PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Bagi masyarakat: Diharapkan penelitian ini menjadi media untuk meningkatkan pemahaman tentang rumah bernyanyi bagi orang tua dan anak-anaknya. Bagi instansi terkait: Peneliti juga berharap hasil penelitian ini dapat membantu memberikan hiburan yang baik kepada masyarakat.
Definisi Operasional
Di bawah ini adalah tabel kerangka konseptual mengenai rumah bernyanyi sebagai budaya populer anak muda di Kota Makassar. Pandangan Remaja Terhadap Rumah Bernyanyi Sebagai Budaya Rakyat Remaja Kota Makassar Remaja Kota Makassar.
KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA KONSEP
Konsep Perubahan
Perubahan kebudayaan (dinamika) adalah perubahan yang terjadi karena adanya inkonsistensi antara unsur-unsur kebudayaan yang berbeda, sehingga mengakibatkan tidak harmonisnya kondisi kehidupan. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin (1945), perubahan budaya adalah variasi cara hidup yang disebabkan oleh perubahan kondisi geografis, budaya material, komposisi penduduk, ideologi atau karena penyebaran dan penemuan-penemuan baru dalam masyarakat tersebut. Fenomena tersebut tidak jauh berbeda dengan keberadaan rumah bernyanyi yang merupakan hasil perubahan sosial dari masyarakat tradisional menuju modernisasi, hal ini sesuai dengan pendapat Samuel Koenig.
Selo Soemardjan (1974), perubahan budaya adalah setiap perubahan pranata sosial yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk nilai, sikap dan pola perilaku antar kelompok dalam masyarakat. Masyarakat dan kebudayaan selalu berada dalam kondisi perubahan dimana-mana, bahkan masyarakat dan kebudayaan primitif sekalipun terkucil jauh dari berbagai koneksi dengan masyarakat lain, seperti Rumah Bernyanyi.
Rumah bernyanyi dalam konsep perubahan budaya
Rumah bernyanyi sebagai budaya populer di Kota Makassar mempunyai bias terhadap kalangan remaja. Bias bagi remaja. Dari ulasan diatas, rumah bernyanyi merupakan salah satu tempat yang memberikan dampak positif bagi para remaja dan pengunjung lainnya. Dengan bernyanyi di rumah, bernyanyi akan dengan mudah mengurangi stres dan beban segala permasalahan yang ada.
Rumah bernyanyi sebagai budaya populer di Kota Makassar mempunyai bias terhadap kalangan remaja. Bias bagi remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak positif dari rumah bernyanyi adalah menjadi tempat hiburan dan kesenangan. Sanghuset juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kreativitas setiap orang yang memiliki bakat menyanyi.
House songing sebagai budaya populer di kota Makassar mempunyai bias bagi remaja yang terdiri dari bias positif dan bias negatif. Menurut Anda pribadi, apakah memiliki rumah bernyanyi berdampak buruk bagi remaja?
Perubahan budaya dalam masyarakat
Modernisasi
Modernisasi merupakan suatu proses transformasi perubahan menuju sesuatu yang lebih maju atau lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa modernisasi adalah suatu proses perubahan dari cara-cara baru yang lebih maju dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebagai wujud perubahan sosial dari cara tradisional ke cara yang lebih maju untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Suatu perencanaan harus didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang bagaimana suatu kebudayaan dapat berkembang dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih maju atau modern. Dalam berbagai bidang, hal tersebut dapat dikembangkan melalui serangkaian proses yang panjang untuk mencapai pola perilaku baru yang muncul dalam kehidupan masyarakat modern. Soerjono Soekanto (1983), modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang terarah dan didasarkan pada suatu rencana yang biasa disebut perencanaan sosial.
Disorganisasi adalah proses memudar atau melemahnya norma dan nilai dalam masyarakat sebagai akibat dari perubahan. Kemajuan di Bidang Kesehatan Banyak ditemukan teknologi baru untuk menyembuhkan dan mencegah berbagai penyakit.
Remaja menurut hukum
Hukum perdata misalnya, memberikan batasan usia 21 tahun (kurang dari itu selama sudah menikah) untuk menyatakan kedewasaan seseorang (pasal 330 KUH Perdata). Di bawah usia tersebut, seseorang tetap membutuhkan wali (orang tua). untuk melakukan perbuatan hukum perdata (misalnya mendirikan perusahaan atau membuat perjanjian di hadapan pejabat hukum). Masa Remaja Dilihat dari Perkembangan Fisik Dalam ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu terkait lainnya (seperti biologi), masa remaja dikenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik, yaitu masa ketika alat kelamin manusia mencapai kematangan. Secara anatomis, alat kelamin pada khususnya dan kondisi tubuh pada umumnya telah diberi bentuk yang sempurna.
Sebagai pedoman umum, batasan usia 11-24 tahun dan belum menikah bagi remaja Indonesia dapat kita gunakan dengan pertimbangan sebagai berikut. Pada usia ini mulai terlihat tanda-tanda kesempurnaan perkembangan identitas diri jiwa (Ego-identity menurut Erik Erikson), tercapainya fase genital dan perkembangan psikoseksual (menurut Freud) serta tercapainya fase genital dan psikoseksual (menurut Freud). puncak perkembangan kognitif (plaget) dan moral (Kohlberg) (kriteria psikologis). Batasan umur 24 tahun merupakan batas maksimal yaitu memberikan kesempatan kepada mereka yang sampai batas umur tersebut masih bergantung pada orang tuanya, belum mempunyai hak penuh sebagai orang dewasa (menurut adat/tradisi), tidak dapat memberikan pendapat sendiri dan segera.
Dengan kata lain, orang yang mencapai batas usia 24 tahun belum memenuhi syarat kematangan sosial atau psikologis dan masih dapat tergolong remaja. Dalam pengertian di atas status perkawinan sangatlah penting karena status perkawinan masih sangat penting dalam masyarakat kita pada umumnya, seseorang yang menikah pada usia berapa pun dan diperlakukan sebagai orang dewasa, baik secara hukum maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga, maka remaja disini khusus terbatas pada mereka yang belum menikah.
Teori perubahan sosial
Dalam pengertian di atas, status perkawinan sangatlah penting karena asas perkawinan masih sangat penting dalam masyarakat kita pada umumnya, seseorang yang menikah pada usia berapa pun diperlakukan sebagai orang dewasa seutuhnya, baik secara hukum maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan berkeluarga. remaja di sini khusus terbatas pada mereka yang belum menikah. Fenomena sosial harus dipelajari karena hanya dengan cara inilah generalisasi dapat dicapai. A. Perubahan sosial yang terjadi secara lambat dan perubahan sosial yang terjadi dengan cepat Perubahan evolusioner, umumnya perubahan yang lambat disebut evolusi. Perubahan ini membutuhkan waktu yang lama dan biasanya perubahan tersebut terjadi tanpa adanya perencanaan terlebih dahulu, perubahan yang terjadi mungkin bergantung pada orang-orang yang berkuasa pada waktu tertentu.Perubahan revolusioner pada umumnya adalah perubahan yang terjadi dalam jangka waktu yang cepat yang disebut dengan perubahan revolusioner.
Perubahan sosial yang berdampak kecil adalah perubahan yang mungkin mempengaruhi kehidupan bermasyarakat namun tidak memberikan dampak yang berarti terhadap struktur sosial. Contohnya adalah perubahan pola pakaian yang melanggar nilai dan norma. Perubahan sosial yang berdampak besar adalah perubahan yang berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat, misalnya perubahan sistem pemerintahan 3. Perubahan perubahan terencana dan tidak terencana... yang direncanakan adalah perubahan sosial dengan persiapan yang matang dan contohnya perencanaan adalah program keluarga berencana... berencana atau tidak ada persiapan, misalnya ada keluarga yang tiba-tiba terpaksa pindah ke lingkungan baru. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam masyarakat yang bersangkutan.. a) Faktor pertumbuhan penduduk b) Penemuan-penemuan baru.
Faktor eksternal merupakan kebalikan dari faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari luar lingkungan sosial yang bersangkutan. a) Lingkungan fisik b) Peperangan.
Kerangka Konsep
METODE PENELITIAN
- Informan Penelitian
- Lokus Penelitian dan waktu penelitian
- Fokus dan deskriptif fokus penelitian
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Pengabsahan Data dan etika penelitian
- Sejarah Kota Makassar
- Gambaran Umum Kota Makassar
- Gambaran Umum Lokasi penelitian
- Keadaan Demografis
Tambahan pula mengenai komen langsung setiap remaja tentang pengaruh yang dirasai daripada kewujudan rumah nyanyian tersebut. Rumah nyanyian hari ini telah menjadi tempat yang membolehkan remaja berhibur, dan menghilangkan kesedihan. Selain dijadikan tempat beriadah, rumah nyanyian juga dijadikan tempat melatih bakat nyanyian seseorang.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pandangan Remaja Terhadap Rumah Bernyanyi Sebagai Budaya
Rumah bernyanyi ini digunakan sebagai tempat bersenang-senang bersama teman, bukan tempat bersenang-senang atau merugi. Yang juga saya ketahui tentang rumah lagu adalah tempat untuk menikmati pikiran atau tempat bersenang-senang dan berkumpul bersama teman-teman. Berdasarkan pandangan para informan remaja di atas, mereka melihat rumah lagu sebagai tempat bersenang-senang dan sekedar bersenang-senang bersama teman-temannya.
Tak hanya itu, rumah bernyanyi memungkinkan para remaja berkreasi dengan suara yang mereka miliki. Bukan hanya remaja saja yang melihat rumah bernyanyi sebagai tempat hiburan dan bersenang-senang, namun pengunjung awam pun turut merasakan pandangan remaja di atas. Menurut saya, memiliki rumah bernyanyi bisa dijadikan sebagai sarana hiburan dan kesenangan, menghilangkan ketegangan dan tentunya menguji suara.
Kemudian rumah bernyanyi selain untuk bersenang-senang atau mencari hiburan juga digunakan sebagai tempat untuk melatih bakat menyanyi. Rumah Bernyanyi merupakan tempat berkumpulnya teman-teman lama yang artinya Rumah Bernyanyi bisa dijadikan sebagai tempat silaturahmi dengan teman-teman lama yang sudah terputus.
Rumah Bernyanyi Sebagai Budaya Populer di Kota Makassar
Berdasarkan ulasan di atas, rumah bernyanyi bukanlah tempat yang buruk, artinya tidak ada hal-hal yang dapat menimbulkan masalah seperti melanggar norma. Namun, remaja yang tidak mengetahui atau memahami songhouse menggunakannya dengan cara yang tidak wajar. Oleh karena itu, saat ini tidak ada salahnya masyarakat mana pun mengunjungi rumah-rumah bernyanyi.
Informasi di atas menunjukkan bahwa rumah bernyanyi tidak memberikan dampak buruk bagi remaja, melainkan tergantung dari individu masing-masing remaja yang datang ke tempat tersebut. Jika ada remaja yang datang ke rumah bernyanyi untuk dijadikan tempat nongkrong, putus dengan temannya dan melakukan hal lain. Keamanan di rumah bernyanyi juga diperketat untuk menghindari hal-hal yang dapat merugikan sosial masyarakat.
Pengaruh yang saya rasakan dari rumah bernyanyi adalah memberikan hiburan gratis untuk teman-teman menilai. Singhuis mengubah setiap individu dari minder menjadi percaya diri dalam menunjukkan kemampuannya dalam bernyanyi.
Pembahasan
Contohnya adalah perubahan yang terjadi di masyarakat yang menganggap rumah bernyanyi adalah tempat untuk bersenang-senang dan berkumpul bersama teman-teman. Kecenderungan remaja terhadap rumah bernyanyi dapat kita lihat dari banyaknya pengunjung yang datang ke rumah bernyanyi. Menurut masyarakat khususnya remaja yang sering mengunjungi Happy Puppy Alauddin, hadirnya rumah bernyanyi di kota Makassar memudahkan masyarakat atau pengunjung yang ingin mencari hiburan, karena dengan bernyanyi seseorang dapat dengan mudah menghilangkan stress dan beban setiap yang ada. masalah berkurang.
Hal ini dikarenakan dengan bernyanyi di rumah bersama teman anda bisa menilai suara anda dari ekspresi dan respon teman anda. Dari hasil penelitian dan beberapa komentar informan, terdapat beberapa dampak positif dan negatif dari rumah bernyanyi. Rumah Lagu juga menjadi tempat hiburan yang membuat masyarakat merasa rileks, beban mereka berkurang dan bisa melupakan kesedihan masing-masing individu.
Tak hanya itu, seringnya berkunjung ke rumah bernyanyi pasti akan menguras keuangan Anda karena rumah bernyanyi merupakan tempat bernyanyi yang berbayar. Dilihat dari keberadaan rumah bernyanyi, pada prinsipnya rumah bernyanyi muncul karena besarnya permintaan masyarakat terhadap hiburan.