RESUME MIKROBIOLOGI
” Sel prokariotik”
Dosen pengampu : Apt. Putu Maharani Ajeng Astiti, S. Farm., M,Sc Disusun Oleh :
Kelompok 7
Clarisyah melani feodora G30123061
Sulastri G30123062
Afriy ani G30123063
Siti Aliyah G30123064
Stela clarisa palima G30123065 Melani ayu arisatika G30123067 Muhammad Gilang Ramadhan G30123068 Atifahana Riskiani R G30123070
Sri wulandari G30123075
PRODI S1 KIMIA
JURUSAN KIMIA BIOLOGI FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS TADULAKO
2024
A. Pengertian sel prokariotik
Menurut istilah bahasa Yunani sel prokariotik berasal dari kata prokaryote, pro artinya kuno dan karyote artinya inti. Prokariotik merupakan organisme uniseluler yang tidak berkembang atau berdiferensiasi menjadi bentuk multiseluler. Beberapa bakteri tumbuh dalam filamen atau kumpulan sel, tetapi kumpulan sel dalam koloni tersebut identik dan mampu memiliki eksistensi independen. Sel-sel dapat berdekatan satu sama lain, sebab mereka tidak terpisah setelah pembelahan sel. Mereka tetap terbungkus di dalam membran dengan cairan yang disekresikan sel. Namun, tidak terdapat hubungan dan komunikasi antar sel.
Prokariot dapat ditemuan hampir di seluruh penjuru bumi, mulai dari laut dalam hingga ke tepian mata air panas, bahkan diseluruh permukaan tubuh kita.
Walaupun jauh dari sederhana, sel prokariotik (termasuk bakteri dan archae) umumnya berukuran lebih kecil dan mempunyai struktur lebih sederhana daripada sel eukariotik. Perbedaan utama antara kedua jenis sel itu adalah bahwa materi genetic (DNA) sel prokariotik tidak terletak dalam suatu struktur membran ganda yang disebut nucleus. Sedangkan pada sel eukariotik, semua materi genetiknya terdapat pada molekul DNA, yang terdapat sebagai kromosom. Kromosom adalah struktur-struktur linier berjumlah banyak yang terletak didalam nucleus.
B. Ciri-ciri sel prokariotik
1. DNA pada sel prokariotik memiliki kromosom tunggal berbentuk lingkaran (sirkuler). DNA tidak dibungkus oleh membran inti. Sehingga dalamsitoplasma, ada istilah yang dinamakan dengan DNA region (nukleoid) DNA region merupakan darah sitoplasma prokariotik yang mengandung DNA.
2. Tidak memiliki membran inti sel. Sel prokariotik tidak mempunyai membran inti sehingga tidak mempunyai batas yang jelas antara sitoplasma dan nukleoplasma.
3. Bersifat uniseluler (bersel satu) 4. Umumnya tidak berklorofil
5. Hidup bebas atau sebagai parasit maupun saprofit 6. Sitoplasma serupa dengan eukariotik.
7. Dinding sel tersusun atas peptidoglikan.
8. Pembelahan diri secara pembelahan biner 9. Metabolisme aerob dan anaerob
10. Memiliki diameter dalam kisaran 1-5 µm, lebih kecil dibandingkan sel- sel eukariotik yang sebagian besar ber ukuran 10- 100 µm.
C. Struktur dan fungsi sel prokariotik
Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki selaput inti. Maka materi genetik sel prokariotik tidak dibungkus oleh selaput. Kebanyakan sel prokariotik adalah uniseluler. walaupun ada pula beberapa yang multiseluler. Sel prokariotik uniseluler ini mampu membentuk kolon.
Bagian sel bakteri dan fungsinya adalah sebagai berikut:.
1. Dinding Sel
Dinding sel adalah bagian terluar dari sel yaitu sel tumbuhan Struktur terdiri atas:
a. Peptidoglikan (senyawa ini menyebabkan dinding sel bakteri kaku) b. Lipid (lemak)
c. Protein 2. Sitoplasma
Stukturnya terdiri atas: Air, nutrisi/zat makanan terlarut, lemak, protein, mineral, serta enzim-enzim
3. Mesosom
Mesosom merupakan pelekukan kedalam (invaginasi) dari membrane plasma.
4. Membran plasma
Membran plasma adalah selaput tipis yang membatasi isi sel denganlingkungan disekitarnya
5. Nukleoid
Bahan inti dari bakteri yang tersusun dari DNA yang membentuk kromosom tunggal dan sirkuler. Pada bakteri tertentu terdapat DNA sirkuler yang lebih kecil dan berada diluar kromosom yang disebut plasmid.
6. Organel
Organel yang terdapat dalam sel-sel prokariotik adalah ribosom yang tersusun dari RNA dan protein. Ribosom merupakan temapt sintesa protein. Ribosom merupakan tempat berlangsungnya sintesis protein.
RNA (Asam Ribonukleat), RNA berfungsi membawa kode- kode gentika sesuai pesanan DNA.
7. Flagelum
Terdapat pada beberapa jenis bakteri (basilu dan spirilus). Tersusun dari protein flagalın fungsinya untuk pergerakan.
8. Pili (fimbriae)
Berukuran lebih kecil dan lebih pendek dari flagel. Pili hanya dapat dilihat dengan mikroskop electron. Dijumpai pada bakteri yang bergerak maupun yang tidak bergerak fungsi untuk melekatkan diri pada jaringan hewan atau tumbuhan yang merupakan sumber nutriennya.