• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA AKS I DAERA H AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN

N/A
N/A
Fenilia Tamaratika

Academic year: 2024

Membagikan "RENCANA AKS I DAERA H AIR MINUM DAN PENYEHATAN LINGKUNGAN "

Copied!
128
0
0

Teks penuh

Berdasarkan kebijakan tersebut, peningkatan kinerja air minum dan pengembangan sanitasi menjadi salah satu prioritas nasional. Instrumen pengembangan kapasitas layanan air minum dan sanitasi yang menerapkan pendekatan berbasis komunitas dan pendekatan kelembagaan;

Kebijakan dan Strategi Nasional Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Kebijakan dan strategi nasonal bidang air minum dan penyehatan lingkungan yang menjadi dasar

Perpres No. 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019

Renstra Ditjen Cipta Karya 2015-2019

Pengaturan, pembinaan, pengawasan pembangunan air minum dengan indikator pelaksanaan pengaturan, pembinaan dan pengawasan pembangunan air minum di 507 kabupaten/kota. Bimbingan, fasilitasi, supervisi dan kampanye serta advokasi dengan indikator pelaksanaan pembinaan dan supervisi pengembangan kesehatan lingkungan perumahan di 507 kabupaten/kota;

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 185 Tahun 2014 tentang Percepatan Air Minum dan Sanitasi

Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) mengacu pada Peta Jalan Air Minum Provinsi.

Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum

Ruang Lingkup

  • Pengertian Air Minum Aman dan Sanitasi Layak
  • DID, Stunting dan RPAM

Sumber air minum yang layak antara lain air keran, keran umum, sumur artesis atau pompa, sumur terlindung dan mata air terlindung, serta air hujan; Sumber air minum yang tidak layak adalah sumber air yang jarak antara sumber air dan tempat pembuangan limbah kurang dari 10 meter dan/atau tidak terlindung dari pencemaran lainnya.

Disability Inclusive Development (DID)/Inklusi Penyandang Disabilitas Penyandang disabilitas adalah orang-orang yang memiliki keterbatasan jangka

Pembangunan pelayanan air minum dan sanitasi inklusif merupakan kegiatan pembangunan yang melibatkan dan memberikan manfaat bagi seluruh anggota masyarakat. Pembangunan inklusif disabilitas adalah pembangunan di mana penyandang disabilitas berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari kegiatan pembangunan atas dasar kesetaraan dengan orang lain.

Stunting Risk Reduction (Penurunan Prevalensi Balita Pendek)

Pembangunan inklusif terjadi ketika seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, menikmati proses dan hasil pembangunan secara setara. Hak penyandang disabilitas untuk dapat berpartisipasi secara penuh, efektif dan komprehensif dalam kehidupan sosial berdasarkan kesetaraan tertuang dalam Konvensi Hak Penyandang Disabilitas dimana Indonesia telah meratifikasi konvensi tersebut.

Rencana Pengamanan Air Minum (RPAM)

Rencana Aksi Daerah Bidang AMPL

Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) merupakan rencana daerah penyediaan pelayanan air minum dan penyehatan lingkungan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. RAD AMPL berperan sebagai rencana pengembangan kapasitas daerah untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. perluasan program layanan AMPL dan penerapan pendekatan AMPL berbasis masyarakat (Pamsimas).

Kondisi Saat Ini

  • Air Minum
  • Sanitasi

IPAL umum ini dibangun pada tahun 2018 dengan jumlah pelanggan sebanyak 87 orang. 21) IPAL Komunitas di Desa Pejeng Kaja Kec. Tampaksiring. IPAL umum ini dibangun pada tahun 2018 dengan jumlah pelanggan sebanyak 64 orang. 29) IPAL Komunitas di Desa Samplangan Kec.

Penimbulan

Pada dasarnya kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Gianyar saat ini mulai menerapkan pengelolaan sampah dengan sistem Pola Kumpulkan-Transportasi-Proses. Proses selanjutnya adalah sampah yang dikumpulkan di TPS, baik yang dikumpulkan dari masyarakat maupun yang dikumpulkan oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar, diangkut dengan truk pemerintah untuk diolah di TPA Temesi. Kawasan yang termasuk dalam pelayanan persampahan pemerintah oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar hanya dapat melayani kawasan perkotaan dan fasilitas umum seperti pasar umum dan tempat wisata.

Total volume sampah yang dihasilkan sebesar (3L/Orang/Hari) dan berat sampah yang dihasilkan (0,8 Kg/Orang/Hari) karena Kabupaten Gianyar masuk dalam klasifikasi Kota Sedang.

Komposisi Sampah

Dari kedua jenis sumber sampah tersebut, komposisi sampah Kabupaten Gianyar secara keseluruhan dapat dilihat seperti pada Tabel 2.14. Meskipun sampah B3 rumah tangga dapat tercampur di dalam sampah, namun upaya pemilahan yang dilakukan di TPA mampu mengurangi sampah yang tertimbun di TPA sebanyak 30 – 40 ton per hari. Pengumpulan sampah rumah tangga dilakukan secara perseorangan, tidak langsung dan kota tidak langsung, pengumpulan sampah di kota Gianyar (lima kecamatan) dilakukan oleh Petugas Pembersihan Lingkungan (EPO), petugas EPO yang membawa gerobak/gerobak sampah berpindah dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan sampah yang ada. disiapkan oleh masing-masing keluarga dengan menggunakan wadah seperti tong sampah, keranjang, tong, keranjang dll, setelah gerobak sampah penuh, sampah terus dikirim ke TPS terdekat, yang dimaksud TPS disini adalah tempat penampungan sementara. dibuat dari batu bata berpasangan, biasanya berkapasitas 10 - 15 m3.

Pengumpulan sampah di jalan utama dan jalan pengumpul di Gianyar dilaksanakan oleh petugas penyapu di Bidang Pengelolaan Sampah dan Sampah B3, petugas penyapu/kebersihan berjumlah 422 orang melaksanakan tugasnya di jalan utama dan pengumpul di Kota Gianyar, beberapa jalan utama di luar Kota Gianyarja, 7 pasar umum di setiap kecamatan dan 1 pasar seni Sukawati kemudian masing-masing tukang sapu membawa sampahnya ke TPS terdekat.

Pengangkutan

Di Kabupaten Gianyar tempat pengumpulan akhir adalah TPS, karena tidak ada depo pemindah atau TPST, sehingga pengangkutan sampah berarti membawa sampah dari TPS ke Tempat Pemrosesan Akhir. Pada umumnya pengangkutan sampah dari fasilitas umum seperti Sampah perkantoran, terminal, dan rumah sakit memiliki pola yang sama, yaitu dikumpulkan oleh petugas dengan menggunakan tong/tong berukuran kecil dan sedang, kemudian dikirim ke TPS terdekat. Jalur transportasi di Kabupaten Gianyar sudah sesuai dengan Keputusan Bupati Nomor 344/05 -O/HK/2016 dan Road Map sesuai gambar dibawah ini.

Di Kabupaten Gianyar pengangkutan sampah pada umumnya menggunakan Dump Truck, sedangkan Arm Roll Truck digunakan pada tempat-tempat tertentu seperti pasar umum, rumah sakit dan bila memungkinkan penempatannya di pinggir “jalan pengumpul”.

Pengolahan Sampah

Skala individual yaitu pengolahan yang dilakukan oleh penghasil sampah langsung di sumbernya (rumah/kantor). Di Kabupaten Gianyar kita belum banyak melihat jenis pengolahan sampah yang bersifat individual, hal ini patut dikampanyekan dan disosialisasikan kepada masyarakat karena sangat efektif dalam mengurangi sampah yang masuk ke TPA. Di Kabupaten Gianyar terdapat unit pengolahan sampah skala kota, yang pengolahannya dilakukan oleh Yayasan Pengolahan Sampah Temesi.

Yayasan telah mendirikan fasilitas untuk operasionalnya yaitu fasilitas pengolahan sampah yang dikenal dengan nama Fasilitas Pengolahan Sampah Temesi (FPST) yang merupakan bagian integral dari TPA yang ada.

Lokasi Fasilitas Pengolahan Sampah Temesi (FPST)

Kegiatan III. tahapan pembangunan pabrik pengolahan sampah Temesi dimulai pada bulan Agustus 2009 dan selesai pada bulan Desember 2009 dengan kapasitas produksi mencapai 60 ton/hari dengan luas bangunan baru 2340 m2 sehingga total bangunan menjadi 4740 m2. Untuk mencapai kemandirian, Pabrik Pengolahan Sampah Gianyar perlu dikelola secara profesional dan melibatkan masyarakat sekitar lokasi. Di pusat pendidikan lingkungan hidup, para tamu yang berkunjung ke pabrik pengolahan limbah Temesi disuguhkan informasi, solusi dan alternatif penyelesaian permasalahan lingkungan hidup yang muncul.

Pabrik Pengolahan Sampah Temesi dilengkapi dengan unit laboratorium untuk meneliti komposisi sampah organik, dll.

Pencemaran Udara

Pandangan dan Bau Tidak Sedap

Asap Pernbaka ran

Pencemaran Leacheat

Kebisingan

Mulai Juni 2017, TPA Temesi untuk sementara tidak dioperasikan, karena TPA Blok I I sudah dipenuhi sampah setinggi ± 12 meter, jalan operasional tertutup sampah sepanjang ± 180 meter, bahkan sebagian sampah berada di luar. blok TPA (sebelah timur bangunan kompos). Meskipun perluasan lahan telah dilakukan pada tahun 2016, namun perlu persiapan agar lahan baru dapat beroperasi antara lain sebagai berikut. Seluruh kegiatan/pekerjaan di TPA tersebut akan selesai pada akhir tahun 2017 (triwulan IV) sehingga TPA Temesi siap beroperasi pada awal Januari 2018.

Dihitung dari persentase jumlah penduduk yang memiliki akses terhadap layanan sampah terpusat (dikumpulkan dari sumber hingga TPA) dan total penduduk kota.

Cakupan Pelayanan di Kota Gianyar

Cakupan Pelayanan di Kabupaten Gianyar

  • Permasalahan .1 Air Minum
    • Penyehatan Lingkungan
  • Tantangan .1 Air Minum
    • Penyehatan Lingkungan
  • Isu Strategis
    • Isu Strategis Bidang Air Minum
    • Isu Strategis Bidang Penyehatan Lingkungan
  • Arah Kebijakan 2018-2023
    • Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Gianyar
    • Arah Kebijakan Air Minum Kabupaten Gianyar
    • Arah Kebijakan Penyehatan Lingkungan Kabupaten Gianyar

Memenuhi kebutuhan air baku untuk air minum, baik kuantitas maupun kualitas, yang terus meningkat sejalan dengan meningkatnya cakupan pelayanan air minum. Secara umum permasalahan utama sektor Air Minum dan Penyehatan Lingkungan di Kabupaten Gianyar masuk dalam dua kategori besar, yakni sub sektor air minum dan sub sektor penyehatan lingkungan. Banyak sarana sumur bor untuk masyarakat umum di Kabupaten Gianyar baik melalui bantuan Pemerintah maupun swadaya masyarakat.

Penguatan kedudukan, tugas dan fungsi Dewan Kebudayaan dengan menghidupkan kembali budaya Dewan Pertimbangan dan Pengembangan Kebudayaan (LISTIBYA) di Kabupaten Gianyar.

Terwujudnya infrastruktur sanitasi yang mudah, murah, dan ramah lingkungan untuk masyarakat Gianyar

  • Strategi Pencapaian 2018-2023 1. Strategi Pencapaian Air Minum

Meningkatkan akses aman terhadap air minum bagi seluruh masyarakat di perkotaan dan pedesaan melalui jaringan pipa dan jaringan pipa yang tidak terlindungi. 2. Meningkatkan peran masyarakat dan dunia usaha/swasta dalam melaksanakan pengembangan sistem pengelolaan limbah cair. Perluasan tempat pembuangan akhir sampah sesuai dengan kriteria dan menjamin perlindungan terhadap lindi (air limbah) dan gas dengan metode yang tepat.

Pembatasan budidaya dan/atau pemukiman (yang sudah ada) pada area garis batas TPA untuk menghindari dampak pencemaran limbah.

Peningkatan akses aman air minum bagi seluruh masyarakat di perkotaan dan perdesaan melalui jaringan perpipaan dan bukan

Mengembangkan SPAM dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan minimal untuk memperluas jangkauan pelayanan air minum terutama untuk

Mengembangkan SPAM dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi

Meningkatkan dan memperluas akses air minum yang aman melalui SPAM bukan jaringan perpipaan terlindungi dan berkelanjutan

Meningkatkan kualitas air minum yang memenuhi persyaratan baku mutu yang berlaku

Menurunkan tingkat kehilangan air

Mengembangkan sistem informasi dan pendataan dalam rangka pemantauan dan evaluasi kinerja pelayanan air minum

Peningkatan kemampuan pendanaan operator dan pengembangan alternatif sumber pembiayaan

Meningkatkan kemampuan finansial internal Penyelenggara SPAM

Meningkatkan Kapasitas Daerah dalam pendanaan pengembangan SPAM

Mengembangkan pola pembiayaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR)

Meningkatkan pendanaan melalui perolehan dana non- pemerintah, seperti pinjaman dan hibah dalam dan luar negeri, pinjaman perbankan, pinjaman

Mengembangkan skenario SPAM dan operator yang dibiayai dengan berbagai alternatif pembiayaan seperti pinjaman dan hibah dalam dan luar negeri, pinjaman bank, pinjaman dari Statens Investeringscenter dan lembaga keuangan lainnya serta obligasi korporasi. Peningkatan bantuan negara dan jaminan negara untuk mendukung pelaksanaan investasi pembiayaan non-negara. Mempercepat proses pemberian jaminan pinjaman dan subsidi bunga bank sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2009.

Mendukung pemerintah pusat dalam mewujudkan sinergitas antara BUMN-BUMD dalam percepatan pengembangan SPAM

Memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah dalam pengembangan SPAM

Memperkuat peran dan fiingsi SKPD Pemerintah Kabupaten dalam pengembangan SPAM

Meningkatkan komitmen daerah untuk lebih memprioritaskan Pengembangan SPAM

Menerapkan prinsip Good Corporate Governance untuk Penyelenggara/operator SPAM

Mengembangkan kapasitas SDM dengan pola Center of Excellent

Mengembangkan manajemen aset SPAM dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan

Mengembangkan kapasitas Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan SPAM Regional

  • Mewujudkan kerja sama antara kabupaten/kota dalam bentuk regionalisasi penyelenggaraan SPAM

Pengembangan dan penerapan NSPK di daerah

Melengkapi produk peraturan perundangan dalam penyelenggaraan pengembangan SPAM

Menerapkan NSPK yang telah ada

Menyelenggarakan pengembangan SPAM sesuai dengan kaidah teknis

Peningkatan penyediaan air baku untuk air minum secara berkelanjutan

Meningkatkan konservasi wilayah sungai dan perlindungan sumber air baku

Meningkatkan upaya penyediaan air baku untuk air minum

Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengelolaan sumber daya air melalui pendekatan berbasis wilayah sungai

Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan air baku melalui SPAM regional

Peningkatan peran dan kemitraan badan usaha dan masyarakat

Meningkatkan kepedulian masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan SPAM

Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat melalui pelaksanaan SPAM berbasis masyarakat di wilayah perdesaan/tidak termasuk dalam wilayah layanan BUMN/BUMD. Memfasilitasi peningkatan kapasitas lembaga pengelolaan air minum berbasis masyarakat melalui pelatihan, pembinaan dan pemantauan kemajuan kinerja pelayanan air minum, termasuk aspek teknis, administrasi/manajemen dan keuangan. Mendorong peran kerangka pengembangan air minum sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat dalam implementasi SPAM berbasis masyarakat.

Menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi badan usaha dan koperasi

  • Memfasilitasi pertemuan bisnis untuk memasarkan proyek kerjasama pengusahaan pengembangan SPAM

Pengembangan inovasi teknologi SPAM

Mendorong penelitian untuk menciptakan teknologi bidang air minum

Memasarkan hasil inovasi teknologi

Menerapkan teknologi tepat guna dalam pengembangan SPAM pada daerah dengan keterbatasan kualitas air baku

Menyusun rencana implementasi prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pengelolaan SPAM

  • Strategi Pencapaian Penyehatan Lingkungan
  • Program dan Kegiatan Bidang Air Minum Tahun 2019-2023
  • Program dan Kegiatan Bidang Penyehatan Lingkungan Tahun 2019-2023
  • Perkiraan Kebutuhan Investasi
  • Rencana Pembiayaan

Dinas PUPR Kabupaten Gianyar melaksanakan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah dengan kegiatan penyediaan sarana dan prasarana air limbah serta kegiatan rehabilitasi/pemeliharaan sarana dan prasarana air limbah. Selain itu, Bidang Cipta Kerja Dinas PUPR Kabupaten Gianyar juga melakukan program kegiatan pada sektor tersebut. Untuk lebih jelasnya program dan kegiatan bidang kesehatan lingkungan di Kabupaten Gianyar dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Pembangunan jaringan pipa Kabupaten Gianyar (Pembangunan sumur bor 1 unit, pengadaan dan pemasangan pompa submersible Q=20 l/s H=60 m' 1 Unit, Penyambungan listrik dan peralatan PLN 66 KVA).

BAB V I

Mekanisme Pemantauan dan Evaluasi RAD AMPL

Kepala OPD Kabupaten melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program/kegiatan R A D AMPL yang menjadi tanggung jawab masing-masing OPD. Kepala OPD melalui tim teknis penyusunan RAD AMPL (Pokja RAD AMPL) menyampaikan hasil pemantauan dan evaluasi kepada Kepala Bappeda dan penelitian dan pengembangan. Masyarakat dapat menyampaikan pendapat dan masukannya kepada pemerintah daerah melalui Tim Teknis Penyusunan RAD AMPL mengenai penyelenggaraan pembangunan daerah air minum dan penyehatan lingkungan.

Tim Teknis Penyusunan RAD AMPL mengumpulkan, menganalisis dan melaporkan kepada seluruh OPD pelaksana RAD AMPL dan masyarakat.

Kepala OPD menyampaikan hasil tindak lanjut perbaikan/penyempurnaan kepada Kepala Bappeda dan Litbang

  • Formulir Pemantauan dan Evaluasi

Dalam rangka percepatan pencapaian RAD AMPL diperlukan dukungan dan kerjasama seluruh pelaku pembangunan mulai dari pemerintah, DPRD, perguruan tinggi, lembaga dan lembaga swadaya masyarakat, swasta, dan lembaga internasional. Keterlibatan seluruh aktor pembangunan diharapkan dapat mendorong terjalinnya kesamaan pandangan, kesepakatan dan sinergi dalam pelaksanaan upaya percepatan pencapaian R A D AMPL. Dokumen rencana aksi daerah percepatan pencapaian tujuan RAD AMPL ini merupakan bahan acuan bagi seluruh pelaku pembangunan baik pemerintah maupun masyarakat dalam upaya percepatan pencapaian tujuan RAD AMPL.

Dokumen R A D AMPL ini diharapkan mampu memberikan arah bagi upaya percepatan pencapaian target R A D AMPL dan menciptakan kesejahteraan bagi warga di Kabupaten Gianyar.

Referensi

Dokumen terkait

15 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan KEGIATAN : 1.08.. 09 Kerjasama Pengelolaan Sampah

NAMA PROGRAM : PENYEDIAAN DAN REHABILITASI SARANA DAN PRASARANA PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA NAMA KEGIATAN : PENGEMBANGAN DAN PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA BALAI BENIH IKAN (DAK

Kegiatan Pengadaan Dan Pemeliharaan Sarana Dan Prasarana Perkantoran Kegiatan ini mendukung program kota Pembangunan dan Pengelolaan Sarana dan Prasarana kedinasan, dimana

Kondisi di atas ditambah dengan kinerja departemen teknis yang berorientasi proyek (project oriented) bukan berorientasi kepada program (program oriented), menyebabkan

Terpenuhinya 100% penyediaan dan pengelolaan sarana dan prasarana Dalam melaksanakan program dan kegiatan yang telah ditetapkan serta mencapai sasaran strategis dan indikator

Lingkup kegiatan dan kebutuhan biaya yang diperlukan dalam program pengembangan lingkungan sehat ialah penyediaan sarana sanitasi komunal bagi masyarakat

Dengan upaya yang lebih tanggap terhadap kebutuhan masyarakat pengguna, proyek pembangunan prasarana dan sarana AMPL dapat meningkatkan kontribusi dalam pembiayaan, sehingga

Meningkatnya ketersediaan prasarana dan sarana publik yang memadai Meningkatnya cakupan pelayanan air bersih Kegiatan Pembangunan Pasar Program Pengembangan Kinerja