• Tidak ada hasil yang ditemukan

REFORMASI BIROKRASI DI BPSDM KEMENDAGR

N/A
N/A
Ivanaamll

Academic year: 2023

Membagikan "REFORMASI BIROKRASI DI BPSDM KEMENDAGR"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

SAPTONO GUNASON LIKOELANGI M012022015

REFORMASI BIROKRASI DI BPSDM KEMENDAGRI

1. Jelaskan bagaimana perkembangan setiap area Reformasi Birokrasi tingkat kompartemen/mikro pada instansi masing masing

-Dasar Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Lingkungan BPSDM Kemendagri adalah: Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061.05-956 tahun 2022 tentang Rencana Kerja Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kementerian Dalam Negeri Tahun 2022, berdasarkan Kepmen tersebut maka perkembangan Reformasi Birokrasi pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian Dalam Negeri, yaitu:

1. Pada Area Manajemen Perubahan: Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri sebagai Ketua TIM Kelompok Kerja Pelaksanaan Reformasi Birokrasi yang di bentuk dan disahkan oleh Menteri Dalam Negeri berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061.05- 954 tahun 2022 tentang Tim Reformasi Birokrasi Kementerian Dalam Negeri Tahun 2022-2024, Kepala BPSDM Kemendagri selaku ketua tim telah melaksanakan seperti:

- Koordinasi, integrasi dan sinkronisasi internal dan eksternal dalam pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri

- Membentuk Tim Pada setiap Area Perubahan RB untuk meningkatkan pencapaian RB

- Melakukan pembinaan pelaksanaan program dan kegiatan reformasi birokrasi pada kelompok kerja dan Satuan Kerja di lingkungan Kementerian Dalam Negeri

- Menjaga kesinambungan program dan kegiatan reformasi birokrasi yang telah berjalan dengan baik, dan melakukan penyesuaian yang diperlukan agar target yang dihasilkan selalu dapat menyesuaikan kebutuhan para pemangku kepentingan - Melakukan sosialisasi dan internalisasi terhadap implementasi

komponen pengungkit pada 8 (delapan) area perubahan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri

- Menyusun dan menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi pada setiap Kelompok Kerja kepada Menteri Dalam Negeri melalui Sekretaris Jenderal secara berkala

(2)

2. Pada Area Deregulasi Kebijakan: BPSDM Kementrian Dalam Negeri sejauh ini telah melaksanakan hal hal seperti: Menyusun dan merumuskan kebijakan, program, dan kegiatan 8 (delapan) area reformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Dalam Negeri yang meliputi Road Map, Rencana Kerja, dan Quick Wins, Kebijakan-Kebijakan Kementrian Dalam Negeri yang dihasilkan berdasarkan evaluasi dari Periode RB sebelumnya adalah:

- Menerbitkan Pemendagri Nomor 74 Tahun 2017 Tentang Perubahan Atas Permendagri Nomor 88 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Produk Hukum di Lingkungan Kemendagri;

- Keputusan Mendagri Nomor 188-3996 Tahun 2020 Tentang Program Penyusunan Peraturan PerundangUndangan Kemendagri Tahun 2021;

- Evaluasi dan penyempurnaan terhadap 21 Jenis SOP Penyusunan Per-UU yang tertuang dalam Lampiran Angka 1.4.1 s.d. 1.4.21 Kepmendagri Nomor 061-355 Tahun 2019 tentang SOP di Lingkungan Kemendagri; dan

- Tahun 2021-2022 telah dilakukan deregulasi terhadap 5 peraturan perundang-undangan.

- Telah ditetapkan Kepmendagri Nomor 061.05-953 tahun 2022 tentang pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi dan Wilayan Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri Tahun 2022;

- Telah ditetapkan Surat Tugas TPI Itjen Kemendagri Tahun 2022;

- Dilakukan Asistensi, Internalisasi dan Review Progress pelaksanaan Rencana Kerja Pembangunan ZI pada Unit Kerja Pembangunan ZI secara periodik oleh TPI selaku Tim QA ZI melalui Aplikasi Simonev-RBdagri 4.0.;

- Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 356/3737/SJ Tanggal 30 Juni 2022 Hal Pengajuan Unit/Satuan Kerja Menuju WBK/WBBM, berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai Internal Kementerian Dalam Negeri telah diajukan 10 (sepuluh) Unit Kerja Pembangunan ZI menuju WBK di Lingkungan Kemendagri Tahun 2022; dan

3. Pada Area Penataan Organisasi: Dalam rangka pelaksanaan kebijakan penyederhanaan birokrasi di lingkungan instansi pemerintah, Kementrian Dalam Negeri perlu mengkaji ulang penataan organisasi dan Tata Kerja Kementrian dalam Negeri melalui: Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2018 tentang

(3)

Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri sudah tidak sesuai dengan perkembangan hukum sehingga perlu diganti dengan berbagai pertimbangan sebagaimana serta untuk melaksanakan ketentuan Pasal 53 Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2015 tentang Kementerian Dalam Negeri, maka dari itu di terbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementrian Dalam Negeri, yang berfungsi untuk memperkuat pelaksanaan tata kerja organisasi sebagai pelaksana fungsi pemerintahan yang membawahi seluruh pemerintah daerah yang ada di Indonesia dimana point penting pada perubahan adalah mengurangi jabatan struktural dan lebih memperkaya ke fungsi untuk memperkuat kinerja organisasi.

4. Pada Area Tata Laksana: Telah ditetapkan Kepmendagri 061- 1099 Tahun 2022 tentang Peta Proses Bisnis Kementerian Dalam Negeri. Dan Saat ini sedang dilakukan evaluasi atas Kepmendagri Nomor 061-355 Tahun 2019 tentang SOP di Lingkungan Kemendagri.

- Kementerian Dalam Negeri telah memanfaatkan Aplikasi Sistem Monitoring dan Evaluasi Reformasi Birokrasi Kemendagri (SimonevRB-dagri 4.0. https://simonev- rb.kemendagri.go.id/), sebagai basis data dalam pelaksanaan pelaporan, monitoring, evaluasi dan verfikasi dokumen evidence prosedural dan substansial hasil pelaksanaan program/kegiatan Agenda Reformasi Birokrasi sebagaimana Lembar Kerja Evaluasi (LKE) dari 12 (dua belas) Satuan Kerja, 8 (delapan) Kelompok Kerja RB, serta Tim APIP/P2UPD Inspektorat Jenderal selaku Tim Asesor dan Quality Assurance RB Kemendagri.

- Dalam rangka pelaporan perkembangan pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kemendagri melalui Penyampaian hasil Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) Kemendagri Tahun 2022 kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, bersama ini kami sampaikan user id dan password, sebagai akses Tim Evaluator Reformasi Birokrasi Kementerian PAN dan RB dalam melakukan evaluasi, dengan alamat website aplikasi SimonevRB-dagri 4.0. - https://simonev- rb.kemendagri.go.id/:

- Dalam Rangka pengawasan Kinerja terhadap pegawai dilingkungan dalam Kementrian Dalam Negeri dilaksanakan memalui Aplikasi yang telah ditetapkan untuk dilaksanakan oleh seluruh komponen di lingkungan Kementrian Dalam

(4)

Negeri melalui Applikasi Mobile SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Pegawai) di lingkup Kementrian Dalam Negeri 5. Pada Area Penataan SDM Aparatur: BPSDM Kementerian Dalam

Negeri Telah melaksanakan langkah langkah sebagai berikut:

- Penataan Sistem Manajemen SDM, seperti:

a. Proses Penerimaan Pegawai Transparan, Objektif, Akuntabel, dan Bebas KKN

b. Perencanaan Kebutuhan Pegawai sesuai dengan Kebutuhan Organisasi

c. Pengembangan Pegawai Berbasis Kompetensi d. Promosi Jabatan dilakukan secara Terbuka e. Penetapan Kinerja Individu

f. Penegakan Aturan Disiplin/Kode Etik/Kode Perilaku Pegawai

g. Pelaksanaan Evaluasi Jabatan h. Sistem Informasi Kepegawaian

- Dilaksanakan Diklat peningkatan kapasitas SDM di Lingkungan Kemendagri untuk memenuhi 20 JP melalui e- learning dengan Program Satu Hari Belajar Terintegrasi (SAHABAT) yang diselenggarakan oleh BPSDM Kemendagri - Pengoptimalan pengisian Survei Profesionalisme ASN melalui

SIKERJA dan MySAPK.

Beberapa penghargaan yang telah didapatkan:

- Indeks Sistem Merit, Kementerian Dalam Negeri

mendapatkan Indeks Sistem Merit 0,80 (Kategori IV Sangat Baik) Berdasarkan Keputusan KASN Nomor

72/KEP/KASN/C/XII/2020 tentang Penetaoan Sistem Merit dalam Manajemen ASN di Kementerian Dalam Negeri.

- BKN Award untuk Penilaian Kompetensi dan Pemanfaatan Data Sistem dan CAT, Kementerian Dalam Negeri

mendapatkan penghargaan BKN Award 2022, yakni Peringkat III kategori penilaian kompetensi dan Peringkat IV kategori Penerapan Pemanfaatan Data Sistem Informasi dan CAT bagi Kementerian Tipe A

- Pelaksanaan Pengembangan Kompetensi melalui program Sahabat, Kementerian Dalam Negeri melalui BPSDM melakukan inisiasi pengembangan kompetensi ASN lingkup internal Kementerian Dalam Negeri secara inovatif melalui program Sahabat (Satu Hari Belajar Terintegrasi) - Akreditasi Assessment Center, Dalam Negeri meraih

akreditasi A untuk Assessment Center berdasarkan penilaian dari Badan Kepegawaian Negara (BKN)

- Penyederhanaan Birokrasi ,Telah dilaksanakan penyetaraan jabatan administrator dan pengawas ke dalam jabatan

(5)

fungsional sebanyak 876 pegawai (70.02% dari 1247 jabatan struktural di Kementerian Dalam Negeri

6. Pada Area Penguatan Akuntabilitas: Perkembangan RB pada Area Akuntabiltas adalah: dengan di terbitkannya beberapa peraturan untuk memperkuat Reformasi Birokrasi pada Area Akutabilitas,seperti:

- Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 061-4733 Tahun 2020 tentang Roadmap Reformasi Birokrasi Kementerian Dalam Negeri 2020-2024 yang ditindaklanjuti dengan penyusunan Roadmap RB Satuan Kerja dan Action Plan oleh 8 Pokja dan 12 Satuan Kerja di Lingkungan Kemendagri yang dapat diakses melalui Aplikasi Simonev-RBdagri 4.0

- Telah ditetapkan Kepmendagri Nomor 061.05-953 tahun 2022 tentang pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Dari Korupsi dan Wilayan Birokrasi Bersih dan Melayani di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri Tahun 2022;

- Telah ditetapkan Surat Tugas TPI Itjen Kemendagri Tahun 2022; Dilakukan Asistensi, Internalisasi dan Review Progress pelaksanaan Rencana Kerja Pembangunan ZI pada Unit Kerja Pembangunan ZI secara periodik oleh TPI selaku Tim QA ZI melalui Aplikasi Simonev-RBdagri 4.0.;

- Berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 356/3737/SJ Tanggal 30 Juni 2022 Hal Pengajuan Unit/Satuan Kerja Menuju WBK/WBBM, berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai Internal Kementerian Dalam Negeri telah diajukan 10 (sepuluh) Unit Kerja Pembangunan ZI menuju WBK di Lingkungan Kemendagri Tahun 2022; dan

- Sesuai Surat Keputusan Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN dan RB Nomor B/13/PW.03/2022 tentang Tindaklanjut hasil Seleksi Administrasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2022, berdasarkan hasil Penilaian Tim Penilai Nasional (TPN) Kementerian PAN dan RB bahwa 6 (enam) Unit Kerja Pembangunan ZI Kemendagri lolos dan masuk ketahapan Desk Evaluasi TPN Kementerian PAN dan RB.

7. Pada Area Penguatan Pengawasan, Langkah-langkah yang telah dilaksanakan oleh BPSDM Kementrian Dalam Negeri:

Pengawasan yang dilaksanakan adalah dari Eksternal dan Internal, seperti:

(6)

- Survei Kepuasan Masyarakat yang dilaksanakan oleh KemenPan-RB dan SPI Eksternal yang dilaksanakan oleh KPK

- SPI Internal yang dilaksanakan oleh KPK

- Menginventarisir bukti dukung (evidence) perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan reformasi birokrasi pada area penataan sistem manajemen SDM Aparatur;

- Melaporkan secara Online melalui sistem informasi monitoring dan evaluasi reformasi birokrasi Kemendagri pelaksanaan reformasi birokrasi pada area penataan sistem manajemen SDM Aparatur; dan

- Menyusun dan meyampaikan laporan hasil monitoring dan evaluasi perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi pada area penataan sistem manajemen SDM Aparatur

8. Pada Area Peningkatan Kualitas Layanan Publik, BPSDM Kementrian Dalam Negeri meningkatkan Kualitas Layanan Publik, dimana point utamanya adalah Melaksanakan Pelayananan Publik yang berdasarkan dengan branding Ber-Akhlak, selanjutnya dengan melaksanakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang terintegrasi oleh Kementrian Dalam Negeri mulai Dari Perencanaan (SIPD) Pengawasan (SILABI) dan Pelaporan (SILABI), Sistem Pemerintahan yang berbasis elektronik mempermudah dalam peningkatan pelayanan seperti layanan pengaduan yang dibuat oleh Kemendagri (SaPa Kemendagri) juga guna untuk meningkatkan kualitas layanan publik, langkah-langkah tersebut guna mensukseskan sistem pelayanan yang sesuai dengan transformasi Budaya Kerja baru (BerAkhlak) Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Dari 8 Area Perubahan Reformasi Birokrasi, lndeks Reformasi Birokrasi Kementerian Dalam Negeri Tahun 2021 adalah 78,53 dengan kategori "BB", naik 2,63 dari hasil Evaluasi Tahun 2020, walaupun belum memenuhi sebagaimana target dalam Renstra Kemendagri yaitu 87,01, dimana saat ini juga telah dilakukan pengusulan perubahan target Indeks RB pada Renstra Kemendagri 2020-2024 - Tahun 2021 yaitu 78,01 dari 87,01 dan Tahun 2022 yaitu 80,01 dari 89,01. Sumber: Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor B/03/M. RB. 06/2022 dengan Hal Hasil Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Tahun 2021.

2. Jelaskan apa saja kendala dan hambatan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi di tingkat kompartemen/mikro di instansi masing masing.

(7)

- Pelaksanaan Reformasi/perubahan dari sistem yang sudah ada tentu saja memiliki hambatan,kendala dan tantangan yang dihadapi, BPSDM Kemendagri sebagai Leading Sector pengembangan SDM memiliki hambatan dan tantangan seperti:

1. Ego Sektoral yang membuat pelaksanaan RB masih parsial, ego setiap komponen UKE 1 yang berpengaruh kepada penilaian RB bagi Kementrian Dalam Negeri

2. RB kerap dipandang sekedar formalitas dan pemenuhan dokumen semata, RB hanya dianggap sebagai penggugur kewajiban saja dimana pemenuhan dokumen sangat akuntabel tetapi pada implementasinya masih kurang

3. Peraturan perundang- undangan yang tumpang tindih, setiap peraturan yang dikeluarkan tumpeng tindih dimana setiap K/L memiliki kewenangan untuk membuat peraturan sehingga menjadi permasalahan dalam penerapan RB tersebut, dimana belum terealisasikan aturan sebelumnya dan sudah diterbitkannya peraturan yang baru.

4. E-gov masih belum terintegrasi, banyaknya sistem informasi yang dibuat sehingga memperlambat kinerja organisasi, seharusnya sistem pemerintahan yang berbasis Elektornik sudah terintegrasi satu sama lain mulai dari perencanaan hingga evaluasi kegiatan,

5. Implementasi dan distribusi pelayanan publik yang belum baik, Masih kurangnya pemikiran dari ASN untuk memberikan pelayanan publik yang baik dimana kurangnya pengetahuan dan kurangnya kemauan untuk mengikuti perubahan zaman sehingga pola pikir dan budaya kerja yang tercipta masih mengikuti pola yang lama

6. Akuntabilitas kinerja masih belum baik, akuntabiltas yang diukur secara dokumen dan kelengkapan administrasi sudah baik tetapi kualitas yang dihasilkan belum baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa akuntabiltas bergantung dari apa yang akan dinilai.

7. Ketidak sinkronan antara kualitas sdm dengan jumlah sdm, jumlah SDM yang banyak tetapi hanya menjadi beban negara, dimana SDM yang sudah senior tidak mau mengembangan kualitas kinerja diri sendiri.

8. Korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, permasalahan tersebut merupakan hal yang lumrah di sektor pemerintahan dimana masih banyak terdapat korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan dari para birokrat

9. Pengawasan internal masih belum efektif, pengawasan internal belum diperketat sehingga masih sering terjadi kecolongan pada sistem pemerintahan sehingga perlu di tingkatkan pengawasan internal melalui evaluasi setiap bulannya

10.Penggunaan anggaran yang tidak efisien, percepatan serapan anggaran merupakan permasalahan yang membuat banyak

(8)

pengeluaran anggaran negara menjadi tidak efisien seperti contoh proram prioritas nasional yang setiap tahun meningkat tetapi tidak memilik output yang jelas.

(9)

3. Jelaskan pandangan bapak/ibu tentang idealnya pelaksanaan Reformasi Birokrasi ke depan?

- Sebaiknya Pelaksanaan Reformasi Birokrasi kedepannya terlebih dahulu harus memiliki komitmen dari Pimpinan Instansi hingga kepada pelaksana sehingga program yang telah direncanakan dapat terealisasi dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan, pengembangan diri bagi para birokrat harus dialokasikan anggarannya guna mendukung terwujudnya Reformasi Birokrasi yang diharapkan melalui 8 Area Perubahan

- Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik harus mulai terintegrasi mulai dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi maupun kabupaten, terintegrasi Antara Kementrian/Lembaga/dan Pemerintah Daerah

- Kualitas SDM Harus ditingkatkan karena para SDM tersebut yang akan melanjutkan roda pemerintahan, peningkatan kualitas seperti alokasi anggaran untuk melanjutkan studi, pengembangan kapaasitas, dan pengembangan kompetensi, Penataan Manajemn SDM sesuai dengan kemampuan bukan dengan ego para pimpinan yang meletekkan orang orang tertentu pada posisi yang strategis

- Pemberian reward yang baik dan sesuai kepada setiap pelaku yang ingin melakukan perubahan dan mau mengikuti perkembangan zaman, pemberian reward harus diperhitungkan dengan baik sesuai dengan beban kerja dan beban jabatan sehingga tidak munculnya pola pikir yang membuat pekerjaan terbengkalai karena kekecewaan reward yang tidak sesuai dengan apa yang telah dikerjakan. Pemberian reward yang sesuai juga mempengaruhi terhadap menurunnya angka Korupsi terhadap anggaran.

Referensi

Dokumen terkait

Road Map Reformasi Birokrasi 2015—2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan reformasi birokrasi pada 8 area perubahan yakni: Manajemen

Reformasi birokrasi merupakan suatu pembaharuan dan perubahan terhadap aspek kelembagaan , ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur, dimana apabila telah

Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa pelaksanaan Manajemen Sumber Daya Manusia PNS Dinas Pendidikan Kota Semarang dalam rangka Reformasi Birokrasi sudah

AGENDA  Secara umum, tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan reformasi birokrasi di Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR RI (program manajemen

Tahun 2013 merupakan kelanjutan program reformasi birokrasi dimana manajemen perubahan melanjutkan pembentukan karakteristik individu sehingga pro aktif terhadap

Pada dasarnya Reformasi Birokrasi adalah suatu perubahan signifikan elemen- elemen birokrasi seperti kelembagaan, sumber daya manusia aparatur, ketatalaksanaan,

Reformasi Birokrasi di Kementerian Hukum dan HAM telah dicanangkan sejak reformasi bergulir dengan berpedoman pada ketentuan/peraturan/ petunjuk pelaksana yang dikeluarkan

HK.04.1.24.04.15.1929 tahun 2015 tentang Pembentukan Tim Reformasi Birokrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan.Tim Monitoring dan Evaluasi bertugas memastikan rencana aksi