Trowulan mengandung warisan budaya yang sangat rentan terhadap potensi ancaman faktor alam dan manusia. Oleh karena itu perlu ditetapkan rencana zonasi untuk melindungi warisan budaya; Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi nomor 28 Tahun 2027 berisi tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian. Sistem Zonasi Zona Pemeringkatan Nasional Trowulan untuk cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan menteri ini.
Sistem klasifikasi nasional situs cagar budaya Trowulan sebagaimana tergambar pada teorema PERTAMA ditentukan berdasarkan hasil penelitian.
Trowulan 1
Trowulan 2
O24O Ha Utara 652.853,87 mT;
OO16 Ha Utara 652.918,17 rnT1, 9.164.600,31mU
Sektor VI Makam Menak Jiaggo Zona lntt Makam Menak
Sekor VII Kolam Nglinguk
Sentonorejo 15
Sentonorejo 16
Sektor X Troloyo
O067 Ha Utara 652.159,72 rnT;
Sekor XI Grogol
Sektor XIII Candi Tikus
Sektor XIV Kumitir
Sektor XV Sumur Beloh
Sektor XVI Struktur Trowulan 12
Sektor XVII fiIates Umpak Zota lrl,ti Candi Wates
- O922 Ha Utara 654.740,89 rnT;
- Umpak 2
- Umpak 3
- Umpak 4
- Umpak 5
- Gemekan 1
- Jabung 2
Batas Kawasan Zota (Ha) (UTM Zoaa 49S| . Sektor )O[II Kawasan Lebak Jabung Intt Struktur Lebak Jabung 1.
Sel II Struktur Temon 2
Sel XV Sumur Jatipasar 2
BATAS PEMANFAATAN RUANG
- Zona Intl Struktur SentonoreJo 6 Pemanfaatan Bersyarat
2012 Industri pupuk dan senyawa nitrogen Industri sabun dan deterjen, produk pembersih dan semir, wewangian dan kosmetik x T,B B il. 2101 Industri Farmasi dan Obat Krmla x T, B B B. Industri Karet, Baratrg drrl Naret den Pla6tlL 221 Indu8tll Katet dan BamnE Karet. 22t2 Industri pengaspalan, penggilingan ulang dan remah-remah X T,B B B. 22t9 Bararg Industri karet dll.
2222 Industri barang plastik untuk kemasan. Bahan curah dan batubara, g Bahan kimia X T,B B B. 466<) Perdagangan besar produk lainnya termasuk sisa Baranq dan Potonqan Ytdl x T,B tl B.4774 Perdagangan eceran di Barsnq Kerajinan dan lukisan di toko Eceran NaLl Llma Ya.
1745 Pasar Ritel Jalanan dan Barang Pribadi x T,B II B. 4746 Pasar Ritel Jalanan dan Pasar Lensa Rumah Tanesa , Alat Tulis, Barang Percetakan, Peralatan Olah Raga. 4791 Perdagangan eceran melalui pos atau internet x T,B IJ B. 4799 Perdagangan eceran bukan di toko, kios, jalan dan pasar lainnya 49tr Anskuta, Kereta Api untuk penumpang. 4941 Angkutan negara non bus untuk penumpang rute x T,B u L}.
4942 Angkutan darat lainnya untuk penumpang Xode XBLI Keglaten / J€nls PenYanqiaZorJa Business. 5021 Angkutan sungai, danau, dan penyeberangan untuk penumpang 5221 Kegiatan jasa angkutan darat
Pemasangan prasarana pelindung cagar budaya berupa pagar dan/atau tanda penanda keberadaan cagar budaya dengan kedalaman pondasi paling banyak 50 cm. v.11. Pemasangan prasarana pelindung cagar budaya berupa pagar dan/atau tanda penanda keberadaan cagar budaya dengan kedalaman pondasi paling banyak 50 cm. v.14. Pemasangan prasarana pelindung cagar budaya berupa pagar dan/atau tanda penanda keberadaan cagar budaya dengan kedalaman pondasi paling banyak 50 cm.
Pemasangan prasarana pelindung cagar budaya berupa pagar dan/atau tanda penanda keberadaan cagar budaya dengan kedalaman pondasi paling banyak 50 cm. Diperbolehkan membangun prasarana perlindungan cagar budaya berupa pagar dan/atau papan penanda keberadaan cagar budaya, dengan kedalaman pondasi paling banyak 50 cm.
- Zona Intl Sumur Trowulan 13 Al Luas: O.OOO4 ha Pemanfaatan Bersyerat
Pembangunan prasarana perlindungan cagar budaya berupa pagar dan/atau tanda penanda keberadaan cagar budaya dengan kedalaman pondasi tidak lebih dari 50 cm diperbolehkan setelah dilakukan pengkajian. Diperbolehkan membangun prasarana berupa papan informasi cagar budaya dengan kedalaman pondasi tidak lebih dari 50 cm. Diperbolehkan mendirikan prasarana pelindung berupa pagar atau papan penanda keberadaan cagar budaya dengan kedalaman pondasi tidak lebih dari 50 cm.
Pembangunan prasarana pelindung berupa pagar atau rambu yang menunjukkan adanya cagar budaya diperbolehkan dengan kedalaman pondasi. Pembangunan prasarana pelindung berupa pagar atau rambu yang menunjukkan adanya cagar budaya diperbolehkan dengan kedalaman pondasi tidak lebih dari 50 cm. Pembangunan prasarana pelindung berupa pagar dan rambu-rambu yang menunjukkan adanya cagar budaya diperbolehkan dengan kedalaman pondasi tidak lebih dari 50 cm.
X,(III.3
Penataan pohon mangga untuk meningkatkan konservasi warisan budaya diperbolehkan, dengan intervensi dan pemeliharaan minimal terhadap pohon peneduh yang ada. Zona ini bertujuan untuk melindungi kawasan pusat dengan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang dapat mengurangi arti penting warisan budaya dan lingkungannya serta mengancam keberadaan potensi warisan budaya yang terdapat di sana. Pembangunan bangunan nirlaba pelindung cagar budaya diperbolehkan dengan arsitektur gaya tradisional, kedalaman dan posisi pondasi tidak mengancam keberadaan cagar budaya.
Kegiatan pertanian dan ladang dengan pengolahan tanah tidak lebih dari 50 cm diperbolehkan, dengan kewajiban menghentikan kegiatan dan melaporkan bila ditemukan peninggalan budaya. Pembangunan prasarana pendukung berupa tempat parkir terbuka dan tempat usaha kecil diperbolehkan setelah survei selesai. Zona ini bertujuan untuk melindungi zona inti dengan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang dapat mengurangi arti penting warisan budaya dan lingkungannya serta mengancam keberadaan potensi peninggalan warisan budaya yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan pertanian, ladang, dan usaha-usaha lainnya diperbolehkan, yang penggarapan lahannya tidak melebihi kedalaman 50 cm, dengan kewajiban menghentikan kegiatan tersebut dan melaporkan penemuan tinggalan budaya. Kegiatan pertanian, ladang, dan usaha-usaha lainnya diperbolehkan, yang penggarapan lahannya tidak melebihi kedalaman 50 cm, dengan kewajiban menghentikan kegiatan tersebut dan melaporkan penemuan tinggalan budaya. Kegiatan pertanian dibatasi pada lahan sekitar dengan kewajiban pencatatan temuan cagar budaya, tidak diperkenankan penggunaan sumur.
SEL III
SEL VII
Kegiatan pembuatan batu bata dan pengolahan tanah tidak diperbolehkan. Pertanian dibatasi pada lahan sekitar dengan kewajiban melaporkan temuan warisan budaya. Kegiatan pertanian dibatasi pada lahan sekitar dengan kewajiban melaporkan temuan warisan budaya. Penggunaan sumur tidak diperbolehkan. Kegiatan pembuatan batu bata dan pengolahan tanah tidak diperkenankan Kegiatan pertanian dibatasi pada lahan sekitar dengan kewajiban melaporkan temuan warisan budaya.
Izin diberikan apabila kegiatan hanya berupa pengupasan tanah sedalam 1 m dengan kewajiban melaporkan kegiatan dan berhenti apabila ditemukan peninggalan budaya.
SEL XIII SUMUR BELOH 4
Pemerintah dan pemerintah daerah bekerjasama dengan semua pihak hendaknya segera melakukan peralihan profesi linggan secara bertahap, sehingga pada akhirnya kegiatan pembuatan batu bata (linggan) tidak lagi dilakukan. Pemanfaatan ruang dalam zona pengembangan untuk perlindungan lanskap budaya diprioritaskan pada lahan pertanian abadi dan permukiman pedesaan dengan kepadatan bangunan (kb) sangat rendah (10 bangunan/ha) dan koefisien dasar bangunan (kdb) rendah (< 30 7o ), kecuali ditentukan lain setelah melakukan penelitian. Bentuk dan gaya bangunan yang disarankan adalah rumah bergaya atap pelana dan tradisional dengan tinggi bangunan tidak lebih dari dua lantai atau maksimal 12 meter (termasuk atap).
Untuk melindungi potensi sisa tanaman yang tersembunyi, maka pengolahan tanah pada lapisan tanah pada zona ini harus dikendalikan agar potensi sisa tanaman tersebut tidak rusak akibat kegiatan budidaya. Pengendalian dilakukan dengan kewajiban bagi setiap pemrakarsa kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak penting untuk melakukan analisis dampak terhadap warisan budaya sesuai dengan ketentuan. ketentuan mengenai kajian dampak warisan budaya terlampir). Bagi yang melakukan kegiatan yang tidak wajib melakukan analisis dampak peninggalan, tetap wajib menyimpan dan melaporkan sisa peninggalan hasil kegiatannya kepada pihak yang berwenang.
Kegiatan pembangunan secara terbatas dapat dilakukan pada kawasan tertentu, yang ditentukan oleh kondisi dalam rangka perlindungan lanskap budaya. Pemerintah dan pemerintah daerah bekerjasama dengan semua harus segera melakukan alih profesi pekerja Linggan secara bertahap sehingga pada akhirnya kegiatan batu bata (Linggan) tidak bisa lagi dilakukan. Direkomendasikan agar lahan tersebut dapat berupa kawasan terbuka hijau dengan koefisien dasar penghijauan minimal 80%, dengan proporsi terbesar diperuntukkan bagi lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) atau lahan pertanian dengan perkebunan permanen.
Kawasan dalam Perlindungan Lanskap Budaya yang dapat diperuntukkan bagi kegiatan pembangunan terbatas, termasuk pembangunan industri dan infrastruktur publik (peningkatan kualitas jalan, irigasi, perumahan). Pemerintah dan pemerintah daerah bekerjasama dengan semua pihak hendaknya segera melakukan peralihan profesi linggan secara bertahap, sehingga pada akhirnya kegiatan pembuatan batu bata (linggan) tidak lagi dilakukan. Secara umum ketentuan intensitas pemanfaatan ruang adalah dengan kepadatan bangunan rata-rata (41 - 60 bangunan/ha) dan koefisien rata-rata dasar bangunan serta tinggi masif bangunan tidak lebih dari tiga lantai, kecuali ditentukan lain. setelah penelitian. dilakukan.
Kegiatan yang diperbolehkan adalah kegiatan yang tidak berpotensi menghasilkan limbah, pencemaran bahan kimia atau getaran tinggi (termasuk suara) yang dapat merusak tinggalan atau warisan budaya pada lingkungan hidup, baik yang ada di dalam tanah maupun yang dipermukaan serta kajian mengenai dampak warisan budaya. . Kegiatan yang diizinkan mengikuti arahan peruntukan sesuai rencana tata ruang dan tidak bertentangan dengan kawasan perlindungan lanskap budaya. Setiap inisiatif kegiatan yang mempunyai dampak penting dapat berkonsultasi dengan Unit Pelaksana Teknis yang bertugas melindungi warisan budaya pada Kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kebudayaan sebelum melakukan kajian dampak terhadap warisan budaya.
MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA, TTD
NADIEM ANWAR MAKARIM sesuai dengan aslinya