• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESUME SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI AGAMA

N/A
N/A
syaqillue

Academic year: 2023

Membagikan "RESUME SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI AGAMA"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

NAMA: SYAHMI AQIL BIN SYAIRUL FAHMI NIM: 12260113230

KELAS: 3E

DOSEN PENGAMPU: ELYUSRA ULFAH, M.PSI MATA KULIAH: PSIKOLOGI AGAMA

RESUME SEJARAH PERKEMBANGAN PSIKOLOGI AGAMA

A. Awal Sejarah perkembangan psikologi agama

Sejarah bagaimana psikologi agama pertama kali boleh muncul atau lahir tidak dapat dikenal pasti secara jelas. Akan tetapi psikologi agama ini dapat ditemukan di dalam kitab suci atau kisah-kisah sejarah yang terkait dengan ilmu kejiwaan. Ini disebabkan oleh fakta bahwa sebagian besar agama mengajarkan tentang ilmu kejiwaan, yang dapat ditemukan di masyarakat setiap orang. Didalam kitab suci bagi orang Muslim yakni Quran, misalnya, memiliki banyak ayat yang menunjukkan keadaan jiwa orang yang beriman dan orang yang ingkar atau kafir, serta sikap, perilaku, dan bahkan masalah kesehatan mental mereka. Di dalam al-Quran, dalam surat al-an'am ayat 76-78, kisah nabi Ibrahim tentang bagaimana dia mencari Tuhan adalah contoh peristiwa psikologis. Jika mengambil contoh psikologi agama Buddhapula terdapat dari kisah sejarah berkenaan kehidupan Sidharta Gautama, anak putra kepada Raja Kapilawastu yang bersedia meninggalkan kehidupan megah dan kekayaannya itu untuk beralih ke arah spiritualitas dan kebatinan didalam dirinya itu.

Para ahli psikologi barat telah mengatakan bahwa kajian psikologi agama menjadi populer sekitar akhir abad ke-19. Pada masa itu, psikologi digunakan sebagai alat untuk mempelajari agama, membantu memahami cara berpikir, bertingkah laku, dan

mengungkapkan perasaan keagamaan. Selanjutnya, menurut Zakiyah Daradjat (1970: 12), Frazer dan Taylor adalah orang pertama yang berani mempresentasikan hasil penelitian mereka secara ilmiah tentang agama. Mereka menyelidiki berbagai macam agama primitif dan menemukan bahwa ada persamaan yang jelas antara berbagai bentuk peribadatan yang dipraktikkan oleh orang-orang primitif dan yang dipraktikkan oleh agama Kristen. Pikiran- pikiran yang terkandung dalam agama Kristen, seperti pengorbanan karena dosa warisan, keingkaran, hari berbangkit, dan sebagainya, juga terdapat dalam agama-agama primitif.

Menurut temuan penelitian Frazer dan Taylor, ahli-ahli mulai mempertimbangkan agama sebagai bagian dari kehidupan manusia yang dapat dipelajari dan diteliti seperti halnya bagian lain.

(2)

B. Tokoh penting dalam pertumbuhan dan perkembangan psikologi agama

1. G. Stanly Hall, seorang ahli ilmu jiwa agama, menggunakan pendekatan ilmiah dalam psikologi agama pada tahun 1904 untuk menerangkan fakta-fakta agamis,

menggunakan tafsiran materialitis. Tujuannya adalah untuk mempelajari perasaan agama, terutama tentang peristiwa konversi agama pada remaja, menggunakan statistik dan angket.

2. Edwin Diller Starbuck, adalah penulis buku "The Psychology of Religion, An Empirical Study of the Growth of Religious Consciousness", yang banyak membahas pertumbuhan perasaan agama orang dan peristiwa konversi agama.

3. George Albert Coe, menggunakan hypnotis untuk mencari hubungan antara reaksi agama dan watak (temperamen). Dia menulis buku "The Spiritual Life" pada tahun 1900. Dalam buku itu, dia lebih memperhatikan perkembangan agama remaja dan menerangkan bahwa banyak konflik dan kegoncangan agama mengarah pada perkembangan agama yang normal dan benar.

4. William James, menulis buku yang paling penting dalam ilmu jiwa agama, "The Varieties of Religious Experience", yang penuh dengan keterangan dan data dari kasus tentang pengalaman agama yang dirasakan setiap orang atau perkembangan agama mereka sendiri.

5. George M. Stratton, ia berpendapat bahwa sumber agama itu ialah konflik jiwa dalam diri individu. Pada tahun 1911, beliau telah menulis buku “psychology of religious life”.

6. R.H. Thouless, telah menerbitkan buku “an introduction to the psychology of religion”

pada tahun 1923.

7. R.A. Nicholsan telah pun mempelajari aliran sufisme dari agama Islam dengan bukunya “studies in Islamic mystisicm pada tahun 1921.

Sejak dari itu, tampaknya bahwa penelitian tentang psikologi agama tidak hanya berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan secara keseluruhan. buku-buku yang berisi pengalaman keagamaan berbagai tokoh ini kemudian dianggap sebagai buku yang menjadi titik awal dari perkembangan psikologi agama menjadi disiplin ilmu yang berdiri sendiri.

Manakala sumber dari bagian Timur yakni di daerah kawasan Islam juga mempunyai penelitian terkait psikologi agama dapat ditemukan dalam karya-karya Abu Bakar Muhammad Ibn Abd Al-Malin Ibn Thufail, Asrar Al-Hikmat Al-Masyriqiyyat, dan Muhammad Ishaq Bin Yasir, Al-Siyar wa Al-Maghazi, keduanya berasal dari abad ke-7 Masehi. Risalah karya Abu Bakr Muhammad tersebut membahas perkembangan dan perasaan keagamaan seorang anak yang lahir di pulau terpencil. Buku Al-munqidz Min Al- Dlalal karya Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali dan karya Ihya Ulumuddin karya pengarang yang sama, keduanya sangat kaya akan materi tentang topik-topik yang terkait dengan studi psikologi agama. Namun, berdasarkan perkiraan, masih ada beberapa buku karya ilmuwan Muslim yang berisi penelitian tentang topik-topik psikologi agama. Namun, karya-karya ini

(3)

tidak didedahkan dan dikembangkan oleh ilmuwan Barat, hal ini karena sejarah juga mendokumentasikan dampak signifikan dari peradaban Islam terhadap ilmu pengetahuan Barat kontemporer.

(4)

DAFTAR PUSTAKA

1. Rohmah Dr. Noer, (2020), Psikologi Agama edisi revisi, CV. Jakad Media Publishing,

Referensi

Dokumen terkait