• Tidak ada hasil yang ditemukan

sholawat, seni dan pendidikan agama islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "sholawat, seni dan pendidikan agama islam"

Copied!
120
0
0

Teks penuh

Bagaimana upaya Sholawat Jam’iyah Ahbaabul Musthofa dalam menginternalisasikan pendidikan agama Islam di masyarakat melalui pertunjukan seni Sholawat. Menemukan Hakikat Pendidikan Agama Islam dalam Pertunjukan Seni Sholawat Jamiyah Sholawat Ahbaabul Musthofa. Menjelaskan upaya Sholawat Jam’iyah Ahbaabul Musthofa dalam menginternalisasikan pendidikan agama Islam di masyarakat melalui pertunjukan seni Sholawat.

PENDAHULUAN

  • Latar Belakang Masalah
  • Fokus Penelitian
  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian
  • Definisi Istilah
  • Sistematika Pembahasan

Upaya pendidikan agama Islam yang dilakukan oleh Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember dapat dilihat lebih konkrit. Upaya Jamiyah Ahbaabul Musthofe Jember dalam menginternalisasikan pendidikan agama Islam dalam pertunjukan seni salat dapat dilihat pada prosesi salat itu sendiri. Hakikat pendidikan agama Islam dalam seni sholawat Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember meliputi nilai-nilai yang berkaitan dengan Aqidah, ibadah dan akhlak.

KAJIAN KEPUSTAKAAN

Penelitian Terdahulu

Skripsi Tahyatul Ummah merupakan skripsi yang mengkaji seni Shalavat sebagai media dakwah dari sudut pandang Kuntowijoyo, seorang sejarawan, budayawan, dan sastrawan Indonesia. Antara skripsi Tehjatul Ummat dengan penelitian skripsi yang ingin peneliti laksanakan terdapat beberapa persamaan, namun juga terdapat perbedaan. Terdapat beberapa persamaan sekaligus perbedaan antara skripsi Misbakhul Munir dengan penelitian skripsi yang ingin peneliti laksanakan.

Kajian Teori

  • Kesenian
  • Seni Pertunjukan
  • Sholawat
  • Pendidikan Agama Islam
  • Pendidikan berbasis Masyarakat
  • Ekspresi Religiusitas

Apapun bentuknya, yang penting suatu konsep terhadap suatu objek yang dirasakan atau objek itu sendiri mengalami “Proses Pemulihan” dalam artian perubahan ke arah yang lebih baik. Karena hakikat pendidikan agama Islam lebih pada proses pembentukan manusia yang berkarakter Islami sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits sebagai landasannya. Ilmu Agama Islam dapat diartikan sebagai cabang ilmu yang mempelajari tentang keyakinan (iman/tawhid) dan pandangan hidup (yang mengandung unsur ideologi, etika, dan budaya) umat Islam.

Pada akhirnya Pendidikan Agama Islam dapat kita definisikan sebagai suatu proses belajar mengajar tentang keyakinan dan pandangan hidup umat/masyarakat Islam.36. Sekolah dalam paradigma ini tidak hanya diartikan secara formal-institusional, namun juga terdapat dimana-mana, terutama di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

Subyek Penelitian

Namun lebih dari itu, Jam'iyah Sholawat Ahbaabul Musthofa Jember dekat dengan Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dari Solo bahkan mungkin mewakili model Sholawatan Habib Syech, terkadang Sholawat Jam'iyah Ahbaabul Musthofa Jember sering menemani dan mendampingi di beberapa tempat. Sholawatan. di Jawa Timur ke Bali. Maka berdasarkan pertimbangan diatas maka peneliti memutuskan untuk mengkaji fenomena salat pada Jam’iyah Ahbaabul Musthofa di Desa Curah Malang Kecamatan Rambipuji Kabupaten Jember.

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara Mendalam (Interview).47 Peneliti melakukan wawancara terhadap beberapa informan dengan tujuan untuk memperoleh pendapat berdasarkan sudut pandang masing-masing informan mengenai pertunjukan seni sholavatan. Dokumentasi.48 Para peneliti mendokumentasikan berbagai momen dan hal menarik lainnya terkait penelitian ini.

Analisis Data

Dalam kajian sholawat ini wawancara dilakukan secara semi terstruktur, artinya peneliti menanyakan kepada responden beberapa pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya, namun tidak menutup kemungkinan jawaban responden dapat dikembangkan menjadi pertanyaan baru untuk tujuan klarifikasi. memperoleh informasi mengenai data yang disampaikan responden. Hal ini penting sebagai bukti bahwa peneliti benar-benar terlibat langsung di lapangan dan memastikan bahwa data dan fakta tersebut merupakan kejadian nyata tanpa rekayasa (realitas). Jumlah data yang dikumpulkan peneliti di lapangan cukup besar sehingga harus dicatat secara cermat dan rinci. Peneliti kemudian merangkum, memilih isu-isu yang paling penting, memusatkan perhatian pada isu-isu penting dan mencari tema dan pola.

Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data selanjutnya dan mencarinya jika diperlukan. Dengan demikian, reduksi data merupakan tahap awal dalam menganalisis data dalam penelitian pertunjukan seni sholawat ini. Dalam tahap ini peneliti menyajikan data, hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa data terorganisasi, tersusun dalam pola hubungan sehingga lebih mudah untuk dipahami.

Setelah melalui dua langkah di atas, peneliti menarik kesimpulan berdasarkan temuan dan data yang dikumpulkan selama proses penelitian ini. Kesimpulan tersebut merupakan temuan baru berupa gambaran atau gambaran mengenai pertunjukan seni sholawat yang menjadi bahan penelitian.

Keabsahan Data

Tahapan Penelitian

Kisah Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember bermula dari seorang Jamiyah Manaqib di Desa Curah Malang, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Jadi ada 3 kitab Sholawat Jam'iyah Ahbaabul Musthofa Jember yang biasa dibaca dalam segala aktivitasnya. Contoh konkrit yang dapat dikategorikan sebagai unsur pendukung terpenting adalah jamaah milik Jamiyah Sholawat Ahbaabul Musthofa Jember.

Jika hal ini tidak diperhatikan, dikhawatirkan akan menjadi penghambat lahiriah seni salat Ahbaabul Musthofa Jember. Selain itu, Jamiyah Ahbaabul Musthofa juga mengupayakan keterlibatan jamaah untuk meramaikan setiap acara salat yang digelar. Syair-syair (lirik) Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember sebagian besar merupakan syair-syair yang juga dilantunkan oleh Habib Syech.

Sebab, sebagian besar sholawat Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember mengadopsi gaya salat Habib Syech, termasuk puisi dan lagu yang dibawakannya. Salah satu contohnya adalah penggunaan pakaian berwarna putih pada prosesi salat Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember. Staf Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember dan jamaah yang menghadiri acara doa pada hari Minggu 24 Juli 2016 di Igir-igir, Balung Lor.

Peneliti bersama Gus Abror selaku pimpinan Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2016 di Curah Malang.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Obyek Penelitian

Setelah menubuhkan kumpulan sholawat yang benar-benar tertumpu kepada sholawat ala Habib Syech, Gus Sholeh selaku pengasuh jamiyah Ahbaabul Musthof keliru dengan nama yang bakal disandang oleh jamiyah sholawat ini. Gus Sholeh tidak secara spesifik menanyakan nama Ahbaabul Musthof, tetapi tanpa diduga melalui sambungan telefon ini, Habib Syech bersetuju untuk memberikan nama Ahbaabul Musthof kepada Jember dan jamiyah ini menjadi cabang Jamiyah Sholawat Ahbabul. Habib Syech menegaskan hal tersebut dengan membaca Surat al-Fatihah Habib Syech, yang diikuti langsung oleh Gus Sholeh selaku ketua Jamiyah Sholawat Ahbaabul Musthofa cabang Jember.

Pada hari Selasa tanggal 5 Maret 2013, Ahbaabul Musthofa Jember berkesempatan bertemu dan bertemu langsung dengan Habib Syech di Sleman Jogjakarta. Teks doa yang digunakan oleh Jamiyah Ahbaabul Musthofa dikumpulkan dalam buku “Kumpulan Doa Pilihan dan Qashidah” terbitan Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember. Selain kitab kumpulan sholawat, ada juga kitab ROSHO (Rotib dan Sholawat) yang berisi 27 sholawat dan qashidah yang biasa dibawakan oleh Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember.

Faktor pendukung keberadaan seni sholawat Ahbaabul Musthofa di masyarakat Desa Curah Malang bahkan di Kabupaten Jember dapat dikaji dari sudut pandang pengurus Jamiyah. Keberadaan seni salat Ahbaabul Musthofa hingga saat ini nampaknya didukung oleh peran para pemimpin dalam mempersatukan atau mengorganisir anggotanya. Selain itu masih adanya rasa ketergantungan terhadap Ahbaabul Musthofa Jamiyah pusat yang membuat Jamiyah ini sulit berkembang.

Sebagai organisasi yang tergolong muda, Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember memiliki sistem kepengurusan yang sangat sederhana.

Penyajian Data dan Analisis

Namun tidak hanya itu: Ahbaabul Musthofa secara liris berkomitmen menjadikan jamiyah ini sebagai ruang dimana jamaah dapat sholat dan belajar. Namun jika dikaji lebih jauh, upaya Jamiyah Ahbaabul Musthofa dalam mengedukasi masyarakat setidaknya dapat dianalisis dari keseluruhan proses pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan jangka waktunya yang terbatas, sehingga umumnya doa-doa yang dipanjatkan adalah doa-doa yang populer di kalangan orang-orang yang syairnya dihafal oleh sebagian besar orang.

Pasalnya, alat musik tersebut memberikan warna dan nuansa estetika melalui bunyi dan bunyi yang dihasilkannya. Namun bukan hanya lalat atau rebana saja, ada beberapa alat musik lain yang digunakan sholawat Jamiyah karya Ahbaabul Musthofa, yaitu: Jedor, Tramtam dan Keprak. Selain itu, ada beberapa jamaah yang menggunakan atribut Ahbaabul Musthof Jember berupa logo Jamiyah yang ditempel di saku baju jamaah atau bahkan pada songkok yang digunakannya.68.

Pada setiap pelaksanaan salat Ahbaabul Musthofa Jember terdapat Mauidhoh Hasanah yaitu ceramah yang berisi nasehat dan bimbingan rohani bagi jamaah yang menghadiri acara tersebut. Apabila pengundang mendatangkan pembicara khusus dari luar Jamiyah Ahbaabul Musthofa, maka pelaksanaan salatnya akan disesuaikan dengan pembicaranya. Hal ini dikarenakan Rasulullah menyukai warna putih dan disunnahkan memakai pakaian berwarna putih dalam setiap ibadah.

Berdasarkan pengamatan peneliti pada saat prosesi salat, peneliti menemukan bahwa jamaah salat Ahbaabul Musthofa Jember yang umumnya didominasi oleh kalangan muda cenderung lebih ekspresif dalam salat dibandingkan dengan jamaah yang lebih tua.

Pembahasan Temuan

PENUTUP

Kesimpulan

Upaya Jamiyah dalam menginternalisasikan pendidikan agama Islam di tengah masyarakat dapat dikaji melalui dua bentuk upaya yang saling berkaitan, yaitu prosesi sholawatan dan mauidhoh hasanah. Kedua hal tersebut merupakan bentuk upaya transformasi nilai-nilai yang tersirat (tersembunyi) dan tersurat (terbaca) dalam masyarakat. Ekspresi religiusitas jemaah Ahbaabul Musthofa Jember terlihat dari gerakan tubuhnya yang mengikuti irama sholat, seperti mengangkat kedua tangan sambil menggerakkan badan ke kanan dan kiri.

Ini indikasinya tidak jauh berbeda dengan orang kesurupan seperti di dunia tasawuf. Jika hal ini sudah terjadi maka transformasi nilai-nilai Islam dapat dengan mudah diserap oleh jamaah.

Saran

Kegiatan Sholawatan Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember dipimpin oleh Kyai Nurus Sholihin (Gus Sholeh) pada hari Jumat, 15 Juli 2016 di Gumelar, Balung. Selain memimpin sholawatan, Gus Sholeh juga menggelar mauidhoh hasanah pada Minggu 24 di sela-sela prosesi salat di Igir-igir, Balung Lor. Staf Ahbaabul Musthofa Jember menyanyikan sholawat sambil mengiringi pembimbing Gus Sholeh berdoa, Senin 27 Juni 2016 di Curah Miskin.

Jamaah haji wanita menghadiri acara salat Jamiyah Ahbaabul Musthofa Jember pada Minggu, 24 Juli 2016 di Igir-igir, Balung Lor. Telah teruji dan diterima memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Islam Program Studi Pendidikan. SHOLAWAT, SENI DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM” (Kajian Pendidikan Agama Islam dalam Sholawat Jam'iyah Ahbaabul Musthofa Jember 2016) benar-benar karya asli saya, kecuali kutipan yang disebutkan sumbernya.

Subyek program studi: Pendidik Islam/Pendidikan Agama Islam GAR). menyatakan bahwa dirinya sebenarnya pernah melakukan penelitian di Jamiyah AIfidHJ. Musthofa, Desa Curah, Malang, Kecamatan Rambipuji, fafupaten J€dGr tei* . Tangral 10 Juni s/d 30 Juli 2016 dEltzm angka untuk melanjutkan skripsi yq bcduan. S*HOLAWAT, S*IrtI DAT{ ?ENDSKAN AGA}IA 1SJTu, GIGIM . kepada para pendidik agama Islam dalam sholawat Jam'iyah.

Untuk menyelesaikan/mempersiapkan skripsi, Anda diperbolehkan melakukan penelitian di wilayah Jam'iyah yang menjadi kewenangan Anda.

Referensi

Dokumen terkait