• Tidak ada hasil yang ditemukan

bahasa indonesia Kelas X MENGINTERPRETASI DAN MENGONVERSI TEKS ANEKDOT K-13 SEMESTER 2, KELAS X SMA/MA/SMK/MAK KURIKULUM 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "bahasa indonesia Kelas X MENGINTERPRETASI DAN MENGONVERSI TEKS ANEKDOT K-13 SEMESTER 2, KELAS X SMA/MA/SMK/MAK KURIKULUM 2013"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MENGINTERPRETASI DAN MENGONVERSI TEKS ANEKDOT

SEMESTER 2, KELAS X SMA/MA/SMK/MAK – KURIKULUM 2013

Standar Kompetensi Kompetensi Dasar

11. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifi k sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

11.1 Menginterpretasi dan mengonver-si teks anekdot.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mempunyai kemampuan sebagai berikut. 1. Memahami konsep dasar menginterpretasi dan mengonversi teks anekdot.

2. Menginterpretasi teks anekdot. 3. Mengonversi teks anekdot.

bahasa indonesia

K

e

l

a

s X

K-13

(2)

2

A. Menginterpretasi Teks Anekdot

1. Pengertian Menginterpretasi Teks Anekdot

Interpretasi adalah pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis terhadap sesuatu; tafsiran (KBBI). Menginterpretasi makna teks anekdot artinya memberikan tafsiran terhadap makna teks anekdot.

2. Tujuan Menginterpretasi Teks Anekdot

Tujuan menginterpretasi teks anekdot sebagai berikut.

a. Memahami tema cerita dalam teks anekdot apakah tentang politik, hukum, dan sosial. Memahami partisipan, alur, dan latar peristiwa dalam anekdot.

b. Memahami makna teks anekdot apakah sebuah ekspresi dari ketidakpuasan, kejengkelan, dan kemarahan terhadap kondisi atau kenyataan yang ada sekarang ini. c. Memahami unsur kelucuan yang dibuat dengan kekuatan verbal penulisnya dan

kekonyolan atau kejengkelan yang terkandung di dalamnya.

d. Memahami kritik dengan sindiran tidak langsung (mencubit tanpa rasa sakit) dan pelajaran atau hikmah yang terdapat di dalam teks anekdot.

3. Langkah-Langkah Menginterpretasi Teks Anekdot

a. Membaca keseluruhan teks anekdot dengan cermat. Pada bagian krisis dan reaksi dibaca lebih cermat lagi atau berulang-ulang sampai paham karena bagian tersebut merupakan inti dari teks anekdot.

b. Menentukan tema. Tentukan bidang apa yang diangkat dalam teks anekdot sebagai wujud ekspresi ketidakpuasan, kejengkelan, atau kemarahan penulis.

c. Mengidentifikasi partisipan, latar, dan alur yang terdapat dalam teks.

d. Mencari kata atau kalimat yang mengandung unsur kelucuan, kekonyolan, atau kejengkelan.

e. Mencari kata atau istilah khusus untuk dicari maknanya.

f. Memaknai hikmah yang terkandung di dalam teks anekdot dengan memahami kalimat kritik berupa sindiran tidak langsung yang mengandung pesan.

(3)

3

4. Menginterpretasi teks anekdot “Ayahku Pejabat”

a. Teks Anekdot “Ayahku Pejabat”

Ayahku Pejabat

Akhir-akhir ini sedang marak nepotisme. Ambil contoh saja Jupri yang mendapat jatah ruko (rumah toko) tiga karena pamannya menjadi pejabat. Belum lagi Marfuah yang mendapat jalur suplai susu kedelai ke lima rumah sakit besar. Midi yang sudah menganggur dua tahun mengharapkan hal yang sama dari ayahnya. Diputuskannya, ia mengobrol dengan ayahnya di teras rumah saat santai menjelang malam.

Midi : “Yah, Midi kan sudah dua tahun nganggur, masa gak dikasih kerjaan?” Ayah : ”Lah, kan saban Sabtu ayah kasih kerjaan di bengkel.”

Midi : “Lagi zamannya loh Yah, kita bagi jatah lahan usaha dengan memanfaatkan jabatan.”

Ayah : “Kamu mau usaha apa, toh?” Midi : “Usaha apa aja, Yah.”

Ayah : “Ayah ini hanya RW, RW di perkampungan kumuh. Bukan jatah usaha yang bisa ayah kasih. Nih,kamu urus tetangga kita yang miskin sedang sakit dan

gak bisa berobat ke rumah sakit, jatah kamu berbakti sama masyarakat

kumuh kita! Kamu itu kan anak sekolahan!”

Ayah pun meninggalkan Midi yang terdiam setelah mendengar kata-katanya.

b. Interpretasi Teks Anekdot “Ayahku Pejabat”

Teks anekdot “Ayahku Pejabat” menceritakan kisah anak yang sedang mengikuti zaman –-ikut-ikutan nepotisme-- mencoba memanfaatkan jabatan ayahnya untuk dapatkan proyek bisnis. Tema yang diangkat adalah nepotisme, yakni kecenderungan untuk mengutamakan (menguntungkan) sanak saudara sendiri, terutama dalam jabatan, pangkat di lingkungan pemerintah.

Penulis mengekspresikan kekesalan dan kemarahan kepada para pejabat yang memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan nepotisme. Situasi dan kondisi ini dilukiskan dengan nyiyir dalam teks anekdot. Jupri dan Marfuah menggambarkan sosok orang-orang yang dapat jatah usaha karena saudaranya pejabat. Pejabat

(4)

4

memanfaatkan jabatannya sehingga dengan mudah mendapatkan jatah ruko dan suplai susu, misalnya.

Tokoh utama, Midi, beranggapan ayahnya seorang pejabat teras yang dengan mudah mendapatkan proyek. Ayahnya seorang RW, pejabat sukarela yang berbakti buat warganya.

Kritikan dalan teks tersebut sebagai berikut.

1) Sebuah kritikan halus yang menyindir pemerintah paling tidak ketua RW mendapat gaji seperti pejabat petinggi lainnya.

2) Sebuah pesan kepada seluruh pejabat agar tugas yang diamanahkan adalah untuk pengabdian mereka kepada rakyat.

3) Hal yang paling utama dalam teks anekdot ini adalah kritik kepada para pejabat teras, yakni jangan nepotisme, memanfaatkan jabatan untuk kepentingan keluarganya.

Hal yang lucu dalam teks anekdot tersebut adalah kekonyolan seorang anak meminta jatah proyek bisnis atau usaha, padahal ayahnya hanya seorang ketua RW bukan pejabat teras. Kalimat yang ditulis menggelitik dan membuat orang tersenyum “Ayah ini hanya RW, RW di perkampungan kumuh. Bukan jatah usaha yang

bisa ayah kasih, Nih, kamu urus tetangga kita yang miskin sedang sakit dan gak bisa berobat ke rumah sakit, jatah kamu berbakti pada masyarakat kumuh kita.” Sindiran

halus pun ditujukan kepada seorang anak terpelajar untuk menggunakan ilmunya,

“Kamu itu kan anak sekolahan!”.

B. Mengonversi Teks Anekdot

1. Pengertian Mengonversi Teks Anekdot

Konversi adalah perubahan dari satu bentuk ke bentuk yang lain (KBBI). Mengonversi teks anekdot artinya mengubah bentuk teks anekdot ke bentuk teks anekdot yang lain atau mengubah teks anekdot ke jenis teks lainnya yang berbeda bentukmaupun strukturnya. Ada tiga bentuk teks anekdot, yakni naratif, dialog (drama), dan puisi.

a. Teks anekdot naratif adalah teks anekdot bersifat narasi yang tidak terdapat dialog antartokoh di dalamnya (kalimat tidak langsung) yang disampaikan oleh satu orang saja. Teks ini berbentuk cerita yang harus memiliki kejelasan partisipan (tokoh), alur, dan latarnya.

b. Teks anekdot dialog (drama) adalah teks anekdot yang berbentuk drama. Terdapat ketentuan seperti teks drama ada prolog, dialog, dan epilog, tetapi yang wajib ada

(5)

5

adalah dialog. Penulisan dialog dengan nama tokoh yang dibatasi tanda baca titik dua (:) dan tuturan langsung tokoh tersebut diapit oleh dua tanda baca petik dua (“……”). Lakuan tokoh diapit oleh tanda kurung [(…..)] jika ada. Dengan kata lain, dialog berbentuk kalimat langsung.

c. Teks anekdot puisi adalah teks anekdot yang berbentuk puisi modern dengan diksi, perlambangan, irama, imaji, dan unsur atau struktur puisi lainnya.

Kita bisa mengonversi teks anekdot ke dalam tiga bentuk teks anekdot tersebut. Di samping itu, kita bisa mengonversi teks anekdot ke jenis teks lainnya misalnya teks humor.

2. Langkah-Langkah Mengonversi Teks Anekdot

a. Langkah-langkah mengonversi teks anekdot naratif (monolog) ke teks anekdot dialog adalah sebagai berikut.

1) Bacalah keseluruhan teks dengan cermat.

2) Cermatilah tokoh dan apa yang dikatakan pencerita tentang ucapan atau ujaran tokoh (dalam bentuk kalimat tidak langsung). Ciri kalimat tidak langsung: tidak menggunakan tanda petik dua, berbentuk kalimat berita, menggunakan kata ganti orang ketiga dia, mereka, dan klitika -nya.

3) Konversilah dari bentuk kalimat tidak langsung menjadi kalimat langsung dan sesuai dengan konsep penulisan teks drama.

b. Langkah-langkah mengonversi teks anekdot dialog ke teks anekdot monolog adalah sebagai berikut.

1) Bacalah keseluruhan teks anekdot dialog dengan cermat.

2) Cermatilah tokoh, latar, dan alur teks. Kemudian, cermatilah dialog antartokoh yang berbentuk kalimat langsung.

3) Ciri kalimat langsung: menggunakan tanda petik dua, berbentuk kalimat perintah, ajakan, larangan, dan kalimat tanya. Menggunakan kata ganti orang pertama dan kedua saya, kamu, dan kami.

Konversilah ke dalam bentuk monolog dengan mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.

(6)

6

Super "Solusi Quipper"

1. Baca.

2. Menentukan tokoh, latar, dan alur. 3. Ubah kalimat langsung.

4) Langkah-langkah mengonversi teks anekdot monolog atau dialog ke bentuk teks anekdot puisi adalah sebagai berikut.

• Bacalah teks anekdot monolog atau dialog secara menyeluruh.

• Cermatilah unsur cerita seperti tokoh, latar, dan alur dalam teks anekdot tersebut yang akan masuk ke dalam teks anekdot puisi.

• Cermatilah kalimat tidak langsung atau kalimat langsung yang akan dikonversi dengan kalimat atau kata yang pas ke dalam teks anekdot puisi. • Konversilah teks anekdot tersebut ke bentuk teks anekdot puisi dengan

memerhatikan diksi, irama, imaji, dan perlambangan. Masukkan tokoh dan latar serta amanat yang tersirat ke dalam teks anekdot puisi.

5) Langkah-langkah mengonversi teks anekdot ke bentuk teks humor sebagai berikut ini.

• Bacalah keseluruhan teks anekdot monolog, dialog, atau puisi dengan cermat. • Perhatikan unsur keritikan, sindiran dalam teks tersebut karena harus

dihilangkan dalam teks humor, kecuali hal yang lucu. • Hilangkan nama atau orang penting dalam teks anekdot.

• Buatlah teks humor dari teks anekdot yang dibumbui dengan humor tanpa mengandung unsur pornografi, SARA, atau hal yang dapat menyinggung perasaan orang lain.

Contoh mengonversi teks anekdot dialog (drama) “Ayahku Pejabat” ke dalam bentuk teks anekdot naratif (monolog). Lihat teks aslinya di atas.

Ayahku Pejabat

Ada seorang anak bernama Midi yang iri dengan Jupri dan Marfuah. Jupri mendapat jatah ruko tiga karena pamannya pejabat dan Marfuah bisnis susu kedelai yang mendapat jalur suplai ke lima rumah sakit besar karena ayahnya pejabat. Akhirnya, Midi yang sudah menganggur dua tahun mengharapkan hal yang sama dari ayahnya.

(7)

7

Midi mengatakan sudah dua tahun nganggur tidak diberi pekerjaan oleh ayahnya, padahal setiap hari Sabtu ayahnya sudah memberi pekerjaan di bengkel. Sekarang ini lagi zamannya nepotisme, berbagi jatah lahan usaha dengan memanfaatkan jabatan. Itu yang dikatakan Midi kepada ayahnya. Ayahnya pun menjawab dengan bertanya Midi mau usaha apa. Jawaban Midi usaha apa saja boleh. Dengan kesal ayahnya menjelaskan bahwa dia hanyalah ketua RW di perkampungan kumuh. Bukan jatah usaha yang bisa diberikannya melainkan jatah berbakti kepada masyarakat. Ayah Midi pun menyuruh Midi mengurus tetangganya yang sakit, orang miskin, dan tidak bisa berobat di rumah sakit.

Setelah berkata demikian ayah Midi meninggalkan Midi yang terdiam malu dan mukanya memerah. Masih terngiang nasihat ayahnya, gunakan otak untuk berpikir, ayahnya bukan pejabat teras yang bisa melakukan nepotisme, memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi dan keluarga. Ayahnya hanya ketua RW yang mengabdi kepada masyarakat kumuh.

Contoh mengonversi teks anekdot monolog “Ayahku Pejabat” menjadi teks anekdot puisi “Aku juga Ingin”

Aku Juga Ingin

Nepotisme sudah zamannya

Tengok Jupri jatah tiga ruko dia genggam Lihat Marfuah suplai susu kedelai

lima rumah sakit besar dia telan

“karena mereka keluarga pejabat ternama” Sementara aku ini tidak punya apa-apa Aku lelaki penganggur dua tahun lamanya

hanya saban Sabtu bajuku berlumur oli di bengkel ayah Tidak seperti mereka yang punya bisnis istimewa “Aku juga ingin dapat jatah usaha”

Orang memanggilku Midi anak pejabat negara Midi yang juga ingin dapat jatah usaha Tapi Ayahku hanya ketua RW

(8)

8

Bukan jatah usaha yang diberikan

jatah urus tetangga sakit yang kudapatkan

Ayahku dengan peluh mengabdi masyarakat kumuh sekumuh otakku untuk berpikir

Aku hanya diam seribu kata “Aku juga ingin, ayah!”

Contoh Mengonversi teks anekdot “Ayahku Pejabat” menjadi teks humor “Rahasia Terbongkar”

Rahasia Terbongkar

Di sebuah kampung kumuh tinggalah seorang anak yang mengaku anak pejabat sebut saja Midi. Jupri dan Marfuah yang satu kampung dengan Midi sukses punya usaha. Midi selalu bilang ke temannya yang sukses sebagai pengacara walau hanya satu hari kerja dalam seminggu.

Suatu hari Jupri dan Marfuah berkunjung ke rumah Midi. Mereka kumpul di teras rumah dan terjadilah dialog.

Midi : “Wah, hebat ya Jupri punya ruko, usahanya apa sich?” Jupri : “Usaha pejabat, saya kan anak pejabat”

Midi : “Hah, pejabat, apa tuh maksudnya?”

Jupri : “Pejabat, Perusahaan jam dan batere, maklum anak pejabat, peranakan Jakarta-Batak.”

Marfuah : “Saya juga anak pejabat Susule, Mid!” Midi : “Hah, apalagi tuh?”

Marfuah : “Anak Perusahaan jamban batu suka susu kedele” Ayah Midi mendengar obrolan mereka dan langsung nyambar

Ayah Midi : “Midi juga pengacara dan saya juga pejabat” Jupri dan Marfuah : “Wah, hebat dong, ya.”

Ayah Midi : “iya hebat, pengacara: pengangguran banyak acara, dan saya pejabat: Perjaka Jawa Barat.”

(9)

9

Suasana rumah jadi riuh dengan tertawanya Jupri dan Marfuah, sedangkan Midi mukanya memerah malu karena rahasianya dibongkar ayahnya sendiri.

LATIHAN SOAL

Bacalah teks anekdot di bawah ini untuk menjawab soal nomor 1 dan 2.

Sabar Mas

(1) Alim pernah bercerita tentang kesabaran kepada Jamal, Dikisahkan seorang pemuda yang gagah dan kuat sedang berusaha memecahkan batu besar. (2) Pemuda itu melakukan lima puluh pukulan, tetapi batu tidak pecah. (3) Dipukulnya lagi sampai seratus kali, ternyata tidak pecah juga. (4) Kemudian seorang kakek yang sudah tua renta, akhirnya memukul batu tersebut sebanyak lima kali, eh ternyata langsung pecah. (5) Si pemuda akhirnya bingung dan berpikir bahwa kakek itu sakti. (6) Kakek itu bilang bahwa batu itu bisa pecah kalau sudah dipukul sebanyak seratus lima pukulan.

1. Interpretasi yang tepat dari teks anekdot tersebut adalah ….

A. Anak muda jangan kalah semangat dengan orang yang sudah tua. B. Pesan alim kepada Jamal agar selalu sabar dalam menghadapi masalah. C. Batu yang besar akan pecah jika terus-menerus dipukul.

D. Terus lakukan pekerjaan dengan kesabaran sampai tujuan berhasil. E. Kakek-kakek dapat melakukan pekerjaan berat karena kesaktiannya. 2. Pengubahan kalimat (6) menjadi kalimat langsung yang tepat adalah….

A. “Batu ini bisa pecah kalau sudah dipukul sebanyak seratus lima pukulan,” kata kakek. B. Kakek mengatakan bahwa,”Batu ini bisa pecah kalau sudah dipukul sebanyak seratus

lima pukulan!”

C. Kakek berkata, “batu ini bisa pecah kalau sudah dipukul sebanyak seratus lima pukulan.” D. Kata kakek, “batu ini bisa pecah kalau sudah dipukul sebanyak seratus lima pukulan.” E. “Batu ini bisa pecah,” kata kakek, “Kalau sudah dipukul sebanyak seratus lima pukulan.”

Bacalah teks anekdot di bawah ini untuk menjawab soal nomor 3 dan 4.

Di ruang perpustakaan pribadi terjadi diskusi antara Alim dan anaknya yang ingin sekali jadi anggota LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja).

Alim : "Memangnya apa yang dapat kamu sumbangkan untuk LKIR sekolahmu, Nak?" Anak : "Sebuah penemuan dari hasil penelitian yang saya lakukan sendiri, Pak"

(10)

10

Alim : "Apa itu?"

Anak : "Penggabungan (setek) antara tiga jenis tumbuhan yang tentunya sangat berlainan dengan spesiesnya lainnya dan ternyata itu berhasil."

Alim : "Apa tiga jenis tumbuhan tersebut?" Anak : "Kelapa, singkong, dan tebu."

Alim : (Terdiam, sepertinya tidak bisa percaya) "Lalu apa yang terjadi dengan gabungan ketiga tumbuhan itu?"

Anak : "Jadi gethuk, Pak!"

3. Interpretasi yang tepat dari teks anekdot di atas adalah ….

A. Secara ilmiah pohon kelapa, singkong, dan tebu di setek dan menghasilkan jenis tumbuhan baru, yaitu gethuk yang akan dilombakan dalam KIR.

B. Kekonyolan seorang anak calon anggota LKIR terhadap ayahnya yang secara ilmiah menyatakan gethuk (makanan) hasil dari gabungan (setek) kelapa, singkong, dan tebu. C. Kelapa, singkong, dan tebu yang telah diproses menjadi gula merupakan bahan dasar

membuat gethuk dan akan diperlombakan dalam LKIR.

D. Anak Pak Alim menemukan jenis tumbuhan baru, yakni gethuk yang diambil dari salah satu nama makanan.

E. Gethuk merupakan jenis makanan baru hasil penelitian anak Pak Alim untuk ikut LKIR. 4. Konversi teks tersebut menjadi teks anekdot monolog yang tepat adalah ….

A. Alim menanyakan bahwa apa yang bisa diberikan oleh anaknya untuk LKIR. Anaknya menjawab hasil gabungan kelapa, singkong, dan tebu.

B. Alim berdialog tentang hasil penelitian dan anaknya, calon anggota LKIR. Penemuan baru anaknya itu adalah gethuk.

C. Alim berdialog di perpustakaan pribadi tentang hasil penelitian anaknya, calon anggota LKIR. Alim menanyakan bahwa apa yang bisa diberikan oleh anaknya untuk LKIR. Anaknya menjawab hasil gabungan kelapa, singkong, dan tebu, yakni gethuk. D. Alim berdialog tentang hasil penelitian anaknya, calon anggota LKIR. Alim menanyakan

apa yang bisa diberikan oleh anaknya untuk LKIR. Anaknya menjawab gethuk. E. Hasil gabungan kelapa, singkong, dan tebu, yakni gethuk merupakan penemuan anak

Pak Alim.

Bacalah dengan saksama teks anekdot di bawah ini untuk menjawab soal nomor 5 dan 6.

Konon Doel, pejabat nomor satu itu, sempat memimpin perusahaan penerbangan Doel Air. Waktu itu Doel melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantornya, melihat para pegawainya bekerja.

(11)

11

Doel sempat kaget melihat seorang yang duduk-duduk santai, tidak bekerja padahal ini masih jam kerja.

“Kamu tidak bekerja?” tanya Doel. “Maaf. Saya lagi istirahat, Pak,” katanya.

Doel tidak menjawab lagi. Pikirnya, karyawan ini sudah tidak bisa diberi ampun. “Gajimu berapa sebulan?” tanya Doel.

“Satu juta, Pak,” katanya.

“Ya sudah, kamu saya kasih dua juta dan kamu tidak usah lagi bekerja di sini.”

Orang tadi bengong, tapi uang pemberian Doel tadi diterima begitu saja, dan dia langsung pergi. Setelah itu, Doel langsung memanggil salah seorang pimpinan direksi.

“Hei, orang tadi sudah saya kasih pesangon, tidak usah lagi bekerja di sini. Kita harus tertibkan manajemen perusahaan,” kata Doel agak jengkel.

“Wah, dia bukan karyawan sini, Pak. Dia pengantar barang,” kata pimpinan. “Hah…,” Doel tak bisa berkata apa-apa. Kali ini doel kalah.

5. Interpretasi yang tepat dari teks tersebut adalah ….

A. Sebagai seorang pemimpin harus tegas, tapi hati-hati dalam menegakkan disiplin. B. Seorang pemimpin perusahaan yang tidak mengenal karyawannya akan terkena

batunya ketika mengambil tindakan pemecatan kepada orang yang salah.

C. Jangan ragu-ragu mengambil tindakan saat inspeksi mendadak karena di situlah akan tampak kerja atau tidaknya karyawan yang kita pimpin.

D. Sebagai pimpinan perusahaan jangan asal memecat karyawan tanpa mengetahui sebab musababnya.

E. Penertiban manajemen sangat perlu dilakukan bagi perusahaan penerbangan karena kunci kesuksesan perusahaan.

6. Setelah itu, Doel langsung memanggil salah seorang pimpinan direksi. “Hei, orang tadi sudah saya kasih pesangon, tidak usah lagi bekerja di sini. Kita harus tertibkan manajemen perusahaan,” kata Doel agak jengkel.

Konversi potongan teks di atas menjadi teks anekdot naratif adalah ….

A. Setelah itu, Doel langsung memanggil salah seorang pimpinan direksi. Dengan agak jengkel, Doel mengatakan bahwa orang tadi sudah dikasihnya pesangon, tidak usah bekerja lagi di perusahaan ini. Doel mengatakan juga bahwa dia dan pimpinan direksi harus menertibkan manajemen perusahaan.

(12)

12

B. Setelah itu, Doel langsung memanggil salah seorang pimpinan direksi. Doel mengatakan bahwa orang tadi sudah dikasihnya pesangon dan sudah dia pecat. Doel menegaskan bahwa kita harus menertibkan manajemen perusahaan.

C. Doel langsung memanggil seorang pimpinan direksi. Setelah itu, Doel mengatakan dengan rasa jengkel bahwa orang tadi tidak usah bekerja lagi di perusahaan ini. Doel mengatakan juga bahwa direksi harus menertibkan manajemen perusahaan.

D. Doel setelah itu langsung memanggil direksi. Doel mengatakan bahwa orang tadi sudah dikasihnya pesangon dan bahagia. Doel juga mengatakan bahwa dia dan pimpinan direksi harus menertibkan perusahaan.

E. Setelah itu, Doel langsung memanggil pimpinan direksi. Dengan agak jengkel, Doel mengatakan bahwa orang tadi, sudah dia tertibkan, dan tidak usah bekerja lagi di perusahaan ini. Doel mengatakan juga bahwa kita harus tegas terhadap karyawan yang malas.

7. Hal yang tidak boleh dihilangkan ketika mengonversi teks anekdot menjadi teks humor adalah ….

A. hikmah atau pelajaran B. nama-nama orang penting

C. kritik yang ditujukan kepada orang tertentu D. sindiran secara tidak langsung

E. unsur lucu, konyol, atau jengkel

8. Hal ini berhubungan dengan bentuk teks anekdot puisi modern hasil dari mengonversi teks anekdot dialog, kecuali ….

A. mengubah judul puisi teks anekdot dialog

B. menghilangkan kata atau kalimat yang tidak diperlukan

C. menghilangkan kalimat langsung dari teks anekdot dialog sesuai dengan ketentuan teks anekdot puisi yang tidak ada batasan ketentuan

D. mengubah tema atau isi dari teks anekdot dialog berbeda dari tema aslinya E. teks anekdot puisi diksinya harus tepat, ada irama, imaji, atau lambang

Bacalah teks anekdot di bawah ini dengan cermat untuk menjawab soal nomor 9 dan 10.

Di Sajastan, wilayah Asia tengah, antara Iran dan Afganistan, hidup seorang ulama ahli bahasa yang amat terkenal. Suatu hari ia menasihati putranya: "Kalau kamu hendak membicarakan sesuatu, pakai dahulu otakmu. Pikirkan dengan matang; setelah itu, baru katakan dengan kalimat yang baik dan benar."

(13)

13

Pada suatu hari di musim hujan, keduanya sedang duduk-duduk santai di dekat api unggun di rumahnya. Tiba-tiba sepercik api mengenai jubah tenunan dari sutera yang dikenakan sang ayah. Peristiwa itu dilihat putranya, namun ia diam saja. Setelah berpikir beberapa saat barulah ia membuka mulut,

"Ayah, aku ingin mengatakan sesuatu, bolehkah?" tanyanya. Kalau menyangkut kebenaran katakan saja," jawab sang ayah. "Ini memang menyangkut kebenaran," jawabnya.

"Silakan," kata sang ayah. Ia berkata,

"Aku melihat benda panas berwarna merah." "Benda apa itu?," tanya sang ayah.

"Sepercik api mengenai baju ayah," jawabnya.

Seketika itu sang ayah melihat baju yang sebagian sudah hangus terbakar.

"Kenapa tidak segera kamu beritahukan kepadaku?," kata sang ayah. "Aku harus berpikir dahulu sebelum mengatakannya, seperti apa yang ayah nasihatkan kepadaku tempo hari," jawab putranya dengan lugu.

Sejak itu ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam memberikan nasihat pada putranya. Ia tidak ingin peristiwa pahit seperti itu terulang lagi.

9. Interpretasi teks anekdot di atas yang tepat adalah ….

A. Seorang ayah harus berhati-hati dalam memberikan nasihat kepada anaknya agar anaknya bisa memberikan pertolongan dengan cepat jika ayahnya dalam bahaya. B. Seorang ayah harus lebih berhati-hati dalam memberikan nasihat kepada anaknya C. Seorang ayah harus lebih berhati-hati dalam memberikan nasihat kepada anaknya

karena jika tidak akan terjadi salah pemahaman yang diterima oleh anaknya.

D. Seorang ayah harus tegas beri nasihat kepada anaknya dengan penjelasan yang sejelas-jelasnya agar anaknya bisa memahami arti berpikir sebelum bertindak E. Seorang ayah harus memberikan nasihat kepada anaknya agar anaknya dapat bekal

jika sudah dewasa nanti.

10. “Kenapa tidak segera kamu beritahukan kepadaku?," kata sang ayah. "Aku harus berpikir dahulu sebelum mengatakannya, seperti apa yang ayah nasihatkan kepadaku tempo hari," jawab putranya dengan lugu.

(14)

14

Konversi kalimat di atas menjadi kalimat tidak langsung untuk teks anekdot monolog yang tepat adalah ….

A. Sang ayah menanyakan kepada anaknya bahwa mengapa anaknya tidak segera memberitahukan kepadanya. Sang anak menjawab dengan lugu bahwa dia harus berpikir dahulu sebelum mengatakannya seperti apa yang dinasihatkan ayahnya tempo hari.

B. Sang ayah menanyakan kepada anaknya, “Mengapa kamu tidak segera memberitahukan ayah?”. Sang anak menjawab dengan lugu bahwa dia harus berpikir dahulu sebelum mengatakannya seperti apa yang dinasihatkan ayahnya tempo hari. C. Sang ayah menanyakan kepada anaknya bahwa mengapa anaknya tidak segera

memberitahukan kepadanya. Sang anak menjawab dengan lugu, “Saya harus berpikir dahulu sebelum mengatakannya seperti apa yang dinasihatkan ayah tempo hari.” D. Sang ayah menanyakan kepada anaknya bahwa mengapa anaknya tidak segera

memberitahukan ayah. Sang anak menjawab bahwa dia harus berpikir dahulu sebelum mengatakannya seperti apa yang dinasihatkan ayah tempo hari.

E. Sang ayah menanyakan bahwa mengapa anaknya tidak segera memberitahukan kepada ayah. Sang anak menjawabbahwa dia harus berpikir dahulu sebelum mengatakannya.

Referensi

Dokumen terkait

Upaya tambahan pengawasan yang dilakukan oleh Penyewa yaitu dengan mengirimkan surveyor, loading master, serta mewajibkan Pemilik Kapal untuk melakukan pemasangan Vessel

Studi ini menganalisa tentang dinamika politik dalam implementasi kebijakan kampanye putaran kedua pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017. Kebijakan

Maksud penulis pada penelitian ini adalah untuk memperoleh data-data mengenai Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Pada PT Maicih Inti Sinergi

*  jumlah energi potensial dan energi kinetik se$elum dan sesudah peristi&a adalah tetap (sama) atau E M  = E p  + Ek. "*  jumlah energi potensial dan energi kinetik

Nuraida (2011:38) keberhasilan suatu program pelatihan ditentukan oleh lima komponen yaitu : 1) sasaran Pelatihan, setiap pelatihan harus mempunyai sasaran yang jelas

Kesimpulan : Tidak terdapat perbedaan bermakna pada jumlah parasit mencit Swiss yang diinfeksi Plasmodium berghei antara diberi ekstrak batang Tinospora crispa dengan klorokuin...

Untuk melakukan metode Geo-reference dan Resizing(pemotongan citra menjadi ukuran tertentu yang lebih kecil) pada citra dapat dilakukan dengan menggunakan software ENVI 4.6.1...

Analisa mekanika aliran debris memerlukan perhitungan gaya-gaya yang bekerja dalam aliran debris. Oleh karena aliran debris terdiri dari partikel kasar dengan