• Tidak ada hasil yang ditemukan

Resume Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio

N/A
N/A
Achmad Daffa Ralfsamy

Academic year: 2025

Membagikan "Resume Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Achmad Daffa Ralfsamy

NIM : 01031282328067

Mata Kuliah : Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio

Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio

Konsep Dasar Investasi

Investasi adalah kegiatan untuk menanamkan modal ke dalam bentuk aset tertentu agar nilai aset yang lebih besar dibandingkan saat awal menanamkan modal. Dengan adanya investor, harapan dari seorang investor yaitu nilai pada asetnya mengalami kenaikan dan otomatis akan menghasilkan keuntungan. Kemudian aset yang ditanamkan tersebut dikelola oleh lembaga ataupun pengelola yang telah mendapatkan kepercayaan dari investor, yang disebut dengan manajer investasi. Keuntungan dari pengembangan nilai investasi akan dibagikan kepada investor sebagai timbal balik perjanjian antara keduanya.

Jenis-jenis Investasi : 1. Investasi Riil (Aset Riil)

Investasi riil adalah penanaman modal pada aset berwujud atau fisik yang memiliki nilai intrinsik. Aset ini bisa berupa barang produksi atau properti.

2. Investasi Keuangan (Aset Finansial)

Investasi keuangan adalah penanaman modal dalam bentuk instrumen keuangan atau surat berharga.

Konsep Dasar Manajemen

Istilah manajemen

sangat akrab kita

dengar dalam

(2)

kehidupan sehari-hari, seringkali kita

mendengar kata

“manajemen” dalam kehidupan kelompok, organisasi,

maupun dalam

masyarakat luas.

Manajemen erat kaitannya dengan

organisasi, ada hubungan timbal balik

antarkeduanya, manajemen

membutuhkan organisasi

sebagai wadah tempat

berlangsungnya aktivitas,

(3)

sedangkan organisasi membutuhkan

manajemen untuk

mempermudah jalannya kegiatan secara efektif dan

efisien.

Manajemen sering di artikan sebagai “seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain”. Pada kenyataannya para manager mancapai tujuan organisasi dengan cara mengatur orang lain untuk melaksanakan apa saja yang perlu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri. Manajemen dapat diartikan dalam berbagai aspek, yaitu :

1. Proses perencanaan (Planning)

Menunjukkan bahwa para manajer memikirkan tujuan dan kegiatannya sebelum melaksanakannya. Kegitan mereka biasanya berdasar suatu cara, rencana, atau logika, bukan asal tebak saja.

2. Pengorganisasian (Organization)

Berarti para manajer itu mengkoordinir sumber daya manusia dan sumber daya bahan yang dimiliki organisasi. Sejauh mana efektifnya suatu organisasi tergantung pada kemampuannya untuk mengarahkan sumber daya yang ada dalam mencapai tujuannya.

Tentu saja,dengan makin terpadudan terarahnya pekerjaan akan menghasilkan makin efektifnya organisasi. Mendapatkan koordinasi yang sedemikian itu merupakan salahsatu tugas manajer.

3. Penggerakan (Actuating)

Adalah proses mengarahkan dan memotivasi anggota organisasi untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka. Penggerakan melibatkan komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang kuat, dan pemberian motivasi yang tepat.

(4)

4. Pengendalian (Controling)

Berarti para manajer berusaha untuk meykinkan bahwa organisasi bergerak dalam arah tujuan.Apabila salah satu bagian dari organisasi menuju arah yang salah, para manajer beeusaha untuk mencari sebabnya dan kemudian mengarahkannya kembali ke tujuan yang benar.

Pasar Modal

Pasar modal adalah wadah yang mempertemukan pihak yang membutuhkan dana jangka panjang dengan pihak yang memiliki kelebihan dana untuk berinvestasi. Singkatnya, pasar modal menjadi tempat jual beli instrumen keuangan jangka panjang, seperti saham, obligasi, reksa dana, dan instrumen derivatif.

Saham

Saham adalah bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan. Dengan membeli saham, Anda menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut, meskipun hanya memiliki sebagian kecil saham. Kepemilikan saham ini memberikan Anda hak atas sebagian keuntungan dan aset perusahaan.

Pasar modal adalah pertemuan antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas, sedang pasar saham adalah pasar yang penting karena merupakan tempat di mana harga saham (yang digunakan untuk "menilai” kinerja manajer) ditetapkan. Ada dua jenis pasar saham, yaitu: organized exchange dan over-the-counter market, (Wijaya, 2016).

Keputusan korporasi harus dianalisis dengan mempertimbangkan bagaimana serangkaian tindakan alternatif mungkin mempengaruhi nilai perusahaan. Korporasi tertutup adalah korporasi yang dimiliki oleh beberapa individu yang biasanya berhubungan dengan manajemen perusahaan. Korporasi milik publik atau terbuka adalah korporasi yang dimiliki oleh sejumlah besar individu yang tidak secara aktif terlibat dalam manajemen.

Dividen

Dividen adalah bagian keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Pembagian dividen biasanya dilakukan secara tunai, tetapi bisa juga dalam bentuk

(5)

saham tambahan. Dividen merupakan salah satu daya tarik utama investasi saham, terutama bagi investor yang mencari pendapatan pasif.

Jenis-jenis Dividen

Dividen Tunai: Dividen yang dibayarkan dalam bentuk uang tunai langsung ke rekening investor.

Dividen Saham: Dividen yang dibayarkan dalam bentuk saham tambahan, meningkatkan jumlah kepemilikan saham investor.

Capital Gain

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh investor dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dibandingkan harga belinya. Capital gain terjadi ketika investor menjual sahamnya dengan harga yang lebih tinggi dari harga pembelian.

Obligasi

Obligasi adalah wesel jangka panjang yang diterbitkan oleh unit perusahaan dan pemerintah. Penerbit obligasi menerima uang dalam pertukaran untuk melakukan pembayaran bunga dan pokok pinjaman pada tanggal tertentu di masa depan. Beberapa inovasi pembiayaan jangka panjang baru-baru ini mencakup:

1. Obligasi berkupon nol, yang tidak membayar bunga tahunan tetapi diterbitkan pada diskonto.

2. Utang bersuku bunga mengambang (floating rate debt), di mana pembayaran bunganya berfluktuasi dengan perubahan tingkat suku bunga umum.

3. Junk bond, yang merupakan instrumen berisiko tinggi dengan hasil yang tinggi, diterbitkan oleh perusahaan yang menggunakan leverage keuangan

Provisi penarikan (call provision) memberikan hak kepada perusahaan penerbit untuk menebus obligasi sebelum jatuh tempo dengan syarat-syarat tertentu, biasanya dengan harga yang lebih besar daripada nilai jatuh tempo (perbedaan ini disebut premi penarikan).

Perusahaan biasanya menarik obligasi jika suku bunga turun secara substansial di bawah suku bunga kupon.

Portofolio

(6)

Dalam dunia investasi dan keuangan, portofolio adalah kumpulan aset investasi yang dimiliki oleh individu atau entitas. Aset ini dapat berupa saham, obligasi, reksa dana, properti, atau jenis investasi lainnya. Tujuan dari portofolio adalah untuk mencapai tujuan keuangan tertentu dengan tingkat risiko yang dapat diterima.

Manajemen portofolio merupakan praktik investasi penting yang digunakan oleh dua jenis entitas: investor individu dan investor institusional. Kategori-kategori ini memiliki strategi, tujuan, dan sumber daya yang berbeda. Memahami berbagai pendekatan dan kebutuhan dari kedua jenis investor ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana teknik manajemen portofolio diterapkan di seluruh spektrum keuangan.

Investor individu sering kali berfokus pada kekayaan pribadi dan kebutuhan masa depan, mengelola sejumlah kecil uang dengan berbagai tingkat bantuan profesional.

Sebaliknya, investor institusional mengelola aset berskala besar dengan pendekatan profesional yang dirancang untuk memenuhi kewajiban keuangan dan tujuan institusional tertentu. Namun, kedua kelompok tersebut bertujuan untuk meningkatkan laba mereka dengan mengelola portofolio mereka agar sesuai dengan keadaan dan tujuan keuangan tertentu.

Investor Perorangan

Investor individu memiliki berbagai tujuan pribadi, preferens risiko , dan sumber daya. Tujuan mereka meliputi menabung untuk masa pensiun, mengumpulkan kekayaan untuk pembelian besar, mendanai pendidikan anak, atau membangun dana darurat. Setiap tujuan memerlukan strategi atau profil risiko yang berbeda.

Toleransi risiko serta pengetahuan investasi di antara investor individu sangat bervariasi. Selain itu, pendekatan mereka dalam mengelola investasi dapat berkisar dari perdagangan aktif dan penyeimbangan ulang yang sangat terlibat hingga mengandalkan manajemen otomatis atau profesional. Seiring dengan berkembangnya pasar keuangan dan teknologi yang memperluas akses ke informasi investasi, investor individu memiliki prospek

(7)

yang lebih luas untuk menyesuaikan strategi investasi mereka guna memenuhi tujuan keuangan pribadi mereka.

Investor Institusional

Investor institusional adalah entitas yang mengumpulkan sejumlah besar uang dan menginvestasikan dana tersebut ke berbagai instrumen dan aset keuangan: dana pensiun, dana abadi, yayasan , bank, dan perusahaan asuransi. Masing-masing memiliki tujuan dan batasan khusus yang memengaruhi strategi pengelolaan portofolio mereka. Banyak investor institusional memiliki kewajiban keuangan jangka panjang yang menyebabkan mereka berfokus pada pertumbuhan dan keberlanjutan jangka panjang daripada keuntungan jangka pendek.

Selain itu, investor institusional sering kali berada di bawah pengawasan regulasi yang ketat untuk memastikan mereka mengelola dana penerima manfaat secara bertanggung jawab.

Selain itu, isu tata kelola etika dan sosial semakin memengaruhi keputusan investasi mereka.

Manajemen Risiko merupakan bagian penting dari pekerjaan manajer portofolio institusional karena entitas ini harus menyeimbangkan kebutuhan akan profitabilitas dengan keharusan menjaga modal untuk memenuhi kewajiban di masa mendatang.

Pendekatan investasi investor institusional biasanya konservatif dibandingkan dengan investor individu, dengan fokus pada stabilitas jangka panjang, pelestarian modal, dan pemenuhan kewajiban di masa mendatang. Memang, setiap jenis investor institusional memiliki strategi dan tujuan yang berbeda, tetapi semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengelola kumpulan modal yang besar secara bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan mereka.

Alokasi Aset

Kunci dari manajemen portofolio yang efektif adalah campuran aset jangka panjang.

Umumnya, itu berarti saham, obligasi, dan setara kas seperti sertifikat deposito. Ada yang lain, yang disebut investasi alternatif, seperti real estat, komoditas, derivatif, dan mata uang kripto.

(8)

Alokasi aset didasarkan pada pemahaman bahwa berbagai jenis aset tidak bergerak bersamaan, dan beberapa aset lebih fluktuatif daripada aset lainnya. Campuran aset memberikan keseimbangan dan melindungi dari risiko.

Investor dengan profil yang lebih agresif lebih mempertimbangkan portofolio mereka terhadap investasi yang fluktuatif seperti saham pertumbuhan. Investor dengan profil konservatif lebih mempertimbangkan portofolio mereka terhadap investasi yang lebih stabil seperti obligasi dan saham unggulan.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya pasar modal, pihak yang memiliki kelebihan dana dapat menginvestasikan dana dengan membeli saham suatu perusahaan tersebut dengan harapan memperoleh imbal

Dengan berinvestasi di pasar modal dapat mendorong terciptanya alokasi dana yang efisien, karena dalam pasar modal pihak yang memiliki kelebihan dana (investor)

Berinvestasi di Pasar Saham merupakan investasi tidak langsung karena dana yang di investasikan di Pasar Saham tidak secara langsung diinvestasikan

Pada tanggal 18 Juni 2009 KSEI meluncurkan Fasilitas AKSes (Acuan Kepemilikan Sekuritas) yang merupakan bentuk perlindungan kepada investor dalam berinvestasi di pasar modal

Hal yang belum dipahami dengan baik adalah tentang Pihak yang memiliki Kelebihan Dana antara Masyarakat atau Perusahaan, Tempat Memperoleh Saham, masih

Hal yang belum dipahami dengan baik adalah tentang Pihak yang memiliki Kelebihan Dana antara Masyarakat atau Perusahaan, Tempat Memperoleh Saham, masih

Sementara untuk produk non tradisional investasinya pada pasar modal yang terdiri dari saham syariah, sukuk, dan reksadana, pihak perusahaan menginvestasikan dana tersebut

yang kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana dengan cara Keterangan Mudji Utami dan Mudjilah Rahayu Purwanto Widodo Etty Murwaningsih Suramaya Suci Kewal