• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Penghantaran Obat Mucoadhesive (GRDDS Mucoadhesive)

N/A
N/A
Betra Zeliana Yulizar

Academic year: 2024

Membagikan "Sistem Penghantaran Obat Mucoadhesive (GRDDS Mucoadhesive)"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Gastroretentive Drug Delivery System

Mucoadhesive

KELOMPOK 3

(2)

01 02

03 04 05

21330025

21330027 21330032 21330055 21330023

Betra Zeliana Yulizar Khansa Adibya

Shakinah Nabilah

Azhara Andini Winda Khairani Aditya Helmiansyah

(3)

GRDDS (Gastro

Retentive Drug Delivery System)

Merupakan sistem penghantaran obat yang memiliki kemampuan menahan obat di dalam saluran pencernaan khususnya di lambung untuk memperpanjang periode

waktu

Merupakan sistem penghantaran obat yang memiliki kemampuan menahan obat di dalam saluran pencernaan khususnya di lambung untuk memperpanjang periode

waktu

(4)

GRDDS

MUCOADHESIVE?

GRDDS

MUCOADHESIVE?

Sistem penghantaran obat mukoadhesif berinteraksi dengan lapisan lendir yang menutupi permukaan epitel mukosa, molekul musin dan meningkatkan waktu tinggal bentuk sediaan di tempat penyerapan.

(5)

4 4

3 3

6 6

1 1 2 2

5 5

Meningkatkan kinerja terapeutik obat

Pelepasan obat terkontrol

Alasan Menggunakan Mucoadhesive GRDDS

Memperpanjang waktu tinggal dari bentuk sediaan di tempat aplikasi

atau penyerapan

Kontak intim dari bentuk sediaan dengan penyerapan yang

mendasarinya

Seharusnya tidak menyebabkan iritasi

Kapasitas pemuatan obat yang tinggi

(6)

..

Anatomi Lambung

Berdasarkan bentuk lambung dibagi menjadi 5 bagian, yaitu :

• Kardia adalah bagian paling atas, daerah pintu masuk makanan dari kerongkongan. Kardia berbentuk seperti tabung kecil yang sempit

• Fundus adalah bagian tengah, yang memiliki bentuk bulat •Badan lambung, Badan lambung bagian terbesar dan utama dari lambung

• Antrum merupakan bagian bawah yang bertugas menyimpan makanan sebelum dikeluarkan ke usus halus

• Pilorus adalah bagian bawah, berbentuk seperti terowongan yang langsung berhubungan dengan usus 12 jari atau usus halus

(7)

Bentuk Sediaan

..

• Bentuk sediaan bila berkontak dengan asam lambung maka akan mengembang sehingga ukurannya lebih besar dari pilorus dan bisa bertahan di lambung

• Bentuk sediaan harus tahan terhadap pengosongan lambung

• Sediaan ini membutuhkan polimer yang mengembang dengan cairan lambung, kemudian tererosi menjadi ukuran lebih kecil

•Contoh polimer: senyawa selulosa, poliakrilat, poliamida,poliuretan

(8)

1. Minum atau berkumurlah dengan sedikit air untuk melembabkan jika mulut kering. Cucilah tangan sampai bersih sebelum memegang tablet.

2. Letakkan tablet di antara pipi dan gusi.

3. Tutuplah mulut dan jangan menelan sampai tablet larut seluruhnya.

4. Jangan makan, minum atau merokok selama proses pelarutan tablet.

5. Jangan berkumur atau mencuci mulut selama beberapa menit setelah tablet larut dengan sempurna.

6. Gunakan obat pada jarak waktu yang sama dalam sehari

1. Minum atau berkumurlah dengan sedikit air untuk melembabkan jika mulut kering. Cucilah tangan sampai bersih sebelum memegang tablet.

2. Letakkan tablet di antara pipi dan gusi.

3. Tutuplah mulut dan jangan menelan sampai tablet larut seluruhnya.

4. Jangan makan, minum atau merokok selama proses pelarutan tablet.

5. Jangan berkumur atau mencuci mulut selama beberapa menit setelah tablet larut dengan sempurna.

6. Gunakan obat pada jarak waktu yang sama dalam sehari

Cara pemberian tablet buccal

(9)

Kerugian dengan sistem penghantaran obat mukoadhesif

yang ditahan dilambung Kerugian dengan sistem penghantaran obat mukoadhesif

yang ditahan dilambung

Keuntungan dengan sistem

penghantaran obat mukoadhesif yang ditahan dilambung

Keuntungan dengan sistem

penghantaran obat mukoadhesif yang ditahan dilambung

1. Memiliki waktu transit yang lebih lama di tempat absorpsi

2. Dapat digunakan untuk aksi lokal dengan diberikan ketempat absorpsi 3. Suatu peningkatan gradient konsentrasi

obat terjadi karena kontak partikel dengan mukosa.

4. Kontak langsung dengan sel usus bagian atas tempat berlangsungnya absorpsi partikel.

1. Memiliki waktu transit yang lebih lama di tempat absorpsi

2. Dapat digunakan untuk aksi lokal dengan diberikan ketempat absorpsi 3. Suatu peningkatan gradient konsentrasi

obat terjadi karena kontak partikel dengan mukosa.

4. Kontak langsung dengan sel usus bagian atas tempat berlangsungnya absorpsi partikel.

1. Harganya relatif mahal 2. Dapat terjadi dosis dumping

3. Hubungan antara in vitro dan in vivo sering tidak dapat diramalkan.

4. Ketersediaan hayati lebih rendah dengan meningkatnya eliminasi lintas pertama.

5. Pencapaian dan pemeliharaan kerja obat dapat dihambat karena adanya faktor variabel fisiologis terutama pada sediaan peroral.

6. Tidak semua zat aktif dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan mukoadhesif

1. Harganya relatif mahal 2. Dapat terjadi dosis dumping

3. Hubungan antara in vitro dan in vivo sering tidak dapat diramalkan.

4. Ketersediaan hayati lebih rendah dengan meningkatnya eliminasi lintas pertama.

5. Pencapaian dan pemeliharaan kerja obat dapat dihambat karena adanya faktor variabel fisiologis terutama pada sediaan peroral.

6. Tidak semua zat aktif dapat diformulasikan dalam bentuk sediaan mukoadhesif

(10)

Kriteria Bahan Aktif Untuk Sistem Penghantaran Mukoadhesif di lambung Adalah

Obat-obat yang bekerja lokal di lambung dan terurai di usus.

Obat-obat yang bekerja lokal di lambung dan terurai di usus.

Kelarutan terbatas di lambung atau usus. Obat- obat basa atau obat yang kelarutannya dibatasi oleh pH usus, penahanan dalam lingkungan asam lambung dapat meningkatkan efisiensi absorpsi dan bioavailabilitas.

Kelarutan terbatas di lambung atau usus. Obat- obat basa atau obat yang kelarutannya dibatasi oleh pH usus, penahanan dalam lingkungan asam lambung dapat meningkatkan efisiensi absorpsi dan bioavailabilitas.

Mempunyai jendela (window) absorpsi spesifik. Berguna untuk obat-obat yang diabsorpsi melalui difusi pasif, tapi tidak untuk yang diabsorpsi dengan difusi aktif.

Mempunyai jendela (window) absorpsi spesifik. Berguna untuk obat-obat yang diabsorpsi melalui difusi pasif, tapi tidak untuk yang diabsorpsi dengan difusi aktif.

Waktu paruh relatif pendek 2-8 jam.

Waktu paruh relatif pendek 2-8 jam.

Konstanta kecepatan absorpsi kecil.

Konstanta kecepatan absorpsi kecil.

02 01

04 03

05

(11)

Obat obat yang sedikit larut dalam usus terutama pada pH alkali.

Obat obat yang sedikit larut dalam usus terutama pada pH alkali.

Obat obat yang didegradasi di usus

Obat obat yang didegradasi di usus

Sistem penghantaran obat dengan pelepasan terkontrol yang ditahan di lambung sangat penting untuk :

Enzim enzim tertentu yang bereaksi lokal di

lambung

Enzim enzim tertentu yang bereaksi lokal di

lambung

Obat obat yang sangat baik diabsorpsi di lambung dan usus kecil

bagian atas

Obat obat yang sangat baik diabsorpsi di lambung dan usus kecil

bagian atas

Obat obat antasida Obat obat antasida

(12)

1

Obat-obat yang mengiritasi lambung, seperti aspirin

dan antiinflamasi lain.

Obat-obat yang mengiritasi lambung, seperti aspirin

dan antiinflamasi lain.

2

Obat-obat yang tidak stabil dalam lingkungan

lambung.

Obat-obat yang tidak stabil dalam lingkungan

lambung.

Sistem penghantaran obat dengan pelepasan terkontrol yang ditahan di lambung tidak sesuai

digunakan untuk :

(13)

• Berikatan pada permukaan sel epitel lambung atau mukus.

• Prinsip penghantaran obat dengan sistem mukoadhesif adalah memperpanjang waktu tinggal obat pada organ tubuh yang mempunyai lapisan mukosa

• Berikatan pada permukaan sel epitel lambung atau mukus.

• Prinsip penghantaran obat dengan sistem mukoadhesif adalah memperpanjang waktu tinggal obat pada organ tubuh yang mempunyai lapisan mukosa

Mekanisme Kerja GRDDS Mucoadhesive

(14)

Mekanisme Kerja Polimer Mucoadhesive

2 2

setelah kontak,

terjadi penetrasi dari rantai polimer ke dalam permukaan jaringan atau

inerpenetrasi rantai polimer dan mukosa

1 1

Kontak antara polimer dengan permukaan mukosa karena pembasahan atau swelling pada polimer

3 3

Terbentuklah ikatan kimia antara rantai polimer dengan molekul musin yang mempertahankan pelekatan polimer ke mukosa Kitosan

Kitosan Carbopol Carbopol Natrium Alginat Natrium Alginat HPMCHPMC

Metil Selulosa Metil Selulosa Contoh Polimer

Mucoadhesive Contoh Polimer

Mucoadhesive

(15)

Sifat mukoadhesif dan kekuatan interaksi polimer bergantung pada, yaitu :

berat molekul

Struktur

fleksibilitas rantai polimer

kapasitas ikatan hydrogen

kerapatan ikatan silang

Muatan

konsentrasi, atau derajat hidrasi polimer.

Sifat mukoadhesif dan kekuatan interaksi polimer bergantung pada, yaitu :

berat molekul

Struktur

fleksibilitas rantai polimer

kapasitas ikatan hydrogen

kerapatan ikatan silang

Muatan

konsentrasi, atau derajat hidrasi polimer.

Polimer mukoadhesif yang ideal : bersifat lembam, tidak mengiritasi, tidak beracun, melekat pada permukaan mukosa, dan memiliki spesifisitas tempat dan berinteraksi dengan musin melalui ikatan elektrostatik, disulfida, hidrogen, dan hidrofobik.

Polimer mukoadhesif yang ideal : bersifat lembam, tidak mengiritasi, tidak beracun, melekat pada permukaan mukosa, dan memiliki spesifisitas tempat dan berinteraksi dengan musin melalui ikatan elektrostatik, disulfida, hidrogen, dan hidrofobik.

Lanjutan..

(16)

Teori Mekanisme Mukoadhesi

Wettability Polimer bioadhesif menembus dan mengembangkan kontak intim dengan lapisan mukosa.

Diffusion

Keterikatan fisik untaian musin dan rantai polimer fleksibel. Dipengaruhi oleh berat molekul, kerapatan ikatan silang, fleksibilitas rantai, dan kapasitas ekspansi kedua jaringan.

Adsorption

Bioadhesi disebabkan oleh gaya primer (ionik, kovalen, dan logam) dan gaya sekunder (ikatan van der Waals, hidrofobik, dan hidrogen) antar

permukaan.

Electronic Gaya elektrostatik yang menarik antara jaringan musin glikoprotein dan bahan bioadhesif.

Fracture

Gaya detasemen yang diperlukan untuk memisahkan lendir dan polimer mencerminkan kekuatan ikatan perekat.

(a) representasi umum dari sistem mukoadhesif dan (b) mekanisme sistem

mukoadhesif.

(17)

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Absorpsi Sediaan

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Absorpsi Sediaan

Konsentrasi polimer Konsentrasi

polimer Konformasi

Polimer Konformasi

Polimer Bobot MolekulBobot Molekul

Semakin tinggi konsentrasi polimer, daya adhesi semakin

kuat

Gaya adhesi mempengaruhi

konformasi polimer

Semakin besar bobot molekul, kemampuan

mukoadhesi meningkat

(18)

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Absorpsi Sediaan (lanjutan)

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Absorpsi Sediaan (lanjutan)

Fleksibilitas rantai polimer Fleksibilitas

rantai polimer

Derajat Hidrasi

Derajat Hidrasi pHpH

Ini penting untuk penetrasi

rantai polimer, apabila penetrasi berkurang maka

kekuatan mucoadhesive juga berkurang

Hidrasi yang berlebihan menyebabkan

berkurangnya kemampuan mucoadhesive

pH

mempengaruhi muatan permukaan mukosa dan

polimer sehingga adhesi

juga akan dipengaruhi

(19)

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Absorpsi Sediaan (lanjutan)

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Absorpsi Sediaan (lanjutan)

Waktu Kontak

Waktu Kontak Variasi

Fisiologis Variasi

Fisiologis

Kekuatan mucoadhesive meningkat jika waktu kontak awal meningkat

Kondisi fisiologis mempengaruhi

mucoadhesi antara lain

ketebalan mucus

(20)

4 4

3 3

6 6

1 1 2 2

5 5

Keseragaman bobot

Pelepasan obat

Evaluasi test pada mukoadesif tablet

Friability (kerapuhan tablet)

Hardness (kekerasan tablet)

Swelling index Penyerapan air

(21)

Uji menggunakan lambung kelinci segar sebanyak enam ekor yang telahdibersihkan, dilekatkan pada penyokong. Tablet diletakkan di atas jaringan lambung, diberi beban 5 gram selama 5 menit. Setelah

itu tablet ditarik dengan beban bertahap (1 gram setiap penambahan), replikasi dilakukan sebanyak 6 kali untuk masing-

masing formula.

Uji menggunakan lambung kelinci segar sebanyak enam ekor yang telahdibersihkan, dilekatkan pada penyokong. Tablet diletakkan di atas jaringan lambung, diberi beban 5 gram selama 5 menit. Setelah

itu tablet ditarik dengan beban bertahap (1 gram setiap penambahan), replikasi dilakukan sebanyak 6 kali untuk masing-

masing formula.

Pengujian Kekuatan Mucoadhesive Tablet

(22)
(23)

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, infographics & images by Freepik

THANKS!

Do you have any questions?

Referensi

Dokumen terkait

Jenis microneedle yang sesuai untuk penghantaran vaksin adalah dissolving microneedle (DMN) karena lebih aman dibandingkan dengan jenis microneedle lainnya karena

Sebagai contoh, molekul dari obat oral (yang masuk melalui mulut) harus melewati membran sel saluran gastrointestinal (pencernaan), hati, dan kapiler untuk mencapai aliran darah,

Namun karcna efek samping dari obat tersebut maka dibuat formula lokal dalam bentuk injektabel yang berfungsi sebagai sistem penghantaran obat dan pengisi celah yang.. terbentuk

lepas lambat glimepirid akan menahan tablet tetap di lambung dan melepaskan bahan aktif secara perlahan, sehingga obat dapat secara terus-menerus

2012, Formulation and evaluation of floating matrix tablet of atenolol for gastro-retentive drug delivery, International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences,

Mekanisme yang dapat mengubah kecepatan absorbsi obat dalam saluran pencernaan dipengaruhi oleh berbagai factor, antara lain: berubahnya kecepatan aliran darah pada

Ketersediaan hayati obat setelah pemberian oral dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berbeda, termasuk sifat fisikokimia obat, aspek fisiologis, jenis bentuk sediaan, asupan makanan,

Apabila terjadi gangguan pada lambung atau saluran pencernaan maka obat dapat diminum bersamaan dengan makanan ringan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan