atau melanjutkan pendidikan, serta mengevaluasi keselarasan pekerjaannya dan kepuasan dunia kerja terhadap kinerja lulusan tersebut. (Refensi: Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Nomor 24 Tahun 2023)
https://tracervokasi.kemdikbud.go.id/
BAN PDM
BAN PDM merupakan hasil penggabungan BAN PAUD dan BAN SM oleh Kementerian Pendidikan. Badan Akreditasi Nasional adalah badan yang melaksanakan Akreditasi terhadap satuan pendidikan anak usia dini, satuan pendidikan dasar, satuan pendidikan menengah, dan program pendidikan kesetaraan yang dalam menjalankan tugasnya bersifat mandiri dan professional.
https://bansm.kemdikbud.go.id/page/detail/tugas-dan-fungsI
BPS
Badan Pusat Statistik (BPS) adalah lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan survei dan sensus berbagai bidang, salah satunya data pendidikan.
Indikator Prioritas
Indikator prioritas merupakan area fokus utama terkait kualitas layanan pendidikan, baik di tingkat sekolah maupun pemerintah daerah. Di tingkat sekolah, indikator ini berfokus pada kualitas proses pembelajaran, hasil belajar, dan lingkungan belajar. Sedangkan di tingkat pemerintah daerah, indikator prioritas berfokus pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Pendidikan.
Rapor Pendidikan Indonesia Tahun 2024 24
Sekolah Umum
Sekolah yang meliputi SD/SMP/SMA dan SPK SD/SMP/SMA (Sekolah Pendidikan Kerjasama tingkat SD/SMP/SMA).
Sekolah Kemenag (disingkat: Sekolah Agama)
Satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama, yang meliputi Raudatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI)/Sekolah Dasar Teologi Kristen (SDTK)/Adi Widya Pasraman (AWP), Madrasah Tsanawiyah (MTS)/Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK)/Madyama Widya Pasraman (MWP), dan Madrasah Aliyah (MA)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)/Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK)/Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK)/Utama Widya Pasraman (UWP).
Sekolah Kesetaraan (disingkat: Sekolah Setara)
Sekolah Kesetaraan, merupakan program pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan umum paket A/Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Ula (setara SD/MI), paket B/PKPPS Wustha (setara SMP/MTs), dan paket C/PKPPS Ulya (setara SMA/MA).
Sekolah Sederajat
Sekolah Sederajat adalah bentuk satuan pendidikan lain yang setara dengan jenis dan jenjang pendidikan formal dan pendidikan non formal. contohnya SD umum, SD Kemenag, SD LB, dan Paket A merupakan satuan pendidikan sederajat. (Referensi: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).
Sekolah LB
Sekolah Luar Biasa (LB) merupakan jenjang pendidikan bagi siswa/pelajar dengan kebutuhan khusus. Sekolah LB meliputi jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB.
Profil Pelajar Pancasila
Pelajar Pancasila adalah pelajar Indonesia yang belajar seumur hidup, memiliki kemampuan global, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Mereka memiliki enam ciri utama: beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, menghargai keragaman, bekerja sama, mandiri, berpikir kritis, dan kreatif.
Kompetensi Minimum (dalam literasi dan numerasi)
Kompetensi mendasar adalah kemampuan yang harus dimiliki semua murid agar bisa mengembangkan diri dan berkontribusi positif di masyarakat.
(Referensi: Naskah Akademik AKM).