• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH ( RKPD )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH ( RKPD ) "

Copied!
326
0
0

Teks penuh

(1)

PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 13 TAHUN 2014

TENTANG

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH ( RKPD )

TAHUN 2015

LUBUK BASUNG

2014

(2)

LAMPIRAN

PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 13 TAHUN 2014 TANGGAL 26 MEI 2014

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH ( RKPD )

TAHUN 2015

(3)

BUPATI AGAM

PERATURAN BUPATI AGAM NOMOR 13 TAHUN 2014

TENTANG

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI AGAM, Menimbang

Mengingat :

:

a. bahwa dalam rangka mengimplementasikan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, maka berkaitan dengan proses penyelenggaraan perencanaan di daerah, Pemerintah Daerah diwajibkan menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) sebagai rencana tahunan daerah;

b. bahwa Rencana Kerja Pembangunan Daerah sebagaimana dimaksud dalam huruf a, merupakan suatu dokumen perencanaan yang menjadi pedoman oleh setiap stakeholder dalam penyelenggaraan pembangunan daerah Kabupaten Agam Tahun 2014;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2014 perlu ditetapkan dengan Peraturan Bupati Agam.

1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 25);

2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi, Dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

3. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874), sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4150);

(4)

4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287);

5. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

6. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan Dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

7. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah dua kali diubah, terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);

9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

10. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan Dan Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4594);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2001 tentang Pelaporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4124);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

(5)

15. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;

18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

19. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 11 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2006-2025 ( Lembaran Daerah Kabupaten Agam Tahun 2005 Nomor 11);

20. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Agam Tahun 2010 - 2015 ( Lembaran Daerah Kabupaten Agam Tahun 2011 Nomor 8).

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015

Pasal 1

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 merupakan dokumen Perencanaan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun yaitu Tahun 2015, yang memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja, dan pendanaannya.

Pasal 2

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 sebagaimana dimaksud Pasal 2 merupakan acuan bagi:

a. Seluruh stakeholder pembangunan dalam penyelenggaraan pembangunan daerah termasuk Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam menyusun Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun 2015;

b. Penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD);dan

c. Penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Agam Tahun 2015.

(6)

Pasal 3

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 sebagaimana tercantum pada Lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

Pasal 4

Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Agam.

(7)

Ditetapkan di Lubuk Basung pada tanggal 2014

BUPATI AGAM,

INDRA CATRI Diundangkan di Lubuk Basung

pada tanggal 2014 SEKRETARIS DAERAH,

SYAFIRMAN, SH NIP. 19580524 198611 1 001

BERITA DAERAH KABUPATEN AGAM TAHUN 2014 NOMOR ….

(8)
(9)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 i DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... i

DAFTAR GAMBAR ... iii

DAFTAR DAFTAR GRAFIK ... iii

DAFTAR DAFTAR TABEL ... iii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Landasan Hukum ... 2

1.3. Hubungan Antar Dokumen ... 3

1.4. Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah ... 4

1.5. Sistematika Penulisan ... 4

BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RKPD DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN TAHUN 2013 ... 6

2.1. Gambaran Umum Kondisi Daerah ... 6

2.1.1 Aspek Geografis ... 6

2.1.1.1 Letak Geografis dan Batas Administrasi Daerah ... 6

2.1.1.2 Potensi Pengembangan Wilayah ... 9

2.1.1.3 Potensi Bencana Alam ... 13

2.1.2 Aspek Demografi ... 15

2.2. Capaian Kinerja Pemerintah Daerah ... 18

2.2.1 Aspek Kesejahteraan Masyarakat ... 18

2.2.1.1 Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi ... 18

2.2.1.2 Fokus Kesejahteraan Sosial ... 25

2.2.2 Aspek Pelayanan Umum ... 29

2.2.2.1 Fokus Layanan Urusan Wajib ... 29

2.2.2.2 Pelayanan Penunjang Urusan Pilihan ... 34

2.2.3 Aspek Daya Saing Daerah ... 37

2.2.3.1 Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah ... 37

2.2.3.2 Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur ... 40

2.2.3.3 Fokus Iklim Berinvestasi ... 43

2.2.3.4 Fokus Sumber Daya Manusia ... 44

2.3. Permasalahan Pembangunan Daerah ... 63 2.3.1 Permasalahan Daerah Yang Behubungan Dengan Prioritas Pembangunan 63

(10)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 ii BAB III. RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA

KERANGKA PENDANAAN ... 66

3.1. Arah dan Kebijakan Ekonomi Daerah ... 66

3.1.1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan Pertumbuhan Ekonomi... 66

3.1.2 Tantangan Yang Dihadapi ... 69

3.2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah ... 71

3.3. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah ... 72

3.4. Arah Kebijakan Belanja Daerah ... 74

3.4.1 Arah Kebijakan Penerimaan Pembiayaan Daerah ... 77

BAB IV. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH 2014 ... 79

4.1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Agam Tahun 2014 ... 80

4.2. Sasaran Prioritas Pembangunan Tahun 2014 ... 82

BAB V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH ... 90

5.1. Rencana Program dan Kegiatan Prioritas Daerah Tahun 2015 ... 90

5.2. Pagu Indikatif Untuk Tiap SKPD ... 285

BAB VI. PENUTUP . ... 287

(11)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 iii DAFTAR GAMBAR

Gambar I.1 : Bagan Alur Perencanaan Pembangunan Daerah ... 4

Gambar II.2 : Peta Administrasi Kabupaten Agam ... 7

DAFTAR GRAFIK Grafik. II.1 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Agam dari tahun 2010 -2013 ... 20

Grafik. II.2 Pendapatan Regional Per-Kapita Atas Dasar Harga Berlaku ... 21

Grafik. II.3 Perkembangan Angka Kemiskinan Kabupaten Agam tahun 2010 s/d 2013 . 24 Grafik. II.4 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ... 25

Grafik. II.5 Perkembagan Angka Rata-Rata Lama Sekolah Kabupaten Agam Tahun 2010 s/d 2013 ... 27

Grafik. II.6 Angka Usia Harapan Hidup ... 28

Grafik. II.7 Jumlah dan Pertumbuhan Wisatawan Ke Kabupaten Agam Tahun 2010 s/d 2013 ... 37

Grafik. II.8 Pola Konsumsi Masyarakat Kabupaten Agam Tahun 2012 ... 39

Grafik. II.9 Jenis Permukaan Jalan di Kabupaten Agam Tahun 2012 ... 40

Grafik. II.10 Kondisi Jalan di Kabupaten Agam Tahun 2012 ... 41

Grafik. II.11 Kondisi Jembatan di Kabupaten Agam Tahun 2012 ... 42

Grafik. III.1 Proporsi Belanja Daerah Tahun 2010 s/d 2014 ... 64

DAFTAR TABEL Tabel II.1 : Luas Wilayah Administrasi Kecamatan di Kabupaten Agam ... 8

Tabel II.2 : Jumlah Penduduk Menurut Menurut Kecamatan Tahun 2013 ... 15

Tabel II.3 : Jumlah Kepadatan Penduduk per Kecamatan*) ... 15

Tabel II.4 : Struktur Penduduk Berdasarkan Usia ... 16

Tabel II.5 : Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kegiatan Utama Tahun 2013*) ... 17

Tabel II.6 : Banyaknya Penduduk Yang Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan Tahun 2013*) 17 Tabel II.7 : Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2010 s/d 2013 atas dasar Harga Konstan Tahun 2000 Kabupaten Agam ... 18

Tabel II.8 : Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2010 s/d 2013 atas dasar Harga Berlaku Kabupaten Agam ... 19

Tabel II.9 : Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Agam Tahun 2010 s/d 2013menurut Lapangan Usaha (%) ... 20 Tabel II.10 : PDRB per Kapita, Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Pendapatan

Kabupaten Agam di Bandingkan Dengan Kabupaten/Kota Sumatera Barat 22

(12)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 iv Tabel II.11 : Ketimpangan Antar Kecamatan Di Kabupaten Agam Menggunakan

Indeks Williamson Tahun 2013 ... 23

Tabel II.12 : Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Tahun 2013 ... 24

Tabel II.13 : Garis Kemiskinan dan Jumlah Penduduk Miskin Tahun 2008 - 2013 ... 25

Tabel II.14 : Angka Melek Huruf Tahun 2010 - 2013 ... 26

Tabel II.15 : Jumlah Kematian Bayi dan Balita di Kabupaten Agam Tahun 2013 ... 28

Tabel II.16 : Angka Partisipasi Kasar dan Angka Partisipasi Murni ... 29

Tabel II.17 : Ketersediaan Sekolah dan Penduduk Usia Sekolah Tahun 2010-2012 ... 30

Tabel II.18 : Rasio Murid Terhadap Jumlah Kelas per Jenjang Pendidikan Tahun 2010-2012... 30

Tabel II.19 : Rasio Jumlah Murid Terhadap Jumlah Guru per Jenjang Pendidikan Tahun 2010-2012 ... 31

Tabel II.20 : Jumlah Dokter Puskesmas di Kabupaten Agam Tahun 2006-2010 ... 33

Tabel II.21 : Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Berdasarkan Makanan Kabupaten Agam Tahun 2012 ... 38

Tabel II.22 : Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga Berdasarkan Non Makanan Kabupaten Agam Tahun 2012 ... 39

Tabel II.23 : Jumlah Jembatan Berdasarkan Panjang Jembatan ... 41

Tabel II.24 : Rasio Irigasi Menurut Kecamatan ... 42

Tabel II.25 : Nilai Investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto) Kabupaten Agam Tahun 2001-2013 ... 43

Tabel II.26 : Kualitas Tenaga Kerja Kabupaten Agam Tahun 2010 s/d 2013 ... 44

Tabel II.27 : Rasio Ketergantungan Tahun 2010 s/d 2013 Kabupaten Agam ... 45

Tabel II.28 : Evaluasi Pelaksanaan RKPD Tahun 2013 dan Realisasi RPJMD Kabupaten Agam Tahun 2010-2015 ... 45

Tabel III.1 : Kontribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) per Sektor Tahun 2010 s/d 2014 ... 66

Tabel III.2 : Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kegiatan Utama Tahun 2013*) ... 67

Tabel III.3 : Perkembangan Angkatan Kerja Kabupaten AgamTahun 2010-2013 ... 67

Tabel III.4 : Indikator Makro Ekonomi ... 69

Tabel III.5 : Realisasi dan Target Pendapatan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2010-2014 ... 72

Tabel III.6 : Proyeksi Pendapatan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 ... 73

Tabel III.7 : Realisasi dan Target Belanja Daerah Kabupaten AgamTahun 2010-2014 .. 76

Tabel III.8 : Proyeksi Belanja Daerah Kabupaten Agam Tahun 2014 ... 77

Tabel III.9 : Realisasi dan Target Pembiayaan Tahun 2010 - 2014 ... 78

Tabel III.10 : Proyeksi Pembiayaan Kabupaten Agam Tahun 2014 ... 78

(13)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 v Tabel IV.1 : Tujuan dan Sasaran dalam Mewujudkan Misi RPJMD

Kabupaten Agam Tahun 2010-2015 Tahun 2014 ... 80 Tabel IV.2 : Keterkaitan Agenda Pembangunan RPJMD

Dengan Prioritas Pembangunan Daerah Tahun 2015 ... 82 Tabel IV.1 : Sasaran Prioritas Pembangunan Tahun 2015 ... 83 Tabel V.1 : Rumusan Rencana Program dan Kegiatan SKPD Tahun 2015 dan Perkiraan Maju Tahun 2016 Kabupaten Agam ... 91

(14)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Rencana Kerja Pembangunan Daerah yang selanjutnya disingkat RKPD merupakan perencanaan pembangunan tahunan Daerah, amanat dari Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dengan petunjuk pelaksananya diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Agam Tahun 2015 merupakan penjabaran tahun kelima dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2010-2015. RKPD ini berisikan rancangan kerangka ekonomi makro daerah dan kerangka pendanaan, sasaran pembangunan daerah, rencana program serta kegiatan perioritas daerah Tahun 2015. Penyusunan RKPD dilaksanakan dengan menyelaraskan arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan daerah dengan arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2015 serta memperhatikan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Republik Indonesia Tahun 2015 .

Proses penyusunan RKPD Kabupaten Agam Tahun 2015 melalui proses penyaringan aspirasi masyarakat dan pemangku kepentingan (stakeholders) secara formal diformulasikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD mulai dari tingkat nagari, kecamatan dan kabupaten. Selanjutnya Penyusunan RKPD tahun 2015 juga memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan Kabupaten Agam tahun sebelumnya, permasalahan yang berkembang saat ini, sehingga prioritas-prioritas pembangunan Tahun 2015 memfokuskan pada penyelesaian terhadap permasalahan yang mendesak dan berdampak luas terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, peningkatan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan dan kesehatan, pelaksanaan pemerintahan yang baik, peningkatan dan perbaikan infrastruktur serta penanggulangan bencana dan pelestarian lingkungan hidup yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat.

RKPD disusun menjadi dokumen yang sangat penting dalam rangka mengimplementasikan program dan kegiatan pembangunan tahunan. RKPD Kabupaten Agam Tahun 2015 merumuskan program dan kegiatan pembangunan yang secara efisien dan efektif dapat memberikan hasil yang optimal dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia dan mengembangkan potensi yang ada secara berkesinambungan. Untuk itu, penyusunan RKPD Kabupaten Agam melalui tahapan- tahapan sebagai berikut :

1. Persiapan penyusunan RKPD.

Pada tahap persiapan ini serangkaian aktivitas yang dilakukan meliputi:

a. Penyusunan rancangan keputusan kepala daerah tentang pembentukan tim penyusun RKPD;

b. Orientasi mengenai RKPD oleh tim penyusun RKPD;

c. Penyusunan agenda kerja tim penyusun RKPD;

d. Penyiapan data dan informasi perencanaan pembangunan daerah.

2. Perumusan Rancangan Awal RKPD kabupaten dilakukan melalui serangkaian kegiatan berikut:

a. Pengolahan data dan informasi;

b. Analisis gambaran umum kondisi daerah;

c. Analisis ekonomi dan keuangan daerah;

d. Evaluasi kinerja tahun lalu;

(15)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 2 e. Penelaahan terhadap kebijakan pemerintah nasional dan provinsi;

f. Penelaahan pokok-pokok pikiran DPRD;

g. Perumusan permasalahan pembangunan daerah;

h. Perumusan rancangan kerangka ekonomi dan kebijakan keuangan daerah;

i. Perumusan prioritas dan sasaran pembangunan daerah beserta pagu indikatif;

j. Perumusan program prioritas beserta pagu indikatif;

k. Penyelarasan rencana program prioritas daerah beserta pagu indikatif;

3. Penyusunan Rancangan RKPD.

Penyusunan Rancangan RKPD merupakan proses penyempurnaan Rancangan Awal RKPD menjadi Rancangan RKPD berdasarkan hasil verifikasi Renja SKPD.

Verifikasi sebagaimana dimaksud adalah mengintegrasikan program, kegiatan, indikator kinerja dan dana indikatif pada setiap rancangan Renja SKPD sesuai dengan rencana program prioritas pada RPJM.

4. Pelaksanaan Musrenbang RKPD.

Penyusunan RKPD dilaksanakan melalui proses musrenbang yang dimulai dari tingkat nagari, kecamatan sampai kabupaten.. Proses dan tahapan pelaksanaan musrenbang dilaksanakan untuk penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan terhadap rancangan RKPD. Penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan sebagaimana dimaksud, mencakup:

a. Program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah kabupaten dengan arah kebijakan, prioritas dan sasaran pembangunan provinsi dan nasional serta usulan program dan kegiatan hasil musrenbang kecamatan..

b. Indikator dan target kinerja program dan kegiatan pembangunan kabupaten.

c. Prioritas pembangunan daerah serta rencana kerja dan pendanaan.

d. Sinergi antara RKPD Kabupaten Agam dengan RKPD Provinsi Sumatera Barat dan RKP.

Sebelum pelaksanaan musrenbang kabupaten terlebih dahulu dilaksanakan Forum SKPD.

5. Perumusan Rancangan Akhir RKPD.

Rancangan Akhir RKPD dirumuskan berdasarkan berita acara hasil kesepakatan Musrenbang RKPD.

6. Penetapan RKPD.

RKPD ditetapkan dengan Peraturan Bupati setelah RKP dan RKPD Provinsi ditetapkan, hal ini diharapkan agar terjadi keselarasan antara perencanaan ditingkat pusat dan daerah.

1.2. Landasan Hukum

Landasan hukum penyusunan RKPD Tahun 2015 ini adalah sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4421);

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437) sebagaimana telah dua kali diubah dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437);

3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);

4. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5495);

(16)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 3 5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan

Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Propinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817);

7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah

9. Peraturan Daerah Kabupaten Agam Nomor 11 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Tahun 2006-2025 ( Lembaran Daerah Tahun 2005 Nomor 11 ).

10. Peraturan Bupati Agam Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Agam Tahun 2011-2015 (Berita Daerah Tahun 2011 Nomor 8).

1.3. Hubungan antar Dokumen

Ruang lingkup perencanaan pembangunan daerah meliputi tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah terdiri atas; RPJPD, RPJMD, Renstra SKPD, RKPD dan Renja SKPD. Dalam penyusunan dokumen perencanaan daerah tersebut memenuhi prinsip-prinsip perencanaan pembangunan daerah meliputi;

a. Merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional;

b. Dilakukan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan berdasarkan peran dan kewenangan masing-masing;

c. Mengintegrasikan rencana tata ruang dengan rencana pembangunan daerah;

d. Dilaksanakan berdasarkan kondisi dan potensi yang dimiliki masing-masing daerah, sesuai dinamika perkembangan daerah dan nasional.

Penyusunan RKPD tidak lepas dari sistem perencanaan nasional sebagaimana terlihat dalam bagan berikut ini:

(17)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 4 Gambar 1.1

Bagan Alur Perencanaan Pembangunan Daerah

1.4. Maksud dan Tujuan Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah

Sesuai dengan tata urut penyusunan dokumen perencanaan, maka penyusunan RKPD Tahun 2015 dimaksudkan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan dalam jangka waktu satu tahun. RKPD ini selanjutnya sebagai pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA), Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dalam rangka penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) untuk Tahun Anggaran 2015.

Sedangkan dokumen RKPD bertujuan untuk menjabarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) dan Renstra SKPD dari masing-masing dinas dan instansi untuk satu tahun yaitu tahun 2015 dengan mempertimbangkan hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan tahun lalu. Dengan cara demikian diharapkan akan dapat dijaga keterkaitan antara perencanaan penganggaran dan penyusunan anggaran sehingga terwujud Anggaran Berbasis Kinerja sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2004.

1.5. Sistematika penyusunan

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 disusun dengan Sistimatika sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Landasan Hukum

1.3 Hubungan antar Dokumen 1.4 Maksud Dan Tujuan

1.5 Sistematika Penyusunan RKPD

(18)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 5 BAB II : EVALUASI PELAKSANAAN PEMBANGUNAN TAHUN LALU

2.1 Gambaran Umum Kondisi Daerah

2.2 Evaluasi Pelaksanaan Program dan kegiatan RKPD Tahun 2013 DanRealisasi RPJMD

2.3 Permasalahan Pembangunan Daerah

BAB III : RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH BESERTA KERANGKA PENDANAAN

3.1 Arah Kebijakan Ekonomi Daerah 3.2 Arah Kebijakan Keuangan Daerah

BAB IV : PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015

BAB V : RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH TAHUN 2015

BAB V : PENUTUP

(19)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 8 BAB II

EVALUASI PELAKSANAAN RKPD DAN

CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN TAHUN 2013

2.1 Gambaran Umum Kondisi Daerah 2.1.1 Aspek Geografi

2.1.1.1 Letak Geografis Dan Batas Administrasi Wilayah

Kabupaten Agam terletak antara 000 01'34" – 000 28'34" Lintang Selatan dan 990 46'39"– 1000 32'50" Bujur Timur, dengan luas 2.232,30 Km2, atau 5,29 % dari luas Propinsi Sumatera Barat yang mencapai 42.229,04 Km2.

 Sebelah Utara : berbatas dengan Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat

 Sebelah Timur : berbatas dengan Kabupaten 50 Kota

 Sebelah Selatan : berbatas dengan Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar

 Sebelah Barat : berbatas dengan Samudera Indonesia

Berdasarkan ketinggian dari permukaan laut, Kabupaten Agam berada antara 2 – 1.031 meter dari permukaan laut, beriklim tropis dengan temperatur bervariasi minimal 250 C dan maksimal 300 C. Kecepatan angin minimum 4 Km/jam dan maksimum 20 Km/jam.

Wilayah administrasi pemerintahan meliputi 16 Kecamatan dan 82 Nagari, serta 467 Jorong. Dalam wilayah tersebut terdapat dua buah pulau yaitu Pulau Tangah seluas 1 Km2 dan Pulau Ujung seluas 1 Km2, dua buah gunung yaitu Gunung Marapi dengan ketinggian 2.891 meter dan Gunung Singgalang dengan ketinggian 2.877 meter, satu buah danau yaitu Danau Maninjau seluas 9.950 ha dan tiga sungai yaitu Batang Antokan, Batang Kalulutan dan Batang Agam serta mempunyai pantai sepanjang 43 Km.

(20)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 8 Gambar II.1

Peta Administrasi Kabupaten Agam

(21)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 8 Luas wilayah Kabupaten Agam adalah + 2.232.30 Km2 dengan perincian luas per Kecamatan adalah sebagai berikut:

Tabel II.1

Luas Wilayah Administrasi Kecamatan di Kabupaten Agam

No. Kecamatan Luas (Km2) Persentase (%)

1 Tanjung Mutiara 205.73 9.22

2 Lubuk Basung 278.40 12.47

3 Ampek Nagari 268.69 12.04

4 Tanjung Raya 244.03 10.93

5 Matur 93.69 4.20

6 IV Koto 68.72 3.08

7 Malalak 104.49 4.68

8 Banuhampu 28.45 1.27

9 Sungai Pua 44.29 1.98

10 Ampek Angkek 30.66 1.37

11 Canduang 52.29 2.34

12 Baso 70.30 3.15

13 Tilatang Kamang 56.07 2.51

14 Kamang Magek 99.60 4.46

15 Palembayan 349.81 15.67

16 Palupuh 237.08 10.62

Jumlah 2.232.30 100

Sumber : Agam Dalam Angka

Kondisi topografi yang cukup bervariasi, mulai dari dataran tinggi hingga dataran yang relatif rendah, dengan ketinggian berkisar antara 0 sampai 2.891 meter dari permukaan laut. Menurut kondisi fisiografinya, ketinggian atau elevasi wilayah Kabupaten Agam bervariasi antara 2 meter sampai 1.031 meter diatas permukaan laut. Adapun pengelompokan yang didasarkan atas ketinggian adalah sebagai berikut:

1. Ketinggian 0-500 m dpl seluas 44,55% sebagian besar berada di wilayah Barat yaitu Kecamatan Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Ampek Nagari dan sebagian Kecamatan Tanjung Raya.

2. Ketinggian 500-1000 m dpl seluas 43,49% berada pada wilayah Kecamatan Baso, Ampek Angkek, Canduang, Malalak, Tilatang Kamang, Palembayan, Palupuh, Banuhampu dan Sungai Pua.

3. Ketinggian lebih dari 1000 m dpl seluas 11,96% meliputi sebagian Kecamatan IV Koto, Matur, Canduang dan Sungai Pua.

Kawasan sebelah Barat merupakan daerah yang datar sampai landai (0–8%) mencapai luas 71.956 ha, bagian tengah dan Timur merupakan daerah yang berombak dan berbukit sampai dengan lereng yang sangat terjal (> 45%) dengan luas kawasan 129.352 ha. Kawasan dengan kemiringan yang sangat terjal (> 45%) berada pada jajaran Bukit Barisan dengan puncak Gunung Marapi dan Gunung Singgalang yang terletak di Selatan dan Tenggara Kabupaten Agam.

(22)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 9 2.1.1.2 Potensi pengembangan wilayah

Berdasarkan deskripsi karakteristik wilayah, dapat diidentifikasi wilayah yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya yaitu:

1. Pengembangan Hutan Produksi

Kabupaten Agam memiliki potensi hutan produksi yang cukup luas dan tersebar di beberapa kecamatan. Untuk rencana pengembangan kawasan peruntukan hutan produksi sampai dengan tahun 2030 adalah seluas ± 21.390 Ha yang terdiri dari kawasan hutan produksi terbatas (HPT) seluas ± 15.250 Ha, hutan produksi tetap (HP) seluas ± 1.430 Ha, dan hutan produksi yang dapat dikonversi (HPK) seluas ± 7.210 Ha.

Penetapan kawasan hutan produksi ditujukan untuk mewujudkan kawasan hutan produksi yang dapat memberikan manfaat :

a. Mendorong peningkatan perkembangan pembangunan lintas sektor dan sub sektor serta kegiatan ekonomi sekitarnya;

b. Mampu meningkatkan fungsi lindung, menjaga keseimbangan tata air dan lingkungan, dan pelestarian kemampuan sumberdaya hutan;

c. Mampu menjaga kawasan lindung terhadap pengembangan kawasan budidaya;

d. Mampu meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar hutan, meningkatkan pendapatan daerah, dan meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar hutan;

e. Meningkatkan nilai tambah produksi hasil hutan dan industri pengolahannya, dan meningkatkan ekspor; atau

f. Mendorong perkembangan usaha dan peran masyarakat sekitar hutan.

2. Pengembangan Kawasan Pertanian

Pertanian Lahan Basah (pertanian tanaman pangan berkelanjutan);

Program yang dikembangkan untuk pertanian lahan basah atau pertanian tanaman pangan berkelanjutan adalah :

a. Penetapan deliniasi lahan sawah yang cadangkan sebagai lahan pertanian tanaman pangan berkelanjutan.

b. Menyusun program dan kegiatan dalam rangka mewujudkan pertanian tanaman pangan berkelanjutan.

c. Peningkatan pelayanan irigasi teknis/desa dengan jaminan pasokan air yang mencukupi. Perbaikan irigasi dilakukan secara terprogam dan sesuai prioritas dengan mengacu pada kondisi terakhir dari irigasi teknis/desa yang ada pada laporan kondisi irigasi terakhir,

d. Peningkatan produksi pertanian sawah melalui intensifikasi lahan sehingga hasil panen dapat dicapai lebih dari 4,2 ton/ha,

e. Untuk meningkatkan pendapatan petani perlu dikembangkan padi organik bersertifikat sehingga sebagian hasil panen dapat dijual dengan nilai ekonomi yang tinggi,

f. Diperlukan berbagai insentif (keringanan pajak/retribusi dan subsidi) guna meningkatkan produktivitas lahan dan kinerja petani,

g. Penguatan kelembagaan petani terkait dengan pengelolaan lahan dan air (irigasi), pengadaan sarana produksi, panen dan pengolahan pasca panen termasuk pemasaran.

Pertanian Lahan Kering & Hortikultura; untuk mewujudkan rencana pola ruang pertanian lahan kering dan hortikultura diperlukan hal-hal berikut :

(23)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 10 a. Penetapan kawasan dan sentra pertanian lahan kering untuk Kabupaten

Agam.

b. Penetapan komoditas unggulan sesuai karakteristik sub kawasan.

c. Pengembangan pertanian organik dalam upaya pengelolaan pertanian berkelanjutan serta upaya peningkatan pendapatan pertanian karena hasil panen dapat dijual dengan nilai ekonomi yang tinggi.

d. Peningkatan produksi komoditas melalui intensifikasi lahan, ekstensifikasi dan optimasi lahan.

e. Pembangunan prasarana dan sarana pertanian, seperti jalan produksi, peralatan budidaya dan teknologi pengolahan pasca panen.

f. Penguatan kelembagaan petani terkait dengan pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik, pengangkutan, pengolahan dan pemasaran serta permodalan.

g. Pembangunan infrastruktur kawasan agropolitan yang terdiri dari sub sistem:

 Subsistem Hulu (Up Stream): sarana produksi pertanian (industri pembibitan, agrokimia, agrootomotif)

 Subsistem Usaha tani (On Farm): produksi pertanian primer (budidaya)

 Subsistem Hilir (Down Stream): pengolahan hasil pertanian dan perdagangan.

 Subsistem Kelembagaan (Supporting Institution): perbankan, transportasi, penelitian dan pengembangan, kebijakan pemerintah, penyuluhan dan konsultan, dll

3. Pengembangan Kawasan Peternakan

Pengembangan untuk kawasan peternakan adalah :

a. Pengembangan sentra peternakan ternak besar (sapi) di Kecamatan Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, IV Nagari (Sapi Bali), Ampek Angkek, Baso, Canduang dan Tilatang Kamang (Simental, Brahman dan PO) dan Tanjung Raya dan Malalak (Brahman dan PO). Sebagai sentra peternakan ternak besar perlu dilengkapi dengan prasarana dan sarana reproduksi (pembibitan), penggemukan dan pemanfaatan daging (RPH).

b. Pengembangan sentra peternakan ternak kecil (kambing & domba) di Kecamatan Kamang, Lubuk Basung dan IV Nagari. Pada kawasan sentra peternakan ternak kecil ini seyogyanya juga dibangun prasarana dan sarana pendukung agar sentra berfungsi dan terjadi peningkatan populasi dan produksi ternak kambing dan domba.

c. Pengembangan sentra peternakan unggas direncanakan di Kecamatan Tilatang Kamang, Baso, Lubuk Basung dan Tanjung Mutiara (Ayam Buras), Kecamatan Tilatang Kamang, Baso dan IV Angkek (ayam petelur) dan di Kecamatan Tilatang Kamang, Baso, Kamang Magek dan Lubuk Basung (ayam pedagang) serta Kecamatan Tilatang Kamang dan Kamang Magek dengan sistem mina padi Lubuk Basung (itik),

d. Pengembangan kawasan agribisnis peternakan e. Pengembangan kawasan integrasi seperti :

 Kawasan integrasi peternakan – tanaman pangan dan hortikultura (organic farm)

 Kawasan integrasi peternakan - perkebunan (kakao, kelapa sawit)

 Kawasan integrasi peternakan - perikanan

f. Sesuai dengan UU penyuluhan, dilakukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan para peternak sehingga diperoleh peningkatan populasi dan produksi peternakan yang berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

(24)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 11

g. Pengembangan pakan ternak lokal dengan mengandalkan hasil pertanian dan perikanan lokal.

4. Pengembangan Kawasan Perkebunan

Jenis komoditas perkebunan utama yang dikembangkan di Kabupaten Agam adalah kelapa dalam, kelapa sawit, kakao, kopi, casiavera, karet dan gambir.

Program untuk pengembangan berbagai jenis komoditas perkebunan ini adalah:

a. Penetapan komoditas unggulan sesuai karakteristik sub kawasan

b. Penetapan (delineasi) kawasan perkebunan yang potensial dan tidak berada pada kawasan konservasi (lindung).

c. Peningkatan produksi komoditas melalui intensifikasi lahan. Peningkatan produksi ini dilakukan melalui bantuan sarana produksi perkebunan, peningkatan keterampilan budidaya dan pengolahan pasca panen.

d. Peningkatan kemampuan petani dalam pengolahan hasil (pasca panen) e. Pembenahan tata niaga hasil perkebunan

f. Fasilitasi permodalan bagi petani 5. Pengembangan Kawasan Perikanan

Kawasan perikan terdiri dai dua kawasan yaitu kawasan perikanan air tawar dengan sentra produksinya di Kecamatan Tanjung Raya dan kawasan perikanan laut dengan sentra produksinya di Kecamatan Tanjung Mutiara.

Program yang dikembangkan untuk kawasan perikanan air air tawar adalah : a. Peningkatan usaha perikanan air tawar yang ramah lingkungan di Danau

Maninjau

b. Pengendalian dan peningkatan pelayanan perizinan usaha.

c. Peningkatan pemasaran, standar mutu, dan nilai tambah produk perikanan.

d. Pengembangan sistem data, statistik dan informasi perikanan.

e. Perwujudan Minapolitan dengan kegiatan:

 Pengembangan kawasan minapolitan

 Penyusunan rencana rinci dan rencana aksi agro minapolitan

 Penyiapan masyarakat

 Pembangunan infrastruktur pendukung kawasan Minapolitan.

Program yang dikembangkan untuk kawasan perikanan laut adalah :

a. Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, yang meliputi nelayan dan perikanan tangkap.

b. Pengembangan usaha perikanan skala kecil (tambak dan budidaya laut).

c. Modernisasi dan pengembangan alat tangkap.

d. Melanjutkan pembangunan pelabuhan perikanan Tiku berikut fasilitas penunjangnya.

e. Pemantapan pembiayaan pembangunan pelabuhan melalui dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

f. Operasional dan pengelolaan Pelabuhan Perikanan Tiku g. Peningkatan usaha industri pengolahan ikan laut

6. Pengembangan Kawasan Pertambangan

Upaya perwujudan kawasan pertambangan dilaksanakan melalui peningkatan pengelolaan dan pengembangan, serta pembinaan dan pengawasan bidang pertambangan dan energi. Arahan kegiatan yang akan dilaksanakan pada program ini meliputi:

(25)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 12

1. Inventarisasi sumberdaya mineral, pembinaan, dan pengawasan bidang pertambangan dan galian Golongan A, B, dan C, serta air bawah tanah, yang berpotensi untuk dieksploitasi dalam skala ekonomi.

2. Melakukan kajian daya dukung lingkungan untuk ekploitasi bahan tambang dan galian.

3. Menetapkan satuan Wilayah Pertambangan (WP) yang meliputi Wilayah Usaha Pertambangan (WUP), Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Wilayah Pertambangan Negara (WPN) dengan pertimbangan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

4. Menyusun profil potensi, prosedur dan mekanisme perizinan serta rencana bisnis (bussines plan) untuk masing-masing WUP, WPR dan WPN.

5. Melakukan kajian sumberdaya energi alternatif yang meliputi panas bumi dan tenaga air, listrik pedesaan.

6. Melakukan promosi untuk menarik investasi pengembangan bidang pertambangan dan energi.

7. Pengembangan Kawasan Pariwisata

Sesuai dengan potensi wisata (wisata alam, budaya, buatan serta minat khusus) di Kabupaten Agam, upaya perwujudan kawasan pariwisata dilaksanakan melalui peningkatan pengelolaan objek wisata dan pengembangan SDM, serta pembinaan dan pengawasan bidang pariwisata.

Program yang dikembangkan untuk perwujudan pengembangan kawasan pariwisata alam adalah :

a. Pemilihan secara objek-objek wisata alam yang potensial untuk dikembangkan.

b. Penyusunan skenario pengembangan dan pengelolaannya yang terpadu dengan kebijakan kepariwisataan tingkat provinsi maupun nasional.

c. Membangunan serta melengkapi objek wisata alam yang diunggulkan dengan fasilitas penunjang wisata.

d. Melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka pengembangan dan pembangunan berbagai fasilitas penunjang objek wisata alam.

e. Melakukan promosi melalui berbagai media, dan mengikuti berbagai event promosi.

f. Melakukan kerjasama dengan berbagai biro perjalanan dalam upaya pemasaran yang progresif.

g. Evaluasi dan pengawasan

Program yang dikembangkan untuk perwujudan pengembangan kawasan pariwisata budaya adalah :

a. Pemilihan secara objek-objek wisata budaya yang potensial untuk dikembangkan.

b. Penyusunan skenario pengembangan dan pengelolaannya yang terpadu dengan kebijakan kepariwisataan tingkat propvinsi maupun nasional.

c. Melakukan kerja sama dengan berbagai fihak dalam rangka pengembangan dan pembangunan objek wisata budaya.

d. Penggalian dan menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya lokal (peninggalan sejarah, kesenian, kerajinan) yang dapat menunjang objek wisata budaya serta fasilitas penunjang wisata (bangunan tradisional).

e. Melakukan promosi melalui berbagai media, dan mengikuti berbagai event promosi.

(26)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 13 f. Melakukan kerjasama dengan berbagai biro perjalanan dalam upaya

pemasaran yang progresif.

Program yang dikembangkan untuk perwujudan pengembangan kawasan pariwisata buatan adalah:

a. Inventarisasi objek-objek wisata buatan potensial yang dapat dikembangkan di kabupaten Agam.

b. Pemberian kemudahan dalam proses perizinan.

c. Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak (investor) dalam rangka pengembangan dan pembangunan objek wisata buatan.

d. Melakukan promosi melalui berbagai media, dan mengikuti berbagai event promosi.

e. Melakukan kerjasama dengan berbagai biro perjalanan dalam upaya pemasaran yang progresif.

Program yang dikembangkan untuk perwujudan pengembangan kawasan pariwisata minat khusus adalah:

a. Inventarisasi objek-objek wisata minat khusus potensial yang dapat dikembangkan di Kabupan Agam.

b. Melanjutkan kegiatan minat khusus yang sudah berjalan selama ini.

c. Pemberian kemudahan dalam proses perizinan.

d. Melakukan kerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka pengembangan dan pengelolaan objek wisata minat khusus.

e. Melakukan promosi melalui berbagai media, dan mengikuti berbagai event promosi.

f. Melakukan kerjasama dengan berbagai biro perjalanan dalam upaya pemasaran yang progresif.

2.1.1.3 Potensi bencana alam Kondisi karakteristik wilayah Kabupaten Agam yang terdiri dari

perbukitan/ pegunungan dan pesisir serta kawasan lindung, merupakan daerah rawan bencana dengan potensi gempa bumi, bahaya abrasi, gerakan tanah/longsor, letusan gunung berapi, banjir dan tsunami, sesuai dengan profil rawan bencana yang disusun pada tahun 2008.

Beberapa potensi bencana alam yang dapat terjadi di Kabupaten Agam sebagai berikut:

1. Bahaya Sesar Aktif

Bahaya sesar aktif adalah bagian dari lempeng bumi yang mengalami patahan atau tersesarkan dan masih bergerak hingga saat ini. Sesar aktif ditunjukkan oleh bentuk kelurusan topografi dimana lokasi pusat gempa terjadi disekitarnya. Pada wilayah Kabupaten Agam, sesar aktif memotong 6 kecamatan yaitu Kecamatan Palupuh, Palembayan, Matur, IV Koto, Banuhampu dan Sungai Pua.

2. Bahaya Seismisitas Gempa

Bahaya seismisitas gempa merupakan bencana yang terjadi disebabkan oleh terlepasnya energi tektonik kerak bumi.

3. Bahaya Tsunami

Daerah lepas pantai merupakan tempat dimana subduksi tektonik terjadi.

Distribusi pusat gempa dilepas pantai berpotensi menyebabkan terjadinya tsunami. Wilayah yang potensial dihempas hantaman tsunami adalah daerah sekitar Jorong Subang-Subang, Jorong Labuhan, Jorong Muaro Putuih,

(27)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 14 Jorong Masang, Nagari Tiku Selatan dan sebagian Nagari Bawan di Kecamatan Ampek Nagari.

4. Letusan Gunung Api

Kabupaten Agam berada pada dua gunung aktif yaitu Gunung Marapi dan Gunung Tandikek. Sebaran produk letusan dari Gunung Marapi cenderung menuju ke arah tenggara sedangkan letusan dari Gunung Tandikek menuju ke arah selatan. Beberapa tahun belakang ini Gunung Marapi masih terus mengeluarkan asap, sehingga potensi bencana yang ditimbulkannya terhadap penduduk di sekitar gunung yang cukup besar.

5. Bahaya Gerakan Tanah/ Longsoran

Gerakan tanah/longsoran adalah proses pemindahan/pergerakan massa tanah dan batuan karena pengaruh gaya gravitasi. Jenis gerakan tanah yang umum dijumpai adalah jatuhan (falls), gelincir (slides), nendatan (slumps), aliran (flows) dan rayapan (creeps). Gerakan tanah/longsoran terjadi akibat beberapa faktor seperti jenis dan sifat batuan/tanah, sudut kemiringan lereng, curah hujan, tutupan vegetasi, ulah manusia atau akibat pembangunan fisik dan keteknikan.

6. Bahaya Banjir

Banjir terjadi apabila ekses atau kelebihan air tidak dapat ditampung pada tempatnya sehingga melimpah keluar. Tempat penyimpanan air secara alamiah adalah sungai, rawa, danau atau bendungan. Daerah banjir terjadi sepanjang aliran sungai seperti Batang Tiku, Batang Pingai, Batang Kalulutan, Batang Dareh, Batang Bawan, Batang Sitanang, bagian hilir dari Batang Simpang Jernih dan Simpang Keruh serta Batang Layah. Banjir pada sungai-sungai tersebut, pada umumnya terbatas pada morfologi dataran banjir (flood plain). Selain dari lokasi-lokasi tersebut banjir juga terjadi pada daerah rawa di sekitar dataran pantai, yang juga berhubungan dengan aliran sungai di bagian hilir.

Wilayah yang berpotensi banjir adalah 1) Nagari Salareh Aia di Kecamatan Palembayan; 2) Nagari Lubuk Basung di Kecamatan Lubuk Basung; 3) Nagari Bawan, Batu Kambiang dan Sitalang di Kecamatan Ampek Nagari, 4) Nagari Tiku V Jorong di Kecamatan Tanjung Mutiara; 5) Nagari Balingka di Kecamatan IV Koto dan 6) Nagari Pasia Laweh di Kecamatan Palupuah.

7. Abrasi

Disamping itu Kabupaten Agam berpotensi terhadap abrasi pantai, khususnya wilayah yang berbatasan dengan laut terbuka. Dilaporkan telah terjadi perubahan garis pantai akibat abrasi yang menyebabkan bangunan- bangunan yang ada di atasnya runtuh. Wilayah yang berpotensi terkena abrasi adalah 1) Masang sepanjang 800 meter; 2) Ujung Masang sepanjang 1.100 meter; 3) Muaro Putuih sepanjang 300 meter; 4) Ujung Labung sepanjang 500 meter; 5) Pasia Paneh sepanjang 200 meter dan 6) Pelabuhan Tiku sepanjang 100 meter. Selain potensi bencana yang disebabkan oleh aktivitas alam, Kabupaten Agam juga memiliki potensi bencana yang disebabkan oleh manusia seperti konflik sosial, epidemi wabah penyakit dan kegagalan teknologi.

(28)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 15 2.1.2 Aspek demografi

Berdasarkan data dari BPS Kabupaten Agam Jumlah penduduk Kabupaten Agam pada tahun 2013 berjumlah 467.564 jiwa terdiri dari 229.266 orang (49 %) penduduk laki-laki dan 238.298 orang (51%) penduduk perempuan, sebagaimana terlihat dalam tabel. II.2 dibawah ini:

Tabel. II.2

Jumlah Penduduk Menurut Menurut Kecamatan Tahun 2013*) KECAMATAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH Tanjung Mutiara 14.839 14.466 29.305 Lubuk Basung 35.048 35.640 70.688 Ampek Nagari 12.236 11.579 23.815 Tanjung Raya 16.751 17.078 33.829 Matur 8.156 8.666 16.822 IV Koto 11.016 12.205 23.221 Malalak 4.454 4.676 9.130 Banuhampu 18.215 19.823 38.038 Sungai Pua 11.428 12.263 23.691 Ampek Angkek 22.297 23.376 45.673 Canduang 10.702 11.543 22.245 Baso 16.252 17.118 33.370 Tilatang Kamang 16.906 18.307 35.213 Kamang Magek 9.665 10.416 20.081 Palembayan 14.712 14.498 29.210 Palupuh 6.589 6.644 13.233 TOTAL 229.266 238.298 467.564 Sumber : BPS Kabupaten Agam Tahun 2013

Catatan : *) Angka sementara

Jumlah penduduk Kabupaten Agam pada tahun 2013 adalah 467.564 jiwa atau meningkat 0,83 persen dibandingkan jumlah penduduk pada tahun 2012. Jika dilihat menurut kecamatan, jumlah penduduk Kecamatan Lubuk Basung merupakan yang terbesar dibandingkan kecamatan lainnya dengan populasi mencapai 70.688 jiwa atau 15,22 % dari jumlah penduduk Kabupaten Agam.

Kecamatan dengan populasi penduduk terkecil adalah Kecamatan Malalak dengan jumlah penduduk 9.065 jiwa. 9.130 jiwa atau 1,95%.

Tabel. II.3

Tingkat Kepadatan Penduduk per Kecamatan*)

No. Kecamatan Jumlah

Penduduk Luas (Km2) Kepadatan Penduduk 1 Tanjung Mutiara 29,305 205.73 142.44 2 Lubuk Basung 70,688 278.40 253.91 3 Ampek Nagari 23,815 268.69 88.63 4 Tanjung Raya 33,829 244.03 138.63 5 Matur 16,822 93.69 179.55 6 IV Koto 23,221 68.72 337.91

(29)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 16

No. Kecamatan Jumlah

Penduduk Luas (Km2) Kepadatan Penduduk 7 Malalak 9,130 104.49 87.38 8 Banuhampu 38,038 28.45 1,337.01 9 Sungai Pua 23,691 44.29 534.91 10 Ampek Angkek 45,673 30.66 1,489.66 11 Canduang 22,245 52.29 425.42 12 Baso 33,370 70.30 474.68 13 Tilatang Kamang 35,213 56.07 628.02 14 Kamang Magek 20,081 99.60 201.62 15 Palembayan 29,210 349.81 83.50 16 Palupuh 13,233 237.08 55.82 Jumlah 467,564 2,232.30 209.45

Dilihat dari tingkat kepadatan penduduk Kabupaten Agam pada tahun 2013 adalah 209 jiwa per kilometer persegi. Tingkat kepadatan penduduk antar kecamatan cukup bervariasi. Kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Ampek Angkek dengan kepadatan 1.490 jiwa per kilometer persegi. Sedangkan kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk terendah adalah Kecamatan Palupuh dengan kepadatan 56 jiwa per kilometer persegi sampai dengan akhir tahun 2013.

Struktur Penduduk Kabupaten Agam dapat dilihat pada tabel II.4 sebagai berikut:

TABEL II.4

STUKTUR PENDUDUK BERDASARKAN USIA TAHUN 2013*)

STRUKTUR USIA LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH 0-4 23.566 23.131 46.697 5-9 24.019 23.316 47.335 10-14 24.656 23.504 48.160 15-19 23.201 23.037 46.238 20-24 18.105 19.120 37.225 25-29 16.651 17.719 34.370 30-34 17.103 17.720 34.823 35-39 16.283 16.696 32.979 40-44 14.465 15.110 29.575 45-49 12.736 13.616 26.352 50-54 11.463 12.590 24.053 55-59 9.826 10.633 20.459 60-64 6.823 7.181 14.004 65-69 4.093 4.851 8.944 70-74 3.001 4.289 7.290 75+ 3.275 5.785 9.060 TOTAL 229.266 238.298 467.564

Sumber : BPS Kabupaten Agam Tahun 2013 Catatan : *) Angka sementara

(30)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 17 Dari data di atas, apabila dihitung jumlah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas adalah 325.372 orang (umur 15 – 75+ tahun) atau 69,59% merupakan Jumlah Penduduk usia kerja. Sedangan bukan usia kerja sebanyak 142.192 orang ( umur 0 - 14 tahun ) atau 30,41%.

TABEL II.5

Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kegiatan Utama Tahun 2013*)

No. Jenis Kegiatan Jumlah Persentase

A. Angkatan kerja 228.411 70,02%

1. Bekerja 215.940 94,54 %

2. Tidak bekerja/pengangguran 12.471 5,46%

B. Bukan Angkatan kerja 96.961 29, 98%

1. Sekolah 35.129 36.23%

2. Mengurus Rumah Tangga 43.603 44.97%

3. Lainnya 18.229 18.80%

Berdasarkan tabel diatas, terlihat persentase penduduk angkatan kerja di Kabupaten Agam adalah 70,02 persen dari total penduduk usia kerja (penduduk 15 tahun keatas). Sedangkan sisanya 29, 98 persen adalah bukan angkatan kerja.

Dari 29,98 persen penduduk yang bukan angkatan kerja, sebagian besarnya adalah ibu rumahtangga, pensiunan dan penduduk dengan kebutuhan khusus. Sedangkan dari total angkatan kerja sebagian besarnya adalah penduduk yang bekerja, dengan persentase mencapai 94,54 persen.

Tingkat pengangguran terbuka merupakan perbandingan antara pencari kerja dengan angkatan kerja. Persentase tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Agam cukup berfluktuasi. Pada tahun 2011 pengangguran terbuka sebesar 6,16 persen, kemudian pada tahun 2012 turun menjadi menjadi 3,71 persen. Sedangkan pada tahun 2013 diperkirakan naik menjadi 5,46%, tingkat pengangguran ini lebih kecil dibandingkan tingkat Provinsi Sumatera Barat yaitu 6,33% dan tingkat nasional pengangguran sebesar 5,92%.

Selanjutnya banyaknya penduduk Kabupaten Agam yang bekerja menurut jenis pekerjaan dapat dilihat pada Tabel II.6 dibawah ini :

TABEL II.6

Banyaknya Penduduk Yang Bekerja Menurut Jenis Pekerjaan Tahun 2013*)

BIDANG PEKERJAAN JUMLAH JIWA PERSENTASE

Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan

90.889 42.10

Pertambangan dan Penggalian 929 0.43

Industri Pengolahan 24.272 11.24

Listrik, Gas dan air Minum 302 0.14

Konstruksi/Bangunan 7.774 3.60

Perdagangan, Hotel, restoran 45.736 21.18

Pengakutan dan komunikasi 12.438 5.76

Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 1.857 0.86

Jasa-jasa 31.743 14.70

Total 215.940 100

Sumber : BPS Kabupaten Agam Tahun 2013 Catatan :*) Angka sementara

(31)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 18 Dari Tabel diatas, terlihat bahwa jenis pekerjaan yang paling banyak dilakukan masyarakat adalah dibidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan sebanyak 90.889 jiwa atau 42,10% disusul sektor perdagangan, perhotelan dan restoran sebanyak 45.736 jiwa atau 21,18%.

2.2 Capaian Kinerja Pemerintah Daerah 2.2.1 Aspek Kesejahteraaan Masyarakat

2.2.1.1 Fokus Kesejahteraan Dan Pemerataan Ekonomi

Capaian kinerja pemerintah daerah untuk aspek kesejahteraan masyarakat dan pemerataan ekonomi dapat dilihat pada beberapa indikator, diantaranya adalah pertumbuhan PDRB, laju inflasi, PDRB per kapita, indek gini, jumlah penduduk diatas garis kemiskinan. Karena keterbatasan ketersediaan data disini hanya membahas pertumbuhan PDRB, PDRB per kapita, indek gini, jumlah penduduk diatas garis kemiskinan.

A. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDRB) Kabupaten Agam PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2000

Nilai Produk Domestik Bruto (PDRB) Kabupaten Agam atas dasar harga konstan Tahun 2013 mencapai Rp. 3,725,54 Milyar dibandingkan dengan tahun 2012 sebesar Rp. 3,502,84 Milyar terdapat peningkatan sebesar Rp. 222,7 Milyar.

Konstribusi PDRB tahun 2012 tersebut berasal dari sektor pertanian sebesar 36,33%, sektor Pertambangan dan pengalian sebesar 3,75%, sektor industri pengolahan 12,61%, sektor listrik gas dan air bersih 0,87%, sektor konstruksi 5,07%, sektor perdagangan, hotel dan restoran 17,29%, sektor pengangkutan dan komunikasi 4,76% sektor keuangan, sewa dan jasa perusahaan 3,36% dan sektor jasa-jasa 15,96%.

Perkembangan Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Kabupaten Agam Atas Dasar Harga Konstan serta pertumbuhannya pada Tahun 2010 s/d 2013, secara berurutan tergambar pada tabel dibawah ini

Tabel II.7

Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2010 s/d 2013 Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000

Kabupaten Agam

(dalam jutaan rupiah)

NO Sektor

2010 2011 2012**) 2013***)

(Rp) % (Rp) % (Rp) % (Rp) %

1 Pertanian 1.141.871,37 36.88 1,196,986.00 36.49 1,279,813.88 36.54 1,353,612.20 36.33 2 Pertambangan &

Penggalian 117,879,11 3.81

125,990.00 3.84 133,033.00 3.80 139,817.68 3.75 3 Industri Pengolahan 405485,13 13.10 424,137.00 12.93 443,223.63 12.65 469,905.69 12.61 4 Listrik,Gas & Air

bersih 27.008,33 0.87 29,162.00 0.89 30,447.52 0.87 32,281.20 0.87 5 Konstruksi 153.686,79 4.96 162,817.00 4.96 176,008.28 5.02 188,786.48 5.07 6 Perdagangan, Hotel

& Restoran 533.340,53 17.23 566,047.00 17.26 604,313.55 17.25 644,145.29 17.29 7 Pengangkutan &

Komunikasi 139.707,40 4.51 150,469.00 4.59 163,937.74 4.68 177,151.65 4.76 8 Keuangan, sewa, &

Js. Perusahaan 104.610,56 3.38 110,641.00 3.37 116,092.99 3.31 125,153.38 3.36 9 Jasa-jasa 472.586,50 15.26 513,795.00 15.66 555,975.82 15.87 594,687.43 15.96

(32)

Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Agam Tahun 2015 19

NO Sektor

2010 2011 2012**) 2013***)

(Rp) % (Rp) % (Rp) % (Rp) %

PDRB 3.096.174,72 100 3,280,044.00 100 3,503,975.82 100 3,697,748.11 100 Sumber : PDRB Kabupaten Agam dan BPS Kabupaten Agam Tahun 2013

Catatan : ***) Angka sangat sangat sementara

PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB)

Nilai PDRB Kabupaten Agam tahun 2013 ADHB mencapai 9,772,08 milyar rupiah naik dari tahun 2012 yang sebesar 8.380,84 milyar rupiah. Selama periode 2009 sampai 2013 struktur perekonomian Kabupaten Agam didominasi oleh 4 (empat) sektor, yaitu Pertanian, perdagangan hotel dan restoran, jasa-jasa dan industri pengolahan.

Perkembangan Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Kabupaten Agam ADHB serta pertumbuhannya pada Tahun 2010 s/d 2013, secara berurutan tergambar pada tabel dibawah ini

Tabel II.8

Nilai dan Kontribusi Sektor dalam PDRB Tahun 2010 s/d 2013 Atas Dasar Harga Berlaku

Kabupaten Agam

(dalam jutaan rupiah)

Sumber : PDRB Kabupaten Agam dan BPS Kabupaten Agam Tahun 2013 Catatan : ***) Angka sangat sangat sementara

Laju Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Regional Per-Kapita Berdasarkan Harga Berlaku.

Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam pada tahun 2009 sampai dengan 2012 cenderung meningkat. Tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam hanya sebesar 4,92%, hal ini disebabkan pada tanggal 30 Sepember 2009 terjadinya musibah gempa bumi yang mengakibatkan infrastuktur perekonomian mengalami kerusakan cukup parah. Namun pasca musibah gempa dari tahun 2010 sampai 2012 perekonomi Kabupaten Agam terus membaik hal ini ditandainya meningkatnya pertumbuhan ekonomi mencapai 6,79%. Namun tahun 2013 dengan terjadinya krisis ekonomi global dan tertekannya nilai rupiah terhadap mana uang asing berdampak juga dengan sedikit melemahnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam hanya mencapai 6,36%. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Agam dari tahun 2009 – 2013 terlihat dalam grafik berikut.

NO Sektor 2010 2011 2012**) 2013***)

(Rp) % (Rp) % (Rp) %

1 Pertanian 2.684.119,77 40,71 2,981,350.38 40.59 3.328.798,78 39.72 3,777,862.13 38.66 2 Pertambangan &

Penggalian 268.485,58 4,07 300,371.63 4.12 338.480,89 4.04 550,412.02 5.63 3 Industri Pengolahan 682.347,62 10,35

755,116.00 11.10 855.017,87 10.20 991,283.65 10.14 4 Listrik,Gas, & Air bersih 54.330,25 0,82 58,986.71 0.82 63.085,38 0.75 69,852.24 0.71 5 Konstruksi 404.662,56 6,14 463,330.55 5.91 555.312,32 6.63 636,545.88 6.51 6 Perdagangan, Hotel, &

Restoran 1.001.109,44 15,18 1,135,954.81 15.30 1.289.686,75 15.39 1,501,294.01 15.36 7

Pengangkutan &

Komunikasi angangkutan &

Komunikasi

348.429,21 5,28 398,711.23 5.46 465.785,83 5.56 525,833.28 5.36

8 Keuangan, sewa, & Js.

Perusahaan 250.081,53 3,79 277,771.26 3.64 306.872,27 3.66 348,297.83 3.56 9 Jasa-jasa 899.319,07 13,64 1,040,469.30 13.05 1.177.805,43 14.05 1,370,627.33 14.03

PDRB 6.592.885,02 100 7,412,061.87 100 8.380.845,52 100.00 9,772,008.38 100

Gambar

Tabel II.1
TABEL II.4
TABEL II.5
TABEL II.6
+7

Referensi

Dokumen terkait

17% SIMILARITY INDEX 14% INTERNET SOURCES 5% PUBLICATIONS 6% STUDENT PAPERS 1 2% 2 2% 3 2% 4 2% 5 1% 6 1% 7 1% 8 1% 9 1% 10 1% 11 1% 12 1% Hak kemerdekaan menulis