Puji syukur kehadirat Yang Maha Kuasa atas rahmat dan bimbingan-Nya, sehingga Rumah Sakit Pusat Otak Nasional telah mampu menyusun rencana bisnis dan anggaran, berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Badan Layanan Umum, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah. Peraturan Nomor 74 Tahun 2012 dan berdasarkan keputusan Menteri Keuangan nomor 624/KMK.05/2014 tentang pendirian Rumah Sakit Pusat Otak Nasional untuk secara resmi melaksanakan seluruh pengelolaan keuangan pelayanan publik. Dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Tahun 2018 memuat rencana kerja dan kegiatan seluruh unit kerja yang terintegrasi dan saling berhubungan. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional diresmikan pada tanggal 1 Februari 2013 bersamaan dengan diresmikannya para direktur RS PON dan diresmikan sebagai rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan RI pada tanggal 14 Juli 2014, sehingga terhitung sejak tanggal tersebut bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Kesehatan.
Selain itu, dalam upaya pengembangannya menjadi rumah sakit berkinerja maksimal, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 624/KMK.05/2014 tanggal 22 Desember 2014, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ditetapkan sebagai instansi yang menerapkan Pola Pengelolaan Perekonomian Badan Layanan Umum (PPK-BLU) dan juga telah dibentuk KMK Pajak nomor 244/PMK.05/2016 dan KMK Remunerasi nomor 397/KMK.05/2017. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional yang telah ditetapkan oleh KARS sebagai Rumah Sakit Terakreditasi Pleno merupakan Rumah Sakit Khusus Tipe A yang berlokasi di Provinsi DKI Jakarta. Dengan ditetapkannya sebagai satuan kerja tersendiri atau pengguna PNBP pada tanggal 1 Januari 2014, Hjernecenterhospitalet dapat mengelola keuangan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan demikian dalam rangka memberikan pelayanan, Hjernecenterhospitalet dapat menambah sarana dan prasarana, melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan, sehingga mereka dapat memberikan layanan yang berkualitas dan memiliki pengaruh yang tinggi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan penerimaan, serta.
Progres sumber daya manusia dan pendidikan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional pada bulan Desember 2017 adalah sebagai berikut: Program pendidikan (pendidikan) dari sasaran 38 orang, realisasi sampai Desember 2017 sebanyak 18 orang (47%), Pelatihan (Pra- pelatihan pelayanan & Kepemimpinan) dari target 103 realisasi sampai Desember 2017 sebanyak 2 orang (1,94%), pelatihan teknis administrasi dari target 150 tersertifikasi, realisasi sampai Desember 2017 sebanyak 150 tersertifikasi (100%), pelatihan teknis kesehatan dari target dari 413, realisasi sampai bulan Desember 2017 sebanyak 389 tersertifikasi (94,19 %) dan Penunjang Operasional dari realisasi tujuan 3 sampai dengan bulan Desember 2017 sebanyak 3 (100%). Penilaian berdasarkan kriteria Lakipi tahun 2016 dengan hasil 92,56%, kinerja RS Pusat Otak Nasional juga masuk dalam kategori AA.
- Landasan Hukum dan Sejarah Perkembangan Rumah Sakit
- Karakteristik Bisnis Rumah Sakit
- Maksud dan Tujuan Rumah Sakit
- Tersedianya infrastruktur yang mendukung aktifitas pelayanan rumah sakit;
- Terwujudnya sumber daya manusia rumah sakit yang kompeten, inovatif dan kreatif;
- Terwujudnya budaya kerja yang terbuka dan saling melayani;
- Terwujudnya proses bisnis pelayanan, penelitian dan pengembangan sub spesialistik neurologi & bedah saraf yang
- Terwujudnya kepuasan bagi pelanggan rumah sakit secara optimal;
- Mewujudkan tata kelola keuangan rumah sakit secara efisiensi, transparan dan akuntabel
- Kegiatan Rumah Sakit
- Pelayanan Brain Check-Up 2. Comprehensive stroke care
- Gangguan memori dan neurobehaviour
- Pelayanan Laboratorium 3. Pelayanan Farmasi
- Pelayanan Sterilisasi sentral dan Binatu 5. Pelayanan Gizi
Rumah Sakit Pusat Otak Nasional akan menjadi pusat rujukan nasional pengobatan khusus kesehatan otak dan saraf, serta menjadi pilot project pelayanan khusus kesehatan otak dan saraf yang benar dan diharapkan dapat memberikan dampak sistemik (efek domino) pada masyarakat lain. wilayah di Indonesia dan menjadi wadah penelitian ilmu saraf dan pendidikan khusus bidang otak dan saraf. Para direktur RS Pusat Otak Nasional Jakarta dilantik oleh Menteri Kesehatan bersamaan dengan peresmian rumah sakit tersebut, yaitu Jumat, 1 Februari 2013, bersamaan dengan pelantikan pejabat lainnya di lingkungan Kementerian. Kesehatan dengan susunan Dewan Tata Kelola sebagai berikut: Dr. 624/KMK.05/2014 Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Kementerian Kesehatan ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menyelenggarakan pengelolaan keuangan instansi pemerintah.
Pada tanggal 8 Mei 2015, Komisi Akreditasi Rumah Sakit mengakui bahwa Rumah Sakit Pusat Otak Nasional telah memenuhi standar akreditasi rumah sakit dan dinyatakan lulus jenjang PARIPURNA dengan nomor: KARS-SERT/108/V/2015 dan berlaku mulai bulan April 14 Tahun 2015 sampai dengan tanggal 13 April 2018. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional telah melakukan pembayaran remunerasi bulan Juni 2017 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 397/KMK.05/2017 Tentang Penetapan Remunerasi Pengurus Pejabat, Dewan Pengawas dan Pegawai Badan Layanan Umum RS Pusat Otak Nasional tanggal 12 Mei 2017. Klien RS Pusat Otak Nasional tersebar di seluruh Indonesia, namun mayoritas masih di sekitar DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, sebagian. Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta dan menyebar ke luar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan dan Papua.
Rumah Sakit Pusat Otak Nasional merupakan rumah sakit vertikal yang perlu mampu mengembangkan produk subspesialisasi untuk menarik pelanggan. Perencanaan kinerja Rumah Sakit Pusat Otak Nasional tahun 2017, dalam upaya mewujudkan visi dan misi rumah sakit yang mengacu pada Rencana Strategis Bisnis, meliputi kegiatan sebagai berikut.
Menjadi Rumah Sakit Pusat Rujukan Nasional di bidang Otak dan Sistem Persarafan”
- Misi Rumah Sakit
- Mewujudkan pelayanan Otak dan Sistem Persarafan bermutu tinggi dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat diseluruh Indonesia
- Mewujudkan Pendidikan dan Penelitian yang mampu memberikan kontribusi pada pemecahan masalah Otak dan Sistem Persarafan di
- Mewujudkan Penapisan IPTEK di bidang Otak dan Sistem Persarafan;
- Mewujudkan kenyamanan dan kesejahteraan pegawai
- BUDAYA RUMAH SAKIT
Dalam mewujudkan visi Rumah Sakit Nasional Pusat Otak diperlukan kerjasama dan keteguhan hati yang baik agar permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan dengan mudah, sehingga dirumuskan misi rumah sakit sebagai berikut. Mewujudkan pelayanan otak dan sistem syaraf yang berkualitas, terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia secara efektif dan efisien; Menyelenggarakan pendidikan dan penelitian yang mampu memberikan kontribusi terhadap penyelesaian permasalahan otak dan sistem saraf dengan memberikan kontribusi terhadap penyelesaian permasalahan otak dan sistem saraf pada tingkat nasional dan internasional;
Terwujudnya visi dan misi Rumah Sakit Pusat Otak Nasional sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut oleh para pemangku kepentingan di lingkungan rumah sakit.
SUSUNAN PEJABAT PENGELOLA DAN DEWAN PENGAWAS
B/2668/M.PAN-RB9/2012 tanggal 24 September 2012 mengubah organisasi seluruh direksi dan jabatan di luar Direktorat Keuangan dan Administrasi Umum menjadi tidak berskala, dan disamakan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI. Republik Indonesia Nomor 30/MENKES/SK/I/2013 tanggal 25 Januari 2013.
MARS
- Direktur Utama mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan paripurna, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan
- Direktur Pelayanan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan pelayanan medis dan pelayanan keperawatan;
- Direktur SDM dan Diklit mempunyai tugas melakukan pengelolaan sumber daya manusia serta pendidikan dan penelitian;
- Direktur Keuangan dan Administrasi Umum mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan keuangan rumah sakit;
Rumah Sakit Pusat Otak Nasional ditetapkan sebagai rumah sakit yang dikelola oleh badan layanan umum mulai tanggal 1 Januari 2015 sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 624/KMK.05/2014 dan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor: HK. 01.07/MENKES/638/2017 tanggal 8 Desember 2017 tentang Pengurus Rumah Sakit Pusat Otak Nasional.
KINERJA RUMAH SAKIT TAHUN BERJALAN (TA 2017) DAN RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN RUMAH SAKIT TAHUN 2018
EKSTERNAL YANG MEMPENGARUHI PENCAPAIAN KINERJA TAHUN 2017
- Pelayanan Stroke dan Penyakit Neurovaskuler 2. Pelayanan Neuroemergensi
- Pelayanan Trauma Serebrospinal 4. Pelayanan Neuroinfeksi dan HIV
- PelayananNeuroonkologi
- Pelayanan Nyeri dan Sakit Kepala 8. Pelayanan Neurobehaviour dan memori
- Pelayanan Neurogeriatri
- Pelayanan Movement Disorder dan Klinik Botox 12. Pelayanan Saraf Parifer/ Neuromuskular
- Pelayanan Neurointervensi
- Pelayanan Neurooftalmologi dan Neurootologi 15. Pelayanan Neuroendokrinologi dan Neuroimunologi
Upaya peningkatan kualitas pelayanan terus dilakukan melalui realokasi kelas pengobatan, peningkatan pelayanan rawat inap dan rawat jalan, mengejar akreditasi kedokteran, serta meningkatkan kualitas staf melalui pendidikan dan pelatihan. Rumah Sakit Pusat Otak Nasional didukung oleh beberapa unit pelayanan yang berkontribusi terhadap penerimaan rumah sakit, seperti instalasi gawat darurat, instalasi rawat jalan, instalasi rawat inap, instalasi radiologi, instalasi laboratorium klinik, instalasi bedah sentral, instalasi farmasi dan instalasi lainnya. Dalam rangka terus meningkatkan mutu pelayanan, selain sumber pembiayaan melalui pendapatan operasional sebagai RS PPK-BLU juga mendapat subsidi belanja pegawai berupa gaji, belanja operasional dan dana pendamping lainnya yang bersumber dari APBN.
Dengan ditetapkannya Rumah Sakit Pusat Otak Nasional sebagai Badan Layanan Umum diharapkan mampu memberikan arahan kepada manajemen rumah sakit dalam pengembangan dan pelaksanaan tugas, tanggung jawab dan koordinasi antar unit terkait dalam rangka mencapai tujuan. mengembangkan kerjasama tim yang solid. untuk mendukung pencapaian tujuan rumah sakit. Adanya program pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan baik di bidang pendidikan maupun pelatihan akan mendukung peningkatan pelayanan rumah sakit. Program pengembangan layanan di atas didukung oleh Sumber Daya Manusia sebanyak 634 karyawan yang terdiri dari.
1 PEJABAT
Dengan selesainya akreditasi Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, banyak dilakukan perbaikan dan penambahan sarana dan prasarana sebagaimana ditentukan dalam standar akreditasi. Walaupun dengan kelengkapan peralatan medis dan non medis, masih banyak kekurangan yang perlu dilengkapi.
Persentase peningkatan usia produktif antara 10 – 24 tahun dan 25 – 44 tahun (sumber BPS), merupakan usia produktif dan mempunyai mobilitas yang cukup tinggi. Sedangkan menurut data terkini Badan Kesehatan Dunia (WHO), kecelakaan lalu lintas menempati urutan ketiga penyebab kematian di Indonesia, setelah penyakit jantung koroner dan tuberkulosis (TB). Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, kematian terbanyak disebabkan oleh kecelakaan transportasi yaitu sebesar 475 dari 899 kematian (53%).
Semakin berkembangnya teknologi kedokteran, baik alat kesehatan maupun teknologi informasi, menuntut rumah sakit untuk melakukan upgrade ke Hospital Information Management (MIRS) yang berbasis teknologi tinggi dan berbasis teknologi informasi.
- Analisis Internal Rumah Sakit
- Pelayanan sub spesialistik paripurna;
- Pendeknya waktu tunggu operasi;
- Kompetensi professional SDM sub spesialistik sesuai dengan status rumah sakit pendidikan;
- Sebagai rumah sakit yang menerapkan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum masih memperoleh subsidi APBN;
- Fleksibilitas dalam pengelolaan anggaran BLU;
- Memiliki peralatan medik berteknologi canggih dan sarana prasarana yang berstandar JCI;
- Kompetensi SDM yang menunjang pelayanan sub spesialistik belum menyeluruh;
- Peralatan medis yang masih kurang;
- Keterbatasan anggaran;
- Sistem Informasi Rumah Sakit belum memadai;
- Cost Recovery Rate yang cenderung menurun;
- Maintenance dan tingkat utilitas peralatan medis belum optimal;
- Evaluasi mutu pelayanan yang belum menyeluruh;
- Analisis Eksternal Rumah Sakit
- Dukungan Kementerian Kesehatan terhadap Rumah SakitPusat Otak Nasional sebagai Pusat Rujukan Nasional di bidang persarafan;
- Berlakunya Jaminan Kesehatan BPJS;
- Terjalinnya kerjasama rumah sakit dengan institusi lain;
- Neurologi Pelayanan sub spesialistik paripurna;
- Regulasi pemerintah tentang pengelolaan keuangan yang jelas;
- Tuntutan fasilitas pelayanan yang lebih canggih;
- Potensi pasar yang besar;
- Tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan (perlindungan konsumen) dan profesionalisme SDM;
- Berlakunya AFTA tahun 2015;
- Semakin berkurangnya subsidi pemerintah;
- Belum stabilnya iklim perekonomian yang menunjang sektor kesehatan;
- Asumsi Makro
15 Rencana Bisnis dan Anggaran Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Tahun 2018 8. Etika kerja dan etika pegawai belum optimal;
Sumber : Menggunakan Nota Keuangan 2017
Asumsi Mikro
Anggaran gaji PNS mewakili 29,93% dari total anggaran, sehingga meningkatkan pendapatan dan dapat menutup biaya operasional khususnya belanja pegawai. Anggaran biaya operasional sebesar 68,03% dari total anggaran biaya operasional rumah sakit, sehingga pelayanan berjalan maksimal mengingat RS Pusat Otak Nasional masih terus berkembang. Anggaran biaya investasi sebesar 2,03% dari total anggaran pengeluaran, agar kebutuhan alat kesehatan terpenuhi, sehingga pendapatan meningkat.
Tarif pelayanan rumah sakit didasarkan pada biaya satuan 100%, sehingga dapat meningkatkan pendapatan sesuai dengan biaya atau pengeluaran yang dikeluarkan rumah sakit. PROSES PENILAIAN KINERJA RUMAH SAKIT Tabel 4: Kinerja indikator kinerja BLU Tahun 2016 Tabel 4: Kinerja indikator kinerja BLU Tahun 2016.
PROSES PENILAIAN KINERJA RUMAH SAKIT Tabel 4 : Capaian Indikator Kinerja BLU Tahun 2016 Tabel 4 : Capaian Indikator Kinerja BLU Tahun 2016
Program Kerja Strategis RSPusat Otak Nasional Tahun 2015-2019
Meningkatkan kompentensi tenaga rumah yang sakit dalam rangka optimalisasi pelayanan
Meningkatkan sistem manajemen keuangan dan pengelolaan sumber daya secara efisiensi, transaparan dan akuntabel
- Terwujudnya optimalisasi surplus RS
Meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit bagi pelanggan eksternal dan internal
- Terjalinnya kerjasama untuk semua bidang pelayanan
- Terwujudnya pelayanan kesehatan yang unggul dengan kendali mutu dan kendali biaya
- Terwujudnya kepuasaan stakeholder
JUMLAH SKOR ASPEK MUTU & MANFAAT KEPADA MASYARAKAT
- Program training dan pendidikan untuk staf
- Evaluasi training staf Terwujudnya sistem
- Pengembangan sarana dan prasarana 2. Pengembangan sistem monitoring
- Optimalisasi Brain Check up, comprehensive stroke care, gangguan
- Depth Interview
- Memenuhi kebutuhan fasilitas publik 3. Survey kepuasan pelanggan
- Memenuhi kebutuhan akan fasilitas staf 2. Survey kepuasan staf
- Kerjasama dengan pihak ketiga 2. Efisiensi dan pengendalian biaya
- Fokus terhadap revenue centerPeningkatan
Optimalisasi Brain Check Up, Perawatan Stroke Komprehensif, Perawatan Stroke Komprehensif, Gangguan Memori dan Neurobehavioral.
2018 Terwujudnya SDM yang
RUMAH SAKIT TAHUN 2018 1. Pelayanan
SDM& Diklit
PAGU
PENYELENGGARAAN OPERASIONAL PERKANTORAN
- Biaya tidak langsung. Biaya tidak langsung merupakan biaya-biaya yang diperlukan untuk administrasi dan yang bersifat umum dan terkait secara
- BELANJA RM (diluar belanja modal) 94.571.697.462 58.998.175.000
- INFORMASI LAIN TENTANG RUMAH SAKIT
- AMBANG BATAS BELANJA RUMAH SAKIT Tabel 19 : Ambang Batas Belanja Rumah Sakit Tabel 19 : Ambang Batas Belanja Rumah Sakit
- PRAKIRAAN MAJU PENDAPATAN DAN PRAKIRAAN MAJU BELANJA
- Prakiraan Maju Pendapatan Rumah Sakit Tabel 20 : Prakiraan Maju Pendapatan Rumah Sakit
- Prakiraan Maju Belanja Rumah Sakit Tabel 21 : Prakiraan Maju Belanja Rumah Sakit
Biaya langsung adalah biaya-biaya yang berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, termasuk namun tidak terbatas pada, biaya-biaya yang berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, termasuk namun tidak terbatas pada, biaya pegawai, biaya material, biaya pelayanan, biaya pemeliharaan, listrik dan langganan jasa. . biaya dan biaya lain yang berkaitan langsung dengan pelayanan yang diberikan rumah sakit. Biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang diperlukan untuk administrasi dan bersifat umum serta diperlukan berkaitan dengan administrasi dan bersifat umum serta berkaitan langsung dengan kegiatan pelayanan rumah sakit. 72 Rencana Bisnis dan Anggaran Rumah Sakit Pusat Otak Nasional 2018 Tabel 18: Biaya langsung dan tidak langsung.
AMBANG PEMBELIAN RUMAH SAKIT Tabel 19: Ambang belanja rumah sakit Tabel 19: Ambang belanja rumah sakit Tabel 19: Ambang belanja rumah sakit. Namun berdasarkan rata-rata realisasi pendapatan BLU selama tiga tahun terakhir, diusulkan agar ambang batas target pendapatan RS Pusat Otak Nasional tahun 2018 didasarkan pada pendapatan BLU sebesar 36%. RS Pusat Otak Nasional baru memperoleh status BLU pada tahun 2015 dan baru memperkenalkan remunerasi bagi pengelola rumah sakit, dewasa dan pegawai BLU berdasarkan KMK nomor 397/KMK.05/2017 tanggal 23 Mei 2017, jumlah shift (jumlah pasien rawat jalan) belum stabil, rawat inap, dll), serta tingginya klaim BPJS dan penetapan tarif baru INA-CBG yang berpotensi menurunkan pendapatan rumah sakit.
Prakiraan Prakiraan Pendapatan Rumah Sakit Tabel 20: Prakiraan Forward Pendapatan Rumah Sakit Tabel 20: Prakiraan Forward Pendapatan Rumah Sakit. Perkiraan ke depan untuk biaya rumah sakit Tabel 21: Perkiraan ke depan untuk biaya rumah sakit Tabel 21: Perkiraan ke depan untuk biaya rumah sakit.
KODE 024.04.07
TOTAL PENDAPATAN REKAPITULASI PENDAPATAN
TOTAL BELANJA REKAPITULASI BELANJA
PENUTUP
- Rencana Bisnis dan Anggaran tahun 2018 disusun agar rumah sakit dapat tumbuh dan berkembang menjadi sehat dengan memperrhatikan mutu
- Kebijakan yang digariskan oleh manajemen rumah sakit sesuai dengan sasaran yang ditentukan adalah meningkatkan dan mengembangkan
- Proyeksi volume kegiatan dan pendapatan disusun berdasarkan prognosa kegiatan enam bulan terakhir tahun berlalu
- Fungsi sosial RS BLU. Badan Layanan Umum adalah instansi di lingkungan Pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat
- KESIMPULAN
- Program layanan unggulan yang akan dikembangkan tahun 2018 adalah pelayanan Brain Check-Up dengan dukungan meningkatkan dan
- Total anggaran yang diperlukan untuk kegiatan tahun 2018 sebesar Rp.251.016.175.000,-
- Jumlah penerimaan BLU yang direncanakan pada tahun 2018 sebesar Rp.180.000.000.000,-
- Anggaran Investasi yang direncanakan pada tahun 2018 sebesar Rp.19.700.000.000,- dari Rupiah Murni
- Kegiatan prioritas tahun 2018 adalah
- Upaya memecahkan masalah / hambatan
- HAL-HAL YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN PEMILIK
- Memperluas e-katalog alat kesehatan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran
- Proses penghapusan Barang Milik Negara (BMN) bisa dipercepat
- Klaim BPJS untuk dimaksimalkan atau ditingkatkan 4. Jenjang karir sesuai kepangkatan
- Peningkatan kompetensi SDM Pelayanan dan kualitas pelayanan (Perawat harus senyum, ramah dan jemput bola)
- Pemberian remunerasi harus sesuai dengan beban kerja
Pembangunan/penataan sarana dan prasarana yang direncanakan pada tahun 2018 meliputi pengisian peralatan medis, pengisian peralatan non medis dan pengembangan sistem informasi rumah sakit. Sulitnya mencari data pendukung saat mengajukan anggaran hibah, khususnya untuk peralatan kesehatan, karena tidak semua barang masuk dalam e-katalog.