Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung dan membantu disertasi ini, serta kepada Rektor UIN Suska Riau. Ahmad Mujahidin M.Ag beserta jajarannya memberikan kesempatan kepada penulis untuk belajar di universitas ini. Terima kasih banyak atas bantuan, nasehat, motivasi dan bimbingan yang diberikan kepada penulis.
صخلم
اهيلع ظافلحاو لبلإا ةياعر في نوبغري لا نمد تَثكلا كانى لازي لا نكلو ، لبلإا ةلاسرلا هذى شقانت
نوفرعيو نوكردي لا نيذلا سانلا نم تَثكلا كانى لازي لا قطانلدا ضعب في تىح ، نآرقلا في لبلإا دئاوفو .اتهازيم
تيالآا لحنلا ةروس تياوتمح نوتَثكلا فرعي لا ، ناويلحا ملع في في لبلإا ةيهمأ نوفرعي لا سانلا نم تَثكو5
ةيلآا دوى ةروسو ،46
ةيلآا ايسالجا ةروسو ، نع لبلإا نم اًسورد نوذخيأ لا سانلا نم تَثكو لبلإا نع 77
تَثكو ، شيعلل حورلا في ةحورطأطا هذى حبت اذل .لللجا دووول نانتملاال نورععي لا نيذلا سانلا سانلا نم
ناويلحا ملعب اهطابترا ىدمو نآرقلا روظنم نم لاللجا تازايتما
رثكأ ودبي ءيش وهف لبلإا زايتما فيرعت نع امأ
ئاوفلا وأ ، مسلجا يح نم ءاوس ، لاللجا نم ةيهمأو مىأو اًزيتدو ةيصوصخ وأ ، ماعطلا وأ ، تامادختسلاا / د
ىلع تلزن تيلا لىاعتو وناحبس الله ةللك .لماكو ملاك نآرقلا تٌعم نأ تُح في .لخإ ، فيكتلا وأ ، ءاقبلا ةيفيك وتءارقو ةيرعبلل ليلدك مدختسي يذلا فحصلدا ىلع بوتكم الله لوسرك ليبرو كلالدا للاخ نم صلى الله عليه وسلم محمد بينلا
تنااويلحا روطتو كولسو عونتو لكشو صئاصخو ةفيظوو
ةيعوضولدا ةساردلا يى حبلا اذى
هذبه ةطبترلدا تناايبلا عجم تم جنه عم ةيبدأطا تاساردلا للاخ نم ةساردلا
نم ةيبآ ةلصلا تاذ ةيلآا حرش للاخ نم يأ ، تٍفلا ليلحتلا عم حبلا اذى مدقي .ةيعونلا تناايبلا ليلتح ةيلآا ةيساغلا .ةيونثا تناايبك ةلصلا تاذ بدأطا بتكو ةيلوأ تناايب ونأ ىلع نآرقلا لىإ ةراشلإا للاخ
ةيلآا دوى ةروس46
ةيلآا لحنلا ةروسو ،5
ناويلحا ملعب اهتقلاع نع لاضف
ىلع نولصيح لاو نوفرعي لا نيذلا صاخشأطا نم ديدعلا حبلا جئاتن لازت لا
خشأطا / صاخشأطا نم تَثكلا كانى لازي لاو ، لبلإا تازايتما لوح تامولعم دووول ًناانتما لقأ مى نيذلا صا
لللجا صصتخ عيللجا فرعي تىح ، عيللجا لبق نم اىرعنو اهلقن رلتسيس لبلإا تازايتمال ةفرعلدا نكل ، لبلإا ناويلحا ملع في وتيهمأو
ةيلآا ةيصاغلا ةروس تَسفتو في ًالئاد برعلا هاري ام وى ةقيللخا اذى نأ ركذتن نأ تٍعي 77
راحصلاو نيادولا .لاللجا وىو لاأ ءارحصلا في الله قلخ تٌعلد نانتملاال رععنو ملعتن نأ بيج كانى نمو ، ي
نم تيالآا لحنلا ةروس تَسفتو5
لىإ7
ا يشاولداو .ناسنلإا ةايلح ةفلتمخ فئاظوو دئاوف الذ تيلا يشاولدا قلخ ناسنلإل الله دنع عضتخ هلاعأ اهيلإ راعلد
لبلإا يىو الذ ًايلح عنصيو اهقزيمو اهلكؤيل
ةيحاتفلما تاملكلاناويلحا ملع ، نآرقلا ، لملجا ، تازايتملاا
PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN
Konsonan
Vokal bahasa Arab, seperti halnya vokal Indonesia, terdiri atas vokal tunggal atau monoftong dan vokal ganda atau diftong. Untuk vokal tunggal Arab yang lambangnya berupa tanda atau harakat, transliterasinya adalah sebagai berikut. Huruf vokal ganda bahasa Arab yang lambangnya merupakan gabungan antara harakat dan huruf, transliterasinya merupakan gabungan huruf yang mengandung.
Penulisan Alif Lam
Transliterasi marbûtah ini ada dua, yaitu marbûtah ini yang hidup atau mempunyai harakat fathah, kasrah dan dhammah, transliterasinya adalah (t). Jika kata berakhiran ta marbûtah diikuti kata yang menggunakan kata sandang al- dan kedua kata tersebut dibaca terpisah, maka marbûtah tersebut ditransliterasikan menjadi ha (h). Penulisan kata-kata Arab yang umum digunakan dalam bahasa Indonesia. Kata, ungkapan, atau kalimat bahasa Arab yang ditransliterasi adalah kata, ungkapan.
Penulisan Kata Arab Yang Lazim Digunakan Dalam Bahasa Indonesia Kata, istilah atau kalimat Arab yang ditransliterasi adalah kata, istilah
Huruf besar digunakan antara lain untuk menulis huruf pertama nama peribadi (orang, tempat, bulan) dan huruf pertama di awal ayat. Al-Qur'an secara harfiah adalah "membaca", iaitu nama yang dipilih oleh Allah SWT, yang sangat tepat kerana tidak ada satu bacaan pun sejak manusia belajar membaca dan menulis lima ribu tahun dahulu dapat menandingi bacaan yang sempurna dan mulia itu. 8 Allah SWT berfirman dalam QS. Masyarakat yang menjalani kehidupannya jika tidak berlandaskan Al-Quran akan mendapat azab yang salah satunya disifatkan atau dibandingkan dengan binatang oleh Allah SWT. ', 6666 ayat, 86,430 perkataan dan 323,760 huruf, yang bermula dari Al-Fatihah dan diakhiri dengan An-Nas.
Daripada semua itu menunjukkan bahawa tema haiwan dalam al-Quran mempunyai kedudukan yang cukup penting. Federspiel, Kajian Al-Quran di Indonesia: dari Mahmud Yunus hingga Quraish Shihab (Bandung Mizan, 1996), hlm Al-Quran meletakkan haiwan ini sebagai salah satu haiwan yang layak dijadikan bahan Tadabur ciptaan Allah. SWT.
Imam Al-Kurthubi dalam kitab tafsirnya Jami'li Ahkam Al-Qur'an, telah mengatakan bahwa keistimewaan unta terangkum dalam empat hal, yaitu keindahan, pengangkutan, pengangkutan dan faktor konsumsinya. Namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui sepenuhnya tentang manfaat dan keistimewaan unta, bahkan masyarakat menganggap unta hanyalah hewan biasa. Dari contoh di atas kita dapat melihat bahwa masih banyak manfaat unta yang belum diketahui masyarakat, dan kita tahu bahwa masih banyak masyarakat yang belum mau merawat dan melestarikan unta, bahkan di beberapa daerah. , banyak orang yang belum paham dan belum mengetahui keistimewaan dan manfaat unta.
Banyak orang yang belum mengetahui relevansi unta dalam ilmu zoologi dan tidak mengetahui isi surat An-Nahl ayat 5-7 dan surat Al-Gasyiyah ayat 17 tentang unta dan masih banyak orang yang tidak mengambil hikmah dari unta tentang unta. semangat hidup dan masih banyak masyarakat yang kurang mensyukuri keberadaan unta. Dari sekian nama unta dalam Al-Quran terdapat 19 ayat yang menunjukkan bahwa unta dalam Al-Quran dan ilmu zoologi mempunyai kedudukan yang sangat penting yang wajib kita ketahui dan syukuri atas terciptanya unta. Oleh karena itu, penulis merasa tertarik untuk membahas dan membuat judul tentang “KEUNGGULAN UNTA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN RELEVANSINYA DENGAN ZOOLOGI.
Identifikasi Masalah
Batasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
- Tujuan Penelitian
- Kegunaan Penelitian
Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan tambahan wawasan terhadap ilmu pengetahuan khususnya ilmu Al-Qur’an dan ilmu zoologi, dan penulis juga berharap agar penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi bagi kajian Islam khususnya di bidang Al-Qur’an. dan bermanfaat untuk menambah khazanah keilmuan di bidang tafsir Al-Qur'an dan zoologi. Selain itu, tujuan penelitian ini adalah untuk memenuhi persyaratan akademik untuk meraih gelar Ilmu Ushuluddin di Jurusan Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Sistematika Penelitian
Bab kedua berisi tinjauan pustaka (esai teori) yang berisi landasan teori yang memuat ciri-ciri unta dalam Al-Quran dan Zoologi. Pembahasan juga mencakup pemahaman keistimewaan unta dalam Al-Qur'an, pentingnya unta dari sudut pandang zoologi. Ada juga pengertian unta, unta merupakan salah satu hewan istimewa yang disebutkan dalam Al-Quran.
Hewan ini bermanfaat tidak hanya sebagai alat transportasi utama pada masa Nabi, tetapi juga sebagai hewan peliharaan favorit dengan nilai jual kembali yang sangat tinggi. Al-Qur'an menempatkan hewan ini sebagai salah satu hewan yang cocok dijadikan bahan Tadabur menuju ciptaan Allah SWT. Dalam buku Tafsir Ilmi 'Penciptaan Manusia Dalam Perspektif Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan' yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran, Badan Penelitian, Pengembangan dan Pelatihan Kementerian Agama Republik Indonesia, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan bahwa unta bukanlah hewan yang sangat cantik, berlari cepat, kuat, dan setia kepada tuannya. Menurut data Al-Qur'an Miracle Institute, beberapa ahli bahasa menyebutkan ada kurang lebih 6.000 kata dalam bahasa Arab yang mengacu pada unta.
Menurut Lembaga Keajaiban Al-Qur'an (al-Haiah al-Alamiyah lil I'jaz al-Ilmi fi Al-Qur'an Wa As-Sunnah), unta dapat berjalan hingga sejauh 50 mil (sekitar 80 km) sehari, dalam kondisi baik. bertahan hidup tanpa makan dan minum selama 5 hari. Pendapat profesor antropologi Universitas King Saud di Riyadh, Saad Sowayan, mengatakan unta menyerupai segala sesuatu yang berharga dalam kehidupan di gurun pasir. Keistimewaan unta adalah sesuatu yang tampak lebih istimewa, berkarakter, lebih penting, lebih luar biasa dari pada unta ditinjau dari bentuk tubuhnya, manfaat/kegunaannya, makanannya, cara bertahan hidupnya, adaptasinya, dan lain-lain. Keistimewaan unta dalam Al-Qur'an adalah sesuatu yang dianggap lebih istimewa dari unta atau kelebihan unta yang diamati dalam Al-Qur'an.
Pengertian Unta dalam perspektif zoologi adalah ilmu yang mengkaji Unta, baik dari segi struktur, fungsi dan tingkah laku.
Tinjauan Kepustakaan
Tesis yang ditulis oleh Rifki Yunanda dalam tesisnya yang berjudul “Fauna dalam Perspektif Al-Qur'an (Kajian Tafsir Ilmiah Kemenag Lipi)” menyatakan bahwa tema binatang dalam Al-Qur'an mempunyai kedudukan yang cukup penting. Dan Al-Qur'an merupakan kitab suci yang membahas segala hal, dan topik tentang hewan merupakan salah satu topik yang dibahas dalam Al-Qur'an.11. Tesis yang ditulis oleh Dani Hidayat dalam tesisnya yang berjudul “Hewan dalam Al-Qur’an (kajian Tafsir Mawdhû’iy)” menyatakan bahwa penyebutan binatang dalam Al-Qur’an kecuali pada nama-nama huruf yang menggunakan nama binatang, binatang juga disebutkan dalam cerita, perumpamaan, sumpah, dll. 12.
Tesis yang ditulis Fitri Sari tertuang dalam tesisnya yang berjudul “Urin Unta (Kajian Alasan Hadits dan Pendekatan Medis)”. 11. Tesis Rifki Yunanda, “Fauna Dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Tafsir Ilmiah Kemenag Lipi)” (skripsi tidak diterbitkan, Uin Islam Raden Intan Lampung), 2018. 12 Tesis Dani Hidayat, “ Hewan dalam Al-Qur'an (kajian Tafsir Mawdhû'Iy), (skripsi tidak diterbitkan), Uin Sunan Kalijaga Yogyakarts, 2010.
Makalah yang ditulis oleh Yusliha Fitria Firdaus 14 menyebutkan dalam jurnalnya yang berjudul “Unta sebagai Mesin Primitif dari Gurun Sahara” bahwa unta merupakan salah satu spesies hewan berkuku berjari kaki dari genus Camelus. Dari sekian banyak ulasan penelitian-penelitian terdahulu, tidak ada satupun yang fokus pada “Ciri-ciri Unta dalam Sudut Pandang Al-Qur’an. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kepustakaan (library study), yaitu penelitian yang meneliti berbagai sumber dan melalui karya-karya di perpustakaan. Dalam pembahasan penelitian ini, penulis mengkaji ciri-ciri unta dari sudut pandang Al-Qur'an dan relevansinya dengan Zoologi.
Penulis cuba melakukan pencarian ayat-ayat al-Quran, kitab-kitab atau lain-lain bentuk penulisan terutama yang berkaitan unta.
Sumber Data Penelitian
- Data Primer
- Data Skunder
Data sekunder adalah data yang tidak berkaitan dengan sumber aslinya, sehingga penulis mencari sumber lain, baik berupa konsep yang terdapat dalam al-Qur’an, kitab-kitab tafsir lainnya, jurnal, e-book dan buku-buku yang berkaitan. penelitian ini.18 Antaranya ialah buku Tafsir Ilmi bertajuk Penciptaan Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains’ yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Al-Qur’an Mushaf Kementerian Riset dan Pendidikan Indonesia. Kementerian. Agama, bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kitab Mu'jam Alfaz Al - Al-Quran Al-Karim bertajuk Lima Nama Lain Unta dalam Al-Qur'an, Buku Pintar Ilmu dalam Al-Qur'an. an Ciptaan Nadiah Thayyara, Buku Pengenalan Ternakan Susunan Dr. Ni Made Ayu Gumeh Rasa Astiti, MP, Kitab Tafsir Jami'li Ahkam Al-Quran Oleh Imam Al-Qurthubi, Jurnal Unta Bagai Kereta Primitif Gurun Sahara Karya Yusliha Fitria Firdaus.
Teknik Pengumpulan Data
Meneliti ayat-ayat yang berkaitan dengan topik secara keseluruhan dengan mengelompokkan ayat-ayat yang sama maksud atau membuat kompromi antara ayat umum dan ayat khusus.
Teknik Analisis Data
PENUTUP
Saran
Perlu adanya penelitian terhadap kitab-kitab tafsir yang ada untuk dijadikan sebagai kebangkitan semangat terhadap ajaran Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai keberlanjutan, daripada sering mengabaikan ijtihad para ulama karena sering dianggap kurang memiliki kapasitas. ulama. untuk menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an. Perlu adanya penjelasan yang lebih mendalam mengenai keistimewaan unta agar semua orang mengetahui bahwa unta adalah contoh pendalaman semangat hidup dan menjadi manusia yang senantiasa bersyukur. Perlu adanya penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk membuktikan tingkat pemahaman umat Islam terhadap ajaran Islam, sehingga dari sinilah dapat dibuat klasifikasi pemahaman terhadap ajaran agama.
Perlu adanya penelitian yang lebih mendalam mengenai keistimewaan unta khususnya dalam bidang Al-Quran dan Zoologi, agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat sekarang, dulu dan selamanya. Gootschalk Louis, Pengertian Sejarah, A Primer of Historical Method, Diterjemahkan oleh Nugroho Noto Susanto, UI Press: 2014. Federspiel, Kajian Al-Qur'an di Indonesia: Dari Mahmud Yunus hingga Quraish Shihab, Bandung: Mizan, 1996.
Qutb, Asy-Syahid Sayyid Qutb, Tafsir Fi Jhilalil Qur'an: Di Bawah Bayangan Al Qur'an, Jakarta: Gema Insani, 2008. Skripsi Dani Hidayat, "Hewan dalam Al-Qur'an (Kajian Tafsir Mawdhû'Iy ).” Uin Sunan Kalijaga Yogyakart, 2010. Tesis Muhammad Muaz Bin Azhar, “Hukum Konsumsi Urin Unta untuk Pengobatan (Studi Banding Pemikiran Imam Syafi dan Imam Malik),” Uin Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, 2019.
Tesis Rifki Yunanda, “Fauna Dalam Perspektif Al-Qur’an (Kajian Ilmiah Tafsir Kemenag Lipi)”, Uin Islam Raden Intan Lampung, 2018.