Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No. 15 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2008. Selain itu, RPJMD Provinsi Kalimantan Timur periode 2018-2023 juga mengacu pada dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). dan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).
PENDAHULUAN
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
GAMBARAN KEUANGAN DAERAH
PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DAERAH
VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN
STRATEGI, ARAH KEBIJAKAN, DAN PROGRAM PEMBANGUAN DAERAH Memuat uraian strategi yang dipilih dalam mencapai tujuan dan sasaran,
BAB VII KERANGKA PENDANAAN PEMBANGUNAN DAN PROGRAM PERANGKAT DAERAH
KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH
PENUTUP
Aspek Geografi dan Demografi
- Aspek Geografi a. Kondisi Geografi
Wilayah Administratif
Secara geostrategis, posisi Kalimantan Timur mempunyai potensi untuk perdagangan internasional, berada di tengah-tengah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sangat strategis sebagai jalur pelayaran internasional karena berbatasan langsung dengan perairan Selat Makasar dan Laut Sulawesi yang merupakan laut lepas. kepulauan Indonesia. Jalur II (ALKI II).
Kondisi Fisik Wilayah
Sungai-sungai di Provinsi Kalimantan Timur dikelompokkan menjadi 6 (enam) satuan wilayah sungai (SWS), yaitu SWS Mahakam (Strategis Nasional), yang terdiri dari sungai-sungai besar antara lain sungai Mahakam, Samboja, Senipah dan Semoi; SWS Berau-Kelay (Lintas Kabupaten) terdiri dari sungai-sungai besar antara lain Sungai Kuning, Bakau, Berau, Pangkung dan Sungai Pantai; SWS Karangan (Lintas Kabupaten). Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kondisi musim di Provinsi Kalimantan Timur terkadang tidak menentu.
Kondisi Tutupan Lahan
Provinsi Kalimantan Timur mempunyai iklim tropis dengan suhu udara berkisar antara 20,8ºC sampai 35,6ºC, serta mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Selain itu, karena terletak di daerah khatulistiwa, iklim di Provinsi Kalimantan Timur juga dipengaruhi oleh angin muson yaitu Muson Barat (November-April) dan Muson Timur (Mei-Oktober).
Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi
Lahan dengan kategori Sangat Kritis tersebar hampir di seluruh kabupaten/kota di Kaltim, dengan wilayah terluas berada di kabupaten Kutai Timur, Berau, dan Paser. Selain itu, Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016-2036 telah mengembangkan struktur tata ruang yang dilengkapi dengan jaringan infrastruktur untuk mendukung pengembangan sektor-sektor unggulan daerah pada kawasan strategis dan kawasan sentral kegiatan perekonomian daerah.
Potensi Pengembangan Kawasan
- Aspek Demografi
- Aspek Kesejahteraan Masyarakat
- Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
- Fokus Kesejahteraan Sosial
- Fokus Seni Budaya dan Olahraga
- Aspek Pelayanan Umum
- Fokus Layanan Urusan Pemerintah Wajib 1. Urusan Wajib Pelayanan Dasar
Secara keseluruhan, rata-rata angka harapan hidup di Provinsi Kalimantan Timur meningkat secara perlahan. Prasarana jalan di Provinsi Kalimantan Timur sebagian besar berstatus jalan kabupaten/kota yaitu sebesar 81,8% dari total panjang jalan.
Urusan Wajib Non Pelayanan Dasar a. Tenaga Kerja
- Fokus Layanan Urusan Pemerintah Pilihan
- Fokus Urusan Penunjang
- Aspek Daya Saing Daerah
- Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
- Fokus Iklim Berinvestasi
- Fokus Sumber Daya Manusia
- Kinerja Keuangan Masa Lalu
- Kinerja Pelaksanaan APBD 1. Perkembangan Pendapatan Daerah
Di Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terdapat 9 (sembilan) SPM, sedangkan di tingkat Kabupaten/Kota terdapat 15 (lima belas) SPM.
Belanja Daerah
- Neraca Daerah
- Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu
- Proporsi Penggunaan Anggaran
- Analisis Pembiayaan
Provinsi Kalimantan Timur hanya memiliki kewajiban jangka pendek, namun rata-rata pertumbuhannya selama lima tahun sebesar 24,66 persen. Perhitungan kedua rasio ini hanya menggunakan liabilitas jangka pendek, karena Pemprov Kaltim tidak memiliki liabilitas jangka panjang pada tahun 2013 hingga 2017. Kemampuan Pemprov Kaltim dalam mengkonversi piutang menjadi kas cukup baik yaitu rata-rata 28,14 kurang dalam satu bulan.
Analisis Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA)
- Strategi dan Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah
Kerangka pendanaan yang akan diuraikan pada subbab ini terlebih dahulu meliputi strategi dan kebijakan pengelolaan keuangan daerah untuk lima tahun ke depan. Sedangkan yang kedua, komponen keuangan daerah, baik pendapatan, belanja, atau pendanaan daerah, akan disertai dengan proyeksi besarannya masing-masing untuk lima tahun ke depan. Strategi dan kebijakan pengelolaan keuangan daerah terdiri atas strategi dan kebijakan untuk meningkatkan pendapatan daerah, mengoptimalkan belanja daerah, dan pembiayaan daerah.
Strategi dan Kebijakan Peningkatan Pendapatan Daerah
Dalam pengelolaan anggaran pendapatan daerah perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pendapatan pajak dan retribusi daerah tanpa menambah beban masyarakat. Pada komponen pendapatan daerah yang sah lainnya, strategi dilaksanakan melalui koordinasi dengan provinsi dan kabupaten/kota. Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota lainnya, terutama dalam konteks dana bagi hasil perpajakan.
Strategi dan Kebijakan Optimalisasi Belanja Daerah
Rasionalisasi Tata Ruang Provinsi dan Harmonisasi peraturan perundang-undangan terkait investasi sektoral untuk mengoptimalkan produktivitas kawasan ekonomi penyumbang PDRB Kalimantan Timur terbesar. Strategi di atas dilaksanakan melalui berbagai kebijakan belanja daerah berdasarkan kapasitas aktual keuangan daerah yang terdiri dari: Kebijakan belanja operasional juga ditujukan untuk meningkatkan pemerataan pembangunan agar dapat dinikmati oleh seluruh elemen masyarakat di provinsi Kalimantan Timur, serta penyerapan tenaga kerja dan pengentasan kemiskinan.
Strategi dan Kebijakan Optimalisasi Pembiayaan Daerah
- Proyeksi Pendapatan dan Belanja
PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DAERAH
Permasalahan Pembangunan
- Permasalahan Tingkat Daerah
Belum meratanya dan belum kuatnya daya saing sumber daya manusia Salah satu isu penting dalam perencanaan pembangunan di Provinsi
Ketimpangan distribusi dan lemahnya daya saing sumber daya manusia menjadi salah satu permasalahan penting dalam perencanaan pembangunan di provinsi tersebut. Pembangunan yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat masih belum mampu mengentaskan kemiskinan atau hidup prasejahtera. Kurang optimalnya integrasi pendidikan vokasi dengan kebutuhan tenaga kerja industri dan sektor ekonomi lainnya mengakibatkan rendahnya penyerapan tenaga kerja produktif oleh dunia kerja.
Lambannya transformasi ekonomi menuju pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan
LPE Kalimantan Timur cenderung menurun karena menurunnya kontribusi sektor pertambangan (batubara) akibat turunnya harga batubara di tingkat internasional. Menurunnya produksi sektor migas dan batubara berdampak pada sektor lain terutama jasa dan perdagangan sehingga berdampak pada perekonomian Kalimantan Timur. Beberapa hasil perkebunan khususnya kelapa sawit sudah diolah menjadi minyak sawit mentah (CPO), meskipun Minyak Inti Sawit (PKO) masih belum maksimal diproduksi.
Belum meratanya aksesibilitas dan konektivitas dari dan ke sentra produksi
Semakin menurunnya kualitas lingkungan hidup,
Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh emisi negatif (net sequestration) pada sektor perubahan tutupan lahan dan dekomposisi gambut pada tahun 2014 serta tren penurunan emisi dari sektor energi. Penyerapan karbon bersih sebesar 23 juta ton CO2 pada tahun 2014 di sektor lahan terjadi terutama karena banyaknya perkebunan yang dibangun di hutan dan lahan terbuka. Penyerapan bersih ini berhasil menutupi seluruh emisi GRK pada tahun 2014 dan pada periode 2012-2015 menjadikan emisi kumulatif dari perubahan tutupan lahan dan dekomposisi gambut hanya sekitar 50 juta ton CO2 atau sekitar 12,5 juta ton CO2 per tahun.
Belum tercapainya pelayanan publik yang optimal
- Permasalahan Pembangunan Daerah Per-Urusan Pemerintahan Permasalahan pembangunan per-urusan menjadi basis utama perumusan
Pencapaian akuntabilitas kinerja di Provinsi Kalimantan Timur dapat dilihat dari dua indikator, yaitu skor Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan pemeringkatan Penilaian Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD). Nilai SAKIP Provinsi Kalimantan Timur tahun 2017 adalah “BB”, sedangkan peringkat EKPPD turun dari peringkat 3 menjadi peringkat 7 secara nasional dengan status “Sangat Tinggi”. Indeks persepsi korupsi di Kalimantan Timur juga turun dari 5,58 pada tahun 2016 menjadi 5,56 pada tahun 2017.
Permasalahan Urusan Pemerintahan Wajib Pelayanan Dasar Analisis terhadap capaian pembangunan di bidang urusan wajib
Kurangnya pelayanan penyediaan air bersih. Upaya penataan kawasan pemukiman di sempadan Sungai Karangmumus, Sungai Karang Asam Besar, Sungai Karang Asam Kecil, Sungai Guntung, Sungai Bontang, Sungai Rapak belum maksimal secara damai. Masih sedikitnya lembaga sosial untuk pengobatan psikososial. Terbatasnya kapasitas layanan lembaga sosial. Belum optimalnya pengendalian migrasi PMKS ke luar daerah. Terbatasnya ketersediaan tenaga kesejahteraan sosial.
Urusan Pemerintahan Wajib Non-Pelayanan Dasar
Permasalahan Masalah utama Masalah mendasar Keterbatasan infrastruktur pendukung (jaringan jalan, pelabuhan, air bersih, listrik, telekomunikasi) Tenaga kerja belum optimal. Kapasitas sumber daya manusia kearsipan daerah belum optimal Sistem informasi kearsipan statistik belum optimal. Belum optimalnya koordinasi antar instansi dalam pengelolaan data statistik sektoral. Pengelolaan sistem informasi belum optimal.
Penunjang Urusan Pemerintahan
- Isu-Isu Strategis
- Isu Internasional
Belum optimalnya koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, kontribusi BUMD terhadap peningkatan PAD masih rendah, pengawasan belum optimal. Penerapan SPM belum terkontrol dengan baik, pelaksanaan survei KMO di berbagai unit layanan belum maksimal. Isu-isu strategis dirumuskan dengan mengidentifikasi berbagai permasalahan pembangunan daerah yang bersifat strategis dan diperkirakan akan mempengaruhi agenda pembangunan dalam lima tahun ke depan.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) Tujuan-tujuan yang tertuang dalam Tujuan Pembangunan
Selain itu, isu-isu strategis mengacu pada capaian kinerja daerah dalam 5 tahun sebelumnya, Perencanaan Tata Ruang Wilayah, Kajian Lingkungan Hidup Strategis, Kebijakan Pembangunan Nasional dan isu-isu internasional yang relevan. Sebagai upaya untuk mengakhiri kemiskinan, mengatasi kesenjangan, memajukan hak asasi manusia dan memperhatikan keterkaitan antara kemajuan sosial ekonomi dan perlindungan lingkungan hidup, 17 tujuan dan 169 target yang dituangkan dalam agenda SDGs dinilai sangat relevan dengan konteks pembangunan Timur. . Provinsi Kalimantan. Untuk itu, Provinsi Kalimantan Timur juga berkomitmen untuk melaksanakan agenda SDGs yang targetnya dapat tercapai pada tahun 2030.
Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Pembangunan Ekonomi Hijau (Green Economy)
Kalimantan Timur dapat melakukan transformasi ekonomi menuju ekonomi hijau melalui intensifikasi kawasan dengan meningkatkan produktivitas, serta memastikan kawasan yang penting secara ekologi dan sosial budaya dapat terus eksis. Di bidang perkebunan, hal ini dilakukan misalnya dengan mendorong penerapan perkebunan berkelanjutan, memanfaatkan lahan yang memiliki cadangan karbon rendah untuk pengembangan perkebunan, menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi, dan menjamin peningkatan produktivitas tanaman perkebunan. Di bidang perikanan, hal ini dilakukan dengan mendorong budidaya perikanan darat yang tidak membuka kawasan hutan seluas-luasnya, namun dilakukan melalui integrasi perikanan dan hutan (aquasilculture), serta pembentukan dan pengelolaan. kawasan lindung untuk benih. biota perairan di alam (cadangan).
Perjanjian Paris terkait Perubahan Iklim (Paris Agreement)
- Isu Nasional
- Isu Strategis Kewilayahan
- Penguatan Pusat Pertumbuhan Wilayah
- Peningkatan Daya Saing Daerah
- Pemanfaatan Ruang
- Rumusan Isu Strategis
- Peningkatan daya saing sumber daya manusia
- Percepatan Transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam tidak terbarukan ke sumber daya alam terbarukan secara vertikal maupun
- Peningkatan aksesibilitas dan penguatan konektivitas infrastruktur wilayah
- Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup
- Pemerintahan yang profesional dan akuntabel
Daya dukung dan daya tampung Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (Carrying capacity) menjadi pertimbangan dalam kebijakan pembangunan daerah. Pengendalian pemanfaatan ruang wilayah Kalimantan Timur sangat penting dan strategis bagi peningkatan daya dukung sumber daya alam dan lingkungan hidup dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Peningkatan daya saing sumber daya manusia harus dilakukan melalui penyediaan lembaga pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja sektor pertanian dalam arti luas dan industri hilir pengolahan.
Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
Tahun RPJPD dan RPJMD Provinsi Kalimantan Timur Penekanan 5 Tahun
- Visi Daerah
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat struktur perekonomian dengan partisipasi masyarakat seluas-luasnya, meningkatkan pelayanan dasar bagi masyarakat, meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemerintahan partisipatif berdasarkan penegakan hukum dan sesuai dengan rencana tata ruang wilayah yang berbasis ekonomi dan ekologi. Pada periode ini, Provinsi Kalimantan Timur berada pada tahap pembangunan ke-4 sesuai dengan RPJPD Provinsi Kalimantan Timur. Visi tersebut bermakna bahwa pemerintah Kalimantan Timur mempunyai tekad, komitmen dan keberanian untuk secara mandiri menjalankan kewenangan dalam mengatur dan mengelola potensi sumber daya alam yang dimilikinya, untuk mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang mandiri, berdaya saing dan sejahtera.
Berani untuk Kalimantan Timur Berdaulat”
- Misi Daerah
- Berdaulat dalam pembangunan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing, terutama perempuan, pemuda dan penyandang
- Misi 2 : Berdaulat dalam pemberdayaan ekonomi wilayah dan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan
- Berdaulat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur kewilayahan Indikator kemakmuran dan kemajuan kualitas hidup manusia tidak hanya
- Berdaulat dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan Tranformasi ekonomi berbasis unrenewable resources ke renewable
- Misi 5 : Berdaulat dalam mewujudkan birokrasi pemerintahan yang bersih, profesional dan berorientasi pelayanan publik
Dalam hal penciptaan nilai tambah bruto (GVA), perekonomian Provinsi Kalimantan Timur masih didominasi oleh sektor primer. Perekonomian Provinsi Kalimantan Timur masih mengandalkan bahan mentah dan bukan hasil olahan. Hal ini menunjukkan kesenjangan pendapatan penduduk di Provinsi Kalimantan Timur masih tergolong besar.
Strategi, Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Daerah
- Strategi dan Arah Kebijakan
- Arah Kebijakan Tahunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah
- Program Pembangunan Daerah Untuk Pencapaian Visi dan Misi Gubernur Kalimantan Timur Tahun 2018-2023 (Dedicated Program)
- Arah Kebijakan dan Fokus Pembangunan Kewilayahan
- Arah Kebijakan dan Fokus Pembangunan Kabupaten/Kota
- Arah Kebijakan Pengembangan Kawasan Strategis Provinsi
- Program Prioritas Pembangunan Daerah dan Pagu Indikatif
Meningkatkan prestasi dan peluang olahraga bagi generasi muda dan penyandang disabilitas.. olahraga dan . pengembangan insentif bagi atlet berprestasi. TUJUAN TUJUAN ARAH KEBIJAKAN STRATEGI.. kewirausahaan penyandang disabilitas 2) Pengembangan fasilitasi dan bantuan modal usaha bagi pemuda dan penyandang disabilitas. Dengan mempertimbangkan sinkronisasi dan sinergi Rencana Tata Ruang Wilayah dan RPJPD Provinsi Kalimantan Timur, maka strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah kabupaten/kota dalam lima tahun ke depan bertujuan untuk mendukung: (1) memperkuat keterhubungan antar perekonomian wilayah dan pemerataan cakupan pelayanan transportasi, telekomunikasi, jaringan infrastruktur, energi dan sumber daya air terpadu di seluruh wilayah; (2) Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk barang unggulan daerah; (3) Meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup dan pengendalian perkembangan kegiatan budidaya agar tidak melebihi daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup; dan (4) Optimalisasi sumber pendapatan daerah.