• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGRI (STAIN) PONOROGO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "SEOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGRI (STAIN) PONOROGO "

Copied!
64
0
0

Teks penuh

Mengenai status anak haram, terdapat penjelasannya dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan UUP No. 1 Tahun 1974. Apakah Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang Status Anak Belum Kawin Sesuai Konsep Maslahah?

Metode Penelitian

Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui perbedaan sistem waris bagi anak haram menurut jumlah ulama dan imam Syi’ah. Sumber data primer ini diperoleh dari para ulama di wilayah Kabupaten Ponorogo berupa dasar pandangan dan argumentasi mengenai kedudukan anak yang lahir dari perkawinan tidak sah pasca putusan Mahkamah Konstitusi No.

Sistematika Pembahasan

Secara uraian pembahasan secara umum, penelitian ini dibagi menjadi 5 (lima) bab, dan masing-masing bab saling berkaitan satu sama lain. Bab ini menjelaskan analisis manfaat sebagai konsep ushul fiqh dalam kaitannya dengan putusan Mahkamah Konstitusi no. 46/PUU-VIII/2010 tentang Status Anak Luar Negeri dan Analisis Hubungan Nasab Syar'i Antara Anak Luar Angkasa dengan Ayah kandungnya.

Pengertian Maslahah

Ringkasnya, Maslahah terfokus pada bidang-bidang yang tidak terdapat dalam nash, baik dalam Al-Qur'an maupun Sunnah, yang menjelaskan hukum-hukum yang diperkuat dengan i>tibar. 16 Ia juga terfokus pada hal-hal yang tidak ada. ijma> atau qiyas yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Kedudukan Maslahah sebagai sumber hukum

Hukum Islam yang diturunkan, sebagaimana kesimpulan para ulama, berdasarkan petunjuk Al-Qur'an dan Sunnah, dimaksudkan untuk mewujudkan kemaslahatan dan kebutuhan umat manusia.

Macam-Macam Maslahah

Al-Maslahah al-mu>tabarah adalah Maslahah yang diiktiraf secara ketat oleh Syariah dan peruntukan undang-undang telah ditetapkan untuk merealisasikannya. Maka al-Maslahah al-mursalah ialah suatu kemaslahatan yang tidak ada asas pembuktian, tetapi tidak ada juga yang batal.

Kriteria dan batasan maslahat

Begitu juga dengan fadhilat dalam hukum potong tangan pencuri dan pahala dalam hukum Had al-qadzaf (hukuman orang yang menuduh berzina). Semua manfaat ini telah dijelaskan dalam Nash Al-Qur'an. Manakala maslahah mulghah ialah maslahah yang dianggap tidak sah oleh syarak atau dengan kata lain maslahah ialah maslahah yang dinafikan kewujudannya oleh syarak seperti maslahat zina. Dari segi maslahah, mursalah ialah maslahah yang keberadaannya tidak ditentukan secara langsung oleh nas, tetapi dalam masa yang sama tidak ada nas yang jelas membatalkannya.

Contoh lain ialah koleksi Al-Qur'an Abu Bakar yang kemudiannya ditulis oleh penggantinya, Uthman.Dari ketiga-tiga maslahat ini, hanya maslahat mu'tabarah sahaja yang dianggap oleh ulama sebagai maslahat. Golongan kedua berpendapat bahawa kemaslahatan mursalah boleh dijadikan sebagai dalil sesuatu hukum, manakala golongan ketiga berpendapat bahawa kemaslahatan mursalah boleh dijadikan sebagai pembuktian sesuatu hukum dengan syarat sesuatu kemaslahatan itu terkandung dalam maslahat dharuriat. (utama), qathiyah (menentukan) dan kulliyah (menyeluruh).23. Kerana maslahat sebenarnya hanyalah pengertian umum yang secara tersirat di sebalik hukum-hukum juz>iy (sebahagian).

Sedangkan hukum juz>iy sendiri tidak akan ada tanpa melalui proses istinbath. Jadi, secara sederhana dapat dikatakan manfaat merupakan ekspresi hukum dan hukum merupakan ekspresi teks (dalil syara>).

Amar Putusan MK tentang status Anak Lahir Diluar Nikah

Faktor penentu sahnya perkawinan adalah syarat-syarat yang ditentukan oleh masing-masing agama. Dari sudut pandang negara, pendaftaran tersebut diperlukan sehubungan dengan fungsi negara dalam memberikan jaminan terhadap perlindungan, pemajuan, pelaksanaan dan pemenuhan hak asasi manusia yang bersangkutan, yang merupakan tanggung jawab negara dan wajib dilaksanakan. sesuai dengan prinsip. suatu negara hukum demokratis yang diatur dan dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Apabila pendaftaran dianggap sebagai suatu pembatasan, maka pembatasan tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan konstitusi, karena pembatasan tersebut hanya untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak dan kebebasan orang lain.

Pencatatan administratif oleh negara bertujuan agar perkawinan itu menjadi suatu perbuatan hukum penting yang mempunyai akibat hukum yang sangat luas, dan kelak perkawinan itu dapat dibuktikan dengan pembuktian yang sempurna dengan suatu akta otentik, sehingga terjamin perlindungan dan kemaslahatan negara. berkaitan dengan hak-hak yang timbul dari suatu perkawinan yang bersangkutan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Mahfud MD., selaku Ketua merangkap Anggota, Achmad Sodiki, Maria Farida Indrati, Harjono, Ahmad Fadlil Sumadi, Anwar Usman, Hamdan Zoelva, M. Akil Mochtar dan Muhammad Alim, masing-masing sebagai Anggota, pada hari Senin tanggal tiga belas bulan Februari tahun dua ribu lima puluh. dua belas dan disampaikan dalam sidang pleno Mahkamah Konstitusi yang terbuka untuk umum pada hari Jumat tanggal tujuh belas bulan Februari dua ribu dua belas, oleh sembilan orang hakim konstitusi, yaitu Moh. Mahfud MD, sebagai ketua merangkap anggota, Achmad Sodiki, Maria Farida Indrati, Harjono, Ahmad Fadlil Sumadi, Anwar Usman, Hamdan Zoelva, M. Akil Mochtar dan Muhammad Alim, masing-masing sebagai anggota, didampingi oleh Mardian Wibowo sebagai wakil panitera, dan bersama peran serta para pemohon dan/atau kuasanya, pemerintah atau wakilnya, dan Dewan Perwakilan Rakyat atau wakilnya.

Biografi Singkat Para Ulama di Kabupaten Ponorogo 1) Biografi Kyai Ahmad Rizal

  • K.H. Sayuti Farid
  • K.H Anshor M. Rusidy (Ketua MUI Ponorogo)
  • Biografi K.H. Abdullah Thowil
  • K.H Dr. Yusuf Maksum

Ia kemudian melanjutkan pelatihan tingkat pertama di MTs Cirebon dan kemudian menyelesaikan pelatihannya di SMA Kediri. Selain berperan sebagai guru di sekolah formal, Kyai Abdullah Thowil juga merupakan guru kajian fiqih di Pondok Pesantren Ittihadul Ummah Ponorogo. Yusuf Maksum lahir di Kabupaten Ponorogo. Ia dibesarkan di lingkungan pesantren modern Gontor di Ponorogo.

Kyai Samuri Yusuf lahir di Sumatera, ia dibesarkan di lingkungan keluarga yang sederhana, sejak kecil ia rajin mempelajari ilmu agama. Selepas tamat sekolah dasar (SD) di Sumatera, beliau melanjutkan sekolahnya di Madrasah Tsanawiyah (MT.s) Njoresan Mlarak, kemudian beliau melanjutkan sekolah menengah atas di Pondok Pesantren As-syafiyyah Ndurisawo Ponorogo dan kemudian melanjutkan pendidikannya di STAIN College, Ponorogo dan kini menjabat sebagai pengasuh Pondok Pesantren As-syafiyyah Ndurisawo, Ponorogo. 7) KH. Iswahyudin S.Ag. Ia kemudian melanjutkan pendidikan jenjang pertamanya di MTs Pekalongan, kemudian menyelesaikan sekolahnya di SMA Kediri.

Meski baru lulus SMA, ia mampu mendidik santri kitab kuning dengan baik di berbagai pesantren antara lain di Pondok Pesantren Almunjiyah, Ittihadul Ummah dan di Pondok Pesantren As-Syafiyah Ndurisawo, Ponorogo.

Respon Ulama Ponorogo Terhadap Putusan MK No.46/PUU-VIII/2012 Tentang Status Anak Lahir Di luar Nikah

Anak luar nikah adalah anak yang dilahirkan di luar perkawinan. Sebab jika tidak, akan banyak anak yang lahir dari perkawinan tidak sah dan terlantar. Namun arah keputusannya adalah ayah kandung bertanggung jawab atas anak yang dilahirkan.

Dalam hal ini hanya tanggung jawab ayah kandung terhadap anak yang dilahirkannya, dalam hal ini untuk kemaslahatan anak tersebut. Analisa Putusan Mahkamah Konstitusi No. 46/PUU-VIII/2010 tentang status anak haram dimaksudkan untuk menganalisis pertimbangan atau cara berpikir para ulama di wilayah kabupaten Ponorogo. Al-Qur'an atau Sunnah tidak mengatur masalah hak mengasuh anak haram dari ayah kandungnya.

Apabila perkawinan antara orang tua itu sah dan memenuhi rukun serta syarat-syarat perkawinan, maka anak tersebut dianggap sebagai anak yang sah. Anak luar nikah yang tidak diakui dibedakan menjadi dua, yaitu anak yang lahir dari hasil zina (salah satu atau kedua-duanya dalam perkawinan orang lain) dan anak yang lahir dalam perselisihan (ada larangan perkawinan).

Analisis Kemaslahatan Sebagai Konsep Ushul Fikih Terhadap Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang status anak luar kawin

Hukum tazir yang dimaksud seperti mengatur biaya hidup, kesehatan, pendidikan, dan lain-lain. sampai anak haram itu menjadi dewasa.33. Hukum Islam mengatur bahwa meskipun ayah kandung dari anak haram menjadi suami dari ibu, namun anak haram tersebut tetap tidak mempunyai hubungan darah dengan ayah kandungnya dan keluarga ayah kandungnya. Menurut Mahkamah Konstitusi (CC), dalam putusannya nomor 46/PUU-VIII/2010 tentang Status Anak Luar Biasa, pasal 43 ayat (1) yang mengatakan “anak luar nikah hanya mempunyai

Secara hukum, hukum Islam tidak membolehkan anak luar nikah mempunyai harta warisan dan hak waris, perwalian atau keturunan. Menurut penulis, hak keperdataan anak haram atas biaya hidup, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain, kecuali hak keperdataan yang berkaitan dengan keturunan, wali, dan warisan, tidak ada definisi hukumnya dengan syariat> dan tidak ada dalilnya. itu melarangnya. Jadi menghilangkan kerusakan atau kerugian yang diterima dari anak haram merupakan wujud murlah maslahah.

Dengan kata lain, anak luar nikah akan mendapat perlindungan hukum mengenai hak konstitusionalnya karena setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci dan tidak membawa dosa. Oleh karena itu, apabila seorang anak luar kawin memperoleh hak-hak yang berkaitan dengan biaya hidup, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain, di samping hak-hak keperdataan yang berkaitan dengan orang tua, perwalian, dan warisan, tentu tidak bertentangan dengan nash, karena tujuan putusan Mahkamah Konstitusi adalah: untuk menghilangkan bahaya dan membawa manfaat.

Analisis Hubungan Nasab Syar'i Anak Luar Kawin dengan Bapak Biologisnya

Dan jika status hubungan Nasab Syar>i Putra di luar nikah dengan ayah kandungnya dianalisis dengan teori istihsan, maka haruslah sesuai dengan tata cara teori istihsan. Termasuk anak luar nikah adalah kategori anak yang fitrah dan tidak menanggung dosa ibu bapa. Kemudian hujah kully ditolak oleh hujah juz>i (khusus) yang mengatakan bahawa nasab anak luar nikah hanya kepada ibunya dan keluarga ibunya.

Oleh karena itu, anak haram tidak mempunyai hubungan perdata dengan bapaknya atau keluarga bapaknya. Adalah persoalan mengesampingkan dalil juz>i atas dalil kully, dan menolak putusan Mahkamah Konstitusi mengenai hak keperdataan anak haram adalah sesuatu yang istihsan (dianggap baik). Salah satu persoalan putusan MK adalah perlindungan anak agar anak di luar nikah dapat memperoleh hak keperdataannya.

Jadi anak haram tidak mempunyai nasab secara syariat dengan ayah kandungnya dan keluarga ayah kandungnya. Mahkamah Konstitusi tidak membedakan anak di luar nikah dengan perkawinan tidak sah atau perzinahan.

PENUTUP

Saran

Harapannya, dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi ini, pemerintah dapat melakukan harmonisasi peraturan perundang-undangan tentang perkawinan menurut agama dan kepercayaan sedemikian rupa sehingga tidak terjadi tumpang tindih posisi dan pendapat yang dapat meresahkan masyarakat. Al-Qayyim, Ibnu, I'la-mu al-Muwaqqi'in 'an Rabbi al-'Alamin, Maktabah asy-Syamilah, n.d.

Referensi

Dokumen terkait

Undang-Undang No 1 tahun 1974 tentang Perkawinan membahas sebatas pada kedudukannya saja pada pasal 43 ayat (1) yang mengatakan bahwa anak diluar perkawinan