Berdasarkan hasil observasi data Dapodik dan kondisi sebenarnya diketahui karakteristik GTK di SD Negeri 34 Sungai Limau. Fasilitas yang dimiliki SD Negeri 34 Sungai Limau cocok untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah tersebut.
VISI SD NEGERI 34 SUNGAI LIMAU
TUJUAN SD NEGERI 34 SUNGAI LIMAU
Tujuan Jangka Pendek
Tujuan Jangka Panjang
INTRAKURIKULER 1. Struktur Kurikulum
Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran merupakan cara pandang guru terhadap proses pembelajaran yang mengacu pada terjadinya suatu proses yang masih bersifat umum. Sedangkan menurut Rahmawati, pendekatan pembelajaran adalah suatu cara yang akan digunakan agar siswa belajar sesuai dengan tujuannya.
Kurikulum 2013 Menggunakan Pendekatan Tematik di III dan VI Model pembelajaran tematik merupakan model pembelajaran yang
Pendekatan pembelajaran tematik adalah suatu bentuk model pembelajaran terpadu yang menggabungkan suatu konsep dalam beberapa materi, pelajaran atau bidang studi ke dalam satu tema atau topik pembahasan, memadukan pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang memungkinkan siswa aktif belajar. menemukan konsep dan prinsip ilmiah secara holistik, bermakna, dan otentik. Sebab dalam pembelajaran tematik, pembelajaran tidak hanya mendorong siswa untuk mengetahui (learn to know), tetapi juga belajar untuk melakukan (learn to do), menjadi (learn to be), dan untuk hidup bersama (learn to live Together). . 2) Kurikulum mandiri menggunakan pendekatan mata pelajaran I, II, IV dan V.
Pendekatan kurikulum mandiri berikut ini, yaitu konsep pendekatan saintifik mengacu pada kurikulum pembelajaran yang berlaku di sekolah. Sementara itu dalam jurnal Efek Pembelajaran Geometri dengan Pendekatan Induktif, Rahmawati mengemukakan bahwa pendekatan pembelajaran adalah suatu jalan yang akan ditempuh guru dan digunakan agar siswa dapat belajar menurut tujuan tertentu.
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA a. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
- Merancang indikator kemampuan
- Menyusun strategi asesmen
- Mengolah hasil asesmen
- Menyusun pelaporan
Selain kedua proyek besar tersebut, dimensi Profil Siswa Pancasila juga dikembangkan dalam proses pembelajaran intrakurikuler pada tema dan mata pelajaran pembelajaran serta kegiatan ekstrakurikuler. Pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila pada Mata Kuliah Intrakurikuler telah diintegrasikan pada seluruh mata kuliah pada Tahap A, B, dan mata kuliah umum pada Tahap C. Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila telah diintegrasikan pada mata kuliah dalam bentuk proyek kegiatan. Pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan Profil Siswa Pancasila disesuaikan dengan potensi lokal yang merupakan ciri khas suatu satuan pendidikan, kinerja operasional pembelajaran, dapat memenuhi keberagaman minat dan bakat siswa, serta mampu mengembangkan kecakapan hidup siswa. .
Pelaksanaan proyek penguatan profil peserta didik Pancasila pada satuan pendidikan dilakukan secara fleksibel, baik dari segi isi, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Dalam hal ini, satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan proyek penguatan profil siswa Pancasila. Profil Pelajar Pancasila tidak hanya berfokus pada kemampuan kognitif saja, namun juga sikap dan perilaku sesuai dengan jati dirinya sebagai warga negara Indonesia dan juga warga dunia.
Berkeyakinan, bertakwa, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, bekerjasama dengan nalar kritis dan kreatif merupakan dimensi yang diterapkan dalam proyek peningkatan profil pelajar Pancasila. Pelaksanaan proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila dilakukan pada lintas mata pelajaran dengan tema tertentu yang ditentukan sekolah.
EKSTRAKURIKULER
Ekstrakurikuler wajib
Tentukan kinerja siswa (dalam hal pencapaian tahapan standar: perkembangan awal, perkembangan awal, perkembangan, sangat berkembang) dan uraikan catatan prosesnya dalam satu paragraf. Gerakan Pramuka adalah nama organisasi luar rumah dan luar sekolah yang menerapkan prinsip dasar Kepramukaan dan metode latihan Kepramukaan. Latihan pramuka sendiri merupakan suatu proses pembelajaran yang dilakukan di alam terbuka dalam berbagai jenis kegiatan yang dikemas secara menarik, menyenangkan, menyehatkan, terarah, teratur dan juga sangat menantang.
Pendidikan dan penerapannya berdasarkan prinsip kepramukaan dan metode pendidikan kepramukaan mempunyai tujuan akhir yaitu membentuk kepribadian, budi pekerti, akhlak mulia, dan kecakapan hidup.
Ektrakurikuler pilihan
Kinerja siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler harus dinilai dan dijelaskan dalam laporan kualitatif. Kriteria keberhasilannya meliputi proses dan pencapaian kompetensi siswa pada kegiatan ekstrakurikuler yang diwajibkan dan dipilih. Mahasiswa wajib mencapai nilai minimal “baik” pada rapornya setiap semester atas pendidikan pada kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya.
Untuk membimbing minat dan bakat siswa, program ekstrakurikuler yang dilaksanakan di SD Negeri 34 Sungai Limau tahun ajaran 2023/2024 meliputi: program ekstrakurikuler wajib dan pilihan. Kegiatan minat wajib merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa I sampai dengan VI. kelas, dan kegiatan minat wajib dilakukan oleh peserta perkemahan.
PELAKASANAAN ASESMEN
Penilaian hasil belajar siswa pada lembaga sekolah dapat dilakukan oleh pendidik (guru), satuan pendidikan (sekolah) dan pemerintah. Pencapaian tujuan belajar mahasiswa menjadi materi yang diolah menjadi nilai akhir mata kuliah dalam periode pelaporan (biasanya satu semester). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa sebagai dasar penentuan kenaikan nilai dapat didasarkan pada penilaian sumatif.
Penilaian terhadap pencapaian hasil belajar siswa untuk kenaikan kelas dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar siswa dengan kriteria pencapaian tujuan pembelajaran. Dengan demikian, para siswa tersebut bisa melanjutkan ke kelas yang lebih tinggi, tidak harus bertahan di kelas III. Siswa mempunyai tujuan pembelajaran yang belum tercapai (ada tujuan pembelajaran yang hasilnya belum mencapai capaian minimal).
Siswa banyak mengalami masalah ketidakhadiran/absensi (jumlah ketidakhadiran disepakati oleh Satuan Pendidikan). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa untuk kelulusan dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar siswa dengan kriteria pencapaian tujuan pembelajaran.
CAPAIAN PEMBERLAJARAN
- Pendidikan Pancasila
- Bahasa Indonesia
- Matematika
- IPAS Fase A
- PJOK Fase A
Siswa mampu menyebutkan identitas (fisik dan non fisik) keluarga dan teman di rumah dan di sekolah. Siswa mampu mengidentifikasi dan mendeskripsikan bentuk kerjasama dalam keberagaman di lingkungan keluarga dan sekolah. Siswa menyampaikan perasaan berdasarkan fakta, imajinasi (dari diri sendiri dan orang lain) dengan indah dan.
Bilangan Pada akhir tahap A, siswa menunjukkan pemahaman dan mempunyai pengertian bilangan (number sense) terhadap bilangan bulat sampai dengan 100, dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan dan menyusun (rangkai) serta menguraikan (menguraikan) bilangan-bilangan . Siswa dapat mengenali, meniru dan melanjutkan pola-pola non-bilangan (misalnya gambar, warna, suara) Pengukuran Pada akhir Tahap A siswa dapat membandingkan. Geometri Pada akhir Tahap A, siswa dapat mengenal berbagai bentuk bidang (segitiga, segi empat, poligon, lingkaran) dan bentuk geometri (balok, kubus, kerucut, dan bola).
Mereka dapat menggunakan operasi perkalian dan pembagian untuk menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan Pengukuran.Pada akhir tahap C, siswa dapat menentukan. Geometri Pada akhir tahap C, siswa dapat mengkonstruksi dan memecah bentuk spasial (kubus, balok dan kombinasinya) serta mengenal visualisasi spasial (depan, atas dan samping). Observasi Pada akhir fase A, siswa mengamati fenomena dan peristiwa hanya dengan mengoptimalkan penggunaan panca indera.
Pada akhir tahap A, siswa memahami prosedur dan mampu melakukan latihan pengembangan kebugaran jasmani yang berhubungan dengan kesehatan.
TUJUAN PEMBELAJARAN
Pengertian Tujuan Pembelajaran dan Pengertian Alur Tujuan Pembelajaran
Alur tujuan pembelajaran dalam kurikulum mandiri sebenarnya mempunyai fungsi yang sama dengan kurikulum, yaitu merencanakan dan menyelenggarakan pembelajaran serta penilaian dalam jangka waktu satu tahun. Selain itu, Aliran Tujuan Pembelajaran bertujuan untuk membantu siswa mencapai hasil belajar yang bertingkat. Perlu diketahui bahwa guru bebas membuat kurikulum mandiri ATP sendiri, sehingga alur antara satu guru dengan guru lainnya pasti berbeda, meskipun keduanya mengajar pada fase yang sama.
Pendekatan Dalam Merancang Tujuan Pembelajaran
Misalnya, konten pengajaran terpadu pada Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Misalnya mata kuliah Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam yang diajarkan pada semester 1 jam. Contoh lainnya adalah pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial secara bergantian dalam blok waktu yang berbeda.
RENCANA PEMBELAJARAN DAN ASESMEN 1. Rencana Pembelajaran
Menentukan Ketecapaian Tujuan Pembelajaran
Untuk mengetahui apakah siswa berhasil mencapai tujuan pembelajaran, guru harus menetapkan kriteria atau indikator tercapainya tujuan pembelajaran. Kriteria ini berkembang pada saat guru merencanakan penilaian, yang dilakukan pada saat guru membuat RPP, baik dalam bentuk RPP maupun modul pembelajaran. Kriteria kinerja ini juga menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih/membuat alat penilaian, karena belum tentu suatu penilaian sejalan dengan tujuan dan kriteria pencapaian tujuan pembelajaran.
Kriteria ini merupakan penjelasan (deskripsi) mengenai kemampuan apa saja yang harus ditunjukkan/demonstrasikan siswa sebagai bukti telah mencapai tujuan pembelajaran. Yang paling disarankan adalah menggunakan deskripsi, namun bila perlu pendidik dapat menggunakan interval nilai (misalnya dan sejenisnya). Dengan demikian, kriteria yang digunakan untuk mengetahui apakah siswa telah memenuhi tujuan pembelajaran dapat dikembangkan oleh guru dengan menggunakan beberapa pendekatan, antara lain: (1) menggunakan deskripsi sehingga apabila siswa tidak memenuhi kriteria tersebut maka dianggap belum memenuhi tujuan pembelajaran. , (2) menggunakan rubrik yang dapat mengidentifikasi sejauh mana siswa mencapai tujuan pembelajaran, (3) menggunakan skala atau interval nilai atau pendekatan lain sesuai kebutuhan dan kemauan guru untuk mengembangkannya.
Contoh salah satu tujuan pembelajaran mata kuliah Bahasa Indonesia Tahap C: “siswa dapat menulis laporan hasil observasi dan wawancara”.
Kesimpulan: Siswa dianggap mencapai tujuan pembelajaran apabila kedua kriteria di atas mencapai minimal tahap mahir. Pendidik menentukan terlebih dahulu interval dan tindak lanjut yang akan dilakukan kepada siswa. Setelah menerima hasil tes, pendidik dapat langsung mengevaluasi pekerjaan siswa dan menentukan tindak lanjut berdasarkan interval.
86 - 100% Telah mencapai ketuntasan, membutuhkan pengayaan atau tantangan lebih. Jika siswa dapat mengerjakan 16 dari 20 soal (dengan bobot yang sama), maka ia mendapat skor 80%. Laporan tersebut menjelaskan hubungan sebab akibat yang logis disertai argumen logis untuk meyakinkan pembaca. Diasumsikan setiap kriteria mempunyai bobot yang sama, sehingga pembaginya adalah jumlah dari jumlah kriteria (dalam hal ini 4 kriteria) dan nilai maksimum (dalam hal ini nilai maksimum adalah 4).
Setelah memperoleh nilai (baik dari rubrik maupun dari nilai ulangan), dosen dan/atau unit pembelajaran dapat menentukan interval skor guna menentukan ketuntasan dan tindak lanjut sesuai interval tersebut. Pada contoh di atas, guru hanya menggunakan rubrik dan menyimpulkan bahwa siswa telah mencapai tujuan pembelajaran di atas karena sebagian besar kriteria telah terpenuhi.
PENUTUP
Pendampingan Dan Pengembangan Profesional
SD Negeri 34 Sungai Limau Dukungan, penilaian dan pengembangan keprofesian dilakukan secara internal oleh satuan pendidikan untuk menjamin pembelajaran berjalan sesuai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses ini dipimpin oleh kepala sekolah dan/atau guru yang dianggap mampu menjalankan peran tersebut. Penilaian, pendampingan, dan pengembangan keprofesian dilakukan secara bertahap dan mandiri agar terjadi peningkatan mutu satuan pendidikan secara berkesinambungan, sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan.
Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Negeri Se Gugus II Sungai Limau yang dilaksanakan sesuai program kerja KKG reguler, seperti kegiatan mingguan untuk membantu penyusunan atau revisi tujuan pembelajaran dan modul pengajaran. Pelaksanaan pelatihan internal (IHT) atau focus group Discussion (FGD) dilakukan minimal enam bulan sekali atau sesuai kebutuhan dengan mengundang narasumber yang berkompeten dari beberapa universitas yang bekerja sama, instansi terkait dan praktisi pendidikan.
KESIMPULAN
Saran