• Tidak ada hasil yang ditemukan

Si Mungil Bidang Boga

N/A
N/A
Wickyy

Academic year: 2023

Membagikan "Si Mungil Bidang Boga"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Si Mungil Bidang : Boga Nama : Wicaksana Aliif Saputra

Kelas : FP No. Peserta : 810

A. Latar Belakang

Universitas merupakan tempat berbagai aktivitas pendidikan, yang meliputi kegiatan perkuliahan, praktikum, seminar, lomba, rapat baik dari kalangan mahasiswa maupun dosen, purnabakti, ataupun karyawan. Padatnya jadwal perkuliahan mahasiswa di universitas adalah salah satu alasan kuat mahasiswa tidak mengkonsumsi makanan di pagi hari. Ditambah pula masih banyaknya warung yang belum beroperasi pada pagi hari padahal waktu perkuliahan mahasiswa banyak dimulai pada pukul 7 pagi. Sehingga, banyak mahasiswa yang belum sarapan dan menahan lapar hingga kantin buka untuk menyediakan makanan atau sarapan. Kebiasaan tidak sarapan bagi mahasiswa maka akan menyebabkan badan menjadi lemas, mengantuk, sulit menerima pelajaran, sulit berkonsentrasi turunnya gairah belajar dan kemampuan merespon (Panjaitan et al, 2020) . Melihat permasalahan tersebut, saya memiliki ide bisnis dengan menyediakan makanan sehat, praktis, dan ekonomis yang dapat dikonsumsi mahasiswa di pagi hari bahkan siang hari, sehingga dapat dijadikan sebagai bekal sarapan praktis bagi mahasiswa dan para konsumen lain. Bisnis ini saya beri nama “si mungil”, nama produk ini diambil dari bentuk produk yang akan dibuat yaitu nasi yang dibungkus kecil dengan ukuran sekepal tangan jadi lebih kecil dari porsi makanan nasi biasanya. Produk ini dapat tersedia untuk konsumen di pagi hari bahkan siang hari saat mereka mulai lapar.

B. Deskripsi Produk

Nasi “Si Mungil” adalah makanan dalam kemasan dengan isian macam lauk di dalamnya yang akan diminati masyarakat khususnya pelajar, mahasiswa, dan pekerja kantoran. Produk nasi ‘Si Mungil’ ini memiliki porsi yang pas diperut, bentuk yang bulat dan menitik beratkan pada kemudahan dalam mengonsumsinya. Makanan ini dibuat dari nasi yang dicetak pada mangkuk kecil dan diberi isian berupa lauk pauk, taburan biji wijen, dan bumbu. Nasi cokot biasanya disajikan dalam bentuk gulungan bulat atau lontong. Ada berbagai macam pilihan lauk yang dapat dipilih konsumen, diantaranya yaitu ayam suwir pedas, ikan teri sambal matah, dan sambal kentang goreng. Karena bentuknya yang kecil,

(2)

Nasi ‘Si Mungil” dapat mudah dibawa. Makanan ini cocok untuk bekal sekolah, bekal kerja, atau camilan saat bepergian.

C. Mekanisme Produksi Barang atau Jasa Layanan

Produk makanan ‘Si Mungil’ akan dibuat di kost atau dapur pribadi. Segala peralatan dan bahan kami cari di pasar. Namun karena saya belum pandai memasak saya akan mengajak teman saya yang pandai dalam membuat lauk pauk untuk mengembangkan produk ini. Karena produk ini ditujukan untuk dikonsumsi sebagai bekal/sarapan, maka nasi ‘Si Mungil’ dibuat saat pagi agar pada saat konsumen membeli masih dalam keadaan hangat. Tidak hanya itu saja, produk ini dapat dibungkus secara praktis dan cara mengemasnya juga mudah, konsumen juga dapat memesan pada outlet kami secara langsung.

D. Rencana Pemasaran Secara umum, dalam memasarkan produk yang baru, maka sektor promosi merupakan hal yang sangat penting untuk kami perhatikan. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mempromosikan produk kami yaitu:

 Penyebaran Informasi Secara Langsung

Penyebaran informasi mengenai produk nasi “Si Mungil” secara langsung dapat dilakukan dengan cara promosi dari mulut ke mulut. Cara promosi demikian dimulai dari teman-teman kami. Dengan begitu, diharapkan dapat memberi kejelasan produk yang lebih efektif serta konsumen akan dapat menyebarkan keunggulan produk kami kepada lebih banyak orang.

 Penyebaran Informasi Secara Tidak Langsung

Penyebaran Informasi secara tidak langsung dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya yaitu penyebaran brosur, penempelan poster, dan melalui media cetak atau media informasi lainnya. Dalam

 Melalui Sarana Teknologi dan Informasi

Semakin berkembangnya teknologi, fasilitas internet semakin mudah dapat dijangkau dan digunakan. Jadi kami juga akan memanfaatkan internet terutama media sosial sebagai media promosi. Promosi dapat dilakukan dengan cara membuat postingan barisi keterangan produk, harga dan lain-lain, serta membuat video agar konsumen semakin tertarik untuk membeli. Kami memanfaat kan Facebook, Instragram, Tiktok, Whatsapp, dan lain sebagainya.

(3)

E. Rencana Anggaran

Anggaran yang dibutuhkan untuk modal awal dalam menjalankan menjalankan bisnis Nasi “Si Mungil” yaitu 500.000 Rupiah. Modal ini digunakan untuk membeli berbagai keperluan peralatan dan bahan diantaranya peralatan masak, pembungkus kertas, bumbu, beras, minyak goreng, kecap. Cabai, wadah, dan lain-lain. Anggaran dapat berubah ketika penjualan meningkat, karena kami akan me

F. Kesimpulan

Nasi “Si Mungil” adalah makanan yang dibungkus kecil dalam kemasan dengan isian lauk di dalamnya. Produk ini memiliki porsi yang pas diperut, bentuk yang bulat dan menitik beratkan pada kemudahan dalam mengonsumsinya. Makanan ini dapat dikonsumsi mahasiswa di pagi hari bahkan siang hari, sehingga dapat dijadikan sebagai bekal sarapan praktis bagi mahasiswa. Terkait promosi dan pemasarannya, kami menggunakan cara penyebaran informasi secara langsung atau mulut ke mulut dan secara tidak langsung dengan menggunakan media informasi dan media sosial seperti Facebook, Instagram, Tiktok, Whatsapp, dan lain sebagainya.

(4)

Daftar Pustaka

Panjaitan, B., Tobing, K. N., & Harahap, S. (2020). Penyuluhan Manfaat Sarapan Di SMK Yapim Sei Rotan Medan. Jurnal Abdimas Mutiara, 1(1), 82-88.

Referensi

Dokumen terkait

S28 mengalami kesulitan dalam menyebarluaskan informasi produk foodmart karena belum adanya media alternatif untuk mempromosikan produk foodmart secara online serta

Untuk meningkatkan Brand credibility , maka manajer Starbucks coffee harus dapat memberikan informasi yang cukup mengenai produknya dengan cara mempromosikan produk

Penyebaran informasi secara langsung dilakukan oleh mahasiswa dengan cara promosi dari mulut ke mulut. Cara promosi demikian dimulai pada teman-teman. Dengan begitu,

Pemberian informasi secara tidak langsung dilakukan dalam beberapa bentuk kegiatan, diantaranya penyebaran brosur dan leaflet, penempelan poster,

Dalam kegiatan mempromosikan produk simpanan berjangka (Si Jempol) KSP Giri Muria Group Kudus menerapkan kebijakan dengan adanya empat strategi pemasaran yang

Konsumen tidak selalu memiliki informasi yang lengkap mengenai atribut-atribut produk. Namun, umumnya konsumen memiliki informasi tentang produk secara tidak

S28 mengalami kesulitan dalam menyebarluaskan informasi produk foodmart karena belum adanya media alternatif untuk mempromosikan produk foodmart secara online serta

Kegiatan promosi yang selama ini dilakukan PT Asindo Tech adalah menyebarkan informasi dari mulut ke mulut, penyebaran informasi dilakukan baik secara langsung