• Tidak ada hasil yang ditemukan

Research Proposal BAB - Bina Darma e-Journal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Research Proposal BAB - Bina Darma e-Journal"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

Research Method

Research Proposal BAB -1

Dr.Bakti Setyadi, S.E, M.M, Ak, CA

Tax Director –Baker Hughes

Lecture at University of Bina Darma, Palembang

@Dr.BaktiSetyadi2020

(2)

22

First Article !!!

During the class

The lesson is started …..

@Dr.BaktiSetyadi2020

(3)

3

Today’s agenda

Research Background Problem Identification Problem Limitation Problem Statement Research Objective Report Content

Research Benefit Etc.

@Dr.BaktiSetyadi2020

(4)

02. LEMBAR PENGESAHAN

01. JUDUL

03. LEMBAR PERSEMBAHAN / MOTTO 04 SUSUNAN TIM PENGUJI

05. KATA PENGANTAR

06. ABSTRAK

07 DAFTAR ISI 08. DAFTAR TABEL 09. DAFTAR GAMBAR

10. LAMPIRAN

Isi bagian depan

4

@Dr.BaktiSetyadi2020

Report Content

(5)

BAB 1

BAB I. PENDAHULUAN

BAB 2 BAB 3 BAB 4

Skripsi Tesis Disertasi

1.2. Identifikasi Masalah 1.1. Latar Belakang Masalah

1.3. Pembatasan Masalah 1.4. Rumusan Masalah 1.5. Tujuan Penelitian 1.6. Manfaat Penelitian 1.6.1. Manfaat Teoritis 1.6.2. Manfaat Praktis

BAB 5

5

@Dr.BaktiSetyadi2020

Report Content

(6)

Latar belakang merupakan penjelasan yang tersusun sistematis berisi alasan mengapa sebuah karya ilmiah dibuat dan menjelaskan mengapa peneliti tertarik memilih topik tersebut untuk penelitiannya.

Latar belakang masalah hendaknya ditulis mulai yang umum kemudian ke yang khusus, dari menceritakan yang global kemudian ke cerita yang lokal.

Hanya dibahashal-hal yang relevandengan penelitian saja.

Research Background

1.1. Latar Belakang Masalah

6

@Dr.BaktiSetyadi2020

(7)

Urutan latar belakang masalah

7

Cerita tentang perekonomian global

Cerita tentang perekonomian Indonesia

Cerita tentang industri

Cerita tentang perusahaan

@Dr.BaktiSetyadi2020

Research Background

(8)

Dari LATAR BELAKANG MASALAH mungkin terdapat beberapa masalah yang menarik untuk diteliti.

Masalah-masalah yang menarik tersebut disebut prosesidentifikasi masalah.

Jumlah identifikasi masalah seharusnya lebih banyak dari rumusan masalah, karena rumusan masalah nantinya berasal dari salah satu atau beberapa dari identitas masalah.

Problem Identification

8

@Dr.BaktiSetyadi2020

1.2. Identifikasi Masalah

(9)

Contoh:

1. Penerimaan sektor perpajakan terus ditingkatkan untuk mendorong kepatuhan perpajakan.

2. Jumlah peraturan perpajakan sangat banyak dan multi tafsir dimana masih ada wilayah abu-abu (grey area).

3. Tarif pajak yang relatif tinggi akan mendorong wajib pajak untuk tidak patuh.

4. Persepsi wajib pajak atas manfaat pembayaran pajak masih negatif, terlebih lagi dengan terbongkarnya beberapa kasus mafia pajak.

5. Tingkat kepatuhan WP dalam penyampaian SPT masih rendah tapi berpotensi untuk ditingkatkan.

6. Pentingnya kepatuhan perpajakan di industri perbankan karena jasa yang diberikan sangat terkait dengan kepercayaan masyarakat.

9

@Dr.BaktiSetyadi2020

Problem Identification

(10)

Sehubungan subjek dan objek penelitian yang ada di IDENTIFIKASI MASALAH yang akan diteliti cukup luas, maka perlu untuk melakukan pembatasan permasalahan yang akan diteliti agar penelitian lebih fokus dan terarah.

Untuk hal-hal yang di luar pembatasan masalah, diharapkan agar dapat diteruskan penelitiannya oleh peneliti-peneliti lain.

Subjek penelitian dibatasi pada industri yang diteliti saja (misalnya perbankan), sedangkanobjek penelitiandibatasi pada variabel yang akan diteliti saja.

Problem Limitation

10

@Dr.BaktiSetyadi2020

1.3. Pembatasan Masalah

(11)

Contoh:

1. “…Dengan segala keterbatasan waktu, tenaga, biaya dan teori-teori, Peneliti membatasi ruang lingkup SUBJEK PENELITIAN adalah industri perbankan di Indonesia, dengan pertimbangan sebagai berikut…”

2. “…OBJEK PENELITIAN dibatasi pada variabel dependen yaitu kepatuhan perpajakan dan persepsi wajib pajak pada otoritas pajak, dan variabel independen terdiri dari pemeriksaan pajak, perilaku wajib pajak, dan peraturan pajak. Peneliti juga menggunakan satu variabel moderating, yaitu pengetahuan wajib pajak...”

11

@Dr.BaktiSetyadi2020

Problem Limitation

(12)

Berdasarkan IDENTIFIKASI MASALAH dan PEMBATASAN MASALAH, selanjutnya dirumuskan (dipilih) masalah utama yang akan diteliti.

Rumusan masalah: suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui analisis data yang dilakukan diBAB IV.

Perumusan masalah yang baik:

▪ Harus jelas, tegas dan singkat umumnya dalam bentuk pertanyaan;

▪ Tidak ambiguitas;

▪ Mengekspresikan hubungan antara dua variabel atau lebih.

Problem Statement

12

@Dr.BaktiSetyadi2020

1.4. Rumusan Masalah

(13)

Contoh:

Adapun ketiga rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pengaruh pemeriksaan pajak, perilaku wajib pajak dan peraturan pajak baik secara parsial maupun simultan terhadap kepatuhan perpajakan?

2. Bagaimana pengaruh pemeriksaan pajak, perilaku wajib pajak, peraturan pajak dan kepatuhan perpajakan baik secara parsial maupun simultan terhadap persepsi wajib pajak?

3. Apakah variabel moderating pengetahuan wajib pajak memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel perilaku wajib pajak dan variabel kepatuhan perpajakan?

13

Problem Statement

(14)

14

@Dr.BaktiSetyadi2020

Problem Statement

(15)

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jawaban-jawaban yang memuaskan dari RUMUSAN MASALAHmelalui penelitian empirik berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah.

Tujuan penelitian dinyatakan dalam bentuk pernyataan yang menggambarkan apa yang ingin diperoleh dalam penelitian.

Sebaiknya menggunakan kata kerja yang hasilnya dapat diukur seperti: “Untuk mengetahui…”, “Untukmenguji…”, “Untukmembuktikan,…”,dsb.

Research Objective

15

@Dr.BaktiSetyadi2020

1.5. Tujuan Penelitian

Jika rumusan masalah ada satu, maka hanya ada satu tujua penelitian dan begitu pula seterusnya.

(16)

Contoh:

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui jawaban-jawaban yang memuaskan atas perumusan masalah melalui penelitian empirik berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah, yaitu sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengaruh pemeriksaan pajak, perilaku wajib pajak dan peraturan pajak baik secara parsial maupun simultan terhadap kepatuhan perpajakan.

2. Untuk mengetahui pengaruh pemeriksaan pajak, perilaku wajib pajak, peraturan pajak dan kepatuhan perpajakan baik secara parsial maupun simultan terhadap persepsi wajib pajak.

3. Untuk mengetahui apakah variabel moderating pengetahuan wajib pajak memperkuat atau memperlemah hubungan antara variabel perilaku wajib pajak dan variabel kepatuhan perpajakan.

16

@Dr.BaktiSetyadi2020

Research Objective

(17)

1. Teori-teori yang berkenaan dengan tax compliance dan non-tax compliance yang berkaitan erat dengan pengetahuan di bidang akuntansi perpajakan.

2. Melakukan telaah atas penelitian terdahulu yang telah melakukan kajian atas teori- teori kepatuhan perpajakan.

3. Teori-teori yang berkenaan dengan variabel-variabel yang mempengaruhi kepatuhan perpajakan suatu perusahan.

Research Benefits

17

@Dr.BaktiSetyadi2020

1.6. Manfaat Penelitian

Melalui penelitian ini, diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan yang bermanfaat mengenai:

1.6.1. Manfaat Teoritis

(18)

4. Sikap atau respon wajib pajak atas dikeluarkannya suatu peraturan perpajakan.

5. Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang akuntansi keperilakuan dan akuntansi perpajakan.

6. Hasil penelitian dapat dijadikan referensi bagi peneliti selanjutnya untuk memperdalam studi mengenai kepatuhan perpajakan.

Research Benefits

18

@Dr.BaktiSetyadi2020

1.6. Manfaat Penelitian

1.6.1. Manfaat Teoritis
(19)

1. DJP dapat mengetahui bagaimana tingkat kepatuhan perpajakan oleh wajib pajak,

2. DJP dapat mengetahui bagaimana persepsi secara umum industri perbankan terhadap dirinya.

3. DJP diharapkan dapat menyederhanakan peraturan perpajakan yang akan dikeluarkan.

Research Benefits

19

@Dr.BaktiSetyadi2020

1.6. Manfaat Penelitian

Manfaat praktis penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.6.1. Manfaat Praktis

4. Wajib pajak dapat terus meningkatkan pengetahuannya di bidang akuntansi perpajakan untuk meminimalisir sanksi perpajakan ataupun koreksi pada saat pemeriksaan pajak.

(20)

5. Untuk mengetahui potensi terjadinya penghindaran pajak (tax avoidance) dan penggelapan pajak(tax avoilance)oleh wajib pajak;

6. Melalui kepatuhan perpajakan (tax compliance) penerimaan negara di sektor perpajakan diharapkan akan meningkat, setidak-tidaknya tidak akan berkurang;

7. Industri perbankan dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan tingkat kepatuhan perpajakan.

Research Benefits

20

@Dr.BaktiSetyadi2020

1.6. Manfaat Penelitian

1.6.1. Manfaat Praktis
(21)

Terima kasih atas perhatian dan kehadirannya

Semoga ada manfaatnya

[email protected]

21

End of presentation

@Dr.BaktiSetyadi2020

Referensi

Dokumen terkait

Sebaliknya R 2 sama dengan 1, maka prosentase sumbangan pengaruh yang diberikan variabel independen terhadap variabel dependen adalah sempurna, atau variasi

Variabel dependen (Y) dari penelitian ini adalah Kepatuhan Wajib pajak PBB P2. Kepatuhan Wajib pajak adalah kondisi dimana wajib pajak taat dan memenuhi serta

yang salah satu variabel independen Tingkat Pendidikan dan dependen kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan pekerjaan bebas dengan judul penelitian

dilaksanakan masih belum optimal. Kepatuhan wajib lebih dominan dipengaruhi aplikasi sistem elektronik perpajakan dan pemeriksaan pajak. Variabel penyuluhan pajak

berarti variabel tingkat kepatuhan Wajib Pajak Badan dan pengaruh antara tingkat kepatuhan Wajib Pajak Badan dengan pemeriksaan pajak, serta penagihan pajak secara

Pada variabel kepatuhan wajib pajak UMKM, pengetahuan perpajakan, tarif pajak, omzet penghasilan, dan umur usaha menunjukkan tidak ada variabel independen yang mempunyai nilai tolerance

Berdasarkan hasil uji simultan Kesadaran Wajib Pajak X1, Sosialisasi Perpajakan X2 dan Sanksi Pajak X3 secara simultan berpengaruh terhadap variabel dependen Kepatuhan Wajib Pajak

Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa jauh pengaruh variabel independen, yaitu kesadaran pajak dan pemahaman pajak terhadap variabel dependen, yaitu kepatuhan wajib pajak