• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ring Noetherian dan Ring Artinian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Ring Noetherian dan Ring Artinian"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

http://ojs.unm.ac.id/index.php/sainsmat

Ring Noetherian dan Ring Artinian The Artinian Ring and The Noetherian Ring

Fitriani

Jurusan Matematika Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan Yayasan Pendidikan Ujung Pandang. Jl. Andi Tonro 17, Makassar

Received 15 Januari 2013 / Accepted 15 Februari 2013

ABSTRAK

Dalam tulisan ini, diperkenalkan dua klas khusus dari ring yaitu Ring Noetherian dan Ring Artinian. Berawal dari adanya suatu ring komutatif yang mempunyai suatu ideal (ideal kiri dan ideal kanan). Apabila ideal tersebut memenuhi kondisi rangkaian naik (ascending chain condition/ACC) maka terbentuklah klas yang dikenal sebagai ring Noetherian dan apabila ideal tersebut memenuhi kondisi rangkain turun (descending chain condition/DCC) maka terbentuklah klas yang dikenal sebagai ring Artinian. Selanjutnya dipaparkan pula definisi dan contoh dari ring Noetherian dan ring Artinian. Selain itu, diberikan teorema yang menjelaskan keadaaan dari ring pembagi pada suatu ring Noetherian.

Kata kunci : Ring Komutatif, Kondisi Rangkaian Naik Dan Turun, Bebas Linear.

ABSTRACT

In this paper, presented two special classes of ring, they are Noetherian Ring and Artinian Ring. Starting from the existence of a commutative ring which have ideal (left ideal and right ideal). If these ideal meet the of raising chain condition (ascending chain condition/ACC) then a class will form known as Noetherian Ring and if that ideal meet the dropping chain condition (descending chain condition/DCC) then a class will form known as Artinian Ring.Furthermore, defenition is also presented and the example of Noetherian ring and Artinian Ring. Moreover,a theorem given which explain the circumstances of the ring divider in a Noetherian ring.

Keywords: Comutative ring, ideal, ascending and descending chain condition, independent variables.

Korenspondensi:

email: [email protected]

(2)

PENDAHULUAN

Ring merupakan suatu sistem matematika ( , , )R   yang melibatkan dua operasi biner sedemikian hingga ( , )R  grup komutatif, ( , )R  semigrup dan memenuhi sifat distributif (Adkins, 1992).

Apabila ring ( , , )R   terhadap operasi kedua ( , )R  merupakan semigrup komutatif maka ( , , )R   disebut ring komutatif (Malik, 1997). Salah satu contoh yaitu himpunan semua matriks berordo 2x2 atas bilangan bulat yang dinotasikan M2(Z) dengan opersi penjumlahan dan opersi perkalian, (M2 (Z),+,·).

Dalam ring, dikenal pula suatu ideal.

Diberikan suatu ring R dan IR, I disebut ideal dari R jika dan hanya jika memenuhi :

1. I subgrup terhadap operasi penjumlahan dari R

2. rII, r R 3. IrI, r R

Lebih lanjut jika I memenuhi 1 dan 2 maka I disebut ideal kiri, dan jika I memenuhi 1 dan 3 maka I disebut ideal kanan. Sebagai contoh, diberikan n Z dan I={nkkZ}. I merupakan subgrup dari Z, untuk setiap r  Z, (nk r) n kr( )I dan

( ) ( )

r nkn rkI, kesimpulannya I ideal dari ring (Z,+,·).

RING NOETHERIAN

Sebelum mendefinisikan ring Noetherian, terlebih dahulu diperkenalkan definsi dari suatu kondisi rangkaian naik (ascending chain condition/ACC) yaitu : Definisi 2.1 (Adkins, 1992) :

Suatu ring R dikatakan memenuhi kondisi rangkaian naik dari ideal kiri(kanan) apabila untuk suatu barisan dari ideal kiri(kanan) A A A1, 2, 3,.... dari R dengan

1 2 3 ....,

AAA  terdapat suatu bilangan bulat positif n sedemikian hingga

1 2 ....

n n n

AAA

Berdasarkan definisi 2.1 jelas bahwa ideal kiri(kanan) dari suatu ring yang memenuhi ACC adalah berhingga. Selain itu, ideal tersebut juga merupakan pembangun berhinga dari ringnya. Sebagai contoh, setiap ideal utama dari suatu ring R memenuhi kondisi ACC. Suatu ideal utama dari suatu ring R adalah ideal yang hanya dibagun oleh hanya satu elemen.

Selanjutnya diberikan definisi beserta contoh dari suatu ring Noetherian.

Definisi 2.2 (Malik, Mordeson, Sen; 1997):

Suatu ring yang memenuhi kondisi rangkaian naik (ACC) untuk ideal kiri(kanan) disebut ring Noetherian kiri(kanan). Apabila ring R merupakan ring Noethrian kiri sekaligus Noetherian kanan maka ring R disebut ring Noetherian.

Adapun contoh dari ring Noetherian yaitu, suatu ideal utama dari suatu ring merupakan ring Noetherian dan suatu ring polinomial atas lapangan juga merupakan ring Noetherian. Berikut diberikan beberapa teorema yang terkait dengan ring Noetherian. Teorema 2.3 (Moerdeson, Sen;

1997): Jika R ring Noetherian kiri maka image homomorpisma dari R juga merupakan ring Noetherian kiri.

Bukti :

1. Diberikan R suatu ring Noetherian kiri dan f R: S suatu epimorpisma dari ring. Diberikan J1J2J3,....

(3)

sebarang rangkaian naik dari ideal kiri pada S.

2. Diberikan Ikf1(Jk) untuk setiap 1

k , maka Ik merupakan ideal kiri dari R untuk setiap k dan

1 2 3 ...

III  . Mengingat R ring Noetherian maka terdapatbilangan bulat positif n sedemikian hingga

n n i 1

II  i . Diberikan yJn i,i1 . Mengingat f fungsi pada, maka terdapat xR sedemikan hingga

( )

f xy. Jika xIn iIn maka yJn.

3. Akibatnya JnJn1 i 1 menunjuk- kan bahwa S merupakan Noetherian kiri.

Berikutnya, diberikan suatu teorema yang menjelaskan kondisi yang terjadi pada ring pembagi R terhadap idealnya.

Teorema 2.4 (Dummit, 1997) :

Diberikan I ideal dari suatu ring R. Jika I dan R I/ merupakan ring Noetherian kiri maka R Noetherian kiri.

Bukti :

1. Diberikan A1A2A3... suatu rangkaian naik dari ideal kiri pada R. 2. Diberikan :RR I/ homo-

morpisma natural dari R ke R I/ .

1 2 3

(A) (A) (A) ...

 suatu

rangkaian naik dari ideal kiri pada /

R I . Mengingat R I/ Noetherian kiri, terdapat bilangan bulat positif n sede- mikian hingga (An)(An i ) untuk setiap i1.

1 2 3 ...

AIAIAI  juga me- rupakan rangkaian naik dari ideal kiri pada I. Mengingat I merupakan Noetherian kiri, terdapat bilangan positif m sedemikian hingga

m m i

AIA I untuk setiap i1. Misalkan kmax( , )m n maka

(Ak) (Ak i)

dan AkIAk iI untuk setiap i1. Misalkan bAk i , terdapat xAk sedemikian hingga

( )b ( )x

, yaitu bIxI sehingga, b x I dan juga

b x Ak i . Hal ini menyebabkan

k i k

b x AIAI . Dipenuhi pula b x Ak dan bAk.

3. Diperoleh AkAk1 untuk setiap i1. 4. Akibatnya R ring Noetherian kiri.

RING ARTINIAN

Sama halnya pada ring Noetherian, terlebih dahulu diperkenalkan definsi dari suatu kondisi rangkaian turun (descending chain condition/DCC) yaitu Definisi 3.1 (Adkins, 1992) menyatakan bahwa suatu ring R dikatakan memenuhi kondisi rangkaian turun dari ideal kiri(kanan) apabila untuk suatu barisan dari ideal kiri(kanan) A A A1, 2, 3,.... dari R dengan

1 2 3 ....,

AAA  terdapat suatu bilangan bulat positif n sedemikian hingga

1 2 ....

n n n

AAA

Berdasarkan definisi 3.1 , setiap barisan ideal kiri yang memenuhi DCC juga berhingga.

Berikut diberikan definisi dari ring Artinian, yaitu :

Definisi 3.2 (Malik, Mordeson dan Sen;

1997) :

Suatu ring yang memenuhi DCC dari ideal kiri(kanan) disebut ring Artinian kiri(kanan).

Sebagai contoh, misalkan p prima tetap dan didefinisikan

(4)

dapat ditunjukkan bahwa ( (Z p), , )  merupakan ring komutatif dengan dengan operasi pertama merupakan modulo 1 dan

0

a b  untuk setiap a b, Z p( ). Berdasarkan definisi, setiap subgrup dari ( (Z p), ) merupakan suatu ideal.

Misalkan I ideal dari Z p( ), k bilangan bulat terkecil sedemikian hingga qk

pI

untuk suatu bilangan bulat q, 0qpk. Jika p q| , maka qk 1

p I untuk suatu bilangan bulat a, 0apk1, kontardiksi dengan pemilihan k. Akibatnya gcd(p,q) = 1. Pandang

1

1 1 1

1 2 1

0, , ,...,

k

k k k

J p

p p p

  

  

 

himpunan bagian dari I, ditunjukkan IJ . Misalkan bilangan rational rn

p , dengan gcd( , ) 1p r  dan nk. Ambil

n

r I

p  , mengingat gcd( , ) 1p r  , terdapat bilangan bulat x dan y sedemikian hingga

1

rxpy . Selanjutnya

n k

k n

xp r xr

p p

 dan pyk yk 1

pp yang merupakan anggota dari I, diperoleh 1

k k

xr yp p p I

   . Hal ini kontradiksi dengan pemilihan k, sedangkan

1

1 1 1

1 2 1

0, , ,...,

k

k k k

I J p

p p p

  

   

 

. Ideal tersebut dinotasikan dengan Ik. Jelas

bahwa untuk sebarang bilangan bulat positif k, Ik ideal Z p( ). Oleh karena itu ideal tersebut mengikuti kondisi rangkaian turun, akibatnya (Z p) adalah Artinian.

KESIMPULAN

Dengan adanya suatu kondisi rangkaian naik (ACC/Ascending Chain Condition) dari suatu ideal pada suatu ring menyebabkan terbentuklah suatu klas ring yang dikenal dengan ring Noetherian.

Demikian pula dengan kondisi rangkaian turun (DCC/Descending Chain Condition) dari ideal pada suatu ring menyebabkan terbentuklah klas ring yang dikenal dengan ring Artinian.

DAFTAR PUSTAKA

Adkins, William A., Weintraub and Steven.

H. 1992. Algebra (An Approach via Module Theory). New York.

Birkhoff and McLane. 1987. A Survey of Modern Algebra. New York.

Brown and William C. 1993. Matrices Over Commutative Ring. United State of America.

Dummit, David S, and Foote, Richard M. 2004.

Abstract Algebra. United State of America.

Fraleigh and John B. 1982. A First Course in Abstract Algebra. Philippines.

Herstein, I N. 1975. Topics in Algebra. United States of America.

Howie and John M. 1995. Fundamentals of Semigroup Theory. New York.

Malik, D.S, Mordeson, John N and Sen, M.K.

1997. Abstract Algebra. Singapore.

(5)

Malik, D.S, Mordeson and John N. 1998. Fuzzy Commutative Algebra. London.

Mordeson, John M., Bhutani and Kiran R.

2005. Fuzzy Group Theory. Springer.

Referensi

Dokumen terkait

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,