• Tidak ada hasil yang ditemukan

SAP ANEMIA.docx

N/A
N/A
P17324422059 Salbiyah Ananda Putri P

Academic year: 2025

Membagikan "SAP ANEMIA.docx"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

SATUAN ACARA PENYULUHAN ANEMIA REMAJA

Disusun oleh :

Nama : Salbiyah Ananda Putri P NIM : P17324422059

Kelas : 2B

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG PRODI D3 KEBIDANAN KARAWANG

TAHUN AJARAN 2024/2025

(2)

SAP ANEMIA PADA REMAJA PUTRI

Topik : Anemia

Sub Topik : Anemia Pada Remaja Sasaran : Remaja

Hari/tanggal : Sabtu, 23 September 2024 Waktu : 40 menit

Tempat : Kantor Desa Ciptamarga Penyuluh : Salbiyah Ananda

1. Tujuan

a. Tujuan Instruksional Umum :

Setelah diadakan penyuluhan tentang Anemia ini selama 40 menit, diharapkan remaja dapat mengerti dan memahami tentang anemia.

b. Tujuan Instruksional Khusus :

Setelah mengikuti penyuluhan tentang anemia pada remaja selama 40 menit, para remaja dapat menjelaskan tentang:

1) Pengertian anemia menurut bahasanya sendiri 2) Faktor yang dapat menyebabkan anemia 3) Tanda dan gejala anemia

4) Dampak anemia bagi remaja

5) Faktor yang mempengaruhi kadar hb remaja 6) Pengaruh anemia terhadap kemampuan kognitif

2. Strategi Pelaksanaan :

a. Metode : Ceramah Tanya Jawab.

b. Media : Power point, Video, laptop, LCD.

3. Garis besar materi a. Pengertian anemia

b. Faktor yang dapat menyebabkan anemia

(3)

c. Tanda dan gejala anemia d. Dampak anemia bagi remaja

e. Faktor yang mempengaruhi kadar hb remaja f. Pengaruh anemia terhadap kemampuan kognitif

4. Proses Pelaksanaan

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta 1 5

menit

Pembukaan Menjawab salam,

mendengarkan dengan seksama dan mengisi pre test Mengucapkan salam dan terima

kasih atas kedatangan para peserta a. Memperkenalkan diri

b.Pre test

2 25 menit Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan Mendengarkan dan memperhatikan . Menyampaikan materi tentang

pengertian Anemia

Menyampaikan Faktor yang dapat menyebabkan anemia

Menyampaikan tanda dan gejala anemia

Menyampaikan dampak anemia bagi remaja

Menjelaskan Faktor yang mempengaruhi kadar hb remaja Menjelaskan Pengaruh anemia terhadap kemampuan kognitif Menayangkan Video

3 10 menit Penutup Peserta

memperhatikan dan

(4)

memberikan

pertanyaan jika ada yang belum

jelas serta menjawab pertanyaan yang . Memberikan kesempatan pada

peserta untuk bertanya jika terdapat hal-hal yang belum jelas

. Menyimpulkan atau merangkum hasil penyuluhan

c. Post Test diberikan kepada

peserta saat evaluasi.

Menjawab salam . Memberi salam dan meminta maaf

bila ada kesalahan

5. Evaluasi Terlampir

Lampiran Materi

(5)

ANEMIA PADA REMAJA PUTRI 1. Pengertian

Anemia adalah kondisi ketika tubuh mengalami penurunan atau jumlah sel darah merah berada di bawah kisaran normal. Hal ini terjadi karena kurangnya hemoglobin (protein kaya zat besi) sehingga mempengaruhi produksi sel darah merah. Maka dari itu, oksigen juga sulit untuk mencapai sel dan jaringan di dalam tubuh. Masalah kesehatan atau penyakit pada remaja termasuk anemia seringkali membuat orangtua khawatir. Apalagi, saat mengalami anemia, anak terlihat lebih mudah lelah dan lesu. Namun, dikutip dari Healthy Children, dikatakan bahwa pertumbuhan yang cepat merupakan penyebab utama anemia pada remaja.

Ini merupakan usia dimana anak sangat rentan mengalami anemia.

2. Faktor Penyebab

Berikut berbagai penyebab anemia yang paling sering dialami:

a. Kurang asupan zat besi

Penyebab paling umum dari anemia adalah ketika anak kekurangan zat besi baik dari makanan atau asupan suplemen. Apalagi ketika anemia lebih banyak terjadi pada remaja putri karena di masa puber ia merasakan permulaan siklus menstruasi. Perlu diketahui bahwa kebutuhan zat besi di masa remaja adalah sekitar 8 mg hingga 15 mg setiap harinya. Oleh karena itu, Anda juga perlu memperhatikan ketika remaja mulai melakukan diet. Perhatikan asupan gizi serta nutrisinya dengan baik karena hal ini juga bisa memicu anemia.

b. Anemia karena perdarahan

Hal ini bisa terjadi karena pendarahan yang diakibatkan oleh cedera, menstruasi yang cukup berat, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan lainnya. Maka dari itu, anemia pada remaja lebih sering dialami anak perempuan karena setiap bulannya ia mengalami menstruasi. c. Sel darah merah rusak

Ini merupakan kondisi yang juga bisa disebut sebagai anemia hemolitik. Kondisi ini termasuk saat sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel darah merah dengan sendirinya.

Perlu diketahui bahwa ini juga merupakan jenis yang disebabkan adanya kelainan sel darah merah karena faktor keturunan. Sebagai contoh, anemia sel sabit juga thalasemia.

d. Produksi sel darah merah terlalu lambat

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab anemia pada remaja yang satu ini, seperti:

Anemia aplastik, saat tubuh berhenti membuat sel darah merah karena infeksi atau penyakit.

Kekurangan vitamin B12 dari makanan, suplemen, hingga tubuh yang tidak bisa menyerap vitamin ini.

(6)

3. Tanda dan Gejala Anemia

Sebagian orang yang mengalami anemia tidak memperlihatkan gejala atau tanda apa pun.

Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan anak dapat mengalami gejala anemia seperti di bawah ini:

a. Kulit yang terlihat pucat.

b. Mengalami perubahan suasana hati.

c. Terlihat sangat lelah.

d. Kepala terasa sangat pusing.

e. Detak jantung lebih cepat dari biasanya.

f. Mengalami jaundice (kulit dan mata menjadi kuning).

Saat mengalami anemia berat, anak remaja juga bisa mengalami tanda dan gejala lainnya, seperti:

a. Mengalami sesak napas.

b. Tangan dan kaki bengkak.

c. Pusing disertai sakit kepala.

d. Mengalami sindrom kaki gelisah.

4. Dampak Anemia Bagi Remaja

Pada remaja, anemia dapat menyebabkan berbagai dampak seperti berikut: a. Penurunan imunitas

b. Gangguan konsentrasi c. Penurunan prestasi belajar

d. Mengganggu kebugaran dan produktivitas.

e. Memperbesar resiko kematian saat melahirkan f. Menjadi salah satu penyebab bayi lahir prematur g. Berat bayi yang cenderung rendah

5. Faktor yang Mempengaruhi Kadar Hb Remaja Putri

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kadar Hb turun pada remaja yaitu:

1. Kehilangan darah yang disebabkan oleh perdarahan menstruasi 2. Kurangnya zat besi dalam makanan yang dikonsumsi

3. Penyakit yang kronis, misalnya TBC. Hepatitis, dsb.

(7)

4. Pola hidup remaja putri berubah dari yang semula serba teratur menjadi kurang teratur, misalnya sering terlambat makan atau kurang tidur.

5. Ketidakseimbangan antara asupan gizi dan aktivitas yang dilakukan (wijanarka,2007).

6. Pengaruh Anemia Terhadap Kemampuan Kognitif

Dalam konteks ilmu psikologi didefinisikan secara luas mengenai kemampuan berpikir dan mengamati, suatu perilaku yang mengakibatkan seseorang memperoleh pengertian.

Kemampuan berkonsentrasi terhadap suatu rangsang dan luar. memecahkan masalah, mengingat atau memanggil kembali dari memorinya suatu kejadian yang telah lalu, memahami lingkungan fisik dan sosial termasuk dirinya sendiri. Fungsi kognitif antara lain:

1. Taraf inteligensia: yaitu kemampuan untuk mencapai prestasi di sekolah dan berbagai bidang kehidupan antara lain pergaulan sosial, teknis, perdagangan, pengaturan rumah tangga.

2. Bakat khusus yaitu kemampuan yang menonjol di suatu bidang, misal matematika, bahasa asing.

3. Organisasi kognitif menunjukkan materi yang sudah dipelajari, disimpan dalam ingatan secara sistematis atau tidak.

4. Kemampuan berbahasa.

DAFTAR PUSTAKA

Puspa Sari,dkk. Buku Saku Anemia Defisiensi Besi pada Remaja Putri. (2022): Penerbit NEM. Wahyu Nuraisya, Endah Luqmanasari, Anis Setyowati. Efektifitas Pemberian Ttd Melalui Program Gelang Mia Terhadap Tingkat Anemia Remaja. (2021): Media Nusa Creative (MNC Publishing).

Yusni Podungge, Sri Yulianti W. Mile. Buku Referensi Remaja Sehat, Bebas Anemia. (2021):

Deepublish.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Instruksional Umum : Dengan mengikuti mata kuliah ini mahasiswa dapat menjelaskan teori dan aplikasi anggaran fleksibel untuk biaya dalam perencanaan laba

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis buah yang dikonsumsi remaja sebagai upaya pencegahan anemia pada remaja yang mengikuti Pelayanan Remaja Sehat Milik

150 menit Mahasiswa dapat menjelaskan teori terkait: pengertian manajemen keuangan, peluang karir, sejarah, keputusan manajemen keuangan, tujuan dari perusahaan

Setelah mengikuti penyuluhan tentang ”Anemia Pada Ibu Hamil” selama 30 menit ibu hamil dapat mengetahui pentingnya melakukan pencegahan anemia selama masa

Setelah mengikuti penyuluhan selama 1 x 40 menit, 80% pengunjung dapat memahami tentang pengertian keluarga berencana, manfaat dari  program keluarga berencana, jenis-jenis alat

Hasil penelitian menyatakan sikap remaja putri dalam pencegahan anemia sebelum diberikan penyuluhan kesehatan, paling banyak kategori baik sebanyak 19 responden

Apabila diperoleh hasil p < 0,05 maka terdapat pengaruh pemberian penyuluhan tentang Pengaruh anemia terhadap tingkat pengetahuan remaja putri HASIL PENELITIAN Penelitian dilakukan

ISSN: 2797-9210 Print | 2798-2912Online http://bajangjournal.com/index.php/J-ABDI Gambar 3.Pembagian Undangan Penyuluhan Gambar 4.Pelaksanaan Penyuluhan Pencegahan Anemia pada Remaja