RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT (RKS) PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH 2 LANTAI
BAB 3
SYARAT-SYARAT TEKNIS
PASAL 1
PENJELASAN UMUM
Pemberian pekerjaan meliputi :
1. Mendatangkan, pengolahan, pengangkutan semua bahan, pengerahan tenaga kerja, pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap.
2. Juga dimaksudkan pekerjaan atau bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruslah dilaksanakan sesuai petunjuk Direksi.
PASAL 2 LINGKUP PEKERJAAAN
Persyaratan teknis ini merupakan persyaratan teknis secara umum berlaku untuk seluruh bagian pekerjaan dimana persyaratan ini wajib diterapkan untuk pelaksanaan pembangunan Rumah d engan jenis pekerjaan sesuai dengan Bill Of Quantity (BOQ) pekerjaan pada tahun 2023, yang terdiri dari :
1. Pekerjaan Persiapan 2. Pekerjaan Tanah 3. Pekerjaaan Pondasi 4. Pekerjaan Penulangan 5. Pekerjaan Bekisting 6. Pekerjaan Beton
7. Pekerjaan Dinding dan Plesteran 8. Pekerjaan Plafon
9. Pekerjaaan Tangga 10. Pekerjaan Lantai
11. Pekerjaan Pintu dan Jendela 12. Pekerjaan Instalasi dan Plumbing 13. Pekerjaan Instalasi Listrik
14. Pekerjaan Pengecatan 15. Pekerjaan Kolom
16. Pekerjaan Lantai dan Keramik 17. Pekerjaan Atap
18. Pekerjaan Instalasi Air
19. Pekerjaan Plafond dan Langit-Langit 20.Pekerjaan Akhir
PASAL 3
MASA PEMBANGUNAN
Masa pembangunan Rumah 2 Lantai ini adalah 12 Bulan terhitung Mulai tanggal 8 April 2024
PASAL 4
PENGGUNAAN SYARAT-SYARAT DAN TEKNIS
Penggunaan syarat-syarat dan teknis :
1. Jika terdapat perbedaan antara rencana kerja dan syarat-syarat dengan gambar kerja maka berlaku ketentuan yang ada dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat dengan persetujuan pengawas lapangan.
2. Jika ada perbedaan pada gambar atau ukuran maka gambar dalam skala besar harus diikuti, atau kemungkinan lain suatu pengecualian dengan persetujuan direksi
3. Gambar detail dan gambar penjelasan pada pelaksanaan pekerjaan harus dibuat oleh kontraktor
4. Jika terdapat masalah teknis yang belum jelas, kontraktor wajib berkonsultasi dengan direksi terlebih dahulu.
PASAL 5
PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan ini terdiri dari penyediaan tenaga kerja, bahan, alat-alat ukur dan lain lain yang digunakan untuk menyelesaikan proyek ini meliputi pembersihan dan perataan ,pemasangan bowplank, gudang semen dan peralatan, direksi keet,pembuatan pagar sementara seng gelombang, t= 2m ,dokumentasi proyek dan pekerjaan lainnya seperti tercantum di dalam Bill of Quantity (BOQ).Kontraktor wajib mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan proyek ini, agar pekerjaan dapat berjalan sesuai pada rencana.
2. Persiapan lahan proyek.
a. Pembersihan lahan.
Sebelum pekerjaan dilaksanakan Kontraktor harus melakukan pembersihan lahan.
Dengan demikian pekerjaan dapat dilaksanakan dengan lancar dan sesuai dengan jadwal.
b. Bouwplank.
Kontraktor wajib membuat bouwplank. Bouwplank harus dibuat dari material yang disetujui oleh Konsultan dan harus rata. Bouwplank harus ditempatkan pada lokasi yang bebas dari gangguan selama
pekerjaan berlangsung dan mudah terlihat. Pada bouwplank dibuat tanda- tanda dengan warna jelas yang menyatakan as-as bangunan lengkap dengan level/peil- peil yang menyatakan ketinggian. Pada dasarnya bouwplank terbuat dari kayu meranti yang berukuran 2x20 cm untuk papan, kayu meranti berukuran berukuran 5 x 7 cm dan menggunaan paku biasa dengan ukuran 2-5 inchi.
c. Direksi keet
Kontraktor wajib menyediakan direksi keet sebagai tempat koordinasi dengan ukuran 2 x 3 m yang berlokasi dalam area proyek.
d. Saluran pembuangan air di dalam dan sekitar lahan proyek.
Kontraktor harus mengusulkan suatu sistem saluran air di dalam lahan proyek.
Saluran air ini harus mampu mengalirkan air secara lancar dan baik, sehingga pekerjaan dapat dilaksanakan secara lancar. Air yang berasal dari dalam proyek harus diperhatikan dengan teliti dan tidak diperkenankan untuk membuang lumpur dan kotoran lainnya ke saluran air di luar proyek. Kontraktor juga harus menjaga seluruh saluran air di sekitar proyek agar tetap dalam kondisi baik dan dapat mengalir dengan lancar. Saluran yang kurang baik harus diperbaiki dan hal ini sudah harus diperhitungkan di dalam penawarannya.
e. Kebersihan di sekitar proyek.
Selama kegiatan proyek, Kontraktor harus menjaga kebersihan lingkungan di dalam proyek dan lahan proyek.
PASAL 6
PEKERJAAN TANAH
1. Pekerjaan galian tanah Lingkup Pekerjaan
a. Tenaga kerja, bahan dan alat.
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi ini.
b. Galian tanah
Pekerjaan ini meliputi galian tanah untuk galian pondasi batu kali, galian pondasi menerus pagar dan galian pondasi footplat yang terletak di dalam tanah, seperti tercantum di dalam gambar rencana atau sesuai kebutuhan Kontraktor agar pekerjaannya dapat dilaksanakan dengan lancar, benar dan aman.
c. Pembersihan akar tanaman dan bekas akar pohon.
Akar tanaman dan bekas akar pohon yang terdapat di dalam tanah dapat
membusuk dan menjadi material organik yang dapat mempengaruhi kekuatan tanah. Maka akar tanaman dan sisa akar pohon harus digali dan dibuang hingga bersih. Lubang bekas galian tersebut harus diisi dengan material urugan yang memenuhi syarat.
Syarat-syarat Pelaksanaan a. Level galian.
Galian tanah harus dilaksanakan sesuai dengan level yang tercantum di dalam gambar rencana. Elevasi lantai sama dengan elevasi tanah asli
b. Jaringan utilitas.
Apabila ternyata terdapat pipa-pipa pembuangan, kabel listrik, telepon dan lain-lain, maka Kontraktor harus secepatnya memberitahukan hal ini kepada Konsultan untuk mendapatkan penyelesaian. Kontraktor bertanggung jawab atas segala kerusakan akibat kelalaiannya dalam mengamankan jaringan utilitas ini. Jaringan utilitas aktif yang ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lokasi pekerjaan harus dipindahkan ke suatu tempat yang disetujui oleh Konsultan atas tanggungan Kontraktor.
c. Air pada galian.
Muka air tanah letaknya lebih kurang 4.00 meter di bawah muka tanah asli.
Kontraktor harus mengantisipasi hal ini di dalam penawarannya dan wajib menyediakan pompa air atau pompa lumpur dengan kapasitas yang memadai untuk menghindari genangan air dan lumpur pada dasar galian. Kontraktor harus merencanakan secara benar, kemana air tanah tersebut harus dialirkan, sehingga tidak terjadi genangan air/ banjir pada lokasi di sekitar proyek.
2. Pekerjaan Urugan Sirtu dan Pasir Lingkup Pekerjaan
a. Tenaga kerja, bahan dan alat.
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat- alat bantu yang diperlukan untuk melaksanakan dan mengamankan pekerjaan ini dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi.
b. Lokasi pekerjaan.
- Pekerjaan urugan Sirtu (Pasir batu)
Dilakukan di atas dasar galian tanah lantai utama.
- Pekerjaan urugan Pasir
Dilakukan di atas urugan sirtu, di bawah lapisan lantai kerja dan digunakan untuk semua struktur beton yang berhubungan dengan tanah seperti footplat, pondasi batu kali dan pekerjaan lainnya yang berhubungan langsung dengan tanah.
Persyaratan Bahan a. Bahan urugan Sirtu.
Bahan sirtu ini harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan.
b. Bahan urugan pasir padat.
Pasir yang digunakan harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan keras, bebas dari lumpur, tanah lempung dan organis. Bahan ini harus mendapat persetujuan tertulis dari Konsultan.
c. Air kerja.
Air yang digunakan harus bersih dan tidak mengandung minyak, asam alkali dan bahan-bahan organis lainnya, serta dapat diminum.
Syarat-syarat Pelaksanaan a. Tebal Sirtu
Lapisan Sirtu tebal 15 cm padat sesuai dengan gambar. Pemadatan harus dilaksanakan sehingga dapat menerima beban yang bekerja.
b. Tebal pasir urug.
Lapisan pasir urug tebal 10 cm padat sesuai dengan gambar. Pemadatan harus dilaksanakan sehingga dapat menerima beban yang bekerja.
c. Cara pemadatan.
Pemadatan dilakukan dengan disiram air dan selanjutnya dipadatkan dengan alat pemadat yang disetujui Konsultan. Pemadatan dilakukan hingga mencapai tidak kurang dari 95 % untuk di luar bangunan dan 90 % untuk di dalam bangunan dari kepadatan optimum laboratorium.
d. Air pada lokasi pemadatan.
Jika air tanah ternyata menggenangi lokasi pemadatan, maka Kontraktor wajib menyediakan pompa dan dasar galian harus kering sebelum pasir urug diletakkan.
e. Tanah di sekitar pasir urug.
Kontraktor harus menjaga agar tanah di sekitar lokasi tidak tercampur dengan pasir urug. Jika pasir urug tercampur dengan tanah lainnya, maka Kontraktor wajib mengganti pasir urug tersebut dengan bahan lainnya yang bersih.
3. Pekerjaan Urugan dan Pemadatan.
Lingkup Pekerjaan
a. Tenaga kerja, bahan dan alat.
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk melaksanakan dan mengamankan pekerjaan ini dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi.
b. Lokasi pekerjaan.
Pekerjaan ini pada lokasi seperti yang tercantum di dalam gambar rencana.
Persyaratan Bahan.
a. Bahan bekas galian di dalam lokasi proyek.
Tanah bekas galian dapat dipertimbangkan untuk digunakan jika memenuhi syarat untuk digunakan. Tanah tersebut harus bebas dari lumpur dan bahan organis lainnya.
b. Bahan urugan dari luar lokasi proyek.
Jika tanah urug harus didatangkan dari luar, maka tanah urug tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut :
a.memiliki koefisien permeabilitas kurang dari 10-7 cm/detik.
b.mengandung minimal 20% partikel lanau dan lempung dan bebas dari tanah organis, kotoran dan batuan berukuran lebih dari 50 mm dan mengandung kurang dari 10% partikel gravel.
c.mempunyai Indeks Plastis (PI) lebih dari 10%. Bahan yang mempunyai PI lebih dari 30% akan sulit dipadatkan.
d.Gumpalan-gumpalan tanah harus digemburkan dan bahan tersebut harus dalam kondisi lepas agar mudah dipadatkan.
c. Bahan urugan yang tidak memenuhi syarat.
Semua bahan urugan yang tidak memadai harus dikeluarkan dari lokasi proyek dan diganti dengan bahan yang memenuhi syarat.
PASAL 7
PEKERJAAN PONDASI
1. Lingkup Pekerjaan
a. Tenaga kerja, bahan dan alat.
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk melaksanakan dan mengamankan pekerjaan ini dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi.
b. Lokasi pekerjaan.
Pekerjaan ini pada lokasi seperti yang tercantum di dalam gambar rencana.
2. Persyaratan Bahan Pondasi Batu kali.
a. Aanstamping menggunakan batu kali belah dengan ukuran 15/20 cm b. Pasangan batu kali menggunakan batu kali belah dengan ukuran 15/20 cm 3. Persyaratan Pondadi Footplate
4. Pekerjaan Pondasi Meliputi
a. Pemasangan Batu Kali Belah Kosongan (aanstamping) setinggi 20 cm.
b. Pekerjaan Pemasangan Batu Kali (1 Pc : 6 Ps) tinggi 60cm untuk pondasi batu kali bangunan
5. Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Kontraktor harus betul-betul memperhatikan siku dari setiap bangunan dan harus
disetujui oleh Konsultan.
b. Kontraktor juga harus mengecek ulang posisi bouwplank dan juga menyempurnakan benang sebagai alat kontrol.
c. Batu kosong bawah pondasi harus berstruktur cukup kuat awet serta tidak keropos.
d. Lokasi peletakan Pondasi Telapak harus sesuai dengan rencana gambar bestek, metode pelaksanaan pondasi telapak harus sesuai dengan pedoman- pedoman standart yang berlaku. Keakurasian dimensi harus sesuai dengan gambar bestek.
PASAL 8
PEKERJAAN BETON
1. Lingkup Pekerjaan
a. Tenaga kerja, bahan dan alat.
Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan alat-alat bantu yang diperlukan untuk melaksanakan dan mengamankan pekerjaan ini dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi.
b. Lokasi pekerjaan.
Pekerjaan ini pada lokasi seperti yang tercantum di dalam gambar rencana.
2. Persyaratan Bahan.
a. Semen
Semen yang digunakan adalah semen dengan mutu yang baik atas persetujuan konsultan. Ditetapkan memakai semen atau yang setara.
b. Krikil/batu pecah beton
Krikil yang digunakan adalah krikil dari alam atau batuan-batuan yang diperoleh dari pemecahan batu, bahan harus terdiri dari syarat gradasi agregat kasar, memiliki permukaan yang kasar, dan bebas dari bahan yang dapat merusak konstruksi.
c. Air
Air yang digunakan adalah air tawar yang bersih dan jernih tidak mengandung minyak, asam, garam, alkohol, atau bahan lain yang dapat merusak beton.
d. Pasir Beton
Pasir yang digunakan adalah pasir dari jenis yang baik serta bersih dan tidak tercampur dengan tanah liat atau kotoran dan bahan organik lainnya, atas persetujuan konsultan. Ditetapkan memakai pasir Jepara atau yang setara.
c. Baja Tulangan
1) Baja tulangan yang dipergunakan adalah batang-batang baja tegangan lunak dengan tegangan leleh 2400 kg/cm2 (untuk diameter
≤ 13 mm) dan untuk mutu baja U 39 (untuk diameter > 13 mm).
2) Penyimpanan baja tulangan harus sedemikian rupa sehingga mudah dikenali ukurannya dengan jalan mengelompokkannya sesuai dengan ukurannya.
3) Pemasangan tulangan harus sesuai dengan gambar. Blok-blok penyangga tulangan harus sesuai dengan tebal penutup baton, dan minimal berkekuatan sama dengan beton yang dituang berdekatan.
4) Semua baja tulangan beton harus baru dari mutu dan ukuran yang sesuai dengan standart Indonesia untuk beton NI-2 PBI-1971 atau ASTM Designation A-5 dan harus disetujui oleh Konsultan/Direksi lapangan. Kontraktor harus dapat memberikan surat keterangan pengujian oleh pabrik dari semua baja tulangan beton yang disedlakan untukdisetujui. Konsultan/Direksi lapangan sesuai dengan persyaratan mutu setiap bagian konstruksi seperti tercantum dalam Gambar Rencana.
5) Baja tulangan beton sebelum dipasang, harus bersih dari serpihan- serpihan, karat, minyak, oli dan lapisan yang akan merusak atau mengurangi daya lekat didalam beton.
6) Baja tulangan beton harus dibengkokkan/dibentuk dengan teliti sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang tertera pada Gambar Konstruksi.
7) Baja tulangan beton tidak boleh diluruskan atau dibengkokkan kembali dengan cara yang dapat merusak dari pada mutu tersebut.
8) Batang harus dibengkokkan dalam keadaan dingin, pemanasan dari besi beton hanya dapat diperkenankan bila seluruh cara pengerjaan disetujui oleh Konsultan / Direksi lapangan.
9) Besi beton harus dipasang dengan teliti sesuai dengan Gambar Rencana.
10) Agar tulangan tetap tepat ditempatnya, maka tulangan harus diikat dengan kawat beton (bindrat) dengan bantalan blok-blok cetak/beton decking atau kursi-kursi besi/cakar ayam perenggang "spacer" atau logam gantung ("metal hangers") sesuai dengan kebutuhan.
11) Dalam segala hal, untuk besi beton yang horizontal harus digunakan penunjang yang tepat sehingga tidak akan ada batang yang turun.
12) Penunjang ini harus dibuat dari logam-logam yang tidak dapat berkarat (non- corrosible).
13) Jarak terkecil antara batang yang paralel harus sama dengan diameter dari batang-batang, tetapi jarak yang terbuka tidak boleh kurang dari 1,2 kali ukuran terbesar dari agregat kasar dan harus memberikan kesempatan masuknya alat penggetar beton.
d. Selimut
Penempatan besi beton didalam cetakan tidak boleh menyinggung dinding
atau dasar cetakan, serta harus mempunyai jarak yang tetap untuk setiap bagian- bagian konstruksi tertentu, seperti Balok :2.5 cm Pelat Beton :2cm Kolom : 3.5 cm.
e. Penyambungan
1) Jika diperlukan untuk penyambungan tulangan pada tempat-tempat lain dari yang ditunjukkan pada gambar, bentuk.dari sambungan harus ditentukan oleh Konsultan/Direksi lapangan.
2) Overlap pada sambungan untuk tulangan-tulangan dinding tegak (vertikal) dan kolom, sedikitnya harus 40D (empat puluh) kali diameter batang,kecuali jika telah ditetapkan secara pasti pada Gambar Rencana dan harus mendapat persetujuan dari Konsultan/Direksi lapangan.
f. Pekerjaan Beton Meliputi 1) Lantai kerja (K100)
2) Beton bertulang pondasi footplat (K225) 3) Beton sloof (K225)
4) Beton kolom struktur (K225) 5) Beton kolom praktis 15/15 (K225) 6) Beton balok struktur (K225) 7) Beton tangga (K225)
8) Ring balok 15/15 (K225) 9) Balok latai 15/15 (K225)
10) Beton Pelat lantai 2 – 12cm (K225) 11) Beton Pelat atap 10 cm (K225) 12) Beton Pelat kanopi 10 cm (K225) g. Syarat-syarat Pelaksanaan
1) Kontraktor harus betul-betul memperhatikan takaran dari campuran beton sesuai dengan yang disetujui yaitu dengan ukuran K225 untuk semua jenis pekerjaan beton.
2) Kontraktor harus menyediakan peralatan dan .periengkapan yang mempunyai ketelitian cukup untuk menentapkan dan mengawasi jumlah dari masing- masing bahan beton.
3) Kontraktor juga harus mengecek slump test maupun compression test. Jika tidak memenuhi syarat yang sudah ditentukan seluruh adukan yang tidak sesuai dengan ketentuan harus dibuang oleh kontraktor.
4) Kontraktor harus terlebih dulu mengajukan perhitungan- perhitungan gambar rancangan cetakan dan perancah untuk mendapatkan persetujuan Pengawas atau yang ditunjuk sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan. Tetapi persetujuan yang demikian tidak akan mengurangi tanggung jawab Kontraktor terhadap keserasian bentuk maupun terhadap perlunya perbaikan kerusakan- kerusakan yang
mungkin dapat timbul waktu pemakaian. Dalam gambar tersebut harus secara jelas terlihat konstruksi cetakan /acuan. sambungansambungan serta kedudukan dan sistem rangkanya, pemindahan dari cetakan serta perlengkapan untuk struktur yang aman.
5) Beton tidak boleh dicor sebelum semua pekerjaan cetakan/bekesting selesai.
Ukuran dan letak baja tulangan beton sesuai dengan gambar pelaksanaan, pemasangan instalasi-instalasi yang harus ditanam, besi penggantung plafond sesuai pola kerangka langit-langit, stek-stek angker penyokong dan pengikat serta lain- lainnya yang telah selesai dikerjakan.
6) Beton yang dirawat (cured) dengan air harustetap basah paling sedikit14 (empat belas) hari terus menerus segerasetelah beton cukup keras untuk mencegah kerusakan, dengan cara menutupnya dengan bahan yang dibasahi air dan atau dengan pipa-pipa berlubang-lubang.
PASAL 9
PEKERJAAN DINDING
1. Jenis Pekerjaan
a. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksanaan.
b. Pasangan bata merah trasram untuk dinding-dinding ruang toilet, dinding- dinding luar bangunan dan bagian-bagian lain seperti ditunjukkan dalam gambar pelaksanaan.
2. Jenis Adukan Yang Digunakan
a. Adukan trasram dengan campuran 1Pc : 3 Pasir. Digunakan untuk dinding ruang toilet, seluruh dinding luar bangunan dan bagianbagian lain seperti ditunjukkan dalam gambar rencana.
b. Adukan khusus dengan campuran 1Pc : 3Ps. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas Sloof sampai 30 cm di atas lantai dasar, serta digunakan dalam pemasangan keramik.
3. Jenis Plesteran Yang Digunakan
a. Plesteran biasa dengan campuran 1Pc : 6Ps : Digunakan untuk permukaan- permukaan dinding pasangan bata merah.
b. Plesteran trasram dengan campuran 1Pc:3Ps. Digunakan untuk permukaan beton dinding ruang-ruang toilet, seluruh permukaan dinding pasangan di bagian luar bangunan dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi
+ 100 cm dari permukaan lantai.
4. Kualitas Bahan Yang Digunakan a. Batu bata merah
Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1)Batu bata harus baru, dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standar dan disetujui Pengawas.
2)Bilamana terdapat bahan yang tidak dapat sesuai Standar tersebut di atas maka Direksi dapat menentukan jenis-jenis lain yang ada di pasaran lokal dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan.
3)Mempunyai sifat kondisi rendah, sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah.
4)Seluruh permukaan datar / rata tidak melengkung, tanpa cacat/berlubang ataupun mengandung kotoran, sudut-sudutnya tidak tumpul.
5)Ukuran seragam dengan standar nominal.
6)Mutu setaraf produksi/lokal dengan persetujuan Direksi.
b.Bahan untuk adukan, plesteran dan acian
Bahan campuran (air, semen dan pasir) yang digunakan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SK SNI T15199103.
5. Contoh-contoh Bahan
Sebelum memulai pekerjaan pasangan, Pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh-contoh bahan yang akan digunakan (Bata merah, kerikil, split dan lain-lain).
Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari Pengawas Lapangan/Perencana.
6.Syarat Pemasangan a. Pasangan Bata merah.
1) Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana.
2) Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak : 1 cm, diberi
dasar adukan pengikat dengan baik.
3) Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan di satu bagian setinggi lebih dari 1 meter.
4) Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian- bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus menggunakan potongan, potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari 1/2 bata merah.
b.Perlindungan
Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka, pada waktu hujan lebat harus diberi perlindungan dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai.
c. Perawatan
Dinding pasangan batu bata dan harus dibasahi terus menerus selama paling sedikit 7 hari setelah didirikan.
PASAL 10
PEKERJAAN PINTU DAN JENDELA
1.Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi seluruh kusen, daun pintu dan daun jendela, seperti yang dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar.
2.Material
a. Bentuk profil sesuai yang ditunjukkan dalam gambar, dengan terlebih dahulu dibuatkan gambar detail rinci dalam shop drawing yang disetujui Pengawas lapangan dan Perencana.
b. Warna Profil :
Untuk semua profil kusen dan frame daun jendela digunakan warna Natural White sedangkan kusen interior warna harus senada dan diterima oleh Konsultan Pengawas.
c. Untuk keseragaman warna disyaratkan, sebelum proses pabrikasi warna profil- profil harus diseleksi secermat mungkin. Kemudian pada waktu pabrikasi unit - unit jendela, pintu, profil harus diseleksi lagi warnanya sehingga dalam tiap unit didapatkan warna yang sama atau seirama.
d. Bahan yang akan melalui proses pabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu dengan seksama sesuai dengan bentuk toleransi, ukuran, ketebalan, kesikuan, kelengkungan, pewarnaan yang disyaratkan Pengawas lapangan. Kusen Alumunium ukuran 3” merk HPM/setara Dan Pintu menggunakan Pintu Fabrikasi merk Alexindo Dan untuk Asesoris harus sesuai persetujuan Perencana.
e. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi Rencana Kerja dan
Syarat-syarat dari pekerjaan aluminium dan baja serta memenuhi ketentuan- ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
f. Seluruh penggunaan kaca eksterior kecuali ada ketentuan lain menggunakan kaca 5 mm ex Asahi Mas / setara, dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar.
g. Khusus pada pintu utama menggunaka pintu Foldinggate/Harmonika Besi dengan spesifikasi Plat tutup 1.2 mm, rangka utama unp 5 dan 6.5 finishing duco ex No Drop.
3. Prosedur Pelaksanaan
a. Sebelum memulai pelaksanaan, Kontraktor diwajibkan meneliti gambar- gambar dan kondisi di lapangan, terutama ukuran dan peil lubang bukaan dinding.
Kontraktor diwajibkan membuat contoh jadi (mock-up) untuk semua detail sambungan dan profil kayu yang berhubungan dengan sistem konstruksi bahan lain dan dimintakan persetujuan dari Pengawas lapangan dan Konsultan Perencana.
b. Proses pabrikasi harus sudah berjalan dan siap lebih dulu sebelum pekerjaan lapangan dimulai. Proses ini harus didahului dengan pembuatan shop drawing atas petunjuk Perencana, meliputi gambar denah, lokasi, merk, kualitas, bentuk, dan ukuran.
c. Kontraktor juga diwajibkan untuk membuat perrhitungan- perhitungan yang mendasari system dan dimensi profil kayu terpasang, sehingga memenuhi persyaratan yang diminta/ berlaku.
Kontraktor bertanggung jawab penuh atas kehandalan pekerjaan ini.
d. Semua frame/ kusen baik untuk jendela, pintu dan dinding partisi, dikerjakan secara pabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan
e. Toleransi pemasangan kusen kayu disatu sisi dinding adalah 10-25 mm.
f. Tepi bawah ambang kusen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan.
g. Engsel jendela yang bisa dibuka diletakkan sejarak jangkauan tangan.
h. Profil kayu yang akan dipilih harus diajukan secepatnya untuk memperoleh persetujuan Konsultan Perencana dan Pengawas lapangan.
i. Kaca harus standar dari pabrik yang disetujui dan yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar, kaca harus plat, rata dan jernih dan tidak ada bintik-bintik / noda- noda lainnya.
j. Semua kaca yang selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem. Hal tersebut dimaksud untuk menghindari benturan- benturan akibat salah masuk.
k. Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke I, kaca harus dibersihkan, yang retak/pecah atau gores-gores harus diganti dengan yang baru.
PASAL 11 PEKERJAAN LANTAI
1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peralatan dan semua pekerja yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerja dan RKS.
b. Pemborong diharuskan memberikan contoh-contoh bahan lantai yang akan dipasang, khususunya untuk diseleksi kualitas, warna, tesktur, bahan lantai untuk mendapat persetujuan dari Direksi Lapangan.
c. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari Produsen/Sub Kontraktor kepada Pemilik Proyek untuk setiap masing-masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu jaminan 5 (lima) tahun.
2. Pekerjaan Lantai Keramik
a. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang tamu, teras, kamar mandi dan lain-lain.
b. Data-data Teknis Bahan
1. Bahan : Keramik Platinum (KODE A) Ukuran : 60/60, dengan ketebalan 7 mm Jenis : Bonza White
Warna : Harus sesuai dengan petunjuk Pemilik Proyek.
2. Bahan : Keramik Platinum (KODE B) Ukuran : 33/66, dengan ketebalan 7 mm Jenis : Lagos
Warna : Harus sesuai dengan petunjuk Pemilik Proyek.
3. Bahan : Keramik Asia Tile (KODE C) Ukuran : 20/20, dengan ketebalan 7 mm Jenis : Roxy Grey
Warna : Harus sesuai dengan petunjuk Pemilik Proyek.
4. Bahan : Keramik Roman (KODE D) Ukuran : 30/30, dengan ketebalan 7 mm Jenis : Serenity White
Warna : Harus sesuai dengan petunjuk Pemilik Proyek.
5. Bahan : Keramik Roman (KODE E) Ukuran : 33/33, dengan ketebalan 7 mm Jenis : Serenity White
Warna : Harus sesuai dengan petunjuk Pemilik Proyek.
c. Keramik dan yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik, bentuk dan ukuran masing-masing unit sama, tidak ada bagian yang gompal, retak maupun cacat.
d. Pekerjaan pemasangan lantai keramik bisa dimulai dan dilaksanakan apabila Pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui.
e. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar), terlebih dahulu dipasang pasir urug, setebal 5 cm, tanah telah dipadatkan, selanjutnya dibuat lantai kerja tebal 5 cm campuran 1:3:5.dan di lapisi pasir lagi setebal 5 cm.
f. Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong, bekas potongan harus digerinda dan diampelas sampai halus dan rata. Perlu dihindari pemotongan keramik yang < 1/2 x lebar/panjang ukuran standar.
g. Bahan keramik sebelum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampai jenuh.
h. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1Pc:3Ps.
i. Bahan pengisi adalah grout semen berwarna yang sesuai dengan warna keramik yang digunakan.
j. Apabila hasil pemasangan keramik tidak rapi, tidak membentuk garis lurus, retak dan hasil bergelombang, Pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh Pemborong.
k. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik, hingga betul-betul bersih.
l. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3 x 24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat akibat dari pekerjaan lain.
PASAL 12 PEKERJAAN ATAP
1.Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan pemasangan penutup atap sesuai gambar kerja.
b. Pengukuran kembali jarak rangka untuk persiapan pemasangan penutup atap supaya hasil akhir pemasangan terlaksana dengan sempurna.
2.Persyaratan Bahan
a. Bahan Rangka yang digunakan adalah Besi CNP dengan ukuran 125x50x20x2.3 Terpasang
b. Bahan Penutup Atap yang digunakan adalah Atap Galvalum 0.3 mm ex
Kencana/Setara beserta pasangan kelengkapan lainnya dari produk yang sama.
c. Semua kerusakan yang terjadi ketika penyimpanan maupun selama pengerjaan merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari pemborong.
3. Pelaksanaan Pekerjaan
a. Semua pemasangan dari produk harus rapi, tidak ada kerusakan dar i penutup atap yang telah terpasang seperti retak ataupun pecah. Setelah pengerjaan selesai semua penutup atap harus bersih dari sisa kotoran material lain.
b. Semua kerusakan pada struktur atap pada waktu pengerjaan menjadi tanggungjawab pemborong sepenuhnya.
c. Kontraktor mengajukan sample material, spesifikasi teknis, sertifikasi dan dokumen material yang lain kepada Konsultan Pengawas untuk disetujui.
d. Kontraktor melakukan uji kebocoran dengan air, dilakukan perbaikan terhadap kegagalan waterproofing, sampai dengan baik dengan biaya kontraktor.
PASAL 13
PEKERJAAN PLAFON
1. Lingkup Pekerjaan
a. Yang termasuk dalam pekerjaan plafond/langit-langit ini adalah penyediaan bahan, tenaga dan peralatan yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan pemasangan langit-langit, yang tertera sesuai menurut Gambar Kerja & RKS.
b. Pekerjaan langit-langit meliputi :
Pekerjaan langit-langit gypsum dengan rangka Hollow.
2. Pekerjaan Plafond Gypsumboard
a. Bahan Gypsumboard ukuran 1200 x 600 x 9mm (Jayaboard), jenis dan warna ditentukan kemudian, sedangkan rangka digunakan Besi Hollow 40 X 40 X 0.35 mm dan Besi Hollow 20 x 40 x 0.30 mm.
b. Pemasangan langit-langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar-benar ahli untuk pemasangan langit-langit.
c. Sebelum pelaksanaan, Pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi Lapangan untuk mendapatkan persetujuan.
d. Rangka yang terpasang harus benar-benar lurus dan datar sehingga saat pemasangan panel tidak bergelombang, gridnya harus lurus dan datar, garis vertikal dan horisontal harus saling tegak lurus sesuai dengan desain, rangka plafond digunakan Besi Hollow kualitas baik.
e. Untuk lubang-lubang penempatan lampu harus disesuaikan dengan pekerjaan elektrikal (M.E).
f. Untuk menjaga mutu/kualitas, pemasangan langit-langit sebaiknya
dilaksanakan oleh tenaga ahli/Sub Kontraktor yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik.
g. Apabila hasil pemasangan langit-langit terjadi lendutan-lendutan atau kekurangan- kekurangan lain, Pemborong harus mengganti dan memperbaiki bila diminta pembongkaran oleh Direksi Lapangan, biaya perbaikan ditanggung sendiri oleh Pemborong.
PASAL 14
PEKERJAAN SANITASI DAN DRAINASE
1. Lingkup Pekerjaan
a. Yang termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga, peralatan, bahan untuk pemasangan semua fixtures pada ruang dan toilet.
b. Bahanbahan :
● Floor drain : waser HSA 6442
● Kloset Duduk : TOTO CW421J/SW420JP (Komplit Set)
● Jet Washer
● Kran : Alinco Kuningan
● Pipa PVC 1/2" type AW Panjang 4m : Wavin
● Pipa PVC 2,5, 3, 4" type D Panjang 4m : Wavin
c. Pemasangan
1) Semua perlengkapan sanitair dipasang dalam keadaan kokoh pada tempat-tempat yang sesuai gambar, dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai.
2) Untuk pemasangan perlengkapan sanitair harus mengikuti metode pelaksanaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja.
3) Pada saat pemasangan, hendaknya semua fixture harus dihindari dari benturan- benturan, serta dalam keadaan terpasang harus benar-benar bersih dari goresan- goresan maupun kotoran-kotoran.
4) Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finishing plesteran dan tiles dilaksanakan.
5) Perpipaan
Lingkup pekerjaan perpipaan air limbah secara umum meliputi perpipaan Air
Limbah Sanitair, Air Limbah Dapur.
a) Limbah Sanitair
Perpipaan Limbah Sanitair mulai dari Alat Sanitair antara lain Closet,
dan Floor Drain sampai septictank & peresapan.
b) Limbah Dapur
Perpipaan Limbah Dapur mulai dari Kitchen Zink, Floor Drain sampai peresapan.
6) Tangki Bio Tank
Tangki septicktank berfungsi untuk mengolah air limbah selama jangka waktu pemakaian sebesar pemakaian air rata-rata sehari. Pemsangan Biotank harus dibuat dengan konstruksi sbb :
1. membuat galian seuai gambar.
2. menghilangkan sudut tajam.
3. Dasar Bio tank Pasir urug 10 cm dan Plat Beton (K100) 10 cm.
4. Sekeliling bio tank harus di isi pasir urug 5. membuat manhole ssesuai gambar rencana
PASAL 15
PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1.Umum
Yang dimaksud dengan pekerjaan instalasi elektrikal di sini secara keseluruhan adalah pengadaan, transportasi, pembuatan, pemasangan, peralatan-peralatan bahan- bahan utama dan pembantu serta pengujian, sehingga diperoleh instalasi elektrikal yang lengkap dan baik sesuai dengan spesifikasi, gambar dan bill of quantity.
2. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan atau material, tenaga serta pemasangan sistem instalasi daya listrik. Gambar-gambar elektrikal menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan – peralatan seperti panel, jalur kabel lampu.
Penyesuaian harus dilakukan di lapangan karena keadaan sebenarnya dari lokasi, jarak-jarak dan ketinggian ditentukan oleh kondisi lapangan.
a. Gambar-gambar kerja (shop drawings).
Pembongkaran harus memuat gambar-gambar kerja (shop drawings) yang menunjukkan tata letak pemasangan yang lengkap, dimensi- d imensi dari peralatan, detail-detail dan sebagainya.
b. Gambar Kerja/ katalog, brosur dan tipe peralatan yang akan dipasang harus diserahkan kepada Pengawas lapangan untuk disetujui.
c. Shop drawing harus sudah diserahkan kepada Pengawas lapangan 14 hari sebelum pemasangan.
3. Pekerjaan Instalasi Daya Listrik a. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1) Pengadaan dan pemasangan PLN (Owner) 2) Pengadaan dan pemasangan lampu.
3) Pengadaan dan pemasangan kabel instalasi penerangan dan stop kontak.
4) Pengadaan dan pemasangan sistem pentanahan.
5) Pengadaan dan pemasangan alat-alat bantu instalasi.
6) Pengadaan dan pemasangan kabel tanah.
7) Pengadaan, pemasangan dan pengujian instalasi penerangan, stop kontak.
8) Pengadaan, pemasangan dan pengujian instalasi kabel tegangan rendah.
9) Mendapatkan pengesahan instalasi dari instansi yang berwenang.
b. Merek yang digunakan 1) Saklar Tunggal : Broco 2) Saklar Ganda : Broco 3) Stop Kontak : Broco 4. Kabel-Kabel
a. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang jelas dan tidak mudah lepas untulk mengindentifikasikan arah beban.
b. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm2 atau lebih harus mempergunakan alat press hidraulis yang kemudian disolder dengan timah pateri.
c. Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 100 cm minimum, dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 15 cm dan diatasnya diamankan dengan batu bata sebagai pelindungnya. Lebar galian minimum adalah 40 cm yang disesuaikan dengan jumlah kabel.
d. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan instalasi lainnya harus ditanam lebih dalam dari 60 cm dan diberikan pelindung pipa galvanis medium dengan diameter minimum 2½ kali penampang kabel.
e. Semua kabel instalasi motor yang berada di daerah utility harus dipasang dalam metal conduit, yang penampangnya minimum 1,5 penampang kabel dan lengkap dengan Flexible Metal Conduit.
f. Setiap kabel dalam PVC High Impact Conduit yang dipasang pada Slap harus diberi Saddle Spacers setiap jarak 150 cm.
PASAL 16
PEKERJAAN PENGECATAN
1. Bahan Ketentuan-ketentuan Umum :
a. Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir yang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan.
b. Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya.
c. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing lapisan pemakaian. Tidak boleh mencampurkan bahan-bahan pengering atau bahan-bahan lain kedalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan.
d. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel, tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. Pemborong utama bertanggung jawab bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Perencana/Pengawas.
e. Sebelum dipakai harus diaduk sampai semua yang mengendap larut. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan.
2. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. Cat pekerjaan kayu dengan merek Propan b. Cat dinding tembok :
Cat untuk dinding luar (eksterior) dipakai cat jenis Dulux Weathershield Pro Exterior dan dalam (interior), kolom, langit-langit dan sebagainya menggunakan Dulux Pentalite warna standar
b. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai :
1) Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai diperiksa dan disetujui oleh Pengawas.
2) Sebelum bagian-bagian yang retak, pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan.
3) Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah, lembab atau berdebu.
4) Sebelumnya didahului membuat percobaan pengecatan pada dinding atau bagian- bagian yang akan dicat.
3. Daftar bahan-bahan
Setelah kontrak ditanda tangani, Pemborong harus secepatnya, tapi tidak kurang dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan, mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. Semua bahan- bahan harus disetujui oleh Pemberi Tugas.
4. Pemilihan Warna
Semua warna harus dipilih Owner dan Pemborong harus mengadakan contoh warna- warna yang disetujui.
5. Persiapan Umum
a. Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan.
b. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih.
6. Pengecatan tembok :
Terutama dikerjakan pada plesteran, baik bagian luar maupun dalam.
a. Persiapan :
Biarkan permukaan mengering sebaik mungkin, jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi, ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/ pengapuran tersebut berhenti. Bersihkan permukaan dari debu, kotoran dan persikan plesteran dan sebagainya. Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mengering.
b. Pelaksanaan
Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat.
7) Pengecatan Kayu : a. Persiapan :
Biarkan kayu mengering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu, kotoran dan sebagainya. Biarkan permukaan mengering sebaik mungkin, jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi, ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Bersihkan permukaan dari debu, kotoran dan persikan plesteran dan sebagainya. Perbaiki
retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mengering.
b.Pelaksanaan
Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat.
8) Keahlian :
a. Pekerjaan pengecatan hanya boleh dilaksanakan oleh orang-orang yang sudah ahli dan berpengalaman dalam bidang ini.
b. Seorang mandor yang benar-benar cakap harus mengawasi di tempat tersebut selama pekerjaan dilaksanakan.
c. Pemborong utama bertanggung jawab atas hasil pengecatan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian rupa sehingga terdapat urutan-urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar (Under coats) sampai dengan pengecatan akhir (finishing coats).
d. Pekerjaan pengecatan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga-tenaga dari mana cat tersebut diproduksi atau ke painting khusus.
e. Semua pekerjaan pengecatan harus mengikuti petunjuk dari Pengawas dan pabrik pembuat cat tersebut serta mendapat persetujuan Pengawas.
PASAL 17 PENUTUP
1. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi.
2. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan, maka biaya pemeriksaan ditanggung oleh Pemborong.
3. Dokumen pelaksanaan, Gambar, RKS, BQ, Berita acara aanwijzing merupakan dokumen yang saling melengkapi.
4. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS, gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri.
5. Apabila ada hal yang tidak tercantum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan, maka hal tersebut harus dikerjakan / dilaksanakan.
6. Hal-hal yang belum tercantum dalam uraian-uraian dalam Pasal-Pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing.