• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sholat Menurut Agama

N/A
N/A
Alya Aulia Nabila

Academic year: 2024

Membagikan "Sholat Menurut Agama"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

ALYA AULIA NABILA 2E (1236000121)

sholat

(2)

TABLE OF CONTENTS

SHOLAT BERDASARKAN PERSPEKTIF AGAMA

SHOLAT BERDASARKAN PERSPEKTIF KESEHATAN

SHOLAT BERDASARKAN PERSPEKTIF PSIKOLOGI SHOLAT BERDASARKAN

PERSPEKTIF SOSIAL

(3)

sholat dalam perspektif

agama

(4)

DEFINISI SHOLAT

Menurut bahasa kata sholat berasal dari

kata shollaa, yusholli, tashliyatan, sholatun, yang berarti rahmat dan doa. Makna shalat dalam syariat adalah peribadatan kepada Allah SWT dengan ucapan dan perbuatan

yang telah diketahui, diawali dengan takbir

dan diakhiri dengan salam, disertai syarat-

syarat yang khusus dan dengan niat.

(5)

hadits sholat

”Sholat adalah tiang agama, maka barang siapa yang menegakannya berarti menegakan sholat agama, dan barang siapa yang

meninggalkannya berarti meruntuhkan agama.”

(HR. Baihaqi dari Umar ra).

(6)

MUADZIN

Shalat yang dikerjakan lima waktu dalam sehari-semalam dan shalat Jum’at harus didahului-setelah

berwudhuk-dengan kumandang adzan dan iqamat terlebih dahulu. Orang yang mengumandangkan adzan dalam hal

ini disebut dengan nama muadzdzin Adapun kriteria dan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh muadzdzin adalah sebagai berikut:

1. Ia seorang muslim dan baik akhlaknya serta taat menjalankan ajaran Islamnya;

2. Ia telah baligh dan waras pula akalnya;

3. Ketika mengumandangkan adzan, muadzin dalam posisi berdiri dan

menghadap kiblat;

4. Ketika mengucapkan “Haiya

‘alashshalaah” muadzdzin dianjurkan untuk menoleh ke kanan, dan ketika mengucapkan “Haiya ‘alalfalaah” ia

menoleh ke kiri. (HR. Bukhari, Muslim dan Ahmad)

KETENTUAN SHOLAT

MUADZIN

(7)

IMAM

Adapun orang-orang yang lebih pantas menjadi Imam adalah:

Orang yang lebih baik pembacaan ayat- ayat al-Quran dan lebih mengetahui

akan hukum-hukum agama yang

bersumber dari al-Qur’an dan hadits.

Jika orang-orang yang pembacaannya sama baiknya dan pengetahuan tentang hukum-hukum agama juga sama

kualitasnya, maka yang lebih berhak dijadikan sebagai imam adalah orang yang lebih tua usianya

Jika mereka berkumpul dengan orang yang punya tempat atau wilayah maka yang lebih berhak menjadi imam adalah orang yang punya tempat itu atau penguasa setempat.

Apabila berkumpul si muqim dan si musafir, maka si muqimlah yang

lebih berhak menjadi imam shalat berjama’ah.

KETENTUAN SHOLAT

IMAM

(8)

MAKMUM

Adapun syarat-syarat sahnya makmum mengikuti imam adalah:

Makmum hendaklah mengikuti imam dalam semua perbuatannya yang terkait dengan kaifiyatshalat.

Bila imam dan makmum shalat dalam

mesjid yang berbatas antara satu ruangan ke ruangan yang lain, maka disyaratkan supaya ada jendela atau lubang yang

terbuka sehingga makmum dapat melihat atau mengetahui gerak gerik imamnya,

sehingga mereka tidak mendahului imam tersebut.

Jarak antara imam dan makmum jangan lebih dari 300 hasta,

jikamereka shalat di lapangan.

Demikian pula jika salah seorang

shalat di dalam mesjid dan yang lain shalat di luar mesjid. Akan tetapi,

jika imam dan makmum sama-sama di dalam satu mesjid tidaklah

menjadi halangan sekalipun lebih dari 300 hasta, sebab masih sama- sama dalam satu mesjid.

KETENTUAN SHOLAT

MAKMUM

(9)

. Beragama Islam.

Sudah baiigh dan berakal.

Suci dari hadas.

Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat.

Menutup aurat, laki-laki auratnya antara pusat dan lutut,

sedang wanita seluruh anggota badannya kecuali muka dan dua belah tapak jangan.

Masuk waktu yang telah ditentukan untuk masing-masing shalat.

Menghadap kiblat,

Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunat.

syarat sah sholat

(10)

. Niat

Takbiratul ihram

Berdiri tegak bagi yang berkuasa ketika shalat fardlu. Boleh sambil duduk atau berbaring bagi yang sedang sakit.

Membaca surat Al—Fatihah pada tiap-tiap raka'at.

Ruku' dengan thuma'ninah.

I’tidal dengan thuma'ninah.

Sujud dua kali dengan thuma'ninah.

Duduk antara dua sujud dengan thuma'ninah.

Duduk tasyahhud akhir dengan thuma'ninah.

Membaca tasyahhud akhir.

Membaca shalawat Nabi pada tasyahhud akhir

rukun sholat

(11)

.

Shalat itu batal (tidak sah) apabila salah satu syarat rukunnya tidak dilaksanakan, atau ditinggalkan dengan sengaja. Dan shalat itu batal dengan hal-hal seperti tersebut dihawah ini :

1. Berhadas.

2. Terkena najis yang tidak dimaalkan.

3. Berkata-kata dengan sengaja walaupun dengan satu huruf yang memberikan pengertian.

4. Terbuka auratnya.

5. Mengubah niat, misalnya ingin memutuskan shalat.

6. Makan atau minum meskipun sedikit.

7. Bergerak berturut-turut tiga kali seperti melangkah atau berjalan sekali yang bersangatan.

8. Membelakangi kiblat.

9. Menambah rukun yang berupa perbuatan, seperti rukun dan sujud.

hal-hal yang membatalkan

sholat

(12)

SUNAT AB'ADL

Membaca tasyahhud awal.

1.

Membaca shalawat pada tasyahud awal.

2.

Membaca shalawat atas keluarga Nabi saw pada tasyahud akhir.

3.

Membaca qunul pada shalat

shubuh, dan shalat witir da lam pertengahan bulan Ramadlan, hingga akhir bulan Ramadlan.

4.

Mengangkat kedua belah tangan

ketika takbiratul ihram, ketika akan ruku , dan ketika berdiri dai i ruku 1.

Meletakkan telapak tangan yang

kanan di atas pergelangan yang kiri ketika bordekap (sedakep ). 3

2.

Membaca do'a iftitah sehabis takbiratul ihram.

3.

Membaca ta'awwud/ (Auudzu billaahi minasy syaithaanirra jiim) ketika

hendak membaca fatihah. 5. Membaca amin sesudah membaca fatiha

4.

sunnah dalam

melakukan SHOLAT

SUNAT HAI'AT

(13)

Laki-laki:

1. Merenggangkan dua siku tangannya

dari kedua lambung uya waktu ruku' dan sujud.

2. Waktu ruku' dan sujud mengangkat perutnya dari dua pahanya.

3. Menyaringkan suaranya/bacaannya di tempat keras. 4. Bila menderita sesuatu membaca/tasbih, yakni membaca

"Subhaanallah".

5. Auratnya dalam shalat barang antara pusat dan lutut.

perbedaan laki-laki dan

wanita dalam sholat

(14)

Wanita:

1. Merapatkan satu anggota kepada anggota lainnya.

2. Meletakkan perutnya pada dada, dua pahanya ketika ruku' dan sujud.

3. Merendahkan suaranya/bacaannya di hadapan laki-laki lain, yakni bukan

muhrimnya.

4. Bila menderita sesuatu bertepuk tangan, yakni tangan yang kanan dipukulkan pada punggung telapak tangan kiri.

5. Auratnya dalam shalat seluruh tubuhnya, kecuali muka dan dua belah telapak tangan.

perbedaan laki-laki dan

wanita dalam sholat

(15)

Pengajaran Sholat Pada Anak Usia Dini

Hal-hal yang perlu dikenalkan mengenai shalat kepada anak dimulai dari adanya

ibadah shalat dalam Islam, nama-nama shalat, waktu shalat, bilangan rakaat shalat,

tempat shalat, dan tata cara shalat. Pengenalan ini adalah upaya membentuk kesiapan

anak sehingga ketika dia mencapai usia 7 tahun dan mulai diperintah

shalat, anak sudah memiliki kesiapan secara mental dan emosional. Perintah shalat

pada fase ini bukan lagi sebatas doktrinasi yang otoriter, namun penyadaran akan

motivasi yang telah dibangun selama 5 – 6 tahun

lamanya

(16)

metode Pengajaran Sholat Pada Anak Usia Dini

1. Keteladanan

Salah satu sifat dari anak usia dini adalah suka meniru. Dalam hal ini meniru apa

yang dilihatnya (Zein 1995, 224). Sifat meniru pada anak ini dapat kita optimalkan

dengan cara mengajarkan sholat pada anak dan memberikan contoh kepada anak.

2. Pembiasaan

Adapun perbuatan-perbuatan yang dapat diajarkan kepada anak melalui pembiasaan adalah dengan

membiasakan anak untuk sholat lima

waktu dan sholat sunah yang lain, serta membiasakan anak agar selalu dalam lingkungan yang baik.

(17)

metode Pengajaran Sholat Pada Anak Usia Dini

3. Nasihat

Di dalam jiwa manusia terdapat pembawaan untuk terpengaruh oleh kata-kata

yang didengarnya (Qutb 1984, 334). Nasihat ini bisa dilakukan atau diterapkan kepada

anak usia dini.

4. Perhatian dan Pemantauan

Perhatian dan pemantauan kepada anak merupakan salah satu pondasi pendidikan

yang paling utama. Seorang anak senantiasa menjadi fokus perhatian dan pemantauan,

dengan cara mengikuti semua kegiatan atau aktivitas anak. Begitupun dengan sholat,

orangtua harus memberikan perhatian penuh terhadapat proses pendidikan sholat anak

sekaligus memantau kegiatan sholatnya

(18)

sholat dalam perspektif

kesehatan

(19)

”Shalat yang dilakukan seseorang dari awal tabiratul ihram hingga salam,

diyakini oleh beberapa pakar bahwa hal tersebut merupakan sarana investasi

kesehatan masa depan yang cukup besar. Namun jika dilakukan secara bertahap dan juga rutin, terlebih lagi

bila dilakukan sebanyak lima kali dalam sehari semalam atau bahkan lebih.

Shalat memiliki khasiat yang luar biasa yang baik untuk keshatan fisik, mental, dan juga baik untuk kesehatan spiritual dan emosional. Berikut ini merupakan manfaat dari gerakan shalat bagi

kesehatan tubuh manusia

(20)

SUNAT AB'ADL

Gerakan Takbiratul Ikhram

Dalam gerakan takbiratul ihram dapat melancarkan aliran darah dalam tubuh dan melancarkan peredaran getah

bening, dan menguatkan otot lengan8 . Saat orang melakukan gerakan

takbiratul ihram posisi jantung tepat berada di bawah otak, jadi peredakan darah bisa lancar menuju otak dan

seluruh tubuh.

Ruku’ dengan Tuma’ninah

Dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang serta melancarkan aliran darah. Selain itu

gerakan ruku’ ini juga dapat menjaga

kesempurnaan dan fungsi tulang belakang.

Serta dapat mensejajarkan posisi jantung dengan otak sehingga aliran darah dapat mengalir dengan maksimal ke bagian

tengah tubuh10 . Selain itu ruku’ juga dapat melatih kemih untuk mencegah gangguan prostat.

SUNAT HAI'AT

(21)

SUNAT AB'ADL

I’tidal dengan Tuma’ninah

Posisi tubuh yang berdiri dari ruku’ dengan mengangkat kedua tangan ke samping

telinga, gerakan tersebut dapat membuat darah yang terdapat dikepala turun ke

bawah dengan lancar, sehingga bagian pangkal otak yang berfungsi untuk

mengatur keseimbangan dapat berkurang tekanan darahnya.

Sujud dengan Tuma’ninah

Manfaat dari gerakan sujud ini dalah dapat

memaksimalkan aliran darah, dan juga oksigen ke otak atau kepala bahkan keseluruh tubuh.

Dapat juga mencegah sumbatan yang terjadi pada pembuluh darah di jantung, dan juga

memompa getah bening ke leher dan ketiak.

Selain itu bagi wanita sujud dapat

menyuburkan dan memberikan kesehatan bagi organ kewanitaan, serta mempermudah proses persalinan dan menghindari posisi bayi

sungsang.

SUNAT HAI'AT

(22)

SUNAT AB'ADL

Duduk diantara dua sujud

Manfaat dari gerakan sholat duduk diantara dua sujud ini adalah dapat

menyeimbangkan sistem elektrik saraf keseimbangan pada tubuh,

merenggangkan otot-otot yang ada pada kaki, terutama kaki bagian atas dan juga kaki bagian bawa. Menjaga kelenturan

saraf bagian paha, betis. Kelenturan saraf ini dapat mencegah penyakit diabetes,

prostat, dan sulit buang air kecil

Duduk dengan tasyahud awal

Manfaat dari Gerakan ini adalah yang dapat mengaktifkan kelenjar keringat yang dapat mencegah pengapuran dan osteoforosis.

Duduk Tasyahud Akhir

Posisi gerakan duduk tasyahud akhir lebih baik dibandingkan sesorang yang duduk bersila

yang biasanya orang lakukan, karena memiliki manfaat untuk membongkar pengapuran yang terjadi pada cekungan kaki kiri, agar saraf

keseimbangan yang berhubungan dengan saraf mata, sehingga konsentrasi akan meningkat

dan terjaga.

SUNAT HAI'AT

(23)

SUNAT AB'ADL

Salam ke kanan dan ke kiri

Gerakan ini dapat terjaga dan juga dapat merelaksasikan otot-otot di sekitar leher

dan kepala, serta melancarkan aliran darah di kepala. Selain itu menolehkan kepala

dalam gerakan sholat ini juga dapat

mencegah gangguan pada saraf karena otot pada tulang leher yang tegang,

mencegah sakit kepala, dan dapat

membuat kulit wajah jadi lebih kencang.

Menurut Penelitian kesehatan masih

lebih banyak lagi manfaat solat terhadap kesehatan yaitu :

Shalat membantu mengaktifkan kecerdasan otak kanan

Shalat Tahajjud mengobati penyakit Jantung dan Kangker

Shalat mencegah penyakit punggung dan tulang (Osteoporosis)

Shalat membantu Menyembuhkan

Disfungsi Ereksi

(24)

sholat dalam perspektif

psikologis

(25)

Sholat berfungsi untuk sarana pendidikan jiwa manusia, dikatakan sebagai sarana pendidikan jiwa manusia yaitu sebab didalam sholat, jiwa memiliki peranan yang paling utama, misalnya ia harus mampu mengendalikan

gerakan, ucapan, bahkan setiap bisikan yang muncul dalam hati. Jiwa harus mampu mengakomodir seluruh potensi yang ada agar bertawajuh kepada

Allah dan menunjukan pengabdiannya. Jiwa harus mengorganisir setiap organ tubuh untuk menghentikan aktivitasnya.

Seseorang yang sholat senantiasa didukung dan dilindungi oleh Allah. Selain itu rasa percaya diri akan senantiasa tumbuh secara kokoh dan didasarkan oleh kedamaian yang dalam menghadapi cobaan. Selain melahirkan

perasaan terdukung oleh Allah, sholat juga mampu melahirkan kepasrahan dan kerelaan seseorang hamba atas segala keputusan dan ketentuan Allah.

Sholat juga memiliki fungsi horizontal yang dapat memperbarui kualitas dan kepribadian manusia . Dalam QS Al-A’la ayat 14-15 dijelaskan bahwa fungsi

sholat sebagai pembersih jiwa manusia dan penyebab lahirnya kebahagiaan.

Hal ini berarti sholat yang kita lakukan merupakan gambaran dari kesucian

dari jiwa kita

(26)

SUNAT AB'ADL

Selain mendapatkan ketenangan jiwa sholat sangat berkaitan dengan psikologi dalam hal Relaksasi indra saat shalat yaitu :

Pada saat seseorang melaksanakan shalat disitulah seolah-olah seseorang terbang

melayang keatas dengan menghadap Allah Swt sebagai pencipta alam semesta

Dan itulah salah satu cara berkomunikasi kepada Allah Swt yaitu dengan melakukan

Shalat. Dan dengan melakukan cara ini dapat mengatasi kecemasan, stress,

deprsesi,insomnia, atau gangguan kejiwaan yang lain

Aspek Meditasi

Shalat juga memiliki aspek meditasi seperti yoga. Bahkan menurut penelitian jika shalat

dilakukan dengan benar maka manfaatnya jauh lebih tinggi dari yoga

Aspek auto-sugesti

Dalam shalat terdapat bacaan-bacaan shalat yang pasti didalamnya terdapat ungkapan rasa syukur, doa, pujian kepada Allah, maupun

permohonan yang lainnya. bacaan-bacaan

shalat tersebut memberikan efek sugesti pada yang bersangkutan.

RELAKSASI INDRA MEDITASI & AUTO-SUGESTI

(27)

sholat dalam perspektif

SOSIAL

(28)

Secara sederhana sosial adalah suatu masyarakat, suatu komunitas, suatu kelompok orang atau warga. Istilah

sosial sering dikaitkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan manusia dalam masyarakat,dan juga sering

diartikan sebagai suatu sifat yang mengarah pada rasa empati terhadap kehidupan manusia sehingga

memunculkan sifat tolong menolong, membantu dari yang kuat terhadap yang lemah, mengalah terhadap orang lain, sehingga sering dikatakan dengan jiwa sosial yang tinggi Berdasarkan pengertian di atas, nilai yang terkandung

dalam shalat dapat membentuk pelakunya memiliki jiwa sosial yang tinggi jika nilai shalat dapat

diimplementasikan dalam kehidupan. Shalat akan membentuk kepribadian, karakter dan jiwa sosial

pelakunya, karena shalat memiliki nilai pendidikan di dalamnya yang tidak hanya berdimensi esoteris

(hubungan dengan Allah), juga memiliki nilai eksoteris (hubungan dengan sesama manusia).

(29)

Selain itu, menurut penjelasan dari M. Quraish Shihab, kata sabar dan shalat dapat dijadikan

suatu formula baru dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari. Jika sabar tidak

diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari niscaya akan selalu terjadi kekacauan, sedangkan shalat yang dilakukan secara terus- menerus akan mendidik umat Muslim menjadi sabar sehingga

menghadap permasalahan akan selalu tenang dan terus berusaha untuk memperbaiki keadaan

(30)

daftar pustaka

Drs. Sazali., M. (2016). SIGNIFIKANSI IBADAH SHOLAT DALAM PEMBENTUKAN KESEHATAN JASMANI DAN ROHANI. JURNAL ILMU DAN BUDAYA, 3-20.

Syeikh, A. K. (2018). TATACARA PELAKSANAAN SHALAT BERJAMA’AH

BERDASARKAN HADITS NABI. Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Rainiry Kopelma, Al-Mu‘ashirah Vol. 15, No. 2, Juli 2018, 2-18.

Hermawan., R (2019). PENGAJARAN SHOLAT PADA ANAK USIA DINI PERSPEKTIF HADIS NABI MUHAMMAD SAW. INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif

Kependidikan. 23. 282-291. 10.24090/insania.v23i2.2301

I, D. M. (1976). Risalah Tuntunan Shalat Lengkap. Semarang: CV . TOHA PUTRA .

M, A. (n.d.). SHALAT SEBAGAI SARANA PEMECAH MASALAH KESEHATAN MENTAL (PSIKOLOGIS). 10-12.

N, U. (2018). SHALAT DITINJAU DARI SUDUT PANDANG PENDIDIKAN, SOSIAL DAN POLITIK. AL –MUNAWWARAH : Jurnal Pendidikan Islam, VOLUME 10. NOMOR 2.

SEPTEMBER 2018, 5-18.

R, A. (2020). SHALAT DAN KESEHATAN JASMANI. Spiritualita, Vol. 4, No. 1, 2020, 4- 12.

W, A. (2016). URGENSI SHALAT DALAM MEMBENTUK KARAKTER MENURUT QURAISH SHIHAB. Jurnal Ulunnuha Vol.6 No.2/Desember 2016, 10-12.

(31)

Thank you

very much!

Referensi

Dokumen terkait

Lebih lanjut, berkaitan dengan sholat jamaah yang telah memiliki aturan main yang sudah dibakukan dalam hadits, maka dapat dikatakan bahwa sholat jamaah memiliki

Kata Kunci: Keterampilan Menghafal, Hadits Sholat Berjamaah, Cooperative Script. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterampilan menghafal hadits shalat

Dari hadits di atas dapat kita lihat betapa Rasulullah saw sangat menekankan umatnya untuk senantiasa mengistiqomahkan sholat fardhu berjamaah di dalam masjid (musholla). Bahkan

Dalam hadits riwayat Muslim, Abu Uwanah dan Ibnu Hibban disebutkan bahwa Nabi SAW berkomentar terhadap orang yang sholat sedangkan rambutnya diikat dari belakang, ”Orang yang

Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui metode dan media pembelajaran yang diterapkan atau digunakan oleh guru agama Islam dalam mengajarkan materi sholat berupa

berisi tentang power poin materi Hadits keutamaan Sholat

Keempat, penelitian yang dilakukukan oleh Sawun yang berjudul ―Pernikahan Lintas Agama Dalam Perspektif Hadits‖.11 Hasil penelitian ini adalah pernikahan antar agama, antara laki-laki

Dokumen ini berisi informasi tentang agama-agama yang ada di Indonesia, hari-hari besarnya, dan tempat