Vol 1 (2) 2021 : 466-470
THE EFFECT OF CURRENT RATIO AND DEBT TO EQUITY RATIO ON STOCK PRICES IN MANUFACTURING COMPANIES SUB SECTOR CONSUMPTION OF FOOD AND BEVERAGES LISTED ON THE INDONESIA STOCK EXCHANGE FOR THE 2019-2020 PERIOD
PENGARUH CURRENT RASIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUB SEKTOR KONSUMSI MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019- 2020
Fia Hilmiyati
1Agnes Irwanty
2Melia Putri Zahara
3Teysia Ananda Miranti
4, Mentari Dwi Aristi,SE.,M.Acc
512345Universitas Muhammadiyah Riau, Ekonomi & Bisnis, Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Email : [email protected], ABSTRACT
This study aims to determine the effect of the Current Ratio (CR) and Debt to Equity Ratio (DER) on stock prices and to determine the effect of the Current Ratio (CR) and Debt to Equity Ratio (DER) simultaneously on stock prices in Manufacturing Companies in the Consumption Sub-sector. Food and Beverages Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2020 Period. This study uses a descriptive statistical analysis type with a quantitative approach. The population in this study are Manufacturing companies in the food and beverage consumption sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2020 period. Determination of the sample of this study using purposive sampling techniques. The results of this study are the Current Ratio has an effect on Stock Prices, the first hypothesis which says that the Current Ratio variable has an effect on Stock Prices, is accepted. It means, that the increase or decrease in the number of Current Ratio affects the Stock Price and the Debt To Equity Ratio has no effect on the Stock Price, the second hypothesis which says that the Debt To Equity Ratio variable affects the Stock Price is rejected. This means that the increase or decrease in the amount of the Debt To Equity Ratio does not affect the Stock Price.
Keywords : Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Stock Price.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham dan mengetahui pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) secara simultan terhadap Harga Saham pada Perusahaan Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Konsumsi Makanan dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2020. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif analisis statistik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Manufaktur sub sektor konsumsi makanan dan minuman yang ada di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2019-2020. Penentuan sampel penelitian ini dengan menggunakan teknik-teknik purposive sampling. Hasil Penelitian ini adalah Current Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham, hipotesis pertama yang mengatakan bahwa variabel Current Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham, diterima. Artinya, bahwa kenaikan atau penurunan jumlah Current Ratio mempengaruhi Harga Saham dan Debt To Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap Harga Saham, hipotesis kedua yang mengatakan bahwa variabel Debt To Equity Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham ditolak. Artinya, bahwa kenaikan atau penurunan jumlah Debt To Equity Ratio tidak mempengaruhi Harga Saham.
Kata Kunci : Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Harga Saham.
RAJ, Vol 1 (2) 2021 : 466-470, http://journal.yrpipku.com/index.php/raj |
Copyright © 2019 THE AUTHOR(S). This article is distributed under a a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International license
1. Pendahuluan
Setiap Perusahaan memiliki penawaran terhadap harga saham yang berbeda-beda, bahkan setiap tahun akan mengalami kenaikan atau penurunan. Menurut Kasmir, 2013:134 dalam menentukan perhitungan dari likuiditas jangka pendek yang dapat dijadikan sebagai acuannya yaitu Current Ratio yang paling utama karena seluruh komponen aset lancar dan hutang lancar tanpa membedakan tingkat likuiditasnya. Untuk menghitung pembiayaan hutang perusahaan dengan menggunakan Rasio solvabilitas atau rasio leverage (rasio utang) (Arief dan Edi, 2016:57). Debt to Equity Ratio (DER) adalah Rasio likuiditas yang akan digunakan dalam penelitian ini . Jika rasionya tinggi maka pendanaan dengan utang akan lebih banyak, dengan begitu perusahaan akan semakin sulit untuk memperoleh tambahan pinjaman, karena dikhawatirkan dengan asset yang dimiliki, perusahaan tidak akan mampu membayar hutang- hutangnya. (Kasmir, 2016:157).
Dari penjelasan diatas, terdapat beberapa penelitian sebelumnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Aditiya Pratama (2014), yang menyatakan bahwa Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Dan Earning Per Share memiliki pengaruh positif signifikan terhadap harga saham secara parsial. Hasil yang sama dalam penelitian dari Raghilia Amanah (2014), Reynard Valintino (2013), Indra setiawan (2014), Frendy Sondhak (2015), Dorothea Ratih (2013) , Ariskha nordiana (2017), Astrid Amanda (2014). Sedangkan menurut penelitian yang di lakukan oleh Tita deitiyana (2013) yang berjudul Pengaruh Current Rasio, Return On Equity dan Total Asset Turnover terhadap devidan payout dan implikasi pada harga saham perusahaan LQ 45 yang mengungkapkan bahwa tidak ada pengaruh Current Rasio terhadap harga saham. Hasil yang sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Tomi Sanjaya (2015) yang berjudul Pengaruh Return On Equity, Debt to Equity Ratio, Debt Ratio, Earning Per Share terhadap harga saham pada perusahaan Food and Beverage menyatakan bahwa variabel Debt to Equity Ratio tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham.
Berdasarkan dari beberapa hasil penelitian sebelumnya dan penjelasan di atas, peneliti akan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Current Rasio Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Harga Saham Di Perusahaan Manufaktur Sub Sektor Konsumsi Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2020”
2. Tinjauan Pustaka a.Teori Agency
Masalah keagenan akan timbul ketika para manajer menyimpang dari tujuan menambah kekayaan pemegang saham dengan menempatkan tujuan pribadi mereka di depan tujuan pemegang saham. Masalah ini dapat menimbulkan biaya keagenan (Gitman dan Zutter 2015:68). Manajer perusahaan sebagai agen yang dipilih oleh para pemegang saham untuk membuat keputusan di perusahaan. Pemegang saham melakukan penilaian kinerja dari manajer dengan melihat berapa besar laba yang bias di dapatkan dalam satu periode waktu tertentu. Dengan meningkatnya laba ini akan meningkatkan permintaan atas saham perusahaan tersebut. Kenaikan permintaan atas saham pada akhirnya akan berpengaruh terhadap kenaikan harga saham perusahaan.
b. Harga Saham
Saham merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas atau yang biasa disebut emiten (Sjahrial, 2009). Menurut Suhartono dan Qudsi (2009), saham merupakan sebuah tanda penyertaan atau pemilikan seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas.Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut mempunyai klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir di dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
c. Current Ratio (CR)
Menurut Kasmir (2013:134) Current Ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Selain itu , seberapa banyak asset lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek yang akan jatuh tempo.
467
Apabila aset lancarnya melebihi hutang lancarnya, maka dapat diperkirakan bahwa pada suatu ketika dilakukan likuiditas, aset lancar terdapat cukup kas ataupun yang dapat dikonversikan menjadi uang kas dalam waktu singkat, sehingga dapat memenuhi kewajibannya. Perhitungan current ratio dilakukan dengan cara membandingkan antara total aset lancar dengan total utang lancar (Kasmir, 2013:134). Rumus Current Ratio :
𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝑅𝑎𝑡𝑖𝑜 ( Rasio Lancar ) = 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠 (Aset Lancar) 𝐶𝑢𝑟𝑟𝑒𝑛𝑡 𝐿𝑖𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑒𝑠 (Utang Lancar)
d. Debt to Equity Ratio (DER)
Menurut Kasmir (2013:157) Debt to Equity Ratio (DER) digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas, kemudian untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan peminjam (Kreditor) dengan pemilik perusahaan atau untuk mengetahui jumlah rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang. Menurut Harahap (2013) rasio ini digunakan untuk melihat seberapa jauh perusahaan dibiayai oleh utang atau pihak luar dengan kemampuan perusahaan yang digambarkan oleh modal. Apabila rasionya tinggi, artinya pendanaan dengan utang semakin banyak, maka perusahaan tersebut semakin sulit untuk memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan perusahaan tidak mampu menutupi utang – utangnya dengan aset yang dimilikinya. Rumus untuk mencari Debt to Equity Ratio dapat digunakan perbandingan antar total utang dengan total ekuitas sebagai berikut :
𝐷𝑒𝑏𝑡 𝑡𝑜 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 = total utang (𝐷𝑒𝑏𝑡)
total ekuitas (𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦)
Hipotesis
a. Current Ratio terhadap Harga Saham
Menurut Gitman dan Zutter (2015 119), Current Ratio adalah sebuah indicator untuk mengukur likuiditas yang dihitung dengan membagi aset lancar perusahaan dengan kewajiban lancar. Jadi, current ratio dapat menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menjamin pembayaran dari kewajiban lancarnya. Tinggi rendahnya current ratio suatu perusahaan mencerminkan kemampuan suatu perusahaan dalam membayar kewajibannya, sehingga dapat mempengaruhi minat para investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan. Berdasarkan penjelasan diatas, maka hipotesis yang dibangun adalah:
H1: Current Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham.
b.Debt to Equity Ratio dan Harga Saham
Debt to Equity Ratiodapat digunakan untuk mengukur proporsi relatif dari total kewajiban dan ekuitas saham biasa yang digunakan untuk membiayai total aset perusahaan (Gitman dan Zutter, 2015:126). Debt to equity ratio menggambarkan perbandingan utang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukkan kemampuan modal sendiri perusahaan dalam memenuhi kewajibannya. Berdasarkan penjelasan diatas, maka hipotesis yang dibangun adalah:
H2: Debt to Equity Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham.
3. Metodologi Penelitian Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif. Disebut dengan kuantitatif karena data data yang terkumpul dalam penelitian ini dapat dianalisis dengan menggunakan analisis statistik.
Penelitian kuantitatif yaitu suatu penelitian yang datanya berupa angka yang digunakan sebagai alat untuk menemukan sebuah keterangan. Penelitian ini bersifat deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek sesuai dengan apa adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian yang akan dilakukan peneliti bertujuan untuk menganalisis, dan mendeskripsikan fenomena yang ada menggunakan angka-angka. (Sugiyono, 2015).
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Manufaktur sub sektor konsumsi makanan dan minuman yang ada di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2019-2020. Penentuan sampel penelitian ini dengan menggunakan teknik-teknik purposive sampling. Sedangkan purposive sampling merupakan penentuan sampel dari jumlah populasi yang ada berdasarkan kriteria- kriteria tertentu yang dikehendaki oleh peneliti. Kriteria tertentu yang dimaksudkan adalah : 1. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan dalam satuan mata uang Rupiah sehingga
perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan dengan satuan mata uang Dollar akan dikeluarkan dari sampel.
2. Terdaftar sebagai perusahaan Manufaktur Sub Sektor Konsumsi Makanan dan Minuman selama 1 Januari 2019 sampai dengan 31 Desember 2020 secara berturut-turut.
3. Perusahaan mengungkapkan data yang diperlukan dalam penelitian yang sesuai dengan kriteria penelitian ini.
4. Data yang diperlukan tidak outlier
4. Hasil dan Pembahasan 1. Analisis Deskriptif
Tabel 1 Analisis Deskriptif Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Current Ratio 33 .75 4.80 2.2286 1.20790
Debt To Equity Ratio 33 .17 1.97 .8463 .50876
Harga Saham 33 103 2710 971.45 657.052
Valid N (listwise) 33
Sumber : Data Sekunder yang diolah (2022)
Analisis deskriptif menjelaskan mengenai gambaran variabel-variabel yang di teliti, baik variabel independen maupun variabel dependen dalam periode penelitian. Variabel-variabel yang dimaksud adalah sebagai berikut :
a. Current Ratio
Berdasarkan tabel 1, pengujian terhadap 33 sampel menunjukkan bahwa variabel Current Ratio memiliki nilai minimal 0,75 yang dimiliki oleh PT Sentra Food Indonesia Tbk pada tahun 2020. Nilai maksimal 4,80 yang dimiliki oleh PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk pada tahun 2019. Nilai rata-rata variabel Current Ratio sebesar 2,2286 dengan standar deviasi sebesar 1,20790.
b. Debt To Equity Ratio
Berdasarkan tabel 1, pengujian terhadap 33 sampel menunjukkan bahwa variabel Debt To Equity Ratio memiliki nilai minimal 0,17 yang dimiliki oleh PT Ultrajaya Milk Industry and Trading Company Tbk pada tahun 2019. Nilai maksimal 1,97 yang dimiliki oleh PT Tri Banyan Tirta Tbk pada tahun 2020. Nilai rata-rata variabel Debt To Equity Ratio sebesar 0,8463 dengan standar deviasi sebesar 0,50876.
c. Harga Saham
Berdasarkan tabel 1, pengujian terhadap 33 sampel menunjukkan bahwa variabel harga saham memiliki nilai minimal 103 yang dimiliki oleh PT Sentra Food Indonesia Tbk pada tahun 2020. Nilai maksimal 2.710 yang dimiliki oleh PT Mayora Indah Tbk pada tahun 2020. Semakin kecil angka maka semakin rendah nilai harga saham. Sebaliknya, semakin besar angka maka semakin besar nilai harga saham. Nilai rata-rata variabel Harga Saham sebesar 971,45 dengan standar deviasi sebesar 657,052. Hal ini menunjukkan bahwa nilai rata-rata lebih besar dari nilai standar deviasi yang berarti bahwa ada data yang bersifat homogen dengan tingkat sebaran data yang dimiliki rendah sehingga data untuk variabel Harga Saham memiliki penyimpangan yang rendah dan sebaran data menunjukkan hasil yang normal atau dapat dikatakan baik.
2. Hasil Pengujian Hipotesis
469
Tabel 2 Hasil Uji Signifikan (Uji T) Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 399.183 392.602 1.017 .317
Current Ratio 299.350 100.063 .550 2.992 .006
Debt To Equity Ratio -112.094 237.569 -.087 -.472 .640 a. Dependent Variable: Harga Saham
Sumber : Data Sekunder yang diolah (2022) a. Hasil Pengujian Hipotesis Pertama
Hipotesis pertama menunjukkan bahwa variabel Current Ratio memperoleh nilai thitung
2,992 dan ttabel 2,03951 dengan koefisien regresi sebesar 299,350 dan nilai signifikan sebesar 0,006 < 0,05, hal ini berarti Current Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham.
Dengan demikian, hipotesis pertama yang mengatakan bahwa variabel Current Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham, diterima. Artinya, bahwa kenaikan atau penurunan jumlah Current Ratio mempengaruhi Harga Saham.
b. Hasil Pengujian Hipotesis Kedua
Hipotesis kedua menunjukkan bahwa variabel Debt To Equity Ratio memperoleh nilai thitung -0,472 dan ttabel 2,03951 dengan koefisien regresi sebesar -112,094 dan nilai signifikan sebesar 0,640 > 0,05, hal ini berarti Debt To Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Dengan demikian, hipotesis kedua yang mengatakan bahwa variabel Debt To Equity Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham ditolak. Artinya, bahwa kenaikan atau penurunan jumlah Debt To Equity Ratio tidak mempengaruhi Harga Saham.
5. Penutup Kesimpulan
1. Current Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham. Dengan demikian, hipotesis pertama yang mengatakan bahwa variabel Current Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham, diterima. Artinya, bahwa kenaikan atau penurunan jumlah Current Ratio mempengaruhi Harga Saham.
2. Debt To Equity Ratio tidak berpengaruh terhadap Harga Saham. Dengan demikian, hipotesis kedua yang mengatakan bahwa variabel Debt To Equity Ratio berpengaruh terhadap Harga Saham ditolak. Artinya, bahwa kenaikan atau penurunan jumlah Debt To Equity Ratio tidak mempengaruhi Harga Saham.
Saran
Saran Penelitian Selanjutnya
1. Dalam penelitian ini hanya mengukur Likuiditas dengan menggunakan Current Ratio, maka sebaiknya untuk melihat secara jelas dari proksi likuiditas diukur dengan menggunakan rasio- rasio lain secara lengkap.
2. Dalam penelitian ini hanya mengukur Solvabilitas dengan menggunakan Debt to Equity Ratio, sebaiknya untuk melihat secara jelas dari proksi solvabilitas diukur dengan menggunakan rasio-rasio lain secara lengkap.
Ucapan Terima Kasih
Dengan terselesaikannya jurnal ini kami mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT atas limpah karunianya sehingga kami bisa melaksanakan penelitian hingga selesai. Selanjutnya kepada Ibu Mentari selaku dosen bimbingan kami, atas arahan serta koreksi dalam penyusunan jurnal ini.
References
Adriana Kundiman & Lukmanul Hakim. (2016, Desember). PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON ASSET, RETURN ON EQUITY TERHADAP HARGA SAHAM PADA INDEKS LQ 45 DI BEI PERIODE 2010-2014. Among Makarti, Vol.9 No.18, 80-98.
Arry Widodo & Renda Puspita Dewi. (2015, Maret). PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO, DAN EARNING PER-SHARE TERHADAP HARGA SAHAM. Business Management Journal, Vol. 11 No.1, 47-70.
Dwi Fitrianingsih & Yogi Budiansyah. (2019, April). PENGARUH CURRENT RASIO DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP HARGA SAHAM DI PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013 – 2017. JURNAL RISET AKUNTANSI TERPADU, Vol.12 No.1, 144-166.
Gunawan, A. (2020). Pengaruh Current Ratio Dan Debt To Equitty Ratio Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Plastik Dan Kemasan. SOSEK: Jurnal Sosial dan Ekonomi, Volume 1(Issue 1), 29-40.
Hade Chandra Batubara & Nadia Ika Purnama. (2018). PENGARUH CURRENT RATIO, RETURN ON EQUITY TERHADAP harga saham PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA. Jurnal Riset Finansial Bisnis, Volume 2, Nomor 2, 61-70.
I Dewa Gede Suryawan & I Gde Ary Wirajaya. (2017, November). PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO DAN RETURN ON ASSETS PADA HARGA SAHAM. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, Vol.21.2, 1317-1345.
NOFA PRILIYASTUTI dan STELLA. (2017, November ). PENGARUH CURRENT RATIO, DEBT TO ASSET, DEBT TO EQUITY, RETURN ON ASSETS DAN PRICE EARNINGS RATIO TERHADAP HARGA SAHAM. JURNAL BISNIS DAN AKUNTANSI, Vol. 19, No. 1a(Issue 5), 320-324.
Rondonuwu Ester Faleria, Linda Lambey & Stanley Kho Walandouw. (2017). PENGARUH CURRENT RATIO, NET PROFIT MARGIN DAN EARNING PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA (Studi Kasus pada Sub Sektor Food and Beverages).
Jurnal Riset Akuntansi Going Concern, 12(2), 204-212.
Sari, D. I. (2020, April). Pengaruh Current Rasio Dan Debt To Equity Ratio Terhadap Harga Saham Perusahaan Otomotif. JAD: Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Dewantara, Vol. 4 No. 1, 66 - 77.