UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM DIPLOMA III MEDAN
PERENCANAAN BISNIS BETERNAK ITIK HEMAT AIR
TUGAS AKHIR OLEH :
SRI MURNIDA SARI 082101133
DIPLOMA III KEUANGAN
GUNA MEMENUHI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENYELESAIKAN PENDIDIKAN PADA PROGRAM DIPLOMA III
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN MEDAN
LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR
NAMA : SRI MURNIDA SARI
NIM : 082101133
JURUSAN : DIPLOMA III KEUANGAN
JUDUL : PERENCANAAN BISNIS BETERNAK ITIK HEMAT AIR
Tanggal : ... 2011 Dosen Pembimbing
(Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si) NIP . 19591229 198903 1 002
Tanggal : ... 2011 Ketua Program Studi
(Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si) NIP. 19591229 198903 1 002
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum. Wr. Wb
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya hingga Penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul
“PERENCANAAN BISNIS BETERNAK ITIK HEMAT AIR” ini dengan baik, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada Program Diploma III Fakultas Ekonomi Sumatera Utara dengan baik. Shalawat bertangkaikan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Shallalahu Alaihi wa Salam, keluarganya serta para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.
Dengan selesainya tugas akhir ini maka penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada kedua orangtuaku tercinta, Ayahanda Alm.Deni Suhairan dan Ibunda Nurwa Siah yang telah mendidik dan mengasuh Penulis dengan penuh kasih sayang serta berkat do’a, pengertian, dan kasih sayang yang tak terhingga serta dukungan baik moril maupun materil yang tidak akan mungkin terbalas sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini, serta penulis ingin mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si, dan Bapak Syafrizal Helmi, SE, M.Si selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi Diploma III
Keuangan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Raja Bongsu Hutagalung, M.Si selaku dosen pembimbing tugas akhir yang telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk
4. Bapak dan Ibu Dosen serta Staf pegawainya yang banyak membantu Penulis selama menjalankan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara.
5. Buat saudara-saudaraku, Adik Alfin, Adik Devi, Adik Wibi, serta seluruh keluarga yang telah memberikan dorongan dan semangat Penulis dengan penuh cinta selama ini.
6. Teman-temanku tersayang Faulia, Irdina, Rahma, Kak Nova, Lena, Nina, Neli, Dini, Uki, Rahmad dan juga pada semua temen-temen D3 Keuangan stambuk 2008 khususnya teman-teman sekelasku Group C terima kasih atas semua motivasi dan dorongannya.
7. Buat teman-teman magang kelompok 18 (Ica, Winda, Ridho, Rose dan Defri) yang telah banyak membantu dalam pengerjaan Tugas Akhir ini.
Semoga Allah SWT yang dapat membalas semua kebaikan yang penulis dapatkan.
Penulis menyadari bahwa dalam penyajian tugas akhir ini masih banyak terdapat kekurangan, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca demi perbaikan-perbaikan dimasa yang akan datang.
Medan, Juni 2011
Penulis,
DAFTAR ISI
A. Latar Belakang Perusahaan ... 11
1. Visi Perusahaan ... 11
2. Misi Perusahaan ... 11
B. Data Perusahaan ... 12
C. Struktur Organisasi ... 14
D. Aspek Pasar dan Pemasaran ... 17
1. Deskripsi Produk ... 17
2. Strategi Pemasaran ... 18
3. Keunggulan Barang/Jasa Yang Dihasilkan ... 21
6. Trend Perkembangan Pasar ... 23
7. Proyeksi Penjualan ... 24
8. Analisis Pengembangan Pasar... 24
9. Saluran Distribusi ... 25
E. Analisis Produksi ... 26
F. Rencana Pengembangan Usaha ... 29
1. Tahap Pengembangan Usaha ... 30
2. Tahap Pengembangan Tekhnologi Informasi ... 31
G. Analisis Keuangan... 32
H. Analisis Dampak dan Resiko ... 43
1. Dampak Terhadap Masyarakat ... 43
2. Dampak Terhadap Lingkungan ... 43
3. Antisipasi Risiko Usaha ... 44
BAB III PENUTUP ... 45
A. Kesimpulan ... 45
B. Saran ... 46
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.2 Susunan Pemilik/Pemegang Saham ... 17
Tabel 2.4 Volume Penjualan ... 24
Tabel 2.6 Tahap-Tahap Pengembangan Usaha ... 30
Tabel 2.7 Rencana Pengembangan Tekhnologi Informasi ... 31
Tabel 2.8 Biaya Investasi Awal ... 32
Tabel 2.8.1 Laporan Keuangan ... 34
Tabel 2.8.2 Laporan Laba Rugi... 35
Tabel 2.8.3 Laporan Neraca ... 37
DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 2.1 Struktur Organisasi ... 16 Gambar 2.3 Gambaran Pasar... 22
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Menurut Stoner (2004: 7) manajemen adalah proses merencanakan,
mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Manajemen diperlukan dan dibutuhkan untuk
semua tipe kegiatan yang diorganisir dan dalam semua bentuk kegiatan organisasi, dimana ada orang bekerja sama di dalam mencapai suatu tujuan disitulah
manajemen dibutuhkan.
Menurut Stoner (2004: 10) Perencanaan atau planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai suatu sasaran.
Merencanakan mengandung arti bahwa manajer memikirkan dengan matang terlebih dahulu sasaran dan tindakan serta tindakan mereka berdasarkan pada
beberapa metode, rencana atau logika dan bukan berdasarkan perasaan. Rencana mengarahkan tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya. . Disamping itu, rencana merupakan pedoman untuk :
1. Organisasi memperoleh dan menggunakan sumber daya yang diperlukan
untuk mencapai tujuan,
3. Memonitor dan mengukur kemajuan untuk mencapai tujuan, sehingga
tindakan korektif dapat diambil bila kemajuan tidak memuaskan.
Menurut Syafrizal (2008: 21) Perencanaan bisnis adalah suatu cetak-biru
tertulis (blue print) yang berisikan tentang misi usaha, usulan usaha, peluang pasar yang mungkin diperoleh, dan kemampuan serta ketrampilan pengelolaannya. Perencanaan bisnis sebagai persiapan awal memiliki 2 fungsi
penting yaitu : sebagai pedoman untuk mencapai keberhasilan manajemen usaha, dan sebagai alat untuk mengajukan kebutuhan permodalan yang bersumber dari
luar. Untuk memulai sebuah usaha memang harus didahului dengan taktik dan strategi. Membuat usaha yang besar tidak selalu membutuhkan modal yang besar. Mengawalinya dengan modal kecil pun sebuah usaha bisa tumbuh menjadi besar.
Sedangkan wirausaha adalah orang yang mampu bereaksi terhadap perubahan ekonomi, lalu menjadi agen ekonomi yang mengubah permintaan jadi produksi.
Perencanaan bisnis merupakan alat yang sangat penting bagi pengusaha maupun pengambilan keputusan kebijakan perusahaan. Tujuan perencanaan bisnis
adalah agar kegiatan bisnis yang akan dilaksanakan maupun yang sedang berjalan tetap berada di jalur yang benar sesuai dengan yang direncanakan. Perencanaan
bisnis juga merupakan pedoman untuk mempertajam rencana – rencana yang diharapkan, karena dalam perencanaan bisnis kita dapat mengetahui posisi perusahaan saat ini, karena tujuan perusahaan dan cara mencapai sasaran yang
Perencanan bisnis yang baik harus memuat tahap-tahap yang harus
dilakukan untuk memaksimalkan peluang keberhasilan. Perencanaan bisnis juga dapat dipakai sebagai alat untuk mencari dana dari pihak ketiga seperti, pihak
perbankan, investor, lembaga keuangan, dan sebagainya. Bantuan dana yang diperlukan tersebut dapat berupa bantuan dana jangka pendek untuk modal kerja maupun jangka panjang untuk perluasan atau biaya investasi.
Dalam perencanaan bisnis harus diperhatikan strategi pengembangan produk dan strategi pemgembangan pasar. Strategi pengembangan produk
maksudnya adalah seorang pebisnis harus bisa memberikan produk yang berkualitas tinggi yang akan dijual di pasar. Sedangkan strategi pengembangan pasar adalah seorang pebisnis harus bisa melihat pesaing – pesaing yang ada
disekitarnya yaitu memperhatikan lokasi/wilayah yang akan dijadikan sebagai tempat untuk mendirikan suatu usaha.
Dalam mendirikan suatu usaha, seorang usahawan harus mempunyai trik –
trik khusus agar produk yang dijualnya berhasil di pasar. Trik – trik tersebut antara lain :
a. Membuat pamplet nama agar nama peternakan dapat terlihat dengan mudah,
b. Melakukan promosi yang menarik bagi pelanggan,
Seorang usahawan harus juga memperhatikan selera atau keinginan
masyarakat pada saat ini dikarenakan dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, kebutuhan akan makanan juga
meningkat. Konsep pemasaran sekarang ini menjadi lebih nyata diterapkan diberbagai macam jenis usaha yang ada di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan semakin tingginya tingkat persaingan untuk memperebutkan bangsa pasar yang
potensial yang menjadi target market dari setiap jenis usaha yang ada.
Persaingan untuk memberikan yang terbaik oleh pelaku usaha kepada konsumen telah menempatkan peranan konsumen sebagai salah satu persoalan yang harus segera dapat ditangani dengan baik oleh pelaku usaha baik dengan
melakukan pendekatan secara individual maupun kelompok, sehingga dengan begitu para pelaku usaha dapat mengambil simpati para konsumen dan juga dapat
mempengaruhi pertimbangan mereka untuk dapat menerima produk usaha yang dihasilkan sehingga dapat berpengaruh pada perilaku konsumen dalam pengambil keputusan mereka.
Orang awam biasanya akan cenderung meremehkan potensi dari itik, hal ini dikarenakan itik identik dengan air, lumpur, kotoran, dan bau. Hal ini tentunya
sudah menjadi pandangan umum yang melekat pada itik. Dengan berat yang sama harga itik lebih mahal daripada jenis unggas lainnya. Hal ini dikarenakan itik mempunyai potensi lebih dibandingkan jenis ternak lainnya. Potensi tersebut
1. Itik merupakan jenis unggas yang paling tahan terhadap penyakit, jika
dibandingkan dengan ayam ataupun unggas yang lainya, itik merupakan yang paling terkuat,
2. Telur itik di pasaran mempunyai harga lebih tinggi dibandingkan dengan
telur ayam ataupun puyuh,
3. Daging itik mempunyai rasa lebih gurih dibandingkan dengan daging
unggas lainnya, sehingga harga daging itik lebih mahal jika dibandingkan dengan unggas lainnya,
4. Itik tidak membutuhkan kandang khusus seperti pada ayam ataupun
puyuh, cukup diberi tempat berteduh dari terpal ataupun plastik asalkan bisa terhindar dari hujan dan terik matahari. Jadi biaya perkandangan itik
lebih murah dari jenis unggas lainnya,
5. Pemberian pakan pada itik lebih fleksibel daripada jenis unggas lainnya,
misalnya saja kalau memelihara ayam petelur jenis pakannya harus terukur dan pasti, tapi kalau memelihara itik diberi pakan apa saja bisa asalkan jenis pakan tersebut tidaklah busuk, seperti nasi sisa, dedak, roti
kadaluwarsa, kepala ikan, keong mas, ampas tahu, ampas ketela, dan jenis pakan lainnya.
B.
Perumusan MasalahSebagaimana yang kita ketahui, rencana bisnis adalah suatu langkah penting yang perlu diambil oleh pengusaha bijaksana, tanpa memandang ukuran
monitoring bagi tim kerja dan hal ini juga bisa dijadikan sebagai panduan bagi
semua orang yang terlibat dalam usaha tersebut agar mematuhinya.
Dengan melihat peluang usaha beternak itik ini, maka penulis tertarik untuk melakukan dan membahas penelitian dengan judul “Perencanaan Bisnis Beternak Itik Hemat Air”.
C. Maksud dan Tujuan
Adapun yang menjadi maksud dari penulisan rencana bisnis yang dilakukan oleh penulis adalah :
1. Menambah pengetahuan dan wawasan pemikiran penulis tentang bagaimana menjalankan bisnis beternak itik yang baik, sebelum melakukan bisnis tersebut,
2. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan informasi yang dapat dijadikan dasar pertimbangan bagi organisasi agar dapat melaksanakan usaha beternak itik dengan lebih efisien dan
efektif,
3. Perencanaan bisnis ini akan menetapkan dan memusatkan tujuan
dengan memanfaatkan keterangan dan analisis yang sesuai,
Adapun tujuan dari penulisan rencana bisnis ini adalah :
1. Untuk mengetahui bagaimana peluang usaha beternak itik sebelum menjalankan usaha tersebut,
2. Untuk memutuskan rute yang diperlukan organisasi dalam mencapai tujuannya sekaligus menentukan standar untuk menentukan kinerja bisnis,
3. Untuk memperoleh dukungan dari konsumen, investor bahkan pihak-pihak lainnya,
4. Menciptakan usaha kecil menengah yang efektif dan efisien dalam rangka meningkatkan perekonomian.
Adapun manfaat dari penulisan rencana bisnis ini adalah :
1. Bagi penulis, diharapkan perencanaan bisnis ini dapat menambah pengetahuan tentang bagaimana cara mendirikan suatu perencanaan bisnis yang pastinya akan berguna di waktu yang akan datang,
2. Perencanaan bisnis dapat digunakan sebagai panduan untuk pencapaian target yang telah ditetapkan,
3. Sebagai bahan pertimbangan dan informasi baik bagi penulis maupun pihak-pihak yang berkepentingan dalam melakukan penelitian ini.
D. Ringkasan Eksekutif
Di Indonesia, itik awalnya berasal dari Jawa. Sedangkan di Inggris, itik
sifat morfologis, contohnya seperti itik Alabio (dari Kalimantan Selatan), itik
Tegal, itik Mojosari dan Itik Maros. Umumnya usaha peternakan itik ditujukan untuk itik petelur. Namun peluang bagi itik pedaging juga sangat menjanjikan.
Itik pedaging bisa diambil dari itik jantan atau itik betina yang sudah lewat masa produksinya. Selain itu pebisnis juga bisa mengambil bagian pembibitan ternak
itik sebagai fokus usaha.
Menurut D.L Satie (1991) seperti dikutip Majalah Poutry Indonesia
Online, agar efisiensi pemanfaatan itik potong tercapai, maka pengembangan dan pemeliharaan itik potong dapat menggunakan itik yang telah lewat masa produksinya, seperti itik jantan. Hal ini disebabkan karena itik jantan mempunyai
beberapa keunggulan dan keuntungan kalau ditinjau dari segi ekonomisnya. Dan untuk harga bibit, itik jantan lebih murah jika dibandingkan itik betina, karena
masyarakat selama ini hanya mengenal dan memetik keuntungan dari itik betina sebagai petelur.
Masih menurut Satie, pemeliharaan itik jantan tidak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Hal tersebut
disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada itik betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg.
Dengan memanfaatkan itik jantan, dalam waktu yang relatif singkat sudah dapat dicapai berat yang lebih dibutuhkan. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi.
Peternakan Itik “Super Duck” adalah perusahaan pembudidayaan itik yang
terletak di daerah persawahan yang jauh dari pemukiman dan memiliki lahan yang
luas sehingga mempermudah dalam proses beternak itik. Karena kotoran itik yang bau,serta suaranya yang ribut dapat menimbulkan masalah dengan
tetangga,sehingga lokasi kandang itik terletak di daerah yang jauh dari kawasan pemukiman. Perusahaan peternakan itik ini bergerak di bidang usaha beternak itik hemat air. Dimana khususnya pembudidayaan itik, produk yang saya tawarkan
memiliki keunggulan yakni kualitas itik dijamin baik dan sehat, rasa dagingnya yang khas dan empuk dengan kandungan omega dan gizi yang cukup tinggi,
sehingga sering dijadikan sebagai sumber protein yang murah dan mudah didapat dan harga jual yang terjangkau oleh masyarakat. Murahnya biaya tenaga kerja dan tanah di wilayah Perbaungan sehingga mempermudah memulai usaha peternakan
itik. Target pasar yang akan dituju perusahaan peternakan itik ini yaitu pembeli individu (ibu rumah tangga), pasar-pasar tradisional, restaurant dan rumah makan.
Dari banyaknya peternakan di Indonesia, itik dapat dikatakan berprospek cerah karena sudah dikenal dari beberapa tahun yang lalu. Itik ini terus
berkembang dan semakin popular di masyarakat. Hal ini wajar saja karena itik tergolong murah dan proses perkembangbiakan yang mudah. Namun,
pembudidayaan itik akhir-akhir ini banyak mengalami masalah. Pada umumnya, Itik sekarang berbeda dengan itik dahulu. Kualitas itik sekarang sudah menurun akibat keterbatasan pengetahuan dalam mengendalikan genetikanya. Oleh karena
Prospek pengembangan usaha itik ini sangat menjanjikan mengingat masih
tingginya permintaan pasar terhadap itik, terlihat dari mahalnya harga itik di pasaran. Bisnis budidaya itik juga memiliki peluang yang bagus, apalagi jika
budidaya dilakukan secara intensif, yang artinya tidak hanya dilakukan sebagai kegiatan sambilan. Selain memiliki peluang bagus untuk dikembangkan karena permintaan yang makin tinggi dari masyarakat untuk konsumsi telur dan daging,
peternakan itik membutuhkan pakan, khususnya sumber protein yang efisien.
Peternakan itik ”SUPER DUCK” memiliki sebuah tim manajemen yang cukup kuat, dengan Sri Murnida Sari sebagai Pimpinan yang telah mempunyai
banyak pengalaman dalam berbisnis yang bertanggung jawab pada pengawasan pegawai serta pengembangan usaha. Faulia Hamni sebagai Staf Keuangan yang memiliki kemampuan ekonomi dan akuntansi yang cukup memadai, dan Raisca
Maharani sebagai Staf Administrasi yang bertanggung jawab pada kepegawaian, keamanan peternakan, rencana pengembangan usaha, dan pemasarannya, serta yang tidak kalah penting adalah Maghdalena sebagai Staf Penelitian dan Riset
yang bertanggungjawab pada pembesaran itik yang meliputi pembelian dan pemilihan bibit itik yang baik, proses pembesaran itik, antisipasi dan
penanggulangan penyakit serta link penjualan.
Saya sebagai pemilik telah berkomitmen untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis ini sehingga mencapai target dari perusahaan kami yaitu menjadi salah satu perusahaan yang memasok kebutuhan itik di daerah
BAB II
PEMBAHASAN
Dalam suatu perusahaan memiliki data perusahaan yang meliputi nama
pemilik, susunan pemegang saham, struktur organisasi, bentuk kepemilikan bisnis, alamat perusahaan, nomor telepon, faximile, E-mail, NPWP serta perizinan perusahaan yang mana dalam data perusahaan ini akan mencerminkan bergerak
dalam bidang apa dan produk atau jasa apa yang diproduksi oleh suatu perusahaan tersebut. Berikut adalah data dari perusahaan yang penulis rencanakan :
2. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN
2.1 Visi dan Misi 2.1.1 Visi
Menjadi satu-satunya perusahaan yang bergerak dibidang peternakan itik
hemat air yang jujur, dikenal dan dipercaya di kota Perbaungan.
2.1.2 Misi
a. Menjadi salah satu perusahaan yang memasok kebutuhan itik di daerah
Perbaungan dan luar Perbaungan,
2.2 DATA PERUSAHAAN
Nama Perusahaan : Peternakan Itik “Super Duck” Bidang Usaha : Beternak Itik hemat Air Jenis Produk : Itik Hemat Air
Alamat Perusahaan : Desa Sei Sijenggi Dusun 1 Kec. Perbaungan Nomor Telepon : 087868867919
Alamat E-mail
Bentuk Badan Hukum : Usaha Dagang Mulai berdiri : 26 Januari 2010
A. Biodata Pemilik/Pengurus
Nama : Sri Murnida Sari Jabatan : Pimpinan
T. Tanggal Lahir : Sei Sijenggi,06 November 1990
Alamat Rumah : Desa Sei Sijenggi Dusun 1 Nomor Telepon : 087868867917
Alamat E-mail
Anggota 1
Nama : Faulia Hamni
Jabatan : Staf Keuangan T. Tanggal Lahir : Medan,28 Mei 1990
Alamat Rumah : Jl.Jamin Ginting Gg Juhar No. 6
Nomor Telepon : 085762918103
Alamat E-mail
Pendidikan Terakhir : SMA Pengalaman Kerja :
-Anggota 2
Nama : Raisca Maharani Jabatan : Staf Administrasi
T. Tanggal Lahir : Medan,12 September 1990
Alamat Rumah : Jl. Young Panah Hijau Gg Kesenian,Medan
Nomor Telepon : 081933221500
Alamat E-mail
Pendidikan Terakhir : SMA
-Anggota 3
Nama : Maghdalena
Jabatan : Staf Penelitian dan Riset T. Tanggal Lahir : Takengon,02 Februari 1991 Alamat Rumah : Jl. Jamin Ginting Gg Juhar No.6
Nomor Telepon : 085260137293
Alamat E-mail : [email protected] Pendidikan Terakhir : SMA
Pengalaman Kerja :
-2.3 STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi mengidentifikasikan peran dan tanggung jawab
karyawan yang dipekerjakan oleh setiap perusahaan. Dalam hal ini diatur dan ditentukan tentang apa tugas pekerjaan, macam atau jenis serta sifat pekerjaan,
unit-unit kerja (pembentukan bagian-bagian), tentang siapa yang akan melakukan, apa alat-alatnya, bagaimana pengaturan keuangan dan fasilitasnya dengan kata lain setelah tujuan perusahaan telah ditentukan, perusahaan perlu merumuskan
tindakan-tindakan yang akan dijalankan untuk mewujudkan berbagai tujuan tersebut. Demi tercapainya tujuan suatu bisnis diperlukan suatu wadah untuk
mengatur seluruh aktivitas maupun kegiatan bisnis tersebut.
bisnis. Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan dapat
diterapkan, sehingga efisiensi dan aktivitas kerja dapat diwujudkan melalui kerja sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan dari bisnis tersebut dapat
tercapai. Suatu bisnis terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan perorangan ataupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan serangkaian kegiatan itu dan mencakup tata hubungan secara vertikal melalui
saluran tunggal.
Oleh karenanya setiap perusahaan ataupun suatu usaha akan memiliki struktur yang berbeda tergantung skala perusahaan dan jenis perusahaan ataupun
suatu usaha tersebut. Struktur perusahaan yang baik adalah struktur yang mampu memfasilitasi orang untuk membuat kerja sama tanpa terjebak menciptakan birokrasi yang berbelit-belit, sehingga struktur yang ada akan mengoptimalkan
kelebihan dan menutupi kelemahan dari setiap bagian atau individu.
Gambar 2.1
Struktur Organisasi Peternakan Iitk ”Super Duck”
MANAJEMEN
Peternakan itik ”Super Duck” memiliki sebuah tim manajemen yang
cukup kuat, dengan Sri Murnida Sari sebagai Pimpinan yang telah mempunyai banyak pengalaman dalam berbisnis yang bertanggung jawab pada pengawasan pegawai serta pengembangan usaha. Faulia Hamni sebagai Staf Keuangan yang memiliki kemampuan ekonomi dan akuntansi yang cukup memadai, dan Raisca Maharani sebagai Staf Administrasi & HRD yang bertanggung jawab pada kepegawaian, keamanan peternakan, rencana pengembangan usaha, dan pemasarannya serta yang tidak kalah penting adalah Maghdalena sebagai Staf Penelitian Dan Riset yang bertanggungjawab pada pembesaran itik yang meliputi pembelian bibit itik, proses pembesaran itik, antisipasi dan penanggulangan penyakit serta link penjualan ketika itik sudah besar.
FAULIA HAMNI
STAF KEUANGAN MAGHDALENA
STAF PENELITIAN DAN RISET RAISCA MAHARANI
STAF ADMINISTRASI &
Saya sebagai pemilik telah berkomitmen untuk menjalankan dan
mengembangkan bisnis ini dengan sungguh-sungguh dengan dibantu tiga staf saya yang memiliki keunggulan dibidangnya masing-masing sehingga menjadikan
kami tim yang saling melengkapi, solid, amanah dan bertanggungjawab.
2.3.1 SUSUNAN PEMILIK/PEMEGANG SAHAM
NAMA Jumlah
Saham
Nilai Saham Persentase
Sri Murnida Sari 100%
T O T A L 0 0 100%
Tabel 2.2
Susunan Pemilik/Pemegang Saham
2.4 ASPEK PASAR DAN PEMASARAN
2.4.1 DESKRIPSI BARANG/PRODUK
Dari banyaknya komoditas peternakan di Indonesia, itik dapat dikatakan berprospek cerah karena sudah dikenal beberapa tahun yang lalu, itik terus
tergolong makanan yang murah dan memiliki protein yang tinggi. Namun,
pembudidayaannya akhir-akhir ini banyak mengalami masalah. Itik sekarang berbeda dengan itik dahulu. Kualitasnya sekarang sudah menurun akibat
keterbatasan pengetahuan dalam mengendalikan genetikanya. Oleh karena itu, kami sebagai perusahaan peternakan itik akan menawarkan kualitas itik yang bermutu dan murah.
2.4.1.1 STRATEGI PEMASARAN
STRATEGI PRODUK
Karena Super Duck bergerak di bidang pembudidayaan itik maka faktor kemesan tidak dipertimbangkan. Sedangkan untuk merk, perusahaan kami
memilih Super Duck sebagai merk dagang perusahaan kami. Alasan pemilihan merk Super Duck adalah untuk memudahkan para konsumen
ataupun calon konsumen dalam mengingat merk usaha kami. Karena bisnis bergerak dalam bidang pembudidayaan itik maka kami tidak lupa menyertakan “Duck” pada merk perusahaan kami. Harapan kami dari
pemilihan merk Super Duck ini adalah agar bisnis ini sukses dan maju.
STRATEGI PROMOSI
Untuk strategi promosi Super Duck menggunakan media brosur dan
selebaran, Sedangkan media iklan akan menyusul seiring dengan tumbuh kembangnya perusahaan. Super Duck memilih media brosur dan selebaran
kemudian disebarkan ke unit- unit usaha budidaya itik, agen penyedia bibit
itik, Fakultas Pertanian negeri maupun swasta, dan menyebarkan brosur dalam jumlah yang cukup banyak untuk disebarkan kepada masyarakat. Di
masa depan Super Duck akan membina kerjasama dengan institusi Pendidikan terkait, agar mahasiswa yang berkecimpung di bidang pertanian dan perternakan dapat dengan mudah mengaplikasikan ilmu
yang di dapat di kampus sesuai dengan ilmunya.
STRATEGI PENERAPAN HARGA
Harga disesuaikan dengan keadaan harga pasar saat ini dan keadaan ekonomi masyarakat lapisan menengah kebawah. Super Duck memiliki
komitmen untuk memberikan kemudahan bagi para pembudidaya dalam memperoleh itik berkualitas unggul sesuai dengan harga yang pantas. Di
pasaran harga itik 1kg s/d 1,2kg : Rp. 20.000. Namun sangat sedikit yang mau menjual itik dengan harga terendah. Melihat kondisi yang seperti itu perusahaan Super Duck berniat untuk memberikan berbagai kemudahan
bagi konsumen agar Super Duck dan para pembudidaya dapat tumbuh dan berkembang menuju sukses bersama-sama sesuai dengan misi perusahaan
Super Duck.
STRATEGI DISTRIBUSI
Super Duck akan merambah Kabupaten Deli Serdang dan Provinsi
Sumatera Utara, seluruh provinsi di pulau Sumatera, dan seluruh Indonesia di masa depan. Untuk metode pemasaran Super Duck menggunakan 2
metode sekaligus, yaitu penjualan langsung dan memakai perantara. Masing–masing metode ini akan saling mendukung satu sama lain sehingga Super Duck akan semakin maju dan besar. Dengan metode
penjualan langsung Super Duck dapat menjaring unit–unit usaha budidaya yang berada di sekitar lokasi produksi Super Duck. Metode ini sangat
efektif karena para konsumen yang puas dengan kualitas itik Super Duck dengan sendirinya akan merekomendasikan Super Duck sebagai pilihan dalam membeli itik berkualitas. Sedangkan metode penjualan
menggunakan perantara, Super Duck dapat menggunakan jaringan yang di miliki individu maupun perusahaan swasta dan pemerintah dalam memperluas wilayah pemasaran. Metode penjualan menggunakan
perantara ini sama sekali tidak merugikan bagi Super Duck melainkan makin memuluskan jalan Super Duck untuk mencapai visi dan misi
2.4.2 KEUNGGULAN BARANG ATAU JASA YANG DIHASILKAN
Keunggulan dari produk kami adalah kualitas itik yang baik dan sehat. Hal ini disebabkan bibit itik yang dipilih adalah itik yang memiliki keunggulan. Selain itik yang berkualitas, Super Duck juga menawarkan harga itik yang relatif
murah jika dibandingkan dengan harga itik yang berlaku di pasaran. Dan dari segi pelayanan Super Duck menawarkan pelayanan dengan pendekatan individu
sehingga para konsumen akan merasa nyaman, karena dilayani selayaknya seorang sahabat oleh seluruh manajemen Super Duck.
Faktor–faktor keunggulan kompetitif dari itik Super Duck jika
dibandingkan dengan berbagai produk/ jasa lainnya yang ada di pasaran adalah:
1. Kualitas itik dijamin baik dan memilik gizi yang tinggi,
2. Ketersediaan itik yang langka di pasaran,
3. Daging itik lebih gurih dibandingkan dengan unggas lainnya, 4. Harga yang relatif murah dibandingkan harga pasar,
2.4.3 GAMBARAN PASAR
DATA NILAI PENJUALAN (3 Tahun Terakhir)
Gambar 2.3
Gambaran Pasar
KEGIATAN PEMASARAN DAN PROMOSI YANG SUDAH DILAKUKAN Melakukan kerjasama dengan distributor untuk memasarkan itik ke
pasar-pasar tradisional,
Melakukan Direct Marketing atau Personal Selling melalui tenaga
2.4.4 TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU
GAMBARAN KARAKTERISTIK PEMBELI/PENGGUNA Pembeli individu (ibu rumah tangga)
Distributor
Restaurant atau rumah makan
2.4.5 TREND PERKEMBANGAN PASAR
Ketika pertumbuhan ekonomi membaik maka tingkat pendapatan
masyarakat akan lebih membaik, sehingga permintaan masyarakat terhadap itik akan lebih tinggi. Berarti tren penjualan akan membaik, maka
penerimaan akan lebih tinggi.
Saat ini permintaan terhadap itik meningkat sehingga banyak pengusaha
yang mengembangkan usahanya dibidang pembudidayaan itik. Agar dapat terus bersaing dan mengembangkan usaha kolam itik ini maka kami akan
melakukan berbagai inovasi terhadap produk.
Selera konsumen terhadap itik sangat tinggi yang menyebabkan
2.4.6 PROYEKSI PENJUALAN
Diharapkan jumlah penjualan itik untuk 1 bulan sebesar 350 kg sekitar
1-1,5 ton, dengan asumsi harga per kg itik Rp 20.000,-, maka penghasilan yang dihasilkan dalam satu bulan berkisar Rp 7.000.000,-
Tabel 2.4
Volume Penjualan
2.4.7 ANALISIS PENGEMBANGAN PASAR
Analisis pengembangan :
1. Dikarenakan masih sangat tingginya permintaan pasar terhadap itik
sehingga untuk pengembangan lahan dalam jumlah besar pun masih dirasa memungkinkan jika hanya mengincar pasar yang sudah ada.
Jenis Produk Berat/kg Total Nilai
Itik ukuran 2-3 bulan dengan
penjualan 1 kg Rp 20.000,-
350 kg Rp 7.000.000,-
2. Menciptakan pasar sendiri juga dinilai penting guna melewati batas
equlibrium penjualan dengan cara meproduksi sendiri bibit itik dari indukan dan jantanan yang kami miliki.
3. Sulitnya bagi para petani itik untuk mendapatkan bibit itik yang berkualitas tinggi dengan harga yang murah, maka akan mempermudah kami dalam pengembangan produk kami.
2.4.8 SALURAN DISTRIBUSI
WILAYAH PEMASARAN DAN JALUR DISTRIBUSI SAAT INI
1. Wilayah Pemasaran
2. Jalur Distribusi
3. Rencana Lokasi/
Counter Penjualan
Perbaungan……….75%
Deli serdang……….25%
Penjualan langsung Melalui perantara
2.5 ANALISIS PRODUKSI
2.5.1 PROSES PRODUKSI
Gambar 2.5 Proses Produksi
Keterangan
• Perkandangan :
Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Persyaratan temperatur kandang ± 39 ° C,
2. Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%,
3. Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian
PERAWATAN BIBIT PEMBIBITAN
PEMELIHARAAN KANDANG
4. Kondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup
sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan
tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen
• Pembibitan
Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan. Bibit yang dibudidayakan yaitu DOD/Day Old Duck (anak
itik umur sehari) jantan berat 40 gram. Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.
• Perawatan bibit
Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani
secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya adalah sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder
(indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m² mampu
menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan
• Pemeliharaan
• Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan
preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk
mewaspadai timbulnya penyakit.
• Pengontrol penyakit dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta
menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang
sehat pada itik.
• Pakan itik pedaging harus menggunakan standar mutu sesuai dengan SNI
01-3908-2006 untuk pakan meri (duck starter), SNI 01-3909-2006 untuk
pakan itik petelur dara (duck grower). Jika menggunakan pakan pabrikan, hendaknya telah terdaftar dan berlabel, disesuaikan jumlah, mutu umur. • Pemanenan
Untuk mendapatkan hasil yang bermutu maka :
1) Itik pedaging dipilih sesuai dengan kondisi beratnya,
2) Sebelum itik dimasukkan dalam transportasi khusus, sebaiknya itik dimasukkan ke keranjang,
2.6RENCANA PENGEMBANGAN USAHA • STRATEGI PRODUKSI
Peningkatan kualitas itik, Peningkatan kapasitas produksi,
Penambahan jumlah itik dan perbesaran kandang itik. • STRATEGI ORGANISASI DAN SDM
Perekrutan tenaga kerja yang terampil pada bidangnya
masing-masing.
Pembentukan struktur manajemen dan organisasi sesuai dengan
keterampilan para pekerja pada bidangnya masing-masing. Pengawasan terhadap kinerja para pekerja.
• STRATEGI MARKETING
Melakukan kerja sama dengan distributor untuk memasarkan itik, Memberikan diskon khusus.
Pengembangan distribusi pemasaran ke wilayah Perbaungan dan Deli
Serdang.
Kerjasama dengan eksportir untuk pengiriman barang ke luar negeri.
• STRATEGI KEUANGAN
2.6.1 TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN USAHA
KEGIATAN
Bulan
1 2 3 4 5 6 7
1.Restrukturisasi manajemen dan organisasi
2. Perekrutan karyawan
3. Pelatihan Karyawan
4. Proses produksi
5. Promosi penjualan
6.Penjajakan perluasan wilayah pemasaran
7. Pengendalian sistem keuangan
8. Penjajakan pengembangan usaha
Tabel 2.6
2.6.2 TAHAPAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
KEGIATAN Bulan ke-
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Sistem komputerisasi membuat data pelanggan, sistem keuangan, data
persediaan dan penjualan
Pencarian informasi pasar dan penawaran
produk melalui internet.
Tabel 2.7
2.7 ANALISIS KEUANGAN
2.7.1 BIAYA INVESTASI AWAL
No Item Jumlah Biaya
1. 2 kandang itik Rp 8.000.000,-
2. Peralatan :
- 2 ember plastik @ Rp 40.000,- Rp 80.000,-
- 4 sapu @ Rp 5.000,- Rp 20.000,-
- 2 cakar @ Rp 30.000,- Rp 60.000,-
- 5 lampu minyak @ Rp 8.000,- Rp 40.000,-
- 6 Baskom sedang @ Rp 10.000,- Rp 60.000,-
- Lampu listrik @ Rp 25.000,- Rp 50.000,-
- Jaring/meter @ Rp 20.000,- Rp 200.000,-
- 10 Kawat @ Rp 2.000 Rp 20.000,-
TOTAL Rp 8.530.000,-
LAPORAN ARUS KAS Super duck TAHUN 2010
Bulan I Bulan II Bulan III
A. PENERIMAAN
Penerimaan Penjualan 0 7.000.000 7.000.000
Penerimaan Pinjaman 0 0 0
Penerimaan lain-lain 0 0 0
Sub Total Penerimaan 0 7.000.000 7.000.000
B. PENGELUARAN
Pembelian Asset (Investasi) 8.530.000 0 0
Pembelian Bahan Baku 2.000.000 2.000.000 2.000.000
Upah Buruh Produksi 0 300.000 300.000
Transport (Pengiriman Produk) 100.000 100.000 100.000
Biaya Produksi Lain-Lain 0 0 0
Gaji Pimpinan 1.300.000 1.300.000 1.300.000
Gaji Staf Administrasi dan Umum 800.000 800.000 800.000
Biaya Pemeliharaan 500.000 500.000 500.000
Biaya Pemasaran 100.000 0 100.000
Listrik, Air, Telepon 200.000 200.000 200.000
Biaya Administrasi Lain-Lain 50.000 50.000 50.000
Angsuran Pokok 0 0 0
Biaya Bunga 0 0 0
Biaya Pajak 0 0 0
Biaya lain-lain
Sub Total Pengeluaran 13.630.000 5.280.000 5.380.000
C. SELISIH KAS 13.630.000 1.720.000 1.620.000
D. SALDO KAS AWAL 8.530.000 5.100.000 6.820.000
E. SALDO KAS AKHIR 5.100.000 6.820.000 5.200.000
LAPORAN LABA RUGI SUPER DUCK
TAHUN 2010
A. HASIL PENJUALAN
PENJUALAN 70.000.000
Sub Total Hasil Penjualan 70.000.000
B. BIAYA PRODUKSI/VARIABEL
Pembelian Bahan Baku 24.000.000
Upah Buruh Produksi 2.400.000
Transport (Pengiriman Produk) 1.200.000
Biaya Produksi Lain-Lain 0
Sub Total Biaya Produksi 27.600.000
C. BIAYA TETAP
Gaji Pimpinan 15.600.000
Gaji Staf Administrasi dan Umum 9.600.000
Biaya Pemeliharaan 6.000.000
Sub Total Biaya Tetap 31.200.000
Biaya Pemasaran 800.000
Alat Tulis Kantor 440.000
Listrik, Air, Telepon 2.400.000
Biaya Lain-lain 600.000
Sub Total Pengeluaran 4.240.000
E. TOTAL BIAYA (B+C+D) 63.040.000
F. Laba Sebelum Pajak (A-E) 6.960.000
G. Pajak 0
H. Laba Bersih (F-H) 6.960.000
LAPORAN NERACA
SUPER DUCK
TAHUN 2010
AKTIVA
A. AKTIVA LANCAR
Kas 8.530.000
Piutang 0
Persediaan: 0
Bahan Baku 0
Bahan Pembantu 0
Barang Jadi 0
Jumlah Aktiva Lancar 8.530.000 B.AKTIVA TETAP Tanah 50.000.000 Bangunan 0
Peralatan 530.000 Lain-lain 0
Jumlah Aktiva Lancar 50.530.000
JUMLAH AKTIVA (A+B) 59.060.000
C. HUTANG JANGKA PENDEK
Hutang Dagang 0
Hutang Jatuh Tempo 0
Lain-lain 0
Jumlah Hutang Jangka Pendek 0
D.PINJAMAN JANGKA PENDEK Pinjaman Jangka Panjang 0
Lain-lain 0
Jumlah Pinjaman Jangka Panjang 0
E.MODAL
Modal Disetor 52.100.000
Laba Ditahan 6.960.000
Jumlah Modal 59.060.000
JUMLAH PASIVA (C+D+E) 59.060.000
Tabel 2.8.3.
ARUS KAS (dalam ribuan rupiah)
SUPER DUCK
UNTUK TAHUN 2010
Bln I Bln II Bln III Bln IV Bln V Bln VI Bln VII Bln VIII Bln IX Bln X Bln XI Bln XII
PENERIMAAN
Penerimaan Penjualan 0 7.000 7.000 6.800 7.500 8.500 10.240 12.580 15.600 18.150 16.500 16.200
Penerimaan Pinjaman 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Sub Total Penerimaan 0 7.000 7.000 6.800 7.500 8.500 10.240 12.580 15.600 18.150 16.500 16.200
B. PENGELUARAN
Pembelian Bahan Baku 2.000 2.000 2.000 1.000 1.500 1.500 2.000 2.500 3.500 4.800 5.800 4.500
Upah Buruh Produksi 0 300 300 0 300 300 0 300 300 0 300 300
Transport (Pengiriman Produk) 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Biaya Produksi Lain-Lain 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Gaji Pimpinan 1.300 1.300 1.300 1.300 1.300 1.300 1.300 1.300 1.300 1.300 1.300 1.300
Gaji Staf Administrasi dan
Umum 800 800 800 800 800 800 800 800 800 800 800 800
Biaya Pemeliharaan 500 500 500 1.000 700 500 500 800 1.000 1.500 600 1.500
Biaya Pemasaran 100 0 100 0 100 0 100 0 100 0 100 0
Alat Tulis Kantor 50 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Listrik, Air, Telepon 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200 200
Biaya Bunga
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Biaya Pajak 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Pengeluaran lain-lain 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Sub Total Pengeluaran 13.630 5.280 5.380 4.480 5.080 4.780 5.080 6.080 7.380 8.780 13.280 8780
C. SELISIH KAS 13.630 1.720 1.620 2.320 2.420 3.720 5.160 6.500 8.220 9.370 3.220 7.420 D. SALDO KAS AWAL 0 13.630 15.350 16.970 19.290 21.710 25.430 30.590 37.090 45.310 54.680 57.900 E. SALDO KAS AKHIR 13.630 15.350 16.970 19.290 21.710 25.430 30.590 37.090 45.310 54.680 57.900 65.320
Tabel 2.8.5
Break Even Point (Titik Pulang Impas)
BEP merupakan estimasi kasar untuk menghitung berapa lama modal yang dikeluarkan akan kembali.
RUMUS
Total Pendapatan = Total Pengeluaran Estimasi dalam 1 Bulan
Quantity (11,6kg x 30 hari) = 350kg
Total Fixed Cost = Rp. 8.530.000 Total Variabel Cost = Rp. 2.000.000
Variabel Cost Per Unit = Rp. 2.000.000 350kg
= Rp. 5714 Price = Rp. 20.000/kg
2.8 ANALISIS DAMPAK DAN RISIKO USAHA
1. DAMPAK TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR
Menyerap Tenaga Kerja di sekitar Lingkungan
2. DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN
Apabila terserang penyakit, banyak itik yang mati yang akhirnya akan berpengaruh terhadap pencemaran udara seperti timbulnya bau-bau tak
sedap, banyaknya lalat yang akan membawa banyak penyakit. Semua dampak tersebut tidak dapat dicegah oleh manusia tetapi kami berusaha untuk meminimalisir resiko tersebut dengan memperhatikan kesehatan
itik dari pemukiman warga.
3. ANALISIS RESIKO USAHA
Bencana alam seperti banjir.
4. ANTISIPASI RISIKO USAHA
Untuk itu kami mencari lahan yang aman dari banjir.
Untuk itu kami menanggulanginya dari membuat pagar hingga
mengadakan jebakan guna mengurangi jumlah kerugian yang dihasilkan karena kemungkinan terserang oleh hama ini.
Untuk itu kami menganggap penting untuk menganalisis kualitas
air dan kemungkinan tumbuhnya penyakit dikarenakan adanya bibit-bibit penyakit, juga persiapan lahan yang matang menjadi salah satu faktor penekatan terhadap penyerangan penyakit ini.
Kami juga mengadakan pemeriksaan rutin terhadap ikan mas dikarenakan kemungkinan terserang wabah juga besar sehingga
BAB III PENUTUP
Pada bab ini penulis akan memaparkan beberapa kesimpulan dari pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, selain itu penulis juga memberikan beberapa saran yang mungkin bermanfaat demi kebaikan dan
kemajuan perusahaan.
A. KESIMPULAN
Adapun beberapa kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, yaitu sebagai berikut :
a. Peternakan itik hemat air adalah usaha kecil yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin membeli bahkan memelihara itik tersebut.
b. Struktur organisasi yang terdapat dalam peternakan itik hemat air adalah struktur yang berbentuk garis lurus, yang merupakan struktur
yang sangat sederhana.
c. Gambaran pasar untuk usaha itik hemat air sangat menjanjikan karena ditempat yang strategis. Dilihat dari permintaan yang sangat
besar akan produk ini.
d. Rencana arus kas usaha itik hemat air menjadi cerminan bahwa akan
B. SARAN
Berikut ini adalah beberapa saran yang dapat penulis berikan untuk kemajuan dan perkembangan usaha beternak itik hemat air, yaitu sebagai berikut :
a. Lebih melibatkan diri dan karyawan untuk mengembangkan kreativitas sehingga dapat dituangkan dalam pengembangan usaha ini. Yang mana ini menjadi motivasi mereka dalam mengembangkan
usaha beternak itik.
b. Kualitas dan kuantitas produk harus lebih ditingkatkan untuk
mendorong berkembangnya usaha. Dalam segi kualitas, penulis menyampaikan agar lebih meningkatkan kualitas dari produk. Dalam segi kuantitas, pelayanan menjadi sorotan lebih agar konsumen
merasa nyaman.
c. Harga merupakan pandangan utama bagi penulis, dengan harga yang murah maka calon pembeli akan merasakan untuk membeli produk
DAFTAR PUSTAKA
Bambang Suharno, Ir. dan Khairul Amri,1998. Beternak itik secara intensif, Penebar Swadaya.
Cannon, Joseph. P, dkk, 2008. Pemasaran Dasar, Buku I Edisi 16, Salemba Empat.
Hutagalung, Raja Bongsu, dkk, 2010. Kewirausahaan, USU Press, Medan.
Malayati, Hendri E, Ramadhan, 2010. 99 Bisnis Anak Muda, Penebar Plus, Jakarta.
Redaksi Trubus, 1999. Beternak Itik CV. 2000-INA. Penebar Swadaya. Sadalia, Isfenti, 2010. Manajemen Keuangan, USU Press, Medan.
Situmorang, Shafrizal Helmi, 2008. Bisnis : Perencanaan dan Pengembangan, USU Press, Medan.