• Tidak ada hasil yang ditemukan

rencana pelaksanaan layanan - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "rencana pelaksanaan layanan - Spada UNS"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

A Komponen Layanan Layanan Dasar

B. Thema Menggunakan pengetahuan dan gaya belajar secara positif untuk mempengaruhi hasil pembelajaran

C Bidang Layanan Akademik

D Fungsi Layanan Pemahaman dan pengetahuan

E Sasaran Layanan Kelas X SMA

F Materi 1. Pengertian gaya belajar

2. Macam-macam gaya belajar peserta didik 3. Kelebihan dan kekurangan gaya belajar

4. Pengaruh gaya belajar pada hasil pembelajaran G Met ode dan Teknik Diskusi kelompok,brainstorming

H Waktu 2 X 40 menit

I Tanggal Pelaksanaan 17 November

J Media Alat LCD,Laptop,Power Paint,Video,Kertas lipat K Sumber Bacaan • Bire, A. L., Geradus, U., & Bire, J. (2014).

Pengaruh gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik terhadap prestasi belajar siswa. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi

Pembelajaran, 44(2).

• Priyatna, A. (2013). Pahami Gaya Belajar Anak!.

Elex Media Komputindo.

• Rijal, S., & Bachtiar, S. (2015). Hubungan antara sikap, kemandirian belajar, dan gaya belajar dengan hasil belajar kognitif siswa. Jurnal

Bioedukatika, 3(2), 15-20.

L Tujuan 1. Mengetahui pengertian gaya belajar 2. Menjelaskan macam gaya belajar

3. Menunjukkan strategi yang memudahkan masing masing gaya belajar

4. Menjelaskan pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar peserta didik

M Uraian Kegiatan

1. Tahap Pendahuluan

a. Pernyataan Tujuan 1. Guru BK/Konselor mengucapkan salam

2. Guru BK/Konselor menanyakan kabar peserta didik 3. Guru BK/Konselor menyampaikan tujuan-tujuan yang akan dicapai

b. Penjelasan tentang langkah- langkah kegiatan

Guru BK/Konselor menjelaskan apa yang akan dilakukan dalam layanan klasikal meliputi: materi yang akan

disampaikan,pembagian kelompok dan pembagian tugas untuk masing-masing kelompok.

c. Tahap Peralihan(transisi) Guru BK/Konselor menanyakan kesiapan peserta didik untuk melaksanakan kegiatan tersebut.

2. Tahap Inti

1. Guru BK menjelaskan materi mengenai gaya belajar 2. Peserta didik memperhatikan guru BK/Konselor yang

(2)

sedang menjelaskan materi tentang gaya belajar dan pengaruhnya serta macam macam gaya belajar 3. Guru BK membagi kelompok sesuai absen 4. Peserta didik dianjurkan untuk bergabung ke

kelompoknya masing-masing yang sudah ditentukan oleh guru BK/Konselor

5. Guru BK membagikan kerats lipat pada masing-masing kelompok

6. Guru BK menetapkan berapa lama proses diskusi peserta didik

7. Peserta didik menuliskan hasil diskusi yang di hias secantik mungkin pada kertas lipat yang telah diberikan oleh guru BK/Konselor

8. Perwakilan setiap kelompok maju kedepan kelas untuk mengungkapkan hasil diskusinya

9. Guru BK meayangkan video mengenai gaya belajar 10. Peserta didik memperhatikan video yang ditayangkan oleh guru BK/Konselor

11. Peserta didik mampu menyimpulkan maksud dari video tersebut

3. Tahap Penutup

1. Guru BK menyimpulkan hasil kelompok Bersama peserta didik

2. Guru BK mengajak peserta didik merefleski kegaitan dengan menanyakan kemanfaatan dan kebermaknaan kegiatan.

3. Guru BK mengajak peserta didik untuk tidak segan meminta bantuan guru BK

4. Guru BK menutup kegiatan layanan dengan mengajak peserta didik bersyukur dan mengucapkan salam.

N Evaluasi

1. Evaluasi Proses Guru BK melakukan evaluasi dengan memperhatikan proses:

1. Keaktifan peserta didik dalam mengikuti kegiatan bimbingan klasikal

2. Penyampaian pendapat atau pertanyaan oleh disampaikan peserta didik

2. Evaluasi Hasil Setelah mengikuti kegiatan bimbingan klasikal peserta didik diharapkan dapat:

a. Mengetahui pengertian gaya belajar b. Memahami macam macam gaya belajar

c. Menunjukkan strategi yang memudahkan masing-masing gaya belajar

d. Memahami pengaruh gaya belajar terhadap hasil pembelajaran

Lampiran : 1. Materi layanan 2. Evaluasi proses 3. Evaluasi hasil 4. Lampiran isi video

(3)

Surakarta,10 November 2021 Mengetahui

Dosen Pengampu, Guru BK,

Dr. Naharus Surur,M.Pd. Enny Bogy Apriliani

(4)

Lampiran 1: Materi Layanan

➢ Pengertian Gaya Belajar

Menurut Fleming dan Mills (1992), gaya belajar merupakan kecenderungan siswa untuk

mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran.

Drummond (1998:186) mendefinisikan gaya belajar sebagai, “an individual’s preferred mode and desired conditions of learning.” Maksudnya, gaya belajar dianggap sebagai cara belajar atau kondisi belajar yang disukai oleh pembelajar.

Willing (1988) mendefinisikan gaya belajar sebagai kebiasaan belajar yang disenangi oleh pembelajar. Keefe (1979) memandang gaya belajar sebagai cara seseorang dalam menerima,

berinteraksi, dan memandang lingkungannya. Dunn dan Griggs (1988) memandang gaya belajar sebagai karakter biologis bawaan.

Gaya belajar atau learning style adalah suatu karakteristik kognitif, afektif dan prilaku psikomotorik sebagai indikator yang bertindak relatif stabil untuk pembelajar merasa saling

berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar (Gobai, 2005:1). Gaya belajar adalah cara yang lebih kita sukai dalam melakukan kegiatan berfikir, memproses dan mengerti suatu

informasi (Gunawan, 2006: 139).

➢ Macam-Macam Gaya Belajar

Menurut modalitasnya, gaya belajar dapat dibedakan menjadi tiga yaitu gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik (De Porter, 2000: 85).

a. Gaya Belajar Visual

Gaya belajar visual mengakses citra visual, yang diciptakan maupun diingat. Warna, hubungan ruang, potret mental dan gambar menonjol dalam modalitas ini. Seseorang yang sangat visual mungkin dicirikan sebagai berikut:

1. Teratur, memperhatikan segala sesuatu dan menjaga penampilan.

2. Mengingat dengan gambar dan lebih suka membaca dari pada dibacakan.

3. Membutuhkan gambaran dan tujuan menyeluruh dan menangkap detail, mengingat apa yang dilihat.

b. Gaya Belajar Auditorial

Gaya belajar auditorial mengakses segala jenis bunyi dan kata, diciptakan maupun diingat. Musik, nada, irama, rima, dialog internal dan suara menonjol disini. Seseorang yang sangat auditorial dapat dicirikan sebagai berikut:

1. Perhatiannya mudah terpecah.

2. Berbicara dengan pola berirama.

3. Belajar dengan cara mendengarkan, menggerakkan bibir/ bersuara saat membaca.

c. Gaya Belajar Kinestetik

Gaya belajar kinestetik mengakses segala jenis gerak dan emosi diciptakan maupun diingat. Gerakan, koordinasi, irama, tanggapan, emosional dan kenyamanan fisik menonjol disini. Seseorang yang sangat kinestetik sering:

1. Menyentuh orang dan berdiri berdekatan, banyak bergerak.

2. Belajar dengan melakukan, menunjuk tulisan saat membaca dan menanggapi secara fisik.

(5)

3. Mengingat sambil berjalan dan melihat.

Menurut Bendler dan Grinder, 1981 (dalam De Porter, 2000: 85): “Meskipun kebanyakan orang memiliki akses ketiga modalitas visual, auditorial dan kinestetik hampir semua orang cenderung pada satu modalitas belajar yang berperan sebagai saringan untuk pembelajaran, pemerosesan dan

komunikasi”. Sedangkan Markova tahun 1992 (dalam De Porter, 2000: 85) mengatakan “Orang tidak hanya cenderung pada satu modalitas, mereka juga memanfaatkan kombinasi modalitas tertentu yang memberi mereka bakat dan kekurangan alami tertentu”.

Perbandingan Gaya Belajar

Gaya Belajar Hal-hal yang digunakan

Visual Gerakan tubuh / body language Buku, majalah

Grafik, diagram

Peta pikiran / mind mapping OHP / Komputer

Flowchart

Highlighting (memberikan warna pada bagian yang dianggap penting) Tulisan dengan warna yang menarik

Auditorial Suara jelas dengan intonasi yang terarah dan bertenaga Membaca dengan keras

Pembicara tamu Sesi tanya jawab

Rekaman ceramah / kuliah Diskusi dengan teman

Belajar dengan mendengarkan atau menyampaikan informasi Kinestetik Keterlibatan fisik

Membuat mode Highlighting Berjalan

Menggunakan gerakan tubuh untuk menjelaskan sesuatu

➢ Strategi mempermudah proses masing-masing gaya belajar a. Strategi untuk mempermudah proses belajar anak visual :

1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar, diagram dan peta.

2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal penting.

(6)

3. Ajak anak untuk membaca buku-buku berilustrasi.

4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer dan video).

5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan ide-idenya ke dalam gambar.

b. Strategi untuk mempermudah proses belajar anak auditori :

1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam keluarga.

2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran dengan keras.

3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.

4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.

5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke dalam kaset dan dorong dia untuk mendengarkannya sebelum tidur.

c. Strategi untuk mempermudah proses belajar anak kinestetik:

1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai berjam-jam.

2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil menggunakan gunakan obyek sesungguhnya untuk belajar konsep baru).

3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet pada saat belajar.

4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal penting dalam bacaan.

5. Izinkan anak untuk belajar sambil mendengarkan musik.

➢ Pengaruh gaya belajar terhadap hasil pembelajaran

Gaya balajar siswa yang bervariasi mempengaruhi cara mengajar guru dalam menyampaikan materi pelajaran. Penggunaan strategi, metode, dan model haruslah disesuaikan dengan tepat yang tentunya berdasarkan dengan materi yang akan disampaikan supaya siswa secara menyeluruh dapat menerima materi dengan maksimal. Cara mengatasi gaya belajar siswa yang beragam dapat dilakukan sebuah cara yaitu dengan melalui sebuah pendekatan dan observasi kepada setiap individu secara berkala. Maksud dari berkala disini adalah dalam melakukan observasi dan pendekatan dilakukan dengan proses 6 yang bertahap sehingga gaya belajar yang dimiliki siswa dapat terlihat jelas. Gaya belajar merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, meskipun pengaruhnya mungkin hanya sedikit, tetapi gaya belajar siswa tetap penting untuk diperhatikan oleh setiap guru.

(7)

Lampiran 2: Evaluasi Proses

EVALUASI PROSES PESERTA DIDIK PADA LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

Nama : ………

Kelas : ...

Topik : ...

Petunjuk:

Beri tanda centang (√) pada kolom skor sesuai dengan hasil penilaian Anda.

Keterangan:

SS : Sangat sesuai (4) S : Sesuai (3) TS : Tidak sesuai (2) STS : Sangat tidak sesuai (1)

NO. PERNYATAAN

SKOR

1 2 3 4

1 Peserta didik terlibat aktif dalam proses diskusi 2 Peserta didik antusias dalam mengikuti layanan

bimbingan klasikal

3 Peserta didik saling menghargai pendapat 4 Peserta didik saling mengeluarkan pendapat

5

Peserta didik berargumentasi mempertahankan Pendapat masing-masing

6 Peserta didik bekerja sama dengan baik pada saat diskusi kelompok

7 Peserta didik bertanya dan menanggapi pada saat diskusi layanan

Skor akhir

Catatan:

………...………

………...………

(8)

Mengetahui, Surakarta,10 November 2021

Dosen Pengampu Guru BK/Konselor,

Dr. Naharus Surur, M.Pd Enny Bogy Apriliani

(9)

Lampiran 3: Evaluasi Hasil

INSTRUMEN EVALUASI HASIL LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL

Nama Peserta Didik : ……….

No. Absen : ………...

Kelas : ………...

Topik : ………...

Petunjuk Pengisian :

1. Pernyataan di bawah ini berisi tentang hasil yang Anda peroleh setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal.

2. Bacalah dengan cermat setiap pernyataan berikut. Berikan jawaban dengan cara memberi tanda centang(√) pada salah satu jawaban yang paling sesuai, dengan kriteria sebagai berikut: SS : Sangat Sesuai (5), KS : Kurang Sesuai (4), S : Sesuai (3), CS : Cukup Sesuai (2), STS : Sangat Tidak Sesuai (1) 3. Jawaban Anda, tidak menuntut jawaban benar dan salah. Jawablah semua pernyataan secara sungguh-

sungguh dan jujur sesuai diri anda. Hasil dari instrument ini tidak mempengaruhi nilai pelajaran anda di sekolah, namun bermanfaat sebagai pertimbangan pemberian layanan berikutnya.

4.

Aspek/ Pernyataan

Skor

SS KS S CS STS Pemahaman Baru

1.

Saya mendapatkan pemahaman baru setelah mengikuti layanan bimbingan klasikal

2.

Saya mampu menjelaskan hasil dari diskusi kelompok mengenai topik yang sudah dibahas

3.

Saya dapat menjabarkan tentang isi materi yang dipelajari pada saat layanan bimbingan klasikal

4. Saya dapat membuat simpulan poin penting dari topik yang dibahas

Perasaan Positif

5. Saya merasa senang belajar dengan menggunakan teknik diskusi kelompok

6.

Saya merasa dihargai saat menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan.

7. Saya lebih antusias dalam mengikuti

(10)

layanan karena guru BK bersikap hangat.

8.

Saya merasa puas bisa

membahas topik danbisa

mengambil manfaat dari topik yang dibahas

9.

Setelah mengikuti layanan saya merasa lega karena mengetahui dengan baik gaya belajar saya sebenarnya.

Jumlah

(11)

Lampiran 4: Link youtube

https://youtu.be/1X_5vRlGToQ

Disusun Oleh:

Nama : Enny Bogy Apriliani NIM : K3120018

Kelas : 3A

Mata Kuliah : Praktikum Bimbingan dan Konseling Dosen Pengampu : Dr. Naharus Surur,M.Pd

(12)

Link Video Praktikum

https://drive.google.com/file/d/1OneODGa-fpt91Qt8RC4gdBhmiRej7afN/view?usp=drivesdk

Referensi

Dokumen terkait

Peserta didik mendengarkan dan memperhatikan guru BK/Konselor menjelaskan materi tentang pengertian pendidikan karakter, fungsi dan tujuan pendidikan karakter, nilai-nilai pendidikan