PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis dapat menarik beberapa permasalahan pokok dalam penelitian ini, yaitu bagaimana “peran Bappeda v.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Penelitian tesis yang dilakukan oleh Heryanti berjudul “Review Fiqih Siyasah Tentang Implementasi Fungsi Bappeda Dalam Perencanaan Pembangunan (Studi Di Kabupaten Lampung)”. Penelitian tesis yang dilakukan oleh Nabila Zatadini berjudul “Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam Meningkatkan dan Mempercepat Pembangunan di Kabupaten Lampung Utara”. 6Heryanti, “Sekilas Fiqih Siyasah Mengenai Implementasi Fungsi BAPPEDA Dalam Perencanaan Pembangunan (Studi di Kabupaten Lampung Barat)” (skripsi; Jurusan Syariah: Lampung, 2018).
Penelitian yang dilakukan oleh Nugraha Eka Prayudha dengan judul “Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat”. 7Nabilla Zatadini, “Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dalam Meningkatkan dan Mempercepat Pembangunan di Kabupaten Lampung Utara” (tesis sarjana; Fakultas Hukum: Lampung, 2018). 8Nugraha Eka Prayudha, “Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dalam Pembangunan Kabupaten Tulang Bawang Barat” (skripsi; Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik: Bandar Lampung, 2017).
Penelitian tesis yang dilakukan oleh Hanifuddin dengan judul “Peran Bappeda Dalam Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Jalan di Desa Chihonje Kecamatan Sidahmulih Kabupaten Pengadaran”. Lokasi penelitian ini adalah Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Parepare, Jalan Jendral Sudirman No. Penulis mewawancarai beberapa narasumber yaitu staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan beberapa warga kota Parepare, adapun Bapak Abdul Muis Abdullah, ST, MT.
Proses perumusan kebijakan teknis di bidang perencanaan pembangunan merupakan salah satu tahapan yang dapat dilihat dalam proses peninjauan perencanaan pembangunan (MUSRENBANG). Ringkasan Fiqh Siyasah tentang pelaksanaan fungsi BAPPEDA dalam perencanaan pembangunan (Studi di Kabupaten Lampung Barat)”. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai tugas pokok menyusun dan melaksanakan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan.
mempunyai tugas mengkoordinasikan pelaksanaan perumusan kebijakan teknis dan penyusunan rencana pembangunan daerah, mengkoordinasikan dan melaksanakan program dan kegiatan perencanaan infrastruktur daerah dan perekonomian;
PEMBAHASAN
Tinjaun Teoritis
- Teori Kebijakan Publik
- Teori Kelembagaan
- Pembangunan Infrastruktur
- Teori Maslahah Mursalah
Tinjauan Konseptual
Secara konseptual peran bersifat dinamis dari kedudukannya, oleh karena itu peran merupakan suatu kewajiban atau wewenang yang harus dijalankan. Sedangkan Badan Perencanaan Pembangunan merupakan lembaga teknis daerah di bidang penelitian dan perencanaan pembangunan, sehingga jelas bahwa Bappeda dibentuk berdasarkan pertimbangan dalam rangka upaya mendorong keselarasan antara pembangunan daerah dan pembangunan daerah. memperbesar. Dalam hal ini, Bappeda merupakan lembaga yang menyusun rencana pembangunan jangka panjang dan menengah, serta rencana pembangunan tahunan pemerintah. Konseptualisasi pemerataan pembangunan diartikan sebagai upaya terkoordinasi untuk secara hukum menciptakan lebih banyak alternatif bagi setiap warga negara untuk memenuhi aspirasi paling manusiawi, yaitu koordinasi, yang berimplikasi pada perlunya perencanaan kegiatan seperti yang telah dibahas sebelumnya.
Hal ini dapat diartikan bahwa pembangunan harus berorientasi pada keberagaman dalam segala aspek kehidupan, serta mencapai cita-cita yang paling manusiawi, artinya pembangunan harus berorientasi pada pemecahan masalah dan memajukan nilai-nilai moral dan etika masyarakat. Secara umum pemerataan pembangunan berarti kita dapat mendefinisikan pembangunan sebagai suatu proses perencanaan (rencana sosial) yang dilakukan oleh birokrat perencanaan pembangunan. Pemahaman Secara konseptual, infrastruktur adalah aset fisik yang dirancang menjadi suatu sistem untuk memberikan layanan publik yang penting.
Oleh karena itu, infrastruktur merupakan bagian dari infrastruktur (jaringan) yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain dalam suatu sistem. Oleh karena itu diperlukan berbagai faktor yaitu pendorong kebutuhan infrastruktur, dampak pembangunan infrastruktur dan dampak infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi. Keberadaan infrastruktur sangat penting untuk mendukung pembangunan sosial ekonomi karena infrastruktur yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha. dan masyarakat sosial. Pemahaman konseptual berdasarkan kaidah agama Islam menunjukkan betapa pentingnya hakikat tulisan seperti administrasi, pendaftaran atau bentuk-bentuk bukti tertulis yang harus dipenuhi dalam suatu perjanjian yang dapat dijaga oleh kedua belah pihak.
Administrasi pemerintahan dalam pengertian Islam sendiri mempunyai arti keseluruhan proses pelaksanaan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yang bergerak dalam suatu bentuk usaha untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Pemahaman konseptual terhadap prinsip-prinsip Islam menunjukkan bahwa segala sesuatu baik itu rencana kerja maupun pekerjaan yang terstruktur memerlukan rencana yang bersifat administratif.
Kerangka Pikir
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya diatur dalam Peraturan No. 72 Persiapan Walikota Tahun 2016 tentang Kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai unsur penunjang urusan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan. yang merupakan kewenangan daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah. Dalam struktur organisasi, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Parepare dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah Kota Parepare. Hal ini tidak lepas dari perencanaan pembangunan daerah sebagai suatu proses penyiapan tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya, untuk memanfaatkan dan mengalokasikan sumber daya yang ada dalam kerangka tersebut.
Perencanaan pembangunan yang dimaksud adalah forum konsultasi publik antar pemangku kepentingan dalam rangka penyusunan rencana kerja pemerintah daerah atau biasa disingkat RKPD Kota. Berdasarkan ketentuan § 27, ayat Peran Bappeda dalam menentukan kebijakan mengenai perencanaan pembangunan yang akan ditetapkan ke tingkat kota penuh dengan pertimbangan sehubungan dengan keputusan untuk menentukan pilihan usulan program dan kegiatan yang dipilih berdasarkan skala prioritas.
Agar berhasil, perencanaan pembangunan di tingkat kecamatan hendaknya mengkaji dan mencermati serta berlandaskan pada berbagai dokumen perencanaan relevan yang telah diterbitkan.
METODE PENELITIAN
Lokasi dan Waktu Penelitian
Fokus Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari ringkasan perencanaan pembangunan yang dimasukkan dalam APBD, serta berbagai dokumen dan data lain yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain buku, laporan jurnal, literatur, website, serta data dari beberapa instansi terkait.
Teknik Pengumpulan Data
Singkatnya, wawancara adalah suatu teknik yang sering digunakan peneliti untuk memperoleh data dan/atau informasi dalam penelitian.27. Kutipan di atas memberikan gambaran bahwa teknik wawancara merupakan salah satu cara memperoleh informasi data dalam penelitian dan merupakan salah satu unsur penting dalam proses penelitian. Dokumentasi bersifat audiovisual (foto, rekaman, administrasi, dll), pengumpulan data diperoleh dari catatan kantor.
Metode ini merupakan suatu cara pengumpulan data yang memberikan catatan-catatan penting berkaitan dengan masalah yang diteliti, sehingga diperoleh data yang lengkap, valid dan tidak berdasarkan perkiraan.28 Metode ini hanya mengambil data-data yang direkomendasikan dan ditindaklanjuti secara tertulis.
Teknik Analisis Data
HASIL PENELITIAN
Peran Bappeda dalam Menentukan Skala Perioritas dalam
Selain itu, janji-janji politik menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan tingkat prioritas pembangunan infrastruktur, seperti yang disampaikan oleh Bapak. Abdul Muis sebagai bagian subbagian infrastruktur di Bappeda. 39 Abdul Muis Baharuddin, Kasubbag Prasarana Bappeda Kota Parepare, wawancara penulis di Bappeda Kota Parepare, 16 Oktober 2020. Dalam menentukan tingkat prioritas pembangunan selain RKJP atau rencana pembangunan jangka panjang 5 tahun , ini juga yang menjadi tingkat prioritas dalam menentukan pembangunan adalah janji politik bupati, dalam hal ini walikota.” 40.
Seperti yang dijelaskan oleh Bpk. Abdul Muis, dalam menentukan skala prioritas tidak hanya dari segi musrembang dan rencana pembangunan jangka panjang saja, janji politik kepala daerah dalam hal ini walikota juga cukup berpengaruh dalam pembangunan pada skala prioritas. Skala prioritas perencanaan pembangunan pada Musrenbang kecamatan berasal dari hasil rapat Majelis Masyarakat, Musrenbang kecamatan dan Musrenbang kecamatan menjadi fokus atau lebih menarik untuk mengatasi secara efektif berbagai permasalahan pembangunan kecamatan dan masalah. 40 Abdul Muis Baharuddin, Kepala Subbagian Prasarana Bappeda Kota Parepare, wawancara penulis di Bappeda Kota Parepare, 16 Oktober 2020.
Kenyataan menunjukkan bahwa dalam forum musrenbang sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam menentukan kebijakan publik, terdapat kebohongan publik dan pelanggaran etika demokrasi. Kelemahan ini disebabkan oleh model partisipasi masyarakat yang hanya menekankan pada model politik dan administratif, dan di samping instrumen hukum, belum memberikan kerangka dan mekanisme partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, perlu dikembangkan model partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan dan/atau menerapkan model partisipasi alternatif seperti model pemberdayaan masyarakat, dan setiap instrumen hukum harus memuat proses dan mekanisme partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang diatur.
Hal lain yang sangat menarik adalah ketika merumuskan skala prioritas, hanya sebagian dari aktor masyarakat yang mengetahui skala prioritas yang diusulkan, sedangkan sebagian lainnya mengungkapkan keinginan dan kebutuhannya secara langsung hanya di tingkat kecamatan masing-masing, sehingga ketika mendefinisikan kebijakan dalam hal perencanaan pembangunan, aktor sipil dalam musrembang berada pada posisi yang lemah. Dalam konsep pemetaan tidak hanya perlu adanya pengembangan yang sama, karena setiap tempat atau lokasi tentunya mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda. Dalam menentukan pembangunan, pemerintah daerah tidak hanya melihat apa saja yang perlu dibangun, namun juga melihat apa saja yang dibutuhkan masyarakat pada suatu lokasi tertentu. 41Abdul Muis Baharuddin, Kepala Suku Dinas Prasarana Bappeda Kota Parepare, wawancara penulis di Bappeda Kota Parepare, 16 Oktober 2020.
Bappeda Dalam Memproses Perencanaan Pembangunan Yang
Untuk melaksanakan tugas sesuai peruntukannya, Kepala Subbidang Perekonomian dan Keuangan mempunyai fungsi sebagai berikut. Dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Subbidang Pembangunan Daerah dan Sumber Daya Alam mempunyai fungsi sebagai berikut. Kepala Subbidang Sumber Daya Manusia mempunyai tugas melakukan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, sinkronisasi pelaksanaan penyusunan dan evaluasi perencanaan sumber daya daerah di bidang sumber daya manusia dan sosial budaya.
Subbidang sosial budaya dipimpin oleh seorang kepala subbidang yang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, sinkronisasi pelaksanaan penyusunan dan evaluasi perencanaan sumber daya daerah di bidang sumber daya manusia dan sosial. . -budaya. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Kepala Subbidang Data, Pengembangan Program, dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi.
PENUTUP
Saran
Subbidang Pemerintahan dan Aparatur Sipil Negara dipimpin oleh seorang Sub Kepala yang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi, sinkronisasi pelaksanaan penyusunan dan evaluasi perencanaan sumber daya daerah pada bidang pemerintahan dan aparatur. Sub Bidang Penelitian Pembangunan Daerah dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang bertugas melaksanakan penelitian pembangunan daerah.