KATA-KATA BIJAK (WISE WORDS) EDISI-3
1. Di saat seseorang menahan nafsunya, maka ia berada dalam dimensi malaikat.
2. Pada akhirnya, manusia akan sendirian. Jadi jangan takut dikuclkan oleh manusia, selagi masih ada Allah.
3. Jepang maju karena suka membaca, berpikir dan mengevaluasi.
4. Separuh dari etika adalah tidak ikut campur urusan yang bukan urusanmu.
Dan separuh dari kebijaksanaan adalah diam.
5. Orang yang sedikit kebutuhannya, maka tidak banyak kerepotan. Sedangkan orang yang banyak kebutuhannya, maka ia lebih banyak kesibukannya.
6. Orang yang membutuhkan banyak hal untuk bahagia, maka ia juga banyak kebodohannya, karena menggantungkan kebahagiaannya kepada banyak hal.
7. Pepatah orang jawa: Ngalah, ngalih, ngamuk. Artinya: Satu kali orang
menzalimi dia, maka ia akan mengalah. Dua kali orang yang sama menzalimi dia, maka ia akan pergi. Tapi jika tiga kali orang yang sama juga menzalimi dia, maka ia akan membalas.
8. Jika Anda takut kepada Allah, maka Allah akan jadikan semua takut kepada Anda. Tapi jika jika Anda tidak takut kepada Allah dan takut kepada manusia, maka Anda juga akan takut kepada bayangannya sendiri.
9. Jika ingin bahagia, kurangi beberapa hal:
1. Kurangi berpikir tentang banyak hal yang Anda tidak mampu
memikirkannya. Karena waktu kita terbatas. Pikirkan saja yang Anda mampu.
2. Kurangi memikirkan banyak orang. Kadang kita juga perlu cuek. Karena memikirkan banyak orang hanya akan membuatmu stres.
3. Kurangi membeli barang yang tidak dibutuhkan. Karena ia hanya akan menumpuk dan tidak terpakai. Hal itu akan menjadi kebiasaan dan membuatmu miskin.
4. Kurangi berteman dengan orang-orang yang tidak berkualitas (toxic,
menyakiti dan merugikanmu). Tapi bertemanlah dengan orang-orang yang lebih pandai, lebih alim, lebih berakhlak, lebih maju dalam berpikir, lebih jenius, lebih rajin beribadah, lebih sukses dan lain sebagainya.
5. Kurangi berkomentar dan mengomentari orang di sosial media. Karena jika orang yang kamu komentari itu benar, maka orang lain akan
menganggapmu juga membenarkanya. Dan jika orang itu salah, maka kamu akan terbebas dari tanggung jawab.
6. Kurangi kekhawatiran, baik tentang masa lalu atau masa yang akan datang.
Tapi hadapailah masa kini dengan sebaik-baiknya. Kesalahan yang lalu biarlah berlalu. Terimalah dengan ikhlas dan jangan kamu ulangi.
Sedangkan untuk masa yang akan datang, cukup kamu rencanakan dengan matang.
7. Kurangi ambisimu. Boleh-boleh saja kamu sangat bersemangat dalam meraih seseuatu, tapi kamu harus memperhatikan kesehatan, waktu, umur dan kapasitasmu.
10. Kita mungkin bisa menipu manusia, tapi kita tidak bisa menipu Allah. Karena Allah Maha mengetahui segalanya, sedangkan manusia tidak.
11. Mungkin manusia tidak selamanya mampu membalas, tapi Allah maha segalanya.
12. Jangan biasakan berhutang di waktu muda karena akan menjadi kebiasaan di waktu tua.
13. Biasakan menabung di waktu muda, karena akan menjadi kebiasaan di waktu tua.
14. Jangan berhutang jika tidak sangat mendesak.
15. Ruh manusia akan menggantung selama hutangnya belum dibayar.
16. Nabi Muhammad pernah tidak mau menyalati mayit yang hutangnya belum lunas.
17. Dosa-dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali punya hutang. Dan ia tidak akan masuk surga sebelum hutangnya lunas.
18. Jangan menumpuk-numpuk harta yang tidak diperlukan. Karena semua tidak akan dibawa mati.
19. Jangan bersedekah jika masih punya hutang. Bayar dulu hutangnya, baru bersedekah.
20. Orang yang mampu membayar hutang tapi tidak kunjung membayar, maka ia zalim.
21. Salah satu cara agar tidak terbiasa berhutang, ikhlaskan apapun keadaanmu.
22. Jangan malu karena hidup sederhana dan tidak punya hutang. Tapi malulah karena gaya-gayaan dan banyak hutang.
23. Jika hati seseorang sudah sejuk karena mengikuti jalan Allah, maka sepanas apapun kehidupan yang mengelilinginya, ia tidak akan terbakar.
24. Kita hidup cuma sekali dan sangat terbatas. Maka hiduplah dengan memberi dampak positif kepada orang lain.
25. Jika kita tidak mampu berbuat baik, maka paling tidak jangan mengganggu.
26. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai.
27. Kejahatan terjadi ketika orang anti dengan akal sehat.
28. Ketika orang menolak berpikir jernih, yang lahir pasti kejahatan. Maka jangan malas berpikir jernih.
29. Selama akalmu jernih, maka kamu akan menjadi orang yang baik, tanpa panjang-panjang diskusi seperti apa itu orang baik.
30. Jangan mengharapkan segalanya terjadi sesuai dengan kehendakmu. Tapi terimalah semua yang terjadi. Maka hidupmu akan tenang.
31. Terimalah semua yang sudah terjadi. Itu akan menenangkan.
32. Buah ikhlas yaitu tenang.
33. Kalau orientasimu hanya Allah, maka Allah tidak mungkin akan mengecewakanmu. Beda dengan yang lain.
34. Ikhlas dan ridha kepada Allah akan menghasilkan ketenangan. Kalau hatimu tenang, maka rohanimu akan kuat, mentalmu tangguh dan tidak mudah terpengaruh. Jika hal itu terjadi, maka akan mudah untuk istiqamah di jalan- Nya.
35. Jangan mikirin sedekah. Jika masih punya hutang!!!
36. Pada hakikatnya semua manusia itu baik. Yang membuat buruk adalah lingkungannya. Maka jika ingin tetap baik, pilihlah teman, bacaan, tontonan, konten dan guru yang baik. Atau kendalikan nafsumu!
37. Menghormati orang lain, bukan hanya kepada yang lebih tua, tetapi juga kepada yang lebih muda.
38. Nafsu ada di dalam diri manusia. Sedangkan setan ada di luar diri manusia.
Tetapi setan selalu menyalakan asap untuk memancing keluarnya hawa nafsu. Maka simpanlah nafsumu di dalam ruang paling dalam dirimu dengan banyak berzikir dan berpikir.
39. Ada malaikat yang bertugas mengukuhkan manusia. Yaitu ketika manusia hendak melakukan dosa tapi dia takut kepada Allah. Sehingga tidak jadi melakukannya.
40.
ثرك نم لق هؤايح ّلق نمو هؤايح لق هؤاطخ ثرك نمو هؤاطخ ثرك همكلا
رانلا لخد هبلق تام نمو هبلق تام هعرو ّلق نمو هعرو
Artinya: Barangsiapa yang banyak bicaranya niscaya akan banyak salahnya, dan barangsiapa yang banyak salahnya maka sedikit rasa malunya, dan barang saipa yang sedikit rasa malunya maka sedikit wara’ (wara’ adalah menghindari diri dari perbuatan dosa atau menjauhi hal- hal yang tidak baik dan subhat. Sedangkan menurut para sufi wara’ berarti menghindari segala yang tidak jelas antara halal dan haram) nya, dan barang siapa yang sedikit wara’nya maka matilah hatinya, dan barang siapa yang mati hatinya maka ia pantas masuk neraka.
41. Ingatlah selalu bahwa di sebelah kanan dan kirimu ada malaikat Raqib dan Atid.
42.
دۡيِعَق ِلاَم ِّشلا ِنَعَو ِ ۡيِٰمَيۡلا ِنَع ِ نيِّٰقَلَتُمۡلا ىَّقَلَتَي ۡذِا
دۡيِتَع بۡيِقَر ِهۡي َ َلَ َّلَِّا ٍلۡوَق ۡنِم ُظِفۡلَي اَم
Artinya: “(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri.”
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaaf:17-18).
43. Hindari menanggapi atau mengomentari segala hal di sosmed agar pikiranmu tetap positif.
44. Salah satu dampak negatif media sosial yaitu bisa menjauhkan seseorang dari hidup yang berkualitas dan bahagia.
45. Jangan ikuti pikiran-pikiran yang lahir dari hawa nafsu. Baik dari diri sendiri maupun dari orang lain.
46. Orang ikhlas itu pasti memilki lima karakter:zuhud, wara’, syukur, sabar dan tawakal.
47. Saat kamu tetap berada dalam kebaikan, bersyukurlah. Karena yang menggerakkan hal itu adalah Allah.
48. Semua yang kamu miliki hanyalah kepemilikan nisbi. Pemilik yang hakiki yaitu Allah. Maka jangan terlalu mencintai apa-apa yang kamu miliki.
49. Semua yang membuat kita susah dan sedih karena keinginan kita melampaui kemampuan.
50. Jangan mengagungkan dunia terlalu dalam.
51. Semua yang dimulai dengan kemarahan akan berakhir dengan rasa malu.
52. Orang yang merasakan nikmatnya ilmu, maka semua yang ada pada manusia dan dunia tidak akan membuatnya kepincut/tertarik.
53. Orang yang tersihir oleh dunia akan buta dan tuli. Kalau sudah buta dan tuli maka akan kebingungan mencari petunjuk dan tidak akan kunjung ketemu.
54. Jika orientasi hidupmu hanya dunia, maka hatimu akan tertutup dan gelisah.
Akibatnya engkau tidak akan bisa membaca isyarat/ayat dari Allah.
55. Jika kamu gelisah karena dunia, maka jalan keluar yang paling ampuh adalah ilmu.
56. Sekecil apapun kebaikan, akan kita rasakan buahnya. Sebagaimana sekecil apapun keburukan, akan kita rasakan efek buruknya.
57. Ketetapan dan ketentuan Allah kepada kita pasti yang terbaik.
58. Kita dikelilingi oleh potensi kematian. Jadi persiapkan diri menghadapinya dengan niat yang baik untuk berkhidmah kepada Allah dalam segala aktivitas yang kita lakukan.
59. Jangan menghayalkan sesuatu yang di luar kemampuan kita tentang dunia.
Karena kematian selalu mengintai.
60. Ingat mati bukan berarti membenci kehidupan. Tetapi menjadikan kehidupan sebagai sarana berkhidmah kepada Allah. Agar kematian kita tenang.
61. Hindari sebisa mungkin dari berhutang. Karena ia merupakan masalah yang berat di kubur dan di akhirat.
62. Tidak semua bisa dimiliki. Tetapi semua bisa disyukuri.
63. Jika kamu sudah punya kemandirian mental, maka biar pun kamu tidak bisa membuat orang lain senang. Katakan “aku bisa kok mengandalkan diriku sendiri”. Jangan asal yes maumu, yes senangmu, yes men! Dan lain sebagainya.
64. Segala yang dimulai dengan kemarahan, akan berakhir dengan rasa malu.
65. Hidup ini singkat. Jangan sia-siakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
66. Di akhirat, kenangan yang paling indah adalah seberapa banyak anda bersujud.
67. Tak masalah saat ini kamu miskin. Bisa jadi itu akan membawamu ke surga.
68. Untuk menjadi yang terbaik, anda harus mempunyai mimpi besar untuk mewujudkannya.
69. Istrimu adalah cerminan dirimu.
70. اروكش ادبع نوكأ لافا (“Tidakkah aku adalah hamba yang bersyukur? ”). Itulah jawaban Nabi kepada Aisyah r.a. ketika Nabi ditanya “kenapa Anda (Nabi Muhammad) memperbanyak sujud kepada Allah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta dijamin masuk surga?”
71. Ikuti semua petunjuk Allah meski sangat menyakitkan. Karena itulah yang terbaik bagi hidupmu.
72. Agar tidak galau, jangan cepat-cepat menanggapi segala persoalan secara berlebihan. Karena bisa jadi sebuah persoalan sebenarnya ringan, tetapi jika ditanggapi dengan berlebihan, maka akan menjadi berat. Demikian
sebaliknya.
73. Di antara cara mengusir kegalauan ialah dengan meditasi dan bermurah hati kepada orang-orang yang lemah.
74. Waton urip=berani hidup tanpa berontak sama keinginan.
75. Kesabaran ada tiga. (1) sabar dalam beramal saleh. (2) sabar dalam menghindari keburukan. (3) sabar terhadap ujian-ujian.
76. Jadilah orang yang ketika kamu datang, masalah hilang. Bukan ketika ada masalah, menghilang.
77. Lebih baik memikul cendol sambil bernyanyi, ketimbang naik mersedez sambil menangis.
78. Segala sesuatu pasti ada batasnya.
79. Jagan mudah percaya pada penampilan lahir.
80. Jika tidak bisa melakukan segalanya, jangan tingggalkan sebagian yang lain.
81. Bahagia dengan cukup. Artinya: tidak berlebih, tidak kurang. Jika kamu cukup dengan sesuatu yang lama, jangan memaksakan diri dengan yang baru hanya demi gaya-gayaan.
82. Agar tidak sumpek, jangan memikirkan apa yang tidak bisa engkau miliki.
Tapi bersyukurlah atas apa yang engkau miliki sekarang karena dulu engkau mengimpikannya.
83. Agar kamu bersyukur, maka mikirnya ialah “seandainya saya tidak punya ini maka saya akan mati-matian memilikinya.”
84. Kamu adalah sopir hidupmu sendiri. Mau istirahat, yo isirahat. Mau jalan, yo jalan. Gak usah terbebani dengan kendali orang lain. Gak usah merasa
dikejar-kejar oleh ambisi duniawi yang bikin repot.
85. Kamu akan selalu bertemu dengan orang-orang yang baik dan buruk. Tidak bisa kamu hanya hidup dengan orang-orang yang baik saja. Jika orang-orang baik tersebut bisa mempengaruhimu, maka bersyukurlah. Tapi jika orang- orang buruk tersebut akan mempengaruhimu, maka tahanlah hidupmu.
86. Jangan mudah terpengaruh oleh pandangan, komentar dan penilaian orang lain. Kamu punya jati diri sendiri.
87. Jika ada orang yang menipumu, mencurangimu, mengejekmu dll, itu urusan mereka, bukan urusanmu. Kamu sangat bisa untuk tidak terpengaruh sama sekali. Jangan sampai tertipu untuk melakukan hal yang sama. Karena kamu akan menjadi buruk pula.
88. Tegas pada diri sendiri itu perlu agar kamu mempunyai identitas diri.
89. Jangan gantungkan identitasmu kepada orang lain. Karena kamu akan terus dipermainkan, dan suatu saat tidak akan dihormati. Maka hormatilah dirimu sendiri dengan tidak ikut-ikutan.
90. Di dunia sosmed sekarang, kamu bisa menguasai dirimu sendiri. Hak mu lah ketika kamu tidak ingin update status, tidak mengomentari, tidak posting, repost dls.
91. Untuk meminimalisir takut mati, maka saat anda memiliki/melakukan sesuatu yang membuat anda senang, renungkanlah sebentar, lalu tanyakan kepada dirimu sendiri, seberapa pentingkah ini semua?
92. Jangan menganggap diri anda kalah ketika tidak lebih kaya, lebih pintar, lebih berpangkat dan lain-lain dari orang kafir atau yang buruk perilakunya. Ketika anda mengikuti jalan Allah meskipun mereka serba lebih dari anda, maka berarti anda telah menang.
93. Jika umat Islam atau orang mukmin menganggap orang kafir dan orang yang ahli maksiat lebih sukses secara duniawiyah adalah orang mulia, maka apakah Raja Fir’aun dan Namrud adalah orang yang mulia di sisi Allah? Tentu jawabannya “tidak!”
94. Orang yang mulia di sisi Allah adalah orang yang menjalankan semua syariat Allah dengan senang hati, sekalipun jalannya terkadang terasa terjal dan penuh pengorbanan. Karena itulah jalannya para nabi dan orang mukmin.
95. Kehidupan yang kita miliki sekarang adalah kehidupan yang dirindukan oleh orang-orang yang telah wafat, untuk membenahi kesalahan-kesalahannya dan beramal saleh sebanyak-banyaknya. Maka bersyukurlah jika engkau masih diberi kenikmatan hidup.
96. Maling ayam malam-malam kedinginan, padahal itu jalan ke neraka. Masa sih kamu mau tahajud pengen dapet surga gak berani kedinginan.
97. Kunci bahagia terletak pada pengendalian diri, penguasaan diri dan disiplin.
98. Orang yang sibuk mengingat Allah, baik dengan salat atau membaca Al- Qur’an atau zikir-zikir lainnya, daripada sibuk meminta banyak hal kepada Allah, Maka Allah akan memberi lebih dari yang orang-orang minta.
99. Jika ada orang yang buruk kepada anda, jangan terlalu berambisi untuk membalasnya, karena Allah tidak tidur.
100. Jika ada sesuatu yang buruk pada anda, carilah penyebabnya dari dirimu sendiri. Tapi jika ada sesuatu yang baik, katakan itu dari Allah.