• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPP Sejarah (Peminatan) 10

N/A
N/A
Karen Wuritimur

Academic year: 2024

Membagikan "RPP Sejarah (Peminatan) 10"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Blora Mata Pelajaran : Sejarah (Peminatan) Kelas / Semester : X / 1

Materi Pokok : Penelitian sejarah

Sub Materi Pokok : Langkah-langkah penelitian sejarah (Pemilihan topik dan Heuristik)

Alokasi Waktu : 3 x 45 (135 Menit) Pertemuan Pertama

A. Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik dapat:

1. Menjelaskan teknik pemilihan topik 2. Mendefinisikan pengertian heuristic.

3. Mendeskripsikan teknik pengumpulan data.

4. Menganalisis perbedaan sumber primer dan sumber sekunder.

5. Merumuskan topik/judul penelitian dan latar belakang pemilihan topik.

6. Mempresentasikan topic/judul penelitian.

7. Menyampaikan pendapat dengan jelas dalam diskusi mengenai topik/judul penelitian.

8. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

9. Menunjukkan sikap tanggung jawab dan peduli terhadap peristiwa-peristiwa sejarah dalam proses penelitian sejarah.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator

3.7 Memahami langkah-langkah penelitian sejarah (pemilihan topik, heuristik) (K-3)

3.7.1 Menjelaskan teknik pemilihan topic 3.7.2 Mendefinisikan pengertian heuristic

3.7.3 Mendeskripsikan teknik pengumpulan data..

3.7.4 Menganalisis perbedaan sumber primer dan sumber sekunder.

4.7 Menerapkan langkah-langkah penelitian sejarah (heuristik, kritik/verifikasi, interpretasi/

eksplanasi dan penulisan sejarah) dalam mempelajari sumber sejarah yang ada di sekitarnya (K-4)

4.7.1 Merumuskan topic/judul penelitian dan latar belakang pemilihan topic.

4.7.2 Mempresentasikan topic/judul penelitian.

4.7.3 Menyampaikan pendapat dengan jelas dalam diskusi mengenai topic/judul penelitian.

C. Materi Pembelajaran:

1. Materi Reguler

 Langkah-langkah penelitian sejarah

 Pemilihan topik

 Heuristik (Pengumpulan sumber) D. Metode Pembelajaran:

1. Metode Pembelajaran : Ceramah, study literature, tanya jawab, diskusi, penugasan.

2. Model Pembelajaran : Discovery learning.

E. Media Pembelajaran 1. Power point

2. Gambar-gambar yang relevan 3. Laptop

4. LCD projector

(2)

F. Sumber Belajar

1. Hapsari, Ratna. 2013. Sejarah Indonesia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta : Erlangga 2. Ririn Darini, dkk. 2016. Buku Siswa Sejarah untuk SMA/MA Kelas X. Klaten :

Cempaka Putih

G. Langkah-langkah pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Abstraksi

Waktu Pendah

uluan  Menyiapkan peserta didik secara psikis fisik untuk mengikuti proses pembelajaran.

 Guru menyampaikan topik tentang “Langkah- langkah penelitian sejarah (pemilihan topic dan heuristic)”.

 Menyampaikan topik dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

 Peserta didik diterangkan sepintas tentang proses pembelajaran yang akan dilakukan

 Peserta didik dibagi dalam empat kelompok (I, II, III, IV).

15 menit

Kegiata n Inti

Stimulasi/rangsangan

Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati gambar yang berkaitan dengan tugas yang akan dikerjakan.

Memberikan pertanyaan berkaitan dengan materi

“Mengapa orang melakukan penelitian?”

Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah)

Siswa diminta untuk menghimpun data-data atau sumber-sumber yang berhubungan dengan topic/judul yang akan dibuat melalui study literature.

Mengumpulkan data

Peserta didik merumuskan topic atau judul penelitian melalui kelompok yang terdiri dari empat atau lima orang. Diskusi dibatasi untuk

90 menit

(3)

merumuskan topic/judul penelitian dan latar belakang topic penelitian.

Mengolah data

Peserta didik melalui diskusi kelompok merumuskan topic/judul penelitian dengan menggunakan sumber-sumber data yang relevan dengan judul/topic yang akan di buat.

Memverifikasi data

Peserta didik mempresentasikan/menjelaskan (mengkomunikasikan), siswa yang lain mengajukan pertanyaan, saran atau masukan dan sanggahan.

Generaliazation (menarik kesimpulan) Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.

Guru memberikan penguatan hasil diskusi dengan menjelaskan semua materi yang disajikan saat itu.

Penutu

p  Guru bertanya pada peserta didik apakah sudah memahami materi tersebut

 Sebagai refleksi guru menggali nilai-nilai apa yang diperoleh setelah belajar tentang topik

“langkah-langkah penelitian (pemilihan topic dan heuristic) serta kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.

 Guru sekali lagi menegaskan agar para peserta didik tetap bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, dan mengajak siswa untuk memahami dan berperan serta dalam mengisi kemerdekaan, demi lestarinya Indonesia sebagai sebuah bangsa.

 Siswa mengumpulkan tugas yang telah dikerjakan

 Menginformasikan materi pertemuan yang akan datang tentang “verifikasi/kritik sumber dan interpretasi”

 Kegiatan diakhiri dengan salam.

15 menit

H. Penilaian Hasil Belajar

a. Jenis dan Teknik Penilaian:

1) Jenis nilai aspek Sikap dengan Teknik Pengamatan/observasi.

2) Jenis nilai aspek pengetahuan dengan Teknik Tes tertulis.

3) Jenis nilai ketrampilan dengan teknik Pengamatan dan portofolio b. Bentuk Instrumen

1) Penilaian Sikap

a) Bentuk : Pengamatan sikap (tercatat dalam Jurnal Penilaian sikap)

(4)

b) Instrumen : terlampir 2) Penilaian Pengetahuan

a) Bentuk : Soal Uraian b) Instrumen : terlampir 3) Penilaian Ketrampilan

a) Bentuk : Lembar Pengamatan Diskusi dan Presentasi b) Instrumen : terlampir

c) Portofolio : Kumpulan tugas siswa

Yogyakarta, Juli 2017 Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 1 Blora Guru Mata Pelajaran

(5)

Lampiran 1 Materi Ajar

Langkah-langkah Penelitian Sejarah

Penelitian sejarah merupakan proses yang kompleks karena menyangkut eksistensi (nilai, moral, agama, dan kebudayaan) suatu bangsa dan manusia pada masa lampau, masa kini, dan masa depan. Selain itu, penelitian sejarah dilakukan melalui langkah tertentu. Langkah- langkah inilah yang disebut metode penelitian sejarah atau metode sejarah. Menurut Gilbert J.

Garraghan, metode penelitian sejarah adalah seperangkat aturan atau prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumber sejarah secara efektif, menilainya secara kritis, dan mengajukan sintesis dari hal-hal yang dicapai dalam bentuk tertulis. Senada dengan pengertian ini, Louis Gottschalk dalam bukunya Mengerti Sejarah (1995: 27) menjelaskan bahwa metode sejarah adalah suatu kegiatan mengumpulkan, menguji, dan menganalisis data yang diperoleh dari peninggalan- peninggalan masa lampau. Data-data tersebut kemudian direkonstruksi sehingga menghasilkan kisah sejarah.

Dalam buku Pengantar Ilmu Sejarah (2005: 90), Kuntowijoyo menjelaskan penelitian sejarah memiliki lima tahapan yang saling berhubungan. Kelima tahapan tersebut yaitu pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber), verifikasi (kritik), interpretasi (penafsiran), dan penulisan. Deskripsi lima tahap penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo, sebagai berikut :

1. Pemilihan topik

Sebelum melakukan penelitian, peneliti harus terlebih dahulu menentukan topik yang akan diteliti. Pemilihan topik hendaknya memenuhi hal-hal sebagai berikut:

 Unik, artinya topik yang dipilih mengandung rasa ingin tahu dan ketertarikan pembaca.

 Bernilai artinya permasalahan yang diteliti memiliki arti penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi masyarakat.

 Kesatuan artinya unsur yang dijadikan bahan penelitian mempunyai satu kesatuan ide.

 Orisinial, artinya topik yang dipilih merupakan sebuah pembuktian baru atas peristiwa di masa lalu.

 Praktis artinya data yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki peneliti.

Selain itu, dalam proses pemilihan topik peneliti harus memperhatikan kedekatan emosional dan kedekatan intelektual terhadap topik yang dipilih. Kedekatan emosional berarti peneliti suka terhadap topik yang dipilihnya. Sedangkan kedekatan intelektual berarti peneliti menguasai topik yang dipilihnya.

2. Heuristik (Pengumpulan Sumber)

(6)

Heuristik berasal dari kata Yunani, heuriskein yang berarti memperoleh. Dalam penelitian sejarah heuristik merupakan upaya penelitian mendalam untuk menghimpun jejak sejarah atau mengumpulkan dokumen guna mengetahui segala bentuk peristiwa atau peristiwa bersejarah pada masa lampau. Ada pun teknik pengumpulan data, yaitu :

 Metode observasi

Teknik observasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara peneliti melakukan pengamatan secara langsung di lapangan. Metode observasi merupakan metode pengumpul data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematika gejala-gejala yang diselidiki (Supardi, 2006:

88). Observasi dilakukan menurut prosedur dan aturan tertentu sehingga dapat diulangi kembali oleh peneliti dan hasil observasi memberikan kemungkinan untuk ditafsirkan secara ilmiah.

Pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses dalam melihat situasi penelitian. Teknik ini sangat relevan digunakan dalam penelitian kelas yang meliputi pengamatan kondisi interaksi pembelajaran, tingkah laku anak dan interaksi anak dan kelompoknya. Pengamatan dapat dilakukan secara bebas dan terstruktur. Alat yang bisa digunakan dalam pengamatan adalah lembar pengamatan, ceklist, catatan kejadian dan lain-lain.

Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, perasaan.

Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk mengevaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.

Secara umum, observasi dapat dilakukan dengan cara berikut :

 Observasi partisipan adalah apabila observasi (orang yang melakukan observasi) turut ambil bagian atau berada dalam keadaan objek yang diobservasi (Supardi, 2006). Dalam observasi ini, peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang atau situasi yang diamati sebagai sumber data.

 Observasi non partisipan, merupakan suatu proses pengamatan observer tanpa ikut dalam kehidupan orang yang diobservasi dan secara terpisah berkedudukan sebagai pengamat (Margono, 2005: 161- 162). Berlawanan dengan partisipan, non partisipan merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati.

 Focus Group Discussion adalah teknik pengumpulan data yang umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah

(7)

tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kelompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. FGD juga dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti (Sutopo, 2006: 73).

 Teknik Kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden).

Instrumen atau alat pengumpulan data juga disebut angket berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden (Sutopo, 2006: 82). Responden mempunyai kebebasan untuk memberikan jawaban atau respon sesuai dengan persepsinya. Jenis-jenis angket menurut cara penyampaiannya meliputi angket langsung (informasi tentang dirinya sendiri) dan angket tidak langsung (informasi tentang orang lain).

 Teknik dokumen. Kata dokumen berasal dari bahasa Latin yaitu docere yang berarti mengajar. Pengertian dari kata dokumen menurut Louis Gottschalk (1986: 38) sering kali digunakan para ahli dalam dua pengertian, yaitu pertama berarti sumber tertulis bagi informasi sejarah sebagai kebalikan dari kesaksian lisan, artefak, peninggalan-peninggalan terlukis dan petilasan-petilasan arkeologis. Pengertian kedua diperuntukkan bagi surat-surat resmi dan surat- surat negara seperti surat perjanjian, undang-undang, hibah, konsesi, dan lainnya. Lebih lanjut, Gottschalk menyatakan bahwa dokumen dalam pengertiannya yang lebih luas berupa setiap proses pembuktian yang didasarkan atas jenis sumber apa pun, baik itu yang berupa tulisan, lisan, gambaran atau arkeologis.

 Teknik triangulasi, merupakan cara pemeriksaan keabsahan data yang paling umum digunakan. Cara ini dilakukan dengan memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data untuk pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu.

Dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang sudah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek kredibilitas data dengan berbagai sumber data.

 Metode wawancara adalah proses tanya jawab dalam penelitian yang berlangsung secara lisan dimana dua orang atau lebih bertatap muka mendengarkan secara langsung informasi-informasi atau keterangan- keterangan (Supardi, 2006: 99). Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yaitu wawancara yang akan mengajukan pertanyaan dan orang yang akan diwawancarai yang akan memberikan jawaban atas pertanyaan yang akan diajukan (Moleong, 2005: 186).

(8)

Lampiran 2

Penilaian Pengetahuan:

Kisi-kisi Soal

(9)

Mata Pelajaran : Sejarah(Peminatan) Kelas/ Semester : X/1

Bentuk Soal : Uraian Jumlah Soal : 5 butir

No Tujuan Pembelajaran Indikator Ju

mla h Soa

l 1 Menjelaskan teknik

pemilihan topik Menjelaskan teknik

pemilihan topik. 2

2 Mendefinisikan pengertian heuristik

Mendefinisikan pengertian heuristik

1

3 Mendeskripsikan teknik

pengumpulan data. Mendeskripsikan

teknik pengumpulan data.

1

4 Menganalisis perbedaan sumber primer dan sumber sekunder.

Menganalisis perbedaan sumber primer dan sumber sekunder.

1

SOAL

Kerjakan soal-soal dibawah ini : N

o

Soal

1 Jelaskan dua pendekatan yang digunakan untuk menentukan sebuah topik penelitian!

2 Sebutkan tiga kesalahan yang harus dihindari sejarawan dalam pemilihan topik menurut Kuntowijoyo!

3 Definisikan pengertian heuristik (pengumpulan data)!

4 Sebutkan teknik-teknik pengumpulan data!

5 Temukan perbedaan sumber primer dan sumber sekunder!

Kunci Jawaban:

1. Dua pendekatan yang digunakan untuk menentukan sebuah topik penelitian adalah : a. Pendekatan emosional yaitu antara si peneliti dan objek yang akan diteliti

memiliki keterkaitan secara emosional, sebagai contoh peneliti ingin meneliti tentang sejarah di daerahnya.

b. Pendekatan intelektual yaitu peneliti harus menguasai topik yang dipilihnya.

2. Tiga kesalahan yang harus dihindari sejarawan dalam pemilihan topik menurut Kuntowijoyo adalah :

(10)

b. Kesalahan baconian yaitu pendapat bahwa tanpa teori, konsep, ide, paradigma, praduga, hipotesis, atau generalisasi yang lain, penelitian sejarah dapat dilakukan.

c. Terlalu banyak pertanyaan, artinya dalam melakukan penelitian, beberapa hal tidak boleh ditanyakan sekaligus.

d. Kesalahan pertanyaan yang bersifat dikotomi, yaitu pandangan sejarah yang hitam-putih atau seolah-olah sejarah hanya memiliki dua kemungkinan.

3. Heuristik merupakan upaya penelitian mendalam untuk menghimpun jejak sejarah atau mengumpulkan dokumen guna mengetahui segala bentuk peristiwa atau kejadian bersejarah pada masa lampau.

4. Teknik-teknik pengumpulan data : a. Metode observasi

b. Focus group discussion (FGD) c. Teknik kuesioner

d. Teknik dokumen e. Teknik triangulasi f. Metode wawancara

5. Perbedaan sumber primer dan sumber sekunder :

Sumber primer merupakan sumber yang menunjukkan kesaksian langsung pada saat peristiwa sejarah itu terjadi. Sumber primer bisa kesaksian langsung dari pelaku sejarah (sumber lisan), dokumen-dokumen, naskah perjanjian, arsip, benda, bangunan sejarah dan benda-benda arkeologi atau artefak. Sedangkan sumber sekunder

merupakan kesaksian dari seseorang yang tidak terlibat langsung dalam peristiwa sejarah. Sumber sekunder bisa berwujud buku dari penulis sejarah lain.

Skor Penilaian Tes Tertulis

No. Soal Skor Maksimal 1

2 3

Jml Skor Maksimal 100

NA = Jumlah Skor Maksimal = 100

Keterangan:

NA : Nilai Akhir

(11)

Lampiran 3

Penilaian Keterampilan:

RUBRIK OBSERVASI I

KEGIATAN DISKUSI KELOMPOK

Mata Pelajaran : Sejarah (Peminatan) Tahun Pelajaran : 2016/2017 Kelas / Semester : X / 1 Waktu Pengamatan :

NO Nama Peserta Didik Mengkomunikasikan 1-4

Mendengarka n 1-4

Berargumen tasi 1-4

Berkon tribusi

1-4

Jumlah Skor

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

Keterangan :

Nilai = Jumlah skor dibagi 4

(12)

a. Keterampilan mengomunikasikan adalah kemampuan peserta didik untuk

mengungkapkan atau menyampaikan ide atau gagasan dengan bahasa lisan yang efektif.

b. Keterampilan mendengarkan dipahami sebagai kemampuan peserta didik untuk tidak menyela, memotong, atau menginterupsi pembicaraan seseorang ketika sedang

mengungkapkan gagasannya.

c. Kemampuan berargumentasi menunjukkan kemampuan peserta didik dalam

mengemukakan argumentasi logis ketika ada pihak yang bertanya atau mempertanyakan gagasannya.

d. Kemampuan berkontribusi dimaksudkan sebagai kemampuan peserta didik memberikan gagasan-gagasan yang mendukung atau mengarah ke penarikan kesimpulan termasuk di dalamnya menghargai perbedaan pendapat.

e. Kriteria

Skor rentang antara 0 – 100

• 91 – 100 = Amat Baik

• 81 – 90 = Baik

• 75 – 80 = Cukup

• 0 – 74 = Kurang

(13)

Lampiran 4

Penilaian Keterampilan:

RUBRIK OBSERVASI II KEGIATAN PRESENTASI

Mata Pelajaran : Sejarah (Peminatan) Tahun Pelajaran : 2016/2017 Kelas / Semester : X / 1 Waktu Pengamatan :

NO Nama Peserta Didik Menjelaskan 0-100

Memvisualkan 0-100

Merespon 0-100

Jumlah Skor 1

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

(14)

29 30

Keterangan :

a. Keterampilan menjelaskan adalah kemampuan menyampaikan hasil observasi dan diskusi secara meyakinkan.

b. Keterampilan memvisualisasikan berkaitan dengan kemampuan peserta didik untuk membuat atau mengemas informasi seunik mungkin, semenarik mungkin, atau sekreatif mungkin.

c. Keterampilan merespon adalah kemampuan peserta didik menyampaikan tanggapan atas pertanyaan, bantahan, sanggahan dari pihak lain secara empatik.

f. Skor rentang antara 0 – 100

91 – 100 = Amat Baik.

81 – 90 = Baik

75 – 80 = Cukup

0 – 74 = Kurang

(15)

Lampiran 5

Penilaian Keterampilan Instrumen Portofolio :

Buatlah penelitian mini tentang salah satu peristiwa sejarah di sekitarnya berdasarkan langkah-langkah dalam penelitian sejarah!

Lembar Penilaian

Mata Pelajaran : Sejarah Peminatan Tahun Pelajaran : 2016/2017 Kelas / Semester : X / 1 Waktu Pengamatan :

NO Nama Peserta Didik Relevansi Kelengkapan Kebahasaan Isi Jumlah Skor

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

(16)

28 29 30

Nilai = Jumlah skor dibagi 3 Keterangan :

a. Kegiatan mengamati dalam hal ini dipahami sebagai cara peserta didik mengumpulkan informasi faktual dengan memanfaatkan indera penglihat, pembau, pendengar, pengecap dan peraba. Maka secara keseluruhan yang dinilai adalah HASIL pengamatan (berupa informasi) bukan CARA mengamati.

b. Relevansi, kelengkapan, dan kebahasaan diperlakukan sebagai indikator penilaian kegiatan mengamati.

Relevansi merujuk pada ketepatan atau keterhubungan fakta yang diamati dengan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan Kompetensi Dasar/Tujuan Pembelajaran (TP).

Kelengkapan dalam arti semakin banyak komponen fakta yang terliput atau semakin sedikit sisa (residu) fakta yang tertinggal.

Kebahasaan menunjukan bagaimana peserta didik mendeskripsikan fakta-fakta yang dikumpulkan dalam bahasa tulis yang efektif (tata kata atau tata kalimat yang benar dan mudah dipahami).

g. Skor rentang antara 0 – 100

• 91 – 100 = Amat Baik 81 – 90 = Baik . 75 – 80 = Cukup 0 – 74 = Kurang

JURNAL PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Blora Kelas/ Semester : X / 1 (satu) Tahun Pelajaran : 2016/2017

No. Waktu Nama Kejadian/Perilaku Butir Sikap Pos/Neg

(17)

Yogyakarta, Juli 2017 Mengetahui,

Kepala SMA Negeri 1 Blora Guru Mata Pelajaran

JURNAL PENILAIAN SIKAP SOSIAL Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Blora Kelas/ Semester : X / 1 (satu) Tahun Pelajaran : 2016/2017

No. Waktu Nama Kejadian/Perilaku Butir Sikap Pos/Neg

(18)

Yogyakarta, Juli 2017

Mengetahui, Guru Mata Pelajaran

Kepala SMA Negeri 1 Blora

(19)

Lembar Kerja Peserta Didik No. 01.01

Mata Pelajaran : Sejarah (Peminatan) Materi Pokok : Penelitian Sejarah

Sub Materi Pokok : Langkah-langkah penelitian sejarah (pemilihan topic dan heuristic)

Kelas : ………

Kelompok : ………

Untuk Kelompok I

Diskusikan dan pecahkan masalah berikut:

Rumuskan sebuah topic/judul penelitian dan buatlah latar belakang/alasan pemilihan judul.

Selamat bekerja!

Tujuan Pembelajaran :

Setelah mengikuti proses pembelajaran peserta didik dapat:

1. Menjelaskan teknik pemilihan topik 2. Mendefinisikan pengertian heuristic.

3. Mendeskripsikan teknik pengumpulan data.

4. Menganalisis perbedaan sumber primer dan sumber sekunder.

5. Merumuskan topik/judul penelitian dan latar belakang pemilihan topic.

6. Mempresentasikan topic/judul penelitian.

7. Menyampaikan pendapat dengan jelas dalam diskusi mengenai topic/judul penelitian

Ketua : ………..

Anggota :

1. ………

2. ………

3. ………

4. ………

5. ………

(20)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan,

dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian1. Sambil melakukan pengamatan,

Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan,

Dalam observasi ini peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan

a) Observasi partisipatif; yaitu peneliti terlibat akan suatu kegiatan sehari- hari pada orang yang sedang diamati atau sebagai sumber penelitian. b) Observasi terus terang atau

Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan

Dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Sambil melakukan pengamatan,

Dalam observasi partisipatif peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.21 Jenis observasi yang penulis