• Tidak ada hasil yang ditemukan

KRAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

N/A
N/A
SDN37 SUNGAILIMAU

Academic year: 2023

Membagikan "KRAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

Data guru dan tenaga pengajar SDN 10 Sungai Limau dapat disajikan pada tabel berikut. Guru dan tenaga pendidik di SDN 10 Sungai Limau tahun ajaran 2023/2024 berjumlah 10 orang, terdiri dari 1 orang kepala sekolah, 8 orang tenaga pendidik dan 1 orang tenaga pengajar. Untuk mempercepat pencapaian target SNP, SDN 10 menyiapkan KOSP Sungai Limau sebagai satuan pendidikan yang menerapkan kurikulum mandiri.

Selain itu KOSP SDN 10 Sungai Limau juga bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan satuan belajar dan memperkuat pendidikan karakter melalui Profil Siswa Pancasila. Berdasarkan dan mengacu pada visi Dinas Pendidikan Kabupaten Padang Pariaman, maka visi SDN 10 adalah Sungai Limau. Pernyataan misi SDN 10 Sungai Limau ditetapkan mewakili unsur visi yang telah ditetapkan dan dimensi profil siswa Pancasila.

Tujuan yang diharapkan SDN 10 Sungai Limau dalam penerapan kurikulum adalah sebagai bentuk realisasi misi sekolah yang dikemukakan sebagai berikut. Organisasi Pembelajaran SDN 10 Sungai Limau Tahap A (Kelas I) Alokasi waktu kelas I selama satu tahun ajaran adalah 1.152 jam pelajaran, dengan rincian 900 jam pelajaran untuk kegiatan intrakurikuler dan 252 jam pelajaran untuk proyek penguatan profil Pancasila siswa. Organisasi pembelajaran SDN 10 Sungai Limau Tahap B Kelas IV Alokasi waktu kelas IV selama satu tahun ajaran adalah 1.368 jam pelajaran, dengan rincian 1.116 jam pelajaran untuk kegiatan intrakurikuler dan 252 jam pelajaran untuk proyek penguatan profil siswa Pancasila.

Penyelenggaraan Pembelajaran Tahap B SDN 10 Sungai Limau untuk Kelas IVA Komitmen waktu Kelas IV selama satu tahun ajaran adalah 1.368 jam.

Pengorganisasian Pembelajaran SDN 10 Sungai Limau Fase B Kelas IV Alokasi waktu kelas IV selama satu tahun ajaran adalah 1.368 jam

Jadwal Pelajaran

Pendekatan Pembelajaran

Kurikulum Merdeka Menggunakan Pendekatan Mata Pelajaran di I dan IV

Terdapat berbagai pendekatan pembelajaran yang digunakan di SDN 10 Sungai Limau disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kelas, antara lain: Pada pendekatan ini, guru akan memberikan gambaran umum mata pelajaran dengan mengilustrasikan kejadian di dunia nyata. Tujuannya adalah untuk mendorong siswa menemukan hubungan antara pengetahuan dalam materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini menuntut siswa untuk berpikir kritis sehingga secara tidak langsung dapat membantu mereka menemukan potensi yang dimilikinya. Pendekatan kedua ini dapat mendukung tercapainya profil siswa Pancasila yang sejalan dengan tujuan pendidikan Indonesia melalui kurikulum mandiri. Dimana guru tidak akan mengajarkan siswa bagaimana menyelesaikan soal yang nyata dan tidak nyata, namun mendorong siswa untuk berpikir kritis untuk memecahkan masalah tersebut.

Dimana mewujudkan siswa yang berpikir kritis merupakan salah satu dimensi dan ciri pembelajaran dengan profil siswa Pancasila dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam pendekatan ini guru menekankan bahwa siswa harus menggunakan seluruh pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan suatu masalah. Pendekatan Pembelajaran Kurikulum Mandiri selanjutnya yaitu konsep pendekatan saintifik mengacu pada kurikulum yang berlaku di sekolah.

Pendekatan saintifik yang disebutkan dalam kurikulum 2013 kemudian menggunakan lima langkah yaitu observasi, bertanya, mengumpulkan data, membuat asosiasi dan mengkomunikasikannya. Terakhir, pendekatan proses dimana guru memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengamati penemuan atau penyusunan konsep tertentu.

Muatan Lokal

Pendidikan kreatif ini dapat diwujudkan dalam bentuk seni budaya, kerajinan, pendidikan jasmani dan olah raga, bahasa dan teknologi. Misalnya pada mata pelajaran Seni Budaya, siswa dapat memainkan permainan tradisional, musik tradisional, tarian daerah dan mengetahui makna filosofis dari alat-alat sejarah di daerah yang bersangkutan. Selain itu melalui Mulok pula bahasa daerah, seni kuliner, dan kerajinan daerah tetap dapat mempertahankan eksistensinya.

Komitmen yang kuat terhadap pengembangan pendidikan melalui Mulok merupakan salah satu langkah awal yang dapat dilakukan dalam mewujudkan kurikulum merdeka belajar dan Indonesia Emas tahun 2045. Kurikulum merdeka belajar merupakan salah satu langkah konkrit menuju terwujudnya pendidikan di tingkat nasional. tingkat lebih lanjut. Melaksanakan pembelajaran berbasis proyek sehingga dapat menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skill sesuai profil mahasiswa Pancasila.

Berdasarkan ketiga konsep di atas, terdapat hubungan yang saling bersinggungan antara mata pelajaran Mulok dengan Kurikulum Merdeka. Hubungan yang dimaksud erat kaitannya dengan cita-cita pendidikan sebagai wadah pembentukan karakter bangsa yang berkualitas. Sebagai ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan fungsional yang berguna dalam kehidupan sehari-hari;

Kurikulum Mulok dan Merdeka dengan demikian berada pada satu garis linier yang sama dalam upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkarakter.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

  • EKSTRAKURIKULER
  • Ekstrakurikuler wajib
  • Ektrakurikuler pilihan
  • ASESMEN
  • Fungsi asesmen formatif
  • Karakteristik asesmen formatif
  • Fungsi Asesmen Sumatif

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan penunjang di SDN 10 Sungai Limau sebagai pelengkap pendidikan untuk meningkatkan kecerdasan dan keterampilan siswa sesuai bakat dan minat serta kompetensi lainnya. Waktu luang wajib merupakan suatu bentuk program kegiatan yang diwajibkan bagi seluruh peserta didik, kepramukaan merupakan suatu proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga berupa kegiatan yang menarik, menyenangkan, menyehatkan, teratur, terarah, praktis yang dilaksanakan di alam terbuka. dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan yang tujuan akhirnya adalah pembentukan budi pekerti, budi pekerti dan budi pekerti. Gerakan Pramuka adalah nama organisasi luar rumah dan luar sekolah yang menerapkan prinsip dasar Kepramukaan dan metode latihan Kepramukaan.

Camp education sendiri merupakan suatu proses pembelajaran yang berlangsung di luar ruangan dalam berbagai bentuk kegiatan yang dikemas secara menarik, menyenangkan, menyehatkan, terarah, terorganisir dan juga sangat menantang. Program ekstrakurikuler pilihan adalah suatu bentuk kegiatan yang dipilih mahasiswa sebagai wadah untuk mengarahkan dan mengembangkan potensi bakat dan minat mahasiswa dalam bidang non akademik yang dapat menunjang kompetensi akademik secara umum dan secara khusus menunjang proses aktualisasi diri. siswa. 1 Pramuka Mempersiapkan siswa untuk memimpin keberagaman global, kemandirian, kreativitas, disiplin, tanggung jawab dan semangat kebangsaan.

Kinerja siswa dalam kegiatan waktu luang harus dinilai dan dijelaskan dalam rapor kualitatif. Kriteria keberhasilannya meliputi proses dan pencapaian kompetensi siswa pada kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat wajib dan yang dipilihnya. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan kebutuhan belajar, perkembangan dan pencapaian hasil belajar siswa. Jenis-jenis penilaian menurut fungsinya antara lain: penilaian sebagai proses pembelajaran (assessment as learning), penilaian untuk proses pembelajaran (assessment). untuk pembelajaran), dan penilaian pada akhir proses pembelajaran (assessment of learning).

Selama ini pelaksanaan penilaian cenderung terfokus pada penilaian sumatif yang dijadikan acuan dalam penyelesaian laporan hasil pembelajaran. Adalah sebagai bahan refleksi diri, yang nantinya dapat digunakan oleh Pendidik sebagai data/informasi untuk memastikan hasil belajar siswa. Terintegrasi dengan proses pembelajaran yang sedang berlangsung sehingga penilaian formatif dan pembelajaran menjadi satu kesatuan.

Melibatkan siswa dalam pelaksanaannya (misalnya melalui penilaian diri, penilaian teman sejawat dan refleksi metakognitif dalam proses pembelajaran). Sekaligus dilaksanakan dalam proses pembelajaran, yang kemudian ditindaklanjuti dengan memberikan perlakuan berdasarkan kebutuhan siswa dan memperbaiki proses pembelajaran. Tujuan pengolahan data adalah untuk memperoleh informasi tentang hasil belajar yang dicapai siswa dalam jangka waktu tertentu yang akan disajikan dalam laporan kemajuan pembelajaran dan dapat memetakan kelebihan dan kekurangan siswa untuk dijadikan dasar pemberian umpan balik. .

Mekanisme Kenaikan Kelas dan Kelulusan

Capaian pembelajaran pendidikan pancasila Fase A umumnya kelas I SD/MI

Siswa mampu mengenal dan mengucapkan lambang dan sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila. Siswa mampu mengidentifikasi dan menjelaskan hubungan simbol dan sila dalam lambang negara Garuda Pancasila. Siswa mampu memberikan contoh menaati dan tidak menaati peraturan di keluarga dan di sekolah.

Siswa mampu menyebutkan identitas (fisik dan non fisik) keluarga dan teman di lingkungan rumah dan di sekolah. Siswa mampu membedakan dan mengapresiasi perbedaan-perbedaan baik yang bersifat fisik (misalnya warna kulit, jenis rambut, dan lain-lain) maupun non fisik (misalnya miskin, kaya, dan lain-lain) keluarga dan teman-temannya di lingkungan rumah dan sekolah. Siswa mampu mengenali dan mengungkapkan bentuk-bentuk kerjasama dalam keberagaman di lingkungan keluarga dan sekolah.

Siswa mampu mengenali ciri-ciri fisik lingkungan keluarga dan sekolah sebagai bagian integral dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Siswa mampu menyebutkan contoh sikap dan perilaku menjaga lingkungan sekitar serta mengamalkannya di lingkungan keluarga dan sekolah. Siswa mampu mengidentifikasi aturan-aturan dalam keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar tempat tinggalnya serta melaksanakannya dengan bimbingan orang tua dan guru.

Siswa mampu menjelaskan jati dirinya, keluarga dan temannya ditinjau dari budaya, minat dan perilakunya. Siswa mampu mengenali dan menyebutkan identitas (fisik dan non fisik) orang-orang disekitarnya. Siswa mampu mengapresiasi perbedaan ciri-ciri fisik (misalnya warna kulit, jenis rambut, dan lain-lain) dan non fisik (misalnya miskin, kaya, dll) orang-orang di lingkungannya.

Siswa mampu mengidentifikasi dan menyajikan berbagai bentuk keanekaragaman suku, sosial budaya yang ada di lingkungan sekitar. Mahasiswa mampu memahami lingkungan sekitar (RT/RW/desa/kelurahan dan kelurahan) sebagai bagian integral dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mahasiswa mampu menampilkan sikap gotong royong dalam berbagai bentuk keberagaman suku, sosial, dan budaya di Indonesia yang diikat dengan persatuan dan kesatuan.

Tujuan Pembelajaran ( TP ) dan Alur Tujuan Pembelajaran ( ATP )

Kompetensi yaitu kemampuan yang dapat ditunjukkan atau ditunjukkan oleh siswa dalam bentuk produk yang menunjukkan bahwa siswa telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Isi yaitu pengetahuan inti atau konsep utama yang harus dipahami pada akhir satu satuan pembelajaran. Variasi, yang menggambarkan keterampilan berpikir kreatif, kritis, dan tingkat tinggi yang harus dikuasai siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Alur tujuan pembelajaran merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan logis dalam fase-fase secara keseluruhan dan menurut urutan pembelajaran dari awal sampai akhir suatu fase. Alur Tujuan Pembelajaran pada Kurikulum Mandiri sebenarnya mempunyai fungsi yang sama dengan silabus, yaitu merencanakan dan menyelenggarakan pembelajaran dan penilaian secara garis besar untuk jangka waktu satu tahun. Selain itu, Alur Tujuan Pembelajaran juga bertujuan untuk membantu siswa mencapai Hasil Belajar secara bertahap.

Perlu diketahui bahwa guru mempunyai kebebasan untuk membuat kurikulum mandiri ATP, sehingga alur yang timbul antara guru yang satu dengan guru yang lain tentu berbeda, meskipun keduanya mengajar pada tahapan yang sama.

Gambar

Tabel 1.1  Data pendidik dan tenaga kependidikan SDN 10 Sungai Limau Tahun 2023/ 2024

Referensi

Dokumen terkait

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka, P5 dan platform merdeka mengajar terhadap para guru, operator

(b) Aktivitas guru – guru SDN 38 Sungai limau dalam menyusun RPP selama kegiatan KKG penyusunan RPP pada kegiatan KKG. Masalah penelitian dirumuskan sebagai berikut: a)

Berdasarkan landasan tersebut, SD Negeri 34 Sungai Limau berkeinginan untuk selalu berkembang, berharap akan menjawab tantangan pendidikan dalam memfasilitasi suatu suasana belajar

PETA KONTEN DALAM MEMAHAMI PENGIMPLEMENTASIAN KURIKULUM MERDEKA 01 01 01 01 Memahami garis besar Kurikulum Merdeka Langkah 01 02 02 02 02 Memahami Pembelajaran dan Asesmen

114 Faisal Alam 2024 ANALISIS KINERJA GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DI KELAS I DAN IV Studi Fenomenologi di SDN 053 Cisitu, SDN

Modul Ajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas 1 SD/MI Fase A Kurikulum

CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Institusi : SDN 1 GIRIK Mata Pelajaran : PJOK Kelas : FASE A Tahun Pelajaran : 2023/ 2024 ELEMEN DESKRIPSI Keterampilan Gerak Elemen

DASAR HUKUM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Hukuman yang menjadi dasar untuk menerapkan Kurikulum Merdeka adalah sebagai berikut: 1 Permendikbudristek nomor 5 tahun 2022 yang menetapkan