PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Suami adalah kepala keluarga dan istri adalah ibu rumah tangga, sehingga seharusnya suamilah yang mengurus istrinya, namun kenyataannya justru sebaliknya istri lebih berperan dalam menunjang perekonomian keluarga. Jika aturan hukum ini ditegakkan oleh pengadilan, rasanya tidak adil mengingat suami yang harusnya dipaksa memberikan nafkah kepada istrinya, bukan sebaliknya.
Rumusan Masalah
Apa pertimbangan hakim Pengadilan Agama Bengkulu dalam putusan nomor 642/Pdt.G/2020/PA.Bn tentang pembagian harta dengan bagi hasil istri. Bagaimana tinjauan maqasid syari'ah terhadap putusan Pengadilan Agama Bengkulu Nomor 642/Pdt.G/2020/PA.Bn tentang pembagian harta dengan istri yang berbagi untuk mencari nafkah.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Beni Kurniawan dalam jurnal yudisial tentang pembagian harta bersama berdasarkan besarnya sumbangan suami istri dalam perkawinan. Permasalahan yang diangkat adalah mengenai pembagian harta bersama berdasarkan sumbangan suami istri terhadap perkawinan dari sudut pandang keadilan. Beni Kurniawan “Pembagian harta bersama menurut fungsi besarnya sumbangan suami istri dalam perkawinan”, dalam Jurnal Yudisial Vol.
Adanya harta bersama dalam perkawinan tidak menutup kemungkinan bahwa harta itu menjadi milik masing-masing suami istri. Karena sifatnya, suami dan istri hanya dapat berbuat atas harta bersama atas persetujuan bersama. Dengan putusnya perkawinan maka akan timbul berbagai persoalan, termasuk pembagian harta bersama antara suami dan istri.
Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Bengkulu dalam Putusan Nomor 642/Pdt.G/2020/PA.Bn tentang pembagian harta bersama istri untuk menjamin penghidupan.
Penelitian yang Relevan
Sistematika Penulisan
- Hak dan kewajiban bersama suami istri Dalam Hukum Islam
- Hak dan Kewajiban Suami Istri Menurut Hukum Positif di
Menurut Idris Ramulyo, dalam bukunya “Hukum Perkawinan Islam”, hak dan kewajiban suami istri adalah sebagai berikut. Laki-laki dan perempuan memikul kewajiban mulia untuk memelihara rumah tangga yang merupakan tiang penyangga struktur masyarakat;
Kewajiban Mencari Nafkah
- Dasar Hukum Pemberian Nafkah
- Aspek Filosofi Pemberian Nafkah
- Macam-Macam Nafkah dan Kadar Nafkah
Suami isteri wajib melengkapi tempat tinggalnya menurut kemampuannya dan menyesuaikannya dengan keadaan lingkungan tempat tinggalnya, baik berupa peralatan rumah tangga maupun benda penunjang lainnya. Perkawinan mengatur tentang hak dan kewajiban laki-laki sebagai kepala keluarga, yang mempunyai kewajiban untuk melindungi dan menafkahi lahir dan batin, serta memberikan tempat tinggal yang layak bagi keluarganya, serta hak dan kedudukannya. suami istri seimbang dalam kehidupan rumah tangga dan bermasyarakat karena berhak melakukan perbuatan hukum seperti belajar atau bekerja. Dalam Ikhtisar Hukum Islam juga terdapat kewajiban seorang wanita terhadap suaminya dan keluarganya yang berperan sebagai ibu rumah tangga.
Kewajiban utama seorang istri adalah berbakti lahir dan batin kepada suaminya dalam batas yang diperbolehkan syariat Islam, serta mengatur dan mengurus kebutuhan rumah tangga sehari-hari sebaik-baiknya. 44 Nur Taufiq Sanusi, Perspektif Fikih Rumah Tangga Al-Qur'an dalam Mengelola Konflik Menjadi Harmoni, (Depok: Elsas, 2011), hal, 62.
Kedudukan Harta Bersama Dalam Perkawinan
- Dasar Hukum Harta Bersama
- Macam-Macam Harta Bersama
- Penyelesaian Harta Bersama Setelah Perceraian
Ensiklopedia Hukum Islam menjelaskan bahwa harta gono gina adalah harta bersama suami istri yang diperoleh selama perkawinan. Segala harta benda yang diperoleh suami istri selama perkawinan menjadi harta bersama, baik harta itu diperoleh sendiri-sendiri maupun bersama-sama. Harta persekutuan adalah harta yang diperoleh selama perkawinan dan dengan demikian menjadi milik bersama antara suami dan istri.
Kewujudan harta bersama dalam perkahwinan tidak mengecualikan kemungkinan harta milik setiap suami atau isteri. Harta bersama termasuk dalam kategori shirkah mufawwadah, kerana bahagian suami atau isteri tidak terhad.
Kerangka Teori
- Teori Hak-hak Perempuan
- Teori Maqasid Syari‟ah
Konsep maqāṣid syaryah pada dasarnya adalah penciptaan kemaslahatan manusia yang berdasarkan wahyu Ilahi. Dalam hal ini, syariah Makashid mempunyai lima kepentingan yang harus dilindungi untuk mewujudkan kemaslahatan makhluk hidup, antaranya perlindungan: agama, jiwa, akal, harta dan keturunan. 80. Beberapa perkara tersebut antaranya iaitu penetapan kaedah dan syarat dalam penentuan maqasid surit.
Semua itu tentunya menunjukkan bahwa konsep maqasid syariah itu penting dan mempunyai metodologi tersendiri yang harus dipahami oleh setiap mujtahid. Sebab syariah Makashid merupakan perwujudan unsur kemaslahatan dan penolakan keburukan dalam hidup, baik dunia maupun akhirat.
METODE PENELITIAN
- Bahan Hukum
- Metode Pengumpulan Bahan Hukum
- Prosedur Pengumpulan Bahan Hukum
- Analisis Bahan Hukum
Menimbang bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah obyek sengketa posita nomor 4 huruf a merupakan harta bersama Penggugat dan Tergugat; Oleh karena itu, Majelis Hakim menetapkan objek sengketa angka 4 huruf a dalam gugatan Penggugat terbukti merupakan harta bersama Penggugat dan Tergugat; Dalam putusan Nomor 642/Pdt.G/2020/PA.Bn tentang pembagian harta bersama istri untuk mencari nafkah, hakim Pengadilan Agama Bengkulu mendasarkan pertimbangannya pada Pasal 35 ayat (1) UU.
Pertimbangan hakim Pengadilan Agama Bengkulu dalam putusan nomor 642/Pdt.G/2020/PA.Bn tentang pembagian harta bersama antara istri dan istri yang berpenghasilan memutuskan untuk membagi harta bersama menjadi ½ bagian bagi penggugat. dan ½ bagian untuk terdakwa. Tinjauan maqashid al-syari'ah dalam putusan Pengadilan Agama Bengkulu Nomor 642/Pdt.G/2020/PA.Bn yang menentukan pembagian harta bersama membagi ½ bagian untuk terdakwa (istri) dan ½ bagian untuk pihak yang dirugikan. penggugat (suami) belum memperoleh keadilan dan manfaat bagi tergugat (istri).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pertimbangan Hukum
Menimbang dalil pokok gugatan penggugat adalah perbuatan mengenai pembagian harta bersama antara penggugat dan tergugat, maka penggugat berpendapat bahwa selama perkawinan penggugat dan tergugat sejak itu. Mengingat dalam kaitannya dengan harta bersama, seperti objek sengketa berupa rumah, maka penggugat dan tergugat hanya berselisih mengenai biaya pembangunan rumah tersebut. Namun mengingat pada tahap pembuktian penggugat dan tergugat telah menghasilkan bukti-bukti yang berkaitan dengan pokok sengketa.
Mengingat Bukti T.4 berupa fotokopi berita acara pembahasan pembagian harta bersama/Gono Gini antara Yenni dan Nasution Arafik. Bukti ini dibubuhi stempel secukupnya dan telah dicocokkan dengan aslinya yang tertera. karena tidak patut dan telah diberitahukan oleh ketua majelis serta diketahui oleh terdakwa, maka bukti T.4 dapat diterima sebagai alat bukti dan mempunyai nilai pembuktian penuh; Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, majelis hakim berkesimpulan bahwa dalam upaya mencapai pokok sengketa secara utuh, maka iuran bersama penggugat dan tergugat bersumber dari pendapatan bersama.
Amar Putusan
Menimbang bahwa penggugat juga mengajukan permohonan pelaksanaan putusan tersebut, meskipun tergugat mengajukan upaya hukum berupa banding, kasai, ayat atau upaya hukum lainnya, maka majelis menilai sebagai berikut; Menimbang bahwa sehubungan dengan permohonan penggugat agar putusan ini dapat dilaksanakan, walaupun menurut Majelis Banding sudah ada upaya hukum, namun tidak ada hal yang mendesak yang harus dilaksanakan terlebih dahulu (Uitvorraad bij vorrad) karena tidak ada jaminan dari penggugat, yang nilainya sama dengan obyek sengketa, apabila ternyata kemudian telah dikeluarkan putusan yang membatalkan putusan pengadilan tingkat pertama, dan juga pokok tuntutan penggugat tidak memenuhi syarat-syarat yang harus dipenuhi. untuk klaim. segera melaksanakan putusan (Uitvoerbaar Bij Vooraad), sebagaimana disyaratkan dalam Pasal 191. Mengingat pokok sengketa nomor 4 adalah huruf (a), yaitu sisa angsuran bank untuk pembangunan rumah selama perkawinan, demikian pula halnya dengan pokok sengketa nomor 4 huruf (c), yaitu angsuran pinjaman atas mobil Avanza warna hitam metalik yang ditandai sebagai milik bersama, maka utang angsuran bank dan angsuran kredit mobil merupakan utang bersama;.
Sekiranya tidak dapat dilaksanakan secara sukarela, ia boleh dilakukan secara pelaksanaan untuk diedarkan dalam bentuk fizikal atau melalui lelongan awam di mana hasilnya diedarkan kepada Plaintif dan Defendan;. Wujudkan hutang ansuran bank untuk pembangunan rumah bersama dan kredit kereta avanza sebagai hutang bersama;.
Analisis Hukum
Oleh karena itu, seorang hakim wajib memutus perkara berdasarkan rasa keadilan, meskipun menyimpang dari peraturan perundang-undangan yang berlaku atau peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai pembagian harta bersama. Keputusan hakim Pengadilan Agama Bengkulu yang membagi harta bersama meski perempuan juga mencari nafkah, terkesan tidak adil. Dengan demikian, tidak adil bagi perempuan jika aturan pembagian harta hanya dibatasi setengah dari harta bersama.
Oleh karena itu, pembagian harta bersama tidak selalu terbagi rata antara suami dan istri. Maqasid Syari'ah Revisi putusan Pengadilan Agama Bengkulu nomor 642/Pdt.G/2020/PA.Bn tentang pembagian harta bersama dengan istri.
Tinjauan Maqasid Syari‟ah Terhadap Putusan Pengadilan Agama
Persoalan kepemilikan bersama dalam keputusan nomor 642/Pdt.G/2020/PA.Bn termasuk dalam maqashid al-syariah pada tingkat maqashid al-daruriyyat dalam hal pelestarian harta (hifzh almal). Putusan Pengadilan Agama Bengkulu Nomor 642/Pdt.G/2020/PA.Bn yang dalam putusannya menetapkan pembagian harta bersama menjadi ½ bagian untuk penggugat (suami) dan ½ bagian untuk tergugat (istri) menurut penulis tidak mencerminkan nilai keadilan dan berorientasi pada makashid al-syariah dengan tujuan menjaga harta bersama (hifz al-mal), karena pembagian ini hakim mempertimbangkan siapa yang lebih berperan dalam pembelian harta bersama, di dalam hal ini dia adalah wanita yang paling banyak berperang dalam keluarga. Menurut penulis, pengadilan dalam putusan kepemilikan bersama nomor 642/Pdt.G/2020/PA.Bn menentukan pembagian harta bersama menurut bagiannya masing-masing berdasarkan ketentuan hukum positif yang ada, yaitu membagi ½ bagiannya untuk tergugat (istri) dan ½ bagiannya untuk penggugat (suami) berdasarkan jumlah harta bersama, sehingga putusan hakim belum memberikan keadilan dan kemaslahatan bagi tergugat (istri).
Dwi Anindya Harimurti “Perbandingan Pembagian Harta Masyarakat Berdasarkan Hukum Positif dan Hukum Islam” dalam Jurnal Ide Hukum, Vol. Nuraini Hikmawati, “Pembagian harta bersama akibat perceraian di pengadilan agama”, Program Pascasarjana UIN Sunan Sunan Kalijaga.
PENUTUP
Saran
Bagi para pihak yang mempunyai permasalahan mengenai harta bersama, hendaknya penyelesaian sengketa harta bersama dilakukan melalui musyawarah mufakat (proses non-litigasi), karena penyelesaian melalui musyawarah lebih cenderung menghasilkan kesepakatan yang menghasilkan keuntungan bagi kedua belah pihak (win-win solution). . Penggugat dalam pernyataan gugatannya dapat menjelaskan awal ditemukannya harta bersama tersebut sehingga dapat menunjang dan memperlancar proses persidangan. Adayanta, Kajian hukum pertanggungjawaban harta warisan istri atas utang-utang suami dengan jaminan harta bersama.
Evi Widyagung Prabandari, Perlindungan Hukum Bagi Istri dalam Kasus Sengketa Properti dalam Litigasi Harta Bersama dalam Kasus Perceraian (Studi di Pengadilan Agama Semarang), Tesis, Program Studi Magister Kenotariatan Program Pascasarjana, Universitas Diponegoro, Semarang, 2009. Moh Nurarraouf “Penyelesaian Bersama Sengketa Properti Perspektif Maqasid Syari'ah Jasser Auda (Studi Kasus di Pengadilan Agama Kabupaten Malang) skripsi Program Magister Pascasarjana Al-Ahwal Al-Syakhsiyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2020.