• Tidak ada hasil yang ditemukan

SK 84 2015 Renstra Perpusnas 2015 2019 publish(1)

N/A
N/A
Ratih Nurhidayah

Academic year: 2023

Membagikan "SK 84 2015 Renstra Perpusnas 2015 2019 publish(1)"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Kondisi Umum

Pembangunan nasional sebagaimana diamanatkan UUD 1945 bertujuan untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan turut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mencapai salah satu tujuan tersebut, Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan mengamanatkan bahwa pembangunan perpustakaan bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada pemustaka, meningkatkan kecintaan membaca dan menyediakan sarana belajar sepanjang hayat. Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Pemindahan dan Pelestarian Karya Cetak dan Karya Rekam mengamanatkan bahwa perpustakaan mempunyai peranan penting dalam mengumpulkan, menyimpan, melestarikan dan mempergunakan seluruh karya cetak dan rekaman untuk pemajuan kebudayaan nasional.

Perpustakaan sebagai lembaga yang mengelola arsip gagasan, pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan umat manusia mempunyai fungsi utama melestarikan capaian kebudayaan umat manusia, khususnya yang berupa dokumen tertulis, karya cetak, dan/atau karya rekaman lainnya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, perpustakaan merupakan pusat sumber informasi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan bahwa Perpustakaan Nasional adalah lembaga negara nonkementerian yang melaksanakan tugas negara di bidang perpustakaan dan berkedudukan di ibu kota serta mempunyai fungsi pengawasan perpustakaan, perpustakaan referensi, perpustakaan penyimpanan. , perpustakaan penelitian, perpustakaan konservasi dan jaringan pusat perpustakaan.

Perpustakaan Nasional dalam fungsinya melestarikan karya anak bangsa tidak hanya melestarikan karya cetak dan karya rekam, tetapi juga pemikiran/gagasan/gagasan para pendiri bangsa Indonesia (para pendiri), kepribadian para pendakwah. , dengan didirikannya lembaga Perpustakaan Proklamator Bung Karno di Blitar dan Perpustakaan Proklamator Bung Hatta di Bukit Tinggi guna mengaktualisasikan nilai-nilai patriotisme dan nasionalisme kedua kepribadian tersebut untuk mendukung pembangunan bangsa Indonesia yang berkarakter budaya.

Tabel 1. Data Perkembangan Perpustakaan di Indonesia
Tabel 1. Data Perkembangan Perpustakaan di Indonesia

Potensi dan Permasalahan

Internal

Meskipun Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 dan peraturan pemerintah telah diterbitkan, namun belum semua penerbit memenuhi amanat undang-undang tersebut, yaitu secara sukarela menyerahkan dua eksemplar terbitannya ke Perpustakaan Nasional. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 mengatur penerbitan enam (enam) peraturan kepala Perpustakaan Nasional berupa pedoman dan petunjuk teknis terkait standar pegawai perpustakaan, standar nasional perpustakaan, pendaftaran dan atribusi naskah kuno, tata cara penyimpanan. dan penggunaan koleksi khusus; Tata cara pemilihan anggota Badan Perpustakaan, organisasi dan tata kerja Badan dan Sekretariat Badan Perpustakaan, serta penghargaan terhadap gerakan menumbuhkan kecintaan membaca. Pendirian Perpustakaan Nasional saat ini didasarkan pada Keputusan Presiden 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2013 Sedangkan susunan organisasi dan tata kerja Perpustakaan Nasional didasarkan pada Keputusan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 3 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perpustakaan Nasional sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional. Perpustakaan nomor 1 tahun 2012.

Mengingat berlakunya Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, maka tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab Perpustakaan Nasional adalah: menjadi semakin kompleks, sehingga perlu dilakukan penataan kembali terhadap Perpustakaan Nasional. Sumber daya manusia Perpustakaan Nasional baik kualitatif maupun kuantitatif masih belum sesuai dengan kebutuhan dalam memenuhi tuntutan tugas fungsional, wewenang dan tanggung jawab. Saat ini jumlah tenaga kerja Perpusnas sebanyak 741 orang, sedangkan tenaga kerja berbasis pendidikan Perpusnas terdiri dari 2 orang S3, 89 orang S2, 405 orang S1, 4 orang S1, 66 orang D3/D4, 10 orang D2 sebanyak 160 orang, SMP sebanyak 160 orang, SMA sebanyak 2 orang, dan SD sebanyak 3 orang, sebagaimana terlihat pada grafik berikut.

Perpustakaan Nasional sebagai pusat jaringan nasional belum terbukti optimal dalam menjalin kerjasama di bidang jaringan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi dengan semua jenis perpustakaan, khususnya perpustakaan umum provinsi.

Grafik 1: Pegawai Perpusnas berdasarkan Tingkat Pendidikan
Grafik 1: Pegawai Perpusnas berdasarkan Tingkat Pendidikan

Eksternal

Perpustakaan sebagai sarana mencerdaskan kehidupan bangsa menyediakan berbagai jenis sumber informasi, baik cetak, tertulis, maupun rekaman, yang apabila dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat, dapat menciptakan masyarakat pembelajar. Berbagai sumber informasi yang ditawarkan harus mampu mendukung perpustakaan sebagai sarana pendidikan, penelitian, konservasi, penguatan ilmu pengetahuan dan budaya, namun juga sebagai sarana rekreasi. Perpustakaan sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat mempunyai peranan penting dalam menunjang pendidikan sepanjang hayat menuju terwujudnya masyarakat unggul, cerdas, kritis, dan inovatif yang berlandaskan budaya ilmiah.

Berdasarkan data Perpustakaan Nasional, layanan perpustakaan hanya mampu menjangkau 23.281 desa/kelurahan pada tahun 2013. Perkembangan pengelolaan perpustakaan di berbagai belahan dunia akhir-akhir ini dihadapkan pada konsep pengelolaan perpustakaan berstandar internasional (world class library). Konsep perpustakaan kelas dunia menekankan pada kualitas layanan serta kuantitas koleksi karya ilmiah yang ada di dalamnya.

Salah satu isu yang hangat adalah pengembangan konsep perpustakaan digital global, dengan penekanan pada literatur dan manajemen koleksi. Selain itu, konsep pengelolaan perpustakaan menuju perpustakaan kelas dunia juga menjadi salah satu topik utama pada Pertemuan Pakar UNESCO pada Kongres Perpustakaan Digital Dunia pada 1 Desember 2005. Perpustakaan digital adalah kumpulan informasi yang dikelola, dengan layanan terkait. , dimana informasi disimpan dalam format digital dan dapat diakses melalui jaringan.

Sementara itu, di kawasan Asia Tenggara, CONSAL (Kongres Pustakawan Asia Tenggara) menyadari perlunya pengelolaan perpustakaan untuk menjadi perpustakaan kelas dunia. Secara regional juga diselenggarakan Konferensi Internasional Perpustakaan Digital Asia Pasifik yang bertujuan untuk: (a) investasi pengembangan perpustakaan seoptimal mungkin (Optimalisasi investasi ICT); (b) menjalin kerja sama antar dan antar lembaga sehingga dapat terjadi interaksi pertukaran informasi dari negara kaya informasi ke negara miskin informasi (information resource sharing); (c) mengembangkan perpustakaan digital berisi konten perpustakaan digital yang dapat dimanfaatkan secara efektif. Konsep perpustakaan kelas dunia menekankan pada kualitas layanan dan juga kuantitas koleksi yang mudah diakses melalui pemanfaatan ICT dan membangun jaringan perpustakaan.

Hingga tahun 2014, terdapat kurang lebih 3.060 pustakawan di Indonesia yang terdiri dari pustakawan ahli dan terampil. Demikian pula perpustakaan desa/kelurahan yang didirikan melalui APBN Perpusnas dalam bentuk dana devolusi berjumlah 23.281 perpustakaan desa/kelurahan pada tahun 2014. Pemerintah daerah belum mengalokasikan anggaran operasional perpustakaan; Jika demikian maka hanya sebagian kecil yang berarti pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan desa/kabupaten belum maksimal.

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN STRATEGIS PERPUSTAKAAN

  • Visi dan Misi Pemerintah Kabinet Kerja
  • Visi dan Misi Perpustakaan Nasional
  • Tujuan Perpustakaan Nasional
  • Sasaran Strategi Perpustakaan Nasional …
  • Arah Kebijakan dan Strategi Nasional
  • Arah Kebijakan dan Strategi Nasional
  • Arah Kebijakan dan Strategi Perpustakaan Nasional 29
    • Kerangka Regulasi
    • Kerangka Kelembagaan

Sebagai landasan berpikir, bertindak, bertindak dan mengambil keputusan dalam upaya mencapai visi dan misi yang telah dicanangkan, Perpustakaan Nasional menganut nilai-nilai “profesionalisme, akuntabilitas, sinergi, transparansi dan integritas (PASTI)”. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia membangun gedung fasilitas layanan perpustakaan dan gedung perpustakaan untuk pendidikan dan pelatihan. Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Provinsi, dan Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota memberikan layanan bagi pengguna berkebutuhan khusus (disabilitas).

Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Provinsi, Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota mengembangkan layanan perpustakaan keliling dan layanan perpustakaan pada pusat kegiatan masyarakat. Perpustakaan Nasional menghimpun karya tulis, karya cetak, dan karya rekaman hasil kebudayaan nasional yang diterbitkan di Indonesia dan/atau tentang Indonesia yang diterbitkan di luar negeri. Perpustakaan Nasional menginventarisasi, menyelenggarakan dan membantu pemindahan naskah-naskah lama milik masyarakat/lembaga serta mengupayakan pengembalian naskah-naskah lama yang berada di luar negeri.

Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Provinsi, dan Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota mengembangkan koleksi perpustakaan untuk mendukung science park dan techno park. Meningkatkan kelancaran ketersediaan layanan perpustakaan yang mendukung pengembangan science park, techno park dan pelaksanaan revolusi mental; Pengembangan Koleksi Perpustakaan Nasional, antara lain melalui perolehan berbagai jenis bahan perpustakaan, yaitu: buku, sumber daya elektronik (e-resources), film, serial (surat kabar, majalah, majalah), bahan kartografi (peta, atlas), grafik bahan (lukisan, foto), rekaman video (CD, DVD), musik (lembaran musik), bahan campuran (KIT), rekaman suara, mikroform, naskah/naskah lama, bahan fana, braille, serta artefak, 3D dan realia , inventarisasi koleksi dan penyusunan daftar aksesi, pengolahan dan pengorganisasian koleksi, penyusunan pedoman penanganan bahan pustaka, penanganan e-resource (e-book, e-journal) yang dapat diakses melalui website www.pnri.go.id .

Pelestarian bahan pustaka dan naskah kuno, meliputi pelestarian naskah/naskah kuno, pelestarian fisik (pemeliharaan/pencegahan, perawatan, perbaikan, pengasapan dan penjilidan); pelestarian kandungan informasi melalui transfer media format mikro dan reproduksi foto serta transfer media digital dan transmedia naskah kuno, pelestarian surat kabar sebelum dan sesudah UU No. 4 Tahun 1990, Pelestarian Naskah Indonesia Demi Penyempurnaan Warisan Nasional, Penyusunan Panduan, Pelestarian Bahan Sastra Pendidikan. Peningkatan pelayanan perpustakaan dan informasi, meliputi penyelenggaraan layanan perpustakaan dan informasi, promosi layanan perpustakaan, pembinaan kepada pemustaka, pengkajian layanan perpustakaan, penceritaan, inventarisasi koleksi, pengemasan ulang ke dalam literatur sekunder, seminar sastra kuno. naskah/manuskrip, inventarisasi, penerjemahan, transliterasi naskah/manuskrip lama, kerjasama layanan perpustakaan dalam dan luar negeri, pengembangan perpustakaan digital (e-libraries), pengembangan layanan bagi pengguna berkebutuhan khusus (disabilitas). Pengembangan perpustakaan dan pembinaan kecintaan membaca, antara lain melalui pengembangan database perpustakaan, akreditasi perpustakaan, penyusunan standar dan pedoman perpustakaan, pengkajian perpustakaan dan pembinaan kecintaan membaca, peningkatan/sosialisasi budaya cinta membaca membaca melalui keluarga dan satuan pendidikan; fasilitasi pembangunan perpustakaan percontohan di tingkat provinsi/kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan; fasilitasi perpustakaan keliling provinsi dan kabupaten/kota, fasilitasi pengembangan perpustakaan provinsi, pengembangan perpustakaan khusus/sekolah/perguruan tinggi, fasilitasi pengembangan perpustakaan umum desa/kabupaten, pengembangan layanan perpustakaan nasional, supervisi, monitoring dan evaluasi seluruh jenis perpustakaan.

Pendidikan perpustakaan, antara lain melalui pendidikan fungsional perpustakaan, rekayasa perpustakaan, pengelolaan perpustakaan, penyusunan dan pengembangan kurikulum/bahan ajar, akreditasi pelatihan dan pelatihan, pengembangan fasilitas pendidikan dan pelatihan. Pengelolaan tata usaha keuangan Perpustakaan Nasional, kepegawaian dan operasional kantor, antara lain melalui pembinaan dan pelayanan tata usaha, tata usaha, kepegawaian, keuangan, kearsipan, perkodean, peralatan dan kerumahtanggaan serta pemantauan dan evaluasi. Pengawasan dan peningkatan akuntabilitas Aparatur Perpustakaan Nasional antara lain melalui pengembangan perangkat pengawasan internal, pelaksanaan audit, perluasan kapasitas auditor, penyusunan laporan dan tindak lanjut hasil audit, penelaahan RAPBN/laporan keuangan/LAKIP.

Penyediaan/pembelian sarana dan prasarana Perpustakaan Nasional, antara lain melalui rehabilitasi prasarana gedung perpustakaan, pembelian dan peningkatan sarana kerja.

TARGET KINERJA DAN KERANGKA PENDANAAN …

Target Kinerja

Kerangka Pendanaan

Rencana strategis Perpustakaan Nasional 2015-2019 disusun sesuai dengan kebijakan pemerintah yang mengupayakan kemandirian di bidang kebudayaan. Oleh karena itu, Perpustakaan Nasional memfokuskan programnya pada penguatan pola pikir budaya melalui berbagai kegiatan perpustakaan dengan beragam koleksi bacaan berkualitas. Program perpustakaan erat kaitannya dengan pembentukan karakter masyarakat, karena membaca dapat mendorong kemandirian budaya yang berujung pada terbentuknya pola pikir masyarakat yang pada akhirnya dapat melahirkan nilai-nilai gotong royong, sesuai dengan UUD 1945.

Rencana Strategis Perpustakaan Nasional 2015-2019 memberikan arahan dan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan terkait program lintas program, baik di pusat maupun di daerah. Rencana Strategis Perpusnas ini akan disesuaikan dengan dinamika pembangunan dan isu-isu strategis terkait kebijakan kelembagaan dan pembangunan nasional.

PENUTUP

Gambar

Tabel 1. Data Perkembangan Perpustakaan di Indonesia
Grafik 1: Pegawai Perpusnas berdasarkan Tingkat Pendidikan

Referensi

Dokumen terkait

Keputusan Kepala BKN nomor 13 Tahun 2003 tentang Petmjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan,

Sebagai tindak lanjut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah dengan

bahwa Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2015 tentang Standar Honorarium dan Transport Pelaksanaan Kegiatan Pada Lembaga Administrasi Negara sebagai

RPJMD Kabupaten Ende Tahun 2019-2024 disusun sebagai penjabaran amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan

Peraturan Pemerintah tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif mengatur materi pokok mengenai pembiayaan Ekonomi Kreatif,

II, III dan IV yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2009 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak di Lingkungan Lembaga Administrasi

Laporan Akuntabilitas Kinerja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Barat Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2019 merupakan wujud dari tindak lanjut

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2019 TENTANG PENYIDIKAN TINDAK