• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sejarah Indonesia

N/A
N/A
Uray Neti

Academic year: 2024

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sejarah Indonesia"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMA NEGERI 9 PONTIANAK

Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia Kelas/Semester

Tahun ajaran

: :

XII / Genap 2023/2024

Materi Pokok : Kondisi Indonesia pada masa Orde Baru Sub Materi : Integrasi Timor-Timur dan Dampak Orde Baru Alokasi Waktu : 2 x 45 menit

A. Kompetensi Dasar

3.3. Menganalisis perkembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru

IPK :

3.3.1. Menjelaskan lahirnya Orde Baru.

3.3.2. Menganalisis perkembangan kehidupan politik Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru

3.3.3. Menganalisis perkembangan kehidupan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru

3.3.4. Menjelaskan perkembangan integrasi Timor- Timur

3.3.5. Menganlisis dampak Orde Baru di bidang politik dan ekonomi

4.3 Melakukan penelitian sederhana tentang pekembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru dan menyajikannya dalam bentuk laporan tertulis.

IPK:

4.3.1. menyajikan hasil pencarian materi kehidupan politik orde baru

4.3.2. menyajikan hasil diskusi mencari kata materi integrasi Timor-Timr dan dampak Orde Baru

B. Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran peserta didik diharapkan dapat:

1. Menganalisis proses integrasi Timor-Timur ke Indonesia.

2. Menganalisis dampak Orde Baru di bidang Politik dan Ekonmi C. Alat dan Akses/sumber Belajar

1. Alat : Papan tulis, spidol, handphone android dan laptop.

2. Akses/sumber belajar : buku Sejarah Indonesia Kelas XII SMA (Kemdikbud), bse.kemdikbud.go.id dan internet.

D. Pendekatan /Model/Metode Pembelajaran 1.

Pendekatan

: Saintifik (scientific).

2. Model : Discovery learning.

3. Metode : Tanya jawab, diskusi dan penugasan.

E. Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan

Pendahulua n

(20 menit)

• Guru membuka kelas dengan salam dan menanyakan kabar peserta didik.

• Guru meminta peserta didik untuk memeriksa kerapian diri dan kebersihan kelasnya.

• Guru melakukan absensi terhadap peserta didik.l

(2)

• Guru menyampaikan tema dan tujuan pembelajaran sekaligus melakukan ice breaking.

• Peserta didik memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan, manfaat, dan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan.

Inti (55 menit)

• Guru memberikan judul materi yang akan di bahas dan memberikan pertanyaan awal sebelum menayangkan sebuah video materi “Pernahkan kalian mendengar nama negara Timor-Timur ?”

• Guru menayangkan sebuat video dari youtube https://www.youtube.com/watch?

v=Yo0S7KMK97E materi Integrasi Timor-timur.

• Guru merangsang peserta didik untuk mengajukan pertanyaan.

• Guru memberikan penjelasan terkait materi yang di ajarkan.

• Guru membagi peserta didik menjadi 8 kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 4-5 peserta didik. Pemilihan kelompok secara acak menggunakan link :

https://id.rakko.tools/tools/59/

• Guru menjelaskan cara diskusi kelompoknya dan membuat kesepakatan dalam berdiskusi.

• Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang pentingnya sikap disiplin yang akan dikembangkan dalam pembelajaran.

• Guru membagikan Lembar Kerja Kelompok kepada setiap kelompok.

• Peserta didik berdiskusi mencari kata di dalam kotak yang sudah disediakan.

• Guru sambil mengingatkan siswa untuk tertib dalam berdiskusi dan mengerjakan Lembar Kerja Kelompok tepat waktu sesuai kesepakatan awal. Guru menampilkan timer di layar proyektor didepan kelas dengan tujuan setiap kelompok dapat

mengumpulkan Lembar Kerja Kelompok tepat waktu.

• Apabila ada siswa yang kurang tertib, maka guru menegur dan kembali mengingatkan kesepakatan kelas

• Guru meminta peserta didik untuk mengumpulkan Lembar Kelompok jika waktu sudah habis.

• Guru menampilkan kotak mencari kata di layar proyektor dan mengajak peserta didik untuk menjawabnya bersama.

• Guru memberikan apreasiasi kepada siswa yang terlibat aktif, kreativitas karya dan kemajuan proses belajar siswa

Penutup

(15 menit) • Guru membagikan link soal untuk mengukur pengetahuan siswa melalui link Quizizz.

• Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

• Guru memberikan refleksi pembelajaran.

• Guru menyampaikan rencana materi belajar untuk pertemuan selanjutnya.

• Guru memberikan apresiasi, motivasi dan mengajak peserta didik berdoa.

• Guru menutup salam.

F. Penilaian

Sikap Penilaian sikap dilakukan dengan pengamatan perilaku peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

Terlampir

Pengetahuan Penilaian pengetahuan dilakukan secara tertulis/lisan.

Terlampir Keterampila

n

Penilaian keterampilan dilakukan melalui produk/projek/portofolio yang diselesaikan peserta didik.

Terlampir

Mengetahui, Pontianak, Februari 2024

Kepala SMAN 9 Pontianak Guru Mata Pelajaran Sejarah

(3)

Krisnawati Purnamasari, S.Pd NIP. 19691103 199301 2 002

Ayu Lestari, S.Pd NIP. -

LAMPIRAN PENILAIAN

Penilaian sikap dilakukan dengan pengamatan perilaku peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

- Rubrik Penilaian Sikap Disiplin positif:

Kelas : ………..

Materi Pokok :………..

Hari/ Tgl :……….

No Nama

Masuk kelas tepat waktu

Memakai seragam

sesuai tata tertib

Mengumpul kan tugas tepat waktu

Mengerjaka n tugas yang

diberikan

Tertib dalam mengikuti pembelajara

n

Jumlah skor

1 2 3 4 5 Ds t Ket:

✔ Kolom aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut:

4 = sangat baik 3 = baik

2 = cukup 1 = kurang

✔ Nilai = skor yang diperoleh skor maksimal(20) x100

✔ Predikat A nilai 85-100, B nilai 70-84, C nilai 50-69, D 30-49 E 0-29

Penilaian pengetahuan menggunakan link Quiziz :

https://quizizz.com/print/quiz/65ce2b688a24c0b26d8b5d67 Scan barcode :

PENILAIAN SIKAP PESERTA DIDIIK

PENILAIAN PENGETAHUAN PESERTA DIDIK

(4)

N o

KATA KUNCI

PENJELASAN

1 TIMORTIMUR Wilayah timur Indonesia dan merupakan bekas jajahan Portugis dimana akan berintergrasi dengan Indonesia

2 APODETI Partai yang di pimpin oleh Arnaldo dos Reis Araújo dan berdiri di Timor-Timur dengan tujuan ingin mengintegrasikan negara Timor- Timur dengan Indonesia.

3 FRETILIN Partai yang berdiri di Timor-Timur dan dipimpin oleh Francisco Xavier do Amaral dengan tujuan ingin menjadikan negara Timor- Timur menjadi bagian negara komunis

4 BALIBO Sebuah deklarasi oleh rakyat Timor Timur di Balibo untuk bergabung dengan Bangsa Indonesia dengan gabungan 4 partai yaitu UDT, Apodeti, Kota, Thrabalista

5 OPERASI SEROJA

Operasi militer berskala besar yang pernah dilakukan oleh Indonesia di daerah Timor-Timur yang bertujuan mengintegrasikan Timor Timur ke dalam wilayah Indonesia

6 SWASEMBADA Kemampuan negara Indonesia dalam memenuhi sendiri kebutuhan pangan bagi masyarakat pada masa orde baru

7 KORUPSI Salah satu dampak negetif yang terjadi pada masa orde baru dibidang politik

8 TRANSMIGRASI Salah satu program pembangunan orde baru dibidang sosial dengan tujuan pengurangan jumlah penduduk

9 OTORITER Perbuatan sewenang-wenang yang dilakukan pemimpin Indonesia pada masa orde baru

PENILAIAN KETERAMPILAN PESERTA DIDIK

LEMBAR KERJA KELOMPOK

Hari/ Tgl : Kelas : Nama : Anggota

PETUNJUK :

Carilah 10 kata didalam kotak dibawah yang berkaitan dengan materi yang dipelajari

Berilah tanda panah/warna untuk kata yang ditemukan bisa secara horizontal, mendatar dan menurun.

Tuliskan kata yang sudah di dapat ke dalam kotak yang sudah disediakan.

Carilah penjelasannya dari setiap kata yang ditemukan.

WORD SEARCH

(5)

10 POSYANDU Salah satu program pembangunan orde baru dibidang kesehatan

⮚ Penilaian Keterampilan (Penugasan kelompok )

Penugasan kelompok menggunakan “word search” dan peserta didik bekerjasama dalam mengerjakannya.

⮚ Lembar Penilaian Penugasan Kelompok:

No Nama

Kelompok

Tanggung jawab

Kerjasama Disiplin Jumlah Skor 1

2 3 4 5 Dst

Kunci jawaban

(6)

⮚ Rubrik Penilaian Penugasan Kelompok : N

o

Aspek yang

dinilai Rubrik Nilai

1 Tanggung Jawab

Dapat mengumpulkan tugas dengan tepat waktu serta

tugas telah selesai dikerjakan 3

Tidak dapat mengumpulkan tugas dengan tepat

waktu namun tugas telah selesai dikerjakan 2 Tidak dapat mengumpulkan tugas dengan tepat

waktu dan tugas tidak selesai dikerjakan 1

2 Disiplin

Aktif dalam kegiatan diskusi dan tertib dalam

berdiskusi 3

Tidak terlalu aktif dalam kegiatan diskusi dan kurang

tertib dalam berdiskusi 2

Tidak terlalu aktif dalam kegiatan diskusi dan tidak

tertib dalam berdiskusi 1

3 Kerjasama

Bekerja sama dengan baik dan menghargai pendapat

teman 3

Bekerja sama dengan baik dan menghargai pendapat

teman 2

Tidak bekerja sama dengan baik dan tidak

menghargai pendapat teman 1

Ket:

✔ Skor penilaian :

Nilai = skor yang diperoleh skor maksimal(9) x100

✔ Predikat A nilai 85-100, B nilai 70-84, C nilai 50-69, D 30-49 E 0-29

INTEGRASI TIMOR-TIMUR

Integrasi Timor-Timur ke dalam wilayah Indonesia tidak terlepas dari situasi politik internasional saat itu, yaitu Perang Dingin dimana konstelasi geopolitik kawasan Asia Tenggara saat itu terjadi perebutan pengaruh dua blok yang sedang bersaing yaitu Blok Barat (Amerika Serikat) dan Blok Timur (Uni Soviet). Dengan kekalahan Amerika Serikat di Vietnam pada tahun 1975, berdasarkan teori domino yang diyakini oleh Amerika Serikat bahwa kejatuhan Vietnam ke tangan kelompok komunis akan merembet ke wilayah–wilayah lainnya. Berdirinya

LAMPIRAN MATERI

(7)

pemerintahan Republik Demokratik Vietnam yang komunis dianggap sebagai ancaman yang bisa menyebabkan jatuhnya negara-negara di sekitarnya ke tangan pemerintahan komunis.

Kemenangan komunis di Indocina (Vietnam) secara tidak langsung juga membuat khawatir para elit Indonesia (khususnya pihak militer). Pada saat yang sama di wilayah koloni Portugis (Timor-Timur) yang berbatasan secara langsung dengan wilayah Indonesia terjadi krisis politik. Krisis itu sendiri terjadi sebagai dampak kebebasan yang diberikan oleh pemerintah baru Portugal di bawah pimpinan Jenderal Antonio de Spinola. Ia telah melakukan perubahan dan berusaha mengembalikan hak-hak sipil, termasuk hak demokrasi masyarakatnya, bahkan dekolonisasi.

Di Timor-Timur muncul tiga partai politik besar yang memanfaatkan kebebasan yang diberikan oleh pemerintah Portugal. Ketiga partai politik itu adalah: (1) Uniao Democratica Timorense (UDT-Persatuan Demokratik Rakyat Timor) yang ingin merdeka secara bertahap.

Untuk tahap awal UDT menginginkan Timor-Timur menjadi negara bagian dari Portugal: (2) Frente Revoluciondria de Timor Leste Independente (Fretilin-Front Revolusioner Kemerdekaan Timor-Timur) yang radikal –Komunis dan ingin segera merdeka; dan (3) Associacau Popular Democratica Timurense (Apodeti- Ikatan Demokratik Popular Rakyat Timor) yang ingin bergabung dengan Indonesia. Selain itu terdapat dua partai kecil, yaitu Kota dan Trabalhista.

Ketiga partai tersebut saling bersaing, bahkan timbul konflik berupa perang saudara. Pada tanggal 31 Agustus 1974 ketua umum Apodeti, Arnaldo dos Reis Araujo, menyatakan partainya menghendaki bergabung dengan Republik Indonesia sebagai provinsi ke-27. Pertimbangan yang diajukan adalah rakyat di kedua wilayah tersebut mempunyai persamaan dan hubungan yang erat, baik secara historis dan etnis maupun geografis. Menurutnya integrasi akan menjamin stabilitas politik di wilayah tersebut. Pernyataan tokoh Apodeti itu mendapat respons yang cukup positif dari para elit politik Indonesia, terutama dari kalangan elit militer, yang pada dasarnya memang merasa khawatir jika Timor-Timur yang berada di “halaman belakang” jatuh ke tangan komunis. Meskipun demikian, pemerintah Indonesia tidak serta-merta menerima begitu saja keinginan orang-orang Apodeti.

Keterlibatan Indonesia secara langsung di Timor-Timur terjadi setelah adanya permintaan dari para pendukung “Proklamasi Balibo” yang terdiri UDT bersama Apodeti, Kota, dan Trabalista. Keempat partai itu pada tanggal 30 November 1975 di Kota Balibo mengeluarkan pernyataan untuk bergabung dengan pemerintahan Republik Indonesia. Pada tanggal 31 Mei 1976 DPR Timor-Timur mengeluarkan petisi yang isinya mendesak pemerintah Republik Indonesia agar secepatnya menerima dan mengesahkan bersatunya rakyat dan wilayah Timor Timur ke dalam Negara Republik Indonesia.

Atas keinginan bergabung rakyat Timor Timur dan permintaan bantuan yang diajukan, pemerintah Indonesia lalu menerapkan “Operasi Seroja” pada Desember 1975. Operasi militer ini diam-diam didukung oleh Amerika Serikat (AS) yang tidak ingin pemerintahan komunis berdiri di Timor Timur. Pada masa itu Perang Dingin antara AS dengan Uni Soviet yang komunis memang tengah berlangsung.

Bersamaan dengan operasi-operasi keamanan yang dilakukan, pemerintah Indonesia dengan cepat juga menjalankan proses pengesahan Timor Timur ke dalam wilayah Indonesia dengan mengeluarkan UU No. 7 Tahun 1976 tentang Pengesahan Penyatuan Timor Timur ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan pembentukan Daerah Tingkat I Timor Timur. Pengesahan ini akhirnya diperkuat melalui Tap MPR Nomor IV/MPR/1978. Timor Timur secara resmi menjadi propinsi ke-27 di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia.

DAMPAK ORDE BARU

Orde Baru juga berupaya untuk menciptakan stabilitas politik, keamanan negara, dan pembangunan ekonomi. Selama 32 tahun berkuasa, Orde Baru menerapkan berbagai kebijakan politik, ekonomi, dan sosial, yang memberikan dampak bagi Indonesia hingga saat ini. Dampak Pemerintahan Orde Baru dan Relevansinya Bagi Masa Kini Dampak pemerintahan Orde Baru dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti politik, ekonomi, dan sosial. Berikut adalah beberapa dampak pemerintahan Orde Baru dan relevansinya bagi masa kini:

(8)

A. Dampak Politik

Salah satu dampak politik Orde Baru adalah penyederhanaan partai politik menjadi tiga, yaitu Golkar, PPP, dan PDI, pada tahun 1973.Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mengurangi konflik politik dan menciptakan stabilitas politik. Namun, dampak negatifnya adalah mengekang kebebasan berpendapat dan berorganisasi, serta memperkuat dominasi Golkar sebagai partai penguasa.

Relevansi bagi masa kini adalah pentingnya menjaga keberagaman dan kebebasan politik, serta menghindari praktik monolitik dan otoriter dalam sistem politik. Dampak politik lainnya adalah pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) secara berkala, yang dimulai pada tahun 1971. Pemilu di masa Orde Baru dilakukan dengan sistem perwakilan berimbang, yang berarti jumlah kursi di DPR dan DPRD sebanding dengan jumlah suara yang diperoleh oleh partai politik. Namun, pemilu di masa Orde Baru juga diwarnai oleh berbagai kecurangan dan manipulasi, seperti intimidasi, penggelembungan suara, dan penggunaan birokrasi dan aparat negara untuk mendukung Golkar. Relevansi bagi masa kini adalah pentingnya menjaga integritas dan kredibilitas pemilu, serta mengawasi dan mencegah praktik-praktik yang merugikan hak-hak politik rakyat.

B. Dampak Ekonomi

Salah satu dampak ekonomi Orde Baru adalah pencapaian swasembada pangan, khususnya beras, pada tahun 1984. Hal ini merupakan hasil dari program intensifikasi pertanian, yang meliputi penggunaan varietas unggul, pupuk, irigasi, dan kredit. Swasembada pangan berdampak positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

Relevansi bagi masa kini adalah pentingnya menjaga dan meningkatkan produktivitas pertanian, serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian, seperti perubahan iklim, lahan, dan pasar.

Dampak ekonomi lainnya adalah pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yang mencapai rata- rata 7,7 persen per tahun.Pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh berbagai faktor, seperti investasi asing, ekspor, dan pembangunan infrastruktur.Pertumbuhan ekonomi ini berdampak positif bagi penurunan angka kemiskinan, kematian, dan buta huruf, serta kenaikan pendapatan per kapita, angka melek huruf, dan harapan hidup. Namun, pertumbuhan ekonomi ini juga berdampak negatif bagi ketimpangan sosial, korupsi, dan kerusakan lingkungan.Relevansi bagi masa kini adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial, serta melindungi dan melestarikan lingkungan.

C. Dampak Sosial

Salah satu dampak sosial Orde Baru adalah penyebaran pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di hampir seluruh wilayah Indonesia. Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan dasar yang menyediakan pelayanan kesehatan preventif, kuratif, dan rehabilitatif bagi masyarakat. Penyebaran puskesmas berdampak positif bagi akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya di daerah pedesaan dan terpencil. Relevansi bagi masa kini adalah pentingnya menjaga dan meningkatkan fungsi dan mutu puskesmas, serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh sektor kesehatan, seperti pandemi, penyakit menular, dan penyakit tidak menular.

Dampak sosial lainnya adalah peningkatan kesadaran nasional dan patriotisme, yang ditunjukkan oleh berbagai program dan kegiatan yang menanamkan nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Program dan kegiatan tersebut antara lain adalah P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila), Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan), PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga), dan Pramuka.

Peningkatan kesadaran nasional dan patriotisme berdampak positif bagi persatuan dan kesatuan bangsa, serta penghormatan terhadap keberagaman dan hak asasi manusia.

Relevansi bagi masa kini adalah pentingnya menjaga dan mengembangkan nilai-nilai

(9)

nasional dan patriotisme, serta menghadapi berbagai ancaman yang mengganggu kedaulatan dan keutuhan bangsa

Kesimpulan

Orde Baru adalah era pemerintahan yang memiliki dampak positif dan negatif bagi Indonesia. Dampak positifnya antara lain adalah stabilitas politik, swasembada pangan, pertumbuhan ekonomi, penyebaran puskesmas, dan peningkatan partisipasi sekolah. Dampak negatifnya antara lain adalah otoritarianisme, korupsi, ketimpangan sosial, dan pelanggaran hak asasi manusia. Dengan mengetahui bagaimana dampak pemerintahan Orde Baru dan relevansinya bagi masa kini, kita dapat belajar dari sejarah dan mengambil hikmahnya untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Rubrik Penilaian Sikap Disiplin positif

Kelas : ………..

Materi Pokok :………..

Hari/ Tgl :……….

No Nama

Masuk kelas tepat waktu

Memakai seragam

sesuai tata tertib

Mengumpul kan tugas tepat waktu

Mengerjaka n tugas yang diberikan

Tertib dalam mengikuti pembelajara

n

Jumlah skor

1 Adelin Laura

(10)

2 Afiel Gutama Arinda 3 Aldi Andiyansyah 4 Alief Septiansyah 5 Alnas Sethiarsyah

6 Amanda

7 Ambar Rhido Putranto 8 Annisa Rahmi

9 Arif Miftah Rizq 10 Avrillia

11 Bunga Nurahmat 12 Chemilo Mahasura

Putra Sutomo 13 Daniel Pebro 14 Dea Sriwahyuni 15 Doni Pangestu 16 Gyraldine Agustiwi 17 Izma Adelia

18 Michele Alexa Titannia 19 Nabila Novianti

20 Nabila Salsa Aulia 21 Nandalia Putri 22 Neza Amelia Lestari 23 Nur Pathiha Salsa Bila 24 Putri Amanda

25 Putri Kirania Sabila 26 Reynald Ezar 27 Reza Arfandinata 28 Rizky Bayu Ceta

Ketaren

29 Sadewa Sofyan Adhar 30 Seftya Eryanty

31 Shiva Ullya 32 Siti Aisyah

33 Syarifah Suci Indah Sari

34 Tegar Prasetya 35 Tita Anjelina 36 Wina Afrilia

Ket:

✔ Kolom aspek perilaku diisi dengan angka yang sesuai dengan kriteria berikut:

4 = sangat baik 3 = baik

2 = cukup 1 = kurang

✔ Nilai = skor yang diperoleh skor maksimal(20) x100

(11)

✔ Predikat A nilai 85-100, B nilai 70-84, C nilai 50-69, D 30-49 E 0-29

Lembar Penilaian Penugasan Kelompok

Kelas : ………..

Materi Pokok :………..

Hari/ Tgl :……….

No Nama

Kelompok

Tanggung jawab

Kerjasama Disiplin Jumlah Skor 1 Team 1

2 Team 2

(12)

3 Team 3 4 Team 4 5 Team 5 6 Team 6 7 Team 7 8 Team 8 Dst

⮚ Rubrik Penilaian Penugasan Kelompok : N

o

Aspek yang

dinilai Rubrik Nilai

1 Tanggung Jawab

Dapat mengumpulkan tugas dengan tepat waktu serta

tugas telah selesai dikerjakan 3

Tidak dapat mengumpulkan tugas dengan tepat

waktu namun tugas telah selesai dikerjakan 2 Tidak dapat mengumpulkan tugas dengan tepat

waktu dan tugas tidak selesai dikerjakan 1

2 Disiplin

Aktif dalam kegiatan diskusi dan tertib dalam

berdiskusi 3

Tidak terlalu aktif dalam kegiatan diskusi dan kurang

tertib dalam berdiskusi 2

Tidak terlalu aktif dalam kegiatan diskusi dan tidak

tertib dalam berdiskusi 1

3 Kerjasama

Bekerja sama dengan baik dan menghargai pendapat

teman 3

Bekerja sama dengan baik dan menghargai pendapat

teman 2

Tidak bekerja sama dengan baik dan tidak

menghargai pendapat teman 1

Ket:

✔ Skor penilaian :

Nilai = skor yang diperoleh skor maksimal(9) x100

✔ Predikat A nilai 85-100, B nilai 70-84, C nilai 50-69, D 30-49 E 0-29

Referensi

Dokumen terkait

Anonim, 20 Oktober 2008, Beberapa Aspek Hukum Internasional integrasi Timor- Timur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, diakses pada tanggal 5 November 2008 dari

Menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah dan di dalam Negara Indonesia sebagai warga Negara ( bdk2. Siswa dapat menyadari diri

Sub Tema : Menganalisis Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Dan Maknanya Bagi Kehidupan Sosial, Budaya, Ekonomi, Politik Dan Pendidikan Bangsa Indonesia Pembelajaran ke :

Secara garis besar, materi yang akan dipelajari pada pertemuan ini adalah tatanan politik dan birokrasi kerajaan awal, kerajaan maritim, dan kerajaan agraris di

Pada saat itu, pelaksanaan sistem pemerintahan Indonesia dijalankan oleh suatu dewan menteri (kabinet) yang dipimpin oleh seorang perdana menteri yang bertanggung

Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:  Mengidentifikasi kontribusi bangsa Indonesia dalam perdamaian dunia melalui pengamatan

Warga negara Indonesia berhak mendapat perlindungan hukum 3 Selain itu, setiap warga negara Indonesia berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak Hak untuk mendapat pekerjaan dan

Setelah siswa mengamati gambar kegiatan warga masyarakat dikampung “Damai”, siswa dapat menjelaskan pelaksanaan kewajiban sebagai warga negara dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat..