• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Singkat Sosiologi Pendidikan

N/A
N/A
Vini Kartika Sari

Academic year: 2024

Membagikan " Sejarah Singkat Sosiologi Pendidikan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI BETHEL BANJARBARU UJIAN AKHIR SEMESTER

TAHUN AJARAN 2023 – 2024 Mata Kuliah : Sosiologi Pendidikan

Dosen : Mentari Ruthma Putri, S.Km, M.Th.

Semester : III

Hari/Tanggal : Sabtu, 15 Juni 2024 Waktu : 10.00 – 12.00 WITA Nama : Vini Kartika Sari NIM : 2023010177

Jawaban 1. Sejarah singkat Sosiologi Pendidikan

Sosiologi pendidikan muncul karena terjadinya pengaruh kondisi sosial masyarakat di Eropa. Revolusi industri yang terjadi di masyarakat eropa dan juga terjadinya revolusi kesadaran masyarakat eropa ketika itu membuat melemahnya nilai-nilai dan norma-norma tradisional.

Keadaan tersebut membuat terbentuknya patologi sosial. Masyarakat ketika itu tidak mempunyai sebuah pedoman yang kuat untuk menguatkan integrasi sosial. Hal tersebut berimbas terhadap harmoni sosial retak di tengah-tengah masyarakat. Perubahan yang terjadi secara cepat tersebut melahirkan sebuah kajian ilmu dari sosiologi yaitu sosiologi pendidikan.

Jhon Dewey (1859-1952) termasuk tokoh pertama yang memandang begitu esensialnya hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Menurutnya, terlihat nyata adanya perubahan struktur masyarakat dari bentuk semulanya yang bersahaja. Pelopor sosiologi pendidikan dalam artian formal, adalah Jhon Dewey dengan bukunya yang berjudul School and Society yang terbit pada tahun 1899. Dewey berupaya mengembangkan pengalaman belajar di kelas dan di sekolah melalui sekolah percobaan yang dibangunnya sehingga membentuk kehidupan yang bisa menumbuhkan semangat sosial, semangat saling membantu dan gotong royong. Beberapa upaya persekolahan menjadi lebih dekat hubungannya baik dengan lingkungan rumah, anak-anak maupun dalam lingkungan masyarakat sekitarnya.

Sebagaimana Dewey, pada saat itu Emille Durkheim (1858-1917), dikala itu menjadi Direktur Ilmu Pendidikan dan Sosiologi. Durkheim memandang pendidikan sebagai suatu social thing, bahwa masyarakat secara keseluruhan beserta masing-masing lingkungan sosial di dalamnya, merupakan penentu cita-cita yang dilaksanakan lembaga pendidikan. Kemudian diikuti para tokoh lainnya misal, A.W.Small, E.A.Kirkpatrick, C.A.Elwood, Alvin Good, dan S.T.Dutton mempersoalkan pentingnya menghubungkan pendidikan dengan pengalaman anak dalam keluarga dan masyarakat.

(2)

Di Indonesia pada tahun 1967, mata kuliah Sosiologi pendidikan untuk pertama kalinya dicantumkan dalam kurikulum Jurusan Didaktik dan Kurikulum, Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Yogyakarta.

2. Tujuan Sosiologi :

Tujuan sosiologi pendidikan pada dasarnya adalah untuk mempercepat dan meningkat pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan.

Sementara menurut S.Nasution, dikemukakan bahwa tujuan sosiologi pendidikan adalah sebagai berikut:

1. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis proses sosialisasi anak, baik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat.

2. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis perkembangandan kemajuan sosial.

Pendidikan memberikan kemungkinan yang besar bagi kemajuan masyarakat, karena dengan memiliki ijazah yang semakin tinggi akan lebih mampu menduduki jabatan yang lebih tinggi pula.

3. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis status pendidikan dalam masyarakat.

Berdirinya lembaga pendidikan dalam masyarakat sering disesuaikan dengan tingkatan daerah dimana lembaga pendidikan itu berada.

4. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis tenaga kependidikan dalam kegiatan sosial 5. Sosiologi pendidikan bertujuan membantu menentukan tujuan pendidikan. Di Indonesia, Pancasila sebagai filsafat hidup dan kepribadian bangsa Indonesia harus menjadi dasar untuk menentukan tujuan pendidikan nasional serta tujuan pendidikan lainnya.

6. Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis partisipasi orang-orang terdidik dalam kegiatan sosial. Menjadi motor penggerak dari peningkatan taraf hidup sosial.

7. Memberikan kepada tenaga kependidikan latihan-latihan yang efektif dalam bidang sosiologi sehingga dapat memberikan kontribusi secara cepat dan tepat terhadap masalah pendidikan.

Dalam Pengantar Sosiologi Pendidikan (2011), Zainuddin Maliki menyebutkan bahwa sosiologi pendidikan bertujuan untuk:

1. Menganalisis kedudukan pendidikan dalam masyarakat.

2. Menganalisis interaksi sosial di sekolah serta antara sekolah dengan masyarakat.

3. Menganalisis proses sosialisasi.

4. Mempelajari tingkah laku sosial serta prinsip-prinsip untuk mengontrolnya.

5. Menganalisis tujuan pendidikan secara objektif.

6. Membantu memecahkan masalah-masalah sosial pendidikan.

Fungsi Sosiologi Pendidikan :

(3)

Secara umum, tujuan dan fungsi sosiologi pendidikan adalah memanusiakan manusia yang bertujuan menganalisis perkembangan dan kemajuan sosial. Sejumlah pakar beranggapan bahwa pendidikan memberikan kemungkinan besar bagi kemajuan masyarakat.

Ciri-ciri Sosiologi Pendidikan : 1. Empiris

Empiris bersumber dan diciptakan dari kenyataan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

2. Teoritis

Ciri selanjutnya adalah teoritis di mana terdapat peningkatan fase penciptaan yang menjadi salah satu bentuk budaya yang bisa disimpan dalam kurun waktu yang lama dan dapat diwariskan kepada generasi yang lebih muda.

3. Kumulatif

Kumulatif hadir sebagai akibat dari pencapaian terus-menerus sebagai konsekuensi dari perubahan yang terjadi di masyarakat. Perubahan ini tentu dimaksudkan kepada perubahan yang lebih baik.

4. Non-etis

Ciri sosiologi pendidikan ini menceritakan secara apa adanya tentang masyarakat termasuk individu yang tinggal di dalamnya, tanpa menilai apakah hal tersebut baik atau buruk.

3. Nilai-nilai sosiologi yang harus di terapkan dalam menanggulangi masalah sosial pendidikan adalah :

- Menanamkan visi dan misi bersama dalam cinta Tanah Air, semboyan Bhineka Tunggal Ika dan kesatuan Pancasila

- Mendidik anak-anak dalam rumah tangga yang memiliki kasih, rasa saling menghormati, rasa saling menghargai, gotong royong terhadap sesama.

- Mengajarkan kepada anak didik dgn tidak membeda-bedakan, memberikan edukasi dengan seperangkat nilai dan norma agar sikap dan perilaku sesuai dgn harapan masyarakat dalam kebersamaan

- Melatih anak didik agar mampu mengendalikan fungsi-fungsi dirinya dan kepentingannya agar sikap dan perilakunya tidak menyimpang dari tata nilai dan norma, bahkan bijak dalam menghadapi pesatnya teknologi.

- Menanamkan nilai-nilai toleransi antar siswa

- Menggalakkan ekestrakulikuler untuk meredam masalah seputar gap antara kelompok sosial.

4. Tiga landasan etika kristen dalam sosiologi pendidikan yaitu :

(4)

1. Landasan Alkitab yaitu Alkitab sebagai pedomanetika hidup orang-orang yang hidup dalam Kerajaan Allah.

2. Landasan Umum. Secara umum, arti etika adalahilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentanghak dan kewajiban moral (akhlak); kumpulan asas atau nilai

yang berkenaan dengan akhlak; mengenai nilai benar atausalah, yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

3. Landasan Pendidikan. Pendidikan dianggapberhasil jika memiliki produk yang unggul, disini produk yang unggul mencakup pada kognitif, afektif dan psikomotor. Etikadan moral merupakan produk dari kemampuan afektif yang akan sangat mempengaruhi pada perilaku seseorang.

5. Tantangan yang menghambat kita dalam menerapkan nilai-nilai sosiologi adalah bullying atau perundungan, narkoba dikalangan pelajar dan mahasiswa dan kasus pornografi yang banyak terjadi pada anak usia sekolah serta sikap masyarakat yang pasif dan cenderung cuek dalam penanganan masalah yang terjadi disekitarnya. Untuk penanggulangan masalah ini adalah kerjasama semua pihak terkait dalam menyelesaikan masalah dan melindungi anak-anak kita dari berbagai macam dampak negatif dari lingkungan sekitar yang berpotensi merusak anak. Sebagai pendidik juga kita harus waspada dan awas dalam kemungkinan potensi negatif yang terjadi di lingkungan sekolah dan kepada anak didik kita.

6. Sasaran pelayanan sosial pendidikan itu diberikan adalah kepada anak-anak usia sekolah tanpa memandang latar belakang anak tersebut karena dengan pelayanan sosial pendidikan yang baik anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan sejahtera dan menjadi bagian dari masyarakat yang kuat, mandiri dan sejahtera. Masyarakat yang sejahtera tentu berdampak positif untuk kehidupan bernegara, kejahatan menurun dan kebaikan meningkat. Contohnya dengan membekali anak-anak yang kurang mampu dengan pendidikan kejar paket dan menambah keterampilan mereka untuk mandiri berusaha maka anak-anak ini akan terangkat kehidupannya dan perekonomiannya.

7. Sosiologi pendidikan penting bagi kaum marjinal dan difabel karena mereka punya hak yang sama untuk menerima pendidikan dan melalui pendidikan mereka bisa mandiri dan terlatih untuk menjadi manusia seutuhnya dan sebagai usaha untuk membentuk kemandirian masyarakat yang sejahtera.

(5)

8. Upaya saya sebagai tenaga pengajar agama mengatasi kasus diskriminasi terhadap kaum difabel dan marjinal yang sering terjadi dalam kehidupan kita adalah dengan memberikan contoh dari sikap dan perilaku saya terhadap kaum difabel dan kaum marjinal, tetap menghormati mereka sebagai manusia yang seutuhnya karena mereka juga manusia yang sama dengan kita memiliki emosi dan perasaan, juga melatih anak didik saya untuk dapat bersikap wajar dan tidak membedakan terhadap mereka dalam batas aman dan wajar.

9. Upaya saya sebagai tenaga pengajar agama menghadapi kenakalan remaja yaitu hamil diluar nikah adalah dengan melakukan pendekatan kepada anak tersebut dan merangkul pihak-pihak terkait untuk menolong anak ini. Dan apabila anak ini hanya terbuka dengan saya maka saya sebagai guru menempatkan diri sebagai orang yang siap menolongnya dengan memberikan pengertian dan berusaha untuk menolong anak ini dengan dukungan pihak-pihak terkait.

Memberikan penjelasan yang sebenar-benarnya tentang resiko hamil diluar Nikah dengan tetap menjadi pendamping anak ini dalam menghadapinya.

10. Hal yang dapat saya tangkap dalam pembelajaran sosiologi pendidikan adalah betapa pentingnya untuk kita mendapatkan dan atau memberikan pendidikan yang berkualitas dan membuat kita menjadi manusia yang cerdas, maju dan sejahtera sebagai pribadi. Kita sebagai anggota masyarakat yang kuat, mandiri dan sejahtera membuat daerah atau negara tempat kita bermasyarakat maju dan sejahtera sehingga masyarakat kita terlindungi dari efek-efek negatif yang dapat merusak tatanan masyarakat.

Beberapa hal yang dapat saya terapkan adalah menjadi warga negara yang sadar pendidikan, menjadi tenaga pendidik yang terbuka untuk terus belajar dan menambah pengetahuan di masyarakat yang dinamis dan terus mengalami perubahan, mengasah karakter untuk lebih peka terhadap kebutuhan anak didik dan lingkungan pendidikan.

Referensi

Dokumen terkait

Sosiologi Umum membicarakan semua fenomena yang ada pada masyarakat umum, sedangkan Sosiologi Agama membicarakan salah satu aspek dari berbagai fenomena sosial,

Sosiologi Hukum adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang secara empiris dan analitis mempelajari hubungan timbal-balik antara hukum sebagai gejala sosial, dengan gejala gejala

Pendidikan di Jurusan Sosiologi, dimaksudkan untuk menghasilkan ahli-ahli ilmu sosial, khususnya Sosiologi yang peka dan tanggap terhadap perubahan dan perkembangan

tiap tiap belahan masyarakat (eropa) memiliki karateristik masing – masing dalam konteks kebudayaan, bahasa, termasuk didalamnya muncul persoalan terkait

Selo Sumarjan dan Sulaeman Soemardi (1964) Sosiologi atau Ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan –

Orang kaya individu bunuh diri adalah salah satu yang mungkin telah melihat perubahan yang cepat dalam situasi sosial mereka, perubahan yang cepat di mana norma-norma dan

Lebih lanjut dalam kajian sosiologi lingkungan, beragam perilaku sosial seperti konflik dan integrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan,

Dokumen ini membahas tentang konsep dan objek studi sosiologi, serta topik seperti masyarakat multikultural, perubahan sosial, dan penelitian