Kami berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Terima kasih atas segala bantuan yang diberikan oleh semua pihak yang tidak disebutkan selama peneliti melakukan penelitian ini di Program Pascasarjana Universitas Bhayangkara Surabaya.
Latar Belakang
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaji mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja karyawan, dimana gaji akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan sehingga dapat meningkatkan efisiensi karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai, dan adanya budaya organisasi yang baik akan meningkatkan kepuasan kerja pegawai sehingga dapat meningkatkan efisiensi pegawai.
Rumusan Masalah
Tujuan Studi
Tujuan Umum
Tujuan Khusus
Untuk menguji dan menganalisis pengaruh variabel budaya organisasi (X2) yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (Z) pada PT. Untuk menguji dan menganalisis pengaruh variabel Kepuasan Karyawan (Z) yang berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Y) pada PT.
Manfaat Studi
Organisai
- Pengertian Organisasi
- Perilaku Organisasi
Menurut Thoha (2014:5), perilaku organisasi adalah suatu studi yang membahas aspek-aspek perilaku manusia dalam suatu organisasi atau kelompok tertentu. Dari pengertian perilaku organisasi di atas dapat kita simpulkan bahwa perilaku organisasi adalah tentang perilaku manusia sejak awal berdirinya organisasi sampai organisasi itu tumbuh dan berkembang.
Sumber Daya Manusia
Kelly (Thoha, 2014: 9) mengemukakan bahwa perilaku organisasi adalah suatu sistem yang mempelajari hakikat organisasi, seperti bagaimana organisasi dimulai, tumbuh dan berkembang dan bagaimana pengaruhnya terhadap anggota sebagai individu, konstituen, organisasi dan institusi, dan lain-lain. - institusi yang lebih besar.
Kompensasi
- Pengertian Kompensasi
- Bentuk dan Jenis Kompensasi
- Tujuan Kompensasi
- Indikator Kompensasi
Imbalan intrinsik melekat pada aktivitas kerja itu sendiri dan pemberiannya tidak bergantung pada kehadiran atau tindakan orang/karyawan lain. Imbalan ekstrinsik sebagian besar diberikan secara langsung dan lebih nyata jika dibandingkan dengan imbalan intrinsik.
Budaya Organisasi
- Pengertian Budaya Organisasi
- Fungsi Budaya Organisasi
- Tipe Budaya Organisasi
- Ciri-Ciri Budaya Organisasi
- Dimensi dan Indikator Budaya Organisasi
Budaya Organisasi Secara Umum adalah aktor, nilai, keyakinan atau asumsi dasar yang muncul dalam proses adaptasi terhadap lingkungan. Dengan menilai organisasi berdasarkan tujuan-tujuan khusus tersebut, maka akan diperoleh gambaran gabungan mengenai budaya organisasi.
Stres Kerja
- Pengertian Stres Kerja
- Penyebab Stres Kerja
- Dampak Stres Kerja
- Jenis-Jenis Stres Kerja
- Pendekatan Stres Kerja
- Dimensi dan Indikator Stres Kerja
Konflik peran: Suatu pemicu stres atau penyebab stres yang meningkat ketika seseorang menerima pesan-pesan yang tidak sesuai tentang perilaku peran yang sesuai. Hal ini merupakan stres yang baik yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik.
Kinerja Karyawan
- Pengertian Kinerja Karyawan
- Standart Kinerja
- Fungsi Standar Kinerja
- Persyaratan Standar Kinerja
- Indikator Kinerja Karyawan
Untuk menciptakan standar kinerja yang benar-benar dapat memotivasi karyawan, maka harus dikaitkan dengan penghargaan dalam sistem penghargaan. Membimbing pegawai dalam proses pelaksanaan pekerjaan untuk mencapai standar kinerja yang telah ditetapkan.
Kepuasan Kerja Karyawan
- Pengertian Kepuasan Kerja Karyawan
- Teori Kepuasan Kerja
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Kepuasan merupakan sebuah hasil yang dirasakan oleh
- Indikator Kepuasan Kerja
Faktor psikologis merupakan faktor yang berkaitan dengan psikologi karyawan yang meliputi minat, ketenangan dalam bekerja, sikap terhadap pekerjaan, perasaan kerja. Faktor keuangan merupakan faktor yang berkaitan dengan keselamatan dan kesejahteraan karyawan, yang meliputi sistem penggajian, jaminan sosial, besaran tunjangan, fasilitas yang ditawarkan, promosi, dan lain-lain. Faktor keuangan merupakan faktor yang berkaitan dengan keselamatan dan kesejahteraan karyawan, yang meliputi sistem penggajian, jaminan sosial, besaran tunjangan, fasilitas yang ditawarkan, promosi, dan lain-lain.
Hubungan Antar Variabel
- Hubungan Kompensasi dan Kinerja Karyawan Dengan adanya kompensasi yang baik dalam perusahaan
- Hubungan Budaya Organisasi dan Kinerja Karyawan Menurut Kotter dan Heskett (Putri, 2015:17), menyatakan
- Hubungan Stres Kerja dan Kinerja Karyawan
- Hubungan Budaya Organisasi dan Kepuasan Kerja Karyawan
- Hubungan Stres Kerja dan Kepuasan Kerja Karyawan
- Hubungan Kepuasan Kerja Karyawan dan Kinerja Karyawan
Penelitian yang dilakukan oleh Widodo (Nurcahyani dan Adnyani) menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara gaji dengan kepuasan kerja, jika kompensasi yang diterima semakin tinggi maka akan meningkatkan kepuasan kerja karyawan pada perusahaan tersebut. pemimpin harus 36 memahami karakteristik setiap bawahannya.
Penelitian Terdahulu
- Nurcahyani dan Adnyani (2016)
- Nariswari dan Rahardjo (2016)
- Dewi dkk (2017)
- Rustilah (2018)
- Wahyuni dkk (2016)
- Permatasari dan Prasetio (2018)
- Rahmawati (2016)
Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah sejauh mana pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Dan hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kepuasan kerja karyawan terhadap kinerja karyawan. Hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel motivasi dan imbalan mempunyai pengaruh yang signifikan dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan kepuasan kerja pegawai.
Hipotesis Penelitian
Rahmawati (2016) yang meneliti gaji, kepuasan kerja pegawai dan kinerja pegawai pada kantor DPPKAD kabupaten Karanganyar menjelaskan bahwa gaji merupakan komponen penting dalam menciptakan kepuasan kerja pegawai sehingga memungkinkan kinerja pegawai semakin tinggi. Oleh karena itu interpretasi hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa kompensasi, budaya organisasi dan stres kerja saling berkaitan dan mempengaruhi kinerja karyawan dan kepuasan kerja. Sedangkan pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner yaitu untuk mengetahui hubungan dan pengaruh gaji, budaya organisasi dan stres kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada PT Siantar TOP Tbk Sidoarjo, dan pengujiannya adalah dilakukan dengan menggunakan uji statistik sesuai hipotesis yang diajukan sebagai berikut.
Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel .1 Populasi
Sampel
Teknik Pengambilan Sampel
Variabel Penelitian
Klasifikasi Variabel
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena sosial (Sugiyono, 2015:93). Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab dengan menggunakan skala likert yaitu memberikan satu poin terhadap jawaban yang dipilih responden. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang terhadap fenomena sosial.
Definisi Operasional Variabel
Budaya organisasi didefinisikan sebagai kerangka kognitif yang berisi sikap, nilai, norma dan harapan yang dimiliki bersama oleh anggota organisasi. Stres kerja dapat diartikan sebagai keadaan yang timbul akibat interaksi perilaku di luar fungsi normalnya, misalnya jam tidur normal seseorang adalah 8 jam, namun karena stres kerja jam tidurnya hanya 3 jam dan hal ini mengakibatkan terjadinya perilaku yang tidak wajar. Kinerja pegawai adalah hasil atau tingkat keseluruhan keberhasilan seseorang selama jangka waktu tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, sasaran atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan sebelumnya dan disepakati bersama. .
Lokasi dan Waktu Penelitian
Kepuasan kerja merupakan sikap pegawai terhadap pekerjaan yang berkaitan dengan situasi kerja, kerjasama antar pegawai, imbalan yang diterima dalam pekerjaan, serta permasalahan yang menyangkut faktor fisik dan psikis.
Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan peneliti menyebutkan pengaruh kompensasi, budaya organisasi dan stres kerja terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan sebagai variabel intervening PT.
Prosedur Pengambilan atau Pengumpulan Data Menurut Sugiyono (2015:225) bila dilihat dari sumber
Studi literatur dilakukan untuk mengambil teori-teori yang berkaitan dengan penelitian dan metode yang digunakan untuk memecahkan masalah, baik dari buku-buku maupun referensi hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Kuesioner merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan memberikan responden serangkaian pertanyaan atau pernyataan tertulis (Sugiyono.
Teknik Analisis Data
- Uji Validitas
- Uji Reliabilitas
- Model Persamaan Struktural
- Analisis Jalur (Path Analysis)
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinieritas
- Heteroskedatisitas
- Uji Autokorelasi
- Visi dan Misi Perusahaan Visi Perusahaan
- Struktur Organisasi PT. Siantar Top, Tbk Sidoarjo
Menurut Sugiyon, validitas adalah derajat ketepatan antara data yang muncul pada subjek penelitian dengan kekuatan yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Data yang valid adalah data yang “tidak berbeda” antara data yang dilaporkan peneliti dengan data yang sebenarnya terjadi pada subjek penelitian. Rumus yang bisa kita gunakan untuk mengukur reliabel atau tidaknya suatu alat ukur dapat menggunakan rumus Alpha sebagai berikut.
Deskripsi Hasil Penelitian .1 Karakteristik Responden
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis kelamin seringkali dapat menjadi pembeda aktivitas
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Karakteristik responden berdasarkan pendidikan disajikan
Deskripsi Variabel Penelitian
Tabel 5.8 menunjukkan bahwa indikator kualitas (Y1.1) pada penelitian ini mempunyai nilai terendah (minimum) sebesar 1,00, nilai tertinggi (maksimum) sebesar 5,00, nilai tengah (mean) sebesar 4,2222. Tabel 5.8 menunjukkan bahwa indikator kuantitas (Y1.2) pada penelitian ini mempunyai nilai terendah (minimum) sebesar 2,00, nilai tertinggi (maksimum) sebesar 5,00, nilai tengah (mean) sebesar 4,2361. Tabel 5.8 menunjukkan bahwa indikator kehadiran (Y1.5) pada penelitian ini mempunyai nilai terendah (minimum) sebesar 2,00, nilai tertinggi (maksimum) sebesar 5,00, nilai tengah (mean) sebesar 4,2222.
Hasil Uji Instrumen Penelitian .1 Uji Validitas
- Hasil Uji Reliabilitas
Tabel 5.9 menunjukkan bahwa indikator faktor sosial (Z1,4) pada penelitian ini mempunyai nilai terendah (minimum) sebesar 2,00, nilai tertinggi (maksimum) sebesar 5,00, nilai tengah (mean) sebesar 4,2222. Hasil uji validitas pada Tabel 5.10 menunjukkan seluruh indikator variabel kompensasi, budaya organisasi, stres kerja, kinerja pegawai, dan kepuasan kerja pegawai. Hasil uji reliabilitas pada Tabel 5.11 menunjukkan nilai koefisien Cronbach’s Alpha seluruh variabel penelitian yaitu kompensasi, budaya organisasi, stres kerja, kinerja karyawan dan kepuasan kerja karyawan lebih besar dari 0,60 (α > 0,60), sehingga reliabel (dapat diandalkan). ) . ) untuk analisis lebih lanjut.
Hasil Analisis Jalur
Koefisien Jalur Koefisien jalur X3 sebesar 0,222 dengan signifikansi sebesar 0,026 menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Koefisien jalur
Hasil Uji Asumsi Klasik
- Uji Normalitas
- Uji Multikolinearitas
- Uji Heteroskedatisitas
- Uji Autokorelasi
Uji tersebut digunakan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan linier antar variabel independen dalam suatu model regresi atau tidak. Hasil uji toleransi menunjukkan bahwa variabel independen Gaji, Budaya Organisasi, Stres Kerja dan Kepuasan Karyawan tidak ada yang mempunyai nilai toleransi kurang dari 0,10 (10%). Hasil perhitungan VIF juga menunjukkan bahwa tidak ada satu pun variabel independen yang mempunyai nilai VIF lebih besar dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel dalam model regresi.
Hasil Pengujian Hipotesis
Artinya jika variabel kompensasi meningkat ke arah yang lebih positif sebesar 1 maka kinerja karyawan PT Siantar TOP Tbk Sidoarjo juga akan meningkat sebesar 0,244. Artinya jika variabel budaya organisasi meningkat ke arah yang lebih positif sebesar 1 maka kinerja karyawan PT Siantar TOP Tbk Sidoarjo juga akan meningkat sebesar 0,227. Artinya jika variabel kompensasi meningkat ke arah yang lebih positif sebesar 1 maka kepuasan kerja karyawan PT Siantar TOP Tbk Sidoarjo juga akan meningkat sebesar 0,607.
Analisis Konstribusi Pengaruh Variabel Penelitian Pengaruh antar variabel yang terbentuk atau prosentase
Koefisien jalur regresi Z bertanda positif menunjukkan adanya hubungan satu arah yang artinya jika variabel kepuasan karyawan meningkat ke arah yang lebih positif sebesar 1 derajat, maka kinerja karyawan PT. Siantar TOP Tbk Sidoarjo juga akan meningkat karena dampaknya signifikan, tanda positif ini mempengaruhi kinerja karyawan atau dampaknya sangat besar. Artinya 89,1% varians kinerja karyawan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel gaji (X1), budaya organisasi (X2), stres kerja (X3) dan kepuasan kerja karyawan (Z).
Analisis Pengaruh Langsung dan Pengaruh Tidak Langsung
Secara tidak langsung terdapat pengaruh positif variabel kompensasi (X1) terhadap kinerja karyawan (Y melalui kepuasan kerja karyawan (Z) yaitu sebesar 0,607 x 0,961. Pengaruh tidak langsung kompensasi terhadap kinerja karyawan mempunyai pengaruh tidak langsung yang positif dan signifikan sebesar 0,583. Pengaruh tidak langsung stres kerja terhadap kinerja karyawan mempunyai pengaruh tidak langsung positif dan signifikan sebesar 0,213.
Pembahasan
- Pengaruh Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan Hipotesis pertama terbukti atau dapat diterima kebenarannya
- Pengaruh Stres Kerja terhadap Kinerja Karyawan Hipotesis ketiga terbukti atau dapat diterima kebenarannya
- Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
- Pengaruh Stres Kerja terhadap Kepuasan Kerja Karyawan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Hipotesis keenam telah terbukti atau dapat diterima benar bahwa stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Hipotesis ketujuh telah terbukti atau dapat diterima benar bahwa kepuasan kerja karyawan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT.
Saran
Pengaruh kepemimpinan transformasional, budaya organisasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja melalui kepuasan kerja karyawan PT. Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Kepuasan Pegawai Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Pegawai Jurusan Keuangan dan Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta). Pengaruh motivasi dan reward terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja pegawai sebagai variabel intervening (Studi Empiris pada Kantor DPPKAD Kabupaten Karanganyar).