NAMA: Riny snggraini KELAS: X.II.MIA.2
TUGAS: BAHASA INDONESIA
SEJARAH PRIBADI
Nama saya RINY ANGGRAINI, aku lahir dan besar di desa TOTOMBE JAYA , 12 Juli 2006. Aku anak tunggal dari lima saudara tiriku, meskipun kami tidak sedarah, kami tetap akur seperti saudara kandung.
“Singkat cerita”
Tahun 2006 ibuku bercerai dengan ayah ku sejak aku masih dalam kandungan, saat aku lahir aku di besarkan oleh keluarga ibuku dari aku lahir hingga saat ini.
Tahun 2010 aku berusia 5 tahum dan pada saat itu aku mulai memasuki taman kanak kanak, setiap berangkat sekolah ibuku selalu mengantarku hingga aku masuk kelas. Setiap pulang dari taman kanak kanak nenekku yang selalu menjemputku pulang ke rumah. Ketika libur sekolah ibuku
menggajakku ke mall bersama tetangga ku, hingga sampailah di suatu komplek rumah yang aku berpikir bahwa komplek tersebut rumah teman ibuku, saat sampai di suatu rumah aku dan ibuku di sambut meriah oleh penghuni rumah itu, aku terheran heran hingga saat itu ada seorang nenek yang memelukku sangat erat seakan akan ia telah kehilangan sesuatu yang berharga. Aku kebinggungan dan berlarih ke arah ibuku, hingga aku bertanya pada ibuku “siapa mereka?” ibuku dengan berat hati menjawab bahwa mereka adalah keluarga ayahku, mendengar jawaban ibu ku aku berjalan ke arah nenekku dan memeluknya kembali. Lalu datanglah suami istri yang ternyata itu adalah ayahku dan ibu tiri ku, nenekku memberitahu ayah ku bahwa aku adalah anak kandungnya, mendengar hal itu ayahku dengan cepat memelukku, ibu tiri ku pun tak senang akan hal ini, dia bertengkar dengan ayah ku
membahas masa lalu yang seharusnya anak anak yang seusiahku tidak boleh mendengar hal seperti itu. Setelah kejadian itu, aku dan ibuku memutuskan pulang.
Di tahun 2012 aku telah berumur 6 tahun dan saat itu aku masuk kelas 1 SD, aku mendaftarkan diri di sekolah dasar SDN TOTOMBE JAYA yang jaraknya tak jauh dari rumah ku. saat pertama masuk sekolah, guru ku menyuruh murid muridnya untuk menuliskan nama orang tua dan juga pekerjaannya di kertas selembar, murid murid yang lain menuliskan nama orang tua dan juga
pekerjaannya sedangkan aku menuliskan nama kakek dan nenek ku beserta pekerjaannya, aku mengumpulkan kertas tersebut dan guru ku membaca kertasku dan memaklumi hal tersebut.
Saat aku kelas 2 SD, aku sedang bermain bersama teman teman ku, kami bermain dengan membagi tim, pada saat itu tim ku memenangkan
pertandingan tersebut salah satu teman ku tak mau menerima kekalahan dia pun melempar kayu balok ke arah ku dan mengenaiku, aku kemudian marah dan memukul bagian belakang,terjadilah perkelahian yang akhirnya aku dan teman ku di bawa ke ruang kepala sekolah. Setelah itu aku dan teman ku saling bermaaffan, dan kami berteman baik lagi. Beberapa hari kemudian ibuku memutuskan untuk menikah lagi, saat itu pesta besar dan mengah di hadiri oleh banyak tamu, aku menggunakan pakaian yang indah berwarna emas, aku sempat berpikir bahawa ayah tiri itu kejam dan menakutkan ternyata tidak seperti yang kupikirkan,ayah tiriku ternyata seperti malaikat dia
menyayangiku seperti anak kandungnya sendiri.
Beberapa tahun kemudian pada usiaku 12 tahun, kakek, dan bibi ku berlibur ke jakarta, di jakarta aku melihat banggunan banggunan yang tinggi,
kemudian kami menaiki salah satu transportasi di jakarta yaitu bajai yang tujuannya kemonas. Sesampai di monas kami menyewa foto grafer untuk memotret kami dengan latar bangunan monas yang tinggi, setelah itu kami pulang ke sebuah penginapan yang dekat dengan masjid ishtiqlal.
Keesokkan harinya kami pergi ke stasiun kereta bertujuan ke bandung.
Sesampainya di bandung, kami bertemu dengan saudara kakek ku.
Pada usiahku yang 15 tahun, awal dimana aku masuk SMA kelas 1. saat itu kami di perintahkan untuk menggunakan masker ketika berpergian kemana pun. Hal tersebut di sebabkan adanya virus COVID 19, dimana seluruh
pemerintah negara di haruskan karantina di rumah. Semua sekolah tutup dan harus belajar di rumah menggunakan aplikasi zoom, beberapa hari kemudia pemerintah mengumumkan pembelajaran tatap muka dengan syarat para murid dan guru harus menggunakan masker. Satu tahun telah berlalu, sekolah mulai normal lagi tanpa harus menggunakan masker.
Saat liburan natal aku pergi ke rumah ayahku aku dan ingin bertemu saudara tiriku untuk pertama kalinya . Lalu saat semua keluarga ayah ku berkumpul, aku bertanya kepada nenek dimana saudara tiri perempuan ku, nenek pun teringat seketika mengambil ponselnya lalu menelpon saudara tiri
perempuanku, saat aku akan pulang datanglah sepasang remaja membawa bayi laki laki,lalu seluruh keluarga ayahku terkejut melihat kedatangan mereka berdua, terheran heran melihat ekspresi keluarga ku yang sangat terkejut, tanpa berpikir panjang aku langsung bertanya ke salah satu bibi ku siapa kedua remaja tersebut, bibiku menjawab bahwa dia adalah saudara tiri perempuanku. Ayahku datang ke rumah nenek dan terkejut mendengar anak perempuan keduanya telah menikah di usia yang sangat muda.
Tahun 2023, saat itu aku sedang menyiapkan makan malam bersama kakek nenek, dan juga ibu ku. saat itu nenek ku tiba tiba saja pingsan aku kakek dan ibu ku panik dan langsung membawah nenekku ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit adikku dan ayah tiri ku datang, dan bertanya apa yang terjadi, ibuku menjelaskan semuanya,lalu aku menelpon bibi ku yang berada di luar provinsi, nenek kemudian sadar kakek memanggil dokter, keesokkan harinya bibi ku pulang dari luar provinsi dan langsung ke rumah sakit. Aku dan bibi ku bekerjasama untuk merawat nenekku yang sedang sakit. Setelah beberapa minggu di rawat di rumah sakit, nenekku pun memutuskan pulang kerumah.
Beberapa saudara nenekku menginap di rumahku hingga saat dimana nenekku mengalami sesak nafas dan di bawah ke rumah sakit. 2 hari kemudian nenekku menghembuskan nafas terakhirnya, aku seakan tak
menyangka kepergiannya nenek yang ku anggap sebagai ibuku meninggalkan anak cucu dan juga saudara saudaranya.