Waralaba
1. Kenapa SDM diperlukan di bisnis waralaba dan sdm apa yg dibutuhkan
SDM sangat diperlukan dalam bisnis waralaba dikarenakan SDM menjadi salah satu pilar utama dalam memastikan keberhasilan suatu bisnis. Dengan adanya SDM yang berkualitas sebagai penggerak dalam perusahaan maka segala kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan sebagaimana yang direncanakan sehingga tujuan perusahaan pun dapat tercapai.
Dalam istilah “manajemen personalia” terkandung pengertian bahwa karyawan (personalia) hanya dianggap sebagai salah satu faktor produksi saja, yang tenaganya harus digunakan secara produktif bagi pencapaian tujuan perusahaan. Sedangkan dalam istilah MSDM terkandung pengertian bahwa karyawan (SDM) yang ada dalam perusahaan merupakan aset (kekayaan, milik yang berharga) perusahaan, sehingga harus dipelihara dan dipenuhi
kebutuhannya dengan baik.
SDM yang dibutuhkan perusahaan :
Sikap Disipin
Contoh sumber daya manusia yang perusahaan idamkan adalah SDM yang memiliki sikap disiplin tinggi. Orang yang disiplin akan mudah mencapai kesuksesan serta mampu mempertahankan kesuksesan mereka. Perusahaan akan mudah membedakan karyawan mana yang memiliki kedisiplinan tinggi dan yang disiplinnya kurang. Sebab orang yang memiliki kedisiplinan tinggi biasanya juga memiliki tingkat fokus kerja tinggi
Manajemen Diri Bagus
Contoh sumber daya manusia yang perusahaan idamkan adalah SDM yang memiliki manajemen diri yang bagus atau mampu bersikap tegas pada diri sendiri. Orang ini memiliki kesadaran yang baik dan tahu hal-hal penting apa yang perlu dia lakukan. Mereka tahu kapan perlu belajar, kapan saatnya bekerja, kapan saatnya bergurau, dan kapan harus serius menghadapi suatu hal. Contoh sederhananya adalah, karyawan tahu bahwa mereka harus bekerja dan perlu fokus, sehingga akan menjauhkan semua gangguan contohnya tidak bermain media sosial pribadi di jam kerja.
Mau Belajar
Contoh sumber daya manusia yang perusahaan idamkan adalah pribadi yang terbuka dengan dinamika keilmuan baru. Orang yang mau terus belajar, maka dia berkesampatan untuk terus mengembangkan diri. SDM terbaik adalah mereka yang sadar akan dinamika teknologi dan keilmuan yang berkembang sehingga selalu berusaha meningkatkan kualitas diri.
Memiliki Tujuan yang Jelas
Contoh sumber daya manusia yang perusahaan idamkan adalah mereka yang memiliki target tujuan yang jelas. Artinya mereka adalah individu yang memiliki target jangka pendek dan jangka panjang dalam kehidupan serta pekerjaan. Mereka akan terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas diri mereka secara berkelanjutan untuk bisa memiliki jenjang karier yang lebih baik.
2. Perencanaan organisasi
Definisi Perencanaan Perencanaan adalah proses menentukan bagaimana organisasi dapat mencapai tujuannya, dimana ditujukan pada tindakan yang tepat melalui melalui proses analisa, evaluasi, seleksi diantara kesempatan-kesempatan yang diprediksi terlebih dahulu.
Tujuan Perencanaan adalah membentuk usaha yang terkoordinasi dalam organisasi.
Perencanaan Organisasional mempunyai dua tujuan :
• Tujuan Perlindungan (Protective) : meminimisasikan resiko dengan mengurangi
ketidakpastian di sekitar kondisi bisnis dan menjelaskan konsekuensi tindakan manajerial yang berhubungan
• Tujuan Kesepakatan (Affirmative) : meningkatkan tingkat keberhasilan organisasional Koontz O’Donnel menyatakan maksud perencanaan adalah : “untuk melancarkan pencapaian usaha dan tujuan”
Keuntungan Perencanaan :
1. Membantu wirausahawan berorientasi ke masa depan
2. Koordinasi keputusan yang tidak dibuat sekarang tanpa adanya gagasan tentang bagaimana ia akan mempengaruhi keputusan yang harus dibuat besok
3. Perencanaan menekan tujuan-tujuan organisasional sehingga wirausahawan secara konstan dalam pencapaian tujuan organisasi.
Kerugian Perencanaan : Penekanan pada program perencanaan akan memakan banyak waktu manajemen sehingga manajemen harus membagi antara waktu yang digunakan untuk perencanaan dengan waktu yang digunakan untuk fungsi manajemen lainnya seperti
pemgorganisasian, mempengaruhi dan pengawasan.
Manajemen strategis merupakan proses yang menjamin bahwa proses dan manfaat organisasi dari penggunaan strategi organisasional yang tepat. Strategi yang tepat adalah strategi yang sesuai untuk kebutuhan organisasi pada saat tertentu
Empat langkah proses dalam manajemen strategis : 1. Perumusan strategi
2. Implementasi strategi 3. Pengukuran hasil strategi 4. Evaluasi strategi
Pertanyaan dalam merumuskan strategi :
1. Apakah tujuan dan maksud organisasi tersebut?
2. Kemanakah organisasi ini diarahkan?
3. Jenis kondisi lingkungan apa organisasi mempunyai keberadaan?
4. Apa yang dapat dilakukan untuk bisa mencapai tujuan organisasi dengan lebih baik di masa mendatang?
3. Pemasaran produk, branding Tugas Pemasaran :
Memilih Nilai (Segmentasi)
Menyediakan Nilai (Targeting)
Mengkomunikasikan Nilai (Positioning) Urutan penciptaan & penyampaian nilai :
Proses penyerahan nilai mencakup pemilihan (mengidentifikasikan), memberikan
(menyerahkan), dan mengkomunikasikan nilai superior. Rangkaian nilai adalah alat untuk mengidentifikasi kegiatan kunci yang menciptakan nilai dan biaya dalam satu bisnis spesifik.
Proses-proses bisnis inti :
Proses Memahami Pasar : Semua Proses yang Mencakup Pengumpulan Intelegensi Pasar, penyebarannya dalam organisasi, dan tindakan berdasarkan infomasi tersebut.
Proses Realialisasi produk baru : Semua kegiatan yang mencakup penelitian, pengembangan dan peluncuran produk2 baru yang berkualitas tinggi dengan segera dan sesuai anggaran
Proses mendapatkan pelanggan : Semua kegiatan yang tercakup dalam upaya menetepkan pasar sasaran dan mencari pelanggan baru
Proses Manajemen relasi pelanggan : Semua kegiatan yang tercakup dalam mambangun pemahaman dan hubungan yang lebih mendalam, dan tawaran kepada pelanggan individual.
Proses manajemen pemenuhan : Semua kegiata yang mencakup penerimaan dan persetujuan pesanan, pengiriman yang tepat waktu, dan penagihan piutang.