Penelitian ini mengkaji adaptasi antara dua kelompok masyarakat Sunda dan Jawa, hasil adaptasi masyarakat dalam pelaksanaan tradisi Hajat Bumi di Desa Ciptawaras. Rumusan masalah penelitiannya adalah Bagaimana pelaksanaan tradisi Hajat Bumi pada masyarakat Desa Ciptawaras Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tradisi Hajat Bumi yang dilakukan di Desa Ciptawaras merupakan hasil adaptasi budaya Sunda dan Jawa.
Tradisi Hajat Bumi sudah menjadi keistimewaan masyarakat Desa Ciptawaras yang melakukan ritual perayaan panen. Hasil penyesuaian ini dapat dilihat dari tahapan pelaksanaan, perencanaan dan pengorbanan yang digunakan. Penelitian ini mengkaji tentang penyesuaian antara dua kelompok masyarakat Sunda dan Jawa, hasil penyesuaian masyarakat dalam pelaksanaan tradisi Hajat Bumi di desa Ciptawaras. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Tradisi Hajat Bumi yang dilakukan di desa Ciptawaras merupakan hasil adaptasi budaya Sunda dan Jawa.
Judul Skripsi : Tradisi Hajat Bumi Pada Masyarakat Desa Ciptawaras Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat. Penulisan skripsi yang berjudul “Tradisi Hajat Bumi Pada Masyarakat Desa Ciptawaras Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat” merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
ADMINISTRASI
KEGIATAN PENELITIAN Foto-Foto Saat Penelitian
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan
- Manfaat Penelitian .1 Manfaat Teoritis .1 Manfaat Teoritis
- Manfaat Praktis
- Kerangka Pikir
- Paradigma Penelitian
Tradisi ini melibatkan seluruh masyarakat desa, sehingga tradisi Hajat Bumi menjadi perekat sosial masyarakat (Abdullah 2013: 17). Pada tahun 1940, suku Sunda datang ke kampung Ciptawaras, disusul kedatangan suku Jawa pada tahun 1950. Kedua kelompok masyarakat ini saling beradaptasi dengan tradisi Hajat Bumi yang menjadi salah satu tradisi yang dianut masyarakat India. . Desa Ciptawaras. Hasil dari penyesuaian tersebut menghasilkan kesepakatan antara dua kelompok masyarakat, karena keduanya mempunyai profesi yang sama yaitu petani, sehingga suku jawa menggunakan prinsip Hajat Bumi dalam perkembangan selanjutnya, namun sebagai bentuk toleransi untuk menghormati masyarakat. Masyarakat Jawa dalam tradisi Hajat Bumi terjadi perubahan dari segi sesaji dan rangkaian acaranya sesuai dengan tradisi Sedekah Bumi.
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengkaji implementasi tradisi 'Hajat Bumi pada masyarakat Desa Ciptawaras, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat. Bagaimana Penerapan Tradisi Hajat Bumi Pada Masyarakat Desa Ciptawaras Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat. Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan tradisi Hajat Bumi pada masyarakat desa Ciptawaras, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat.
Secara teoritis diharapkan penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tradisi Hajat Bumi pada masyarakat desa Ciptawaras, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang dapat dijadikan referensi mengenai pelaksanaan tradisi Hajat Bumi Pada. Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman mengenai pelaksanaan tradisi Hajat Bumi pada masyarakat Desa Ciptawaras Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat.
Untuk memperluas pengetahuan pembaca tentang pelaksanaan tradisi Hajat Bumi di kalangan masyarakat Desa Ciptawaras Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat. Tradisi Hajat Bumi merupakan ciri khas masyarakat petani, pelaksanaan tradisi ini membentuk ikatan sosial bagi masyarakat. Tradisi Hajat Bumi di Desa Ciptawaras Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat mempunyai keunikan tersendiri, hal ini bermula dari datangnya Suku Jawa yang menetap dan membuka lahan di Desa Ciptawaras.
Tradisi Hayat Bumi di desa Ciptawaras terlihat pada kegiatan awal pelaksanaan tradisi Hayat Bumi, kegiatan pelaksanaan tradisi Hayat Bumi dan kegiatan akhir pelaksanaan tradisi Hayat Bumi.
TINJAUAN PUSTAKA
- Tinjauan Pustaka
- Konsep Budaya
- Fungsi Tradisi
- Konsep Tradisi Hajat Bumi
- Konsep Tradisi Sedekah Bumi
- Konsep Adaptasi
Kebudayaan diartikan sebagai cara hidup masyarakat yang diturunkan dari generasi ke generasi melalui berbagai proses pembelajaran untuk menciptakan cara hidup tertentu yang paling sesuai dengan lingkungan. Tradisi adalah adat istiadat dan segala macam ajaran agama yang diwariskan secara turun temurun sebagai warisan suci.Tradisi dalam bahasa Inggris artinya diturunkan. Menurut pengertian bahasa, suatu kebiasaan yang berkembang dalam masyarakat, baik menjadi adat istiadat maupun yang menyatu dengan ritual adat atau keagamaan. Hal yang paling mendasar tentang tradisi adalah informasi yang diwariskan dari generasi ke generasi, baik secara tertulis maupun (sering) lisan, karena tanpanya tradisi dapat terancam punah (Ismail, 2011: 36).
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tradisi adalah adat istiadat nenek moyang yang masih dilakukan oleh masyarakat secara turun temurun, tata cara yang diwariskan oleh nenek moyang melalui masyarakat dijadikan langkah-langkahnya. Mardimin juga mengungkapkan bahwa tradisi adalah suatu kebiasaan dalam masyarakat yang diwariskan secara turun temurun dan merupakan kebiasaan kolektif serta kesadaran kolektif masyarakat (Sardjuningsih, 2013: 93). Tradisi-tradisi yang sudah membudaya setiap saat, masyarakat berpegang teguh dan menjaga pelaksanaan dan pengembangannya untuk menghindari hal-hal yang diinginkannya. Tradisi adalah aliran atau ideologi yang mengajarkan bahwa masyarakat tidak dapat menemukan kebenaran, sedangkan pengertian lainnya adalah adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun. kepada generasi (nenek moyang) yang masih dilakukan dalam masyarakat.
Penilaian atau asumsi bahwa metode yang ada merupakan metode yang terbaik dan benar. Pengertian tradisi Hajat Bumi secara umum adalah tradisi yang umumnya dilakukan khususnya oleh masyarakat petani yang sering mengadakan ritual “syukur” setelah panen. Pada tahun 1950 Hajat Bumi dilaksanakan secara serentak, kemudian dilaksanakan kembali secara serentak (gebyar).
Bagi masyarakat Jawa khususnya petani, Tradisi Sedekah Bumi bukan sekedar rutinitas atau ritual tahunan. Selain mengajarkan rasa syukur, tradisi Sedekah juga mengajarkan kita bahwa manusia hendaknya hidup selaras dengan alam semesta. Dalam tradisi Sedekah Bumi, hampir seluruh lapisan masyarakat terlibat dalam perayaan Sedekah Bumi.
Upacara Sedekah Bumi dilaksanakan di sawah percontohan, yaitu sawah percontohan milik perseorangan yang dikelola secara bersama-sama.Tidak semua desa mempunyai sawah percontohan. Aditya Pratama (2017) yang berjudul “Motif Aksi Sosial Dalam Tradisi Hayat Bumi, Pondok Rangon, Jakarta Timur” Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Aditya Pratama adalah sama-sama membahas tentang tradisi Hayat Bumi, lalu perubahan dalam tradisi Hayat Bumi. mantan. penelitian ini membahas tentang fungsi tradisi haji Bumi Pondok Rangon Jakarta Timur, sedangkan penelitian yang akan peneliti lakukan berupa kajian terhadap proses dan faktor yang membuat masyarakat setempat mewujudkan tradisi haji. Hajjat Bumi. di Desa Ciptawaras, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat. Gusti dan Dewa (2020) dengan judul “Upacara Adat Pelukan Tanah di Desa Nyenang” Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Gusti dan Dewa adalah sama-sama membahas tentang tradisi Hujati Tanah, lalu perbedaan penelitiannya yang pertama membahas nilai-nilai agama. termasuk dalam tradisi Hajat Bumi, adapun penelitian yang akan peneliti lakukan berupa kajian terhadap proses pelaksanaan masyarakat setempat yang melakukan tradisi Hajat Bumi di Desa Ciptawaras Kecamatan Gedung Surian Lampung Barat. Daerah.
METODE PENELITIAN
- Ruang Lingkup Penelitian
- Jenis Dan Sumber Data Penelitian
- Jenis Data
- Jenis Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Observasi
- Teknik Wawancara
- Teknik Dokumentasi
- Teknik Analisis Data
Bogdan dan Taylor menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan orang-orang dan perilaku yang diamati. Dua jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder dan data primer. Data primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa wawancara yang dilakukan peneliti dengan narasumber terkait tradisi Hajat Bumi di Desa Ciptawaras, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat.
Data yang dihasilkan dalam penelitian ini berasal dari dua sumber yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Tempat terjadinya percampuran tradisi yaitu di Desa Ciptawaras Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat 2. Ada beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data yang masing-masing memiliki fungsi berbeda dan sebaiknya digunakan agar sesuai. sesuai dengan tujuan penelitian dan jenis data yang akan diambil.
Peneliti melakukan observasi di Desa Ciptawaras dengan tujuan untuk mengkaji pelaksanaan Tradisi Ziarah Tanah pada Masyarakat Desa Ciptawaras Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat. Wawancara akan dilakukan peneliti dengan informan atau responden, dengan menggunakan wawancara formal dan informal. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan oleh peneliti dengan narasumber berupa tokoh dan masyarakat di desa Ciptawaras.
Dokumentasi yang peneliti peroleh berupa foto kegiatan pelaksanaan Tradisi Hajat Bumi dan foto pada saat mewawancarai narasumber serta buku-buku terkait tradisi Hajat Bumi di perpustakaan Universitas Lampung. Dokumentasi merupakan suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi berupa buku foto, dan gambar berupa laporan serta informasi yang dapat menunjang penelitian. Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan cara mengolah data, mengorganisasikan data, mengorganisasikannya ke dalam satuan-satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, serta memutuskan apa yang dapat dikatakan kepada orang lain menurut ( (Moleong 2011: 248).
Dalam penelitian kualitatif, data disajikan dalam bentuk uraian singkat, tabel, bagan dan hubungan antar kategori, sehingga data disusun dan disusun sedemikian rupa sehingga lebih mudah untuk dipahami.
SIMPULAN DAN SARAN
- Simpulan
- Saran
Seperti prinsip-prinsip pelaksanaan Tradisi Hajat Bumi, durasi acara dalam pelaksanaan Tradisi Hajat Bumi, pokok-pokok dari Tradisi Hajat Bumi, kegiatan-kegiatan dalam Tradisi Hajat Bumi dan hiburan dalam Tradisi Hajat Bumi. Bersamaan dengan meneliti dan menulis skripsi terkait tradisi tanah hajat pada masyarakat Desa Ciptawaras Kecamatan Gedung Surian Kabupaten Lampung Barat. Bagi peneliti lain yang ingin meneliti tradisi Hayat Bumi, penulis menyarankan untuk menyempurnakan data yang diperoleh melalui penelitian ini dan menggunakan penelitian ini sebagai sumber rujukan dalam penelitiannya.
Kami berharap skripsi ini dapat menjadi bahan referensi yang berguna dalam menambah pengetahuan khususnya mengenai tradisi Ziarah Tanah pada Masyarakat Desa Ciptawaras, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat. Hal ini memperbesar kemungkinan untuk dilakukannya penelitian lebih lanjut terkait hal tersebut oleh mahasiswa atau peneliti lain. Pergeseran Nilai Budaya Suku Bonai Sebagai Budaya Kewarganegaraan di Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau.