PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat Manajerial
TINJAUAN PUSTAKA
Telaah Pustaka
- Perbankan di Indonesia
- Sustainable Development Goals
- Teori Pertumbuhan Ekonomi
- Kinerja Bank
- Pembiayaan Bank Syariah
- Kualitas Pembiayaan
Oleh karena itu, penyaluran pembiayaan juga menjadi sumber pendapatan utama bagi bank syariah (Ikatan Bankir Indonesia, 2015, p. 2). Selain menyalurkan transaksi uang, bank syariah juga dapat meningkatkan pendapatan dari sumber lain yaitu. Pembiayaan dengan prinsip bagi hasil pada bank syariah dilakukan dengan menggunakan akad musyarakah dan atau mudharabah.
Bentuk kerjasama ini disebut dengan akad musyarakah, dimana bank syariah akan memperoleh keuntungan dari pembiayaan musyarakah dalam bentuk bagi hasil (Al Karim & Alam, 2013). Sedangkan bagi bank syariah memperoleh keuntungan berupa bagi hasil berdasarkan kesepakatan yang dirundingkan (Ikatan Bankir Indonesia, 2015, p. 97). Pembiayaan bagi hasil inilah yang menjadikan bank syariah berbeda dengan bank konvensional karena bank syariah juga fokus pada profitabilitas proyek atau usaha peminjam.
Sehingga bank syariah terlibat dalam pertumbuhan ekonomi sektor riil dan mendorong proyek-proyek produktif yang mendukung perdagangan komoditas dan jasa. Pasalnya, bank syariah dalam skema pembiayaan berbasis bagi hasil juga harus memperhatikan kinerja bisnis nasabah ketika ingin mengklaim keuntungan dari penyetoran modal oleh pihak syariah. Semakin tinggi rasio ini maka semakin buruk kualitas pembiayaan bank syariah sehingga menyebabkan permasalahan pembiayaan semakin besar.
Kerangka Penelitian
METODOLOGI
- Jenis Penelitian
- Populasi dan Sampel
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel
- Persamaan Regresi Analisis jalur
- Uji Spesifikasi Model
- Teknik Analisis Data
- Uji Asumsi Klasik
- Pengujian Hipotesis
Regresi pertama menjadikan jumlah pembiayaan berbasis bagi hasil sebagai variabel eksogen terhadap kinerja bank syariah. Persamaan regresi kedua menunjukkan hubungan langsung antara pembiayaan berbasis bagi hasil dan kinerja bank syariah (profitabilitas) terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan kualitas pembiayaan memoderasi hubungan antara profitabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Nilai koefisien regresi ini menunjukkan bahwa jika pembiayaan berbasis bagi hasil meningkat maka profitabilitas bank syariah akan menurun.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembiayaan berbasis bagi hasil berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas bank syariah; hipotesis 2 diterima. Berdasarkan angka tersebut juga terlihat bahwa pembiayaan berbasis bagi hasil mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas bank syariah. Berdasarkan hasil uji hipotesis 2 dapat disimpulkan bahwa pembiayaan berbasis bagi hasil mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas bank syariah.
Pengaruh Tidak Langsung Pembiayaan Bagi Hasil Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui Profitabilitas Bank Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan melalui Profitabilitas Bank Syariah.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambaran Umum Bank Syariah
Berdasarkan data Statistik Perbankan Syariah yang dipublikasikan pada tanggal 31 Januari 2018 oleh Otoritas Jasa Keuangan, diketahui jumlah bank umum syariah pada akhir tahun 2017 sebanyak 13 bank. Bank Aceh Syariah mempunyai aset yang sangat tinggi walaupun tanggal operasionalnya baru diterbitkan pada tahun 2016, hal ini disebabkan adanya konversi dari Bank Aceh (konvensional) menjadi Bank Aceh Syariah. Sedangkan jika dilihat dari sisi ekuitas, terdapat delapan (8) bank syariah yang memiliki nilai ekuitas lebih dari Rp 1 Triliun, sedangkan sisanya memiliki nilai ekuitas kurang dari Rp 1 Triliun.
Jika melihat tren perubahan sahamnya, Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS) merupakan salah satu bank yang mengalami perubahan ekuitas sangat drastis.
Deksipri Variabel Penelitian
- Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
- Pembiayaan berbasis Bagi Hasil
- Kinerja Bank Syariah
- Kualitas Pembiayaan
Pembiayaan berbasis bagi hasil adalah pembiayaan yang disalurkan melalui bank syariah dengan akad dimana keuntungan yang diperoleh bank tersebut berasal dari bagi hasil pada perusahaan milik nasabah yang dibiayai. Secara umum bank syariah mayoritas menyalurkan pembiayaannya dengan sistem bagi hasil di bawah rata-rata Rp. Perbedaan besar antara total pembiayaan bagi hasil tertinggi dan terendah menjadi salah satu penyebab perbedaan jumlah aset yang dimiliki masing-masing bank.
Kinerja bank syariah dapat dilihat dari seberapa besar keuntungan yang diraih bank tersebut dibandingkan dengan rata-rata aset yang digunakan. Dalam penelitian ini kinerja bank syariah menggunakan proksi return on assets (ROA) atau rasio profitabilitas sebagai indikator kinerja Bank Umum Syariah. Namun kinerja bank syariah cenderung baik, hal ini terlihat dari nilai rata-rata profitabilitas yang jauh diatas nilai rata-rata.
Di sisi lain, MayBank Syariah berupaya melakukan perbaikan drastis untuk menjadi bank syariah yang juga memiliki NPF terendah yaitu 0,00% di tahun 2017.
Pemilihan Model Regresi
- Pemilihan Model Persamaan Regresi Pertama
- Pemilihan Model Persamaan Regresi Kedua
Pengujian tahap kedua adalah membandingkan model fixed effect dengan model random effect menggunakan uji Hausman. Ratmono, 2013, p.291), jika nilai Chi Square signifikan maka dapat dikatakan model fixed effect lebih baik dibandingkan model random effect untuk penelitian ini. Hasil uji Hausman dan uji Chow pada model persamaan pertama menunjukkan hasil yang sama yaitu model terbaik untuk digunakan adalah model fixed effect.
Uji Multiplier (LM) untuk membandingkan model terbaik antara pooled OLS (joint effect model) dan random effect model. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa model fixed effect lebih baik digunakan dibandingkan model joint effect (pooled OLS). Hasil uji Chow dan uji Hausman menunjukkan kecenderungan model yang sama yaitu model fixed effect.
Oleh karena itu tidak perlu dilakukan pengujian ketiga yaitu uji Lagrange Multiplier (LM) yang membandingkan model efek umum dengan model efek acak.
Uji Asumsi Klasik
- Uji Asumsi Klasik Persamaan Regresi Pertama
- Uji Asumsi Klasik Persamaan Regresi Kedua
Hasil uji Hausman menunjukkan nilai intersep acak sebesar 52.362639 dengan tingkat probabilitas kurang dari 0.05 sebesar 0.000. Berdasarkan hasil pengujian diketahui signifikansi odds rasio sebesar 0,000 yang berarti hipotesis nol bahwa data bersifat homoskedastis ditolak. Persamaan regresi pertama merupakan regresi sederhana yang mempunyai satu variabel independen dengan jumlah observasi sebanyak 72 observasi.
Hasil persamaan regresi pertama dengan model cross-sectionalweight fixed effect menunjukkan statistik DB pada rentang 2.063038. Nilai probabilitas tersebut lebih besar dari 0,05 atau 0,474113 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa residu persamaan regresi model pertama berdistribusi normal. Persamaan regresi kedua melibatkan pembiayaan berbasis bagi hasil dan profitabilitas dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, serta adanya kualitas pembiayaan sebagai faktor yang memoderasi profitabilitas bank syariah dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
Pada model persamaan regresi pertama tidak dilakukan uji multikolinearitas karena hanya terdapat satu (1) variabel independen, sedangkan pada model persamaan regresi terdapat lebih dari satu variabel independen sehingga memerlukan uji multikolinearitas.
Uji Hipotesis
- Hasil Uji Hipotesis Pertama
- Hasil Uji Hipotesis Kedua
- Hasil Uji Hipotesis Ketiga
- Hasil Uji Hipotesis Keempat
Rangkuman hasil uji hipotesis Estimasi model fixed effect-General Least Square (GLS) sebagai persamaan regresi pertama (Profitabilitas/ROA Bank Syariah sebagai variabel terikat). Rangkuman Hasil Uji Hipotesis Estimasi Efek Tetap dengan Metode White Period Robust sebagai Persamaan Regresi Model Kedua (PDB per Kapita sebagai Variabel Dependen). Nilai koefisien regresi ini menunjukkan bahwa jika profitabilitas bank syariah meningkat maka dapat menurunkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia sebesar -1.887927.
Nilai signifikansi probabilitas pembiayaan berbasis bagi hasil terhadap profitabilitas bank syariah sebesar 0,011 lebih rendah dari 0,05 (alpha). Nilai koefisien regresi ini menunjukkan bahwa jika pembiayaan berbasis bagi hasil meningkat maka secara langsung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Nilai signifikansi dampak pembiayaan bagi hasil terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,0001, dimana angka tersebut kurang dari 0,05.
65 Berdasarkan Tabel 4.12 diketahui NPF sebagai variabel moderator mempunyai koefisien regresi sebesar 0.828092 dengan tingkat probabilitas sebesar 0.3553, sedangkan NPF sebagai moderator antara ROA dengan pertumbuhan ekonomi mempunyai koefisien regresi sebesar 12.66013 dengan probabilitas sebesar 0.0275.
Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung Variabel Independen
66 namun pengaruh tidak langsung pembiayaan berbasis bagi hasil terhadap pertumbuhan ekonomi melalui profitabilitas bank agak dipertanyakan karena profitabilitas bank syariah tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Untuk memastikan korelasi tidak langsung tersebut dapat dilakukan uji sable seperti pada tabel 4.11. Hasil uji Sobel mengenai pengaruh tidak langsung pembiayaan bagi hasil terhadap pertumbuhan ekonomi melalui MV/BVE.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa profitabilitas tidak mampu memediasi pembiayaan berbasis bagi hasil terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pembahasan
- Pengaruh Pembiayaan berbasis Bagi Hasil terhadap Profitabilitas
- Pengaruh Pembiayaan berbasis Bagi Hasil terhadap Pertumbuhan
- Pengaruh Profitabilitas Bank Syariah terhadap Pertumbuhan
- Pengaruh Tidak Langsung Pembiayaan berbasis Bagi Hasil
Berdasarkan uji hipotesis tersebut dapat disimpulkan bahwa profitabilitas bank syariah berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pengaruh pembiayaan berbasis bagi hasil terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia Perekonomian berkelanjutan di Indonesia. Berdasarkan hasil pengujian Hipotesis 3 dapat disimpulkan bahwa pembiayaan berbasis bagi hasil dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
Pengaruh profitabilitas bank syariah terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia, dengan kualitas pembiayaan ekonomi berkelanjutan di Indonesia dimana kualitas pembiayaan tergolong moderat. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis 4 diketahui bahwa kualitas pembiayaan dapat menjadi faktor moderasi dalam mempengaruhi kinerja bank syariah dalam mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Secara keseluruhan pengaruh tidak langsung pembiayaan berbasis bagi hasil terhadap pertumbuhan ekonomi melalui profitabilitas perbankan adalah positif dan signifikan dengan tingkat signifikansi sebesar 15%.
Namun penelitian ini tidak memasukkan faktor waktu dalam analisis peningkatan pertumbuhan ekonomi dan tidak menganalisis kemungkinan adanya hubungan sebab akibat antara kinerja bank syariah dengan pertumbuhan ekonomi.
PENUTUP
Kesimpulan
Penelitian ini mengandung makna bahwa tujuan perbankan syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan dalam setiap usahanya, namun juga memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat yang tercermin dari kontribusi kinerja perbankan syariah yang mampu mendorong pertumbuhan perekonomian negara agar semakin meningkat. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank syariah bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, yaitu dengan menyalurkan pembiayaan berbasis bagi hasil yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, hal ini dibuktikan dengan tingkat bagi hasil yang dibutuhkan bangku syariah tidak terlalu tinggi. bahwa keuntungan yang diperoleh bank syariah tidak terlalu tinggi. Penelitian ekstensif mengenai hubungan sebab akibat, dengan memperhatikan periode waktu, dapat dilakukan sebagai kelanjutan analisis hubungan antara kinerja bisnis dan pertumbuhan ekonomi.
Yang perlu diwaspadai ketika pertumbuhan ekonomi menjadi penyebab masifnya ekspansi bank syariah adalah ada unsur waktu yang perlu diperhatikan.
Implikasi Teoritis
72 merupakan skema pembiayaan yang lebih adil karena imbal hasil yang diminta memperhitungkan hasil kinerja (usaha) nasabah, yaitu dengan pola bagi hasil. 3) Pembiayaan berbasis bagi hasil mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan teori supply-side finance (Robinson, 2001, p. 141), dimana untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dapat diberikan insentif berupa tambahan dana sebagai modal untuk menjalankan usaha di sektor riil. Pembiayaan berbasis bagi hasil adalah pembiayaan yang diperuntukkan bagi perusahaan sebagaimana dimaksud dalam teori supply-led financing.
Hasil persamaan regresi pada penelitian ini dapat mengukur kontribusi bank syariah terhadap pertumbuhan ekonomi dengan lebih akurat karena memperkenalkan risiko pembiayaan sebagai moderasi yang dapat memperkuat atau memperlemah kontribusi kinerja bank syariah terhadap pertumbuhan ekonomi.
Implikasi Manajerial
Hal ini dapat dilihat sebagai bentuk tanggung jawab sosial bank syariah terhadap masyarakat dan negara, sehingga pemerintah dan manajemen dapat memberikan kebijakan dan insentif untuk meningkatkan pembiayaan bank syariah berdasarkan bagi hasil.
Keterbatasan Penelitian
Agenda Penelitian Mendatang
74 kausalitas terhadap periode waktu sebagai kelanjutan analisis hubungan kinerja perusahaan dengan pertumbuhan ekonomi. Melakukan penelitian komprehensif yang melibatkan perbankan konvensional di Indonesia serta mengembangkan konstruksi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pertumbuhan berkelanjutan yang lebih komprehensif. Dampak Pendapatan Pembiayaan Bank terhadap Profitabilitasnya: Studi Empiris terhadap Bank Islam Lokal Yordania.
Keuangan dan pertumbuhan di UE: bukti baru dari liberalisasi dan harmonisasi sektor perbankan. On Assets (ROA) Bank Umum Syariah (Studi Kasus Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun. Jual Beli, Financing to Deposit Ratio, dan Non Performance Financing terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia.