• Tidak ada hasil yang ditemukan

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

N/A
N/A
Azizah Putri Wibowo

Academic year: 2023

Membagikan "RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT"

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

Dr. DYAN KUNTHI N., SKM., MKM.

(2)

PROSES TERJADINYA PENYAKIT PROSES TERJADINYA PENYAKIT TERGANTUNG PADA KARAKTERISITIK

 AGENT,

 HOST

 ENVIRONMENT

(3)

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

Definisi :

Perkembangan penyakit tanpa campur tangan

medis atau bentuk intervensi lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara natural

Adanya respon dari host terhadap stimulus dari interaksi agent dan environment

(4)

Skema :

STIMULUS RESPON PROSES

PRE PATHOGENESIS + PATHOGENESIS

(5)

Tahapan :

a.Pre Patogenesis

Faktor-faktor : hereditas, ekonomi, sosial, lingkungan fisik, psikis stimulus penyakit

Stimulus dapat terjadi sebelum terjadinya interaksi antara stimulus & manusia

Interaksi awal antara faktor –faktor host, agent &

environment disebut periode prepathogenesis

(6)

b. Patogenesis

Mulai saat terjadinya terjadinya kelainan

/gangguan pd tubuh manusia akibat interaksi antara stimulus penyakit dgn manusia smp terjadinya :

1) Kesembuhan 2) Kematian, 3) kronik

4) Cacat.

(7)

 Pembahasan diatas tidak dijelaskan ttg kondisi orang sebelum terinfeksi, tapi mempunyai resiko untuk terkena suatu penyakit.

 Untuk mengatasi kekurangan ini, perjalanan penyakit dikembangkan menjadi :

1) Fase Suseptibility 2) Fase Subklinis

3) Fase Klinis

4) Fase Konvalescen

(8)

NATURAL HISTORY OF DISEASE

Natural history of disease = progression of disease in an individual over time

(9)

1) Fase Suseptibilitas (Tahap Peka)

Pada fase ini penyakit belum berkembang, tapi mempunyai faktor resiko atau

predisposisi untuk terkena penyakit .

(10)

 Faktor resiko tersebut dapat berupa : a) Genetika /etnik

b) Kondisi fisik, misalnya : kelelahan, kurang tidur dan kurang gizi

c) Jenis kelamin

o Wanita mempunyai resiko lebih tinggi terkena penyakit Diabetes mellitus &

reumatoid artritis dibandingkan pria o Pria mempunyai resiko lebih tinggi

terkena penyakit jantung & hipertensi dibandingkan wanita.

(11)

d) Umur

o Bayi & balita yg masih rentan thd perubahan lingkungan mempunyai

resiko yg tinggi terkena penyakit infeksi o Usia lanjut mempunyai resiko untuk

terkena penyakit jantung dan kanker.

e) Kebiasaan hidup

Kebiasaan hidup yg kurang sehat spt

merokok mempunyai resiko untuk terkena penyakit jantung dan karsinoma paru-paru.

(12)

d) Sosial ekonomi

o Tingkat sosial ekonomi rendah beresiko terkena penyakit infeksi

o Tingkat sosial tinggi beresiko terkena penyakit hipertensi, penyakit jantung koroner, gangguan kardiovaskuler dll, o Tingkat sosial ekonomi tinggi

mempunyai kecenderungan untuk terjadinya perubahan pola konsumsi makanan dgn kadar kolesterol tinggi

(13)

 Untuk menimbulkan penyakit, faktor-faktor diatas dapat berdiri sendiri atau kombinasi beberapa faktor :

a) Kadar kolesterol meningkat akan

mengakibatkan terjadinya penyakit jantung koroner

b) Kelelahan, alkoholik merupakan kondisi yang suseptibel untuk terjadinya Hepatitis

(14)

2) Fase Subklinis

Disebut juga fase Presimptomatik

Pada tahap ini penyakit belum bermanifestasi

dengan nyata (sign dan symptom masih negatif) , tapi telah terjadi perubahan-perubahan dlm jaringan tubuh (struktur ataupun fungsi) tgt pada:

1. Jaringan yang terkena

2. Kerusakan yang diakibatkannya (ringan, sedang dan berat)

3. Sifat kerusakan (reversiblle & irreversible atau kronis, mati & cacat)

Kondisi seperti diatas dikatakan dalam kondisi

Below The Level of clinical horizon

(15)

 Fase ini mempunyai ciri-ciri :

a) Perubahan akibat infeksi atau pemaparan agen penyebab penyakit belum nampak b) Penyakit infeksi terjadi perkembangbiakan

mikroorganisme patogen

c) Penyakit non – infeksi merupakan periode perubahan anatomi dan histologi, misalnya terjadinya aterosklerotik pada pembuluh darah koroner yang mengakibatkan

penyempitan pembuluh darah.

 Pada tahap ini sulit didiagnosis secara klinis

(16)

3) Fase Klinis

 Pada fase ini perubahan-perubahan yang terjadi pada jaringan tubuh telah cukup untuk memunculkan gejala-

gejala (symptom) dan tanda-tanda (signs) penyakit.

 Fase ini dibagi menjadi fase akut dan kronis

(17)

4) Fase Konvalescen

 Akhir dari fase klinis dapat berupa

a) Fase Konvalescen (Penyembuhan) b) Meninggal dunia

 Fase konvalescen dapat berkembang menjadi :

a) Sembuh total

b) Sembuh dengan cacat (Disabilitas atau sekuele)

c) Penyakit menjadi kronis

(18)

 Sekuele

Adanya defect/cacat pd struktur jaringan shg menurunkan fungsi jaringan & tidak smp menggangu aktivitas seseorang

 Disabilitas (Kecacatan/ketidakmampuan) a) Terjadi penurunan fungsi sebagian

atau keseluruhan dari struktur/organ tubuh tertentu sehingga menurunkan fungsi aktivitas seseorang scr

keseluruhan

b) Dapat bersifat : sementara (akut), kronis dan menetap.

(19)
(20)

USAHA PENCEGAHAN PENYAKIT

Sesuai dgn riwayat alamiah penyakit, maka tindakan preventif thd penyakit scr garis besar dikategorikan menjadi :

1. Pencegahan Premordial

a. Memberikan kondisi pd masyarakat yg memungkinkan penyakit tdk mendapat dukungan dasar dr kebiasaan, gaya

hidup dan faktor resiko lain.

(21)

b. Upaya pencegahan ini sangat komplek &

tdk hanya upaya pencegahan dari pihak kesehatan tapi melibatkan berbagai

pihak

c. Menciptakan prakondisi sehingga masyarakat merasa merokok adalah suatu kebiasaan yg kurang baik.

(22)

2. Usaha Preventif Primer (Primary Prevention) a. Dilaksanakan pd periode prepatogenesis

(Stage of Susceptibility) b. Usaha yg dilakukan adl :

1) Promosi Kesehatan (Health Promotion)

2) Perlindungan Khusus (Specific Protection)

(23)

1) Promosi kesehatan

a) Penyuluhan , pendidikan kesehatan b) Nutrisi sesuai tumbuh kembang c) Kesehatan mental

d) Perumahan yg sehat e) Rekreasi yg cukup f) Pekerjaan yg sesuai

g) Konseling perkawinan (genetis & sex education)

h) Pemeriksaan scr berkala

(24)

2) Perlindungan Khusus

a) Imunisasi: BCG, Hb, DPT, Polio, Campak:

PD3I (Penyakit yg dapat dicegah dengan Imunisasi)

b) Kebersihan perorangan

c) Penggunaan sanitasi lingkungan yg baik d) Perlindungan thd kecelakaan scr umum &

kecelakaan kerja

e) Penggunaan nutrisi khusus

f) Perlindungan thd bahan karsinogen g) Menghindari zat-zat allergen

(25)

3. Usaha Preventif Sekunder (Secondary Prevention) a. Dilaksanakan pd periode patogenesis

b. Segera setelah penyakit terdeteksi c. Usaha yg dilakukan adl :

1) Diagnosis Dini dan pengobatan segera (early diagnosis and prompt treatment)

(26)

1) Diagnosis dini & pengobatan segera a) Penemuan kasus (Case Finding) b) Skrining survei

c) Mengobati & mencegah penyakit agar tdk berlanjut

d) Mencegah terjadinya komplikasi & sekuele e) Mempersingkat periode disability

f) Membatasi disability

g) Pengoatan akuduat untuk mencegah/

menghentikan berlanjutnya proses penyakit h) Mencegah komplikasi & sekuele yg lebih parah

(27)

4. Usaha Preventif Tertier ( Tertiery Prevention)

a. Apabila telah terjadi defect/kerusakan struktural atau disability

b. Untuk mencegah semakin buruknya kondisi atau menetapnya disability.

c. Usaha yg dilakukan adl :

1) Pembatasan kecacatan (Disability Limitation).

2) Rehabilitasi (Rehabililtation)

(28)

1) Rehabilitasi

a) Penyediaan sarana untuk pelatihan dan

pendidikan di rumah sakit dan tempat-tempat umum

b) Memanfaatkan dan memelihara kapasitas yg masih tersisa pd seseorang

c) Terapi kerja di rumah sakit

d) Menyediakan tempat pelindungan khusus

e) Pendidikan & penyuluhan untuk masyarakat agar mempekerjakan seseorang yg telah

direhabilitasi.

(29)

CONTOH : RIWAYAT ALAMIAH OBESITAS

 Faktor-faktor yg memungkinkan terlibat sebagai faktor resiko antara lain :

1. Agent

Kelebihan kalori terutama karbohidrat dan lemak.

2. Environment

a. Fisik : Iklim, musim (Produksi makanan berlimpah)

b. Ekonomi : kemampuan daya beli cukup

c. Sosial : keinginan orang tua memberi makan kpd anak melebihi kebutuhan nutrisi.

(30)

3. Host

a. Nafsu makan yang tinggi.

b. Reaksi psikologis terhadap makanan c. Kelainan hereditas

d. Kelainan pada hipotalamus

(31)

1. Periode Prepatogenesis

 Interaksi awal antara agent – host – environment

 Menghasilkan stimulus yg berupa kelebihan kalori

2. Periode Patogenesis

 Interaksi lanjutan antara stimulus dengan host

(32)

 Menghasilkan respon berupa :

a. Meningkatnya berat badan melebihi standar berdasarkan umur, sex dan tinggi badan.

b. Distribusi lemak scr keseluruhan pada tubuh c. Pada fase ini masih dalam level below the

clinical horizon.

 Bila reaksi antara stimulus dan host terus

berlanjut dan telah melibatkan sistem organ, maka akan timbul gejala dan tanda-tanda klinis (above the clinical horizon)

(33)

 Akan terjadi hal-hal :

a. Penurunan efisiensi kerja dan aktivitas fisik.

b. Efek terhadap mortalitas meningkat, karena : Ateroskerosis, hipertensi dan diabetes.

 Akhir dari perjalanan penyakit dpt berupa : a. Sembuh

b. Defect : hipertensi, diabetes c. Disability : sulit bergerak

d. Meninggal.

(34)

HATUR NUHUN

Referensi

Dokumen terkait

Diantaranya beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan pemerintah Sumatera Utara berkenaan dengan permasalahan factor resiko kurang melakukan aktivitas fisik adalah

Resiko Terjadinya Gejala Klinis Campak Pada Anak Usia 1-14 Tahun Dengan Status Gizi Kurang Dan Sering Terjadi Infeksi Di Kota Kediri.. Hidayat, Aziz

Padahal, mereka sedang mengalami proses pertumbuhan relatif pesat dan memerlukan zat gizi dalam jumlah yang relatif besar, misalnya pertumbuhan fisik dan

Masalah gizi yang dalam kondisi tidak normal baik itu kelebihan ataupun kurang saat usia menginjak dewasa atau pada usia diatas 18 tahun adalah masalah yang perlu

Survei pendahuluan di Puskesmas Mergangsan membuktikan bahwa dari populasi sebanyak 120 bayi usia 12-24 bulan, terdapat 9 kasus bayi gizi kurang, 4 kasus bayi gizi buruk, 3

Meliputi nama anak, umur : rentan pada anak berumur 1-14 th dengan status gizi yang kurang dan sering mengalami penyakit infeksi, jenis kelamin (L dan