• Tidak ada hasil yang ditemukan

REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PENYELENGGARAAN ASIAN GAMES 2018 DI INDONESIA

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PENYELENGGARAAN ASIAN GAMES 2018 DI INDONESIA "

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

1

REAKSI PASAR MODAL TERHADAP PENYELENGGARAAN ASIAN GAMES 2018 DI INDONESIA

(Event Study pada Saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia)

Muhammad Nursyafi Azisanabely

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Pembimbing: Dr. Atim Djazuli, SE. MM., CFP Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Abstract: The purpose of this research is to discover the circumstance of capital market on the organizing of Asian Games 2018. The circumstance of capital market is signified by the changes of Average Abnormal Return (AAR) and Average Trading Voume Actvity (ATVA). The event study method was used in this research to examine the influence of the publication of an information on the stock price. Furthermore, this research uses 11 business days of Indonesia Stock Exchange that are divides into three which are 1 event date, 5 business days before closing of Asian Gmes 2018 and 5 business days after the closing of Asian Games 2018. The market adjusted model was used in this research to determine the expected return value and 40 stocks that were listed in stock index of LQ-45 were used as the samples of this research. Moreover, the purposive sampling technique in order to captured certain samples within a characteristic which was the consistency of the stocks in LQ-45 in semester I (February 2018-July 2018) and semester II (August 2018-January 2019). The results of this research show that the organizing of Asian games 2018 in Indonesia has no influence on the Average Abnormal Return (AAR) and Average Trading Volume Activity (ATVA).

Keywords: event study, average abnormal return, average trading volume activity

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan pasar modal terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018. Keadaan pasar modal dilihat dengan perubahan Average Abnormal Return (AAR) dan Average Trading Volume Activity (ATVA). Jenis penelitian ini adalah studi peristiwa (event study) yang digunakan untuk melihat pengaruh sebuah informasi yang dipublikasikan terhadap harga saham. Penelitian ini menggunakan periode waktu 11 hari kerja Bursa Efek Indonesia yang dibagi menjadi tiga yaitu 1 hari event date serta 5 hari kerja sebelum penutupan Asian Games 2018 dan 5 hari kerja setelah penutupan Asian Games 2018. Penelitian ini menggunakan market-adjusted model dalam menentukan nilai expected return. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 40 saham yang terdaftar dalam indeks saham LQ-45. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik saham-saham yang konsisten dalam indeks LQ- 45 semester I (Februari 2018-Juli 2018) dan II (Agustus 2018-Januari 2019). Dari hasil pengujian ini dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia tidak mempengaruhi Average Abnormal Return (AAR) dan Average Trading Volume Activity (ATVA).

Kata kunci: event study, average abnormal return, average trading volume activity

(2)

2 PENDAHULUAN

Pasar modal dalam menjalankan fungsi ekonomi dengan cara mempertemukan kepentingan investor yang memiliki kelebihan dana kepada peminjam yaitu perusahaan emiten selaku pihak yang membutuhkan dana untuk

membiayai operasional

perusahaannya, sedangkan fungsi keuangannya dapat ditunjukkan dengan adanya perolehan imbalan bagi pihak yang memberi dana sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih. (Sunariyah,2009)

Pasar modal terdiri dari berbagai perusahaan yang diklasifikasikan berdasarkan sektor dan faktor lain.

Klasifikasi berdasarkan sektor semisal sektor manufaktur, food and beverages dan sebagainya. Salah satu klasifikasi perusahaan berdasarkan faktor lain yang ada di bursa saham Indonesia adalah LQ-45.

Pemegang saham dituntut untuk mengikuti perkembangan dari perusahaan saham yang sudah dipilih untuk menanamkan modalnya dengan melihat fakor lingkungan internal maupun eksternal perusahaan. Faktor eksternal ini

seringkali mempengaruhi pemegang saham untuk mengambil keputusan dalam pasar modal dalam membeli saham. Peristiwa yang mempengaruhi pasar modal pada prinsipnya mengandung suatu informasi. Kemampuan suatu pasar dalam menyerap informasi baik bersifat ekonomi maupun non ekonomi disebut dengan kekuatan efisiensi pasar. Fama (1970) mendefinisikan bahwa effiency market sebagai suatu pasar dimana harga yang tercipta mencerminkan tersedianya informasi secara menyeluruh. Fama membagi bentuk efisiensi pasar menjadi tiga kategori, yaitu weak form, semi-strong, dan strong form effiency. Kemampuan pasar yang efisien dalam menerima informasi yang terjadi dijelaskan pula dalam signaling theory. Teori ini menjelaskan bahwa sinyal-sinyal yang timbul dari informasi baik yang berasal dari eksternal perusahaan maupun internal perusahaan secara langsung akan berpengaruh pada pergerakan harga dari perusahaan terkait (Bhattacharya & Dimar, 2001 dalam Michael, 2009). Kemudahan mendapatkan informasi akan

(3)

3 mempengaruhi keadaan pasar modal.

Keberadaan asimetrik informasi dapat mempengaruhi efisiensi pasar dalam pasar modal. (Tandellin, 2010)

Event olahraga dianggap dapat

mempengaruhi keadaaan

perekonomian negara tuan rumah karena diasumsikan mencerminkan harapan untuk efek positif dari berbagai sektor yang ada dalam negara tuan rumah. Salah satu event olaharaga yang mempengaruhi perekonomian adalah Asian Games 2018.

Event Asian Games memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kepada beberapa sektor seperti infrastruktur, consumer goods, dan transportasi (Indoperemier, 2018). Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN), Bambang Brodjonegoro mengatakan adanya pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan sebesar 0,05%

(Sindonews, 2018). Pertumbuhan ekonomi akan membawa pengaruh ke dalam keadaan pasar modal. Hal ini dapat diketahui dengan adanya kenaikan IHSG (Indeks Harga

Saham Gabungan) pada saat penutupan sebesar 0,88% setelah 3 hari diselenggarakannya Asian Games 2018 (Kuwera, 2018).

Untuk melihat respon pasar modal terhadap informasi yang terdapat di lingkungan sering digunakan penelitian dengan event study. Menurut Jogiyanto (2014:585) event study digunakan untuk mengetahui seberapa besar kandungan informasi pada suatu pengumuman dapat diserap dan mempengaruhi pasar, serta menguji efisiensi pasar yang mempunyai bentuk setengah kuat. Menurut Jogiyanto (2014:586) digunakan abnormal return sebagai tolok ukur pada event study. Tetapi Sharpe, dkk (1997:99), berpendapat bahwa volume perdagangan (trading) juga mencerminkan informasi yang diserap pasar.

Penelitian menggunakan event study sudah beberapa kali dilakukan, baik itu berkaitan dengan informasi ekonomi maupun non ekonomi.

Dalam informasi ekonomi, Muhammad Zainuddin (2015) telah meneliti berkaitan dengan kegagalan bayar hutang Yunani yang

(4)

4 menunjukkan tidak adanya perubahan signifikan pada periode sebelum dan sesusah penelitian.

Muhammad Zaky Kurniawan (2010) dan Abdul Aziiz Ali Safaat (2017) melakukan event study berkenaan dengan informasi politik yaitu pemilihan presiden. Muhammad Zaky Kurniawan menemukan adanya perbedaan signifikan trading volume activity sebelum dan sesudah peristiwa. Event study juga digunakan pada isu lain seperti event olahraga. Asteriout, Dimitros, et al., (2012) menggunakan event study dengan informasi Olimpiade London yang menemukan adanya abnormal return.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka ingin diketahui bagaimana reaksi pasar modal, khususnya pada saham yang terdaftar dalam indeks LQ-45 di Bursa Efek Indonesia terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia.

Untuk itu, dilakukan penelitian dengan judul “Reaksi Pasar Modal Terhadap Penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia (Event Study Pada Saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia)”.

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

Pasar Modal

Menurut Abdul Halim (2015:1), pasar modal adalah tempat bertemunya pihak-pihak yang berkepentingan terhadap dana jangka panjang baik yang berkelebihan dana (investor) maupun yang membutuhkan.

Efisiensi Pasar Modal

Menurut Jogiyanto (2014:548), efisiensi pasar modal dapat diukur dari dua kriteria. Kedua kriteria tersebut adalah ketersediaan informasi dan kecerdasan pelaku pasar dalam mengambil keputusan.

Efisiensi pasar secara informasi menurut Fama (1970), efisiensi pasar secara informasi dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu weak form, semi-strong form, dan strong form.

Sumber: Fama (1970) dalam Jogiyanto (2014:553)

Gambar 1. Tingkat Kumulatif Bentuk Efisiensi Pasar Secara Informasi

Pasar efisien bentuk kuat Pasar efisien bentuk setengah

kuat

Pasar efisien bentuk lemah

(5)

5 Kriteria kedua dari efisiensi pasar modal menurut Jogiyanto (2014:551) adalah efisiensi pasar secara keputusan (decisionally efficient market). Bentuk ini secara gambar kumulatif dapat ditambahkan kedalam gambar yang dikemukakan Fama (1970) pada pasar efisien secara informasi sebagai berikut:

Sumber: Jogiyanto (2014:556) Gambar 2. Tingkat Kumulatif Bentuk Pasar Efisien Secara Keputusan

Return

Menurut Jogiyanto (2014:235), return merupakan imbal hasil yang didapat dari investasi yang dilakukan. Terdapat dua macam return saham bagi investor yaitu expected return dan realized return.

Abnormal Return

Menurut Zalmi (2013:4), abnormal return merupakan kelebihan imbal hasil yang didapat dari selisih expected return dan

realized return. Perhitungan abnormal return secara matematis sebagai berikut: (Jogiyanto, 2014:610)

, , ,

Keterangan:

RTNi,t = abnormal return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t

Ri,t = actual return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t E[Ri,t] = expected return sekuritas

ke-i pada periode peristiwa ke-t

Secara matematis actual return adalah: (Jogiyanto, 2014:264)

, , ,

,

Keterangan:

Ri,t =actual return sekuritas ke-i pada hari ke-t

Pi,t = harga saham i pada hari ke- t

Pi,t-1 = harga saham I pada satu

hari sebelum hari ke-t Market-adjusted model menganggap bahwa estimasi terbaik untuk menghitung return sekuritas adalah return indeks pasar saat itu.

Trading Volume Activity

Trading volume activity merupakan salah satu parameter yang dapat digunakan untuk mengukur reaksi pasar modal terhadap suatu

Pasar efisien bentuk kuat Pasar efisien bentuk setengah kuat

secara keputusan Pasar efisien bentuk setengah

kuat secara informasi Pasar efisien bentuk lemah

(6)

6 informasi. Huang (1990) mengemukakan bahwa trading volume activity bisa menjadi faktor penting dalam melakukan peramalan (forecast) pergerakan saham.

Event Study

Event study merupakan metode untuk menguji perilaku saham perusahaan terhadap event yang biasanya terjadi seperti stock split dan lain sebagainya. Menurut Jogiyanto (2014:285), event study merupakan studi untuk mempelajari respon pasar dan efeknya terhadap suatu informasi yang dipublikasikan dengan pengumuman. Ada dua fungsi pada event study yaitu menguji muatan informasi publikasi pengumuman dan menguji efisiensi pasar bentuk setengan kuat.

Signalling Theory

Menurut Jogiyanto (2014), informasi yang dipublikasikan sebagai suatu pengumuman akan memberikan sinyal bagi investor dalam mengambil keputusan.

Keputusan investasi sebagai wujud dari reaksi pasar ditunjukkan dengan adanya perubahan volume perdagangan saham. Signaling

theory memiliki prinsip bahwa setiap tindakan mengandung informasi, dan menekankan bagaimana pasar merespon informasi.

Hipotesis Hipotesis 1:

Tidak terdapat perbedaan signifikan Average Abnormal Return sebelum dan sesudah peristiwa penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia terhadap saham-saham LQ-45

Hipotesis 2:

Tidak terdapat perbedaan signifikan Average Trading Volume Activity sebelum dan sesudah peristiwa penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia terhadap saham-saham LQ-45

METODE Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian uji beda dengan metode studi peristiwa (event study). Studi peristiwa merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk melihat pengaruh sebuah informasi yang dipublikasikan terhadap harga saham.

(7)

7 Lokasi dan Periode Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia dengan pengambilan data saham-saham LQ45 diperoleh melalui Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

Penelitian ini menggunakan periode waktu 11 hari kerja Bursa Efek Indonesia. Periode ini terbagi menjadi tiga yaitu 1 hari event date serta 5 hari kerja sebelum penutupan Asian Games 2018, 5 hari setelah penutupan Asian Games 2018.

Menurut Jogiyanto (2014) pemilihan periode atau jendela peristiwa (event window) yang pendek untuk menghindari adanya bias respon pasar modal akibat pengaruh dari peristiwa lain yang berdekatan waktunya dan lebih menangkap efek signifikan dari peristiwa yang terjadi.

Populasi dan Sampel

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini merupakan saham- saham indeks LQ-45. Sampel dalam penelitian ini merupakan bagian dari saham-saham indeks LQ-45 periode Agustus 2018-Januari 2019. Teknik sampling yang digunakan dalam

penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling. Metode sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling.

Kriteria yang digunakan yaitu saham-saham yang konsisten dalam indeks LQ-45 semester I (Februari 2018-Juli 2018) dan II tahun 2018 (Agustus-2018-Januari 2019).

Berdasarkan kriteria tersebut siperoleh sampel sebanyak 40 perusahaan.

Jenis dan Sumber Data

Data pada penelitian ini berupa data sekunder. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari pusat referensi pasar modal Bursa Efek Indonesia melalui Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.

Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi.

Pada penelitian ini, data harian harga saham, dan volume perdagangan saham selama masa pengamatan diambil dari www.idx.co.id.

(8)

8 Metode Analisis Data

Metode analisis data pada penelitian ini terdiri dari empat bagian yaitu:

1. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif bertujuan memberikan gambaran umum mengenai kondisi objek dengan singkat dan jelas. Statistik deskriptif mencakup beberapa hal seperti tabel, diagram, atau grafik yang berkaitan dengan statistik deskriptif seperti mean, minimal, maksimal, dan lain sebagainya.

(Sudarmanto, 2013) 2. Uji Normalitas Data

Uji normalitas data digunakan untuk melihat distribusi data yang akan digunakan. Uji normalitas pada penelitian ini menggunakan program SPSS dengan uji Kolmogrov Smirnov Goodness of Fit Test.

3. Penghitungan Abnormal Return Abnormal return merupakan selisih antara expected return dengan actual return, maka secara matematis adalah:

(Jogiyanto, 2014:623)

, , ( , )

Keterangan:

RTNi,t = abnormal return sekuritas ke–i pada periode peristiwa ke-t

Ri,t = actual return

sekuritas ke-i pada periode peritiswa ke-t

E(Ri,t) = expected return sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t

Untuk menghitung average abnormal return digunakan rumus:

, 1

,

Keterangan:

AARi,t = rata-rata abnormal return i waktu ke-t n = jumlah sampel yang

diteliti

ARi,t = abnormal return i waktu ke-t

(9)

9 4. Perhitungan trading volume

activity

Untuk menghitung trading volume activity menggunakan rumus:

, !"# $ ! % $&' $" &

("#" #

Uji Hipotesis

Digunakan uji statistik parametrik untuk data berdistribusi normal (paired sample t-test) dan statistik non parametrik untuk data berdistribusi tidak normal (Wilcoxon signed ranked test).

HASIL

Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif bertujuan memberikan gambaran umum mengenai kondisi objek dengan singkat dan jelas. Statistik deskriptif mencakup beberapa hal seperti tabel, diagram, atau grafik yang berkaitan dengan statistik deskriptif seperti mean, minimal, maksimal, dan lain sebagainya. (Sudarmanto, 2013)

Menurut Agresti dan Finlay (1997) dalam Budi Setiawan (2013:68), statistik deskriptif dapat menggambarkan karakteristik dasar dari objek penelitian. Ruang lingkup statistik deskriptif diabatasi pada

penyajian data, bukan sampai dengan tahap penarikan kesimpulan.

Abnormal Return

Nilai dari abnormal return menggambarkan hasil yang didapat pada saat itu yang bisa didapatkan oleh investor yang menginvestasikan dana mereka pada saham tertentu.

Nilai abnormal return yang positif mengindikasikan adanya keuntungan sebesar presentase abnormal return yang dihasilkan. Hasil pengujian dari abnormal return saham sampel selama periode penelitian yaitu 5 hari sebelum dan 5 hari setelah penutupan Asian Games 2018 pada tanggal 2 September 2018. Penelitian ini dilakukan menggunakan software SPSS 21 yang menghasilkan berupa minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi

(10)

10 Tabel 1. Statistik Deskriptif

Abnormal Return Saham LQ-45 Selama Periode Pengamatan

Minim um

Maxim um

Mean Std.

Deviati on -5 -.0330 .0602 -.00071 .02242 -4 -.0375 .0512 -.00330 .01883 -3 -.1397 .1209 .00087 .03368 -2 -.0316 .04628 .00182 .01662 -1 -.0442 .04843 -.00063 .02301 H -.0522 .02326 -.00309 .01655 +1 -.0456 .02577 -.00519 .01773 +2 -.0418 .04413 -.00357 .02191 +3 -.0445 .05013 -.00735 .01836 +4 -.0442 .05120 -.00759 .02113 +5 -.0453 .06233 .001081 .02057

Sumber: Data diolah (2019)

Secara umum selama 11 hari periode pengamatan, pergerakan rata-rata abnormal return saham- saham LQ-45 cukup fluktuatif.

Penurunan terjadi pada H-4 kejadian dengan nilai mean sebesar - 0.00330535. Namun pada hari berikutnya atau H-3 mean abnormal return kembali meningkat dengan nilai sebesar 0.00087004, yang kemudian kembali menurun dengan cukup tajam pada H-1 kejadian menjadi -0.00062744. Rata-rata abnormal return kembali meningkat pada akhir periode pengamatan atau H+5 dengan nilai 0.00108146.

Sumber: Data diolah (2019)

Gambar 3. Pergerakan Nilai Rata- Rata Abnormal return Selama Periode Pengamatan

Nilai rata-rata abnormal return memperoleh hasil tertinggi pada H-2 penutupan Asian Games 2018 dengan nilai sebesar 0.0018203, yang mengartikan bahwa investor paling tidak mengantisipasi informasi pada H-2. Sedangkan nilai terendah rata-rata abnormal return terjadi pada H+4 yaitu sebesar - 0.00758614, yang menunjukan investor mengartikan adanya informasi pada H+4 dan bereaksi setelah adanya penutupan Asian Games 2018. Nilai Standar deviasi tertinggi berada pada H-3 sebelum kejadian dengan nilai 0.033683166, yang berarti perubahan sebesar 3%

akan membawa pengaruh signifikan pada return.

-0.01 -0.008 -0.006 -0.004 -0.002 0 0.002 0.004

-5 -4 -3 -2 -1 H +1 +2 +3 +4 +5 ABNORMAL RETURN

(11)

11 Trading Volume Activity

Nilai trading volume activity (TVA) menunjukkan banyaknya transaksi saham yang terjadi pada saat itu. TVA juga dapat dijadikan indikator likuiditas suatu saham, maka dari itu TVA dapat menjadi pendukung nilai abnormal return untuk menganalisis keadaan yang terjadi di pasar modal. Berdasarkan pengolahan data, berikut merupakan hasil statistik deskriptif trading volume activity selama periode pengamatan.

Tabel 2. Statistik Deskriptif Trading Volume Activity Selama

Periode Pengamatan

Minim um

Maxi mum

Mean Std.

Deviati on -5 -.0007 .00320 .00045 .00091 -4 -.0035 .00327 -.00004 .00109 -3 -.0010 .00906 .00048 .00198 -2 -.0103 .00709 -.00028 .00223 -1 -.0057 .02680 .00094 .00457 H -.0258 .00136 -.00155 .00424 +1 -.0012 .00880 .00036 .00143 +2 -.0003 .00438 .00099 .00103 +3 -.0076 .00588 -.00043 .00173 +4 -.0042 .00048 -.00056 .00088 +5 -.0045 .00044 -.00032 .00080

Sumber: Data diolah (2019)

Berdasarkan hasil pengolahan data, nilai rata-rata (mean) sebelum

kejadian Penutupan Asian Games 2018 tertinggi terdapat pada H-1 dengan nilai 0.00093645, sedangkan nilai rata-rata terendah sebelum kejadian terjadi pada H-2 dengan nilai -0.00028083. Rata-rata trading volume setelah Penutupan Asian Games 2018 tertinggi terjadi pada H+2 dengan nilai sebesar 0.00098645, sedangkan rata-rata trading volume terendah setelah kejadian terjadi pada H+4 dengan nilai -0.00055978.

Sumber: Data diolah (2019)

Gambar 4. Grafik Average Trading Volume Activity Selama Periode Pengamatan

Secara umum rata-rata trading volume activity cenderung fluktuatif selama periode pengamatan. Rata- rata trading volume activity (TVA) tertinggi terjadi pada H+2 sebelum kejadian dengan nilai sebesar 0.00098645, sedangkan rata-rata TVA terendah terjadi pada Hari H dengan nilai -0.00154868. Ini

-0.002 -0.001 0 0.001 0.002

-5 -4 -3 -2 -1 H +1 +2 +3 +4 +5 Trading Volume Activity

(12)

12 menunjukkan investor cenderung melakukan perdagangan pada H+2 setelah adanya penutupan Asian Games 2018, yang berarti investor bereaksi setelah adanya informasi penutupan Asian Games 2018.

Uji Normalitas

Pengujian normalitas menggunakan one-sample kolmogrov-smirnov test dengan tingkat signifikan sebesar 5%. Data yang diuji adalah data average abnormal return dan average trading volume activity saham pada periode sebelum dan setelah peristiwa penutupan Asian Games 2018.

Tabel 3. Hasil Uji Normalitas

Variabel Asymp.

Sig. (2- Tailed)

Keterangan

AAR sebelum .946 Normal AAR setelah .992 Normal ATVA

sebelum

.972 Normal

ATVA setelah .786 Normal Sumber: Data diolah (2019)

Berdasarkan informasi yang disajikan pada tabel dapat disimpulkan bahwa data average abnormal return dan average trading

volume activity saham pada periode sebelum dan event date berdistribusi normal. Maka untuk pengujian hipotesis I dan hipotesis II harus menggunakan statistik parametrik dengan uji paired sample t-test.

Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis menggunakan uji t (paired sampe t- test). Penggunaan paired sample t- test, karena fungsi dari paired sample t-test adalah untuk membandingkan rata-rata data sebelum dan sesudah dengan perlakuan yang berbeda. (C.

Trihendadi, 2013)

Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Variabel Asymp.

Sig. (2- Tailed)

Keterangan

AAR sebelum-

sesudah

.129 Tidak Signifikan

ATVA sebelum-

sesudah

.491 Tidak Signifikan

Sumber: Data diolah (2019)

Berdasarkan hasil uji paired sample t-test, untuk periode sebelum- setelah terjadi peristiwa, asymptotic

(13)

13 sig. (2 tailed) menunjukkan nilai 0.129 atau lebih besar dari tingkat signifikasi 5%. Dengan demikian maka H01 diterima dan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan average abnormal return (AAR) sebelum dan sesudah peristiwa penutupan Asian Games 2018 di Indonesia terhadap saham LQ-45.

Untuk ATVA sebelum dan setelah terjadi peristiwa Asian Games 2018, asymptotic sig. (2 tailed) menunjukkan nilai 0,491 atau berada diatas tingkat signifikasi 5%.

Dengan demikian maka H02 diterima dan dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan average trading vlome activity sebelum dan sesudah peristiwa penutupan Asian Games 2018 di Indonesia terhadap saham LQ-45.

PEMBAHASAN DAN

KESIMPULAN

Sebuah peristiwa dianggap menaggambarkan suatu berita baik (good news) apabila direspon positif oleh pasar. Sebaliknya, peristiwa yang direspon negatif oleh pasar menggambarkan berita buruk (bad

news). Respon atau reaksi pasar modal terhadap peristiwa dapat diketahui dengan melihat adanya abnormal return di sekitar peristiwa dan fluktuasi trading volume activity saham yang ditransaksikan.

(Michael, 2009)

Pembahasan Abnormal Return Sebelum dan Sesudah Penyelenggaraan Asian Games 2018

Berdasarkan hasil uji hipotesis I (perbandingan average abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa penutupan Asian games 2018), menyatakan tidak terdapat perbedaan signifikan. Meskipun demikian, pada beberapa hari sekitar periode pengamatan, average abnormal return (AAR) saham LQ- 45 sempat mengalami peningkatan tajam. Peningkatanan ini terjadi pada H+5 penutupan Asian Games 2018 yang ditunjukkan dengan adanya perubahan sebesar 0.8%

dibandingkan hari sebelumnya. Hal tersebut merupakan shock effect karena adanya ekspektasi positif dari pelaku pasar setelah melihat adanya pertumbuhan ekonomi yang

(14)

14 disebabkan oleh investasi infrastruktur untuk keberlangsungan Asian Games dan pendapatan yang berasal dari wisatawan. Seperti yang diberitakan oleh Kuwera, munculnya sentimen positif setelah pembukaan Asian Games 2018 menimbulkan kenaikan pada keadaan pasar modal Indonesia. (Kuwera, 2018)

Secara garis besar pergerakan abnormal return sekitar periode pengamatan tidak signifikan. Hal ini diduga dikarenakan adanya kebocoran informasi. Kebocoran

informasi sebelum

diselenggarakannya Asian Games dapat menjadi tidak adanya perbedaan abnormal return yang signifikan. Investor bereaksi lebih awal karena tuan rumah Asian Games 2018 sudah diumumkan sejak tahun 2014.

Tidak siginfikannya rata-rata abnormal return sebelum dan sesudah pelaksanaan Asian Games 2018, sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Mohammad Zaky Kurniawan (2010) mengenai reaksi pasar modal terhadap pemilihan presiden tahun 2009, penelitian Asteriou, et. al. (2012) mengenai

reaksi pasar terhadap pengumuman Olimpade London, penelitian Muhammad Zainuddin (2015) mengenai reaksi pasar terhadap pengumuman gagal bayar hutang Yunani, serta penelitian Ryuji Makino (2016) mengenai reaksi pasar terhadap kecelakaan kerja.

Pembahasan Trading Volume Activity Sebelum dan Sesudah Asian Games 2018

Secara garis besar pergerakan Trading Volume Activity (TVA) sekitar periode pengamatan menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Namun berdasarkan hasil statistik deskriptif menunjukkan, trading volume activity sempat mengalami kenaikan signifikan pada H+1 penutupan Asian Games 2018 sebesar 0.5%. Kenaikan ini dapat diasumsikan karena adanya sentimen postif setelah acara penutupan Asian games 2018 atau hanya kegiatan perdagangan normal pada umumnya.

Namun, kenaikan tersebut hanya bertahan sebentar, karena pasar memilih menunggu dampak ekonomi langsung yang dihasilkan setelah diadakannya Asian Games 2018.

(15)

15 Hasil penelitian menunjukkan adanya reaksi yang fluktuatif diukur dengan trading volume activity, artinya reaksi pasar terhadap penyelenggaraan Asian Games selalu terjadi. Reaksi terbesar terjadi pada Hari H+1 penutupan Asian Games 2018, hal ini dikarenakan aksi rebound dari para pelaku pasar modal setelah tertahan pada hari-hari selanjutnya.

Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Abdul Aziiz Ali (2017) yang meneliti reaksi pasar modal sebelum dan sesudah peristiwa terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 2016. Hasil penelitian tersebut menunjukkan tidak terdapat perbedaan rata-rata trading volume activity pada periode sebelum dan sesudah terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat.

Kesimpulan

1. Penyelenggaraan Asian Games 2018 membuat pasar bereaksi dan menghasilkan abnormal return, namun tidak signifikan antara sebelum dengan sesudah

peristiwa. Hal ini diduga disebabkan investor yang cenderung wait and see dan sudah mengantisipasi informasi.

Abnormal return yang terjadi diduga disebabkan oleh faktor lain selain penyelenggaraan Asian Games 2018. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan Asiam Games 2018 tidak memiliki kandungan informasi bagi investor saham indeks LQ-45.

2. Average Trading Volume Activity (ATVA) sebelum dan sesudah penyelenggaraan Asian Games 2018 menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Hal ini dikarenakan sebelum peristiwa terjadi pasar tidak terlihat menarik sehingga tidak banyak pelaku pasar yang melakukan aktivitas selama periode sebelum dan sesudah penyelenggaraan Asian Games 2018. Pasar cenderung bereaksi bukan dikarenakan oleh Asian Games 2018, melainkan oleh faktor lain.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Aziiz A. S. 2017. Reaksi Pasar Modal Pada Saham-

(16)

16 Saham LQ-45 Atas Terpilihnya Donald Trump Sebagai Presiden Amerika Serikat. Skripsi:

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang Abdul Halim. 2005. Analisis

Investasi dan Aplikasinya: Edisi Pertama. Jakarta: Salemba Empat

Asteriou, D., Samitas, A., dan Kenourgios, D. 2013. ‘The London 2012 Olympic Games announcement and its effect on the London Stock Exchange’, Economic Studies, vol. 40, no. 2, pp 203-221.

Anonymous. LQ-45.

http://ww.idx.co.id. Diakses tanggal 14 April 2018

Brown, S. J dan Warner, J. B. 1985.

Using Daily Stock Returnss: The Case of Event Study. Journal of Finances Economics 14. Hal. 3- 31

Cornelius Trihendadi. 2013. Step by Step IBM SPSS 21: Analisis Data Statistik. Jakarta: Andi

Detik. 2018. BPS Sebut Asian Games dan IMF-WB Meeting Berdampak ke Ekonomi RI.

Diakses pada 25 Desember 2018.

(https://finance.detik.com/berita- ekonomi-bisnis/d-4315767/bps- sebut-asian- games-dan-imf-wb- meeting-berdampak-ke-

ekonomiri?_ga=2.76167318.229

1 72992.1550384244-

420329914.1508288501).

Eduardus Tandelilin. 2010.

Portofolio dan Investasi Teori

dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE- UGM.

Fama, Eugene F. 1998, Market Efficency, Long Term Returns and Behavioral Finances, Journal of Financial Economics 49 page: 283-306

Guntur Herlambang, Pengertian dan Definisi Saham LQ-45.

http://www.stockdansaham.com.

Diakses pada 16 Maret 2018 Indo Premier Sekuritas. 2018. Asian

Games 2018 Jakarta-Palembang Untungkan 3 Sektor Saham.

Diakses pada 28 Februari 2019.

(https://www.indopremier.com/ip otnews/newsDetail.php?jdl=Asia n_Games_2018_Jakarta_Palemb ang_Untungkan_3_Sektor_Saha m&news_id=86378&group_new s=IPOTNEWS&news_date=&ta ging_subtype=STOCK&name=&

search=y_general&q=GIAA,%20 INDF,%20LRNA,%20BIRD,%2 0WIKA,%20ADHI,%20WSKT,

&halaman=1)

Jogiyanto, H. M. 2014. Teori Portofolio dan Analisis Investasi Edisi Kedelapan. Yogyakarta:

BPPE-UGM.

Kuwera. 2018. Asian Games 2018 Mulai Bawa Pengaruh Positif terhadap IHSG. Diakses pada 1 Maret 2019.

(https://www.kuwera.id/data- berita/data-berita/jasa- keuangan/asian-games-2018- mulai-bawa-pengaruh-positif- terhadap-ihsg)

Makino, R., 2016. Stock market responses to chemical accidents in Japan: An event study. Journal

(17)

17 of loss prevention in the process industries, 44, pp.453-458.

McWilliams, A. and Siegel, D., 1997. Event studies in management research:

Theoretical and empirical issues. Academy of management journal, 40(3), pp.626-657.

Michael Hedrawijaya. 2009. Analisis Perbandingan Harga Saham, Volume Perdagangan dan Abnormal Return Saham Sebelum dan Sesudah

Pemecahan Saham.

(http://eprints.undip.ac.id/18157/

Michael_Hendrawija ya_Dj.pdf).

Diakses pada 17 Maret 2018 Mohammad Zaky Kurniawan. 2010.

Analisis Kinerja Saham LQ-45 Sebelum dan Sesudah Peristiwa Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 8 Juli 2009 di Bursa Efek Indonesia. Skripsi:

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang.

Muhammad Zainuddin. 2015. Reaksi Pasar Modal Terhadap Pengumuman Gagal Bayar Hutang Yunani Pada Saham- Saham LQ-45 (Event Study Krisis Keuangan Yunani Pada Tahun 2015). Skripsi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang

R. Gunawan Sudarmanto. 2013.

Statistik Terapan Berbasis Komputer Dengan Program IBM SPSS Statistics 19. Yogyakarta:

Mitra Wacana Media.

Sekaran, Uma. 2016. Researched Methods for Business

(Metodologi Penelitian Bisnis).

Diterjemahkan oleh Kwan Men Yon. 2006. Edisi 7. Buku 1.

Jakarta: Salemba Empat.

Sharpe, dkk. 1996. Investing.

Terjemahan oleh Heny. 1997.

Edisi 5. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat

Sindonews. 2018. Sumbangan Asian Games ke Perekonomian Capai Rp42,4 Triliun. Diakses pada 25 Desember 2018.

(https://ekbis.sindonews.com/rea d/1346620/34/sumbangan- asiangames-ke-perekonomian- capai-rp424-triliun-1539680371).

Singgih Santoso. 2015. Panduan Lengkap Menguasai Statistik dengan SPSS 17. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Sunariyah. 2009. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal.

Yogyakarta: UPP AMP YKPN Wikipedia. 2018. Asian Games 2018.

(https://id.wikipedia.org/wiki/Asi an_Games _2018). Diakses pada 12 Maret 2018

Zalmi Zubir. 2013. Manajemen Portofoli, Penerapannya dalam Investasi Saham. Jakarta:

Salemba Empat

Zvi Bodie, Alex Kane, dan Alan J.

Marcus. 2014. Investment (Manajemen Portofolio dan Investasi). Diterjemahkan oleh:

R. B. Hartanto dan Z.

Dalimunthe. 2014. Edisi 9. Buku 1. Jakarta: Salemba Empat

Referensi

Dokumen terkait

Indonesia terbukti dengan diperolehnya abnormal return investor pada saham LQ 45, namun rata rata abnormal return sebelum dan sesudah peristiwa pemilu secara uji statistik

Hasil penelitian menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara abnormal return , periode Sebelum dan Sesudah Pemilu Presiden 9 Juli 2014 atas Saham

Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan return abnormal sebelum hari peristiwa dengan return abnormal sesudah hari peristiwa terhadap harga saham pada

Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil data diatas bahwa Tidak terdapat perbedaan abnormal return dan risiko sebelum dan sesudah peristiwa pengumuman hasil pemilihan umum

Hasil pengujian hipotesis pada kelompok perusahaan yang tergabung dalam saham LQ-45 hipotesis pertama (Ha1a) menyebutkan bahwa terdapat perbedaan abnormal return

Ada tiga hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini yaitu H1: Menguji perbedaan rata-rata (average) abnormal return pada waktu sebelum dan saat peristiwa bom

Ada tiga hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini yaitu H1: Menguji perbedaan rata-rata (average) abnormal return pada waktu sebelum dan saat peristiwa bom

2 Tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata abnormal return antara periode sebelum , pada saat dan sesudah peristiwa kunjungan presiden Amerika Serikat Barack Obama.. 3